WOMEN'S

WOMEN'S
Eps 9



Qi Lei sudah sibuk menyiapkan beberapa hal untuk pembukaan kantornya di bulan depan yang tinggal menghitung hari.


Wei Wei kadang menyempatkan waktunya untuk membantu Qi Lei.


Mereka sudah menerima beberapa karyawan.


Hari itu, setelah selesai syuting di lokasi syuting Lin Xiang.


Wei Wei menerima telepon dari Qi Lei, ia mengingatkan akan meeting malam ini untuk membicarakan grand opening pembukaan kantor fashion baru mereka.


Setelah menutup telpnya.


Wei Wei menarik nafas. Ia menatap Yi En yang masih sibuk membereskan beberapa barang dan kostum.


Wei Wei," Yi En.."


Yi En sudah mengerti maksud Wei Wei. Ia berkata," pergilah. Aku tidak apa apa. Sebentar lagi akan selesai. Aku akan pulang naik taksi saja. "


Wei Wei," aku tunggu sebentar lagi. Nanti aku bantu carikan taksi."


Yi En menoleh," sudahlah. Tidak apa apa. Pergilah. Kau ini, memangnya aku masih anak kecil."


Wei Wei," terima kasih Yi En. "


Yi En mengangguk," hati hati. "


Wei Wei tersenyum dan mengangguk.


Lalu ia keluar dari truck. Dan segera pergi dengan mobilnya.


Setelah Yi En selesai membereskan semuanya.


Lalu ia keluar dari truck.


Lokasi syuting sudah terlihat sepi.


Lalu ia berjalan keluar dari lokasi syuting.


Ia menunggu di halte, ia mengeluarkan headset nya dan mendengarkan lagu dari handphonenya.


Xiang Wan yang ternyata baru keluar dari lokasi syuting dengan mobilnya, ia melihat Yi En sedang berdiri di halte.


Ia berhenti di depan halte itu.


Lalu menurunkan kaca mobilnya.


Yi En terkejut dan menunduk melihat Xiang Wan.


Yi En," kak Xiang Wan?..."


Xiang wan," masuklah. "


Yi En," tapi... "


Sambil ia menoleh ke jalanan.


Xiang Wan," biar aku mengantarmu. Masuklah."


Yi En tersenyum ," baiklah."


Ia pun masuk ke mobil Xiang Wan.


Diperjalanan, Xiang Wan," Wei Wei meninggalkanmu begitu saja?"


Yi En tersenyum dan berkata," dia sudah harus sibuk dengan persiapan pembukaan kantornya. Begitu selesai membereskan semuanya tadi, ia harus segera pergi. "


Xiang Wan mengangguk," tinggal menghitung hari, dia akan meninggalkan Qili."


Yi En ikut mengangguk.


Xiang Wan," aku lihat kau sudah siap. "


Yi En tersenyum dan menjawab," aku harus siap."


Xiang Wan mengangguk.


Lalu ada sedikit senyum dibibirnya.


Xiang wan," kau tidak lapar?"


Yi En menoleh menatap Xiang Wan.


Ia menjawab sedikit ragu ," aku... tidak apa apa, aku bisa..."


Xiang wan menyaut," aku lapar. Kalau kau tidak keberatan kita makan sebentar."


Yi En menatap Xiang wan.


Akhirnya ia mengangguk dan berkata," baiklah."


Xiang Wan tersenyum.


Mereka berhenti di Wonton nenek lagi .


Lalu mereka turun dan duduk.


Xiang wan memesan sup wonton untuk mereka.


Sambil Xiang Wan mengecek handphonenya.


Beberapa saat sup wonton datang, Yi En sudah mengelap sendok dengan tisiu, dan ia berikan pada Xiang wan.


Xiang Wan yang masih melihat handphonenya, ia terkejut Yi en sudah menyodorkan sendok di depannya.


Xiang Wan menatap Yi en..


Lalu ia tersenyum dan menerima sendok itu sambil berkata," terima kasih. Ternyata kau sudah mulai terbiasa makan disini."


Yi En tersenyum mengangguk.


Lalu ia memakan sup wonton itu dengan lahap.


Xiang Wan tersenyum geli melihatnya.


Dan berkata," bukankah tadi aku bilang aku yang lapar, kenapa kau yang terlihat begitu kelaparan?"


Yi En yang mendengarnya.


Ia menghentikan makannya, dan sedikit malu, " maafkan aku."


Xiang Wan tersenyum," tidak apa apa. Aku lihat beberapa kali, jika kau sedang makan, kau memang begitu bersemangat."


Sambil Xiang Wan mulai makan sup nya.


Yi En tersenyum mengangguk.


Sambil Yi En mengunyah.


Ia berkata," kak Xiang Wan, kemarin malam, kau hendak makan malam dengan Tuan Pengacara yang kita temui di malam penghargaan waktu itu."


Xiang Wan terkejut mendengarnya.


Ia sedikit tersedak.


Lalu ia menatap Yi En dan berkata," bagaimana kau bisa tahu?"


Yi En cukup kaget dengan sikap Xiang wan.


Ia menjawab," aku melihat Tuan Pengacara itu menjemput kak Xiang wan di depan lobi kantor."


Xiang Wan menatap Yi En.


Ia terdiam sebentar. Ia berusaha untuk tenang.


Lalu ia menunduk sambil hendak memakan lagi sup wontonnya.


...


...


Ia menjawab," kami hendak bertemu dengan Sutradara Gao, Tuan Pengacara itu membantuku untuk beberapa hal."


Yi En mengangguk sambil menatap Xiang wan.


...


...


Xiang Wan melihat Yi En yang masih seakan belum percaya.


Xiang Wan ," kau tidak percaya padaku?"


Yi En menggelengkan kepalanya ," tidak, aku tidak bilang begitu. Kenapa kak Xiang Wan merasa begitu? "


Xiang wan," kau..."


Yi En tiba tiba tertawa.


Xiang Wan pun akhirnya tersenyum.


Xiang Wan," kau sudah berani menggodaku ternyata."


Yi En menggelengkan kepalanya dan berkata," aku tidak berani kak."


Sambil ia makan sup wontonnya lagi.


Xiang Wan akhirnya memberitahu, " Qili bermakud hendak menayangkan film biografi Tuan Yu Xiang dengan membeli hak ciptanya. Karena itulah, aku butuh Tuan Pengacara itu untuk menanganinya."


Yi En," dengan begitu, akan lebih sedikit meringankan pihak kita untuk menangani Lin Xiang."


Xiang Wan mengangguk.


Tiba tiba mata Yi En menatap seseorang.


Lalu ia menatap Xiang Wan.


Xiang Wan melihat Yi En," kau kenapa?"


Yi En ," kak Xiang Wan, sepertinya Tuan Pengacara itu punya sinyal yang kuat saat kita membicarakannya."


Xiang Wan sedikit bingung dengan maksud kata kata Yi en.


Mo Bei tiba tiba berdiri disamping Xiang mereka.


Mo Bei," Xiang Wan."


Xiang Wan terkejut mendengar suara itu.


Ia menoleh dan melihat Mo Bei berdiri disampingnya.


Yi En menatap Tuan Pengacara itu, ia tersenyum lembut pada Xiang Wan.


Mo Bei," boleh aku ikut duduk disini?"


Sambil Mo Bei menatap Xiang Wan lalu menoleh ke Yi En.


Yi En bingung harus menjawab apa.


Lalu ia hanya mengangguk.


Xiang Wan menatap Yi En, Yi En melihatnya. Lalu ia menunduk.


Mo Bei," terima kasih."


Lalu ia duduk disamping Xiang Wan.


Xiang Wan hanya diam dan melanjutkan makannya.


...


...


Mo Bei menatap Xiang Wan," sudah lama aku tidak makan di sup wonton nenek ini. Kau masih sering kemari?"


Xiang Wan mengangguk dan menjawab," hanya tempat ini yang buka 24 jam dan dekat dengan kantor."


Mo Bei mengangguk.


Yi En hanya diam saja sambil terus memakan sup wontonnya.


Mo Bei," Xiang Wan, terima kasih kau mengantarku pulang saat aku mabuk kemarin malam. "


Xiang Wan mengangguk," itu artinya kau masih berhutang padaku lagi."


Mo Bei tersenyum," tidak masalah. Aku akan membantumu hingga selesai."


Xiang Wan," baiklah, kami sudah selesai."


Yi En yang masih mengunyah, ia menatap Xiang Wan.


Lalu Xiang Wan berdiri.


Yi En segera ikut berdiri.


Xiang Wan menatap Mo Bei.


Mo Bei menatapnya, wajah Mo Bei terlihat sedikit kecewa.


Lalu Xiang Wan berjalan menuju mobilnya.


Yi En menundukkan kepalanya pada Mo Bei.


Lalu ia mengikuti Xiang wan dan masuk ke mobilnya.


Xiang Wan hanya diam dimobil.


Yi En," kak Xiang Wan."


Xiang Wan menoleh ke Yi En, lalu ia melihat ke depan lagi dan berkata," kenapa?"


Yi En," bagaimana kau bisa bicara dengannya padahal kau begitu membencinya."


Xiang Wan menghela nafas.


Ia menatap ke depan dan diam sebentar.


...


...


Lalu ia berkata," gantilah kebencian itu dengan kenangan kenangan indah saat bersama dengannya."


Yi En menatap Xiang Wan.


Lalu ia menundukkan kepalanya.


Dan sebentar kemudian ia menatap ke jendela.


Xiang Wan menoleh melihat Yi En.


Lalu ia menatap ke depan.


Sampai mereka di apartemen Yi En.


Yi En," terima kasih sudah mengantarku kak Xiang Wan."


Xiang Wan tersenyum mengangguk.


Lalu Yi En membuka pintu mobil dan turun.


Sambil ia berkata saat hendak menutup pintu mobil," hati hatilah."


Xiang Wan mengangguk," baiklah."


Lalu Yi En masih berdiri.


Dan Xiang wan menjalankan mobilnya.


Yi En pun masuk ke apartemennya.


Dan ia berganti pakaian.


Ia ingin pergi keluar membeli beberapa bahan makanan dan sekalian berjalan malam.


Saat ia keluar.


Tanpa di duga, Lu Chun ada juga hendak masuk ke apartemennya juga.


Lu Chun sempat melihat Yi En.


Ia menoleh.


Yi En hanya diam dan terus berjalan melewatinya.


Lu Chun ," Yi En."


Yi En tidak menghiraukannya.


Lu Chun memegang tangan Yi En, " Yi En."


Yi En menoleh dan melepaskan tangannya dari tangan Lu Chun.


...


...


Yi En masih diam.


Lu Chun menghela nafas," aku mohon jangan terus menghindariku Yi En. Maafkan aku."


Yi En menatap Lu Chun.


Ia menjawab," bukankah sudah kubilang, aku tidak ingin melihatmu lagi. Kenapa kau masih ingin mengganggu hidupku?!"


Lu Chun menatap Yi En.


Ia terdiam, wajahnya terlihat begitu sedih dan menyesal.


Lu Chun," Aku menerima tawaran, untuk menjadi cameo didalam film 'aku rindu'."


Yi En menghentikan langkahnya.


Ia diam sebentar.


Lalu ia berjalan lagi dan pergi meninggalkan Lu Chun.


Lu Chun menarik nafas melihat Yi En berjalan pergi meninggalkannya.


Wei Wei masih ada di kantor bersama Qi Lei dan beberapa karyawan mereka.


Mereka masih meeting malam itu.


...


...


Sambil sesekali Wei Wei melihat handphonenya. Ia mendapat pesan dari Yi En.


Dan ia cukup terkejut Yi En memberitahu bahwa Lu Chun akan menjadi cameo di dalam film 'aku rindu'.


Wei Wei terdiam sebentar.


Qi Lei melihat Wei Wei.


Lalu ia mendekat ke Wei Wei dan bertanya," ada apa?"


Wei Wei memperlihatkan pesan Yi En pada Qi Lei.


Qi Lei menatap Wei Wei setelah membacanya.


Wei Wei," sepertinya aku harus pulang. "


Qi Lei mengangguk," tidak apa apa. Lebih baik kau pulanglah. Temani Yi En."


Wei Wei mengangguk.


Lalu Wei Wei membereskan ipad dan handphonenya. Ia berpamitan sebentar.


Lalu ia keluar.


Ia segera menuju ke mobilnya.


Sampainya ia di apartemennya.


Ia melihat Yi En duduk di sofa dan sedang meninum sekaleng bir.


Wei Wei pun mendekati sahabatnya.


Ia berkata," kau minum sendirian? Biar kutemani."


...


...


Yi En," kau sudah pulang? "


Wei Wei mengangguk.


Lalu ia menatap Yi En.


Yi En menoleh ke Wei Wei.


Dan berkata," Wei Wei. "


Yi En pun memeluk sahabatnya itu.


...


...


Wei Wei menepuk pelan pundak sahabatnya.


Dan berkata pelan," aku mengerti Yi En. Aku mengerti."


Tanpa Yi En mengatakan apa apa.


Wei Wei sudah bisa mengerti bagaimana perasaan sahabatnya itu.


Xiang Wan baru sampai di depan rumahnya.


Ia masih terdiam di dalam mobil.


Ia teringat dengan pertanyaan Yi En padanya.


Yi En," bagaimana kau bisa bicara dengannya padahal kau begitu membencinya."


Xiang Wan menghela nafas.


Lalu ia berkata," gantilah kebencian itu dengan kenangan kenangan indah saat bersama dengannya."


Xiang Wan menghela nafas panjang.


...


...


Cukup lama ia berada di dalam mobil.


Keesokan harinya.


Yi En mengirim pesan pada Xiang Wan, bahwa ia ingin bicara.


Xiang Wan pun membalas, ia akan sampai ke lokasi syuting saat siang.


Karena ia harus menemui Xu Ling sebentar.


Saat di lokasi syuting.


Wei Wei dan Yi En sedang ada di dalam truck.


Tiba tiba, Lin Xiang masuk ke dalam truck diikuti Zhou Nan.


Lin Xiang terlihat kesal.


Lalu ia duduk.


Zhou Nan," Lin Xiang, jangan seperti itu. Aku mohon, tenangkan hatimu."


Wei Wei mendekati Lin Xiang dan bertanya," Lin Xiang, kau kenapa?"


Lin Xiang," Aku tidak suka melihatnya bersama dengan Fan Mei.


Fan Mei sengaja memanasiku dengan mendekati Luo Feng. "


Wei Wei," Fan Mei?!"


Yi En menoleh ke Zhou Nan," Zhou Nan?..."


Zhou Nan mengangguk membenarkan kata kata Lin Xiang.


Hingga siang, Lin Xiang masih tetap tidak mau syuting.


Yi En dan Wei Wei sudah mencoba untuk terus membujuk Lin Xiang agar mau melanjutkan syuting.


Zhou Nan datang dan memberitahu bahwa sutradara Chen sudah lama menunggu dan sudah terlihat kesal.


Akhirnya Yi En mencoba menemui dan bicara pada sutradara Chen.


Zhou Nan mencoba menghubungi Xiang Wan dan memberitahu tentang Lin xiang.


Xiang Wan yang sudah hampir sampai di lokasi syuting, ia tidak membalas pesan Zhou Nan.


Yi En," Sutradara Chen, aku mohon maaf. Aku mohon untuk tunggu sebentar lagi. Aku akan membujuk Lin Xiang untuk segera melanjutkan syutingnya lagi."


Sutradara Chen," kau adalah managernya. Seharusnya kau sejak tadi bisa membujuknya. "


Yi En terdiam sebentar.


Fan Mei pun mendekati Sutradara Chen.


Ia berkata," apa yang terjadi?"


Sutradara Chen," kita tidak bisa menunggu lagi. Kita akan ambil adegan syuting dilain hari lagi."


Yi En berkata," Sutradara Chen, baru sekali Lin Xiang seperti ini. Jadi aku mohon, bersabarlah sedikit."


Fan Mei menyaut ," baru sekali dia seperti ini, jika sudah sekali, pasti ada kedua kalinya."


Xiang Wan tiba tiba datang dan berkata," jika ada ke dua kali. Kita bisa melanjutkan syuting berikutnya. Sutradara Chen, sebentar lagi Lin xiang akan melanjutkan syuting. "


...


...


Yi En menoleh pada Xiang wan.


Sutradara Chen," baiklah. Karena aku memandangmu Yao XIang Wan. Aku berikan waktu 15 menit lagi."


Lalu Sutradara Chen berjalan meninggalkan mereka.


Fan Mei," Yao Xiang wan bagaimana kau mengurusi artismu?"


Xiang Wan tersenyum dan menjawab," bagaimana aku mengurusi artisku, itu bukan urusanmu. Seharusnya kau sendiri perlu mengurusi aktingmu. "


Fan Mei tidak bisa menjawab.


Lalu ia pergi.


Lalu Xiang Wan berjalan menuju truck.


Diikuti Yi en.


Xiang Wan mencoba membujuk Lin Xiang.


Tapi kali itu Lin Xiang memang sedikit keras kepala.


Xiang Wan," aku beri kau waktu 5 menit. Jika kau tidak juga keluar dan melanjutkan syuting, kita akan batalkan syuting film untuk biografi tuan Yu xiang."


...


...


Lin Xiang," kak Xiang Wan!..."


Xiang Wan lalu berjalan keluar.


Ia hanya berdiri di luar.


Lalu Yi En duduk mendekati Lin Xiang.


Ia menatap Lin xiang.


Wei Wei sudah tidak bisa membujuk lagi.


Yi En berkata," Lin Xiang. Apa kau tahu, bukan hanya kau saja yang mempertaruhkan semua ini. Jika kali ini kau menyerah dan kalah. Itu artinya, kita semua juga akan kalah. "


Lin Xiang masih diam, tapi ia memikirkan kata kata Yi En.


Yi En menarik nafas.


Lalu ia berkata," kau masih sangat muda Lin Xiang untuk menyerah sekarang.


Hanya karena kau melihat Fan Mei sengaja memanasimu dengan mendekati Luo Feng. Kau sudah seperti ini."


Lin Xiang ," apa maksudmu?"


Yi En menatap Lin Xiang.


Lalu ia berkata ," aku punya seorang teman, dulu saat dia muda sama sepertimu. Dia hampir putus asa hanya karena seorang laki laki yang memutuskan dia demi kepopulerannya. "


...


...


Wei Wei menoleh pada Yi En.


Ia mengerti siapa orang yang dimaksudkan oleh Yi En.


...


...


Lin Xiang menatap Yi En.


Ia berkata," apa yang akhirnya dilakukan temanmu ?"


Yi En ," dia tidak mau membiarkan keadaan dan laki laki itu membuatnya kalah. Dia menunjukkan, bahwa dia sanggup berdiri lagi. "


Lin Xiang terdiam, ia menundukkan kepalanya.


...


...


Akhirnya, beberapa saat kemudian Lin Xiang keluar dari truck.


Xiang Wan melihatnya.


Lalu Lin Xiang mendekati Xiang Wan dan berkata," kak Xiang Wan. Maafkan aku."


Xiang Wan menarik nafas.


Lalu Xiang Wan berkata," aku harus berusaha sabar padamu."


Lin Xiang tersenyum.


Akhirnya syuting pun berjalan.


Lin Xiang juga sempat mohon maaf pada Sutradara Chen.


Lalu Xiang Wan menemui Yi En.


Mereka berbicara berdua.


Xiang Wan," bagaimana caramu membujuk Lin Xiang?"


Yi En tersenyum.


Lalu ia menjawab," aku mengikuti caramu kak Xiang wan."


Xiang Wan tersenyum mendengarnya.


Lalu ia berkata," baiklah. Kau bilang ada yang ingin kau bicarakan denganku?"


Yi En menatap Xiang Wan.


Lalu ia berkata," Lu Chun, benarkah dia akan menjadi cameo dalam film 'aku rindu'?"


Xiang Wan terkejut mendengarnya.


Ia sama sekali belum tahu tentang hal itu.


Xiang Wan," aku sama sekali tidak tahu tentang hal itu. Sutradara Chen belum memberitahuku. "


Yi En terdiam.


Ia masih menatap Xiang wan.


Xiang Wan menarik nafas.


Lalu ia berkata," aku akan menanyakan hal ini. Tapi Yi En, jika memang itu benar. Mau tidak mau kau harus menghadapinya."


...


...


Yi En masih diam.


Lalu ia menjawab," aku masih belum bisa hanya mengingat kenangan indah saja. "


...


...


Xiang Wan melihat wajah Yi En.


Lalu Yi En menarik nafas , dan ia menatap Xiang Wan sambil berkata," baiklah. Aku tidak akan mempedulikannya. "


Xiang Wan menatap Yi En.


Ia tersenyum meski ia masih sedikit tidak tenang.


Setelah selesai syuting.


Xiang Wan berbicara sebentar dengan sutradara Chen.


Sambil ia menyampaikan lagi permintaan maaf atas kejadian hari itu.


Ia juga memastikan tentang Lu Chun akan menjadi cameo dalam film 'aku rindu'


Dan Sutradara Chen membenarkan hal itu.


Mengenai hal ini, Xiang Wan tidak bisa berbuat apa apa.


Sementara itu, Mo Bei sedang berusaha untuk mengambil alih hak cipta film biografi tn Yu Xiang dari Stasiun TVB.


Dengan bantuan sutradara Gao.


Akhirnya ia berhasil membuat direktur Xu menyerah.


Mo Bei sengaja ingin memberi kabar keesokan hari nya ke Xiang Wan.