WOMEN'S

WOMEN'S
Eps 13



Pagi itu Xiang Wan seperti biasa setelah olahraga.


Ia sarapan.


Zhu He sudah menyiapkan sarapan.


Sambil ia melanjutkan memasak lagi.


Qi Lei sudah ada lebih dulu sarapan.


Lalu ia berkata pada kakak sepupunya sambil matanya masih terus melihat handphonenya," Kak Wan, ada apa dengan Weibo pagi ini. Berita tentang Lin Xiang ada diurutan pertama. "


Xiang Wan menatap Qi Lei.


Qi Lei," kau belum lihat? Banyak penggemar memberikan semangat pada Lin Xiang karena kecelakaannya saat syuting."


Xiang Wan segera membuka handphonenya dan melihat weibo.


Dan benar Lin Xiang diurutan pertama berita hari itu.


Semua memberikan semangat pada Lin Xiang.


Xiang Wan terkejut melihat berita itu.


Ia menarik nafas, dan ia akhirnya mengerti inilah taruhan yang dimaksudkan oleh Yi En.


Ada senyuman di bibirnya.


Di perjalanan ke kantor.


Sutradara Chen meneleponnya.


Ia juga sudah melihat seluruh berita di media sosial. Ia pun menghargai para penggemar Lin xiang. Dan memberikan kelonggaran untuk Lin Xiang, ia akan menunggu hingga Lin Xiang pulih.


Xiang Wan tersenyum lega di dalam mobilnya.


Sampainya ia di kantor.


Ia menemui Yu Jiang.


Yu Jiang," Sutradara Gao menyampaikan permintaan maaf atas kecelakaan di lokasi syuting. Dan... dia memberikan support untuk Lin Xiang. Mereka akan memberikan jadwal syuting Lin Xiang setelah dia pulih."


Xiang Wan menarik nafas.


Yu Jiang berkata lagi," kali ini, berkat para penggemar Lin Xiang juga. "


Xiang Wan mengangguk.


Yu Jiang," kau bisa lega sekarang."


Xiang Wan menatap Yu Jiang.


Ia berkata," aku lega, karena ternyata aku punya asisten yang lihai sekarang."


Yu Jiang mendengarnya.


Lalu ia berkata," maksudmu...Shen Yi En?"


Xiang Wan mengangguk dan ia tersenyum.


Yu Jiang mengangguk, " jadi kau ingin mengatakan hal ini bisa berhasil karena jasanya."


Xiang Wan," benar sekali. Syuting film biografi tuan Yu Xiang, dia yang membujukku agar aku bersedia menerimanya untuk Lin Xiang. Paman tahu bukan, sejak awal aku hampir tidak menyetujui Lin xiang syuting 2 film sekaligus?"


Yu Jiang berpikir. Dan ia mengangguk.


Lalu ia berkata," kau bisa pertahankan dia, dan aku akan tarik kata kataku waktu itu tentangnya. "


Xiang Wan tersenyum dan ia mengangguk.


...


...


Yi En pagi itu memilih naik taksi dan langsung ke apartemen Lin Xiang.


Saat di perjalanan Wei Wei meneleponnya.


Wei wei memberitahu di weibo dan beberapa media sosial lainnya, berita mengenai kecelakaan Lin Xiang menjadi topik no 1. Dan banyak sekali yang memberi support untuk Lin xiang.


Yi En terkejut mendengarnya.


Ia belum sempat mengeceknya hari ini.


Wei Wei," kau dan kak Xiang Wan tidak perlu memusingkan hal ini lagi."


Yi En tersenyum.


Wei Wei," kita rayakan setelah pulang kerja. Okey?!"


Yi En," baiklah."


Setelah menutup teleponnya, Yi En menghela nafas lega.


Inilah taruhannya untuk Lin Xiang.


Sampai Yi En di apartemen Lin Xiang.


Ia membawakan sup wanton untuk Lin Xiang dan kopi kesukaan Lin xiang.


Lin Xiang begitu senang apalagi dia sudah melihat berita tentangnya menjadi trending topik.


Ia makan dengan lahap.


Yi En tersenyum melihatnya.


Sementara itu Xiang Wan keluar kantor dan ia menuju ke apartemen Lin xiang.


Dia tahu Yi En pasti ada di sana.


Sampai Xiang Wan di apartemen Lin xiang.


Ia memarkirkan mobilnya.


Lalu ia hendak berjalan masuk.


Handphonenya pun berbunyi.


Ternyata Mo Bei.


Mo Bei memberi selamat pada Xiang Wan tentang berita Lin xiang yang menjadi urutan pertama di Weibo.


Mo Bei," kau senang sekarang?"


...


...


Xiang Wan tersenyum mendengarnya.


Mo Bei," kau sedang tersenyum sekarang. Baiklah, kau tidak ingin mengajakku makan?"


Xiang Wan," bukan kau yang berjasa, kenapa harus mengajakmu makan? Tunggu... suaramu. Kau sedang flu?"


Mo Bei tersenyum," sepertinya begitu. Aku sedang bekerja dirumah."


Xiang Wan ," ternyata seorang pengacara hebat sepertimu bisa sakit juga."


Mo Bei tersenyum.


Lalu Xiang Wan mengakhiri teleponnya.


Mereka masing masing saling menarik nafas.


Tanpa sadar hubungan mereka sudah membaik dan dekat kembali.


Yi En mengeluarkan sesuatu dari pepper bag nya, dan itu sebuah gaun casual yang diingini Lin xiang.


Lin Xiang melihatnya.


Ia terlihat begitu senang, wajahnya menjadi sangat ceria.


Lin Xiang,"cepat sekali gaun casual ini selesai kau buat ?"


Yi En hanya tersenyum.


Lin Xiang memegang lengan Yi En dengan gaya manjanya sambil berkata," terima kasih kasih kak Yi En."


Xiang Wan tiba tiba membuka pintu dan masuk.


Sambil ia melihat Lin Xiang dan Yi En.


Lin Xiang," kak Xiang Wan!"


Xiang Wan menutup pintu, lalu ia melipat tangannya dan berkata," sepertinya kau begitu menikmati waktu istirahatmu."


Lin Xiang tersenyum.


Xiang Wan berjalan hendak duduk.


Yi En ," kak Xiang Wan. Kau kemari."


Xiang Wan yang sudah duduk dan berkata," kenapa? Aku tidak boleh mengunjungi Lin Xiang?"


Yi En menatap Xiang wan dan berkata," bukan begitu maksudku."


Xiang Wan melihat di meja masih ada roti lapis.


Lalu ia mengambilnya," ini untukku bukan? Terima kasih."


Lin Xiang menggelengkan kepalanya.


Yi En ingin tersenyum tapi ia menahannya.


Xiang Wan bicara setelah ia menelan," sepertinya kau akan cepat pulih, mendengar kau sudah bisa berteriak tadi."


Lin Xiang," kak Xiang Wan. Yang sakit kakiku. Jika untuk berteriak aku masih mampu."


Xiang Wan menatap Lin xiang, lalu tersenyum dan berkata," kau berani bicara begitu. Karena para penggemarmu menberikanmu support. Kau sudah tahu bukan? Berita tentangmu menjadi topic no 1 di weibo."


...


...


Lin Xiang tersenyum senang dengan gayanya.


...


...


Xiang Wan tidak tahan melihatnya. Dan ia menggelengkan kepalanya.


Yi En pun ikut tersenyum melihatnya.


...


...


Xiang Wan ," sekarang tugasmu adalah manfaatkan dengan baik waktu ini untuk istirahat dan memulihkan kakimu."


Lin Xiang mengangguk," tentu saja."


Lalu Xiang Wan menoleh pada Yi En dan berkata," Yi En aku ingin bicara denganmu. Kita keluar sebentar."


Yi En,"baiklah."


Mereka pun bicara diluar.


Xiang Wan menatap Yi En.


Lalu berkata," ini yang kau maksud dengan taruhanmu?"


Yi En menatap Xiang Wan.


Xiang Wan menghela nafas.


Lalu ia berkata lagi," kau sudah memikirkan jauh sebelumnya. Kau menggunakan cara untuk memancing simpati para penggemar. Dan dengan kejadian ini, kau ingin mengeluarkan semangat Lin Xiang. Tapi jika taruhanmu gagal. Kau juga akan membuat Lin Xiang menyadari seberapa kemampuannya."


Yi En tersenyum.


Lalu ia mengangguk.


Ia menjawab," sebenarnya, aku hanya berpikir Lin Xiang akan kelelahan. Dan dia akan jatuh sakit. Aku tidak pernah menyangka akan terjadi kecelakaan saat dia syuting. "


Yi En menarik nafas.


Lalu ia berkata lagi," tapi meskipun itu terjadi. Ia benar benar mendapatkan simpati dan support dari penggemarnya. Aku rasa... dia akan semakin semangat untuk menunjukkan kemampuan dalam dirinya setelah ini."


Xiang Wan akhirnya tersenyum.


Lalu ia berkata," maafkan aku. "


...


...


Yi En menatap Xiang wan.


Xiang Wan,"aku akan menarik kata kataku kemarin. Dan...terus bantulah Lin Xiang hingga ia menyelesaikan 2 syuting filmnya."


Yi En tersenyum senang dan ia mengangguk.


Ia menjawab," terima kasih kak Xiang Wan. "


Xiang Wan tersenyum mengangguk.


Xiang Wan mulai mengakui kehebatan Yi En.


Malam itu, Yi En pergi bersama Wei Wei.


Mereka ke tempat bar Guan Xian.


Guan Xian begitu senang melihat kedatangan mereka.


Yi En membawakan banyak sushi.


Dan mereka merayakan bersama.


Xiao Qian pun ikut bergabung dengan mereka.


Hari itu, YiEn tidak mau mabuk.


Xiao Qian menyanyikan beberapa lagu untuk mereka.


Suara merdu Xiao Qian membuat Yi En begitu menikmatinya.


Guan Xian," Yi En. Bisakah kau berkedip saat menatap Xiao Qian.


Matamu selalu terbuka tanpa berkedip sama sekali."


Yi En menoleh dan berkata," kenapa? Kau tidak suka kak ?"


Guan Xian," benar, aku tidak suka. Jangan kau goda adikku."


Yi En dan Wei Wei tertawa mendengarnya.


Sementara itu, Xiang Wan berhenti di depan apartemen Mo Bei.


Ia menarik nafas saat masih berada dalam mobilnya.


Lalu ia turun dan berjalan masuk.


Mo Bei begitu terkejut saat membuka pintu dan Xiang Wan ada di depannya.


Xiang Wan berusaha tersenyum dan mengangkat sebuah bingkisan di tangan kanannya.


Mo Bei tersenyum melihatnya.


Lalu ia mempersilahkan Xiang Wan masuk.


Xiang Wan membuka sup wanton yang masih hangat.


Mo Bei memberikan beberapa mangkuk pada Xiang Wan.


Lalu Xiang Wan menempatkan sup wanton itu ke mangkuk.


Sambil menikmati sup wanton, mereka berbincang.


Mo Bei," bagaimana dengan sutradara Chen saat mengetahui berita hari ini?"


Xiang Wan sambil mengecek pekerjaannya dengan handphonenya, ia menjawab," dia memberikan kelonggaran untuk Lin Xiang."


...


...


Mo Bei," baguslah."


Xiang Wan," aku sudah menemui Shen Yi En."


Mo Bei menatap Xiang Wan.


Xiang Wan melanjutkan lagi," aku menyadari 1 hal. Dia sudah jauh sebelumnya memikirkan tentang hal ini. Dia...berani mengambil resiko."


Mo Bei," bukankah itu yang kau sukai. Kau juga orang yang berani mengambil resiko. Kau baru mempekerjakan dia 1 bulan, tapi kau berani mempercayakan padanya. Bisa dibilang, kurang lebih dia hampir mirip denganmu."


Xiang Wan terdiam mendengarnya.


Mo Bei berkata lagi," tapi... dia tidak licik sepertimu. Benar bukan?"


Xiang Wan melirik Mo Bei.


Mo Bei pun tertawa melihatnya.


Mo Bei mulai terlihat serius.


Ia berkata," Xiang Wan. "


Xiang Wan menatap Mo Bei, wajahnya terlihat serius.


Mo Bei berkata lagi," sebenarnya selama ini aku menyelidiki kasus tentang laki laki yang menyebabkan kecelakaan yang menimpa adikmu."


Xiang Wan menatap Mo Bei," maksudmu..."


Mo Bei," aku mendapat informasi, laki laki itu mendapat keringanan hukuman. Ada keluarganya yang selama ini berusaha mengajukan banding. Dan baru bulan kemarin diterima oleh pengadilan. "


Xiang Wan terkejut mendengarnya.


Xiang Wan," bagaimana bisa pengajuan bandingnya diterima?! Apa yang sudah dia lakukan pada adikku..."


Xiang Wan terdiam.


Mo Bei menatap Xiang Wan.


Xiang Wan menarik nafas, lalu berkata dengan pelan," jadi dia akan dibebaskan?"


Mo Bei mengangguk dan berkata," bulan depan, dia akan dibebaskan."


Xiang Wan," kau menyelidiki siapa keluarganya?"


Mo Bei," aku masih belum mendapat informasi siapa keluarganya. Tapi yang jelas, jika dilihat, dia memiliki keluarga yang cukup berpengaruh dan memiliki koneksi di bidang hukum. Dia menyewa seorang pengacara yang terbaik di shanghai. Dan pengacara ini benar benar menutup semua informasi tentang keluarganya."


Xiang Wan menatap Mo Bei.


Lalu ia menunduk dan berkata," laki laki itu sudah dibebaskan, sedangkan aku masih memiliki keraguan bahwa adikku sudah meninggal."


Mo Bei menarik nafas. Ia merasa sedih melihat Xiang Wan.


Lalu ia berkata," aku masih terus menyelidikinya. Kau tenanglah."


Xiang Wan mengangguk dan berkata," terima kasih kau sudah memberitahuku."


Mo Bei menatap Xiang Wan.


Lalu perlahan tangannya memegang tangan kanan Xiang Wan. Ia ingin memberikan semangat pada Xiang Wan.


Xiang Wan menatap Mo Bei.


Ia terdiam.


Tapi kali ini ia tidak mengelak lagi.


Xiang Wan dan Mo Bei mulai memiliki hubungan yang dekat.


Xiang Wan sudah membuka hatinya kembali.


Sementara itu, Xiang Wan sudah mulai mempercayai beberapa hal pada Yi En.


Dan karena hal itu, tanpa diduga Judy tidak menyukainya.


Ia merasa itu tidak adil baginya karena dia lebih dulu ada di Qili Entertainment daripada Yi En.


Yi En sudah mulai membuka hatinya juga untuk Lu Chun.


Beberapa kali Lu Chun memberikan tumpangan untuknya.


Malam itu saat Yi En menumpang di mobil Lu Chun.


Mereka sampai di depan apartemen.


Lu Chun mencoba memberanikan diri berkata," Yi En. Aku ingin mengajakmu makan malam besok. Jika kau bisa."


Yi En terdiam sebentar.


Akhirnya ia menjawab," baiklah. Besok aku hanya masih menemani Lin Xiang di apartemennya. "


Lu Chun tersenyum.


Lalu ia berkata," aku akan menjemputmu di depan apartemen Lin Xiang."


Yi En mengangguk.


Lalu ia melepas sabuk pengamannya.


Dan membuka pintu.


Ia menoleh sebentar dan mengucapkan terima kasih pada Lu Chun.


Lalu Yi En berjalan hendak masuk.


Ternyata Wei Wei yang juga baru saja datang bersama dengan Xiao Qian.


Melihat Yi En turun dari mobil Lu Chun.


Wei Wei membelalakkan matanya.


Ia terkejut melihatnya.


Wei Wei berlari mendekati Yi En diikuti oleh Xiao Qian.


...


...


Wei Wei," Yi En?! Tunggu! "


Yi En menoleh, ia melihat sahabatnya dan Xiao Qian.


Wei wei berkata," kau pulang bersama Lu Chun?!"


Yi En menatap Wei Wei dan mengangguk.


Wei Wei menatap sahabatnya seakan tidak percaya.


Lu Chun yang masih di dalam mobil melihat wajah Wei Wei tersenyum geli.


Yi En melihat Xiao Qian.


Dan Yi En tersenyum senang," Xiao Qian?! Kau kemari?"


Xiao Qian tersenyum dan berkata," kak Guan Xian menyuruhku mengantarkan makanan ini untuk kalian. Sekalian aku ingin mengunjungimu."


Yi En mengangguk," tentu saja kau harus sering mengunjungiku. Ayo kita masuk."


Yi En merangkul Xiao Qian.


Lu Chun sempat melihatnya.


Ia cukup terkejut dan sedikit cemburu melihatnya.


Wei Wei menoleh melihat mobil Lu Chun masih di situ.


Lalu Wei Wei memalingkan muka dan berjalan masuk.


Di dalam apartemen, Yi En membuka makanan yang dibawa oleh Xiao Qian.


Wei wei melihatnya dan menyaut," wow ini makanan kesukaanku!"


Xiao Qian tersenyum mendengarnya.


Yi En,"Xiao Qian kita makan bersama bagaimana?"


Xiao Qian ," aku harus kembali ke bar. Jika tidak, kakakku akan memenggalku."


Mereka tertawa mendengarnya.


Lalu Yi En berkata," nanti aku akan bilang pada kakakmu. Tenang saja. Kita makan sebentar."


Wei wei mengangguk," benar sekali. Aku ambilkan coca cola."


Xiao Qian mengangguk," baiklah."


Mereka makan malam bersama.


Xiao Qian sangat senang ada kesempatan malam itu untuk bisa dekat dengan Yi En lagi.


Diam diam memang selama ini Xiao Qian menyukai Yi En.


Setelah Xiao Qian pulang.


Yi En sedang membereskan meja makan dan mencuci beberapa piring kotor.


Ia menatap Yi En dengan wajah penasaran.


Tapi Yi En hanya diam saja dan tidak peduli.


Wei Wei akhirnya berkata," Shen Yi En. Kau tidak merasa berhutang penjelasan padaku?"


Yi En menoleh ke sahabatnya.


Lalu ia melanjutkan mencuci piring lagi dan ia hanya tersenyum.


Wei Wei," kau hanya tersenyum?!, Yi En, ada apa denganmu? Kau... sudah berbaikan lagi dengan Lu Chun?"


Yi En terdiam sebentar.


Lalu ia menjawab," aku hanya kebetulan beberapa kali bertemu di hatle bus. Dan dia menawarkan untuk pulang bersama. Hanya itu. Bukan berarti kami berbaikan seperti dulu lagi."


Wei Wei menatap sahabatnya.


Ia terdiam sebentar.


Lalu ia menepuk pundak sahabatnya dan berkata," Yi En, kau punya keputusan sendiri. Apapun itu, aku akan mendukungmu."


Yi En menoleh dan ia tersenyum sambil mengangguk.


Xiang Wan yang sudah sampai di depan rumahnya.


Ia masih berada di dalam mobilnya cukup lama.


Ia memikirkan informasi yang diberitahu oleh Mo Bei.


...


...


Ia teringat kejadian malam itu, kecelakaan yang menimpa adiknya.


Ia menarik nafas panjang.


Saat dia masuk ke rumah.


Ia menuju dapur dan mengambil segelas air minum.


Bibinya berjalan dari kamar dan hendak ke dapur.


Zhu He bersandar di dekat meja makan, mèlihat keponakannya yang pasti baru saja pulang.


Zhu He," kau baru pulang?"


Xiang Wan menoleh dan mengangguk.


Zhu He," kau dan Qi Lei berlomba untuk pulang malam?"


Xiang Wan tersenyum mendengarnya dan menjawab," kakak besar. Kau selalu saja marah padaku karena pulang malam. Seharusnya kau memarahi Direktur Yu yang sudah mempekerjakanku seperti ini."


Zhu He tersenyum," pintar sekali kau menjawab."


Zhu He berjalan mendekat dan ia mengambil segelas air juga.


Lalu ia duduk di kursi.


Ia berkata," 2 hari lagi... adalah hari peringatan kematian adikmu. Bibi hanya mengingatkanmu, kau adalah kakaknya."


Xiang Wan menjawab dengan cepat," bibi aku tidak akan ikut."


Zhu He menatap keponakannya.


Ia menatap wajah yang sama seperti dulu lagi.


Xiang Wan," maafkan aku bi. Aku ingin mandi dan istirahat. Selamat malam"


Lalu Xiang Wan berjalan menuju ke kamarnya.


Zhu He hanya bisa menarik nafas.


Xiang Wan masuk ke kamarnya dan berjalan menuju kamar mandi.


Cukup lama ia di dalam.


Malam itu, di tempat tidurnya.


Ia masih terjaga dan sulit untuk tidur.


Lalu ia mengambil buku di meja dekat tempat tidurnya.


Dan ia membuka pembatas buku itu.


Ia menatap sebuah foto.


Cukup lama ia menatap foto itu, dan tiba tiba air matanya mulai menetes.


...


...


Foto itu adalah foto keluarganya.


Ia, adik perempuannya dan ayah ibunya.


Keesokan harinya.


Lu Chun memakai jasnya. Dan ia menuju ke mobilnya.


Lalu ia pergi.


Mobilnya berhenti di depan tempat penjara.


Ia menemui seseorang di dalam sebuah ruangan.


Dia duduk sambil menunggu.


Tiba tiba keluarlah seorang laki laki setengah baya mengenakan baju berwarna biru muda, biasa dipakai untuk seorang tahanan.


Laki laki setengah baya itu duduk.


Ia menatap Lu Chun , ia begitu senang melihatnya.


Wajahnya terlihat sayu dan tua.


Ia berkata," kau datang. "


Lu Chun mengangguk.


Dan berkata," aku ingin memberitahumu, bahwa pengajuan banding tentang kasusmu diterima. Bulan depan... ayah akan di bebaskan."


Laki laki setengah baya itu sangat senang mendengarnya.


Dan berkata," syukurlah. Syukurlah. Terima kasih Xiao Chun."


Lu Chun terdiam.


Lalu wajah laki laki setengah baya itu berubah menjadi sedih dan berkata," besok adalah hari peringatan kematian anak perempuan itu."


Lu Chun mengangguk.


Laki laki setengah baya itu menatap Lu Chun.


Ia ragu untuk memberitahu Lu Chun.


Akhirnya ia memberanikan diri dan berkata," sebenarnya... aku harus memberitahumu. "


Lu Chun menatap ayahnya.


Lalu ayahnya melanjutkan lagi," anak perempuan itu masih hidup. "


Lu Chun terkejut mendengarnya.


Ia mendekat dan berkata," apa yang ayah katakan?!"


Ayahnya berkata lagi," saat itu, ayah memang sudah menabraknya. Ia terlempar dan terjatuh ke sungai yang cukup deras itu. Ayah sudah tahu ia pasti tidak selamat. Tapi, ayah akhirnya kembali lagi dan ayah turun di dekat sungai itu. Ayah mencoba menelusurinya, dan... tanpa diduga, anak perempuan itu terdampar dekat batu batu. Ayah segera mendekatinya dan ia masih hidup. "


Lu Chun begitu terkejut mendengarnya.


Ia berkata," tapi ayah... bagaimana bisa..."


Ayahnya berkata lagi," ayah membawa perempuan itu ke suatu tempat. Di sebuah panti asuhan yang cukup jauh dari desa itu dan ayah meninggalkannya disana."


Lu Chun menatap ayahnya.


Ia seakan tidak percaya dengan yang dikatakan ayahnya.


Ia berkata," lalu... kenapa ayah tidak memberitahu bahwa anak perempuan itu masih hidup? Keluarganya selama ini mempercayai bahwa anak perempuan itu benar benar meninggal dan hilang."


Ayah Lu Chun terdiam.


Sebenarnya ia sangat menyesal atas perbuatannya yang tidak sengaja menabrak anak perempuan itu.


Tapi tanpa diduga, ia mengetahui bahwa anak perempuan itu adalah putri dari temannya sesama pengusaha yang telah membohonginya dan membuat perusahaannya hancur.


Akhirnya ayahnya memberitahu Lu Chun kenapa ia melakukannya.


Lu Chun tidak bisa berkata apa apa. Ia hanya terdiam mendengarnya.


Lu Chun akhirnya berkata," dimana... panti asuhan itu?"


Ayahnya menatap Lu Chun.


Lalu ia memberitahunya.


Beberapa menit sebelum petugas penjara memanggil ayahnya.


Ayahnya mengatakan bahwa dulu ia selalu meminta tolong Hao Mai untuk terus mengecek keadaan anak perempuan itu dan memastikan dia baik baik saja.


Lalu beberapa saat petugas memanggil ayahnya untuk kembali, karena waktu berkunjung sudah habis.


Lu Chun masih belum percaya atas apa yang sudah dia dengar.


Lu Chun berjalan keluar.


Saat hendak masuk ke dalam mobilnya.


Ia terdiam dan menutup mukanya dengan ke dua tangannya.


Selama ini ia sudah selalu merasa bersalah pada Yao Xiang Wan.


Karena itu memutuskan untuk keluar dari Qili Entertainment.


Sekarang setelah mendengar cerita dari ayahnya.


Ia tambah merasa bersalah.


...


...


Lu Chun masuk ke dalam mobil nya.


Di perjalanan ia menelepon asistennya dan meminta pada asistennya untuk membatalkan semua pertemuannya hari itu.


Xiang Wan sedang dalam perjalanan hendak ke apartemen Lin Xiang, di dalam perjalanan ia melihat Yi En sedang di halte menunggu bus.


Ia pun berhenti dan membuka jendela.


Xiang Wan," Yi En, masuklah."


Yi En menunduk dan melihat dari Jendela. Ia tersenyum dan berkata," kak Xiang Wan. "


Lalu ia membuka pintu dan masuk ke dalam mobil.


Xiang Wan," kau mau ke apartemen Lin Xiang?"


Yi En mengangguk," aku harus menemaninya, aku bergantian dengan Zhou Nan untuk menjaganya."


Xiang Wan mengangguk.


Dan berkata," kau cukup bertanggungjawab."


Yi En," cukup?"


Xiang Wan tersenyum.


Sampainya mereka di apartemen Lin Xiang.


Xiang Wan seperti biasa dia hanya duduk dan mengecek surel di laptop dan handphonenya.


Sebelum pergi Zhou Nan membuatkan kopi untuk Xiang Wan dan Yi En.


Setelah itu ia berpamitan dan pergi.


Yi En seperti biasa ia membuat desain baju untuk perusahaannya dulu di fox Fashion and Entertainment.


Dan Lin Xiang melihatnya.


Sambil Lin Xiang memilih salah satu desain baju yang ia inginkan lagi.


Lalu Lin Xiang seperti biasa mengecek media sosialnya lagi.


Xiang Wan sesekali melihat mereka.


Tiba tiba, tangan Yi En tidak bisa bergerak dan bergetar.


Ia tidak bisa menggerakan tangannya untuk menggambar.


Yi En melihat tangannya.


Ia mencoba untuk menggerakkan tangannya lagi. Tapi tetap tidak bisa.


Xiang Wan yang tanpa di duga melihatnya.


Yi En terus berusaha menggerakkan tangan kanannya itu.


Tapi tetap tidak bisa.


Ia menarik nafas menatap tangan kanannya.


Lalu ia menyadari, kak Xiang Wan menatapnya.


...


...


Yi En segera meletakkan ipadnya.


Lalu ia berkata," Lin Xiang, kau tidak lapar? Bagaimana jika kita pesan makanan?"


Lin Xiang mengangguk dan tersenyum senang," baiklah."


Xiang Wan lalu menatap laptopnya lagi.


Yi En ," kak Xiang Wan, kau ada ide ingin memesan makanan apa?"


Xiang Wan," kalian pesanlah kesukaan kalian. Aku ikut dengan kalian. Setelah makan siang, aku akan ke lokasi syuting untuk melihat Xu Ling."


Yi En," baiklah."


Mereka makan siang bersama.


Yi En menceritakan beberapa pengalaman lucu saat ia ada di Jerman.


Lin Xiang tertawa mendengarnya.


Xiang Wan yang awalnya hanya diam sambil mendengarkan.


Akhirnya ia pun tersenyum.


Setelah mereka makan siang.


Xiang Wan lalu pergi menuju lokasi syuting Xu Ling.


Sampainya di sana.


Ia melihat Xu Ling hingga menyelesaikan syuting hari itu.


Setelah selesai, mereka berbincang sebentar.


Xiang Wan," kau sudah bekerja keras Xu Ling. "


Xu Ling tersenyum senang mendengarnya.


Xiang Wan," setelah menyelesaikan film ini. Kau boleh mengisi beberapa acara musik yang kau ingini selama ini."


Xu Ling menoleh.


Ia cukup terkejut mendengarnya.


Xu Ling," kak Xiang Wan..."


Xiang Wan menoleh dan berkata," kenapa? Kau terkejut?..."


Xu Ling masih menatap Xiang Wan.


Xiang Wan tersenyum dan berkata," Xu Ling kau pasti mengira belakangan ini, aku tidak terlalu mengurusmu. Aku lebih memikirkan Lin Xiang."


Xu Ling menatap Xiang Wan, benar apa yang dikatakan Kak Xiang Wan.


Xiang Wan mulai berbicara dengan santai," Zai Zai. Aku selalu memperhatikanmu secara diam diam. Aku mengerti apa yang kau inginkan. Dan sebagai managermu, aku akan mewujudkannya. Dan setelah aku membantumu untuk mewujudkannya, aku yakin kau mampu mengembangkan sendiri. "


Xiang Wan lalu menoleh ke depan dan berkata lagi," tentang Lin Xiang...aku masih harus memperhatikannya secara langsung. Seorang artis seperti Lin Xiang, saat ini adalah saat dimana dia bersinar. Dan kita tidak bisa melepaskan kesempatan ini begitu saja. Karena saat inilah yang menentukan kariernya di dunia entertainment kelak. Jika tidak, ini hanya akan bertahan 4 sampai 5 tahun. "


Xu Ling mendengarkannya.


Dan Xiang Wan berkata lagi," pengakuan memang dibutuhkan, tapi yang akan bertahan lama adalah bakat dan kerja kerasmu."


Xu Ling terdiam.


Ia memahami maksud kata kata kak Xiang Wan.


...


...


Lu Chun yang baru saja tiba di depan sebuah bangunan seperti gereja.


Dan halamannya cukup luas.


Banyak anak anak bermain disana.


Itu adalah panti Asuhan.


Ia pun turun dari mobilnya.


Lalu ia berjalan masuk.


Dan ia menemui salah satu suster di sana.


Dan suster itu mengantarnya untuk menemui suster kepala di panti asuhan itu.


Lu Chun pun menceritakan bahwa ia mencari seseorang anak perempuan 15 tahun yang lalu.


Kira kira saat itu ia berusia 13 tahun.


Ia mengatakan anak itu ditinggalkan di depan panti asuhan dan terluka.


Lalu suster kepala itu terdiam.


Ia mencoba mengingatnya.


Tiba tiba ia menganggukkan kepalanya.


Ia berjalan ke meja nya dan mengambil sebuah album.


Ia membawanya dan kembali duduk dekat Lu Chun.


Ia menbukanya satu persatu dan akhirnya ia berhenti di sebuah halaman.


Dan ia menunjukkan foto seorang anak perempuan pada Lu Chun.


Lu Chun melihatnya.


Ia terdiam.


Lalu suster kepala itu berkata," kalau boleh aku tahu, kenapa kau ingin mengetahui anak perempuan ini dan untuk apa?"


Lu Chun menatap suster kepala itu dan berkata,"aku...dari kantor informasi pencarian orang hilang. Ada sebuah keluarga yang selama ini melaporkan tentang kejadian anak perempuan ini. Dan... ada beberapa informasi akan perempuan ini dibawa ke panti asuhan ini."


Suster kepala itu mengangguk.


Ia akhirnya berkata," malam itu, seorang suster menemukan anak perempuan ini di halaman depan panti asuhan. Bajunya basah kuyub dan tubuhnya penuh luka. Kami segera membawanya masuk. Dan beberapa hari anak perempuan itu tidak sadar. Kami tidak bisa membawanya ke rumah sakit, karena saat itu panti asuhan ini sedang kekurangan uang. Akhirnya saat ia sadar. Kami mengira, kami bisa mengantarnya kembali ke keluarganya. Tapi, ia tidak ingat apapun. Ia hanya begitu ketakutan, beberapa hari ia hanya diam dan ketakutan. Cukup lama kami bisa membuka hatinya. "


Lu Chun mendengarnya.


Lalu ia berkata," lalu...dimana anak perempuan itu sekarang?"


Suster kepala itu membuka di halaman terakhir album itu.


Dan ia menunjukkan pada Lu Chun , foto bersama seluruh anggota panti asuhan dan beberapa suster.


Suster kepala itu menunjuk seorang perempuan yang sudah menjadi dewasa.


Dan begitu terkejutnya Lu Chun melihatnya.


Suster kepala itu berkata," kami memberikan nama untuknya, Shen dari marga suster yang menemukannya. Shen Yi En."


Hari itu Lu Chun benar benar seperti sedang bermimpi. Ia merasa tidak percaya dengan semua yang ia hadapi hari itu.


Ia terdiam di dalam mobil cukup lama.


Ia tidak tahu harus bagaimana.


Yang ia tahu, Shen Yi En adalah adik perempuan Xiang Wan.


Tapi, ayahnya yang menyebabkan Xiang Wan dan Yi En terpisah selama ini.


Bagaimana ia harus mengatakannya.


Ia mengabaikan , bahwa seharusnya sore itu ia dan Yi En akan makan bersama.


Tapi ia tidak mampu untuk menemui Yi En saat itu.


Sedangkan Yi En sudah menungguinya cukup lama di depan apartemen Lin Xiang.


Mereka belum sempat bertukar no handphone.


Akhirnya Yi En pun pulang dengan memesan taksi.


Saat sampai di apartemennya, Ia turun dari taksi .


Dan ia melihat ke arah apartemen Lu Chun.


Ia menarik nafas panjang.


Lalu ia berjalan masuk.


Di dalam apartemen.


Wei Wei masih belum pulang malam itu.


Ia pun ke kamarnya dan mandi.


Setelah itu mengambil wine.


Ia duduk di sofa dan terdiam beberapa saat.


Lalu ia menatap tangan kanannya.


Ia mulai sedikit penasaran ada apa dengan tangan kanannya.


...


...


Sementara itu,


Xiang Wan sengaja pulang lebih malam.


Ia tidak ingin bertemu dengan bibinya dulu, karena pasti akan membicarakan tentang hari peringatan kematian adiknya besok.


Iapun duduk di sebuah cafe dan bekerja hingga cafe itu hendak tutup.


Lalu ia pun membereskan laptop dan handphonenya.


Ia masuk ke dalam mobilnya.


Cukup lama ia hanya diam.


Ia menarik nafas panjang.


Dan berkata pelan,"aku... masih berharap, kau masih hidup, Xiao Qing."


...


...


Mo Bei hari itu juga cukup sibuk.


Ia berusaha untuk mencari tahu keluarga dari tersangka kasus kecelakaan adik Xiang Wan.


Dia baru bisa menemukan bahwa keluarga dari tersangka yang selalu berusaha untuk mengajukan banding,


adalah putranya.


Identitasnya masih disembunyikan dan sangat rapi cara mereka menyembunyikannya.


Mo Bei yang sedang ada di apartemenya, berdiri di depan jendela. Sambil berpikir.


Ia menarik nafas, ia ingin sekali membantu Xiang Wan.


...Hari itu cukup melelahkan untuk mereka....