
Selama masa 3 bulan itu, Provinsi Merpati Emas sudah tidak ada lagi, karena seluruh provinsi kini berubah namanya menjadi Kota Benteng Abadi, itu adalah salah satu keputusan besar yang terjadi.
Selama masa itu pula, Kota Benteng Abadi yang seluas provinsi itu benar-benar menjadi sangat ramai oleh pengunjung, apalagi setelah ditetapkannya Peniadaan Pajak Perdagangan oleh Tetua Chen Lin.
Semua orang pedagang di benua itu langsung berbondong menuju ke Kota Benteng Abadi, mereka semua mendirikan cabang dari rumah dagang mereka dengan bebas di sini.
Tentu saja hal itu sejalan dengan banyaknya penduduk yang merasakan kemakmuran dan berpindah ke kota ini, dalam sekejap kota ini berubah menjadi sangat strategis.
Bahkan Ibukota Kekaisaran Mawar Putih saja harus kalah ramai dengan Kota Benteng Abadi. Di benua ini, tidak ada orang yang tidak mengenal Keluarga Chen dan Kota Benteng Abadi itu sendiri.
Apalagi sejak dibukanya Rumah Lelang Chen, dimana di sana akan melakukan lelang barang-barang berkualitas tinggi setiap minggu, bahkan banyak kalangan yang mengatakan semua barang itu biasanya hanya ada di benua tengah.
Hal itu menjadi daya tarik yang luar biasa bagi semua keluarga kaya di benua ini. Sampai-sampai di antara banyak keluarga itu meminta izin untuk mendirikan keluarga cabang di kota itu.
Ini adalah wajah baru dari Kota Benteng Abadi.
***
Istana Kekaisaran Mawar Putih.
“Apa-apaan dengan Kota Benteng Abadi dan Keluarga Chen itu? Sejak perjanjian mengenai Wilayah Khusus itu berlaku, kita seakan-akan tidak mendapatkan manfaat apapun dari mereka,” ucap salah satu menteri.
“Sepertinya mereka semua tidak menghargai kita lagi sebagai pemilik asli seluruh benua selatan ini. Apalagi setelah banyak orang menaruh uang mereka di sana, Keluarga Chen semakin menjadi-jadi,” ucap salah petinggi lainnya.
“Kita akan mengirimkan utusan pada Keluarga Chen yang ada di Kota Benteng Abadi. Kita akan meminta mereka memberikan penjelasan mengenai janji mereka kala itu,” tegas Kaisar Mawar Putih.
“Baik, Yang Mulia! Kami akan menyiapkannya dengan segera, kami akan melakukannya dengan begitu terstruktur. Kami juga akan memberikan beberapa ancaman padanya nanti,” ucap Salah Satu Jenderal yang menyanggupi tugas tersebut.
“Kami akan melakukannya, Yang Mulia!” Semua petinggi kekaisaran yang ada di sana sedang memikirkan hal yang sama. Mereka semua tengah memikirkan bagaimana caranya untuk semakin menekan Chen Kai itu.
***
Di Pusat Kota Benteng.
“Kami memberikan pengumuman pada semua orang yang hendak tinggal di kota dan seluruh wilayahnya. Pemerintah Kota akan meniadakan pajak pada siapa saja orang yang berhasil menyerap 1.000 pekerja di setiap bulannya di kota ini!”
“Bagi siapa saja yang ingin mendirikan sekte, paviliun alkemis dan sejenisnya, pemerintahan kota akan mengakomodasikan semuanya dan tidak akan memungut pajak sedikitpun, sebagai gantinya kalian akan menyewa seluruh tanah yang ada.”
“Kalau ada yang ditanyakan lagi, silakan langsung menuju Kediaman Raja Kota. Disana sudah banyak petugas yang akan menjawab pertanyaan dari kalian semua. Kalian juga akan dibantu membuat berbagai urusan administratif lainnya.”
Beberapa Pasukan Benteng Abadi itu memberikan pengumuman pada semua orang. Sebuah pengumuman yang cukup kontroversial, karena pada dasarnya mereka semua akan membuat kota ini benar-benar ideal sebagai pusat perdagangan.
Semua penduduk dan pedagang yang tertarik langsung menuju ke Kediaman Raja Kota. Disana Tetua Chen Yi dan semua orang yang ada sudah menjadi bawahan barunya bekerja keras melayani semua orang.
Tapi berkat itu, selama 1 bulan berikutnya, Kota Benteng Abadi yang memiliki wilayah seluas sebuah provinsi itu benar-benar menjadi sebuah Pusat Perdagangan yang ada di Benua Selatan ini.
Semua Rumah Dagang Besar, Sekte Tingkat Tinggi dan banyak kekuatan lainnya berbondong pergi ke Kota Benteng Hitam ini, karena mendapatkan harga dan penawaran yang baik dari pemerintah Kota Benteng Abadi, tapi…
“KAMI UTUSAN KEKAISARAN! DIMANA RAJA KOTA BENTENG?!”
Sekitar 10 Orang Pasukan Kekaisaran Mawar Putih datang. Mereka semua bersama dengan Keluarga Liu yang kali ini datang dengan para tetua terkuatnya, mereka sengaja datang bersamaan demi bisa menekan Keluarga Chen.