
“Apakah kamu mau menentang keputusanku, Jenderal Besar?!” Kaisar Mawar Putih mengeluarkan tekanannya yang sangat besar, hingga membuat bawahannya itu tidak bisa bergerak.
“Maafkan hamba, Yang Mulia! Tapi tolong berikan perintah lainnya, setidaknya kita harus membalas dengan cara membunuh mereka setara dengan 10 Utusan Kita, kalau tidak apa yang akan dikatakan semua orang,” ucap Jenderal Besar.
“Ini sudah keputusan final dariku! Aku tidak ingin kamu semakin membuat semuanya runyam, jadi lakukan saja perintahku tanpa ada bantahan sama sekali, kalau kamu masih tidak puas, bunuh aku dan pimpinlah kekaisaran ini!” tegas Kaisar Mawar Putih.
Pernyataan berani dari Kaisar Mawar Putih itu membuat Jenderal Besar tadi terdiam, dia kini merasa sangat bersalah karena telah mengindikasikan pemberontakan secara tidak langsung pada kaisarnya sendiri.
“Maafkan hamba sekali lagi, Yang Mulia. Kalau begitu izinkan saya melakukan semua hal yang Anda perintahkan barusan. Saya pergi dulu! Semoga saya berhasil memenuhi ekspektasi Anda!”
Jenderal Besar itu pergi dari ruang tahta dan kemudian memberikan perintah pada pasukan bayangan untuk bergerak sesuai dengan arahan Kaisar Mawar Putih.
***
Beberapa hari kemudian, Tetua Chen Yi sudah berhasil memindahkan Jaringan Informasi Keluarga Liu menuju Kota Benteng Abadi, kemudian dengan semua itu semua informasi yang dibutuhkan oleh Chen Kai sudah lengkap.
“Ini adalah semua laporan mengenai keuangan, tempat tinggal, keluarga, serta sekte tempat semua target ini bernaung. Semuanya sudah saya siapkan dalam sebuah laporan ini, Tuan Muda.” Tetua Chen Yi memberikan banyak kertas sekaligus.
“Ini benar-benar lengkap. Tetua Chen Wei, kemarilah!” panggil Chen Kai menggunakan telepatinya.
“Saya sudah ada disini, Tuan Muda!” Tetua Chen Wei tiba-tiba muncul begitu saja, dia sudah bersiap dengan seluruh pasukan yang akan bergerak.
“Kalian semua jangan sampai bertemu dengan pasukan bayangan kekaisaran yang sedang menuju kemari, tapi semua target kalian yang merupakan petinggi kekaisaran ini harus mati malam ini juga, kalian paham?” tanya Chen Kai.
“Kami paham, Tuan Muda!” Tetua Chen Wei mengangguk paham, bersama dengan sekitar 100 Pasukan Benteng Abadi yang sudah berpakaian hitam-hitam untuk menyamarkan pergerakan mereka di malam hari seperti ini.
“Terima kasih, Tuan Muda! Kalau begitu, kami semua berangkat! Kami akan memberikan kabar baik bagi Anda. Kami akan menyelesaikan misi pembantaian para petinggi kekaisaran ini dengan baik.” Tetua Chen Wei dan 100 Pasukan sudah pergi.
“Tetua Chen Yi, buatlah Keluarga Liu menjadi Penguasa Kekaisaran Mawar Putih yang baru. Lakukan hal tersebut, setelah kalian menanggulangi Pasukan Bayangan Kekaisaran yang akan datang sebentar lagi, paham?!” tegas Chen Kai.
“Keinginan Anda adalah perintah bagi kami, Tuan Muda! Kalau begitu saya juga akan langsung bergerak!” Tetua Chen Yi keluar dari ruangan itu dan memimpin ratusan pasukan keluarga liu untuk berperang dengan pasukan bayangan musuh.
“Tetua Chen Jun dan Tetua Chen Lin, kalian berdua ikutlah denganku untuk berkeliling kota ini. Kita akan memastikan semua orang baik-baik saja, siapa tahu ada beberapa orang yang sengaja membuat kerusuhan di masa-masa seperti ini,” ajak Chen Kai.
“Baik, Tuan Muda!”
Ketiga orang itu langsung terbang ke langit dan melihat seluruh kota dari atas sana. Chen Kai juga meminta sistem untuk memperlihatkan seluruh kota dalam pandangannya.
Dalam malam yang hening itu, ketika semua orang awam tidur tanpa ada masalah apa-apa, mereka semua tidak tahu bahwa sebuah peperangan tidak langsung sedang terjadi.
***
Ibukota Kekaisaran Mawar Putih.
“Kita akan langsung berpencar seperti yang sudah kita rencanakan sebelumnya, bunuh semua petinggi itu dalam sekali serangan dan ketika kalian gagal membunuh target, langsung pergi dengan kertas array teleportasi! Paham?!” tegas Tetua Chen Wei.
“Kami paham!”
“Kalau begitu, mari kita bergerak!”