World Ruler System

World Ruler System
BAB 031 - Bertemu Dengan Putri Mei Luan!



“Kenapa kamu melihat meja kami dengan tatapan aneh?!” Penjaga Klan Mei itu langsung mengeluarkan suara tinggi yang membuat semua mata pengunjung penginapan mengarah kepadanya.


“Kebetulan sekali kami berada disini dan tanpa sadar melihat meja kalian, bukankah sangat wajar ketika pada dasarnya karena kita saling berhadapan,” jawab Chen Kai cukup senang karena pancingannya berhasil.


“Ternyata orang-orang benua selatan ini memang tidak memiliki sopan santun sama sekali ya? Kalau begitu, biarlah kami memberikan hukuman menggantikan para penjaga kota disini dan penguasa kota padamu. Hyaaaaaaa!”


Beberapa penjaga klan mei itu berusaha memberikan serangan secara langsung pada Chen Kai, sayangnya semua penjaga itu berhasil dilumpuhkan oleh gerakan mematikan dari Tetua Chen Yi yang sudah bergerak.


*BRAK!


Semua Penjaga Klan Mei itu sudah terjatuh ke lantai, mereka semua dikalahkan dengan sangat mudah oleh Tetua Chen Yi.


“Aku kira kekuatan dari orang-orang benua tengah akan sangat kuat, sayangnya ternyata sangat lemah, mengecewakan sekali,” ucap Tetua Chen Yi membersihkan darah di tangannya.


“Minta maaflah pada para penjagaku, mereka semua hanya berniat memberi kalian peringatan saja tanpa benar-benar ingin melukai kalian, tapi kenapa kalian malah memberikan serangan seperti ini,” tanya Tuan Putri Klan Mei mendekat.


“Oh jadi siapakah Anda? Apakah Anda adalah tuan dari mereka semua? Kalau Anda tahu semua ini akan terjadi, kenapa malah membiarkan mereka melakukannya?” tanya Chen Kai bangkit dari kursinya.


Kini Chen Kai sudah berhadapan dengan Tuan Putri Klan Mei yang menggunakan penutup wajah itu. Dilihat dari sorot mata itu, Tuan Putri Klan Mei ini benar-benar sangat cantik dan anggun.


“Karena kamu adalah seorang gadis yang cantik, maka aku akan mendengarkanmu sekali saja. Aku mewakili salah satu orang terdekatku ini untuk minta maaf pada Klan Mei Benua Tengah yang sangat terhormat,” ucap Chen Kai.


“Kami hanya reflek melakukan hal ini tanpa bisa menahan kekuatan secara langsung, sampai-sampai membuat beberapa penjaga Klan Mei Anda babak belur seperti ini, sekali lagi saya minta maaf,” ucap Chen Kai merencanakan sesuatu.


“Tanganmu mengarah kemana!” teriak Tuan Putri Klan Mei ketika merasakan dadanya tidak baik-baik saja.


“Maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja, bagaimana kalau sebagai permintaan maaf aku mengundang Klan Mei yang datang ke Kota Benteng Abadi ini ke kediaman milikku? Kami akan kompensasi atas semua ini,” ucap Chen Kai.


Chen Kai buru-buru berdiri dan tidak mengambil kesempatan yang berlebihan dengan tangannya itu. Dengan jiwa seorang laki-lakinya, dia juga membantu Tuan Putri Klan Mei itu untuk bia berdiri lagi.


Tanpa sadar Tuan Putri Klan Mei itu tersipu malu, normalnya dia akan marah dalam posisi seperti ini, tapi ketika melihat wajah Chen Kai yang sangat tampan dan sejak salah satu bagian tubuhnya disentuh oleh Chen Kai, semua pandangannya berubah.


[Sistem sudah menyuntikkan ramuan benih-benih cinta dengan perantara tangan Master tadi. Barang itu seharga 1 miliar PS. Sekarang sudah dipastikan Tuan Putri Klan Mei ini akan jatuh cinta pada Anda.]


“Baiklah kalau Tuan memaksa, sebelumnya perkenalkan saya adalah salah satu Tuan Putri dari Klan Mei, nama saya adalah Tuan Putri Mei Luan, kalau begitu tolong antarkan saya menuju rumah Anda itu,” pinta Putri Mei Luan sedikit memaksa.


Tentu saja hal ini menjadi pemandangan yang sangat aneh, terutama bagi seluruh bawahan dari Klan Mei. Mereka semua aneh kenapa tuan putri mereka tiba-tiba bersikap demikian.


Tapi sebagai seorang bawahan yang baik, tentu saja mereka semua tidak ada yang membantah dan semuanya langsung diarahkan menuju ke Kediaman Keluarga Chen oleh Chen Kai.


“Inilah kediamanku, kebetulan aku adalah Keluarga dari Penguasa Kota Benteng Abadi ini, silakan masuk ke dalam, aku akan menyiapkan beberapa hal terlebih dulu untuk membantu menyembuhkan semua luka kalian,” ucap Chen Kai tersenyum.


‘Dia memang benar-benar tuanku, dia sangat licik seperti biasanya,’ batin Tetua Chen Yi yang tahu bahwa itu semua dilakukan untuk berpura-pura. Meski begitu, dia tetap membantu tuan mudanya itu.