
Yi En tiba dibandara Shanghai pagi itu.
Cen Wei sudah menungguinya di depan bandara.
Saat berjalan keluar.
Cen Wei sudah melihat sahabatnya dari jauh.
Dia melepas kacamata hitamnya.
Lalu ia segera lari menghampiri sahabatnya.
...
Cen Wei," Yi En !..."
Yi En melihat sahabatnya berlari ke arahnya.
Yi En tertawa senang melihat sahabatnya.
Cen Wei memeluk sahabatnya.
Begitu juga Yi En.
Mereka saling melepas rindu.
Di dalam mobil.
Yi En menatap sahabatnya.
Cen Wei yang menyetir menyadari sahabatnya terus menatapnya.
Cen Wei," Shen Yi En, kau begitu rindu padaku sampai kau terus menatapku?"
Yi En tersenyum lalu berkata," beberapa tahun ini, sahabatku sudah menghasilkan uang begitu banyak. "
Cen Wei tertawa mendengarnya dan berkata," kau terlalu lama meninggalkanku di Jerman sampai kau tidak menyadari sahabatmu ini sudah sukses di Shanghai."
Yi En tertawa sambil mengangguk.
Lalu Cen Wei menelepon Xiang Wan,
Dan mengajak bertemu di cafe coffee.
Xiang Wan menyetujuinya, hanya saja ia bisa bertemu 1 jam setelah itu.
Lalu Cen wei mengajak sahabatnya melihat jalanan Shanghai dengan mobilnya.
Yao Xiang Wan pagi itu tidak langsung ke kantor.
Ia menemui sutradara Jin Jin Wan di star TV untuk membicarakan film yang akan diperankan Lin xiang.
Tidak cukup lama ia bisa membujuk Sutradara Jin agar LinXiang menjadi pemeran utama wanita di film "aku rindu" garapan sutradara Chen.
Setelah selesai, Xiang Wan menuju ke cafe coffee "Sweet" untuk menemui Cen Wei dan temannya.
Dia menunggu disana sambil memesan coffee late kesukaannya.
Sebentar kemudian, Cen Wei dan Yi En datang.
Saat Yi En turun dari mobil.
Ia melihat cafe coffee di depannya.
Ia menoleh ke Cen Wei," cafe coffee ini..."
Cen Wei tersenyum mengangguk.
Lalu ia menggandeng lengan Yi En dan mengajaknya masuk.
Saat masuk ke dalam.
Mereka berjalan, tiba tiba bos pemilik coffee itu melihat mereka dan mendekati mereka sambil berkata," kau?! Shen Yi En ?"
Cen Wei tersenyum dan berkata," bos, ingatanmu masih jeli juga."
Yi En tersenyum senang," Bos, lama tidak bertemu. Kau masih terlihat muda."
Bos pemilik coffee itu tertawa senang.
Dan berkata," kau sudah kembali? Kau tahu, Wei Wei suka kemari membantuku. "
Cen Wei tersenyum," sekarang kau tahu betapa baiknya aku bukan?"
Mereka tertawa.
Cen Wei pun tersadar, ia melihat Xiang Wan sudah menungguinya.
Lalu ia berkata," maaf bos. Kami harus menemui seseorang dulu. Kita bisa lanjutkan lagi."
Bos pemilik itu mengangguk," baiklah, silakan."
Yi En masih menjabat tangan bosnya.
Ia tersenyum dan mengangguk.
Lalu Yi En mengikuti Cen Wei berjalan menuju ke meja seorang wanita mengenakan kemeja hitam, wajahnya terlihat anggun dengan lisptik merahnya.
Cen Wei," kak Xiang Wan. Maaf sudah membuatmu menunggu."
Xiang Wan menatap Cen Wei dan berkata," kau hanya punya waktu 30 menit. "
Cen Wei tersenyum dan berkata," baiklah, tidak masalah. "
Lalu Xiang Wan melihat seorang wanita seumuran Cen Wei. Terlihat sederhana tapi manis. Wajahnya mungil.
...
Cen Wei," kak Xiang Wan, dia teman baikku. Shen Yi En."
Lalu Cen Wei menoleh pada Yi en," Yi en, dia kak Xiang Wan, Direktur Qili Entertainment sekaligus Direktur dari para manager artis di Qili Entertainment."
Yi En tersenyum manis, dan ia mengangkat tangan kanannya dan berkata," Aku Shen Yi En, senang bertemu dengan anda, Nn Xiang Wan."
Cen Wei melihatnya.
Lalu ia menatap kak Xiang Wan.
Awalnya Xiang Wan menunjukkan wajah pendiam dan terlihat sedikit acuh.
Lalu akhirnya ia sedikit melunak, dan membalas jabat tangan Yi En dan dengan senyumnya ia mengangguk dan berkata," aku Yao Xiang Wan. Senang bertemu denganmu."
Cen Wei sedikit lega melihatnya.
Lalu Xiang Wan berkata sambil melepaskan tangannya," baiklah. Kalian duduklah."
Mereka pun duduk berhadapan.
Xiang Wan," Nona Shen Yi En, aku dengar dari Wei Wei kau selama ini menyelesaikan kuliahmu di Jerman, dan kau sudah bekerja."
Yi En mengangguk," benar."
Xiang Wan," sebenarnya, aku tidak terlalu peduli kau adalah lulusan dari Jerman. Yang aku lihat adalah ia mau bekerja keras atau tidak. "
Xiang Wan terdiam sebentar.
Yi En menatap Xiang Wan.
Ia tahu wanita yang ada di depannya ini, seseorang yang tegas dan bekerja keras. Terlihat perfeksionis.
Sedikit tidak mudah menghadapinya.
Lalu Xiang Wan dengan sedikit tegas, tapi ada sedikit senyuman dibibirnya, ia berkata lagi,"kau akan menjadi asisten Direktur manager artis sekaligus Desainer artis, dan akan selalu membantuku. Karena aku selalu terjun secara langsung menangani artisku. "
Yi En terlihat tenang, ia tersenyum, tapi tatapannya terlihat yakin.
Ia mengangguk.
Lalu Xiang Wan membuka ipad nya.
Xiang Wan," aku ingin bertanya padamu. "
Dan ia menggeser ipad nya di depan Yi En dan Cen Wei.
Lalu ia melanjutkan lagi," dia adalah artis di bawah managemen Qili Entertainment yang belakangan ini sedang naik daun, Xu Ling. "
Yi En dan Cen Wei melihatnya.
Lalu Xiang Wan berkata," dia akan menjalani syuting sebagai pemeran utama laki laki dengan film berlatar belakang Guangzhou Cina di tahun 1920. Di sutradarai oleh Sutradara Chen. Dengan karakter pria muda berumur 25 tahun ia harus meneruskan usaha ayahnya dengan bisnis pengiriman yang pada saat itu dengan kapal. Ia mencintai gadis muda yang pernah bersekolah dengannya dulu, seorang anak dari pengambil kotoran setiap rumah. "
Lalu Xiang Wan menyentuh ipadnya dan disitu terlihat foto 2 pakaian.
Xiang Wan menatap Yi En.
Dan ia bertanya," menurutmu. Kostum apa yang cocok dia pakai untuk memainkan film ini?"
Yi En melihatnya.
Cen Wei terdiam, meski ia sedikit tidak tenang.
Lalu Yi En tersenyum, dan ia menunjuk 1 kostum.
Dia menatap Xiang Wan, wajahnya terlihat sedikit tajam, tapi tenang.
Yi En berkata," aku akan memilih kostum ini untuknya. "
Xiang Wan menatapnya.
Lalu Yi En berkata," aku memilih ini, sambil memikirkan gambaran Sutradara Chen. Sebelumnya aku pernah melihat film garapan sutradara Chen dengan latar belakang Shanghai 1920, dan aku yakin film ini sedikit tidak jauh berbeda. Dan Xu Ling, dengan perannya sebagai pemuda berumur 25 tahun, yang saat itu tiba tiba harus meneruskan usaha ayahnya. Aku yakin, inilah kostum yang cocok dengannya."
Cen Wei sedikit tersenyum mendengarnya.
Lalu Xiang Wan menatap Yi En.
Beberapa menit kemudian akhirnya ada senyuman di bibirnya.
Xiang Wan mengangguk," Ternyata meskipun kau selama ini tinggal di Jerman, tapi hatimu tetap disini."
Cen Wei tersenyum dan mengangguk.
Lalu Xiang Wan bertanya lagi," jika kau harus menangani salah 1 artis, artismu seorang yang sangat manja dan punya banyak keinginan. Dia sudah melakukan beberapa kali syuting dalam sehari. Dan tentunya dia akan lelah. Itu akan mempengaruhi tingkat stressnya. Dan tentunya itu akan mempengaruhi kesehatannya. Dia akan berubah menjadi lesu dan sedikit bosan. Apa yang akan kau lakukan padanya jika sebentar dia harus melakukan syuting lagi?"
Cen Wei mengerti siapa artis yang ia maksud, dia adalah Lin xiang.
Yi En menatap Xiang Wan.
Lalu beberapa saat kemudian, ada senyum dibibirnya dan dengan mata cerdik ia menjawab, " aku akan memberikan dia makanan yang mengandung gula dan sedikit rendah kalori. Aku akan menemani dia, dan membuat nya tidak bosan. Aku harus memberinya semangat sebagai managernya. Jika memang memungkinkan dia benar benar sangat lelah dan tidak dapat melanjutkan syuting. Aku sebagai manager harus mengenali kekuatannya. Aku akan memohon pada sutradara meski harus menerima makian dari sutradara. Karena..."
Xiang Wan menatap Yi en menunggu ia melanjutkan kata katanya.
Begitu juga Cen Wei.
Yi En berkata lagi sambil menatap mata Xiang Wan," karena seorang artis juga adalah manusia. Ia memiliki perasaan. Bukan seperti mesin pencetak uang yang harus terus bekerja. Begitulah seharusnya perusahaan menghargainya. "
Xiang Wan menatap Yi En.
Ia cukup terkejut dan mengakui Yi En.
Jawaban dan gagasan Yi En sangat mirip dengan pemikirannya.
...
...
Xiang Wan akhirnya mulai menunjukkan senyumannya.
Cen Wei melihat Wajah Xiang Wan.
Ia sedikit lega.
Lalu Yi En meminta ijin untuk ke toilet sebentar.
Yi En pun berdiri dan ia berjalan ke toilet.
Sementara itu Xiang Wan meneguk coffeenya
Dan Cen Wei tersenyum pada Xiang Wan," bagaimana menurutmu kak Xiang Wan?"
Xiang Wan meletakkan cangkir coffeenya.
Lalu ia mengangguk," lumayan. Dia gadis yang cerdik. Mirip sepertimu, tapi ia tidak licik sepertimu."
Cen Wei tertawa mendengarnya," kak Xiang Wan, kau harus tahu hatinya terlalu lembut untuk menjadi licik, tapi dia gadis yang tegas."
Xiang Wan terdiam. Ia sudah mulai tertarik dengan Yi En. Sama saat ia pertama kali bertemu dengan Xu Ling dan ingin menjadikannya artis yang sukses.
Lalu Xiang Wan berkata," aku akan melihatnya nanti."
Beberapa saat Yi En berjalan keluar dan hendak menuju meja Cen Wei dan Xiang Wan.
Tapi tiba tiba, ada seorang pelayan yang tidak hati hati menabraknya.
Sehingga baju nya terkena tumpahan coffee.
Pelayan itu begitu terkejut dan ketakutan. Ia meminta maaf berkali kali pada Yi En.
Bos pemilik Coffee itu melihatnya. Dan segera mendekati Yi En.
Ia memarahi pelayannya dan mengatakan akan memotong gajinya karena gelas yang pecah.
Lalu Yi En menarik nafas.
Ia teringat dulu, ia pernah seperti pelayan itu.
Lalu ia berkata pada pelayan itu," sudahlah. Tidak apa apa. "
Yi En menoleh pada bos pemilik itu," bos, jangan marah marah seperti itu. Tidak baik untuk kesehatanmu. Lagipula, dia tidak sengaja. Aku juga tidak melihatnya. Dan, jika kau memotong gaji nya, aku yang akan membayar gajinya."
Bos pemilik itu berkata," Yi en, jangan begitu. Kau seperti ini, aku jadi tidak enak padamu. Lagipula dia seorang pelayan. Dan ini adalah kesalahannya."
Yi En tersenyum," bos, aku juga pernah seperti dia. Kau suka sekali dulu memotong gajiku. Tapi... kau tetap baik padaku dan sebagai gantinya kau memberiku makan."
Pemilik coffee itu tersenyum mengangguk.
Lalu ia menoleh pada pelayannya" cepat ucapkan terima kasih."
Pelayan itu mengucapkan terima kasih dan meminta maaf.
Ia membersihkan baju Yi en.
Lalu Yi En berkata," tidak apa apa. "
Pelayan itu," tapi Nona, baju anda terkena kopi."
Yi En tersenyum, tiba tiba ia menali baju nya seperti pita dan terlihat terikat ketat hingga setengah perutnya.
Sehingga terlihat seperti fashion.
Cen Wei tersenyum melihatnya.
Xiang Wan melihatnya juga.
Akhirnya ia mulai sedikit tertarik pada Yi En.
Sambil Yi En menenangkan pelayan itu dan pemilik bos cafe coffee.
Cen Wei berkata pada Xiang Wan," dulu, sebelum aku bertemu kak Guan Xian dan bekerja di bar nya. kami pernah bekerja disini. Sebagai pelayan. Yi En dan aku sering kedapatan seperti yang terjadi oleh pelayan tadi. Hanya saja, para tamu kami dulu tidak ada yang sebaik Yi en. "
Cen Wei tersenyum sambil mengingat masa lalu saat ia dan Yi en menjadi pelayan.
Lalu ia menatap Xiang Wan," kami berdua memiliki impian dan cita cita. Karena itu, kami bekerja keras untuk meraihnya. Tidak mudah memang. Tapi aku bersyukur, ada dia yang menemaniku. Dan akhirnya, dia berhasil mendapat beasiswa untuk sekolah ke Jerman. Dan aku, bisa menyelesaikan kuliahku disini dan bertemu denganmu kak Xiang Wan."
Xiang Wang mendengarnya.
Ia lalu menarik nafas. Dan ia akhirnya tersenyum.
Saat Yi En kembali duduk.
Cen Wei menatap sahabatnya.
Dan berkata" kau terlihat...lebih sexy."
Yi En melirik sahabatnya dan ia tersenyum sambil menyenggol tangan sahabatnya.
Xiang Wan menatap Yi En.
Lalu ia tersenyum dan kali ini wajahnya sudah tidak terlihat acuh.
Lebih sedikit hangat tapi masih terlihat tegas.
Ia berkata," temui aku besok dikantor, datanglah bersama Wei Wei. Dan kau Wei Wei, kau akan mengajari apa saja job mu padanya. Dan selama itu, aku tetap akan mengawasi dan melihat kinerjamu."
Cen Wei tersenyum senang mendengarnya.
Dan Yi En tersenyum manis. Ia terlihat senang tapi tetap tenang.
Yi En mengangguk.
Cen Wei," kak Xiang Wan, kau tenanglah. Aku akan mendampinginya sampai ia mengerti. "
Xiang Wan," baiklah. "
Xiang Wan memasukkan ipadnya ke dalam tasnya.
Lalu ia mengangkat tangan kanannya di depan Yi En.
Yi En pun membalas dan mereka berjabatan tangan.
Xiang Wan tersenyum dan berkata," selamat bergabung di Qili Entertainment."
Yi En membalas dengan senyuman dan ia menjawab," terima kasih kau sudah memberiku kesempatan Nn Yao Xiang Wan."
Xiang Wan berkata," kau boleh memanggilku seperti Wei Wei memanggilku."
Cen Wei tersenyum senang.
Yi En menatap Xiang Wan lalu ia mengangguk" baiklah. Terima kasih kak Xiang Wan."
Xiang Wan mengangguk.
Lalu ia melepas tangannya.
Dan berkata," sampai jumpa besok."
Cen Wei," kak Xiang Wan terima kasih. aku akan segera menyusulmu ke kantor."
Xiang wan mengangguk. Tapi tiba tiba Xiang Wan menatap Yi En lalu berkata," sebenarnya ada yang ingin ku tanyakan 1 hal padamu Shen Yi En."
Yi En menatap Xiang Wan, begitu juga Cen wei.
Lalu Yi en," apa itu?"
Xiang Wan," kau sudah menyelesaikan kuliahmu di Jerman, bahkan kau sudah bekerja di perusahaan yang cukup terkenal disana. Kenapa kau mau kembali ke Shanghai dan memulai dari awal lagi? Tentunya bukan hanya karena bersedia menuruti dan merindukan sahabatmu bukan?"
Cen Wei ," kak Xiang Wan..."
Yi En tersenyum.
Ia terdiam sebentar.
Xiang Wan tersenyum.
Xiang Wan," baiklah. Sampai jumpa."
Saat berjalan pergi, Xiang Wan tersenyum.
Ia terlihat senang dan tenang setelah bertemu Yi En pengganti Cen Wei.
Cen Wei menoleh pada sahabatnya.
Dan ia memeluk sahabatnya.
Setelah itu Yi En berkata" kau sudah bisa lega sekarang. "
Cen Wei ," kau mengerti sekali pikiranku Yi En."
Yi En tertawa kecil.
Mereka makan siang di cafe itu sambil berbincang cukup lama.
Lalu Cen Wei mengantar Yi En pulang di apartemennya.
Yi En melihat apartemen Cen wei.
Lalu ia mengangguk," Wei Wei tidak sia sia selama ini kau bekerja dengan keras."
Cen Wei tertawa kecil.
Lalu ia berkata," mulai sekarang anggap ini juga rumahmu. Aku sudah membersihkan kamarmu dan menyiapkannya. Di kulkas aku sudah belanja sayur dan banyak makanan. Kau bisa memasak untukku."
Yi En menatap sahabatnya," kau benar benar tidak mau rugi."
Wei Wei tertawa, lalu ia merangkul sahabatnya.
Dan berkata," bukankah kau sudah terbiasa."
Yi En tersenyum dan mengangguk.
Yi En ," Kau kembalilah bekerja. Aku akan membereskan apartemenmu ini. Dan akan masak untukmu."
Wei Wei," baiklah. Istirahatlah sebelum besok kau mulai bekerja."
Lalu Wei Wei pun pergi.
Yi En melihat sekitarnya.
Lalu ia berjalan melihat lihat setiap ruangan apartemen sahabatnya itu.
Ia tersenyum melihat foto foto saat ia dulu bersama sahabatnya itu.
Lalu ia terpaku melihat topi baseball di dekat foto foto mereka.
Ia teringat saat dulu masih SMA.
[Pertandingan baseball antar Sekolah.
Ia dan Wei Wei memberi semangat untuk team sekolahnya. Dan seorang laki laki bersiap memukul bola.
Ia menoleh ke penonton.
Lalu ia terpaku melihat Yi En dan tersenyum pada Yi En.
Yi En pun tersenyum dan mengangguk.]
Yi En pun tersadar, ia menarik nafas.
Lalu ia segera membawa kopernya dan ia meletakkan ke kamarnya.
Ia mulai berberes.
Dan setelah itu memasak.
Xiang Wan tidak segera kembali ke kantor.
Ia mengunjungi Xu Ling di tempat syuting.
Ia melihat beberapa adegan saat Xu ling syuting.
Sutradara terus memujinya.
Xiang Wan ikut bangga melihatnya.
Lalu ia kembali ke kantor.
Saat hendak duduk, Lin Xiang datang bersama Zhou Nan.
Lin Xiang," kak Xiang Wan, aku tidak mengganggumu bukan?"
Xiang Wan tersenyum, lalu ia berdiri dan berjalan menuju sofanya sambil berkata," tentu saja tidak. Duduklah."
Lin Xiang segera duduk di sofa.
Ia mulai sedikit bermanja dengan Xiang wan.
Xiang Wan menoleh ke Zhou Nan," Zhou Nan, kau keluar saja tidak apa apa."
Zhou Nan," baiklah kak Xiang Wan."
Setelah Zhou Nan keluar.
Xiang wan berkata pada Lin Xiang," baiklah, Lin Xiang, ada apa kau ingin menemuiku sampai kau datang ke kantor?"
Lin Xiang menatap Xiang Wan.
Lalu ia menampakkan wajah manjanya. Dan berkata," kak Xiang Wan, aku dengar ada film garapan sutradara Chen , produksi Star TV. Kakak Xiang, aku ingin jadi pemeran utama wanitanya."
Lin Xiang mendekat ke Xiang Wan, dan memegang lengan Xiang Wan sambil merajuk.
Xiang Wan menatap LinXiang dan sedikit tersenyum.
Ia berkata," kau yakin? Bukankah kau bilang kau ingin istirahat dulu setelah selesai syuting kemarin?"
Lin xiang," kak Xiang Wan, aku baru sadar, selama beberapa hari ini aku bosan. Jadi aku mohon, jadikan aku pemeran utama wanitanya. Aku mohon kak."
Xiang Wan menarik nafas.
Lalu ia berkata," aku sudah menemui sutradara Jin di star tv, dan dia menyetujui kau sebagai pemeran utama wanitanya.'
Wajah LinXiang berubah begitu ceria setelah mendengarnya.
Ia berkata," benarkah?! "
Xiang Wan tersenyum dan mengangguk.
LinXiang," terima kasih kak Xiang Wan."
LinXiang memeluk Xiang Wan.
Lalu Xiang Wan berkata" baiklah baiklah. Tapi ingat, kau harus bisa mengesampingkan perasaanmu. Aku tahu, kenapa kau begitu ingin memerankan sebagai pemeran utama wanita di film itu, karena lawan main mu adalah Luo Feng."
Lin Xiang terdiam.
Xiang Wan," aku mengerti maksudmu. Kau masih saja tidak bisa melepaskan Luo Feng setelah ia ingin berpisah denganmu. Kali ini, kau harus bisa menjaga perasaanmu LinXiang."
Lin Xiang," baiklah kak. Aku mengerti. "
Xiang Wan tersenyum.
Setelah Lin Xiang pergi.
Xiang Wan lalu melanjutkan pekerjaannya.
Beberapa saat, Cen Wei mengetuk pintu ruangannya.
Lalu Cen Wei masuk dan duduk di depan meja kerja Xiang Wan, sambil ia meletakkan cup coffee di meja Xiang wan.
Cen Wei,"coffee latte setiap hari untuk kak Xiang wan."
Xiang Wan tersenyum," ternyata kau ingat. Terima kasih."
Cen Wei," kak Xiang Wan, minggu depan adalah malam penghargaan. Aku ingin membicarakan denganmu mengenai desain gaun untuk LinXiang dan kemeja untuk Xu Ling."
Xiang Wan terdiam sebentar.
Lalu ia berkata,"serahkan pada Shen Yi En. Tapi, kau tetap mendampinginya. Dan aku ingin dia tetap menjadi asistenku selain David dan Judy. Setelah ini, aku akan sedikit mencurahkan perhatianku pada Lin xiang dan Xu Ling. Ada 2 artis lama yang ingin aku promosikan lagi. Jadi, biarkan Shen Yi En lebih membantuku."
...
...
Cen Wei menatap Xiang Wan.
Xiang Wan," kenapa kau menatapku seperti itu?"
Cen Wei," kakak Besar. Shen Yi En belum juga mulai masuk bekerja. Kau sudah mempercayai beberapa pekerjaan padanya. Sepertinya, kau sudah tertarik dan mengakuinya."
Xiang Wan menatap Cen Wei dan ia tersenyum.
Ia menjawab," justru dengan begitu aku bisa menilai pekerjaannya."
Cen Wei mengangguk, " baiklah. "
Xiang Wan", dan setelah ini, Lin xiang akan mulai syuting kembali. Garapan sutradara Chen lagi, diproduksi oleh Star TV. Aku akan memberikan naskahnya. Pelajarilah dan berikan juga pada Yi En. "
Cen Wei ," cepat sekali kau mendapatkan job untuk Lin Xiang kak.
Baru saja dia beristirahat setelah menyelesaikan syutingnya beberapa minggu lalu."
Xiang Wan menghela nafas.
Lalu ia berkata, " selama Lin xiang masih kuat, aku akan terus mempromosikannya. Setelah 2 sampai 3 tahun lagi, dia yang akan meneruskan sendiri usahanya. Aku hanya membangun fondasi untuknya. Begitu juga Xu Ling."
Cen Wei mengangguk.
Xiang Wan," hanya saja, aku akan tetap memonitor kekuatan mereka. "
Cen Wei tersenyum.
Lalu ia berkata," kakak Besar, hanya kau manager artis yang memikirkan artisnya sampai seperti itu. Selain kau membangun kualitas, kau juga tetap memikirkan kondisi mereka. "
Xiang Wan terdiam.
Lalu ia berkata," dalam hidup ini, kita harus memposisikan diri kita seperti orang lain ada posisi kita. Memanusiakan manusia. "
Cen Wei menatap Xiang wan.
Ia mengangguk setuju. Ia pernah mendengar kata kata ini dari sahabatnya.
Malam itu Cen Wei pulang dan tidak lembur di kantornya.
Karena ia tahu sahabatnya pasti sudah menungguinya.
Sampainya di apartemennya.
Seluruh ruangan apartemennya terlihat begitu rapi.
Lalu ia berjalan ke meja makan dekat dapurnya.
Sudah siap beberapa masakan.
Yi En berjalan keluar dari kamarnya.
Sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Yi En," Wei Wei, kau sudah pulang."
Cen Wei," Yi En, ketika aku masuk kemari. Aku pikir aku salah masuk. "
...
...
Yi En tertawa kecil.
Lalu ia duduk di kursi meja makan.
Dan ia berkata," bilang saja kau terharu. "
Cen Wei ikut duduk berhadapan.
Lalu ia berkata," aku sungguh sungguh terharu. "
Yi En tersenyum," sudahlah. Ayo kita makan. Aku sudah lapar menunggumu."
Cen Wei tersenyum," aku juga sudah sangat lapar. Aku sengaja pulang cepat. "
Yi En membantu menuangkan kuah dan pangsit ke mangkuk sahabatnya.
Lalu mereka pun makan.
Cen Wei," sudah lama sekali rasanya aku tidak makan sup pangsit buatanmu. "
Yi En tersenyum.
Cen Wei," jika tidak ada kau, aku tidak akan makan seenak ini. Hidupku mulai sekarang sudah terpelihara."
Yi En tertawa mendengarnya," Wei Wei, kau benar benar kasihan sekali. "
Cen Wei mengangguk membenarkan," aku sangat menyayangimu Yi En."
Yi En tersenyum geli mendengarnya.
Malam itu mereka berbincang lama di tempat tidur.
Akhirnya setelah beberapa tahun mereka kembali berkumpul.
...
...
Xiang Wan, sebelum pulang.
Ia mengunjungi bar sahabatnya, Guan Xian.
Xiang Wan duduk di kursi bar.
Lalu sahabatnya tersenyum melihatnya.
Xiang Wan," berikan aku minuman bersoda saja."
Guan Xian," baiklah."
Lalu beberapa saat ia memberikan minuman bersoda ke sahabatnya.
Sambil berkata," sepertinya, beberapa urusan pekerjaan lancar hari hari ini."
Xiang Wan tersenyum.
Lalu mereka masing masing mengangkat gelas mereka dan cheers.
Setelah menegak minumannya, Xiang Wan berkata," Wei Wei akan benar benar mengundurkan diri."
Guan Xian," akhirnya keputusannya sudah bulat. Lalu kau melepaskannya?"
Xiang Wan mengangguk.
Dan berkata," kau tahu bukan, Qi Lei memohon padaku juga untuk melepaskan Wei Wei. Jika bukan karena Qi Lei yang memintanya, aku tetap akan bersikeras menahannya."
Guan Xian tersenyum.
Lalu ia berkata," lalu... siapa penggantinya ? Bukankah kau masih punya 2 asisten. "
Xiang Wan terdiam.
Ia menatap Guan Xian.
Dan menjawab," Wei Wei membawa sahabatnya untuk menggantikannya."
Guan Xian," sahabatnya?..."
Ia menatap Xiang Wan.
Lalu ia berkata," mungkinkah Shen Yi En?"
Xiang Wan mengangguk," kau juga mengenalnya?"
Guan Xian mengangguk dan berkata," beberapa bulan Wei Wei dan Yi En sempat membantuku disini. Setelah itu Yi En mendapat beasiswa dan kuliah di Jerman. "
Xiang Wan mendengarnya.
Guan Xian," akhirnya, dia kembali."
Guan Xian tersenyum dan meminum winenya.
Xiang Wan," mereka berdua memang sudah bersahabat lama?"
Guan Xian mengangguk.
Xiang Wan," tunggu Yi en pernah juga membantu mu disini. Kenapa dulu aku tidak pernah bertemu dengannya."
Guan Xian mengingat ingat kejadian masa lalu.
Lalu ia berkata," mungkin, kalian pernah sesekali bertemu tapi kau saja tidak menyadarinya.
Aku juga tidak ingat. Lagipula, Yi En hanya beberapa bulan saja disini membantuku. Meski begitu... mereka adalah gadis gadis yang tegar dan mau bekerja keras."
Xiang Wan terdiam.
Memang ia bisa melihatnya selama ini bekerja dengan Cen Wei.
Guan Xian terdiam.
Ia teringat kejadian masa lalu yang menimpa Yi En.
Guan Xian menarik nafas dan berkata," aku kira, dia tidak akan kembali lagi setelah kejadian itu. Aku tidak sabar bertemu dengannya lagi."
Xiang Wan mendengar perkataan sahabatnya.
Lalu ia berkata," sepertinya kau sangat mengenalinya."
Guan Xian terdiam.
Ia berkata," Shen Yi En, gadis itu pernah melewati masa lalu yang sangat menyakitkan baginya."
Xiang Wan menatap Guan Xian.
Guan Xian," tidak jauh berbeda denganmu."
Xiang Wan tersenyum ," setiap orang pasti punya masa lalu, entah itu menyakitkan atau tidak."
Guan Xian mengangguk.
Lalu ia meneguk winenya lagi.
Dan mereka menikmati lagu yang dibawakan oleh Guan Qian penyanyi di bar milik Guan Xian sekaligus bekerja sebagai waitress dan adik Guan Xian .