
Pagi itu, Zhu He hendak bersiap siap ke boutiqnya.
Ia berhenti sebentar di depan rak kayu.
Dan ia melihat sebuah foto, lalu ia teringat.
[ Hari itu, ia mengunjungi villa kakaknya,
Zhu Yue.
Sudah beberapa bulan kakaknya jatuh sakit dan ia harus istirahat di desa.
Zhu Yue sedang berbaring di tempat tidur saat ia datang.
Zhu Yue," Zhu He, kau datang."
Zhu He tersenyum lembut pada kakaknya.
Dan ia menjawab," tentu saja aku rindu padamu. Sudah hampir sebulan kau disini dan kita tidak bertemu."
Zhu Yue tersenyum.
Zhu He," aku membawakan soup ayam kesukaanmu. "
Zhu Yue mengangguk," Terima kasih."
Beberapa saat Zhu He membantu menyuapi kakaknya makan soup ayam.
Zhu Yue tersenyum dan berkata," aku selalu menyukai soup ayam buatanmu . "
Zhu He ," aku akan sering buatkan untukmu nanti. "
Zhu Yue menatap adiknya.
Beberapa saat Xiao Qing datang.
Xiao Qing mendekati bibinya dan berkata," bibi kau kemari. Aku rindu padamu Bi."
Zhu He tersenyum dan memeluk keponakannya.
Ia berkata," bibi juga rindu pada keponakan bibi. Oya, bibi membawakan coklat kesukaanmu dan kakakmu. Nanti makanlah bersama kakakmu."
Xiang Wan datang dan mendekati adiknya.
Xiao Qing senang sekali , " terima kasih bi."
Xiang Wan tersenyum dan berkata juga," terima kasih bi ."
Zhu He tersenyum mengangguk.
Zhu Yue melihat putri putri mereka dan berkata," Zhu he, kau selalu saja memanjakan mereka."
Zhu He," tentu saja aku akan terus memanjakan mereka. Aku sangat menyayangi mereka."
Zhu Yue," Xiang wan, Xiao qing, kalian diluar sebentar. Ibu ingin bicara dengan bibi kalian."
Xiang Wan dan Xiao Qing saling berpandangan.
Xiang wan ," baiklah."
Lalu Xiang Wan menggandeng adiknya keluar.
Zhu Yue menatap adiknya.
Ia memegang tangan adiknya.
Dan ia berkata," Zhu He, aku ingin meminta bantuanmu untuk menjaga Xiang Wan dan Xiao Qing."
Zhu He menatap kakaknya.
Ia terkejut mendengarnya, seakan kakaknya ingin menyerahkan putri putrinya kepadanya dan hendak pergi jauh.
Zhu He," kakak kau ini bicara apa? Kau yang seharusnya menjaga putri putrimu. Kau akan melihat mereka tumbuh besar. "
Zhu Yue menggelengkan kepalanya.
Ia berkata," aku tahu penyakitku. Dan... badanku akhir akhir ini terasa sangat melelahkan. "
Zhu He meneteskan air matanya
Zhu Yue,"kakak mohon ."
Zhu He akhirnya menganggukkan kepalanya.
Zhu Yue tersenyum lega.
Zhu He menatap kakaknya.
Ia melihat wajah kakaknyasudah terlihat pucat.
Ia begitu sedih melihatnya.]
...
...
Zhu He menghela nafas panjang.
Lalu ia berjalan keluar rumah dan masuk ke mobilnya.
Akhirnya Syuting film "aku rindu" sudah dimulai.
Hari pertama syuting, Lin Xiang menunjukkan kehebatan syutingnya.
Ia sudah berhasil melewati beberapa adegan syuting hari itu.
Xiang Wan tentu saja menemaninya terus.
...
...
Yi En dan Wei Wei sibuk membantu kostum dan merias Lin Xiang. Meski sebenarnya sudah ada penata rias.
Xiang Wan puas dengan hari pertama syuting.
Lin Xiang sudah bersikap baik dan berusaha biasa di depan Luo Feng.
Sutradara Chen pun terus memuji Kehebatan Lin Xiang di depan Xiang Wan.
Yi En sedang ada di truck bersama Wei Wei.
Sambil ia membereskan beberapa kostum.
Ia berkata pada Wei Wei," aku bertemu dengan Lu Chun kemarin di depan apartemen. Dia... pindah di depan apartemenmu. "
Wei Wei terkejut mendengarnya.
Ia menoleh ke Yi En.
Dan berkata," Lu Chun pindah di depan apartemenku?!"
Yi En menatap sahabatnya dan berkata," kau yang memberitahu Lu Chun kalau aku tinggal di apartemenmu?"
...
...
Wei Wei membelalakan matanya.
Ia menjawab," untuk apa aku memberitahunya?"
...
...
Yi En masih menatap sahabatnya seakan ia tidak percaya.
Yi En berkata lagi," begitu banyak apartemen di tempat lain. Tapi ia memilih tepat didepan apartemenmu."
Wei Wei," kau benar benar tidak mempercayaiku? Aku ini sahabatmu Yi En. "
Yi En menarik nafas.
Tanpa diduga, Xiang Wan tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka.
Lalu ia pun masuk ke dalam truck.
Dan ia berkata," aku yakin Lu Chun menyelidikimu, mudah baginya untuk melakukannya. Dan... itu artinya ia ingin mendekatimu lagi, Yi En."
Yi En dan Wei Wei menoleh.
Yi En,"kak Xiang Wan..."
Xiang Wan lalu duduk.
Yi En lalu melanjutkan lagi membereskan kostum kostum dan sengaja mengalihkan pembicaraan.
Wei Wei," kau mau aku menemuinya dan mengusirnya?"
Yi En mengangguk," lakukanlah."
Xiang Wan tersenyum mendengarnya.
Beberapa saat ada pesan masuk di handphone Xiang Wan.
Ia membukanya, dan itu adalah Mo Bei.
Mo Bei memberi kabar, sore ini ia mengatur pertemuan dengan sutradara Gao dengan mengajaknya makan malam di tempat kesukaan sutradara Gao.
Ia akan menjemput Xiang Wan sore ini.
Xiang Wan terdiam sebentar.
Lalu akhirnya ia membalas pesan Mo Bei.
Ia akan menunggu di kantor Qili, jika Mo Bei akan menjemputnya nanti.
Mo Bei yang ada di ruang kerjanya.
Ia melihat balasan pesan Xiang wan.
Ia segera membukanya.
Sebentar kemudian ia tersenyum.
Beberapa saat Wei Wei keluar sebentar untuk mengambil sesuatu di mobilnya.
Xiang Wan yang ada di dalam truck bersama Yi En.
Ia berkata," Yi En. Aku bisa memahami bagaimana perasaanmu setelah kau berusaha untuk melupakan Lu Chun, tapi akhirnya kau harus bertemu lagi dengannya."
Yi En menghentikan kesibukannya.
Tapi ia masih terdiam.
Xiang Wan berkata lagi," aku tahu tidak mudah. Kau sudah mulai terbiasa dengan hidupmu. Tapi ia harus muncul lagi. Yi En, kau harus menghadapinya. Mau tidak mau."
Yi En menoleh dan menatap Xiang Wan.
Xiang wan," aku pun sedang mengalaminya. "
Yi En," kak Xiang Wan..."
Xiang Wan berdiri dan mendekati Yi En.
Ia menatap Yi En dan berkata," aku yakin kau pasti bisa juga."
Sambil ia menepuk pundak Yi En.
Yi En terdiam, dan ia menunduk.
Xiang Wan menarik nafas dan ia tersenyum.
Hari hampir sore.
Syuting pun sudah hampir selesai.
Dan Sutradara Chen mengumumkan akan melanjutkan besok lagi syuting untuk adegan berikutnya.
...
...
Mereka sudah cukup banyak mengambil adegan hari itu, dan sutradara Chen sudah puas untuk hari pertama.
...
...
Xiang Wan mengucapkan terima kasih pada Sutradara Chen.
Diikuti Lin xiang.
Lalu mereka kembali ke truck.
Saat berjalan melewati Luo feng dan Hao Mai.
Lin Xiang tetap diam dan hanya terus berjalan.
Luo Feng akhirnya mulai sedikit penasaran pada Lin Xiang.
Ia terus menatap Lin Xiang berjalan hingga masuk ke trucknya.
Lin Xiang yang sudah masuk ke dalam.
Ia begitu senang berhasil membuat Luo Fen terus melihat kearahnya.
Xiang wan tersenyum melihatnya.
Xiang Wan ," kau sangat hebat hari ini. Terus tingkatkan kemampuanmu Lin xiang."
Lin Xiang mengangguk senang," terima kasih kak Xiang wan."
Lalu Lin Xiang menoleh pada Wei Wei dan Yi En.
Ia berkata," aku juga sangat senang dengan kostumku hari ini, aku sangat menyukainya. Terima kasih kak Wei Wei dan kak Yi En."
Wei Wei dan Yi En tersenyum mengangguk.
Wei Wei," kau terlihat sangat cantik tadi. Aku sangat menyukaimu adegan adeganmu saat kau menatap lawan mainmu. "
Yi En mengangguk," dan kau sangat menjiwainya. "
Zhou Nan membawakan beberapa hadiah untuk Lin xiang dari beberapa penggemarnya yang datang di lokasi syuting.
Lin Xiang tersenyum melihatnya.
Lalu Yi en memberikan minuman jus yang akhir akhir ini sangat populer.
Yi En," ini untuk mu Lin Xiang. Minumlah jus ini. Aku sudah lihat ini rendah kalori."
Lin Xiang menerimanya dan berkata," aku tahu, minuman ini sedang populer akhir akhir ini. Aku baru tahu ini rendah kalori."
Yi En mengangguk tersenyum.
Lin Xiang," terima kasih kak Yi En."
Wei Wei," wah Yi En, kau tidak membelikan untukku?"
Yi En tersenyum sambil menatap ke meja.
Ada beberapa minuman yang sama di meja.
Xiang Wan tersenyum.
Lalu ia berkata," baiklah. Lin Xiang, kau harus istirahat cukup hari ini. Zhou Nan antarlah Lin Xiang untuk segera pulang. Besok pagi kita lanjutkan lagi syuting disini. "
Lin Xiang mengangguk.
Lalu ia meminum jus yang diberikan Yi En.
Zhou Nan," baik kak Xiang Wan."
Xiang Wan menoleh pada Yi En dan Wei Wei, " kalian juga pulanglah. Terima Kasih untuk hari ini."
Yi En dan Wei Wei mengangguk.
Wei wei," kami harus kembali ke kantor dulu untuk mengembalikan beberapa barang."
Lalu Xiang Wan mengambil minuman jus yang ada dimeja.
Dan berkata," Yi En. Terima kasih."
Sambil ia menunjukan minuman itu.
Yi En tersenyum.
Lalu Xiang Wan berjalan keluar dari truck dan pergi dengan mobilnya.
Diikuti Wei Wei dan Yi En.
Ia menuju ke kantornya.
Lalu ia duduk di ruang kerjanya.
Ia mengeluarkan beberapa lipstik di meja kerjanya.
Lalu ia mengambil baju putih di lemari biasa ia menyimpan beberapa baju jika harus berganti baju di kantornya.
Setelah itu ia mengunci pintu ruang kerjanya. Dan menutup jendelanya.
Lalu ia berganti pakaian.
Ia duduk dikursinya.
Sambil ia sibuk memilih lipstik.
Beberapa saat Wei Wei dan Yi En sampai dikantor.
Mereka mengembalikan beberapa barang dan kostum.
Telp di meja kerja Wei Wei berbunyi.
Yi En mengangkatnya.
Ternyata Xiang Wan, ia meminta tolong Yi En atau Wei Wei ke ruangannya.
Yi En memandang Wei Wei.
Wei Wei," kenapa? Siapa yang menelepon?"
Yi En," kak Xiang Wan, dia meminta aku atau kau ke ruangannya sekarang."
Wei Wei," kau saja yang ke sana. Aku masih harus ke ruangan kostum."
Yi En," baiklah."
Lalu Yi En berjalan ke ruangan Xiang wan.
Setelah ia mengetuk pintu, ia pun masuk.
Ia mendekati Xiang Wan.
Ia melihat Xiang Wan bingung memilih lipstik yang ada cukup banyak di mejanya.
Yi En," kak Xiang wan, kau memanggilku? "
Xiang wan mengangguk.
Tapi ia masih diam.
Yi En," untuk apa lipstik lipstik itu kak?"
Xiang Wan menatap Yi en," tolong aku, pilihkan salah satu lipstik yang cocok untukku sekarang."
Yi En melihat Xiang wan.
Ia cukup bingung, tidak seperti kak Xiang Wan yang biasanya.
Akhirnya Yi En lebih mendekat. Dan ia mulai membuka beberapa tutup lipstik.
Sambil sesekali ia melihat Xiang wan dan baju yang ia kenakan.
Yi En," kak Xiang Wan, aku rasa ini pasti cocok denganmu. Kau hendak menghadiri sebuah acara makan malam? "
Xiang Wan ," bagaimana kau bisa tahu?"
Yi En tersenyum," aku hanya menebak saja. "
Xiang wan tersenyum dengan jawaban Yi En.
Lalù ia melihat warna lipstik pilihan Yi En.
Akhirnya ia pun yakin dengan pilihan Yi En.
Dan Xiang wan memakainya.
Yi en berkata," kak Xiang Wan, kau tahu apa arti warna yang kau pakai itu?"
Xiang Wan menoleh dan berkata," aku hanya tahu warna merah terang yang biasa kupakai. "
Yi En tersenyum," warna merah maroon ini, punya arti memukau dan percaya diri. Tapi sebenarnya semua warna lipstik pilihan kita, itu yang selalu membuat kita percaya diri. "
Xiang Wan tersenyum mendengarnya.
Lalu ia berkata," baiklah. Terima kasih. Kau boleh kembali."
Yi En mengangguk.
Lalu Yi En membalikkan badan dan hendak berjalan.
Tapi tiba tiba ia menoleh lagi dan berkata," oya, aku lupa. Merah maroon, bisa juga berarti, hendak bertemu orang yang spesial."
Xiang Wan menatap Yi En.
Lalu tiba tiba ia sedikit salah tingkah.
Dan ia berkata," apa maksudmu?..."
Yi En tersenyum.
Lalu ia berjalan keluar.
Xiang Wan tersenyum , dan berkata pelan," dia sudah berani menggodaku."
Beberapa saat Xiang Wan pun meninggalkan ruangannya.
Ia berjalan keluar.
Dan menunggu di loby.
...
...
Mo Bei sudah menunggunya di luar.
Mo Bei berjalan dan membukakan pintu mobilnya untuk Xiang Wan.
Lalu setelah itu ia masuk ke mobilnya.
Ternyata, Yi En sempat melihat mereka saat ia hendak berjalan keluar untuk ke parkiran mobil, karena Wei Wei sudah menungguinya di mobil.
Yi En tersenyum saat melihatnya.
Xiang Wan yang sedang bersama Mo Bei di perjalanan.
Xiang Wan," aku belum sempat menyiapkan sesuatu untuk sutradara Gao."
Mo Bei," tenang saja. Aku sudah menyiapkannya. Dia sangat suka White Wine. Aku sudah membelikan kesukaannya. Kau hanya perlu duduk dan menemani makan. Dan pada kesempatan yang tepat, baru kau berbicara intinya padanya."
Xiang Wan menoleh menatap Mo Bei.
Mo Bei yang menyetir dan menatap jalan di depan.
Ia menyadarinya, lalu sesekali ia menoleh pada Xiang wan, sambil berkata," kenapa kau menatapku?"
Xiang Wan," kenapa kau melakukan semua ini?... apa ini sebagian dari salah satu permintaan maafmu atas kesalahanmu?"
Mo Bei tersenyum.
Lalu beberapa saat ia berkata," jika memang dengan cara ini, bisa mengurangi kesalahanku. Aku akan melakukannya untukmu hingga selesai. "
Xiang Wan tersenyum, lalu ia menatap ke depan.
Dan berkata," kita lihat nanti. "
Mo Bei masih tersenyum mendengarnya.
Saat acara makan malam.
Sutradara Gao terlihat begitu senang.
Ia memang sangat menyukai restoran pilihan Mo Bei itu. Dari dulu, ia suka sekali menikmati di restoran itu.
Ditambah, saat Mo Bei meminta Xiang Wan memberikan White Wine pada Sutradara Gao.
Sutradara Gao begitu gembira menerima White Wine dari Xiang Wan.
Setelah beberapa saat menikmati makan malamnya.
Lalu Sutradara Gao membuka White Wine itu.
Dan menuangkannya untuk Mo Bei , Xiang wan dan untuknya.
Xiang Wan," Sutradara Gao, biarkan aku yang mewakili Tuan Mo Bei untuk minum wine nya."
Sutradara Gao menatap Xiang Wan dan Mo Bei.
Ia sedikit terkejut.
Lalu Mo Bei berkata," tidak apa apa. Sudah lama aku tidak menemani Sutradara Gao minum white wine. Malam ini aku akan meminumnya."
...
...
Xiang wan menoleh pada Mo Bei, ia sedikit mengerutkan keningnya dan berkata, " tapi Mo Bei..."
Sutradara Gao tertawa, dan ia berkata," sepertinya, Nona Yao begitu memperhatikanmu Xiao Bei."
...
...
Xiang Wan terkejut, ia menoleh pada Sutradara Gao, ia sedikit tidak terima dengan kata kata Sutradara Gao.
Sutradara Gao tertawa melihat wajah Xiang Wan.
Akhirnya mereka pun bersulang.
Dan Mo Bei tetap menemani Sutradara Gao minum .
Tiba tiba Sutradara Gao berkata," baiklah. Pasti ada yang ingin kalian bicarakan. Katakanlah. Lagipula aku sedang sangat gembira, sudah lama Xiao Bei tidak menemaniku minum."
Xiang Wan menatap Mo Bei.
Lalu Mo Bei menganggukkan kepalanya.
Xiang Wan akhirnya berkata," Sutradara Gao. Aku mewakili Qili, sangat berterima kasih padamu, karena kau sudah memilih Xu Ling dan Lin Xiang untuk menjadi pemain utama film Biografi Tuan Yu Xiang."
Sutradara Gao mengangguk sambil tersenyum dan ia menjawab," aku memang sangat menyukai mereka. Mereka berdua memang berbakat. Aku sudah melihat akting mereka di beberapa film."
Xiang Wan mengangguk.
Lalu ia berkata," sebagai rasa terima kasih kami. Qili Entertainment bermaksud ingin memproduksi film Biografi Tuan YuXiang."
Sutradara Gao terkejut mendengarnya.
Ia menoleh dan menatap Xiang Wan.
Sutradara Gao mengangkat satu jarinya, dan ia berkata," kau benar benar lihai."
Xiang Wan dan Mo Bei menatap Sutradara Gao.
Lalu Sutradara Gao Berkata lagi," kata katamu benar benar cerdik Nona Yao. Seharusnya, Qili sudah tahu, bahwa TVB statiun yang akan memproduksinya. "
Xiang Wan mengangguk.
Ia menjawab," benar kami sudah tahu. Tapi... kami masih punya kesempatan, selama syuting belum berjalan. Lagipula, jika Qili yang memproduksinya. Tentu saja ini akan mempererat hubungan. Dan ke depannya, Lin Xiang dan Xu ling akan bisa belajar banyak dibawah bimbingan anda, sutradara Gao."
Sutradara Gao tertawa mendengarnya.
Lalu ia mengangguk.
Dan berkata," baiklah. Aku tidak bisa melawan kecerdikanmu Nona Yao."
Xiang Wan tersenyum.
Sutradara Gao lalu berkata lagi," tapi, aku sudah terlanjur melakukan tanda tangan kerjasama dengan TVB statiun. Lagipula, Direktur Xu adalah sahabatku. Apakah Qili bisa mengalihkan hak ciptanya?"
Xiang Wan menoleh pada Mo Bei.
Lalu Mo Bei tersenyum dan berkata," soal itu. Aku akan membantu. "
Sutradara Gao tersenyum, dan ia berkata," Nona Yao, kau beruntung memiliki Xiao Bei. Baiklah, mari kita bersulang lagi."
Xiang Wan menatap Sutradara Gao.
Ia sedikit salah tingkah lagi.
Sambil ia menatap Mo Bei.
Mo Bei hanya tersenyum lembut padanya.
Malam itu, Xiang Wan yang menyetir mobil Mo Bei.
Lalu mengantarnya pulang.
Sampai di apartemen Mo Bei.
Ia membantu Mo Bei hingga masuk.
Dan membiarkan Mo Bei duduk di sofa.
Lalu ia berkata," kenapa kau tetap minum banyak, seharusnya sudah cukup 1 gelas saja. Kau tahu, kau ini punya alergi. "
Mo Bei," tidak apa apa. Lagipula aku sudah sangat lama tidak minum dan aku juga punya obat alergi."
Xiang Wan mengerutkan keningnya.
Lalu ia bertanya," dimana obat alergimu?"
Mo Bei," ada di lemari laci dekat dapur."
Xiang Wan segera mencarinya.
Setelah menemukan obatnya.
Ia mengambil segelas air minum. Dan ia segera memberikan pada Mo Bei.
Setelah meminum obatnya.
Ia membantu Mo Bei berbaring di sofa.
Lalu ia mengambil selimut dan ia pakaikan ke Mo Bei.
Mo Bei yang masih mabuk dan alerginya kambuh.
Ia tersenyum dan berkata," jika harus minum wine dan alergi ku kambuh. Aku tidak apa apa. Aku senang. Sangat senang. Karena itu membuatku bisa dekat denganmu lagi. Xiang Wan."
Xiang Wan mendengarnya.
Ia terdiam.
Lalu ia berkata," kau... bodoh sekali."
Mo Bei tersenyum dan mengangguk.
Ia masih bisa menjawab," aku memang bodoh. Aku bodoh, sudah kehilanganmu selama ini. "
Xiang Wan menatap Mo Bei.
Ia menarik nafas.
Cukup lama ia menunggui Mo Bei.
Lalu setelah itu ia pergi.
Keesokan paginya.
Xiang Wan turun dari kamarnya dan menuju ruang makan.
Bibinya sudah sibuk menyiapkan sarapan.
Xiang Wan duduk di kursi.
Zhu He melihatnya, sambil ia memberikan segelas jus pada Xiang Wan.
Ia berkata," kau ingat pulang?"
Xiang Wan tersenyum mendengarnya.
Ia mengangguk dan berkata," tentu saja. Aku rindu pada bibi. Karena itu aku harus pulang."
Zhu He tersenyum.
Ia menjawab," syukurlah kau masih ingat bibi juga."
...
...
Xiang Wan menatap bibinya.
Lalu ia berkata," bibi..."
Zhu He," mampirlah ke boutiq bibi. Ada beberapa desain baju terbaru. Bibi ingin kau mencobanya."
Xiang Wan tersenyum," baiklah. "
Zhu He," Qi Lei, sepertinya sibuk sekali menyiapkan pembukaan kantornya. Pagi pagi sekali ia sudah berangkat."
Yu Jiang yang baru saja duduk.
Ia mendengar perkataan istrinya.
Lalu ia berkata," kelihatannya, nanti akan tambah lagi orang sibuk dirumah ini."
Zhu He," seharusnya aku yang berkata seperti itu."
Xiang Wan tersenyum mendengarnya.
Xiang Wan berkata," paman, sepertinya aku harus berangkat denganmu ke kantor. Semalam aku meninggalkan mobilku dikantor."
Zhu He," kau minum lagi semalam?"
Xiang Wan," tidak. Ada urusan kantor dan aku harus naik taksi. "
Yu Jiang menatap Xiang Wan.
Lalu ia mengangguk," baiklah. Tapi paman akan menurunkanmu di halte dekat kantor.'
Xiang Wan," paman begitu malu bersamaku?"
Zhu He tersenyum geli mendengarnya.
Mo Bei yang terbangun di apartemennya.
Ia masih merasa pusing.
Lalu ia menyadari, ia tertidur di sofa.
Ia mencoba mengingat kejadian semalam.
Ia ingat Xiang Wan mengantarnya pulang.
Hanya itu yang ia ingat.
... Zhu He...