
Patriark Liu mencoba memikirkan untuk mengkhianati Chen Kai. Namun, segel budak yang ada di jantungnya sama sekali tidak bereaksi apapun, tapi tiba-tiba saja jiwanya masuk ke dalam sebuah ilusi kematian yang berlangsung selama ratusan tahun.
Patriark Liu langsung berteriak keras di tengah kediaman itu, dia seperti melihat dewa kematian yang menjadikan dirinya tersiksa, namun tidak sampai mati, rasa itu benar-benar sangat aneh tapi nyata.
“Inilah yang akan kalian dapatkan kalau masih mau mengkhianatiku! Kalian semua tidak akan bisa mati dan hanya akan masuk ke dalam sebuah ilusi mematikan yang terasa nyata selama sisa hidup kalian!” ancam Chen Kai pada Keluarga Liu.
“Jadi sekarang pikirkanlah mengenai apakah kalian masih ingin menentang atau menjadi bawahanku yang setia? Dengan menjadi bawahanku, kalian akan mendapatkan banyak keberuntungan yang banyak sekali,” janji Chen Kai.
Semua anggota Keluarga Liu yang ada di sana terdiam, melihat Patrarik mereka menjadi seperti itu, membuat pendirian mereka goyah dan berakhir dengan pengucapan sumpah setia pada Chen Kai.
“Paman Chen Yi, karena kamu adalah bayanganku, pimpinlah Seluruh Keluarga Liu ini dan gunakan semua jaringan mereka untuk mendapatkan informasi yang lebih baik lagi, sekarang pergilah dan kuasai mereka semua!” tegas Chen Kai.
“Baik, Tuan Muda!”
Paman Chen Yi dan seluruh anggota Keluarga Liu yang sudah bersumpah setia, langsung pergi ke Ibukota Kekaisaran. Mereka akan memindahkah pusat keluarga mereka dari ibukota itu menuju ke Kota Benteng.
“Jaringan Informasi selesai, Kekuatan Pasukan Benteng Abadi cukup, Pemerintahan Kota Benteng berjalan dengan baik dan perdagangan sudah berjalan dengan volume sangat besar, sudah waktunya kita menggantikan Kaisar Mawar Putih!” ucap Chen Kai.
“Oh sudah waktunya ya? Kalau begitu mari kita susun rencana untuk menyerang Kekaisaran Mawar Putih itu, Tuan Muda. Kita akan menggunakan Strategi Malam Sunyi agar tidak ada gejolak berarti, bagaimana?” usul Tetua Chen Wei, Si Jenderal Perang.
“Saya pun setuju, dengan cara itu maka membunuh semua petinggi kekaisaran ini bisa dilakukan dalam waktu singkat dan bisa disembunyikan dengan cepat,” sambing Tetua Chen Lin, Si Raja Kota Benteng.
“Bagaimana pendapatmu dari sudut pandang perdagangan, Tetua Chen Jun?” tanya Chen Kai memberikan kesempatan pada salah satu bawahan setianya yang lain.
“Bagus, kalau begitu sudah diputuskan. Setelah mendapat informasi tambahan dari Tetua Chen Yi nanti. Kita akan mengerahkan 100 Pasukan Benteng Abadi terbaik untuk melakukan gerakan secara serentak,” putus Chen Kai.
3 Tetua Chen mengangguk paham, mereka semua sudah sepakat dengan keputusan itu, mereka kemudian meninggalkan ruangan itu sambil membawa Patriark Liu yang masih berada dalam Ilusi Kematiannya itu.
***
Istana Kekaisaran Mawar Putih.
“Kita tidak bisa membiarkan hal ini, mereka kali ini sudah terlalu kelewatan, bagaimanapun membunuh seluruh utusan yang kita kirim adalah sebuah tanda pengkhianatan, bagaimana ini Yang Mulai Kaisar?” tanya Jenderal Besar.
“Tapi kalau kita menyerang mereka di saat seperti ini, bagaimana dengan perdagangan yang juga secara tidak langsung membuat pendapatan pajak kita dari perbatasan naik? Bagaimana kalau kita memberikan peringatan saja,” ucap Menteri Perdagangan.
Terjadilah perdebatan ringan yang membuat para petinggi itu saling bersikeras di depan kaisar mereka sendiri. Tapi pandangan masing-masing petinggi itu memang sama-sama pentingnya, sekarang tinggal menunggu keputusan akhir dari kaisar.
“Kita akan menyerang mereka, tapi tidak secara langsung, kirimkan saja beberapa pasukan bayangan, buat pasukan penjaga kota yang jumlahnya hanya sedikit itu berkurang banyak,” perintah Kaisar Mawar Putih.
“Dengan begitu, kita bisa menekan Keluarga Chen dan akan merebut Kota Benteng Abadi itu. Kita akan menggunakan cara ini untuk sementara waktu!” putus Kaisar Mawar Putih yang sebenarnya juga ikut geram dengan kematian para utusannya.
“Tapi kalau kita hanya melakukan itu, mereka tidak akan jera Yang Mulia!” teriak Jenderal Besar yang masih tidak setuju dengan kaisarnya sendiri itu.