WOMEN'S

WOMEN'S
Eps 11



Keesokannya.


Yi En sudah siap untuk berangkat ke kantor.


Ia lalu berdiri di dapur sambil menyiapkan susu dan sarapan untuknya dan Wei Wei.


Wei Wei yang juga sudah memakai baju kantornya.


Ia berjalan ke dapur dan terkejut melihat Yi En.


Wei Wei," bukankah kau diberi cuti sehari oleh kak Xiang Wan ? Lagipula kau juga masih harus istirahat."


Yi En duduk dikursi sambil berkata," aku sudah baik baik saja. Aku akan ambil cuti nanti, untuk aku gunakan mengunjungi panti asuhan."


Wei Wei menghela nafas.


Ia duduk dikursi sambil wajahnya sedikit kesal karena sahabatnya begitu keras kepala.


Ia mengambil segelas susu di meja sambil berkata," dari dulu kau ini memang keras kepala. Sebenarnya siapa yang mau kau turuti? "


Yi En hanya tersenyum mendengarnya.


Dan ia segera makan sarapannya.


Wei Wei menggelengkan kepalanya.


Di perjalanan ke lokasi syuting.


Yi En," bisa kita berhenti sebentar untuk beli roti lapis di tempat biasanya?"


Wei Wei," baiklah."


Yi En membeli beberapa roti lapis.


Saat mereka sudah sampai di lokasi syuting.


Sebelum keluar dari mobil.


Wei Wei berkata," hari ini, lebih baik kau tetap di truck saja. Biar aku yang menangani di lokasi. "


Yi En mengangguk.


Wei Wei berkata lagi," dan satu hal lagi, hari ini sepertinya pihak United Entertain akan mengadakan jumpa pers disini. Asisten Lu Chun akan memberi penjelasan pada penggemar dan media tentang kejadian kemarin."


Yi En menatap Wei Wei," memangnya apa yang terjadi? Bukankah dia hanya menyelamatkanku saat di kolam renang?"


Wei Wei melihat sahabatnya.


Sepertinya Yi En belum melihat berita yang menjadi tranding topic sejak kemarin.


Wei Wei akhirnya memperlihatkan berita yang tersebar di weibo dan beberapa media lainnya dengan handphonenya pada Yi en.


Yi En yang melihatnya terkejut.


Bahkan ia melihat foto, Lu Chun menggendongnya.


Yi En menatap Wei Wei.


Yi En," Lu Chun menggendongku meninggalkan lokasi syuting?"


Wei Wei mengangguk.


Setelah turun dari mobil.


Yi En dan Wei Wei menuju ke truck Lin Xiang.


Lin Xiang sedang bersama Zhou Nan dan Xiang Wan.


Lin Xiang ," kak Yi En?! Kau sudah tidak apa apa?"


Lin Xiang berdiri dan mendekati Yi En sambil tangannya memegang lengan Yi En.


Xiang Wan menarik nafas melihat Yi En, padahal dia sudah memberikan cuti untuknya


Yi En tersenyum, ia berkata," aku sudah baik baik saja."


...


...


Xiang Wan," bukankah sudah aku berikan cuti sehari untukmu. Kenapa kau sekarang kemari?"


Wei Wei melirik Yi En, lalu ia yang menyaut,"kak Xiang Wan, kau sudah tahu bukan, dia ini sangat keras kepala."


Yi En," aku benar benar sudah tidak apa apa. Lagipula aku tidak bisa hanya diam saja di rumah."


Lalu Yi En menoleh ke Lin Xiang dan memperlihatkan bungkusan yang ia bawa.


Ia berkata," aku membawa roti lapis kesukaanmu. "


Lin Xiang begitu senang melihatnya.


Lin Xiang," terima kasih kak Yi En!"


Wei Wei menggelengkan kepala melihat mereka.


Xiang Wan hanya tersenyum.


Lalu Yi En memberikan juga roti lapis untuk Kak Xiang Wan dan Zhou Nan.


Sambil menikmati roti lapis.


Xiang Wan melihat jam di tangannya.


Ia tahu sebentar lagi akan dimulai jumpa pers oleh United Entertain di depan lokasi syuting.


Lalu ia berkata pada Yi En," hari ini lebih baik kau di truck saja. Aku rasa besok lokasi syuting sudah tidak disini lagi."


Yi En mengangguk," baiklah."


Beberapa saat jumpa pers sudah dimulai.


Asisten Lu Chun menemui media dan para penggemar.


Ia menjelaskan bahwa itu hanya kecelakaan.


Mengenai kecelakaan itu, Lu Chun selalu memperhatikan para kru dan seluruh tim yang ada di lokasi syuting.


Hao Mai yang kebetulan datang bersama Luo Feng.


Ia mendengat penjelasan itu.


Ia hanya tersenyum sinis.


Lalu ia berjalan lagi bersama Luo feng menuju lokasi syuting.


Para penggemar mendesak untuk Lu Chun sendiri yang menjelaskannya.


Akhirnya, agar tidak terjadi keributan dan tidak memperpanjang waktu.


Lu Chun keluar dari trucknya.


Ia langsung memberi penjelasan sendiri.


Ia mengatakan," kejadian itu murni kecelakaan karena ketidakhatihatian kami. Karena aku memang suka memperhatikan para staff dan kru. Instingku segera membuatku untuk bergerak dengan cepat menolongnya.


Hanya itu. Jadi aku mohon, kalian tidak mempersalahkan hal ini. Dan mendukung ku dan kami semua untuk bisa segera melanjutkan syuting."


Akhirnya setelah mendengar penjelasan dari Lu Chun sendiri.


Para media dan penggemar sudah puas. Mereka pun membubarkan diri maaing masing.


Jumpa pers itu langsung tersiar secara live di semua media sosial.


Yi En yang berada di truck mendengarnya, dari handphone Lin Xiang.


...


...


Lin Xiang terus mengikuti berita itu hingga selesai.


Dia hanya diam. Dan terus memakan roti lapisnya.


Wei Wei tersenyum tipis mendengarnya.


Ia berpikir, Lu Chun masih saja seperti dulu.


Sambil sesekali ia melihat Yi En.


...


...


Xiang Wan hanya diam sambil mendengar.


Lalu ia akhirnya berkata," jika memang semua kostum sudah ada disini. Kalian kembalilah ke kantor. Biar Zhou Nan dan penata makeup yang membantu Lin Xiang disini."


Wei Wei langsung menjawab," baiklah, aku akan mengecek sekali lagi. Setelah itu kami segera ke kantor."


Xiang Wan berdiri lalu ia berkata," aku menemui sutradara Chen sebentar. Lin Xiang sebentar lagi turunlah bersama Zhou Nan, syuting akan dimulai."


Lin xiang mengangguk.


Sambil mengunyah roti lapisnya.


Xiang Wan berjalan keluar truck.


Lin Xiang yang hendak bersiap siap.


Ia tiba tiba berkata sendiri," aku benar benar tidak mengerti dengan Lu Chun. Sudah jelas kemarin dia benar benar terlihat begitu mengkhawatirkan kak Yi En. Wajahnya begitu tidak bisa berbohong. Tapi tadi saat menjelaskan di pers. Seakan dia tidak terjadi apa apa. "


Lin Xiang menggelengkan kepalanya.


Wei Wei menyaut," aku setuju denganmu."


Yi En menarik nafas mendengarnya.


Ia melepas blazer putihnya.


Lalu ia berdiri dan berkata," ipadku tertinggal di mobil. Aku mau mengambilnya sebentar."


Wei Wei mengangguk.


Saat Yi En berjalan keluar.


Ia bertemu dengan Lu Chun.


Lu Chun ," Yi En, kau sudah keluar dari rumah sakit? Kau sudah tidak apa apa?"


Yi En," kau tidak perlu begitu mengkhawatirkanku. "


Lu Chun," Yi En, aku benar benar mengkhawatirkanmu."


Yi En menatap Lu Chun.


Lu Chun menatap Yi En, wajahnya masih begitu dingin dan terlihat begitu kecewa padanya.


Yi En berkata dengan tatapan tajam," kau...ternyata masih saja sama seperti dulu."


Lalu Yi En hendak berjalan pergi, ia tiba tiba berhenti sebentar dan berkata lagi," terima kasih kau sudah menolongku. Kau benar benar begitu memperhatikan para staff dan kru. "


Setelah itu Yi En berjalan meninggalkan Lu Chun.


...


...


Lu Chun menghela nafas panjang.


Ia terdiam dan menundukkan kepalanya.


Lalu Lu Chun berjalan menuju lokasi syuting.


Dan lagi, Xiang Wan tidak sengaja melihat dan mendengar pembicaraan mereka.


Ia hendak berjalan ke mobilnya setelah berbicara sebentar dengan sutradara Chen dan memastikan Lin Xiang sudah memulai syuting kembali.


Lalu ia masuk ke mobilnya.


Ia memikirkan kata kata Yi En pada Lu Chun.


Ia cukup perhatian juga pada Yi En.


Karena ia tidak menyangka Lu Chun akan berkata seperti itu di depan media dan penggemar.


...


...


Lalu sebentar kemudian ia menjalankan mobilnya.


2 hari sebelum dimulai syuting biografi tn Yuxiang.


Tersebar kabar foto Luo Feng sedang melakukan kencan dengan Fan Mei.


Lin Xiang begitu marah melihatnya.


Akhirnya saat syuting, ia tidak bisa menjalankan syuting dengan fokus.


Lalu ia meminta untuk jeda dan istirahat.


Saat itulah, ia menemui Luo Feng di trucknya.


Ia hanya ingin memastikan sendiri dari Luo Feng benarkah berita itu.


Luo Feng terdiam, lalu beberapa saat ia menganggukkan kepalanya dan membenarkan hal itu.


Ia juga mengatakan bahwa hubungannya dengan Lin Xiang sudah berakhir.


Ia meminta Lin Xiang untuk berhenti mengejar dan menunggunya lagi.


Lin Xiang meneteskan airmatanya di depan Luo Feng.


Lalu ia berjalan keluar dari truck Luo Feng.


Ia tidak kembali ke trucknya.


Tapi ia berjalan pergi meninggalkan lokasi syuting.


Zhou Nan melihatnya, ia segera mengejar dan mencegah Lin Xiang.


Tapi Lin xiang tidak mau mendengarnya.


Kebetulan Yi En sedang keluar dari truck dan hendak mencari Lin Xiang.


Ia melihat Zhou Nan dan Lin xiang.


Lin Xiang terus berjalan hendak keluar dari lokasi syuting.


Yi En memutuskan untuk ikut mengejar Lin Xiang.


Lin Xiang terus berjalan ke jalan raya dan hendak mencari taxi.


Xiang Wan yang baru sampai dengan mobilnya. Ia sempat melihat Lin Xiang dan juga Zhou Nan dan Yi En.


Xiang Wan segera menghentikan mobilnya di pinggir dan ia turun dari mobilnya.


Lin Xiang yang begitu marah, kecewa dan sedih , ia tidak mempedulikan bahwa dia berjalan hampir melewati batas pinggir jalan.


Ada sebuah mobil melaju dan terus mengklakson.


...


...


Yi En segera memegang tangan Lin Xiang dan menariknya ke pinggir.


Yi En berputar dan melindungi Lin xiang.


Tangan Yi En terserempet sedikit oleh mobil yang melaju itu. Lalu mereka berdua terjatuh ke pinggir.


Yi En berusaha melindungi Lin Xiang dan tubuhnya berada dibawah Lin Xiang.


Kepala belakangnya sempat terbentur.


Zhou Nan dan Xiang Wan terkejut melihatnya.


Mereka segera berlari dan mendekati Yi En dan Lin Xiang.


Lin Xiang berusaha bangun, ia melihat Yi En.


Dan berkata," kak Yi En?!...kau tidak apa apa?!"


Xiang Wan membantu Yi En duduk.


Dan Zhou Nan memegangi tangan Lin xiang.


Xiang Wan," Yi En! Kau tidak apa apa?!"


Yi En menatap wajah Xiang Wan, seakan ada bayangan dalam penglihatannya.


Ia memejamkan matanya sebentar, lalu ia membuka lagi. Dan menatap wajah Xiang Wan.


Xiang Wan," Yi En?!"


Yi En mengangguk," aku tidak apa apa."


Yi En berusaha untuk berdiri.


Xiang Wan membantunya, sambil berkata," kau yakin, kau tidak apa apa?"


Yi En," aku tidak apa apa kak. Hanya terluka sedikit saja."


Lalu Yi En menoleh ke Lin Xiang.


Dan berkata," Lin Xiang, kau tidak apa apa? "


Lin Xiang menatap Yi En.


Matanya berkaca kaca. Dan berkata," maafkan aku... Maafkan aku."


Xiang Wan menarik nafas.


Yi En tersenyum dan mengangguk.


Yi En," syukurlah. Sudahlah tidak apa apa. Lagipula kita baik baik saja."


Xiang Wan," Lin Xiang, kau bisa jelaskan padaku di dalam, apa yang sebenarnya terjadi."


Lalu Xiang Wan menoleh pada Zhou Nan," Zhou Nan, tolong belikan obat untuk luka Yi En."


Zhou Nan," baiklah."


Di dalam Truck.


Lin Xiang duduk. Sedang Xiang Wan berdiri sambil melipat tangannya.


Dan Yi En mengecek pergelangan tangan dan sikunya yang terluka.


Xiang Wan," baiklah. Kau bisa jelaskan padaku."


Lin Xiang masih menunduk.


Lalu ia akhirnya berkata," Luo Feng... dia benar benar ingin mengakhiri hubungan ini. "


Xiang Wan menatap Lin Xiang.


Lin Xiang melanjutkan kata katanya lagi," berita tentang dia kencan dengan Fan Mei tersebar di media sosial. Aku ingin memastikan sendiri darinya. Dan itu benar. Aku sangat marah dan kecewa. Aku berjalan pergi meninggalkan lokasi syuting dan..."


Xiang Wan menarik nafas mendengarnya.


Lalu ia berkata," Lin Xiang. Apa dengan kau melakukan hal bodoh seperti tadi, dia akan menangisimu? Dia akan mengkhawatirkanmu?"


Lin Xiang mengangkat kepalanya dan menjawab," dia akan mengkhawatirkanku dan menangisiku!"


Xiang Wan," jangan bodoh. Dia tidak akan menangisimu! Jika dia sudah melepaskanmu. Dia tidak akan mempedulikanmu lagi."


Lin Xiang terdiam.


Begitu juga Yi En, ia mendengar perkataan Xiang Wan.


...


...


Xiang Wan menarik nafas.


Lalu ia duduk, ia melipat tangannya.


Ada sedikit senyum dibibirnya.


...


...


Ia berkata pada Lin Xiang," Xiang Xiang. Kau tahu, di dunia tidak ada yang pasti. Begitu juga cinta. Karena itu, kau harus kuat dan bisa berdiri. Kau harus buktikan tanpa dia, kau tetap kuat."


Yi En mendengar perkataan Xiang Wan, sambil menurukan lengan panjang ditangannya.


Lalu ia menundukkan kepalanya.


Ia berpikir memang benar yang dikatakan kak Xiang Wan.


Ia menarik nafas panjang.


Dan ia hendak mengambil ipadnya.


...


...


Tiba tiba Xiang Wan menoleh padanya berkata," kenapa kau menurunkan lenganmu? Tanganmu masih terluka. Biarkan itu terbuka."


Yi En terkejut.


Ia menatap Xiang Wan.


Lalu ia berkata," baiklah."


Ia menaikkan lagi lengannya.


Xiang Wan masih menatapnya.


Wajahnya terlihat tegas tapi juga terlihat ada khawatir.


Beberapa saat Zhou Nan datang sambil membawa bingkisan obat.


Lalu ia berikan pada Yi En.


Yi En tersenyum pada Zhou Nan sambil mengucapkan terima kasih.


Lalu ia mengobati di pergelangan tangannya.


Kemudian di sikunya.


Sedikit susah untuk mengobati lukanya disikunya.


Ia akhirnya berdiri dan duduk di dekat Yi En.


Lalu mengambil obat dari tangan Yi En.


Dan membantu mengobati di siku Yi En.


Yi En terkejut melihatnya.


Ia hanya diam dan tidak berani berkata.


Setelah selesai mengobati.


Yi En berkata," terima kasih kak Xiang Wan."


Xiang Wan mengangguk.


Lin Xiang tiba tiba berkata," kak Yi En... terima kasih kau sudah menolongku tadi. Maafkan aku sudah membuatmu jadi terluka."


Yi En dan Xiang Wan menatap Lin Xiang.


Xiang Wan menyaut," baguslah. Kau masih bisa mengucapkan maaf. "


Yi En mengangguk," kau... berhutang padaku. Aku tidak hanya menerima ucapan terima kasih."


Lin Xiang menatap Yi En.


Yi En tersenyum," 1 coffee dan 1 roti lapis."


Lin Xiang akhirnya tersenyum lagi.


Xiang Wan pun menarik nafas lega.


Sore itu Yi En dan Wei Wei kembali ke kantor.


Wei Wei sudah menyerahkan file file kepadan Yi En.


Dan besok adalah hari terakhir Wei Wei bekerja di Qili.


Karena Yi En masih harus memeriksa dan mempelajari beberapa hal.


Wei Wei juga harus pergi ke kantor barunya.


Qi Lei menjemput Wei Wei dan ia meninggalkan mobilnya untuk Yi En.


Xiang Wan baru sampai di kantor.


Saat ia turun dari mobilnya.


Mo Bei meneleponnya.


Lalu ia berdiri sambil menyandari ke mobil dan mengangkat telepon.


Mo Bei memberitahu bahwa ia sudah menemui Direktur Yu, dan menandatangani untuk hak Cipta film biografi tn YuXiang.


Dan ia mengingatkan pada Xiang Wan, agar Lin Xiang tetap bisa mengatur waktu untuk syuting di 2 film.


Xiang Wan tersenyum dan berkata," kau benar benar khawatir sekali kami tidak bisa mengatur waktu untuk Lin Xiang syuting di 2 film sekaligus."


...


...


Mo Bei," Xiang Wan, aku sebagai pengacara yang membantu Qili. "


Xiang Wan," benar sekali kau sebagai pengacara yang membantu Qili. Berarti aku bisa selalu meminta bantuanmu selama syuting biografi tn Yu Xiang."


Mo Bei terdiam sebentar.


...


...


Lalu ia tersenyum dan menjawab," baiklah. Aku akan membantumu. Apa yang bisa kubantu?"


Xiang Wan," akan kupikirkan nanti. "


Mo Bei menjawab," baiklah."


Setelah selesai menutup telepon.


Xiang Wan berjalan masuk ke kantornya.


Ia bertemu dengan David dan Judy.


David dan Judy ," kak Xiang Wan."


Xiang Wan mengangguk.


Lalu ia berkata," 2 hari lagi Syuting film biografi tn Yu Xiang akan mulai. Kalian sudah menyiapkan semuanya untuk Xu Ling? "


David," kami sudah siapkan. "


Judy ," untuk iklan coffee Xu Ling, bisa diganti besok. Aku akan membantunya besok."


Xiang Wan," baguslah. Ingatkan Xu Ling untuk tidak terlalu lelah."


Judy menģangguk.


Xiang Wan lalu berjalan hendak masuk ke ruangannya.


Tapi ia berjalan kembali lagi, dan berdiri di depan David.


Ia melihat di tangan David membawa kotak roti.


Xiang Wan," roti itu untuk siapa?"


David menatap Xiang Wan, lalu melihat kotak roti ditangannya.


David," roti ini untuk..."


Xiang Wan lalu segera mengambilnya," baiklah, aku menerimanya. Terima kasih David."


Setelah Xiang wan berjalan meninggalkan David dan Judy.


David menghela nafas panjang.


Judy hanya tersenyum menggelengkan kepala.


Saat Xiang Wan melewati ruangan Yi En.


Ia melihat Yi En sedang membaca beberapa file, sambil 1 tangannya memegang kantong seperti kompres dan diusapkan pelan ke kepala belakangnya.


Xiang Wan teringat saat Yi En menolong Lin Xiang. Kepala belakangnya seperti terbentur.


...


...


Lalu ia masuk ke ruang kerja Yi En.


Dan ia berkata," kepalamu sempat terbentur. Kau tidak mau periksa ke rumah sakit?"


Yi En terkejut , lalu ia meletakkan kompresnya.


Dan berkata," tidak apa apa kak Xiang Wan. Hanya terbentur pelan saja. Dikompres akan segera sembuh."


Xiang Wan menarik nafas.


Lalu ia duduk di sofa.


Dan meletakkan kotak roti.


Xiang Wan," kemarilah. Aku membawa roti. Kau perlu energi untuk membaca semua file file itu."


Yi En tersenyum mendengarnya.


Lalu ia berdiri dan duduk di sofa.


Xiang Wan membuka kotak roti itu, dan ia mengambil untuknya sendiri.


Yi En melihat kotak roti itu.


Roti yang biasa David beli dan di berikan kepadanya atau Judy.


Yi En tersenyum melihatnya.


Xiang Wan,"kenapa kau tersenyum? Makanlah."


Yi En mengangguk," baiklah."


Yi En mengambil roti itu.


Sambil berkata," roti ini... David sering memberikan untuk Judy atau untukku dan Wei Wei."


Xiang Wan yang sedang mengunyah ia menatap Yi En.


Ia terlihat malu dan salah tingkah.


Xiang Wan mengangguk," anggap saja ini dari David."


Yi En tersenyum mendengarnya.


Lalu Xiang Wan melihat file file yang ada di meja Yi En.


Dan ia berkata," itu file file yang sudah diserahkan oleh Wei Wei? Kau akan membaca semuanya malam ini?"


Yi En mengangguk," aku hanya akan membacanya. Yang penting aku bisa memahami beberapa hal dulu. Nanti dia akan mengajariku lagi saat dirumah."


Xiang Wan ," tidak terasa besok sudah hari terakhirnya."


Yi En mengangguk," benar. "


Xiang Wan menatap Yi En lalu berkata," kau tidak menyesal menggantikannya?"


Yi En tersenyum lalu ia menjawab," aku sudah mulai terbiasa. Lagipula... dalam hidup ini tidak ada yang pasti. Aku harus siap dan kuat menghadapi. Benar bukan?"


Xiang Wan menatap Yi En.


Ia tersenyum dan mengangguk.


Malam itu saat Yi En pulang dan sampai di depan apartemenny.


Ia memarkirkan mobilnya.


Dan ia turun.


Saat hendak berjalan masuk.


Ternyata Lu Chun sudah menungguinya.


Lu Chun berdiri di depan apartemen Yi En.


Yi En terkejut melihatnya," untuk apa kau ada disini?"


Lu Chun," aku dengar kau menolong Lin Xiang tadi saat di lokasi syuting. Dan... kau terluka."


Yi En," aku tidak perlu perhatianmu. "


...


...


Lu Chun," Yi En maafkan aku, aku benar benar sudah membuatmu terluka hingga sekarang. Aku benar benar menyesal."


Yi En mencoba untuk sabar.


Dan ia menjawab," aku sudah mulai melupakannya. Tapi... kau hadir lagi dan membuka luka itu lagi. Bisakah kau melepaskanku?"


Lu Chun menatap Yi En.


Ia terdiam.


Lalu Yi En hendak berjalan masuk.


Tiba tiba Lu Chun berkata," aku...kali ini tidak akan melepaskanmu lagi."


Yi En menghentikan langkahnya.


Ia menarik nafas.


Beberapa saat, Wei Wei datang bersama Qi Lei.


Wei Wei segera turun dan diikuti Qi Lei.


Wei Wei," Lu Chun?! Untuk apa kau di depan apartemenku?!"


...


...


Lu Chun menoleh dan melihat Wei Wei dan Qi Lei.


Lu Chun menjawab," tidak apa apa. "


Lalu Lu Chun berjalan meninggalkan mereka dan masuk ke apartemennya.


Wei Wei lalu mendekati Yi En.


Wei Wei," Yi En, kau tidak apa apa?"


Yi En mengangguk.


Yi En," aku masuk dulu."


Qi Lei dan Wei Wei hanya menatap wajah Yi En.


Lalu Yi En berjalan masuk.


Qi Lei pun berpamitan dengan Wei Wei.


Dan ia pulang.


Xiang Wan yang masih ada di kantor, ia memastikan Yi En sudah pulang.


Lalu iapun pulang.


Sampainya dirumah.


Ia membuka pintu dan hendak masuk.


Ia terkejut melihat bibi nya berdiri sambil membawa segelas air minum.


...


...


Xiang Wan," bibi?... kau benar benar membuatku kaget."


Zhu He," kau dan Qi Lei sama saja. Setiap hari selalu pulang malam. Pagi pagi kalian pergi begitu saja. Kalian kira rumah ini penginapan?"


Xiang Wan tersenyum mendengarnya.


Lalu ia berjalan mendekati bibinya.


Dan berkata," minuman ini untuk menyiram kami?"


Zhu He," kau... bibi benar benar harus sabar menghadapi kalian."


Xiang Wan merangkul bibinya.


Dan berkata," baiklah bi. Maafkan aku. Aku benar benar terharu, bibi begitu menyayangiku."


Zhu He melirik keponakannya sambil berkata," kau ini. Kau baru menyadarinya."


Xiang Wan tersenyum.


Lalu mereka duduk sebentar di ruang keluarga dan berbincang.


Zhu He," aku dengar dari pamanmu, kau...harus menemui Mo Bei untuk meminta tolong padanya."


Xiang Wan menatap bibi nya dan mengangguk.


Dan Xiang Wan berkata," tidak apa apa. Aku sudah menemuinya. Bahkan beberapa kali. Meski memang awalnya cukup sulit. Tapi... aku bisa menghadapinya. Aku hanya perlu mengingat kenangan yang indah saja. "


Zhu He terdiam. Ia menarik nafas sambil menatap keponakannya.


...


...


Lalu ia berkata," Xiang Xiang...bibi tidak menyadari, sekarang kau benar benar sudah dewasa."


Xiang Wan menatap bibinya.


Lalu ia tersenyum.


Dan ia menjawab," tentu saja. Bibi lupa? Umurku hanya terpaut 10 tahun dari bibi. "


Zhu He tertawa mendengarnya.


Lalu Zhu He berkata," itu artinya sudah waktunya kau memikirkan untuk mencari pendamping."


Xiang Wan mengangguk dan menjawab," aku sudah punya."


Zhu He menatap keponakannya.


Ia terkejut dan berkata," kenapa kau tidak mengenalkannya pada bibi?"


Xiang Wan," pekerjaanku adalah pendampingku untuk saat ini."


Zhu He," kau ini. Bibi ingin sekali memukulmu. "


Xiang Wan tertawa. Lalu ia berdiri dan berkata," aku ingin mandi dan istirahat. Selamat malam bi."


Zhu He menggelengkan kepalanya melihat keponakannya berjalan menuju ke kamarnya.


Zhu He menarik nafas.


Lalu ia berkata pelan," kakak, Xiang Xiang sudah dewasa sekarang. Kau melihatnya bukan?"


Malam itu, Wei Wei menemani Yi En tidur.


Wei Wei," Yi En, apa yang dilakukan Lu Chun saat tadi di depan apartemen kita?"


Yi En yang sudah menutup matanya.


Ia membukanya lagi sambil menatap sahabatnya yang masih duduk bersandar di tempat tidur.


Ia menjawab," ia hanya menanyakan tentang kecelakaan kecil pada Lin xiang di lokasi syuting tadi."


Wei Wei," dia tahu hal itu? "


Yi En mengangguk.


Wei Wei," saat aku dikantor. Seluruh Staff kantor juga mengetahuinya. Jika David tidak memberitahuku, aku tidak akan tahu karena sibuk menyiapkan file file untuk serah terima denganmu."


Yi En," tidak apa apa, itu hanya kecelakan kecil. Yang terpenting Lin Xiang baik baik saja.'


Wei Wei," lalu, Lu Chun mengkhawatirkanmu dan ia menemuimu di depan apartemen?"


Yi En," benar. Dia mengatakan... dia tidak akan melepaskanku kali ini. "


Wei Wei terkejut mendengarnya. Ia menggelengkan kepalanya.


Yi En menutup matanya sambil berkata," sudahlah Wei Wei. Aku tidak ingin membahas tentangnya dulu."


...


...


Wei Wei mengangguk," baiklah."


Wei Wei diam sebentar. Lalu ia berkata lagi," aku dengar dari Zhou Nan, kak Xiang Wan membantumu mengobati lukamu?"


Yi En mengangguk.


...


...


Wei Wei," benar benar mengejutkan. "


Yi En membuka matanya lagi dan berkata," kenapa mengejutkan?"


Wei Wei," kak Xiang Wan selama ini dikenal begitu cuek, karena ia hanya memperhatikan artis artisnya. Meski kami tahu dia baik."


Yi En diam dan berpikir.


Lalu ia berkata," sebenarnya dia sangat memperhatikan kalian. Buktinya, dia mau melepaskanmu dan mempercayaimu dengan membawaku. Kalian tidak menyadarinya?"


Wei Wei terdiam.


Ia pikir benar juga dengan yang dikatakan Yi En.


Hari terakhir Wei Wei bekerja di Qili.


Setelah ia menyerahkan seluruh pekerjaannya pada Yi En.


Sore itu para staff di kantor memberikan pesta kecil untuk perpisahan.


Wei Wei begitu terharu dan senang.


Xiang Wan dan Yu Jiang juga ada. Mereka mengucapkan terima kasih pada Wei Wei atas kerjasamanya selama ini.


Saat Wei Wei sedang mengambil minuman.


Xiang Wan mendekatinya.


Dan berkata," Wei Wei."


Wei Wei menoleh pada Xiang Wan.


Xiang Wan memberikan sebuah kotak kecil dan cukup panjang.


Wei Wei," kak Xiang Wan..."


Xiang Wan tersenyum," ini tidak seberapa dengan kerja kerasmu selama ini. Maafkan aku jika selama ini aku cukup keras padamu juga. "


Wei Wei begitu tersentuh.


Ia menerimanya.


Lalu ia tersenyum dan berkata," terima kasih kak Xiang Wan."


Xiang Wan tersenyum mengangguk.


Ia berkata," kau akan jadi bos disana. Ini bisa kau pakai untuk menandatangani laporan laporan yang akan menumpuk."


Wei Wei tertawa geli mendengarnya.


Akhirnya Xiang Wan harus melepas Wei Wei.


Tapi ia yakin, Yi En bisa ia andalkan.