
Beberapa hari berlalu begitu saja, kini Kota Benteng sudah menjadi sebuah Pusat Perdagangan yang dikenal seluruh dunia, bahkan orang-orang dari benua tengah sudah mulai tertarik dengan kota fenomenal itu.
Tapi mengesampingkan itu semua, kini di Kediaman Raja Kota yang merupakan tempat Chen Kai dan 4 Tetua Chen berada. Mereka sedang membahas mengenai sebuah hal yang cukup rumit.
“Kita semua sudah bekerja keras selama beberapa hari terakhir tapi yang aku tidak menyangka bahwa Kaisar Mawar Putih itu masih bisa menjalankan kekaisarannya selama beberapa hari terakhir,” puji Chen Kai.
“Meskipun begitu, sudah banyak sekali keluarga bangsawan yang menginginkan tahta mereka, Tuan Muda. Tetap saja ini hal yang sangat tidak sehat,” ucap Tetua Chen Yi.
“Benar juga, tapi dia masihlah sangat tangguh untuk ukuran seorang kaisar yang sudah kehilangan seluruh petingginya, apalagi para jenderal besar yang memimpin jutaan pasukan itu, mereka akan kocar-kacir tidak lama lagi,” ucap Chen Kai.
“Sekarang mari kita memulai serangan terakhir, aku ingin kamu menggunakan Keluarga Liu untuk melakukan kudeta sepihak, dengan semua kekuasaan dan pengaruh keluarga ini, melakukan hal ini bisa dilakukan dalam 5 hari saja,” sambung Chen Kai.
“Saya akan melakukannya lebih cepat dari itu, Tuan Muda. Tolong izinkan saya bergerak sekarang juga, dengan begitu kami akan membuat berita yang menghebohkan dalam 3 hari, saya menjanjikan hal itu,” ucap Tetau Chen Yi semangat.
“Sepertinya kamu sudah memiliki rencana yang matang ya? Kalau begitu aku mengizinkannya, lakukan saja dan pastikan para keluarga bangsawan lainnya tunduk pada kalian!” tegas Chen Kai melepas kepergian dari Tetua Chen Yi.
Tetua Chen Yi langsung bergerak bersama dengan seluruh Keluarga Liu. Mereka semua secara rombongan datang ke ibukota kekaisaran dan melakukan semua rencana mereka secara langsung.
Mulai dari penyebaran banyak berita kebusukan pada petinggi kekaisaran, untuk membuat semua penduduk kekaisaran ini menolak kaisar mereka sendiri, sampai membuat beberapa keluarga bangsawan untuk memusuhi kekaisaran juga.
Semua itu dilakukan persis dalam tiga hari saja, kini Kaisar Mawar Putih digelandang sebagai Tahanan Politik dan yang menjadi Kaisar untuk sementara adalah Patriark Liu yang sudah menerima menjadi bawahan dari Chen Kai.
Tidak ada yang menolaknya menjadi kaisar baru, karena pada dasarnya kekuasaan Keluarga Liu di kekaisaran ini sangatlah besar, bahkan hanya ada satu atau dua keluarga saja yang bisa setara dengan mereka.
Nama Kekaisaran Mawar Putih juga berubah menjadi Kekaisaran Benua Selatan. Hal ini sejalan dengan tujuan yang dikemukakan Keluarga Liu yang mengatakan bahwa kekuasaan tidak boleh dikuasai oleh sebuah keluarga saja.
Meskipun ini konsep baru, tapi dengan hal tersebut, Keluarga Bangsawan lainnya luluh dan menerima Keluarga Liu sebagai pemimpin Kekaisaran Benua Selatan Pertama, untuk pemimpin berikutnya akan dipilih dengan musyawarah.
***
Beberapa bulan berlalu dengan cepat, semua perubahan sudah terjadi dengan begitu laju. Terutama Kota Benteng Abadi yang sekarang dinobatkan menjadi Ibukota Benua Selatan yang baru.
Di Kediaman Raja Kota.
“Selamat datang Kaisar Benua Selatan, bagaimana kabarmu setelah menjadi kaisar baru seluruh benua ini?” tanya Chen Kai.
“Jangan berbicara seperti itu, Tuan Muda. Kalau bukan karena Anda, mana bisa saya mendapatkan ini semua, saya sangat berhutang budi pada Anda, karena telah memberikan semua gelar ini,” ucap Patriark Liu sangat sopan.
“Hmm … sepertinya kamu sudah menerima semua takdir yang mengikatmu ya? Kalau begitu sebagai hadiah atas kerja kerasmu, aku akan memberikan sesuatu, agar kami bisa memimpin Benua Selatan ini dengan baik, kemarilah!” pinta Chen Kai.
‘Sistem lakukan!’ batin Chen Kai sambil menyentuh kepala Patriark Liu itu.
[Memberikan PP dalam jumlah besar, sampai membuat Kaisar Liu mencapai Ranah Tyrant sedang dilakukan. Proses akan berlangsung selama 100 tarikan nafas, harap tetap fokus!]