WOMEN'S

WOMEN'S
Eps 14



Sejak pagi pagi sekali, Xiang Wan sudah pergi.


Zhu He menyadari bahwa keponakannya itu sengaja menghindari untuk ikut bersama dengannya hari itu memperingati hari kematian Xiao Qing.


Qi Lei yang hari itu sengaja mengambil cuti setengah hari untuk mengantar ibunya.


Di perjalanan ia berkata," kak Xiang Wan sengaja pergi pagi pagi sekali, benar bukan bu?"


Zhu He hanya menarik nafas.


Xiang Wan menyibukkan diri hari itu dengan melihat Xu Ling di lokasi syuting sepanjang hari.


Wei Wei mengantar Yi En di apartemen Lin Xiang.


Sebelum Yi En turun, Wei Wei berkata," Yi En, hari ini aku akan pulang lebih cepat. Aku akan menjemputmu. Sore ini kita bermain di bar kak Guan Xian. "


Yi En," baiklah."


Wei Wei tersenyum mengangguk dan berkata," Good."


Setelah Yi En turun.


Wei Wei pergi.


Di dalam mobil Wei Wei menelepon Guan Xian.


Ia mengatakan bahwa rencana sudah ia jalankan pagi ini.


Wei Wei tersenyum lega setelah menelepon Guan Xian.


Lu Chun hari itu terus berada di apartemen.


Ia tidak ke kantor hari itu.


Ia melihat handphone nya ada reminder di hari itu adalah ulang tahun Yi En.


Lu Chun hanya diam.


Asistennya sudah mondar mandir sejak pagi hingga siang di depan apartemennya.


Sementara itu, Mo Bei ada bertemu dengan kliennya searah dengan lokasi syuting Xu Ling.


Ia tahu Xiang Wan ada dilokasi syuting Xu Ling.


Setelah menemui kliennya.


Ia menuju ke lokasi syuting Xu Ling.


Ia menelepon Xiang Wan dan memberitahu bahwa dia ada di depan lokasi syuting Xu Ling.


Xiang Wan segera berjalan ke halaman depan.


Mo Bei sedang bersandar di dekat tiang.


Xiang Wan mendekatinya dan berkata," kenapa kau bisa ada disini? Kau sengaja menemuiku sampai ke sini?"


Mo Bei tersenyum dan berkata," aku baru saja menemui klienku di dekat sini. Lalu aku kemari."


Xiang Wan mengangguk.


Lalu Mo Bei memberikan seikat bunga pada Xiang Wan.


Xiang Wan melihatnya dan menerimanya, ada sedikit senyum dibibirnya dan ia berkata," dan apa maksud dengan bunga ini?"


Mo Bei," ini ucapan selamat yang terlambat tentang case Lin Xiang."


Xiang Wan tersenyum," jadi ini caramu mengucapkan selamat."


Mo Bei mengangguk dan tersenyum.


Xiang Wan," terima kasih."


Mereka berjalan jalan di sekitar lokasi syuting.


Lalu Mo Bei berkata," hari ini kau akan menghabiskan waktumu disini?"


Xiang Wan menatap Mo Bei.


Lalu ia mengangguk.


Mo Bei terdiam sebentar.


Lalu ia berkata," kau mau aku temani?"


Xiang Wan tersenyum dan menjawab," kau tidak bekerja Tuan Mo Bei?"


Mo Bei tersenyum.


Lalu Xiang Wan berkata," tenanglah. Setelah ini aku ingin ke tempat Guan Xian."


Mo Bei mengangguk.


Lalu Mo Bei berkata lagi," aku sedang berusaha untuk menemui Wang Wei di penjara. Hanya saja aku selalu ditolak. "


Xiang Wan ," untuk apa kau hendak menemuinya?"


Mo Bei," untuk menanyakan sesuatu."


Xiang Wan menarik nafas.


Ia menatap ke depan.


Tiba tiba ia berkata," aku...masih berharap adikku hidup."


Mo Bei menatap Xiang Wan.


Ia bisa mengerti.


Lalu ia berkata," kau... ingin mencari adikmu?"


Xiang Wan menoleh ke Mo Bei.


Lalu ia menunduk dan berkata,"selama ini aku sudah meminta tolong kantor informasi untuk mencari orang hilang. Hanya saja hingga sekarang tidak ada hasilnya."


Mo Bei terdiam sebentar.


Lalu akhirnya ia berkata," sebenarnya selama ini aku juga merasa aneh dengan kasus adikmu. Dia masih belum ditemukan hingga sekarang di lokasi sungai itu. Aku dengar memang sungai itu deras sekali. Hanya saja seharusnya bisa ditemukan. Karena itu..."


Mo Bei menatap Xiang Wan," aku juga yakin adikmu masih hidup."


Xiang Wan mendengarnya.


Wajahnya berubah menjadi ada sebuah harapan.


Ia mengangguk dan berkata," kau berpikir juga demikian?"


Mo Bei mengangguk.


Lalu Mo Bei berkata," aku akan coba untuk meminta bantuan temanku yang bekerja dikantor polisi bagian pencarian orang hilang. Meskipun ini adalah kasus 15 tahun yang lalu. Kita harus mencobanya."


Xiang Wan menatap Mo Bei," kau kenapa membantuku?"


Mo Bei tersenyum," kau kenapa begitu curiga. Aku benar benar ingin membantumu."


Xiang Wan akhirnya tersenyum.


Sore itu, Yi En bergantian dengan Zhou Nan.


Wei Wei sudah menungguinya di depan apartemen Lin Xiang.


Lalu mereka pun menuju ke bar Guan Xian.


Xiang Wan ternyata sudah ada di bar Guan Xian sore itu.


Ia duduk dan berkata," beri aku minuman soda."


Guan Xian menatapnya.


Lalu ia membuatkan minuman.


Dan memberikan pada Xiang Wan.


Xiang Wan segera meminumnya.


...


...


Guan Xian melihatnya.


Ia tahu perasaan sahabatnya.


Hari ini adalah hari peringatan kematian adiknya.


Guan Xian menarik nafas melihat sahabatnya.


Guan Xian," kau tidak mau minum wine atau bir?"


Xiang Wan menatap Guan Xian.


Dan berkata," kau sengaja menggodaku? "


Guan Xian tersenyum.


...


...


Lalu ia berkata," tahun ini pun kau tidak mau memperingati hari kematian adikmu. Kau tidak merasa sebagai kakak kau ini jahat?"


Xiang Wan," tidak. Aku tidak akan pernah memperingatinya. Karena aku yakin, adikku masih hidup."


Guan Xian menatap sahabatnya.


Xiang Wan lalu meminum lagi minumannya.


Guan Xian berkata," karena kebetulan kau ada disini. Bergabunglah dengan kami. Hari ini kami mau merayakan ulang tahun Yi En. Sudah lama sekali sejak dia di Jerman kami tidak merayakannya."


Xiang Wan," Yi En ulang tahun?"


Guan Xian mengangguk


Xiang Wan menoleh sekitarnya dan berkata ," pantas saja sore ini tidak ada pengunjung."


Guan Xian," ikutlah, lagipula kau juga adalah atasannya. Dan... kau sudah cukup dekat dengannya akhir akhir ini bukan?"


Xiang Wan menatap Guan Xian.


Ia terdiam sebentar.


Ia berpikir daripada dia harus pulang lebih awal.


Akhirnya ia mengangguk," baiklah."


Guan Xian tersenyum," bagus. Sebentar lagi dia akan sampai dengan Wei Wei. Kau bantu aku untuk bersiap siap."


Xiao Qian mendekati kakaknya dan berkata," kak Xian, mereka sudah hampir sampai. Ayo kita mulai."


Guan Xian mengangguk.


Beberapa saat Qi Lei datang.


Qi Lei," kak Xiang Wan?! Kau disini?"


Xiang Wan menarik nafas melihat sepupunya.


Xiang Wan," kau ikut merayakan ulang tahun Yi En juga."


Qi Lei," tentu saja. Setelah aku mengantar ibu pulang. "


Xiang Wan mengangguk dan berkata," baguslah, untung saja ada kau."


Qi Lei menggelengkan kepalanya dan hendak berkata pada kakak sepupunya lagi, tapi Guan Xian menyaut," lebih baik kita masuk ke dalam dulu dan bersiap siap. Sebentar lagi mereka akan sampai."


Guan Xian menatap Xiang Wan dan mengangguk.


Lalu ia berjalan hendak masuk.


Xiang Wan menarik nafas.


Akhirnya ia pun berdiri dan mengikuti Guan Xian berjalan masuk.


Dan diikuti oleh Qilei.


Beberapa saat Wei Wei dan Yi En sampai.


Mereka berjalan masuk.


Saat mereka masuk ke dalam bar.


Yi En menoleh sekitarnya, ia bingung karena begitu sepi.


Lalu ia berkata pada sahabatnya," Wei Wei, sepertinya kak Guan Xian sedang tutup hari ini. Kau lihat begitu sepi bar ini."


Wei Wei ," kau benar."


Wei Wei berjalan lebih masuk.


Lalu diikuti Yi En.


Yi En menarik nafas dan berkata," hari apa ini? Tidak biasanya kak Guan Xian menutup barnya."


...


...


Wei Wei mengangguk dan menjawab lagi," kau benar."


Yi En menoleh pada sahabatnya dan berkata," kenapa kau selalu menjawab "kau benar" , kau bisa mencoba menelepon kak Guan Xian bukan?"


Wei Wei," kenapa kau galak sekali. Aku juga tidak tahu harus menjawab apa. Aku juga bingung saat ini."


Yi En," aku lapar sekali saat ini."


Wei Wei tersenyum geli mendengarnya dan menjawab," kau benar."


Yi En menoleh dan berkata," aku ingin sekali memukulmu"


Tiba tiba ada suara petasan, dan banyak kertas berhamburan di atas Yi en.


Lalu Guan Xian, Xiao Qian, Qi Lei dan Xiang wan keluar.


Mereka menyanyikan lagu ulang tahun.


Xiang Wan hanya diam saja mengikuti Guan Xian yang membawa kue tart.


Yi En terkejut melihat mereka semua.


Ia nenutup mulutnya.


Ia benar benar sudah lupa dengan hari ulang tahunnya.


Karena ia memang tidak mau merayakannya.


Wei Wei," baiklah, kau harus buat permohonan dulu."


Yi En tersenyum, ia mengangguk.


Lalu ia menutup matanya sebentar.


Setelah itu ia membuka matanya.


Lalu ia meniup lilinnya.


Semuanya tertawa melihatnya.


Yi En tersenyum.


Wei wei memeluk sahabatnya dan mengucapkan selamat ulang tahun.


Yi en," kau benar benar pintar berakting, kenapa kau tidak menjadi artis saja?"


Wei Wei tersenyum dan menjawab," kak Xiang Wan tidak mau merekrutku menjadi artisnya."


Xiang wan tersenyum mendengarnya.


Lalu diikuti Guan Xian memeluknya dan mengucapkan selamat ulang tahun.


Lalu setelah itu Yi en merangkul Xiao Qian dan berkata," kau harus menyanyikan lagu untukku setelah ini."


Xiao Qian tersenyum mengangguk" baiklah."


Dan setelah Qi Lei mengucapkan selamat ulang tahun.


Xiang Wan lalu memberikan jabat tangan pada Yi En, ia tersenyum lembut dan berkata," selamat ulang tahun Yi En."


...


...


Yi En tersenyum , ia tidak membalas jabat tangan Xiang Wan, tapi tiba tiba ia memeluk Xiang Wan dan berkata," terima kasih kak Xiang Wan. "


Xiang Wan terkejut, ia hanya diam kaku saat Yi En memeluknya.


Guan Xian yang melihatnya, ia tersenyum.


Malam itu mereka merayakannya.


Guan Xian memberikan sebotol wine sebagai hadiah ulang tahun untuk Yi En.


Yi En tersenyum, ia menerimanya dan berkata," kak Guan Xian. Kau tahu bukan aku tidak kuat minum. Tapi tidak apa apa. Aku akan merepotkan Wei Wei."


Wei Wei menggelengkan kepalanya.


Beberapa saat kemudian, Yi En berjalan dan duduk diluar bar. Ia terdiam sambil melihat cahaya lampu lampu yang digantung di pohon.


Xiang Wan melihatnya , lalu ia berjalan mendekati Yi En dan duduk disamping Yi En.


Xiang Wan," maafkan aku, aku belum menyiapkan hadiah untukmu."


Yi En tersenyum dan menjawab," kak Xiang Wan. Kehadiranmu beberapa bulan ini, sudah menjadi hadiah untukku."


Xiang Wan tersenyum, ia berkata," manis sekali kata katamu. Kau tidak lupa, aku sudah memarahimu waktu itu."


Yi En tertawa mendengarnya.


Xiang Wan," aku...sebenarnya tidak tahu kalau hari ini adalah ulang tahunmu. Kebetulan sore tadi aku datang di bar Guan Xian. Dan ia mengajakku untuk ikut bergabung."


Yi En tersenyum mengangguk. Ia menjawab sambil menatap ke depan," tidak apa apa. Sebenarnya...aku tidak begitu suka dengan hari ulang tahunku. Aku sendiri saja tidak ingat kalau hari ini ulang tahunku."


Xiang Wan menatap Yi En.


Yi En melanjutkan lagi," beberapa kali, aku selalu bilang pada Wei Wei untuk tidak perlu merayakannya. Tapi Wei Wei selalu melakukannya. "


Tiba tiba Xiang Wan berkata," kenapa?"


Yi En menoleh pada Xiang wan.


Xiang Wan terkejut, tidak biasanya dia ingin tahu.


Dia berkata," maafkan aku. Kau tidak perlu menceritakannya alasannya. Setiap orang pasti punya masa lalunya."


Yi En tersenyum dan berkata," karena, hari ulang tahunku ini bukanlah hari ulang tahunku yang sebenarnya."


Xiang Wan menatap Yi En.


Ia terkejut mendengar jawaban Yi En.


Yi En berkata lagi," karena itulah aku tidak suka merayakan hari ulang tahunku."


Xiang Wan terdiam.


Yi En menatap ke depan lagi.


Lalu Xiang Wan berkata," kalau kau tidak suka dengan hari ulang tahunmu.


Anggaplah setiap hari adalah hari ulang tahunmu. Setiap hari umur kita bertambah. Dan jika kita masih bisa hidup dihari itu, kau bisa mensyukurinya. Hari ulang tahun itu hanyalah simbol sebagai ucapan syukur kita bahwa kita masih diberikan hidup setiap tahunnya."


Yi En mendengarnya.


Ia menoleh dan menatap kak Xiang Wan.


Xiang Wan lalu tersenyum pada Yi En.


Yi En akhirnya mengangguk dan tersenyum.


Malam itu sebelum Yi En hendak tidur.


Wei Wei tiba tiba masuk ke kamar sahabatnya.


Lalu ia memberikan sebuah bingkisan pada Yi En.


Wei Wei," Yi En untukmu. "


Yi En menatap sahabatnya dan berkata," aku kira kau lupa."


Wei Wei tertawa," aku tidak akan lupa. Kau kira aku ini sahabat seperti apa? "


Yi En tertawa.


Lalu Yi En mendekati sahabatnya dan merangkul lengan Wei Wei sambil ia bersandar dan berkata," bagiku sudah sangat cukup ada kau yang selalu menemaniku, Wei Wei."


Wei Wei tersenyum," aku benar benar tersentuh."


Merekapun tertawa bersama.


Yi En membuka bingkisan itu, ia begitu senang saat melihat bahwa itu tas untuknya.


Yi En memeluk sahabatnya dan berkata," aku sangat menyukainya. Terima kasih Wei Wei."


Wei Wei ," lihat. Sepertinya kau lebih menyukai tas itu daripada aku sahabatmu."


Yi En mengangguk.


Lu Chun tanpa diduga berdiri di depan apartemen Yi En.


Cukup lama ia melihat jendela kamar apartemen Yi En.


Beberapa lama kemudian ia berjalan masuk ke apartemennya.


Xiang Wan yang sudah mandi.


Ia melanjutkan mengecek beberapa surelnya dengan laptopnya.


Beberapa saat ada yang mengetuk pintu kamarnya.


Ternyata bibinya.


Zhu He masuk sambil memberikan madu hangat pada keponakannya.


Ia pun duduk disamping keponakannya.


Zhu He," kau pintar sekali untuk kabur."


Xiang Wan tersenyum.


Lalu ia mengambil minuman yang diberikan bibinya dan meminumnya.


Zhu He berkata lagi," Qi Lei bilang, sore tadi dia bertemu denganmu untuk merayakan ulang tahun Shen Yi En. "


Xiang Wan mengangguk.


Dan menjawab," aku tidak tahu kalau hari ini adalah ulang tahunnya. Kebetulan saja aku ada di bar Guan Xian."


Zhu He menatap keponakannya.


Lalu ia berkata," jika kau sempat, datanglah besok ke boutiqe bibi. Ada beberapa desain baju baru yang bibi ingin kau coba. "


Xiang Wan menatap bibinya. Ia tersenyum dan mengangguk," baiklah. Dengan senang hati aku akan ke sana."


Zhu He," lihat, gampang sekali menyuruhmu untuk ke boutiqe bibi."


Xiang Wan tersenyum.


Keesokan harinya.


Yi En berangkat sendiri, Wei Wei sudah lebih dulu pergi.


Saat keluar dari apartemennya.


Lu Chun ternyata sudah berdiri di depan.


Yi En menatapnya.


Lalu Lu Chun berjalan mendekatinya.


Dan memberikan sebuah bingkisan.


Lu Chun," selamat ulang tahun Yi En. Maafkan aku, aku terlambat."


Yi En menarik nafas.


Sebenarnya ia sedikit malas untuk meladeni Lu Chun lagi.


Tapi akhirnya ia menerimanya.


Dan berkata," aku kira kau sudah pindah dari apartemen ini, semenjak kau tiba tiba menghilang 2 hari yang lalu dan untungnya... aku tidak terlalu berharap untuk pergi denganmu."


Lu Chun menatap Yi En.


Lalu ia berkata sambil menunduk, " maafkan aku. Aku..."


Yi En menyaut," aku terima hadiah ini sebagai ucapan maafmu."


Lalu Yi En berjalan pergi meninggalkan Lu Chun.


Lu Chun pun berjalan cepat mengejar Yi En dan memegang tangan Yi En.


Ia berkata," jika sekarang kau ada waktu. Aku ingin mengajakmu sarapan."


Yi En menatap Lu Chun.


Ia berpikir sebentar.


Lalu akhirnya ia berkata," baiklah. "


Xiang Wan yang masih tertidur di kamarnya.


Tempat tidurnya banyak file filenya.


Beberapa saat alarm handphonenya pun berbunyi.


Ia pun terbangun dan mematikan alarmnya.


...


...


Lalu ia segera bersiap siap.


Dan ia tidak sempat untuk sarapan pagi itu.


Yi En dan Lu Chun sempat sebentar menikmati sarapan mereka.


Yi En hanya diam saja.


Lalu Lu Chun berkata," Yi En, maafkan aku beberapa hari yang lalu, aku tidak bisa pergi denganmu bahkan tidak mengabarimu dulu."


Yi En mengangguk," tidak apa apa. Bukankah aku sudah bilang tadi, aku tidak terlalu berharap untuk pergi denganmu."


Lu Chun terdiam sebentar.


Lalu Lu Chun berkata lagi,"untuk bisa menghubungimu. Bolehkah aku meminta no handphonemu?"


Yi En menatap Lu Chun.


Lalu ia berkata," kita baru sarapan bersama hari ini. Dan kita juga jarang untuk bertemu. Aku rasa masih belum terlalu perlu untuk kita bertukar handphone. Lagipula apartemen kita berdekatan. Jika kau ingin menghubungiku, kau bisa menungguku di depan apartemen seperti yang kau lakukan tadi pagi."


Lu Chun menatap Yi En.


Lalu ia terdiam.


Beberapa saat Yi En meletakkan sendok dan garpunya.


Lalu ia berkata," aku harus segera ke kantor. Terima kasih untuk sarapannya."


Lalu Yi En berdiri dan membawa tasnya.


Lu Chun," biar aku mengantarmu."


Yi En menatap Lu Chun, ia menarik nafas.


Dan berkata" baiklah."


Lu Chun sedikit terkejut.


Di perjalanan, Lu Chun berpikir belakangan ini sikap Yi En mulai berubah. Ia sudah sedikit tidak dingin seperti sebelumnya.


Sampai di depan Qili Entertainment.


Yi En yang hendak turun dari mobil, ia mengucapkan terima kasih pada Lu Chunalu ia turun, dan setelah menutup pintu mobil ia segera masuk ke dalam.


Lu Chun terdiam sebentar melihat Yi En hingga berjalan masuk.


Xiang Wan dari kejauhan sempat melihatnya.


Ia kenal mobil itu, mobil Lu Chun.


Dan Yi En sempat keluar dari mobil itu.


Xiang Wan terdiam, ada sedikit senyuman di bibirnya.


Lalu ia berjalan masuk.


Pagi itu Xiang Wan mengajak meeting Yi En, David dan Judy.


Besok Lin Xiang sudah memulai syuting lagi.


Karena kakinya sudah pulih lebih cepat .


Xiang Wan masih menyerahkan Lin Xiang pada Yi En.


Bahkan Xiang Wan memberikan support dan selamat pada Yi En setelah ia berhasil mengatasi tentang Lin xiang.


Dan masa percobaan Yi en dianggap sudah selesai.


Direktur Yu juga memberikan selamat pada Yi En.


Melihat dan mendengar hal itu, Judy sedikit tidak suka.


Ia lebih tidak menyukai Xiang Wan.


Ada beberapa hal yang membuatnya tidak suka.


Setelah meeting selesai.


Yi En berjalan menuju ke ruangannya.


Ia mulai mengerjakan beberapa hal.


Mendesain lagi.


Saat mencoba mendesain.


Lagi lagi, beberapa saat kemudian tangannya bergetar dan kaku.


Ia mencoba menggerakkan dan fokus lagi.


Tapi tetap tidak bisa.


Pen ditangannya terjatuh.


Ia menatap tangan kanannya.


Ia terkejut dan bingung sebenarnya apa yang terjadi.


Xiang Wan sudah berdiri cukup lama di dekat pintu ruangan Yi En.


Ia sempat melihatnya.


Lalu ia berkata," Yi En. Kau mau ikut denganku?"


Yi En terkejut melihat kak Xiang Wan berdiri di pintu ruangannya.


Yi En," kak Xiang Wan..."


Xiang Wan," ikut denganku. Bawa tasmu. Aku tunggu kau di parkiran mobil."


Lalu Xiang Wan berjalan keluar.


Yi En terdiam sebentar.


Ia menatap tangannya lagi.


Lalu sebentar kemudian ia berdiri dan mengambil tasnya.


Xiang Wan yang sedang menunggu di mobil.


Ia memikirkan tentang apa yang ia lihat tadi di ruangan Yi En.


Sudah beberapa kali ia tidak sengaja melihat tangan Yi En yang tiba tiba bergetar dan tidak bisa digerakkan.


Ia sedikit curiga dengan hal itu.


...


...


Beberapa saat Yi En datang.


Xiang Wan mengajak Yi En menemui Ruan Lien Hua di rumahnya.


Mereka berbincang sangat akrab.


Yi En juga mulai terbiasa.


Ruan Lien Hua artis senior yang rendah hati dan baik.


Ia sangat menghargai kerja keras Xiang Wan selama menjadi managernya.


Ruan Lien Hua meminta bantuan Xiang Wan untuk memberikan beberapa job untuknya.


Lagipula Ruan Lien Hua masih berada dalam naungan Qili Entertainment.


Xiang Wan pun dengan senang hati akan berusaha untuk membantunya.


Ruan Lien Hua juga meminta Yi En untuk membuatkan beberapa desain baju dan gaun yang diinginkannya, karena ia tahu desain cukup terkenal dikalangan artis yang ada di Jerman.


Yi En pun menyanggupinya dengan senang hati.


Setelah menemui Ruan Lien Hua.


Karena hari sudah siang.


Xiang Wan mengajak Yi En untuk makan siang.


Saat makan, Yi En berkata," kak Xiang Wan. Terima kasih kau mengajakku untuk menemui kak Lien Hua."


Xiang Wan tersenyum sambil sedang mengiris steaknya.


Lalu ia berkata," kak Lien Hua, selama aku menjadi managernya. Dia sangat menghargaiku. Bahkan dia menganggapku seperti rekan kerjanya. Itulah kenapa hingga sekarang aku masih sangat mengaguminya."


Yi En mengangguk dan berkata," aku bisa melihatnya."


Beberapa saat, Xiang Wan lalu berkata," kau sudah berbaikan dengan Lu Chun?"


Yi En menatap Xiang Wan.


Xiang Wan ," melihat wajahmu. Aku sudah tahu jawabannya. "


Yi En," bagaimana kak Xiang Wan mengetahuinya?"


Xiang Wan tersenyum.


...


...


...


...


Yi En menatap Xiang Wan.


Yi En," kak Xiang Wan..."


Xiang Wan," Lu Chun sudah mengantarmu hingga ke kantor. Itu sudah jelas bukan?"


Yi En terkejut mendengarnya.


Yi En," kak Xiang Wan melihatku tadi pagi?!"


Xiang Wan mengangguk.


Yi En memejamkan matanya.


Xiang Wan tersenyum melihat Yi En.


Setelah mereka makan siang.


Xiang Wan mengajak Yi En ke boutiqe bibi nya sebentar.


Zhu He senang melihat Yi En lagi.


Mereka berbincang sebentar.


Zhu He sudah mulai cukup akrab dengan Yi En.


Yi En tersadar dan berkata," aku baru menyadarinya. Tunggu sebentar, bibi adalah desainer fashion legendaris di tahun 90' bukan, aku pernah melihat bibi mendapatkan penghargaan."


Zhu He tersenyum mendengarnya.


...


...


Yi En," karena bibi lah, aku menyukai desain fashion dan memutuskan untuk menjadi seorang desainer."


Zhu He ," benarkah?"


Yi En mengangguk dan tersenyum.


Zhu He ," aku tidak menyangka."


Yi En," aku bisa bertemu dan berbincang dengan bibi. Sungguh sangat membuatku bersyukur."


Zhu He senang mendengarnya.


Xiang Wan melihat mereka berdua.


Ia tersenyum geli melihatnya.


Zhu He menoleh pada keponakannya dan berkata," Xiang Wan, kau pasti senang mendengarnya bukan? "


Xiang Wan mengangguk dan berkata," baiklah, aku mengagumimu bi."


Setelah itu Xiang Wan melihat beberapa baju yang sudah dibuat bibinya.


Ia memilih beberapa baju yang ia sukai untuknya.


Ia melihat Yi En juga melihat sebuah setelan baju.


Yi En terus menatapnya.


Setelah selesai.


Mereka berpamitan.


Zhu He meminta Yi En untuk bermain lagi nantinya.


Dan dengan senang Yi En menganggukkan kepalanya.


Merekapun pergi.


Zhu He yang duduk di meja kerjanya.


Ia sempat teringat percakapannya dengan Yi En.


Ia tersenyum geli.


Memang sejak awal saat bertemu di malam penghargaan, Zhu He sudah tertarik dengan Yi En.


Dan ternyata hari ini setelah berbincang cukup lama dengannya, memang menyenangkan gadis itu.


Yi En meminta tolong pada Xiang Wan untuk mengantarnya ke apartemen Lin Xiang.


Ia harus menyiapkan beberapa hal untuk Lin xiang karena besok sudah mulai syuting kembali.


Saat sudah sampai, setelah mereka keluar dari mobil.


Xiang Wan tiba tiba memberikan sesuatu bingkisan pada Yi En di depan mobilnya.


Yi En terkejut melihatnya.


Xiang Wan," ini hadiah untukmu."


YiEn," hadiah?"


Xiang Wan," hadiah ulang tahun yang terlambat, sekaligus ucapan selamat bergabung dengan kami."


Yi En tersenyum senang mendengarnya.


Ia menerima hadiah itu dan berkata," terima kasih kak Xiang Wan."


Xiang Wan menatap Yi En.


Wajah Yi En yang tersenyum membuatnya terkejut.


Lalu akhirnya ia ikut tersenyum dan mengangguk.


Judy yang sedang ada di lokasi syuting Xu Ling.


Ia terdiam cukup lama.


Lalu ia melihat beberapa penggemar Xu Ling yang menunggui proses syuting film Xu Ling dengan semangat.


Judy pun akhirnya berdiri.


Ia berjalan ke suatu tempat.


Zhou Nan yang sudah ada di lokasi syuting, ia sedang menyiapkan beberapa hal untuk Lin Xiang besok.


Xiang Wan sudah meminta Zhou Nan untuk ke lokasi syuting lebih dulu.


Tanpa diduga, Zhou Nan melihat Judy dan sedikit aneh.


Ia sempat melihat Judy mengajak 2 orang penggembar Xu ling, yang terlihat sangat fanatik pada Xu ling.


Judy memperlihatkan video dari handphonenya pada 2 orang itu.


Malam itu, Yi En membuka bingkisan dari Xiang Wan.


Saat melihatnya, ternyata itu ada setelan baju yang ia lihat di boutiqe milih Bibi kak Xiang Wan.


Ia tersenyum melihatnya.


Ia berkata pelan," ternyata, kak Xiang Wan melihatku."


[ Saat di boutiqe. Yi En sedang ke toilet sebentar.


Lalu Xiang Wan mengambil setelan baju yang dilihat terus oleh Yi En. Dan memberikan pada bibinya. Ia meminta bibinya untuk membungkus sendiri baju itu.


Zhu He tersenyum lalu berkata," kau ingin berikan ini pada Yi En?"


Xiang Wan menatap bibinya.


Ia hanya mengangguk.


Zhu He tersenyum.


Ia berkata,"ternyata kau atasan yang cukup baik."


Xiang Wan," bibi..."


Zhu He tertawa kecil melihat keponakannya.]


Setelah Yi En membuka bingkisan dari Kak Xiang Wan.


Lalu ia melihat bingkisan dari Lu Chun.


Ia menatap sedikit lama.


Akhirnya ia membukanya.


Ternyata sebuah syal.


Ia menarik nafas melihat syal itu.


Ia teringat, dulu Lu Chun suka sekali membantu Yi En mengenakan Syal saat musim dingin tiba.


Ia memasukkan lagi syal itu lagi di dalam tas.


Lalu ia berbaring di tempat tidur.


Ia terdiam cukup lama.


Akhirnya ia tertidur.


Malam itu sebelum Xiang Wan masuk ke rumahnya.


Ia menelepon dokter yang biasa menangani artis artinya, Dokter Ma.


Ia menanyakan jika tiba tiba tangan bergetar dan kaku, tidak bisa fokus untuk digerakkan.


Dokter Ma pun memberitahu bahwa itu bisa terjadi jika ada saraf yang tegang, stress atau pernah terjadi benturan di kepalanya.


Xiang Wan terdiam sebentar.


Ia mencoba mengingat.


Yi En memang pernah mengalami benturan saat menolong Lin Xiang.


Xiang Wan lalu berkata," apakah bisa di sembuhkan?"


Dokter Ma menjawab bahwa dia harus melakukan beberapa pemeriksaan dulu.


Xiang Wan akhirnya mengakhiri teleponnya.


Ia menarik nafas sebentar.


Lalu ia masuk ke dalam rumahnya.


Keesokannya, pagi pagi sekali Yi En sudah menemani Lin Xiang di lokasi syuting.


Zhou Nan sudah membantu Lin Xiang menyiapkan untuk memulai syuting.


Saat Yi En sedang duduk di truck sambil menunggui Lin Xiang, ia melihat akun Weibo nya.


Begitu terkejutnya ia melihat banyak postingan berita mengenai video kak Xiang Wan sedang berbincang dengan Xu Ling.


Perbincangan itu membuat penggemar Lin Xiang geram.


Sedang penggemar Xu Ling merasa curiga dengan hubungannya dengan Xiang Wan.


Xiang Wan sedang olahraga di kamarnya.


Tiba tiba handphonenya berbunyi.


David menghubunginya dan memberitahunya tentang berita itu di Weibo dan beberapa media sosial lainnya.


Xiang Wan segera membuka akun Weibonya.


Dan benar video saat dia berbincang dengan Xu Ling menjadi perbincangan hangat.


Xiang Wan memegang kepalanya.


Ia benar benar terkejut melihatnya.


...


...


Xiang Wan menelepon Yi En.


Yi En," kak Xiang Wan, aku baru saja mau meneleponmu."


Xiang Wan," aku tahu. Kau sudah bersama dengan Lin xiang di lokasi Syuting?"


Yi En," aku sudah bersama dengannya. Ada Zhou Nan dan Judy juga."


Xiang Wan," baguslah. Aku akan minta David untuk ke sana."


Tiba tiba Judy masuk ke truck dan berkata pada Yi En," Shen Yi En, gawat! Penggemar Lin Xiang dan Xu Ling sedang memenuhi lokasi syuting. Mereka meminta penjelasan tentang berita video yang diunggah di media sosial pagi ini."


Xiang Wan mendengarnya.


Lalu Xiang Wan berkata pada Yi En," Yi En, amankan Lin xiang dan Xu Ling. Biarkan mereka terus di dalam truck. Aku akan minta keamanan untuk ke sana. Cobalah bicara dengan sutradara Gao untuk menghentikan sementara syutingnya sampai aku datang ke sana."


Yi En," baiklah."


Setelah menutup teleponnya.


Yi En berkata pada Judy," bawa Xu Ling dan Lin xiang ke dalam truck dulu. Aku akan coba bicara dengan sutradara Gao untuk menghentikan sebentar syutingnya."


Judy mengangguk.


Lalu Yi En dan Judy berjalan keluar.


Judy dan Zhou Nan membawa Lin Xiang dan Xu Ling ke dalam truck.


Beberapa saat David datang bersama beberapa orang yang mengamankan lokasi.


Xiang Wan segera bersiap siap dan dengan terburu buru ia berangkat.


Zhu He hanya menggelengkan kepalanya.


Di perjalanan, Yu Jiang pamannya meneleponnya.


Yu Jiang begitu marah dengan berita itu.


Ia meminta Xiang Wan untuk segera membereskannya.


Xiang Wan menarik nafas setelah menutup telephone pamannya.


Beberapa saat Mo Bei meneleponnya.


Mo Bei," apa yang akan kau lakukan?"


Xiang Wan," tentu saja bicara pada para penggemar itu."


Mo Bei terdiam sebentar.


Lalu Mo Bei yang juga ada di dalam mobil, ia berkata," aku akan ke sana dan menemanimu."


Xiang Wan hendak menjawab tidak perlu.


Tapi Mo Bei sudah menutup telephonenya.


Xiang Wan," baiklah, kali ini pun aku akan menghadapinya."


Sementara itu,


Yi En mencoba bicara dengan sutradara Gao sambil mengucapkan permintaan maaf atas kejadian ini.


Sutradara Gao hanya menghela nafas. Ia cukup kesal dengan kejadian ini. Syuting filmnya sudah diundur beberapa kali.


Lalu ia bicara pada krunya," kita hentikan sebentar syutingnya!"


Sutradara Gao menoleh pada Yi En dan berkata sambil tangannya yang menggenggam naskah ia angkat ke atas ," katakan pada Yao Xiang Wan untuk segera membereskan hal ini. "


Yi En menggangguk dan mengucapkan maaf lagi.


Saat kembali ke truck.


Di depan Truck, Xiang Wan akhirnya tiba.


Yi En," kak Xiang Wan."


Xiang Wan," aku akan bicara pada para penggemar itu. Kau pastikan Lin Xiang dan Xu Ling untuk jangan keluar dari truck. Mengerti?"


Yi En menatap Xiang Wan.


Yi En," tapi kak..."


Xiang Wan menoleh pada David," David, antar aku menemui mereka."


Yi En," kak Xiang Wan, biarkan aku menemanimu."


Xiang Wan menatap Yi En," bukankah sudah aku jelaskan apa tugasmu."


Yi En terdiam.


Lalu Xiang Wan berjalan dan diikuti oleh David.


Akhirnya Yi en masuk ke dalam truck sambil menunggu bersama Xu Ling dan Lin Xiang. Ada Zhou Nan dan Judy berada disana.


Xiang Wan dan David menemui para penggemar itu.


Ia mencoba menjelaskan mengenai perbincangan video itu dan ia juga mengatakan hubungannya terhadap Xu Ling adalah seperti seorang adik baginya.


Lalu salah satu penggemar Lin Xiang


Berkata," lalu apa maksud dengan kata katamu bahwa karier Lin Xiang hanya bertahan 3 sampai 5 tahun, jelas dari kata katamu kau sebagai managernya tidak yakin dengan kemampuan Lin Xiang. Kau lebih pilih kasih pada Xu Ling!"


Xiang Wan menarik nafas.


Ia hanya diam dan tiba tiba ia mengucapkan maaf.


Kejadian itu terekam live langsung di semua media sosial.


Lin Xiang dan Xu Ling melihatnya, begitu juga Yi En.


Lin Xiang sangat marah melihat reaksi para penggemarnya itu.


Ia berdiri dan berkata," aku harus bicara dengan mereka!"


Yi En dan Judy pun berdiri.


Judy," Lin Xiang, kau harus tetap disini. "


Lin Xiang," aku tidak bisa melihat saja dan membiarkan mereka seenaknya seperti itu."


Yi En," kau tidak boleh meninggalkan truck ini. Kau dan Xu Ling harus tetap disini. Kak Xiang Wan yang meminta kalian untuk tetap diam disini."


Lin Xiang menoleh pada Xu Ling dan berkata," Xu Ling, kenapa kau diam saja?! Bukankah ini video perbincanganmu dengan kak Xiang Wan, seharusnya kau juga bantu kak Xiang wan untuk jelaskan."


Xu Ling terdiam sebentar.


Lalu ia berdiri," baiklah. Aku akan keluar dan jelaskan pada mereka semuanya."


Yi En segera berjalan cepat dan berdiri menghalangi pintu.


Yi En berkata," aku mohon. Aku mohon bantuan kalian. Percayalah, kak Xiang Wan pasti akan menyelesaikannya. Jadi... aku mohon pada kalian, tenanglah. "


Xu Ling dan Lin Xiang menatap Yi En.


Akhirnya mereka pun diam.


Dan duduk kembali.


Yi En pun berjalan keluar.


Diikuti Judy.


Yi En," Judy, kuncilah pintu truck ini dari dalam, aku akan pastikan agar syuting segera dimulai. "


Judy mengangguk.


Lalu Yi En pun berjalan pergi.


Judy menatapnya dan berpikir, "kita lihat bagaimana kalian menghadapi ini."


Judy pun masuk ke truck dan mengunci dari dalam.


Lalu ia duduk.


Yi En pun berjalan menuju tempat kak Xiang Wan menemui para penggemar itu.


Dan bersamaan ia bertemu dengan Mo Bei.


Saat mereka sampai, Xiang Wan sedang mengucapkan permintaan maaf bahwa itu adalah kesalahannya.


Tiba tiba ada salah 1 penggemar melemparinya dengan cake tart yang penuh dengan creamnya.


Lalu diikuti yang lainnya.


Yi En dan Mo Bei terkejut melihatnya.


Mo Bei segera maju dan menutup Xiang Wan.


Diikuti oleh Yi En dan David.


Mo Bei segera membawa pergi Xiang Wan.


Lalu Yi En yang masih di sana berusaha menenangkan.


Mau tidak mau ia menerima juga lemparan cream tart.


Pada saat sudah mereda, Yi En berkata," jika kalian memang menyayangi Xu Ling dan Lin Xiang. Aku mohon pada kalian untuk membiarkan mereka bisa melanjutkan syuting lagi. Jika kalian masih terus seperti ini, itu akan menghambat mereka berdua. Jadi mohon bantuan kalian."


Salah 1 diantara mereka akhirnya berkata," baiklah. Kita biarkan Xu Ling dan Lin Xiang melanjutkan syutingnya. Kita pergi dulu."


Lalu satu persatu dari mereka pun akhirnya pergi.


Yi En menarik nafas lega.


Begitu juga David.


Lalu Yi En berjalan dan mencari kak Xiang Wan.


Di depan toilet, Mo Bei berdiri di depan.


Yi En," kak Xiang Wan, dia..."


Mo Bei menatap Yi En.


Yi En hendak membuka pintu toilet, tapi ia mendengar suara air dan suara kak Xiang Wan yang berusaha menahan tangis.


Yi En menundukkan kepalanya.


Ia terdiam sebentar.


Lalu ia menatap Mo Bei dan berkata pelan," Tuan Mo Bei, kau akan menemaninya bukan?"


Mo Bei menatap Yi En.


Lalu ia nengangguk.


Yi En tersenyum dan mengangguk.


Ia berkata pelan," kalau begitu aku bisa tenang."


Lalu Yi en berjalan pergi.


Xiang Wan masih berada di dalam Toilet.


Ia mengusap air matanya.


...


...


Lalu ia membersihkan cream tart yg ada di wajah dan rambutnya.


Setelah selesai.


Ia keluar dari toilet.


Mo Bei masih menungguinya.


Lalu mereka berjalan keluar.


Xiang Wan menelepon Yi En.


Untuk tetap di lokasi syuting.


Yi En," kak Xiang Wan, tenanglah. Aku akan disini menemani Lin xiang dan Xu Ling. Kau kembalilah dan istirahatlah."


Xiang Wan mengangguk," baiklah."


Sebelum menutup teleponnya, ia berkata," Yi En...terima kasih."


Yi En terdiam.


Lalu Xiang Wan menutup teleponnya.


Xiang Wan terdiam.


Ia lelah hari itu.


Ia tidak menduga, selama menjadi manager artis ia belum pernah menghadapi hal seperti ini.


Mo Bei lalu memegang lengannya dan menenangkannya.


...


...


Setelah syuting selesai dan memastikan Lin Xiang juga Xu Ling kembali.


Akhirnya Yi En terakir, ia berjalan keluar dari lokasi syuting.


Ia menghela nafas.


Hari itu baginya juga sangat melelahkan.


Bajunya dan rambutnya masih tercium cream tart meski sudah ia bersihkan.


Ia berjalan menuju halte.


Beberapa saat bus datang, lalu ia pun naik ke bus itu.


Ia mendengarkan musik sambil melihat pemandangan jalanan.


Perhentian halte bus dekat apartemennya.


Ia turun.


Ia masih duduk disana sambil menatap handphonenya.


Ternyata Lu Chun menungguinya di sana.


Mobilnya berhenti depan haltenya.


Lalu Lu Chun keluar dari mobil dan berjalan mendekati Yi En.


Ia duduk di samping Yi En.


Yi En masih belum menyadari bahwa Lu Chun di sampingnya.


Lu Chun," kau mau duduk disini berapa lama, Shen Yi En?"


Yi En mendengar suara tidak asing.


Ia menoleh ke sampingnya.


Ia terkejut melihat Lu Chun duduk disampingnya.


Yi En," kau...kenapa kau ada disini?"


Lu Chun berdiri dan berkata," kau mau pulang bersama denganku?"


Yi En masih terdiam.


Lu Chun menoleh dan berkata," mobilku sudah menungguimu sejak tadi."


Lalu Lu Chun berjalan ke mobilnya dan membukakan pintu untuk Yi En.


Yi En menghela nafas.


Akhirnya ia berdiri dan berjalan.


Sebelum ia masuk ke mobil ia berkata," baiklah. Karena mobilmu sudah menungguiku, jadi aku pulang bersamamu."


Lalu Yi En masuk ke dalam mobil.


Lu chun tersenyum mendengarnya.


Ia menutup pintu mobil.


Lalu ia pun masuk ke mobil dan menjalankannya.


Di perjalanan Lu Chun memulai perbincangan," hari ini aku melihat siaran live di media sosial tentang apa yang terjadi pada kak Xiang Wan. Kau... juga ada disana tadi."


Yi En menoleh.


Lalu ia menatap ke depan lagi dan menjawab," ya, kau benar."


Lu Chun," kak Xiang Wan benar benar berani menghadapi mereka. Itulah kak Xiang Wan."


Yi En mengangguk dan berkata," meski aku belum mengenalinya. Tapi memang hanya kak Xiang Wan yang berani melakukan hal seperti tadi. "


Yi En berkata lagi," aku...sangat mengaguminya."


Lu Chun mengangguk membenarkan.


Yi En terdiam lagi.


Lu Chun," unggahan video itu...sepertinya ada yang sengaja merekamnya. "


Yi En menoleh menatap Lu Chun.


Yi En," bisa jadi penggemar Xu Ling yang kebetulan ada disana."


Lu Chun," itu bisa jadi. Tapi...ada kemungkinan juga, ada orang dalam yang sengaja merekam dan mengunggah."


Yi En," maksudmu, ada orang dalam dari Qili yang ingin menjatuhkan kak Xiang Wan?"


Lu Chun mengangguk.


Lu Chun berkata lagi," kak Xiang Wan, sejak menjadi manager artis dan aku di bawah naungannya. Jika dia ingin menemuiku, dia selalu memastikan dan sangat hati hati mencari tempat yang aman. Bahkan ia bisa tahu tempat itu tidak akan ada penggemar disana. Kecuali asisten pribadi artis. "


Yi En menatap Lu Chun.


Lalu Lu Chun berkata lagi," dan jika aku dengar perkataan kak Xiang Wan dengan Xu Ling. Sebenarnya ada benarnya juga. Artis muda seperti Lin Xiang, saat ini dia sedang di puncak kejayaannya, jika dia tidak memanfaatkan kesempatannya dengan baik. Itu hanya akan bertahan 3 sampai 5 tahun saja. Tapi jika dia bisa, dia akan menjadi legendari seperti Ruan Lien Hua. Dan... aku."


Yi En menatap Lu Chun.


Lalu Yi En menoleh ke depan.


Ia hanya tersenyum.


Lu Chun," kau tidak setuju? Aku masih bisa bertahan itupun juga karena kak Xiang Wan membantuku."


Yi En masih diam dan tersenyum.


Lu Chun tersenyum melihat wajah Yi En.


Lalu Lu Chun menarik nafas dan berkata," aku masih ingat kata kata kak Xiang Wan, pengakuan dari publik itu memang penting. Tapi yang lebih penting adalah bakat dan kerja keras."


Yi En menoleh dan berkata," kau ternyata bisa mengingat kata kata penting seperti itu."


Lu Chun tertawa. Lalu ia berkata," kau meremehkanku."


Yi En tersenyum mendengarnya.


Beberapa saat merekapun sampai.


Lalu Yi En berkata," terima kasih."


Lu Chun mengangguk dan berkata," terima kasih, kau mau pulang bersama denganku."


Yi En menatap Lu Chun.


Ia pun menjadi salah tingkah.


Lalu ia membuka pintu mobil dan turun.


Setelah menutup pintu ia segera berjalan masuk ke apartemen.


Lu Chun tersenyum melihatnya.


Ia menarik nafas lega karena akhirnya ia bisa dekat lagi dengan Yi En.


Meski harus perlahan.


Di dalam apartemen, Wei Wei sudah menunggui Yi En pulang.


Yi En," Wei Wei kau sudah pulang?"


Wei Wei mengangguk ," aku sudah menunggumu. Aku kira karena kejadian hari ini, kau akan pulang cepat hari ini. Karenanya aku sengaja pulang sore tadi. Tapi kau malah pulang malam sekali. Aku laparrr."


Yi En tersenyum.


Yi En mendekati sahabatnya dan duduk.


Sambil merangkul Wei Wei ia berkata," maafkan aku. Baiklah kita pesan makanan."


Wei Wei mengangguk," kita pesan pizza."


Yi En ," baiklah."


Mereka makan pizza sambil menikmati acara drama di tv.


Wei Wei," kau pasti lelah hari ini, aku bisa membayangkannya."


Yi En mengangguk," kau benar. Tapi karena malam ini ada kau yang menemaniku, aku jadi tidak lelah lagi."


Wei Wei tersenyum mendengarnya dan berkata," aku senang mendengarnya."


Lalu ia melahap pizza lagi.


Setelah mengunyah, Wei Wei berkata," bagaimana dengan kak Xiang Wan?"


Yi En," Tuan Pengacara itu membawa kak Xiang Wan pergi. "


Wei Wei," Tuan Pengacara?...maksudmu Pengacara Mo Bei?"


Yi En mengangguk.


Ia menarik nafas.


Lalu berkata," aku lebih tenang Tuan Pengacara itu yang menemaninya. "


Wei Wei terdiam.


Ia berkata," sepertinya hubungan mereka sudah dekat. Tapi baguslah jika dengan begitu bisa menenangkan kak Xiang Wan. "


Yi En," aku...sungguh mengagumi kak Xiang Wan. Dia selalu memikirkan orang lain tanpa memikirkan apa yang terjadi pada dirinya. "


Wei Wei mengangguk," kau benar. Aku juga baru menyadarinya setelah aku hendak meninggalkan Qili."


Mereka berbincang sambil menikmati pizza.