World Ruler System

World Ruler System
BAB 022 - Rencana Besar, Perombakan Total.



Tepat setelah mengatakan itu, Chen Kai mengumpulkan semua orang dan melatih mereka semua, dia tidak tanggung-tanggung memberikan sumber daya kultivasi yang sangat melimpah.


“Pasukan Benteng Abadi, kalian adalah orang-orang kepercayaanku, sekarang terimalah semua sumber daya kultivasi ini untuk kalian gunakan berkultivasi sambil melakukan tugas,” perintah Chen Kai.


[Pembelian semua sumber daya menghabiskan 10 miliar PS. Sisa PS milik Master sekitar 70 miliar PS.]


“Aku akan memberikan kalian waktu untuk mencapai Ranah Saint dalam 1 bulan penuh! Aku tahu kalian bisa melakukannya! Hari ini mari kita cukupkan sampai disini, apakah ada pertanyaan?” tanya Chen Kai.


“Kami semua mengerti, Tuan Muda! Pemberian Anda ini sudah lebih dari cukup. Bahkan mungkin kami bisa mencapai Ranah Saint Menengah,” jawab Pasukan Benteng Abadi serentak.


“Baguslah kalau begitu, kalian semua boleh pergi! Khusus untuk 4 Tetua Chen jangan pergi dulu, ada hal yang ingin aku bicarakan dengan kalian semua,” ucap Chen Kai.


“Baik, Tuan Muda!”


***


Di Aula Utama Kediaman Chen.


“Apakah kalian sudah mempelajari beberapa kitab yang sudah aku berikan beberapa minggu yang lalu?” tanya Chen Kai.


“Saya sudah mempelajarinya Tuan Muda. Sayangnya saya baru bisa menguasai 80 persen dari semua ilmu yang ada di dalam Kitab Dewa Perang ini,” ucap Tetua Chen Wei.


“Itu sudah sangat bagus, lanjutkan sampai kamu memahaminya selama 100 persen dan ini adalah hadiahmu Tetua Chen Wei. Ini adalah Pedang Api Neraka yang akan menjadi senjata utamamu mulai dari sekarang,” ucap Chen Kai.


“Untuk Tetua Chen Yi ini aku memberikan sebuah Saber Ganda Teratai Es! Kamu sudah menguasai seluruh Kitab Dewa Bayangan itu bukan?” tanya Chen Kai sambil memberikan dua buah saber itu.


“Tidak masalah, sekarang ini untuk kamu Tetua Chen Lin! Tombak Naga Angin yang sangat sesuai dengan karaktermu dan juga sebagai simbol bahwa kamu adalah pemimpin bagi kota dan provinsi ini!” ucap Chen Kai memberikan sebuah tombak yang kuat.


“Terima kasih Tuan Muda. Tapi sepertinya saya masih belum pantas karena masih belum sampai pada pemahaman lebih dari 50 persen dari Kitab Dewa Pemelihara ini,” ucap Tetua Chen Lin.


“Tidak masalah, terima saja hadiahku! Memang Kitab Dewa Pemelihara itu yang paling tebal dan paling sulit untuk dipahami, kamu harus berjuang keras, jadi terimalah hadiahku ini,” ucap Chen Kai sambil tersenyum.


“Serta yang terakhir Tetua Chen Jun, sepertinya bukan hanya sudah memahami seluruh isi dari Dewa Perdagangan, kamu juga sudah membuat sistem perdagangan baru di kota ini, bukan?”


“Kalau begitu terimalah hadiah ini, Panah Bumi Abadi! Sebuah senjata jarak jauh yang sangat kuat dan bisa membantumu menghapuskan 10.000 musuh secara langsung kalau kamu sudah menguasai senjata ini sepenuhnya.”


“Aku juga memiliki hadiah lainnya untukmu yang bisa digunakan untuk menarik lebih banyak orang ke kota ini, silakan lihatlah semua barang yang ada di dalam cincin penyimpanan ini!”


Chen Kai terlihat paling bersemangat membahas hal ini dengan Tetua Chen Jun, karena pada dasarnya semua rencananya tergantung pergerakan dari Tetua Chen Jun dalam menjalankan perdagangan kota dan provinsi ini.


“A– apakah Anda menyuruh saya menjual semua barang ini? Bukankah semua barang berharga ini lebih terlihat seperti sebuah harta karun yang tak ternilai harganya, bukankah ini–”


“Jangan banyak tanya, aku sudah memberikan semua hadiah yang memiliki tingkatan lebih tinggi pada seluruh Pasukan Benteng Abadi dan kalian berempat, jadi semua barang itu hanya sisa saja,” potong Chen Kai.


“Semuanya sudah berada dalam jalurnya, aku hanya tinggal menunggu kalian berempat menjalankan peran masing-masing, jadi apakah aku bisa mempercayakan rencana besarku ini pada kalian berempat?” tanya Chen Kai serius.


“Kami akan berusaha keras untuk memenuhi ekspektasi Anda, Tuan Muda! Percayakan semua Rencana Besar itu pada kami berempat, dalam waktu kurang dari 3 bulan, maka Kota Benteng dan Provinsi ini akan berubah menjadi sangat berbeda,” jawab Tetua Chen Jun sangat bersemangat.


“Baiklah aku akan menunggu hari itu tiba!”