
“Siapa mereka sebenarnya, kenapa tiba-tiba kekuatan mereka meningkat sangat drastis seperti itu?” Tetua Agung Mei Long bertanya-tanya mengenai identitas asli Keluarga Chen itu.
“Paman Mei Long akan semakin kagum dengan mereka semua setelah mengenal lebih dalam. Ini juga yang menjadi alasanku untuk bersahabat dengan mereka,” jelas Mei Luan.
“Menurut firasatku mereka ditakdirkan menjadi penguasa dunia ini, entah kenapa aku mengatakan itu, tapi Paman Mei Long paham kan kalau firasatku kebanyakan akan terjadi,” sambung Mei Luan.
“Ya, Paman sangat menyadari hal itu. Karena kamu adalah keturunan dari ibumu yang bisa mendapatkan penglihatan masa depan. Setidaknya firasatmu akan memiliki kemungkinan terjadi di masa depan,” jawab Tetua Agung Mei Long.
“Sekarang lebih baik kalian sudahi percakapan itu dan bantulah mereka semua! Meskipun mereka tidak terlalu membutuhkan bantuan kita. Tapi setidaknya kita memberikan itikad baik!”
Patriark Klan Mei tiba-tiba muncul dengan membawa seluruh tetua dan murid terkuat yang dimiliki klan. Dia juga memerintahkan semua orang untuk membantu Chen Kai dan keluarganya.
“Mari kita bantu mereka! Kita juga akan membuktikan pada Kultus Iblis bahwa Klan Mei bukanlah Klan yang bisa ditindas seenaknya. Sudah waktunya kita kembali muncul ke dunia ini!” tegas Patriark Klan Mei.
“Baik, Patriark Klan!” Seluruh Anggota Klan Mei, seperti melihat kembali, sosok pemimpin yang mereka rindukan selama ini. Seorang pemimpin yang gagah berani dan bisa menjadikan Klan Mei sampai di posisi yang sekarang.
“Dengarkan perintahku semuanya! Demi kebangkitan Klan Mei sekali lagi! Mari kita bantai pasukan Kultus Iblis yang telah dengan lancang masuk ke dalam wilayah klan kita! Majuuuuuu!”
Patriark Klan Mei langsung terbang dengan cepat bersama dengan seluruh pasukannya.
Pertarungan yang awalnya hanya dilakukan antara Kultus Iblis dan Keluarga Chen sekarang berubah menjadi lebih besar dengan bergabungnya Klan Mei di dalamnya.
Tentu saja, arah pertarungan ini membuat Kultus Iblis terdesak dan tidak dapat memberikan serangan balik. Satu per satu dari pasukan mereka mati secara mengenaskan.
Tetua Kultus Iblis sendiri yang sedari tadi melawan Chen Kai sendirian sudah menyadari bahwa ini semua tidak sehat dan tidak lama lagi mereka semua akan kalah.
“Kita tidak bisa terus begini! Kalian semua cepat gunakan Jurus Pembalik Pembuluh Darah yang diajarkan oleh Para Tuan Sura! Kita akan menggunakan cara ini untuk memukul balik semua musuh ini!” teriak Tetua Kultus Iblis.
“Baik, Tetua Kultus!” jawab semua orang.
“Hahaha! Sekarang kalian semua akan tahu, bagaimana kekuatan tersembunyi dari Kultus Iblis yang akan mendominasi seluruh dunia di masa depan! Kami akan–”
*SLASH!
“Terlalu banyak omong kosong! Memangnya kami peduli dengan perubahan tidak berarti itu? Bahkan dengan melakukan jurus itu, kalian sama saja menukarkan jangka hidup dengan kekuatan sementara, bukankah itu sangat bodoh!”
Chen Kai berhasil membunuh satu lagi Tetua Kultus. Disaat yang bersamaan dia juga mengolok seluruh pasukan kultus yang malah menggunakan cara bodoh itu. Dia benar-benar tak habis pikir ada orang sebodoh itu.
“Berani sekali aku mengolok jurus yang diberikan tuan kami! Lebih baik kamu–”
*SLASH!
“Oh ayolah, bahkan kamu tidak bisa menahan satu tebasanku? Untuk apa kamu banyak omong seperti itu! Dan Tetua Kultus Iblis, sekarang hanya tinggal dirimu seorang! Lebih baik cepat kemari dan biarkan aku membunuhmu!”
Chen Kai melesat cepat ke arah Tetua Kultus Iblis yang tersisa. Dia menerjang cepat dengan mengaktifkan Aura Asura untuk menarik musuhnya agar tidak bisa keluar dari jangkauan serangannya.
“Tidak-tidak! Kamu tidak boleh membunuhku! Aku adalah adik dari Pemimpin Kultus Iblis! Kalau kamu membunuhku, maka kamu akan menjadi buronan seluruh anggota kultus!”
“Siapa yang peduli dengan hal itu! Terimalah seranganku ini! Tebasan Pedang Ganda Asura! Mati–”
*BOOOM!
Sebuah kekuatan misterius muncul dan berhasil membuat Chen Kai terpental jauh ke belakang. Sosok misterius yang muncul itu adalah Pemimpin Kultus Iblis yang melindung Tetua Kultus terakhir yang hendak dibunuh oleh Chen Kai.
“Sudah cukup, Para Tuan Asura sudah puas dengan ini. Sekarang lebih baik kita kembali!” perintah Pemimpin Kultus Iblis.
“Memangnya siapa yang membiarkanmu melakukan itu! Kesini dan bertarunglah denganku!” teriak Chen Kai melesat cepat mengincar leher Pemimpin Kultus Iblis itu.