
Pagi pagi sekali Yi En sudah berangkat ke lokasi syuting untuk menemani Lin Xiang.
Lin Xiang masih diam di dalam truck.
Ia masih belum bersiap untuk mengenakan gaun pengantin untuk syuting film terakhir.
Yi En menarik nafas melihatnya.
Ia terdiam beberapa saat.
Lalu ia berdiri dan berkata," kau punya waktu 1 jam sebelum syuting dimulai. Aku menunggumu di luar."
Lin Xiang tetap diam.
...
...
Lalu Yi En berjalan keluar dari truck.
Ia berdiri di depan ditemani oleh Zhou Nan.
Hampir setengah jam Yi En terus berdiri di luar.
Beberapa saat Xiang Wan datang.
Ia melihat dari kejauhan Yi En dan Zhou Nan hanya berdiri di depan truck.
Lalu ia berjalan mendekat.
Zhou Nan menyadari kedatangan Xiang Wan.
Zhou Nan," kak Xiang Wan! Akhirnya kau datang."
Yi En menoleh dan menatap Xiang Wan.
Xiang Wan," kalian masih belum bisa membujuknya?"
Yi En terdiam.
Begitu juga Zhou Nan.
Xiang Wan menarik nafas. Lalu ia berjalan masuk ke dalam truck.
Ia melihat Lin Xiang.
Ia duduk berhadapan dengan Lin Xiang.
Lin Xiang melihat kak Xiang Wan.
Wajahnya masih diam.
...
...
Xiang Wan," Lin Xiang. Aku tahu ini adalah adegan terakhir yang sangat tidak mudah untukmu. Tapi kau harus menyelesaikannya. "
Lin Xiang," kak Xiang Wan. Kau tahu, adegan ini adalah adegan dimana aku harus mengakhiri dengannya. Aku tidak bisa."
Xiang Wan," aku tahu. Aku mengerti Lin xiang. Kenanganmu bersama dengannya, seharusnya bukan untuk menjadi kesedihan untukmu. Kenangan seharusnya untuk kau simpan dengan baik. Dia sudah merelakanmu untuk melepaskanmu. Untuk apa kau terus mempertahankannya. Sadarlah Lin Xiang. "
Lin Xiang menatap Xiang Wan.
Ia meneteskan airmatanya dan berkata," kisahnya mirip dengan kisah kami."
Xiang Wan menarik nafas melihatnya.
Ia terdiam sebentar dan sedikit menunduk.
...
...
Xiang Wan lalu berkata," jika memang seperti itu. Kau harus menyelesaikan dan mengakhirinya dengan baik."
Lin Xiang terdiam.
Lalu Xiang Wan menatap jam ditangannya.
Ia menoleh pada Lin Xiang dan berkata," waktumu tinggal 20 menit lagi. Aku akan menunggumu di luar."
Xiang Wan berdiri dan berjalan keluar.
Yi En dan Zhou Nan melihat Xiang Wan keluar.
Xiang Wan hanya terdiam.
Yi En," kak Xiang Wan..."
...
...
Xiang Wan," kita serahkan padanya. Kita...hanya bisa menunggunya."
Xiang Wan menemui sutradara Chen dan asistennya.
Ia pun memberi salam dan mengucapkan permintaan maaf tentang kejadian kemarin.
Sutradara Chen menjawab jika kali ini Lin Xiang tetap tidak bisa melanjutkan syuting. Mereka akan tetap melanjutkan syuting dan menggantikan peran Lin Xiang pada Fan Mei.
Xiang Wan tidak bisa apa apa.
Ia hanya memohon maaf pada Sutradara Chen.
...
...
Persiapan syuting sudah disiapkan.
Hanya tinggal menunggu Lin Xiang.
Xiang Wan berdiri di dekat Sutradara Chen.
Ada juga Hao Mai disana.
Sedang Yi En dan Zhou Nan masih berdiri menunggu di depan truck.
Kurang 5 menit, akhirnya pintu truck terbuka.
Yi En dan Zhou Nan melihat Lin Xiang akhirnya sudah mengenakan gaun pengantin dan ia siap untuk melanjutkan syutingnya.
Yi En menarik nafas lega begitu juga Zhou Nan.
Mereka membantu Lin Xiang berjalan.
Luo Feng yang berperan sebagai pengantin pria sudah berdiri di altar dan semua kamera sudah bersiap siap.
Sutradara Chen melihat jamnya dan ia berkata," 5 menit lagi bersiaplah untuk pemeran pengganti."
Xiang Wan hanya terdiam.
Tapi beberapa saat tiba tiba, Lin Xiang muncul dengan gaun pengantinnya.
Ia terlihat anggun dan sangat cantik.
Semuanya terkejut melihatnya.
Xiang Wan melihatnya, ia menarik nafas dan tersenyum.
Syuting pun dimulai.
Lin Xiang sanggup menyelesaikan dan mengakhirinya, dan dari hatinya pun ia akhirnya melepaskan Luo Feng.
Luo Feng melihat mata Lin Xiang.
Ia tahu, itu bukan hanya akting. Tapi itu benar benar dari hati Lin Xiang.
Luo Fengpun tersentuh melihatnya.
Syutingpun akhirnya selesai.
Semua begitu gembira.
Sedang Xiang Wan ia meneteskan air mata.
Ia tahu, itu berat bagi Lin Xiang.
Yi En pun merasakannya.
Ia juga meneteskan air matanya.
Akhirnya Lin Xiang bisa dengan rela melepaskan Luo Feng.
Yi En mengerti perasaan itu.
Beberapa saat , ia segera menghapus air matanya.
Disaat itulah Xiang Wan tanpa sengaja menoleh dan melihatnya.
Ia juga cukup mengerti kenapa Yi En pun meneteskan air mata.
Kejadian Lin Xiang dan Luo Feng hampir mirip dengan apa yang dialami Yi En.
Yi En segera berjalan ke truck.
Ia duduk sambil melepaskan sepatu heelsnya.
Ia memegang pergelangan kakinya.
Cukup lama ia berdiri tadi dan membuat kakinya terasa sakit lagi.
Xiang Wan mengikutinya masuk ke dalam truck.
Di dalam Truck.
Yi En menyadari ada yang datang.
Belum sempat ia memakai heelsnya. Ia berusaha berdiri dan berpura pura sibuk membereskan baju baju.
Xiang Wan melihatnya. Ia menarik ñafas.
Lalu ia melipat tangannya.
Xiang Wan," menjadi manager artis sangat tidak mudah bukan?"
Yi En menoleh dan melihat kak Xiang Wan.
Lalu ia melanjutkan lagi membereskan kostum.
Ia berkata," benar sekali. "
Xiang Wan tersenyum ," kau cukup jujur untuk menjawab pertanyaanku."
Yi En tersenyum.
Ia menoleh dan berkata," kau sudah lebih baik kak?"
Xiang Wan mengangguk," berkatmu aku bisa istirahat 1 hari penuh. Dan aku sudah jauh lebih baik sekarang."
Yi En menarik nafas lega," syukurlah."
Xiang Wan," kenapa? Kau khawatir ditinggal olehku beberapa hari?"
Yi En tersenyum mendengarnya.
Xiang Wan berkata lagi," pergelangan kakimu masih sakit?"
Yi En menoleh menatap kak Xiang Wan.
Ia menjawab sambil mengangguk," sudah membaik."
Xiang Wan menatap kaki Yi En.
Lalu ia memberikan salep obat pada Yi En.
Yi En melihatnya, ia menatap Xiang Wan.
Xiang Wan," pakailah untuk obati pergelangan kakimu."
Yi En menatap Xiang Wan.
Lalu ia menerima obat salep itu dan berkata," terima kasih kak Wan."
Xiang Wan,"setelah ini, ikutlah denganku kembali ke kantor.
Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan denganmu.
Dan untuk Lin Xiang, biarkan ia istirahat dan mengambil cuti untuk beberapa hari."
Yi En menatap Xiang Wan.
Lalu ia mengangguk," baiklah."
Setelah semua selesai dilokasi syuting.
Zhou Nan menemani Lin Xiang kembali ke apartemen untuk istirahat.
Dan Xiang Wan bersama Yi En kembali ke kantor.
Di ruangan Xiang Wan.
Yi En duduk di depan meja Xiang Wan.
Xiang Wan," Yi En, setelah ini aku ingin kau lebih fokus menjadi manager artis.
Aku ingin kau menangani Lin Xiang dan Ruan Lien Hua."
Yi En menatap Xiang Wan, " maksud kak Xiang Wan..."
Xiang Wan," mengenai desain untuk artis artis kita. Kita akan bekerja sama dengan Wei Wei dan Qi Lei. "
Yi En terkejut mendengarnya.
Yi En," tapi kak Xiang Wan."
Xiang Wan segera menyaut dan berkata," selain menjadi desainer, kau juga punya kemampuan lain untuk menjadi seorang manager artis. Kau sudah melakukannya Yi En. Dan kau mampu."
Yi En terdiam.
Xiang Wan," aku ingin kau banyak membantuku sekarang. Kau...bisa terus sambil mendesain. Ada beberapa permintaan khusus dari orang orang yang ingin menikmati desainmu bukan?"
...
...
Yi En menarik nafas.
Ia menunduk sebentar.
Untuk saat ini ia memang tidak bisa mendesain dulu.
Dan ia pikir tawaran kak Xiang Wan ada baiknya untuknya.
Lalu ia menatap Xiang Wan.
Akhirnya ia mengangguk dan berkata," baiklah."
...
...
Xiang Wan sedikit lega mendengarnya.
Ia sengaja melakukan ini agar Yi En untuk sementara tidak mendesain dulu, karena ia tahu penyakit tremor Yi En.
Xiang Wan lalu berkata ," dan ada 1 hal lagi yang ingin aku beritahu. Ini mengenai Xu Ling. "
Yi En menatap Xiang Wan.
Wajahnya berubah menjadi lebih serius.
Yi En," Xu Ling? "
Xiang Wan menatap Yi En sebentar.
Lalu akhirnya ia berkata," Xu Ling dan Guan Xian... mereka memiliki hubungan yang serius. "
Yi En terkejut mendengarnya.
Xiang Wan," dan beberapa hari yang lalu. Guan Xian memberitahu padaku bahwa ia mengandung anak dari Xu Ling."
Yi En menatap Xiang Wan.
Ia benar benar tidak menduganya.
Yi En," aku benar benar tidak menduganya. Lalu ?"
Xiang Wan menarik nafas panjang.
Ia berkata," Guan Xian tetap ingin melahirkan anak itu, apapun yang terjadi. Sedangkan Xu Ling. Aku memberikan dia waktu untuk berpikir. "
Yi En," apa yang akan kau lakukan kak Wan?"
Xiang Wan menatap Yi En.
Ia berkata," aku ingin menunggu jawaban dari Xu Ling. "
Siang itu Xiang Wan menelepon Xu Ling.
Xiang Wan," kau sudah cukup untuk memikirkan apa yang harus kau lakukan. "
Xu Ling ," aku ingin bertemu denganmu kak."
Xiang Wan," baiklah. Kita bertemu di kantor."
Xu Ling," baiklah."
Xu Ling menutup teleponnya.
Ia terdiam sebentar.
...
...
Setelah itu ia berdiri dan bergegas menuju kantor.
Xiang Wan sudah menunggunya di ruangan.
Dan ada Yi En juga.
Xu Ling pun masuk ke ruangan Xiang Wan lalu ia duduk.
Xu Ling ," kak Wan."
Xiang wan menatap Xu Ling.
Lalu ia berkata," kau sudah tahu harus bagaimana?"
Xu Ling masih diam.
Ia menatap kak Xiang Wan.
Dengan wajah sedikit ragu.
Ia mengangguk.
Xiang Wan melihatnya.
Xiang Wan," apa yang akan kau lakukan untuk Guan Xian?"
Xu Ling masih diam dan menatap Xiang Wan.
Xiang Wan," Zai Zai. Selain sebagai sahabat Guan Xian. Aku juga adalah managermu. Dan aku sudah menganggapmu seperti adikku.
Jadi...apapun yang menjadi keputusanmu aku akan membantumu dan Guan Xian. "
Xu Ling," kak..."
Xiang Wan berkata lagi," aku akan memberitahumu apa yang aku rencanakan untukmu. kau bisa memilih untuk bertanggung jawab, atau tetap diam dan tidak mengakui di depan publik."
Yi En menatap Xiang Wan.
Lalu Xiang Wan berkata lagi," jika kau memilih untuk bertanggung jawab. Kau...harus mengumumkan di depan pers. Dan jika kau mau tetap diam. Kita akan membantumu untuk diam."
Yi En melihat Xiang Wan.
Ia terdiam sambil memikirkan kata kata Xiang Wan
Xu Ling akhirnya menjawab," aku akan bertanggung jawab. "
Xiang Wan dan Yi En menatap Xu Ling.
Xiang Wan," kau tahu apa konsekuensinya?"
Xu Ling mengangguk," aku akan menghadapinya apapun yang terjadi. Karena...aku tidak ingin kehilangan Guan Xian."
Xiang Wan menatap Xu Ling.
Yi En mendengarnya.
Lalu ia menunduk.
Ia lalu menjawab," baiklah. Kita akan mengumumkan hubunganmu dengan Guan Xian. Akan ada wawancara pastinya."
Xu Ling mengangguk," aku bersedia untuk diwawancara."
Xiang Wan melihat Xu Ling.
Ia menarik nafas dan akhirnya ia tersenyum.
Ia menghargai keberanian Xu ling.
Setelah berbicara dengan Xu Ling.
Xiang Wan segera mengadakan rapat dengan Judy, David dan Yi En.
Mereka membicarakan mengenai pengumuman tentang hubungan Xu Ling dengan Guan Xian.
Xiang Wan mengusulkan untuk memanggil seorang wartawan tv yang cukup terkenal Fan Shenmei.
Dia adalah kenalan baik Xiang Wan.
Xiang Wan meminta Judy untuk menghubungi Fan ShenMei.
Dan ia bersedia untuk melakukan Wawancara Exlusive untuk Xu Ling besok pagi.
Selama rapat itu, Yi En hanya diam.
Xiang Wan menyadarinya.
Ia mengerti kenapa Yi En hanya diam saja sejak Xu Ling datang.
Setelah selesai rapat.
Yi En berjalan keluar dan menuju ruangannya.
Ia berdiri di dekat jendela.
Ia teringat dulu bagaimana Lu Chun melepaskannya demi karier Lu Chun.
Xiang Wan berjalan melewati ruangan Yi En.
Ia melihat Yi En.
Xiang Wan lalu masuk dan berkata," Shen Yi En. Ini sudah sore. Kau tidak mau pulang?"
Yi En menoleh.
Lalu ia berjalan sambil mengambil tasnya.
Dan ia berkata," aku hendak ke tempat lokasi syuting Xu Ling."
Xiang Wan," ke lokasi syuting Xu Ling?Kau mau membantu Judy ?"
Yi En tersenyum dan menjawab," ada janji yang harus ku tepati. "
Xiang Wan menatap Yi En sedikit curiga.
Ia melipat tangannya.
Lalu ia berkata," baiklah aku antar kau ke sana."
Yi En melihat Xiang Wan dan terkejut.
Ia belum menjawab, Xiang Wan sudah berjalan sambil berkata," aku akan ambil tas dulu sebentar."
Yi En menarik nafas melihat Xiang Wan berjalan pergi.
Ia berkata pelan," semoga tidak terjadi apa apa."
Sampai mereka di lokasi syuting Xu Ling.
Yi En berdiri sedikit jauh dari lokasi syuting ditemani Xiang Wan.
Xiang Wan mengoceh ," sebenarnya kau ada janji dengan siapa ?"
Yi En tersenyum dan menjawab," kau akan segera tahu kak Wan."
Beberapa saat Mo Bei datang bersama dengan keponakannya Xiao Qu.
Xiang Wan terkejut melihat Mo Bei.
Begitu juga Mo Bei.
Mo Bei," Xiang Wan."
Xiao Qu hanya diam melihat Xiang Wan.
Yi En segera memberikan sebuah pepper bag pada Xiao Qu.
Dan berkata," Xiao Qu, ini desain gaun yang kau minta."
Xiao Qu terlihat senang , ia segera menerima pepper bag itu dari tangan Yi En sambil berkata," terima kasih Kak Yi En."
Yi En tersenyum dan mengangguk.
Lalu mereka melihat syuting Xu Ling.
Mo Bei dan Xiang Wan berada di belakang.
Xiang Wan berkata pelan," jadi ini yang dimaksud Yi En menepati janji pada seseorang. Dia adalah keponakanmu. Sekaligus penggemar Xu Ling. Dan...yang mengunggah video itu."
Mo Bei menoleh ke Xiang Wan.
Mo Bei sedikit tidak enak pada Xiang Wan.
Mo Bei," Xiang Wan..."
Xiang Wan," tidak apa apa. Lagipula dia sudah mencabut dengan mengucapkan permintaan maaf."
Syuting pun selesai.
Lalu Xu Ling dan David berjalan mendekati Yi En dan Xiang Wan.
Xu Ling," kak Yi En, kak Xiang Wan. Kalian kemari."
Yi En tersenyum mengangguk.
Xiang Wan berjalan mendekat dan berkata," aku ingin melihat syutingmu. Dan...Yi En menemaniku kemari. Dia bilang akan ada janji untuk bertemu dengan seseorang disini."
Yi En menoleh menatap Xiang Wan.
Lalu ia menatap Xu Ling dan tersenyum dan mengangguk.
Ia berkata,"aku harus memberikan desain gaun untuk keponakan Tuan Mo Bei.
Kebetulan Tuan Mo Bei sedang ada di daerah dekat lokasi syutingmu. "
Xu Ling sebenarnya sudah tahu, Yi En sudah meminta tolong padanya bahwa ia berjanji pada seorang penggemar Xu Ling untuk mengatur pertemuan dengannya.
Ini karena penggemarnya sudah membantu untuk meminta maaf atas unggahan video percakapannya dengan Xiang Wan.
Xu Ling tersenyum.
Lalu ia menoleh dan menatap Xiao Qu.
Xiao Qu begitu senang melihatnya.
Yi En," dia Xiao Qu. Keponakan Tuan Mo Bei."
Xu Ling mengangkat tangan kanannya dan mengajak berjabat tangan dengan Xiao Qu.
Xiao Qu begitu terkejut.
Ia segera membalas jabat tangan Xu Ling.
Xu Ling," senang bertemu denganmu, Xiao Qu."
Xiao Qu menatap Xu Ling dengan wajah kagum dan senang.
Setelah selesai pertemuan itu.
Xu Ling kembali ke dalam truck bersama David dan Yi En.
Xiang Wan masih berada di luar bersama Mo Bei dan Xiao Qu.
Mo Bei menoleh pada keponakannya.
Dan berkata," kau masih belum mengucapkan maaf secara langsung Xiao Qu."
Xiao Qu melirik Mo Bei.
Lalu Xiao Qu menatap Xiang Wan.
Akhirnya ia berkata," maafkan aku Yao Xiang Wan."
Xiang Wan melihat Xiao Qu.
Wajahnya seriusnya sedikit berubah.
Lalu ia sedikit tersenyum dan berkata," saat kau mengucapkan permintaan maaf di media sosial. Aku sudah memaafkanmu. Kita bisa lupakan hal itu."
Xiao Qu menatap Xiang Wan.
Ia terkejut mendengar jawaban Xiang Wan.
Dalam hatinya, ternyata Yao Xiang Wan punya sisi baik juga.
Mo Bei tersenyum mendengarnya
Lalu ia,"baiklah kami harus kembali. "
Xiang Wan mengangguk.
Xiao Qu berjalan lebih dulu dan masuk ke dalam mobil Mo Bei.
Mo Bei yang masih bersama Xiang Wan.
Ia berkata," kau masih berhutang untuk mentraktirku makan malam selama bulan ini."
Xiang Wan menatap Mo Bei.
Lalu ia tersenyum dan menjawab," aku ingat itu."
Mo Bei mengangguk," setelah mengantar keponakanku. Kita makan malam?"
Xiang Wan," baiklah. Aku akan mengabarimu kita bertemu dimana setelah ini "
Mo Bei tersenyum.
Lalu ia berjalan masuk ke mobilnya dan pergi.
Xiang Wan lalu berbalik dan berjalan menuju truck.
David sedang menyiapkan mobil.
Yi En ," Xu Ling terima kasih kau sudah membantuku."
Xu Ling tersenyum dan berkata," aku juga berterima kasih, karena kak Yi en sudah membantu ku dan kak Xiang Wan tentang masalah video itu."
Yi En tersenyum.
Lalu ia menatap Xu Ling.
Beberapa saat ia berkata," kak Guan Xian... dia beruntung memilikimu."
Xu Ling terkejut mendengarnya.
Xiang Wan yang hendak masuk ke dalam truck. Ia menghentikan langkahnya.
Yi En melanjutkan lagi,"kau adalah aktor muda yang sedang ada dipuncak kariermu. Tapi kau tidak mempedulikannya. Yang kau tahu, kau tidak ingin kehilangan kak Guan Xian. "
Xu Ling," kak Yi En..."
Yi En tersenyum dan menarik nafas.
Ia berkata," dan...kau beruntung kau memiliki manager seperti kak Xiang Wan yang mendukungmu dan membantumu. Sejujurnya aku iri padamu."
Xu Ling tersenyum lega.
Ia mengangguk," kau benar. Aku beruntung selama ini. "
Di Luar , terdengar suara David.
David," bos. Aku sudah siapkan mobil untuk Xu Ling. "
Xu Ling lalu berjalan keluar bersama Yi En.
Xu Ling," kak Wan, kak Yi En. Aku kembali dulu."
Xiang Wan mengangguk dan tersenyum.
Begitu juga Yi En.
Xu Ling yang sudah berjalan hendak pergi.
Ia menghentikan langkahnya dan berbalik.
Ia berkata," hari ini. Terima kasih kak Wan."
Xiang Wan menatap Xu Ling.
Ia tersenyum mendengarnya.
Xu Ling juga tersenyum.
Lalu ia berjalan pergi.
Xiang Wan dan Yi En berjalan menuju ke parkiran mobil.
Saat berjalan, Yi En berkata," kak Xiang Wan. Manager artis sepertimu jarang sekali ditemui."
Xiang Wan menoleh ke Yi En.
Yi En ," kau tidak takut kehilangan artismu. Apa yang kau lakukan untuk Xu Ling. Benar benar membuatku terkejut."
Xiang Wan mendengar kata kata Yi En.
Ia menghentikan langkahnya dan ia berkata," Yi En. "
Yi En pun berhenti dan menatap kak Xiang Wan.
Xiang Wan berkata lagi," kau juga tahu, bahwa seorang artis juga adalah manusia biasa. Aku sebagai managernya, aku akan melindungi dan mendukungnya. "
Xiang Wan menatap ke depan, ia menarik nafas.
Lalu ia berkata lagi," pernah 1 kali saat awal aku menjadi seorang manager artis.
Dulu aku begitu mengekangnya. Aku berusaha melindunginya dengan caraku yang salah dan egois. Dan hasilnya...aku kehilangannya. "
Yi En menatap Xiang Wan.
Xiang Wan," dari itu aku belajar untuk menghargai artis artisku. "
Yi En menunduk.
Ia hanya diam.
Xiang Wan," Yi En, aku mengerti kejadian Xu Ling membuatmu teringat tentang masa lalumu."
Yi En segera menatap Xiang Wan dan berkata," kak Wan. Aku mengerti. Aku tidak apa apa. "
Yi En menatap ke depan.
Lalu ia berkata," aku tidak akan selemah itu. Aku hanya mengagumi tentang apa yang kau lakukan untuk Xu Ling."
Lalu Yi En mulai berjalan lagi.
Xiang Wan mendengarkan kata kata Yi En.
Ia tersenyum.
Lalu ia berjalan mengikuti Yi En.
Di mobil Xiang Wan," aku lapar sekali. Kita makan dulu."
Yi En melihat Xiang Wan.
Xiang Wan," aku sudah mengantarmu ke lokasi syuting Xu Ling. Jadi sekarang kau harus menemaniku makan."
Yi En tersenyum," baiklah. Kak Wan, kau akan mentraktirku bukan?"
Xiang Wan tersenyum juga sambil memandang ke depan.
Lalu ia menjawab," tenang saja."
Yi En ," aku belum makan sejak siang. Sepertinya aku akan makan banyak sekali."
Xiang Wan tersenyum," tidak apa apa. Makanlah yang banyak. "
Yi En tersenyum senang.
Saat sampai, mereka makan di sebuah restoran ramen dan sushi.
Yi En menatap Mo Bei duduk di depan Xiang Wan.
Lalu Yi En menoleh pada Xiang Wan.
Xiang Wan tersenyum dan berkata pada Yi en," pesanlah porsi besar. Bukankah kau belum makan sejak siang?"
Yi En sedikit malu mendengarnya.
Yi En tersenyum dan menjawab," aku cukup pesan 1 porsi saja kak Wan. "
Mo Bei tersenyum geli mendengarnya.
Lalu Mo Bei berdiri dan ingin ke toilet.
Yi En segera mendekati kak Xiang Wan dan sedikit berbisik," kak Wan, kau tidak memberitahuku kalau ada Tuan Pengacara itu. "
Xiang Wan," jika aku memberitahumu, kau pasti tidak mau ikut makan denganku."
Beberapa saat Mo Bei datang dan duduk.
Mo Bei," aku tidak mengganggu makan malam kalian bukan?"
Yi En tersenyum dan menjawab," tentu tidak. Kak Wan senang sekali ada kau Tuan Pengacara."
Xiang Wan menoleh pada Yi En.
Yi En," anggap saja aku tidak ada disini. Aku hanya akan diam dan makan."
Mo Bei tertawa mendengarnya.
Xiang Wan," Shen Yi En..."
Yi En tersenyum senang bisa menggoda kak Xiang wan.
...
...
Mereka pun makan bersama.
Sambil berbincang.
Mo Bei," Lin Xiang sudah menyelesaikan 1 syuting filmnya. Hanya tinggal syuting untuk biografi tn Yu Xiang. Kau sudah tenang sekarang."
Xiang Wan mengangguk dan menjawab," aku memberikan dia cuti 2 hari untuk beristirahat dulu."
Mo Bei hendak berbicara.
Tiba tiba Yi En menyaut," maaf, aku menganggu sebentar. "
Xiang Wan dan Mo Bei menoleh ke Yi En.
Yi En tersenyum," kak Wan, bolehkah aku memesan sushi?"
Xiang Wan menatap Yi En.
Ia belum menjawab Yi En.
Tapi Yi En menyaut," boleh. Terima kasih."
Lalu Yi En memanggil pelayan dan memesan sushi.
Xiang Wan tersenyum geli melihatnya.
...
...
Mo Bei melihat Xiang Wan.
Xiang Wan terlihat akrab dengan Shen Yi En. Bahkan Xiang Wan terlihat gembira di dekat Yi En.
Mo Bei tersenyum lega melihatnya.
...
...
Xiang Wan mengantar Yi En pulang.
Yi En mengucapkan terima kasih pada Xiang Wan karena sudah mentraktirnya makan malam.
Saat sudah turun dari mobil.
Xiang Wan tiba tiba ikut turun dari mobilnya.
Ia berkata," Yi En..."
Yi En menatap Xiang Wan.
Xiang Wan," terima kasih, kau sudah banyak membantuku."
Yi En tersenyum dan mengangguk.
Ia berkata," bukankah kita ini 1 team."
Xiang Wan terkejut mendengarnya.
Selama ini ia selalu bekerja dan berjuang sendiri. Meski ia memiliki staff dan asisten.
Xiang Wan akhirnya tersenyum.
Dan ia mengangguk.
Beberapa saat, Lu Chun muncul dari dalam mobilnya.
Seperti biasa ia sudah menunggu Yi En sejak tadi di dalam mobilnya.
Xiang Wan dan Yi En menoleh melihat Lu Chun.
Lu Chun," kak Xiang Wan."
Xiang Wan tersenyum melihat Lu Chun.
Ia berkata," sepertinya kau sudah menunggu Yi En sejak tadi. Baiklah aku harus pulang, aku tidak akan mengganggu kalian. "
Xiang Wan menatap Yi En.
Ia tersenyum seperti hendak menggoda Yi En.
Sekarang giliran Xiang Wan yang berhasil menggoda Yi En.
Lalu Xiang Wan masuk ke mobilnya.
Dan ia pergi.
Yi En," kau menungguiku lagi?"
Lu Chun tersenyum, ia berkata," aku mengirimmu pesan. Tapi sepertinya kau sibuk sekali hari ini. "
Yi En terkejut, ," kau mengirim pesan untukku?"
Lalu Yi En segera mengambil handphonenya dan membukanya.
Cukup banyak pesan masuk dari orang lain.
Termasuk Wei Wei dan Lu Chun.
Ia menatap Lu Chun.
Ia berkata," maafkan aku. Aku belum membaca semua pesan hari ini. "
Lu Chun," tidak apa apa. Mungkin lain kali aku akan telepon saja."
Yi En tersenyum mendengarnya.
Lalu Lu Chun memberikan bingkisan pada Yi En," ini untukmu. Kau bisa menikmatinya bersama Wei Wei."
Yi En menerimanya lalu ia membuka bingkisan itu.
Lu Chun," itu roti mint. Kau tidak perlu khawatir untuk memakannya karena dia rendah kalori."
Yi En menatap Lu Chun.
Lalu ia tertawa.
Yi En," terima kasih. "
Lu Chun mengangguk.
Lu Chun," Aku dengar, kau yang akan membantu Ruan Lien Hua kedepannya. "
Yi En," iya aku yang akan membantu kak Lien Hua.
Yi En mengangguk.
Lu Chun,"baiklah. Sampai jumpa besok."
Yi En mengangguk lagi dan berkata," kalau begitu aku masuk dulu."
Lu Chun mengangguk.
Lalu Yi En berjalan masuk.
Lu Chun tersenyum senang.
Xiang Wan berhenti di depan bar Guan Xian.
Ia masuk dan duduk.
Lalu Guan Xian duduk disampingnya.
Guan Xian," ini sudah cukup malam. Kau mau minum soda atau wine?"
Xiang Wan menatap Guan Xian.
Ia berkata," aku hanya ingin menjengukmu."
Guan Xian tersenyum," menjengukku? "
Xiang Wan ," Xu Ling tidak datang kemari?"
Guan Xian," sore tadi dia datang sebentar setelah ia selesai syuting."
Xiang Wan menatap sahabatnya.
Ia berkata," berarti, ia sudah memberitahumu."
Guan Xian mengangguk.
Xiang Wan," kau...lega sekarang?"
Guan Xian menatap Xiang Wan.
Ia menarik nafas.
Guan Xian," terima kasih Xiang Wan. Aku tidak tahu bagaimana harus membalasmu."
Xiang Wan menatap sahabatnya.
Ia tersenyum dan berkata," kau harus terus menjadi sahabatku."
Guan Xian tersenyum mendengarnya.
Ia pun memegang tangan Xiang Wan.
Dan mengangguk sambil tersenyum.
Begitu juga Xiang Wan.
Keesokannya,
Judy dan David mulai sibuk membantu untuk wawancara eksklusif Xu Ling.
Xiang Wan ikut menungguinya.
Pagi itu Yi En menemani Lin Xiang dan Zhou Nan ke lokasi syuting.
Setelah diberikan cuti selama 2 hari, Lin Xiang melanjutkan syuting biografi tn Yu xiang.
Yi En hanya menunggu sebentar di lokasi syuting.
Ia memastikan semuanya berjalan lancar.
Lalu ia hendak kembali ke kantor untuk menemui Lu Chun dan juga Ruan Lien Hua.
Ia meminta Zhou Nan untuk mengabarinya jika ada sesuatu.
Wawancara live itu cukup membuat gempar publik dan para penggemarnya.
Tapi ternyata hal itu membuat simpatik para penggemarnya.
Xu Ling menceritakan tentang hubungannya dengan Guan Xian.
Dan juga ia memberitahu bahwa ia bersyukur memiliki seorang manager seperti Xiang Wan.
Seorang manager yang selalu mendukungnya, melindunginya dan memberikan kenyamanan untuk seorang artis sepertinya.
Baginya kak Xiang Wan adalah seorang kakak dan keluarga untuknya.
Karena disisi lain Xu Ling sudah tidak memiliki keluarga.
Ia menekankan mengenai unggahan video tentang percakapannya dengan Xiang Wan.
Ia memohon agar publik tidak memusingkan hal itu lagi.
...
...
Xiang Wan terus mengamati dan mendengarkan wawancara Xu Ling.
Ia menarik nafas saat mendengar kalimat terakir Xu Ling.
...
...
Sedangkan,
Yi En tersenyum lega mendengarnya.
Lalu ia berjalan keluar.
Ia hendak menuju ke ruang kerjanya untuk bersiap siap bertemu dengan Lu Chun, sutradara Shen dan Ruan Lien Hua.
Setelah dia mengambil ipadnya.
Ia berjalan hendak ke ruang meeting.
Sementara itu Xiang Wan akhirnya berjalan meninggalkan wawancara Xu Ling.
Ia sudah lega mendengar dari David bahwa wawancara live Xu ling berhasil mendapatkan tanggapan baik dari penggemarnya.
Saat di lorong kantor dekat ruang meeting.
Ia menghentikan langkahnya, dan berdiri dibaliknya.
Ia tanpa sengaja mendengar pembicaraan Yi En dan Lu Chun.
Lu Chun," aku melihat tayangan live wawancara Xu Ling. "
Yi En tersenyum dan menjawab,"Xu Ling, dia berani mengakui di depan publik mengenai hubungannya dengan kak Guan Xian."
Lu Chun menatap Yi En.
Ia mengerti maksud perkataan Yi En ditujukan padanya.
Yi En," dan...dia beruntung memiliki seorang manager seperti kak Xiang Wan."
Lu Chun," Yi En...aku mohon mengertilah. Waktu itu aku benar benar tidak bisa..."
Yi En menyaut dan berkata," aku tidak meminta penjelasanmu lagi. Aku hanya berpikir ternyata Xu Ling lebih hebat darimu. "
Yi En menarik nafas, lalu ia berkata lagi," kak Lien Hua sudah menungguku diruang meeting."
...
...
Lalu Yi En berjalan meninggalkan Lu Chun dan masuk ke ruang meeting.
Lu Chun menarik nafas melihat Yi En.
Beberapa saat ia hendak berjalan, Xiang Wan pun berjalan mendekatinya.
Lu Chun," kak Xiang Wan..."
Xiang Wan," maafkan aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian. Lagipula ini lorong kantor yang pastinya orang akan selalu lewat."
Lu Chun terdiam.
Xiang Wan berkata lagi," seharusnya kau hanya cukup berkata " aku menyesal dan aku bersalah."
Lalu Xiang Wan berjalan dan ia masuk ke ruang meeting.
Beberapa saat kemudian Lu Chun pun masuk.
Meeting pun berjalan.
Sutradara Shen sungguh senang bertemu dengan Ruan Lien Hua.
Artis veteran di dunia hiburan.
Ia merasa bersyukur Lu Chun merekomendasikan Ruan Lien Hua.
Sambil membicarakan untuk kelangsungan syuting.
Lu Chun mengajukan untuk desain kostumnya dan Ruan Lien Hua diserahkan pada Shen Yi En.
Sutradara Shen memang pernah mendengar nama Shen Yi En di dunia desainer fashion Jerman.
Tapi Xiang Wan tidak menyetujuinya.
Ia sudah memberikan tanggungjawab pada Shen Yi En sebagai manager.
Untuk desain kostum mereka akan serahkan pada MixMax Fashion milik Qi Lei dan Wei Wei.
Setelah meeting selesai.
Sutradara Shen pun lebih dulu berpamitan pergi.
Yi En mengantar kak Lien Hua hingga ke loby.
Setelah itu ia hendak kembali ke ruang meeting karena ipadnya tertinggal.
Xiang Wan dan Lu Chun masih ada di lorong.
Sambil berjalan Lu chun berkata," kak Xiang Wan sepertinya kau begitu memperhatikan Yi En."
Xiang Wan menghentikan langkahnya.
Lalu ia menoleh dan berkata," Yi En, dia adalah rekan kerjaku. Tentu saja aku memperhatikannya. "
Lu Chun," tapi...bukan hanya sekedar memperhatikan. Kau seakan seperti sahabatnya atau... kakaknya"
Xiang Wan menatap Lu Chun.
Lalu ia menjawab," lalu kenapa? Apakah tidak boleh? "
Lu Chun terdiam.
Lalu ia tersenyum," Yi En sungguh beruntung... baiklah. Aku harus kembali ke kantor. Sampai jumpa kak Xiang Wan."
Saat Lu Chun hendak berjalan.
Tanpa di duga ada Yi En yang berdiri tidak jauh dari mereka.
Lu Chun menatap Yi En.
Ia menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
Lalu ia pergi.
Xiang Wan," cukup melelahkan untuk menghadapinya. "
Yi En menatap Xiang Wan.
Ia tersenyum dan mengangguk.
Xiang Wan memberikan ipad Yi En," ini ipadmu tertinggal di ruang meeting."
Yi En ," aku mau mengambilnya. Terima kasih kak Wan."
Sambil berjalan mereka berbincang.
Xiang Wan," Yi En, hubungi Wei Wei mengenai kerjasama untuk desain kostum Ruan Lien Hua dan Lu Chun. Bicarakan dengannya. "
Yi En mengangguk," baiklah aku akan segera menghubunginya."
Lalu Xiang Wan menuju ke ruangan pamannya.
Yu Jiang cukup terkejut dengan pilihan Xiang Wan mengadakan wawancara eksklusif untuk Xu Ling.
Awalnya ia ingin marah.
Tapi karena melihat tanggapan yang baik dari para penggemar Xu Ling. Itu cukup meredakannya.
Xiang Wan meyakinkan bahwa Xu Ling tetap akan banjir orderan syuting.
Karena baru baru ini ia akan membintangi menjadi juri di beberapa acara talent music.
Dan menurutnya, setelah ada wawancara ini mereka tetap akan meminta Xu Ling untuk menjadi juri.
Yu Jiang menatap Xiang Wan.
Ia pun menganggukkan kepalanya.
Dan berkata," kau sungguh lihai. Kau berani bertaruh untuk Xu Ling."
...
...
Xiang Wan tersenyum mendengarnya.
Yi En menemui Wei Wei di kantor nya.
Mereka membicarakan untuk desain kostum syuting Ruan Lien Hua dan Lu Chun.
Cukup lama mereka membicarakannya sambil mempelajari latar belakang dari naskahnya.
Ada Qi Lei juga yang hanya sebentar ikut meeting bersama mereka.
...
...
Selesai meeting.
Wei Wei mengajak Yi En untuk makan siang bersama.
Di sebuah cafe.
Mereka makan sambil berbincang.
Wei Wei," Yi En, kenapa kak Xiang Wan menyerahkan desain pada kami? Bukankah kau bilang tadi Lu Chun mengajukan kau sebagai desain kostum untuk syutingnya."
Yi En," aku juga tidak tahu. Beberapa hari yang lalu, dia memintaku untuk fokus sebagai manager artis dan lebih banyak membantunya. Dan untuk desain dia ingin bekerja sama dengan mu."
Wei Wei menatap Yi En.
Ia berpikir sebentar.
Lalu ia berkata," mungkin dia melihatmu lebih hebat sebagai seorang manager artis. Padahal kau tidak licik bukan?"
Yi En," Wei Wei, kau pikir seorang manager artis harus licik ? "
Wei Wei mengangguk," seperti...Hao Mai?"
Yi En menatap sahabatnya.
Yi En," kau ini..."
Wei Wei tertawa kecil.
Beberapa hari berlalu, setelah syuting film biografi tn Yu Xiang selesai.
Xiang Wan memberikan cuti untuk Lin Xiang dan Xu Ling.
Sementara itu Yi En sudah mulai membantu Ruan Lien Hua untuk syuting filmnya.
Hari hari berlalu, kedekatan Yi En dan Lu Chun mulai terlihat.
Yi En sudah mulai membuka hatinya lagi.
Sementara itu Mo Bei menyelidiki tentang laki laki yang menabrak adik Xiang Wan, Wang Wei.
Karena bantuan temannya, ia mendapatkan informasi beberapa hal tentang siapa yang sering mengunjunginya.
Antaranya adalah Lu Chun.
Dan beberapa tahun yang lalu, Hao Mai pun beberapa kali mengunjunginya.
Mo Bei cukup terkejut melihatnya.
Ia berpikir antara Lu Chun dan Hao Mai ada hubungan apa dengan Wang Wei.