
Xiang Wan dari kantor.
Ia menemui Guan Xian di bar.
Ada Xu Ling disana saat Guan Xian datang.
Xu Ling sedang membantu Guan Xian membersihkan beberapa gelas.
Xiang Wan yang baru datang, melihat mereka berdua.
Guan Xian tersenyum melihat kedatangan sahabatnya.
Xu Ling," kak Wan kau datang. "
Xiang Wan," aku harus mulai terbiasa melihat kalian berdua sekarang. "
Xu Ling dan Guan Xian tersenyum.
Guan Xian," kau sedang tidak sibuk sepertinya. "
Xiang Wan mengangguk," aku punya team sekarang. "
Xu Ling tersenyum dan berkata," aku suka mendengarnya. Kak Wan yang sekarang sudah tidak gila kerja seperti dulu. "
Guan Xian mengangguk membenarkan.
Lalu Xiang Wan duduk di depan mereka.
GuanXian," kau mau minum apa?"
Xiang Wan," minuman bersoda saja. "
Guan Xian mengangguk.
Xiang Wan," ada yang ingin aku ceritakan denganmu Guan Xian."
Xu Ling menatap mereka berdua.
Lalu ia berkata," baiklah, sepertinya waktuku untuk pergi. "
Guan Xian mengangguk.
Xu Ling ," nanti malam aku akan datang lagi. "
Guan Xian tersenyum.
Sedang Xiang Wan hanya menatap mereka berdua.
Ia masih belum terbiasa melihat kedekatan Xu Ling dan sahabatnya.
Rasanya masih tidak percaya.
Xu Ling tersenyum menatap Xiang Wan dan berkata," sampai jumpa kak Wan."
Xiang Wan hanya mengangguk menatap Xu Ling.
Lalu Xu Ling pergi.
Xiang Wan melihat Guan Xian.
Guan Xian lalu meletakkan minuman soda Xiang Wan di meja.
Dan ia berkata," kenapa kau menatapku seperti itu?"
Xiang Wan menggelengkan kepalanya dan berkata," aku masih belum percaya dengan kalian. "
Guan Xian hanya tersenyum.
Lalu Guan Xian berkata," baiklah, apa yang ingin kau ceritakan?"
Xiang Wan ," tunggu sebentar."
Ia masih minum minumannya.
Setelah menenggaknya.
Lalu ia mulai berkata," aku ingin memberitahumu tentang Yi En."
Guan Xian mengangguk," aku sudah menunggunya."
Xiang Wan lalu menceritakan semuanya pada Guan Xian.
Guan Xian sungguh tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
Lu Chun benar benar melakukan hal itu.
Demi membiarkan Yi En terus disampingnya.
Ia tidak berani mengatakan yang sebenarnya.
Xiang Wan," aku masih menunggu alasan kenapa Lu Chun dan ayahnya melakukan hal ini. Aku rasa Yi En sudah mendengarnya dari Lu Chun. Hanya saja aku belum sempat menanyakannya pada Yi En. Beberapa hari ini sangat berat baginya."
Guan Xian mengangguk sambil berkata ," karena itulah, waktu itu mereka disini. Yi En mengakhiri hubungannya dengan Lu Chun."
Xiang Wan menatap Guan Xian.
Ia hanya diam, lalu menenggak minumannya lagi.
Guan Xian menarik nafas.
Ia berkata," Lu Chun...dia memanglah Lu Chun. Sejak dulu masih sama. "
Xiang Wan masih diam.
Ia hanya mendengar kata kata Guan Xian.
Bebesapa saat handphone Xiang Wan bunyi.
Ternyata Yi En.
Yi En," kakak, kau di kantor?"
Xiang Wan," kakak sedang ada di bar Guan Xian. Kenapa Yi En?"
Yi En," hari ini syuting kak Lien Hua terakhir. Sepertinya sore nanti kami sudah selesai. Dan aku mau bertemu dengan Wei Wei."
Xiang Wan tersenyum mendengarnya.
Lalu ia berkata," pergilah. Kau mau kakak mengantarmu?."
Yi En tersenyum mendengarnya," tidak usah kak. Tenang saja. Wei Wei akan jadi sopirku hari ini."
Xiang Wan melirik sambil menatap Guan Xian.
Xiang Wan berkata," kau tidak meminta kakak untuk mentraktir kalian?"
Yi En tersenyum," aku akan memikirkannya nanti jika kami tidak sanggup membayar. "
Xiang Wan tersenyum mendengarnya.
Lalu ia menjawab," baiklah. Hati hatilah."
Yi En," terima kasih kak."
Guan Xian Tersenyum mendengar pembicaraan sahabatnya.
Setelah menutup teleleponnya.
Guan Xian berkata," benar benar tidak terduga. Shen Yi En adalah Xiao Qing. Aku ikut senang melihat kalian bisa bertemu dan berkumpul lagi."
Xiang Wan tersenyum.
Ia berkata," benar. Selama ini kami sudah dekat. Ternyata karena memang kami memiliki ikatan. Hao Mai sebenarnya berjasa dalam hal ini. Jika bukan dia yang mengatakannya. Sampai kapan Lu Chun akan menyembunyikannya."
Guan Xian menatap Xiang Wan.
Ia berkata" mungkin...dia sebenarnya sedang menyiapkan hatinya untuk memberitahu kalian. Hanya saja, ia masih belum siap menghadapi segala kemungkinan. Lu Chun tidak ingin kehilangan Yi En. Dan juga ia menjaga hubungan denganmu."
Xiang Wan," tapi akan lebih baik aku mendengarnya langsung darinya. Dia mengatakan sendiri padaku dan Yi En. Aku akan lebih menghargainya. Dan aku juga yakin, begitu juga Yi En."
Guan Xian mengangguk," kau benar."
Xiang Wan," sekarang giliranmu. Jadi katakan padaku. Kapan Xu Ling akan menikahimu?"
Guan Xian menatap sahabatnya," kau ini. "
Xiang Wan melipat tangannya dan berkata," dia belum mengatakannya padamu? "
Guan Xian," dia sudah mengatakan padaku. Tenang saja. Kau akan segera mendapatkan undangannya dan minum arak pernikahanku."
Xiang Wan tersenyum," baguslah."
Lalu Xiang Wan mengajak toas sahabatnya.
Yi En sore itu, setelah ia selesai membantu membereskan syuting Ruan Lien Hua.
Ruan Lien Hua pun mengucapkan terima kasih padanya.
Setelah Ruan Lien Hua pulang.
Ia masih menunggu Wei Wei datang menjemputnya.
Lu Chun melihat Yi En berdiri di depan.
Lu Chunpun mendekatinya dan berkata," Yi En."
Yi En yang sedang melihat hanphonenya.
Ia mendengar suara Lu Chun.
Ia menarik nafas.
Yi En," aku tidak ingin melihatmu."
Lu Chun," Yi En, aku mohon. "
Yi En," pergilah."
Beberapa saat Wei Wei datang dengan mobilnya.
Lalu Yi En segera masuk ke mobil Wei Wei.
Lu Chun melihat Yi En pergi.
Ia menarik nafas panjang.
Ia benar benar sudah kehilangan Yi En.
Di dalam mobil, Wei Wei yang sambil menyetir berkata," Lu Chun, tadi dia..."
Yi En menyaut," jangan membicarakan lagi tentangnya."
Wei Wei langsung terdiam.
Ia mengangguk dan berkata," baiklah. Kita akan makan banyakk. Kau akan mentraktirku bukan?"
Yi En," kau yang akan mentraktirku. "
Wei Wei," apa? Kenapa aku? Kau seharusnya yang mentraktirku."
Yi En terdiam sebentar.
Lalu ia berkata," kalau begitu, bagaimana jika kita meminta kak Wan yang mentraktir kita?"
Wei Wei tersenyum.
Ia menoleh ke Yi En.
Lalu ia mengangguk dan berkata," itu ide bagus."
Yi En tersenyum dan ikut mengangguk.
Di sebuah restoran chinese yang terkenal enak.
Yi En dan Wei Wei sudah duduk memesan beberapa makanan.
Beberapa saat Xiang Wan datang.
Xiang Wan," kalian sudah pesan makan?"
Wei Wei," tenang saja kak Wan. Kami sudah memesan. "
Yi En ikut tersenyum dan mengangguk.
Xiang Wan menatap mereka berdua.
...
...
Lalu berkata," kalian mencurigakan. Pasti kalian sedang menyusun rencana. Kalian berdua mengundangku kemari untuk ikut makan bersama kalian. Kalian ingin memintaku untuk mentraktir kalian bukan?"
Yi En dan Wei Wei terdiam.
Xiang Wan melirik mereka berdua.
Dan melipat tangannya didada.
Xiang Wan," sudah pasti. Tapi...karena aku sedang baik. Baiklah. Aku akan mentraktir kalian."
Yi En dan Wei Wei langsung tersenyum dan berkata bersama," terima kasih kak Wan."
...
...
Xiang Wan tersenyum sambil menggelengkan kepala.
Mereka menikmati makan malam itu.
Sambil berbincang.
Setelah mereka berpisah.
Diperjalanan pulang.
Xiang Wan mengajak Yi En berhenti di taman kota dekat danau.
Tentunya Xiang Wan mengajak Yi En
Tidak terlalu dekat dengan danau.
Xiang Wan memberikan minuman soda kaleng pada Yi En.
Lalu ia juga minum.
Yi En," ternyata hanya duduk disini sangat nikmat juga. "
Xiang Wan tersenyum mengangguk.
Ia berkata," bagaimana dengan syuting terakhir kak Lien Hua tadi?"
Yi En yang baru saja selesai menenggak minumannya.
Ia menjawab," berjalan lancar. Kak Lien Hua mendapatkan tawaran syuting lagi, garapan sutradara Chen."
Xiang Wan mengangguk, " ini bagus. Setelah dia memenangkan penghargaan sebagai artis pembantu, akan ada banyak tawaran bermain film untuknya. "
Yi En mengangguk.
Xiang Wan menarik nafas dan berkata," meski ini tidak lepas dari bantuan Lu Chun. Tapi, ini juga karena kerja keras kak Lien Hua. "
Yi En terdiam mendengarnya.
Xiang Wan menoleh ke adiknya.
Lalu ia berkata," Yi En. Kakak tahu kau sudah bicara dengan Lu Chun. Dan...kau sudah menyelesaikannya."
Yi En menatap kakaknya.
Ia menunduk sebentar.
Lalu ia mengangkat kepalanya.
Dan berkata," dia sudah menceritakan semuanya, kenapa dia dan ayahnya menyembunyikan selama ini."
Xiang Wan menoleh ke Yi En.
Lalu Yi En berkata lagi," Wang Wei ayah Lu Chun. Dia...adalah teman bisnis ayah. Perusahaannya adalah salah 1 yang terkena imbas karena apa yang sudah ayah lakukan. Saat tidak sengaja menabrakku. Dia sempat melihat wajahku, waktu itu aku masih sempat berpengangan tepi sungai. Saat itulah, ia mengingat bahwa aku adalah putri dari Yao Wei Xiang. Dia membiarkanku terjatuh ke sungai."
Xiang Wan mendengarnya.
Ia benar benar tidak terima dengan semua itu.
Yi En menunduk," karena itulah, setiap aku teringat air, aku hanya mengingat wajah itu. Wajah laki laki itu."
Xiang Wan ikut begitu sedih dan marah untuk adiknya.
Wang Wei benar benar tidak memiliki perasaan.
Lalu Yi En berkata lagi," tapi, laki laki itu akhirnya kembali lagi dan mencariku di tepi sungai. Sampai akhirnya ia menemukanku terdampar di dekat bebatuan. Karena ia memastikan aku masih hidup. Ia membawaku ke panti asuhan. "
Yi En menghentikan kata katanya dan menatap kakaknya.
Ia berkata lagi," panti asuhan yang selama ini aku tinggali dan aku dibesarkan. "
Xiang Wan menatap adiknya.
Mata Yi En sudah mulai memerah dan berair.
Ia berkata," Yi En...sudah cukup. Tidak usah kau teruskan. Itu hanya membuatmu tambah sakit."
Yi En menggelengkan kepalanya.
Ia berkata lagi," Lu Chun...dia sudah lama tahu bahwa ayahnya berhubungan dengan penyebab kecelakaan adik kak Wan selama ini. Hanya saja, dia baru mengetahui kebenaran tepatnya 1 bulan sebelum Wang Wei dibebaskan dari penjara. Ia datang ke panti asuhan menemui suster kepala dan mengetahui bahwa aku adalah adik kak Wan."
Xiang Wan," 1 bulan? Hampir 1 bulan dia sudah mengetahui bahwa kau masih hidup dan kau adalah adikku."
Yi En mengangguk.
Ia berkata," dia menunggu untuk siap menceritakan semua ini pada kita. Karena...dia takut akan kehilanganku setelah apa yang sudah dilakukan oleh ayahnya. "
Xiang Wan," dia menunggu untuk siap menceritakan semua ini. Hampir 1 bulan dia menyembunyikannya. Bahkan jika bukan Hao Mai yang memberitahu hal ini. Dan kakak yang menanyakan sendiri padanya, dia tidak akan memberitahu kebenarannya. "
Xiang Wan mulai sedikit emosi, sambil matanya memerah ia berkata lagi," dia! Benar benar pengecut!"
Yi En hanya terdiam mendengarnya.
Ia tahu memang Lu Chun benar benar pengecut.
Tapi entah kenapa, ia begitu sedih dan sangat sakit dengan semuanya.
Xiang Wan menarik nafas panjang.
Lalu ia menoleh ke Yi En.
Ia sadar seharusnya menjaga perasaan adiknya.
Ia memegang pundak Yi En.
Xiang Wan," Yi En...maafkan kakak."
Yi En menatap kakaknya.
Xiang Wan pun memeluk adiknya.
Ia ikut menangis bersama adiknya.
Yi En," kakak, rasanya sakit. Sakit sekali."
Xiang Wan mengangguk.
Ia menepuk punggung adiknya.
Ia bisa merasakan kesedihan adiknya.
Xiang wan," kau masih punya kakak. Tenanglah..."
Yi En yang masih menangis dipelukan kakaknya. Ia pun menganggukkan kepalanya.
Cukup lama mereka disana.
Mereka menikmati malam itu sambil bercerita.
Xiang Wan," Yi En, kau tahu, dulu kau sangat suka coklat. Sampai sekarang bukankah kau juga sangat menyukai coklat?"
Yi En mengangguk," jika aku lapar. Aku akan makan coklat."
Xiang Wan tertawa mendengarnya.
Yi En bersadar di pundak kakaknya dan berkata," kakak, akhir pekan ini bagaimana jika kita pergi mengujungi ayah dan ibu. Aku belum pernah mengunjungi mereka."
Xiang Wan ," baiklah. Kakak akan mengosongkan jadwal akhir pekan nanti. "
Yi En tersenyum senang.
Sambil berkata," bibi juga akan ikut."
Xiang Wan menoleh," kau yang mengajak kakak besar ?"
Yi En tertawa mendengarnya.
Lalu ia mengangguk.
Xiang Wan," Dulu, bibi suka sekali mengunjungi kita. Mengajak kita bermain. Membawakan banyak makanan untuk kita. "
Xiang Wan menarik nafas dan berkata lagi," bibi...dia sudah seperti ibu. "
Yi En menjawab," meski aku belum ingat. Aku bisa merasakannya. Bahkan sejak pertama kami bertemu. Aku sudah sangat menyukai bibi."
Xiang Wan mengangguk," benar. Bibi juga menyukaimu sejak awal bertemu denganmu. "
Zhu He yang sedang menonton tv sambil melihat majalah fashion.
Tiba tiba ia bersin bersin.
Lalu ia berkata pelan," siapa yang sedang membicarakanku? Berani beraninya membicarakan sesuatu dibelakangku?"
Keesokannya.
Xiang Wan mengantar Yi En ke kantor dulu.
Lalu dia pergi menemui Mo Bei dikantornya.
Mereka membicarakan untuk pembatalan perjanjian dengan United.
Dan ia juga menceritakan apa alasan Lu Chun dan Wang Wei menyembunyikan kebenaran tentang Yi En selama ini.
Mo Bei menyarankan agar Xiang Wan bertemu dulu dengan Lu Chun, dan memberikan penawaran agar dari pihak United mau menerima dengan terbuka pembatalan perjanjian itu tanpa adanya jalur hukum dan denda.
Tapi jika mereka tidak bersedia, Xiang Wan akan mengumumkan ke publik tentang apa yang sudah dilakukan Lu Chun dan ayahnya selama ini.
...
...
Xiang Wan terdiam sebentar.
Lalu ia berkata," jika...mereka mau menerima pembatalan itu tanpa menggugat jalur hukum dan meminta denda. Itu artinya aku tidak melaporkannya dan mengumumkan di depan publik?"
Mo Bei menatap Xiang Wan.
Lalu ia mengangguk.
Xiang Wan menarik nafas.
Ia tidak bisa begitu saja melepaskan Lu Chun.
Mo Bei," kau hanya mengumumkan saja bahwa Qili tidak akan ada lagi kerjasama dengan United. "
Xiang Wan menggelengkan kepalanya.
Dan berkata," bagaimana bisa?!"
Mo Bei," kau ada bukti dan saksi? Publik membutuhkan hal itu. "
Mo Bei menatap Xiang Wan dengan serius.
Ia berkata lagi," Xiang Wan. Pikirkanlah lagi. Jika apa yang selama ini sudah Lu Chun lakukan belum tersebar. Suatu saat pasti akan terkuak. Ada beberapa sumber yang sudah mengetahui rahasia Lu Chun. Kau...juga harus pikirkan perasaan Yi En."
Xiang Wan menatap Mo Bei.
Perkataan Mo Bei memang benar.
Xiang Wan," jika aku jahat. Aku akan menemui Hao Mai dan minta dia untuk menyebarkan semuanya di depan Publik."
Mo Bei menarik nafas mendengarnya.
Mo Bei," kau...bukan orang seperti itu."
Xiang Wan," aku bisa seperti itu. Lebih baik semua orang tahu lebih cepat. Daripada itu akan menjadi bom waktu baginya."
Mo Bei," Xiang Wan..."
Xiang Wan ," baiklah. Kita lihat apa yang akan dia pilih. "
Mo Bei ," sekarang kita temui dia. Aku akan menemanimu sebagai pengacara hukum bagi Qili ."
Xiang Wan mengangguk.
Lalu mereka segera ke United.
Lu Chun baru saja datang dikantor.
Mereka bertemu diloby secara kebetulan.
Xiang Wan menatap tajam ke Lu Chun.
Mo Bei menganggukan kepalanya pada Lu Chun.
Lu Chun cukup terkejut melihat kedatangan Xiang Wan.
...
...
Lu Chun," kak Wan."
Mo Bei memegang lengan Xiang Wan.
Dan ia lebih dulu berkata," kedatangan kami kemari. Ada yang ingin kami bicarakan denganmu. "
Lu Chun menatap mereka berdua.
Lalu ia berkata," baiklah. Kita bisa bicara diruanganku."
Lalu Lu Chun memberi mereka jalan.
Dan mereka bersama menuju ke ruangan Lu Chun.
Lu Chun memulai pembicaraan mereka ," baiklah apa yang kalian bicarkan?"
Xiang Wan meletakkan sebuah map.
Lalu Xiang Wan berkata," map ini berisi perjanjian kerjasama Qili dan United. Kedatanganku kemari, mewakili Qili untuk membatalkan kerjasama ini."
Lu Chun terkejut mendengarnya.
Ia berkata," kak Wan...perjanjian kerjasama ini kita sudah sama sama menandatanganinya. Jika salah 1 pihak memutuskan perjanjian ini sebelum tanggal yang ditentukan. Bukankah sudah tahu apa yang menjadi konsekuensinya. Kak Wan, aku mengerti. Ini semua pasti karena apa yang sudah aku perbuat. Tapi aku mohon pertimbangkanlah lagi."
Xiang Wan menatap Lu Chun.
Ia menunduk sebentar.
...
...
Lalu ia berkata," jika kami tetap ingin membatalkan perjanjian kerjasama ini. Kau ingin tetap membawa kami ke jalur hukum atau kami harus membayar dendanya?"
Lu Chun menatap Xiang Wan.
Ia akhirnya menjawab," itu yang sudah tertulis di surat perjanjian."
Xiang Wan tersenyum.
Ia berkata," baiklah. Jika begitu, aku akan berikan pilihan untukmu. Aku memiliki rahasiamu. Dan aku bisa mengumumkannya di depan Publik bahkan melaporkanmu dan juga ayahmu."
Lu Chun menatap Xiang Wan.
Ia menarik nafas.
Ia terdiam beberapa saat.
Mo Bei," kau juga perlu mempertimbangkannya. "
Lu Chun akhirnya berkata," baiklah. Perjanjian ini , aku menyetujui untuk membatalkan secara damai. "
Xiang Wan menatap Lu Chun.
Sebenarnya bukan hanya ini yang ia inginkan.
Xiang Wan tersenyum dan berkata," kau memang sama sekali tidak berubah. Kau tidak layak mendapatkan Yi En. Sebenarnya bukan ini yang kuinginkan saja. Aku ingin semua orang tahu tentang kebusukanmu dan juga ayahmu. Tapi...aku yakin suatu saat hal itu akan terkuak dengan sendirinya. Dan lebih baik kau berhati hati dengan Hao Mai."
Xiang Wan lalu berdiri.
Mo Bei pun mengikutinya berdiri.
Dan mereka berjalan hendak keluar.
Lu Chun tiba tiba berkata," kak Wan..."
Xiang Wan menghentikan langkahnya begitu juga Mo Bei.
Lu Chun melanjutkan kata katanya lagi," maafkan atas semua apa yang sudah aku lakukan. Maafkan aku."
Xiang Wan hanya diam saja.
Lalu ia berjalan keluar.
Mo Bei mengikutinya keluar.
Lu Chun menarik nafas.
Ia berbalik menatap jendela.
Di dalam mobil.
Xiang Wan masih sangat kesal.
Mo Bei," Xiang wan..."
Xiang Wan," seharusnya aku tidak perlu memberikannya pilihan. "
Mo Bei, " Wang Wei, sudah hampir 15 tahun ia dipenjara. Dan saat dibebaskan, akhirnya kau pun bisa bertemu kembali dengan adikmu. Xiang Wan. Dia sudah menerima hukumannya."
Xiang Wan menatap Mo Bei," selama 15 tahun itu, karena balas dendam pada ayahku , ia menyembunyikan adikku."
Mo Bei," tapi dia tetap menyelamatkan adikmu, meski dengan cara seperti itu."
Xiang Wan menarik nafas.
Akhirnya ia terdiam.
Xiang Wan," bagaimanapun juga aku tidak akan memaafkannya."
Mo Bei menatap Xiang Wan, " baiklah baiklah. Lebih baik sekarang kita makan siang dulu."
Xiang Wan melirik Mo Bei.
Lalu akhirnya ia mengangguk.
Saat makan di sebuah cafe.
Mo Bei," sepertinya sekarang kau suka makan banyak. Sejak ada Yi En."
Xiang Wan melirik ke Mo Bei," kau mau mengatakan aku terlihat gendut?"
Mo Bei tersenyum menatap Xiang Wan.
Xiang Wan," jangan mengajakku bertengkar disini. Kita bukan seperti anak remaja Mo Bei. Terlihat memalukan di depan mereka."
Mo Bei ," tidak apa apa kau gendut. Jadi jika kita bertengkar, dan kau mau lari. Kau pasti akan kesusahan sehingga dengan begitu aku bisa dengan mudah mengejarmu. Dan memelukmu."
Xiang Wan tersenyum," Mo Bei, sudahlah hentikan."
Mo Bei tersenyum melihat wajah Xiang wan.
Xiang Wan," aku ingin segera menyelesaikannya. Akhir pekan ini aku akan mengambil cuti. Yi En mengajakku mengunjungi ayah dan ibu."
Mo Bei," kalian mau aku antar?"
Xiang Wan tersenyum.
Lalu berkata," kau mau menjadi sopir?"
Mo Bei menggangguk," tentu mau. Jika itu menjadi sopir Yao Xiang Wan."
Xiang Wan tersenyum," baiklah."
Mereka saling bertatapan dan tersenyum.
Xiang Wan kembali ke kantor.
Ia melihat Yi En hanya diam berdiri di dekat jendela koridor biasa ia juga suka berdiri disitu.
...
...
Saat hendak mendekatinya.
Ia melihat David sedang membawa 2 cup coffee yang masih baru.
Seperti biasa ia mengambilnya dari David dan berkata," ini untukku bukan? Terima kasih."
David," bos?!..."
Xiang Wan berjalan ke arah Yi En.
Xiang wan," coffee."
Yi En tersadar dari lamunannya.
Ia menoleh ," kakak..."
Lalu ia menerima coffee dari kakaknya.
Ia tersenyum," terima kasih kak."
Xiang wan," tempat ini sudah menjadi tempat favoritmu sekarang."
Yi En tersenyum.
Yi En," kakak, kau sudah makan?"
Xiang Wan mengangguk.
Ia berkata," kau sudah makan?"
Yi En mengangguk," Judi membawakan makan siang untukku tadi. "
Xiang wan ," Judi?...untukku juga?"
Yi En tersenyum," aku sudah memakannya. Aku kira kak Wan akan makan diluar bersama Tuan Pengacara."
Xiang Wan melirik adiknya," makanmu memang banyak sekali."
Yi En berjalan meninggalkan kakaknya sambil berkata," tapi benar bukan kakak sudah makan bersama Tuan Pengacara."
Xiang Wan pun mengikutinya dan berkata," selain kemampuanmu menjadi manajer artis dan desainer, ternyata kau juga seorang peramal."
Yi en tersenyum.
Lalu menggandeng lengan kakaknya.
Hal itu dilihat oleh Judi dan David.
Lalu mereka berpandangan.
Mereka cukup terkejut melihatnya.
Karena tidak biasanya kak Xiang wan begitu dekat dengan staffnya.
Keesokannya.
Yi En pergi pagi pagi sekali untuk menemani Ruan Lien Hua mencoba kostum dalam film terbarunya.
Xiang Wan sudah mengetahuinya.
Ia belum memberitahu pada Yi En bahwa hari ini ia akan mengumumkan pembatalan perjanjian kerjasama dengan Lu Chun.
Sampai Xiang Wan di kantor.
Ia mulai meminta Judi untuk mengumumkan di beberapa media sosial tentang pembatalan perjanjian itu.
Akhirnya berita rame di bicarakan oleh publik.
Beberapa penggemar Lu Chun tidak menerima hal itu.
Mereka mendatangi Qili dan meminta Qili menjelaskannya.
Xiang Wan meminta David membawa mereka di aula kantor.
Dan Xiang Wan akan memberikan sendiri penjelasan pada mereka.
Semua staff sibuk hari itu karena harus menjawab pertanyaan para penggemar dan para wartawan.
Yi En yang baru saja selesai mengantar Ruan Lien Hua.
Dalam perjalanan ke Qili.
Ia mendapat pesan wechat dari Zhou nan dan Judi tentang apa yang terjadi di kantor.
Ia terkejut, kakaknya belum membicarakan hal itu padanya.
Meski ia sudah mendengar bahwa kak Wan akan membuat perjanjian kerjasama itu dibatalkan.
Yi En segera meminta sopir taxi untuk lebih cepat.
Sampainya ia dikantor.
Ia segera mencari kakaknya di ruang kerja, tapi tidak ada disana.
Yi En segera ke tempat Judi.
Yi en," Judi, dimana kakakku...maksudku kak Wan?"
Judi sempat mendengarnya.
Ia sedikit bingung dengan kata kata Yi en baru saja.
Tapi ia tetap menjawab," Kak Wan, dia ada di aula."
Yi en hendak ke aula.
Tapi kebetulan Mo Bei sedang berjalan juga sambil di antar oleh Zhou Nan.
Yi En," Tuan Mo Bei?..."
Mo Bei menganggukan kepalanya.
Mo Bei," aku hendak menemui Xiang wan..."
Yi En," aku juga hendak ke aula untuk menemui kak wan. "
Sambil mereka berjalan bersama.
Yi en berkata lagi," para penggemar Lu Chun datang. Mereka minta penjelasan. "
Mo Bei ," semoga Xiang Wan tidak menjelaskan tentang apa yang sudah dilakukan Lu Chun..."
Yi en menoleh ke Mo Bei.
Yi en segera berlari ke aula.
Di aula, para penggemar sudah begitu ramai meminta penjelasan.
David dan beberapa staff , security berusaha membuat mereka tenang.
Xiang wan," baiklah! Aku akan jelaskan!"
Semuanya langsung diam mendengar kata kata Xiang wan.
Yi En dan Mo Bei pun datang.
Mereka berdiri cukup jauh dibelakang.
Xiang Wan masih diam menatap para penggemar yang ada di depannya.
...
...
Yi En melihatnya," kakak..."
Ia berpikir apakah kakaknya akan memberitahu semua tentang apa yang dilakukan Lu Chun dan ayahnya.
...
...
Mo Bei pun cukup cemas.
...
...
Ia berjaga jaga jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
Xiang Wan mulai berkata," Qili membatalkan perjanjian kerjasama dengan United, ini pun dari kesepakatan bersama dengan United. Ada beberapa hal yang sudah dilakukan oleh United yang seharusnya tidak boleh dilanggar. Karena itulah. Kami membatalkan kerja sama ini. Pihak United, yaitu Direktur Wang Lu Chun akan menjelaskannya."
Mo Bei menarik nafas mendengarnya.
Mereka pun ramai lagi.
Karena suasana begitu crowded.
Tiba Tiba Yi En melihat tiang lampu bergoyang karena tersenggol tangan penggemar.
Dan ia melihat jika itu terjatuh akan tepat mengenai kakaknya.
Yi En segera memanggil," kakakk!"
Dan ia dengan cepat berlari ke arah Xiang Wan.
Para penggemar pun menyadarinya, mereka menghindar.
Dan Yi En mendorong kakaknya.
Mo Bei yang menyadarinya, ia ikut berlari dan segera menangkap Xiang Wan karena didorong cukup keras oleh Yi En.
Akhirnya tiang lampu itu pun terjatuh mengenai Yi En .
Yi En tidak sadarkan diri.
Xiang Wan yang terjatuh dalam pelukan Mo Bei.
Ia sangat terkejut melihatnya.
Ia menjerit," Yi En!!..."
Ia segera berlari ke arah Yi En.
Sekuat tenaga ia menyingkirkan tiang lampu itu.
Lalu ia memegangi tubuh Yi En.
Xiang Wan," Yi En..., Yi En bangun, Yi En !"
Mo Bei duduk disamping Xiang wan.
Mo Bei menoleh ke David," cepat panggil ambulance!"
David mengangguk dan segera menelepon.
Darah di kepala Yi En cukup banyak keluar.
Xiang Wan begitu ketakutan melihat adiknya.
Ia takut akan kehilangan adiknya lagi.
Diambulance, Xiang Wan menemani Yi En.
1 Perawat ambulance memasang oksigen untuk Yi En.
Ia mengontrol kondisi Yi En.
Xiang Wan terus menggenggam tangan Yi En, dan tidak pernah melepaskannya.
Ia meneteskan airmatanya dan terus berdoa dalam hati.
Zhu He mendapat kabar dari Yu Jiang suaminya tentang apa yang terjadi pada Yi En dan Xiang Wan.
Ia begitu terkejut.
Yu Jiang pun segera menjemput istrinya ke rumah.
Wei Wei dan Qilei juga segera menuju ke rumah sakit setelah mendapat kabar dari ibunya.
Sampainya di rumah sakit, Yi en segera mendapatkan pertolongan dari medis.
Ia segera di bawa ke ruang operasi karena terjadi pendarahan di kepala.
Xiang Wan hanya terdiam duduk di ruang tunggu.
Beberapa saat Mo Bei datang.
Dan Mo Bei pun memeluk Xiang Wan.
Xiang Wan," ia pasti akan baik baik saja. Benar bukan, Mo Bei..."
Mo Bei mengelus pundak Xiang Wan dan berkata," kau tahu, Yi En seorang gadis yang kuat. "
Xiang Wan mengangguk.
Air matanya masih mengalir.
Wei Wei dan Qi Lei pun datang.
Ia melihat Xiang Wan bersama Mo Bei.
Qi Lei," kak Wan..."
Disusul Zhu he dan Yu Jiang datang.
Zhu He pun memeluk Xiang Wan.
Zhu He begitu mencemaskan Yi En.
Airmatanya tidak bisa ia tahan saat memeluk Xiang Wan.
Xiang Wan," bibi..."
Zhu He hanya bisa diam.
Dan menepuk punggung keponakannya.
Tanpa di duga, Lu Chun berdiri cukup jauh.
Ia mendapat kabar dan segera ke rumah sakit.
Meski ia begitu mencemaskan keadaan Yi en.
Tapi ia tahu, kehadirannya tidak diinginkan.
...
...
Beberapa saat dokter yang menangani Yi En keluar diikuti seorang perawat.
Semua segera mendekati dokter itu.
Xiang wan," dokter! Bagaimana dengan adikku?!"
Dokter itu melepas 1 tali maskernya.
Lalu berkata," Nona Shen mengalami pendarahan cukup banyak. Kami sedang berusaha untuk menanganinya.
Kami membutuhkan donor darah yang sama dengannya. "
Xiang Wan segera berkata," aku kakaknya. Golongan darahku pasti sama dengannya. Dokter bisa mengambilnya."
Dokter itu mengangguk.
Tiba tiba Lu Chun datang dan berkata," dokter, golongan darah kami sama. Biarkan aku menolongnya."
Semua menatap Lu Chun.
Xiang Wan," kau...untuk apa kau kemari?! Kau tidak diinginkan disini!"
Lu Chun," aku mohon kak Wan. Biarkan aku menolong Yi en. Aku tahu aku sudah bersalah pada kalian. Pada Yi En. Biarkan aku melakukannya. Meskipun apa yang kulakukan tidak bisa mengurangi kesalahanku padanya."
Xiang Wan menatap Lu Chun.
Ia menarik nafas.
Dan ia akhirnya berkata," baiklah. Setidaknya kau tahu bagaimana menebus kesalahanmu selama ini."
Lu Chun pun lega mendengarnya.
Dokter segera meminta perawat untuk mengambil darah Xiang wan dan Lu Chun.
Dan berjaga jaga, karena Qilei golongan darahnya juga sama.
Ia pun diambil darahnya juga.
Operasi berjalan begitu lama.
Hampir tengah malam.
Akhirnya operasi pun selesai.
Dokter pun keluar dari ruang operasi.
Dokter itu mengatakan," Nona Shen, berhasil melewati masa kritisnya. "
Xiang Wan menarik nafas lega.
Begitu juga lainnya.
Dokter itu berkata lagi," kami akan memindahkannya ke ruang rawat inap."
Xiang Wan," terima kasih dokter."
Lalu dokter itupun berjalan pergi.
Zhu He memegang pundak Xiang Wan.
Mereka tersenyum lega.
Beberapa saat Yi En sudah dipindahkan ke ruang rawat inap.
Meski beberapa alat masih terpasang di tubuhnya dan selang oksigen terpasang di hidungnya.
Xiang Wan dan Zhu He berdiri disampingnya.
Dokter menyarankan untuk bergantian menjenguknya karena Yi en masih dalam pemulihan pasca operasi sehingga membutuhkan ketenangan.
Xiang Wan melihat adiknya masih belum sadarkan diri.
Kepalanya terbungkus perban.
Alat masih terpasang di tubuhnya.
Dan juga infus dan oksigen.
Tapi ia merasa lega karena Yi en berhasil melewati masa kritisnya.
Tangannya membelai dahi Yi En.
Lalu ia memegang tangan adiknya.
Xiang Wan," terima kasih Yi En. Kau mau bertahan. Terima kasih."
Zhu He terharu melihat nya.
Ia memegang pundak Xiang wan dan berkata," Yi En. Dia gadis yang hebat dan kuat. "
Xiang Wan mengangguk.
Cukup lama mereka menunggu Yi En.
Setelah mereka keluar.
Lu Chun membungkukkan kepalanya di depan Xiang Wan.
Tanpa mengucapkan kata Kata.
Ia hanya menatap Xiang Wan. Lalu Zhu He dan lainnya. Seakan ia ingin mengatakan permintaan maaf.
Lalu ia berjalan pergi.
Xiang Wan hanya menarik nafas melihat Lu Chun pergi.
Siang itu.
Zhu He datang ke rumah sakit sambil membawakan baju ganti untuk Xiang Wan.
Wei Wei juga baru saja datang bersama Guan Xian.
Mereka bergantian menjaga Yi En.
Yi En masih belum sadar.
Terkadang Lu Chun hanya datang melihat dari kaca pintu.
Sore itu,
Xiang Wan sedang ada disamping Yi En.
ia membersihkan tangan Yi En dengan air.
Perban yang membalut di kepala Yi En sudah mulai dilepas oleh perawat.
...
...
Setelah itu ia duduk sambil mengecek beberapa surrel.
Lalu Xiang Wan melihat ke jendela luar.
Kamar Yi En berdekatan dengan taman rumah sakit.
Senja sore itu sangat indah. Tiba tiba terlihat bunga Plum berjatuhan.
Xiang Wan tersenyum.
Ia berkata," Yi En...diluar bunga Plum berjatuhan. Kau pasti suka melihatnya.
Dulu saat kita kecil. Di taman dekat rumah kita, ada pohon plum. Kita suka berlari lari disana. "
Xiang Wan menarik nafas panjang.
Tiba tiba tangan Yi En mulai bergerak.
Xiang Wan melihatnya.
Ia berkata," Yi en..."
Perlahan Yi En membuka matanya.
Xiang Wan begitu terharu dan senang.
Yi En mulai melihat langit langit.
Sedikit blur, tapi perlahan kemudian terlihat jelas.
Terdengan suara yang begitu familiar memanggil namanya.
Ia pun menoleh dan melihat kakaknya berdiri disampingnya.
Wajahnya begitu terlihat cemas tapi juga senang.
Xiang Wan," Yi En...kau sudah sadar!..."
Perlahan Yi En berkata pelan," kakak..."
Xiang Wan mengangguk.
Ia menggenggam tangan adiknya.
Xiang Wan," kakak ada disini. "
...
...
Air mata Yi En menetes ke samping membasahi bantal.
Ia pun mulai teringat saat masa kecilnya bersama dengan kakaknya.
Ia teringat wajah ibu dan ayahnya.
Ia teringat semuanya.
Beberapa saat Zhu He datang.
Ia melihat keponakannya sudah sadar.
Zhu He segera mendekatinya dan berkata," Yi En! Syukurlah kau sudah sadar."
Yi En menatap wajah bibinya.
Bibi yang dulu suka sekali mengunjunginya dan mengajak bermain.
Bibi yang sangat menyayanginya dan kakaknya.
Yi En berkata lagi dengan pelan," bibi..."
Zhu He tersenyum lembut.
Meski airmatanya juga mengalir membasahi pipinya.
Xiang Wan berkata," kakak panggilkan dokter sebentar..."
Yi en segera memegang tangan kakaknya.
Ia sengaja menahan kakaknya.
Xiang Wan pun berhenti dan menoleh ke adiknya.
Yi En," kakak...kemarilah."
Xiang Wan pun duduk.
Ia menatap adiknya dengan wajah sabar dan sayang.
Yi En tersenyum menatap wajah kakaknya.
Lalu ia mulai berkata," kakak...aku sudah ingat semuanya. "
Xiang Wan dan Zhu He terkejut mendengarnya.
Yi En berkata lagi," aku ingat saak kita berdua masih kecil dulu. Kita suka bermain di taman dekat rumah. Menikmati dibawah pohon plum. Aku ingat wajah ibu dan ayah. Aku ingat rumah kita dulu. Aku ingat bibi yang suka sekali mengunjungi kita, bermain dengan kita. Menyayangi kita."
Xiang Wan tersenyum senang mendengarnya begitu juga Zhu He.
Mereka begitu terharu sehingga tidak bisa menahan air mata yang terus mengalir.
Xiang Wan mengangguk senang.
Ia menatap adiknya.
Yang terpenting baginya adalah adiknya sudah kembali.
Zhu He ikut senang melihat keponakannya.
Sambil ia memegang pundak Xiang Wan.
...
...
Ternyata Lu Chun sempat berdiri di balik pintu masuk.
Ia mendengar semuanya.
Dan ia ikut tersenyum senang.
Lalu setelah itu ia berjalan pergi.
Sesekali ia menoleh sebentar.
Ia menarik nafas, dan akhirnya pergi.
...
...
Pagi itu.
Lu Chun sudah bersiap untuk mengadakan wawancara eksklusif.
Lalu sebelum ia berjalan menuju tempat wawancara.
Ia berkata pada asistennya," kau sudah siapkan semua urusan untuk kepindahanku?"
Asistennya mengangguk," sudah bos. Begitu juga untuk ayah bos."
Lu Chun mengangguk.
Lalu ia berjalan masuk.
Dan ia mulai melakukan wawancara eksklusif dan disiarkan secara langsung di beberapa media sosial dan salah 1 stasiun televisi.
Xiang Wan yang sedang duduk sambil mengupas buah.
Handphonenya berbunyi.
Ternyata David, ia memberitahu," bos, lihatlah di weibo dan televisi di tvb. Lu Chun sedang melakukan wawancara eksklusif."
Xiang Wan menatap Yi En.
Sambil ia menjawab David," baiklah. "
Yi En yang melihat kakaknya menatapnya setelah mendapat telepon.
Yi En ," kenapa kak?"
Xiang Wan hanya diam dan membuka akun weibonya di ipadnya.
Dan benar Lu Chun melakukan wawancara eksklusif.
Ia memberitahu semua apa yang sudah ia lakukan selama ini.
Di terakhir.
Ia berdiri dan berkata ," atas segala apa yang sudah aku lakukan. Aku memohon maaf pada Yao Xiang Wan dan Shen Yi En. "
Ia membungkukkan badannya.
Yi En dan Xiang Wan melihatnya.
Mereka tidak menduga bahwa Lu Chun akan membuat pengakuan di depan publik.
Yi En menarik nafas melihatnya.
Xiang Wan hanya terdiam.
Mereka berdua enggan berkata kata dan hanya diam saja.
Yu Jiang di kantor, ia pun menyaksikan pengakuan Lu Chun.
Yu Jiang ," Lu Chun...kau benar benar tidak terduga selama ini."
Wei Wei setelah melihat siaran langsung Lu Chun, ia hendak menelepon Yi En.
...
...
Tapi ia segera mengurungkan niatnya.
Wei Wei tahu, Yi En sahabatnya pasti ingin diam saat ini.
Lalu ia berkata," lebih baik sore ini aku mengunjunginya."
Xiang Wan siang itu menyuapi Yi En.
Yi En," kakak, kau tidak sibuk? Kau tidak ke kantor? Kenapa kau selalu ada di sini menemaniku?"
Xiang Wan melirik ke Yi En.
Ia berkata," kenapa kau cerewet sekali."
Yi En tersenyum mendengar kakaknya yang kesal.
Xiang Wan," aku tidak akan ke kantor sampai kau sudah diijinkan pulang dari rumah sakit."
Yi En menatap kakaknya.
Yi En tersenyum sambil menggoda kakaknya," kakak, kau benar benar takut kehilanganku?"
Xiang Wan tersenyum.
Lalu mengangguk," benar. Jadi aku akan selalu membuntutimu. "
Yi En lalu memegang kepalanya.
Dan berkata," kakak ternyata sangat posesif. "
Xiang Wan tersenyum menang.
Tapi Yi en berkata lagi," apa kakak juga sangat posesif dengan Tuan Pengacara itu?"
Xiang Wan menatap Yi En.
Ia berkata," kau sudah pandai sekarang."
Yi En tersenyum senang.
Beberapa saat Mo Bei datang.
Dan tanpa diduga bersamaan dengan Judi, David dan zhou Nan.
Yi En berkata pelan sambil menyenggol kakaknya," wahh Tuan Pengacara itu, berumur panjang."
Xiang Wan melirik ke Yi En.
Yi En hanya tersenyum melihat kakaknya.
Siang itu cukup ramai.
Karena David membuat celotehan seperti biasanya.
David," Bos, apa kau tahu. Sebelum kami tahu bahwa Shen Yi en adalah adik bos. Aku dan Judi sering membicarakanmu."
Xiang Wan," membicarakanku?"
David mengangguk.
Judi hanya tersenyum.
David berkata lagi," bos, biasanya selama ini. Kau sangat cuek. Bahkan, kau tidak pernah begitu dekat dengan para staff dan bawahanmu. Yah mungkin sesekali kau memberi kami semangat. Tapi selebihnya..."
Xiang Wan melirik David.
Yi En pun tertawa melihatnya.
David," dan lirikan seperti inilah yang kadang membuat kami takut."
Semuanya pun tertawa mendengarnya.
Xiang Wan mengangkat jari tangan kanannya dan berkata," lihat kau ini. Ternyata selama ini kau sering membicarakanku dibelakangku."
David segera membuka tangannya.
Dan ia berkata," aku tidak berani bos."
Xiang Wan pun tertawa dibuatnya.
Begitu juga Yi En dan lainnya.
Mo Bei senang bisa melihat Xiang Wan tertawa seperti itu.
Setelah Judi, David dan Zhou Nan pergi.
Mo Bei masih ada disana sebentar.
Mo Bei," sepertinya kau cepat sekali pulih. Pasti karena kakakmu selalu menemanimu."
Yi En tersenyum dan mengangguk, " kantor kakak sudah pindah disini. "
Mo Bei tertawa mendengarnya.
Lalu Yi en berkata lagi," maafkan aku Tuan Pengacara. Karena aku masih di rumah sakit. Waktu kencanmu dengan kakakku jadi berpindah juga di sini."
Mo Bei sedikit salah tingkah mendengarnya.
Xiang Wan menatap adiknya, " Yi En..."
Mo Bei lalu tersenyum.
Ia berkata," benar sekali. Jadi, aku mau tidak mau harus kemari menemuinya."
Sekarang gantian Xiang Wan yang terlihat malu dan salah tingkah.
Yi En hanya tersenyum senang melihat kakaknya dan Mo Bei.
Xiang Wan pun mengantar Mo Bei keluar.
Mo Bei," aku sudah melihat pengakuan Lu Chun tadi pagi. Bagaimana dengan Yi En?"
Xiang Wan," dia hanya diam saja dan tidak berkata apapun. "
Mo Bei terdiam.
Lalu ia berkata," lalu...bagaimana denganmu?"
Xiang Wan menoleh menatap Mo Bei.
Lalu ia menunduk dan terdiam.
Ia berkata," aku juga tidak tahu harus bagaimana. Lu Chun...dia sudah menyelamatkan nyawa Yi En dan ia mengakui sendiri perbuatannya di depan publik. Hanya saja...entahlah. aku perlu waktu. Dan aku yakin begitu juga dengan Yi En."
Mo Bei memegang pundak Xiang Wan.
Ia tersenyum seakan mengerti apa yang dirasakan Xiang Wan.
...
...
Lalu Mo Bei berkata," Lu Chun menemuiku tadi. Dia mengundurkan diri dari United Entertainment. Dan memintaku untuk membantu mengurus penyerahan perusahaannya. "
Xiang Wan terkejut mendengarnya.
Ia menatap Mo Bei.
Mo Bei berkata lagi," dan ia memutuskan untuk pergi. Ia memintaku untuk menyampaikan permintaan maafnya padamu."
Xiang Wan ," dia memutuskan untuk pergi?..."
Mo Bei mengangguk.
Ia berkata," dia tidak ingin Yi En mengetahuinya saat ini. Mungkin nanti, jika Yi en sudah diijinkan pulang dari rumah sakit. Kau bisa memberitahunya."
Xiang Wan terdiam menatap Mo Bei.
Ia menarik nafas panjang.
Entah kenapa ia merasa sedih mendengar semua ini.
Yi En duduk sambil melihat handphonenya.
Nama Lu Chun di kontak handphonenya terus di pandangi.
Ia menarik nafas.
Lalu ia memandang ke jendela samping ranjangnya.
Ia memang sudah diberitahu oleh kakaknya bahwa Lu Chun sudah menyelamatkannya dengan mendonorkan darahnya untuk Yi En.
Ia hanya ingin mengucapkan terima kasih.
Hanya itu. Hanya sebagai teman.
Meski rasa itu masih ada. Tapi Yi En sudah enggan memulainya lagi bersama Lu Chun.
Cukup lama ia menatap ke jendela.
Xiang Wan yang sudah kembali, sempat melihat adiknya.
Lagi lagi Yi En terlihat murung.
Tiba tiba Wei Wei datang.
Xiang Wan akhirnya masuk bersama Wei Wei.
Yi En menoleh dan tersenyum kembali melihat kedatangan sahabatnya.
Wei Wei membawakan sushi kesukaan Yi En.
Mereka pun makan bersama.
Yi En terlihat tetap ceria dan selera makannya masih sama.
Jadi Wei Wei tidak mau menyinggung soal Lu Chun.
2 hari setelah Yi En diijinkan pulang.
Dokter sempat memeriksanya lagi sebelum pulang.
Hasil ct scan untuk kepalanya sudah sangat baik.
Bahkan mengenai Yi En bisa mengingat kembali.
Itupun karena dari trauma Yi En dan benturan.
Setelah benar benar sehat.
Xiang Wan dan Yi En juga Zhu He pergi mengunjungi ayah dan ibu mereka.
Xiang Wan menggandeng tangan Yi en di depan makam ayah dan ibu mereka.
Zhu He meninggalkan mereka berdua lebih dulu.
Ia menunggu di mobil.
Lalu beberapa saat setelahnya mereka berjalan kembali ke mobil.
Saat sambil berjalan.
Xiang Wan berkata," Yi En...ada yang ingin kakak beritahu padamu. Mengenai...Lu Chun."
Yi En menghentikan langkahnya.
Ia menoleh menatap kakaknya.
Xiang Wan," sebenarnya setelah ia memberikan pengakuan di depan publik. Ia menemui Mo Bei. Dan...ia mengundurkan diri dari United. Dia memutuskan untuk pergi meninggalkan Shanghai."
Yi En menatap kakaknya.
Ia bingung harus berkata apa.
Ia hanya diam.
Xiang Wan," ia meminta Mo Bei untuk menyembunyikan hal itu dan tidak perlu memberitahumu. "
Yi En,' kakak, lalu untuk apa kakak memberitahuku?"
Xiang Wan menatap adiknya.
Ia berkata," Yi En..."
Yi En," memang aku ingin mengucapkan terima kasih padanya karena sudah menyelamatkanku. Tapi...aku benar benar sudah tidak ingin berhubungan lagi dengannya. Mungkin suatu saat nanti jika kita bertemu lagi. Kita bisa menjadi teman. "
Yi En menatap ke depan.
Lalu ia berkata lagi," ya benar. Teman."
Yi En menoleh ke kakaknya, lalu ia tersenyum.
...
...
Sebuah senyuman bahagia, bukan penyesalan.
Xiang Wan akhirnya mengerti.
Yi En memang sudah dewasa sekarang.
Xiang Wan pun tersenyum.
...
...
Lalu ia menggandeng tangan adiknya.
Akhirnya hari pernikahan Guan xian dan Xu Ling diadakan.
Tamu undangan hanya kerabat dekat dan tertutup.
Wei Wei dan Qi Lei mendapatkan bunga saat sesi lempar bunga.
Mo Bei pun melamar Xiang Wan di sebuah taman.
Xiang Wan menerimanya.
...
...
Sudah beberapa kali juga Xiang Wan mengajak Mo Bei untuk makan malam dirumah.
Tentunya Zhu He sangat senang melihatnya.
Dan Yi En ia berlibur ke Jerman selama 1 bulan.
Sambil ia menyelesaikan kontrak kerja bersama fox Entertainment.
Yi En bisa kembali mendesain.
Tapi ia tetap bekerja sebagai manager artis membantu kakaknya.
Di hari terakhir Yi En di Jerman.
Tanpa di duga ia bertemu dengan Lu Chun.
Hanya saja pertemuan itu.
Hanyalah pertemuan dimana mereka hanya sebagai teman yang bertemu kembali.
...
...
Hari itu sangat cerah.
Xiang Wan mengajak Yi En pergi ke sebuah taman.
Taman dekat rumah masa kecilnya.
Pohon bunga Plum sedang bersemi.
Mereka duduk lama disana sambil menikmatinya.
Xiang wan memberikan coklat pada adiknya.
Yi En tersenyum melihatnya.
Mereka makan coklat sambil mendengarkan lagu.
Akhirnya, mereka bisa kembali lagi bersama seperti masa kecil.
Tambahan:
[ Mo Bei mengantar Xiang Wan dan Yi En ke sebuah rumah bergaya klasik china.
Lalu mereka pun masuk ke dalam.
Di sebuah taman yang sangat rapi.
Mo Bei berhenti dan menunjukkan kepada Xiang Wan dan Yi En.
Seorang gadis duduk di sebuah kursi kayu.
Ia sedang menikmati pemandangan taman di senja itu.
Sambil mendengarkan lagu dengan earphone ditelinganya.
Dan ia membaca sebuah buku.
Xiang Wan dan Yi En merasa mengenali punggung gadis itu.
Rambutnya yang terurai pendek sepundak.
Mereka berdua pun berpandangan.
Lalu Yi En berkata," dia...Lin Xiang..."
Xiang Wan perlahan mengangguk .
Xiang Wan dan Yi En masih berdiri dan terkejut melihat semua itu.
Xiang Wan meneteskan airmatanya.
Ia menarik nafas lega.
Yi En begitu terharu dengan apa yang dia lihat.
Lin Xiang masih hidup selama ini.
Dan dia hanya menikmati kehidupannya seperti gadis normal lainnya.]
The End.