
Syuting film biografi tn Yuxiang pun mulai.
Xu Ling adalah toko utamanya berperan sebagai tn Yu Xiang.
Jadwal untuk adegan Xu Ling di hari pertama.
Sedang Lin Xiang masih ada waktu keesokan harinya.
Xiang Wan menolak semua syuting iklan Lin Xiang.
Agar Lin Xiang tetap fokus sementara di 2 film.
Meski begitu, Lin Xiang terus dibanjiri penawaran syuting iklan.
Begitu juga Xu Ling.
Pagi itu Xiang Wan menuju ke lokasi syuting film biografi tn Yu Xiang.
Ia mengunjungi Xu Ling.
Upacara pembukaan syuting film biografi dimulai.
Sutradara Gao menanyakan kehadiran Lin Xiang.
Tapi Xiang Wan mengatakan bahwa Lin Xiang tidak bisa hadir karena harus mengejar adegan film aku rindu.
Sutradara Gao masih belum ambil pusing tentang hal itu.
Setelah upacara pembukaan, Xiang Wan menemui Xu Ling.
Xu Ling masih ada waktu 2 jam untuk mempersiapkan diri sebelum syuting.
Xiang Wan mengajak Xu Ling berbicara sebentar.
Xu Ling," kak Xiang Wan. Kau masih menyempatkan waktu untuk mengunjungi syuting di hari pertamaku."
Xiang Wan tersenyum," kau tidak suka aku mengunjungimu?"
Xu Ling tersenyum," tentu saja aku senang. Tapi, aku tidak apa apa. Aku bisa mengerti kau pasti sangat sibuk. "
Xiang Wan menoleh ," Zai Zai. Kau memang yang paling bisa memahami. Terima kasih. Tapi, aku memang ingin datang untukmu. Dan melihat syuting dihari pertamamu. "
Xu Ling tersenyum mengangguk.
Xiang Wan," LinXiang.. dia sudah ada asisten managerku yang menemaninya. Aku sedikit lebih tenang sekarang."
Xu Ling," kak Yi En?"
Xiang Wan mengangguk.
Xu Ling," dia... berbeda dari yang lain. Nanti ke depan jika boleh, aku ingin dia yang menjadi asisten manager ku."
Xiang Wan menoleh dan tersenyum," kau sudah bisa memilih sekarang."
Xu Ling tersenyum.
Lalu ia menarik nafas dan berkata," setelah ini aku akan sibuk syuting. Aku akan jarang mengunjungi bar kak Guan Xian."
Xiang Wan," kau ini. Masih saja memikirkan itu."
Xiang Wan tersenyum lalu berkata lagi," dia... akan sabar menunggumu."
...
...
Syuting pun dimulai pengambilan beberapa adegan untuk Xu Ling.
Xiang Wan ada di sana cukup lama.
David dan Judy pun menemani.
Lalu setelah Xiang Wan menerima telepon dari direktur Yu.
Ia meninggalkan lokasi syuting dan menyerahkan pada David dan Judy.
Sampai Xiang Wan di kantor.
Ia langsung ke ruangan direktur Yu.
Ia duduk di depan meja kerja pamannya.
Yu Jiang lalu berkata," aku dengar kau menolak semua penawaran syuting iklan untuk Lin Xiang."
...
...
Xiang Wan menatap pamannya. Dengan tegas ia menjawab," benar aku yang menolak semuanya.
Aku minta maaf tidak memberitahu paman dulu. "
Yu Jiang mengerutkan keningnya.
Lalu ia berkata," Xiang Wan. Kau boleh menolak. Tapi kau tidak perlu menolak semuanya. Ada iklan teh susu dan sabun yang cukup ternama untuknya. Kau bisa menerimanya beberapa. "
Xiang Wan," aku tahu paman. Tapi, Lin Xiang tidak akan bisa mengejar meski aku hanya menerima beberapa penawaran iklan. Aku yang tahu seberapa kemampuan Lin Xiang. Syuting film biografi tn Yu Xiang sudah dimulai. Aku bisa lihat jadwalnya. Bahkan dia hanya akan tidur sekitar 4jam untuk mengejar semua jadwal syuting 2 filmnya."
Yu Jiang," aku bisa mengerti. Tapi Ini adalah tanggungjawab sebagai seorang artis. Dia harus menjalaninya. Setelah selesai semua syuting filmnya, kita bisa memberikan cuti untuknya."
Xiang Wan menarik nafas, ia menjawab lagi," memang benar ini adalah tanggungjawabnya sebagai seorang artis. Tapi tugas ku sebagai managernya adalah memperhatikan dan melindunginya. Aku yang akan membantunya untuk mengatur dan menjalani. Aku tidak mau artisku tidak memiliki kehidupan pribadinya."
Yu Jiang menarik nafas panjang.
Ia tidak pernah bisa berdebat dengan keponakannya itu.
Yu Jiang mengangkat jari telunjuknya.
Dan berkata," kau...memang selalu berlebihan untuk memperhatikan artismu. Baiklah. Paman percayakan padamu. Kau harus benar benar bertanggungjawab apapun yang terjadi nanti."
Xiang Wan mengangguk," baiklah."
Setelah menemui pamannya.
Xiang Wan menghubungi Mo Bei dan mengajaknya untuk bertemu.
Mo Bei dengan segera menyetujuinya.
Mereka bertemu di sebuah cafe.
Mo Bei," aku dengar di cafe ini menu pastanya sangat enak. Kita bisa makan sambil membicarakan tentang Lin Xiang. "
Xiang Wan," bagaimana kau tahu aku akan membicarakan tentang Lin Xiang?"
Mo Bei tersenyum.
Ia menjawab," kita pesan menunya."
Xiang Wan menatap Mo Bei yang mulai memesan menu.
Setelah memesan, Xiang Wan," kali ini aku bersedia makan denganmu. Karena aku membutuhkan bantuanmu."
...
...
Mo Bei mengangguk," tidak apa apa."
...
...
...Beberapa saat pasta mereka datang....
Lalu mereka pun makan.
Mo Bei benar benar lahap saat memakan pasta itu.
Xiang Wan melihatnya.
Lalu ia berkata," kau sedang lapar, atau memang menyukai pasta ini?"
Mo Bei menatap Xiang Wan sambil mengunyah.
Setelah menelannya ia menjawab," aku sedang senang, karena ada kau.
Xiang Wan menatap Mo Bei.
Wajahnya sedikit kesal, tapi juga sedikit senang mendengarnya.
Mo Bei tersenyum melihat wajah Xiang Wan, lalu berkata lagi," aku memang sedang lapar sekali. Sejak pagi aku belum sarapan."
Xiang Wan menarik nafas.
Lalu Mo Bei berkata," baiklah, apa yang ingin kau bicarakan?"
Xiang Wan,"makanlah dulu. "
Lalu Xiang Wan memakan pastanya lagi.
Mo Bei tersenyum mendengarnya.
Setelah menghabiskan pasta mereka.
Xiang Wan," aku ingin meminta bantuanmu."
Mo Bei menatap Xiang wan.
Xiang Wan," besok, Lin Xiang harus bisa sampai di lokasi syuting film biografi tn YuXiang sore hari setelah ia menyelesaikan adegan syuting untuk aku rindu. Dia hanya punya waktu 3 jam. Ditambah aku harus mengusahakan agar para penggemar dan media untuk tidak mengetahui dulu tentang syuting biografi tn Yu Xiang. Aku hanya tidak ingin Lin xiang terlalu lelah karena mereka."
Mo Bei ," baiklah. Sesuai dengan janjiku. Besok aku akan membantumu. "
Xiang Wan mengangguk.
Mo Bei," aku akan menjemputmu besok. Kita gunakan mobilku. Untuk berjaga jaga. Karena aku yakin media dan para penggemar Lin xiang sudah mengenali mobilmu."
Xiang Wan," baiklah. "
Mo Bei mengangguk.
Lalu ia meminum kopinya.
Xiang Wan," terima kasih."
Mo Bei tersenyum.
Lalu ia berkata,' sudah beberapa kali kita bertemu. Kau mengucapkan terima kasih padaku."
Xiang Wan menatap Mo Bei, ia salah tingkah dan sedikit kesal.
Mo Bei tertawa melihatnya.
Xiang Wan," sekarang kau sudah berani menggodaku. Kita lihat sampai berapa kali kau akan menggodaku."
...
...
Mo Bei tersenyum mengangguk.
Keesokan harinya.
Mo Bei menjemput Xiang Wan cukup pagi.
Zhu He sempat melihat Xiang Wan tidak membawa mobilnya sendiri.
Dan ia melihat ada mobil hitam yang menjemput keponakannya.
Ia bertanya tanya siapa yang menjemput keponakannya itu.
Di perjalanan.
Mo Bei memberikan kopi hangat pada Xiang wan Dan roti juga roti lapis.
Xiang Wan menatap Mo Bei.
Mo Bei menyadarinya.
Ia menoleh ke Xiang Wan lalu menatap ke depan lagi.
Ia berkata," tenang saja. Aku tidak menaruh racun atau obat tidur."
Xiang Wan melirik Mo Bei.
Lalu ia memakan roti lapis itu.
Mo Bei tersenyum.
Sampai mereka di lokasi syuting film aku rindu.
Di dalam truck.
Xiang Wan memberitahu Yi En, begitu selesai adegan syuting untuk hari ini.
Xiang Wan akan membawa Lin Xiang dengan mobil Mo Bei.
Sedangkan Yi En akan naik mobil Lin Xiang bersama Zhou Nan untuk mengalihkan dari penggemar dan media, sambil membawa semua perlengkapan Lin Xiang.
Mereka semua harus tiba tepat waktu.
Sambil menunggu syuting.
Xiang Wan mengecek beberapa surelnya.
Yi En memberikan sebotol minuman jus di dekat Xiang Wan.
Xiang Wan melihat botol itu.
Lalu ia tersenyum dan berkata," terima kasih."
Yi En tersenyum mengangguk.
...
...
Sambil Yi En menata kostum kostum Lin Xiang.
Xiang Wan," benturan di kepalamu sudah sembuh?"
Yi En menjawab sambil sibuk," sudah tidak sakit lagi. Dan sudah tidak bengkak."
Xiang Wan menatap Yi En," jadi benturan dikepalamu sempat bengkak?"
Yi En menghentikan kesibukannya.
Ia lupa seharusnya tidak perlu mengatakannya.
Yi En menoleh dan tersenyum, ia menjawab," sedikit bengkak. Tapi tenang saja. Tidak apa apa."
Xiang Wan menggelengkan kepalanya.
Sambil menarik nafasnya.
Akhirnya sore itu, Lin Xiang diam diam segera mengikuti Xiang wan dan masuk ke mobil Mo Bei.
Mo Bei sudah siap di dalam mobilnya.
Lin Xiang mengenakan topinya.
Lalu mereka segera berangkat ke lokasi syuting film biografi tn Yu Xiang.
Sedangkan Yi En dan Zhou Nan juga berangkat dengan menggunakan mobil Lin Xiang.
Karena Yi En menyadari ada mobil penggemar yang ternyata mengikuti mobil Mo Bei, dan Yi en segera menghubungi Xiang wan.
Mo Bei mengambil rute lain.
Mereka melewati persawahan.
Tinggal setengah jam lagi mereka sampai ke lokasi syuting.
Xiang Wan menoleh ke tempat duduk belakang.
Lin Xiang sedang tertidur pulas.
Xiang Wan melihat jam ditangannya.
Lalu ia berkata pada Mo Bei," Mo Bei. Kita masih punya banyak waktu. Kita berhenti sebentar disini. Biarkan Lin Xiang tidur sebentar lagi. Karena jika sudah sampai di hotel, Lin Xiang sudah akan sibuk syuting lagi."
Mo Bei ," baiklah."
Mo Bei menghentikan mobilnya di pinggir.
Xiang Wan membuka pintu mobil dan ia keluar dari mobil.
Ia bersandar di mobil.
Sambil menikmati pembandangan sawah di depannya.
Lalu Mo Bei keluar dari mobil juga, sambil membawa minuman dan ia berikan pada Xiang Wan.
Xiang Wan berkata," jika aku diberi cuti panjang. Aku akan pergi ke sini atau ke pegunungan dan aku akan menikmatinya."
Ia jadi teringat villa milik keluarganya dulu di desa.
Mo Bei tersenyum.
Dan menjawab," ambillah cuti panjang setelah ini."
Xiang Wan menarik nafas panjang.
Ia hanya diam.
Mo Bei berkata lagi," kau begitu memperhatikan Lin Xiang. "
Xiang wan menoleh sambil melihat Lin Xiang yang masih tertidur pulas di dalam mobil.
Xiang Wan menatap ke depan lagi dan berkata," Lin Xiang memang seorang artis. Tapi dia juga seorang manusia. Meski ini adalah pekerjaan dan tanggungjawabnya, tapi aku sebagai managernya harus membantunya dan memperhatikannya. "
Mo Bei menatap Xiang wan.
Lalu Mo Bei menatap ke depan dan berkata," artis artis yang pernah bersama denganmu. Pasti sangat beruntung memiliki manager sepertimu."
Xiang Wan tersenyum lalu ia berkata," tapi... sangat tidak mudah untuk bisa menjadi seorang manager. Aku masih harus banyak merubah dan belajar."
Mo Bei mengangguk.
...
...
Handphone Xiang wan pun bunyi.
Ia mengangkatnya.
Ternyata Yi En, ia memberitahu bahwa Yi En berhasil membuat para media dan penggemar Lin Xiang terkecoh.
Dan ia sudah sampai di hotel dekat lokasi Syuting.
Xiang Wan," baiklah. Sebentar lagi kami juga akan sampai. Terima kasih Yi En."
Setelah mendapat telepon Yi En.
Mereka melanjutkan lagi perjalanan.
Dan mereka sampai di hotel dekat lokasi syuting.
Lin Xiang segera bersiap siap untuk syuting.
Xiang Wan melihat sebentar Lin xiang dan Xu Ling saat syuting berjalan.
Lalu ia menyingkir ke tempat yang sepi dan dia duduk.
Sambil memijat pergelangkan kakinya.
Tiba tiba Mo Bei datang.
Dan meletakkan sepasang sandal di depan kaki Xiang Wan.
Xiang Wan melihatnya, lalu ia menatap Mo Bei.
Mo Bei," sementara pakailah sandal ini dulu. Pergelangan kakimu akan sakit jika kau seharian memakai highheels."
Xiang Wan masih menatap Mo Bei.
Lalu ia berkata," kenapa kau begitu baik? Jangan kau pikir belakangan ini aku terus meminta bantuanmu, itu membuat hubungan kita membaik."
Mo Bei tersenyum.
Lalu ia duduk disamping Xiang Wan.
Dan berkata," aku hanya berbuat baik saja. Lagipula, bukan hanya kau saja yang bisa perhatian. Aku pun juga bisa."
Xiang Wan menatap Mo Bei.
Akhirnya ia tersenyum.
Lalu ia melepas highheelsnya. Dan memakai sandal itu.
Sambil berkata," seleramu jelek juga. Tapi cukup nyaman untuk dipakai. Terima kasih."
Mo Bei mengangguk dan tersenyum.
Mo Bei berkata lagi," asisten managermu. Dia begitu memperhatikan kalian satu persatu juga. Dia membelikan makanan dan juga minuman jus dan vitamin untuk kalian semua. Bahkan aku pun juga masuk di perhitungannya juga."
Xiang Wan tersenyum.
Ia mengangguk dan berkata," meski baru 1 bulan dia bekerja membantuku. Dia sudah cukup lihai. Cara dia memperhatikan begitu polos. Hanya saja... dia tidak licik."
Mo Bei tersenyum mendengarnya.
Ia berkata," jadi kau licik."
Xiang Wan menoleh dan menatap Mo Bei.
Xiang Wan ," baiklah. Aku ingin ke kamar. "
Lalu Xiang Wan berdiri.
Ia menoleh sebentar dan berkata," hari ini terima kasih."
Lalu Xiang Wan berjalan pergi.
Mo Bei menarik nafas dan tersenyum.
Hari itu, ia bisa mendengar Xiang Wan berbicara dan bercerita lagi dengannya seperti dulu.
Xiang Wan menemui Yi En yang ada di kamar.
Yi En masih sibuk membereskan beberapa hal.
Xiang Wan," kau sendirian? Di mana Judy ?"
Yi En," Judy sedang membantu Xu Ling. Dan David, dia sedang membeli beberapa keperluan yang diperlukan untuk Xu Ling."
Xiang Wan lalu duduk di sofa.
Ia memejamkan matanya sebentar.
Yi En," lebih baik kau istirahat kak Wan ."
Xiang Wan ," tunggu sebentar lagi. syuting Lin Xiang dan Xu Ling akan selesai."
Yi En lalu mengambil susu madu hangat.
Dan ia letakkan di meja depan sofa Xiang Wan duduk.
Sambil berkata," minumlah susu madu hangat ini kak Wan. Aku baru saja membuatnya tadi. Nanti aku akan berikan juga untuk Lin xiang dan Xu Ling."
Xiang Wan membuka matanya.
Ia melihat segelas susu madu hangat itu.
Lalu ia mengambilnya dan meminumnya.
Setelah meminumnya ia berkata," kau juga sudah minum susu madu ini?"
Yi En hanya tersenyum sambil ia duduk dan hendak menggambar desain lagi. Karena ia sudah selesai membereskan semuanya.
Xiang Wan ," kau hanya memperhatikan orang lain. Kau juga harus perhatikan dirimu."
Yi En mengangguk," baiklah."
Xiang Wan menatap Yi En.
Ia berpikir , untuk hal ini Yi En mirip dengannya.
Yi En yang sambil menggambar desain dengan ipadnya.
Ia berkata," tapi kak Wan. Aku tidak menduga, Tuan Pengacara itu mau menbantu."
Xiang Wan melihat Yi En dan mengangguk.
Yi En berkata sambil tersenyum menggoda," tapi... aku senang Tuan Pengacara itu membantu kak Wan."
Xiang Wan melipat tangannya.
Sambil menatap Yi En, ia berkata," apa maksud perkataanmu? Kau mau mengajakku bertengkar?"
Yi En mendengar dan melihat Xiang Wan.
Ia langsung diam dan mendesain lagi.
Xiang Wan tersenyum melihat tingkah Yi En.
Beberapa saat Yi En berkata lagi," kak Wan..."
Xiang Wan masih memejamkan matanya sambil bersandar di sofa.
Yi En meletakkan ipadnya dan menatap Xiang Wan.
Dan berkata," taruhanku untuk menangani Lin Xiang dimulai dari hari ini."
Xiang Wan yang mendengarnya ia membuka matanya.
Yi En berkata lagi," Lin Xiang...dia akan memahami seberapa besar kemampuannya. "
Xiang Wan menatap Yi En.
Yi En menarik nafas dan berkata," sebenarnya... aku sangat tidak suka dengan caraku ini. Lin Xiang dia memang seorang artis dan harus profesional. Tapi kadang ada hal hal yang harus mendesak seorang artis untuk menjalani keadaan seperti ini. Dengan ini, nantinya akan membuat beberapa pihak menyadari sesuatu. Bahwa, Lin Xiang juga adalah manusia biasa."
Xiang Wan mendengarnya.
Ia terdiam.
Yi En memiliki pemikiran dan pemahaman yang sama dengannya.
Yi En tiba tiba tersenyum dan berkata," dan...manager artis juga bukan superwoman."
...
...
Xiang Wan tersenyum mendengarnya.
Xiang Wan," kau mau bilang, kalau menjadi seorang manager artis juga sangat sulit."
Yi En," kak Xiang Wan yang mengatakannya."
Xiang Wan , " kau ini pintar sekali membalikkan kata kata."
Yi En tersenyum.
Keesokan harinya.
Xiang Wan sudah sarapan di restoran hotel.
Sambil mengecek beberapa pekerjaan di ipadnya.
Mo Bei datang sambil membawa sepiring sarapan untuknya.
Dan ia meletakkan kopi di meja untuk Xiang Wan.
Lalu ia duduk berhadapan dengan Xiang Wan.
...
...
Xiang Wan melihat Mo Bei.
Mo Bei," aku sepertinya setelah ini harus kembali. Kau mau ikut denganku sekalian?"
Xiang Wan menggelengkan kepalanya.
Dan berkata," aku masih harus disini."
Mo Bei mengangguk.
Ia berkata lagi," asistenku sudah menjemputku. Kau pakailah mobilku untuk membawa Lin Xiang lagi."
Xiang Wan menatap Mo Bei.
Ia berkata,"asistenmu sampai menjemputmu disini?"
Mo Bei mengangguk dan berkata," aku harus membantu hingga tuntas. Jadi pakailah mobilku."
Xiang Wan menarik nafas.
Ia terdiam sebentar sambil berpikir.
Lalu ia berkata," pakailah mobilku jika kau membutuhkan mobil nanti. "
Mo Bei hendak menjawab.
Xiang Wan segera mengambil kunci mobilnya dan ia letakkan di depan Mo Bei.
Xiang Wan," ambillah mobilku di rumah. Aku akan bilang pada bibiku. Agar dia ada di rumah."
Mo Bei menatap Xiang Wan dan berkata," tidak perlu Xiang Wan, aku bisa menggunakan mobil asistenku."
Xiang Wan," aku tidak suka berhutang. Jika kau tidak mau, bawalah mobilmu saja."
Mo Bei terdiam.
Akhirnya ia mengangguk dan berkata," baiklah."
Xiang Wan lalu melanjutkan lagi mengecek surelnya di ipadnya.
Mo Bei tersenyum melihatnya.
Akhirnya Mo Bei kembali lebih dulu bersama asistennya.
Dan ia mengambil mobil Xiang Wan dirumah Xiang wan.
Zhu He senang melihat Mo Bei datang. Ia sudah sempat menggoda Xiang wan saat Xiang Wan meneleponnya untuk memberitahunya agar di rumah, karena Mo Bei akan datang meminjam mobil Xiang wan.
Zhu He terus tersenyum melihat Mo Bei.
Akhirnya, keponakannya mau membuka hatinya kembali.
Malam harinya.
Xiang Wan dan Yi En memutuskan untuk kembali.
Xiang Wan menunggu Yi En diparkiran mobil, Yi En masih menyiapkan beberapa hal untuk Lin Xiang dan ia menyerahkan ke Zhou Nan.
Xiang Wan harus memasukkan beberapa barangnya di belakang.
Saat membuka pintu belakang itu cukup terkejut melihat barang barang Mo Bei yang berantakan.
Ia membawa barangnya dari mobil asistennya dan hendak memasukkan ke belakang juga.
Tiba tiba ia teringat sesuatu.
Ia segera menelepon Xiang wan.
Xiang Wan yang masih menatap barang barang Mo Bei , ia mengangkat teleponnya.
Mo Bei memberitahu Xiang Wan untuk meletakkan barang barang Xiang Wan dikursi tengah.
Karena barang barang Mo Bei cukup banyak dibelakang.
Xiang Wan tersenyum mendengarnya.
Lalu ia menjawab ," kau meneleponku hanya untuk memberitahu itu?... baiklah."
Setelah menutup teleponnya.
Xiang Wan akhirnya merapikan barang barang Mo Bei.
Setelah selesai ia menutup pintu belakang.
Dai ia berkata pelan," jadi beginilah mobil seorang laki laki."
Xiang Wan menghela nafas.
Lalu ia berjalan ke pintu tengah dan membukanya lalu meletakkan barang barangnya.
Beberapa saat Yi En datang.
Lalu mereka pun pulang.
Di perjalanan Yi En berusaha untuk tidak tidur.
Ia sengaja menggambar desain.
Xiang Wan," kau tidak lelah?"
Yi En ," tidak. "
Xiang Wan,"Aku dengar dari Judy kau kurang tidur semalam."
Yi En mengangguk," entahlah, aku tidak bisa tidur. "
Xiang Wan tersenyum mendengarnya.
Xiang Wan berhenti di rest area. Dan membeli kopi.
Ia memberikan kopi juga pada Yi En.
Ia memarkirkan sebentar mobilnya dan menikmati kopinya.
Yi En masih menyelesaikan satu desain sambil meminum kopinya.
Tiba tiba, tangannya berhenti.
Entah kenapa tangannya bergetar.
Ia mencoba lagi untuk menggambar.
Tapi tiba tiba pensil notenya malah jatuh.
Xiang Wan menoleh.
Ia sempat melihatnya.
Lalu berkata," lebih baik kau istirahat."
Yi En ," sepertinya begitu."
Lalu Yi En menutup ipadnya.
Xiang Wan diam sebentar.
Lalu akhirnya ia meletakkan kopinya.
Dan berkata," baiklah. Kita lanjutkan lagi."
Yi En," kak Wan, biar aku gantikan untuk menyetir."
Xiang Wan," tidak perlu. Kau lebih lelah dariku. Lagipula sebentar lagi kita sampai."
Yi En menatap Xiang Wan.
Lalu ia melihat ke depan.
Di perjalanan, Yi En berkata," kak Wan. Kau bilang, dengan mengingat kenangan indah, kau baru bisa bertemu dan berbicara seperti biasanya dengan Tuan Pengacara itu. "
Xiang Wan mendengar sambil menatap jalan di depannya.
Lalu Yi En menarik nafas.
Lalu ia berkata lagi," tapi... aku berusaha untuk melakukannya. Dan aku masih tidak bisa."
Xiang Wan masih menatap ke depan.
Lalu ia sambil menjawab," kau harus berusaha untuk melepaskan masa lalumu meski itu memang sulit. Jika tidak kau sendiri yang akan menderita. Ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kau terus menjalani kehidupanmu, tapi kali ini kau menjalaninya dengan tenang. "
Yi En menoleh ke Xiang Wan.
Lalu Xiang Wan menoleh juga sambil berkata ," karena kau pantas untuk bahagia."
Setelah itu Xiang Wan menoleh ke depan lagi.
Yi En terdiam, matanya sedikit berkaca kaca. Lalu ia menoleh ke depan.
Xiang Wan mengetahuinya.
Tapi ia harus mengatakannya.
Setelah Xiang Wan mengantar Yi En.
Ia pulang ke rumah.
Zhu He sudah menungguinya, ia duduk di sofa.
...
...
Zhu He, " akhirnya kau pulang. Mandilah. Bibi akan menghangatkan sup ayam obat untukmu."
Xiang Wan mengangguk sambil tersenyum.
Lalu ia segera ke kamarnya dan mandi.
Setelah itu ia ke ruang makan.
Sambil duduk.
Zhu He meletakkan panci yang berisi sup ayam obat di meja.
Dan ia memberikan mangkuk dan sendok pada Xiang Wan.
Xiang Wan ," terima kasih Bi."
Zhu He," Kau membawa mobil Mo Bei?"
Lalu Xiang Wan mengambil sup di dalam panci.
Sambil ia mengangguk.
...
...
Zhu He," Mo Bei yang sekarang...sangat tampan bukan?"
Xiang Wan tersenyum dan berkata," Bibi, kau terus menggoda Mo Bei saat dia datang kemari?"
Zhu He mengangguk," tentu saja. "
Xiang Wan mulai memakan sup nya.
Lalu Zhu He menatap keponakannya dan berkata," Xiang Xiang, bagaimana ceritanya ia bisa mengambil mobilmu dan kau membawa mobilnya?"
Xiang Wan menatap bibinya.
...
...
Lalu ia menjawab," bibi, kau begitu penasaran sekali."
Zhu He," tentu saja. Bibi sangat senang kau bisa kembali berhubungan dengannya."
Xiang Wan tersenyum.
Ia lalu makan lagi supnya.
Zhu He melihat keponakannya.
Cukup lama ia menatapnya.
Lalu ia berkata," Xiang Xiang...yang terpenting bagi bibi. Kau bisa bahagia. "
Xiang Wan menoleh.
Lalu ia tersenyum.
Dan ia memegang tangan bibinya dan berkata," aku selalu bahagia bi. "
Zhu He tersenyum mengangguk.
Beberapa saat Qi Lei datang.
Lalu ia ikut duduk.
Qi Lei," wah ibu, kau membuat sup ayam obat."
Zhu He mengangguk," sebentar, ibu ambilkan mangkuk untukmu."
Qi Lei mengangguk.
Qi Lei," ayah sudah tidur bu?"
Zhu He," ayahmu setelah minum sup ayam obat, iya langsung tidur. Sepertinya ia habis perang dengan direktur keuangan."
Xiang Wan mendengarnya dan tersenyum geli.
Qi Lei," kak Xiang Xiang, kau pasti habis melakukan sesuatu sehingga direktur keuangan menyerang ayah."
Xiang Wan menatap Qi Lei," aku tidak melakukan apa apa. Aku hanya menolak beberapa tawaran iklan untuk Lin Xiang."
Qi Lei menatap kakak sepupunya itu.
Ia menggelengkan kepalanya.
Qi Lei," kau memang hebat kak."
Xiang Wan tersenyum dan menjawab," terima kasih atas pujianmu."
Yi En yang masih belum tidur.
Ia memikirkan kata kata kak Xiang Wan padanya saat di perjalanan pulang.
Wei Wei berpindah dari kamarnya dan masuk ke kamar Yi En.
Ia melihat Yi En ternyata masih belum tidur juga.
Wei Wei lalu duduk di ranjang Yi En.
Dan berkata," kau tidak bisa tidur ?"
Yi En mengangguk.
Ia menjawab," sudah beberapa hari ini aku tidak bisa tidur."
Wei Wei berdiri.
Ia mengambil obat tidur.
Lalu ia berikan pada Yi En," karena sudah beberapa hari kau susah tidur. Kau harus minum ini."
Wei Wei memberikan air putih pada Yi En.
Yi En tersenyum dan mengangguk," baiklah."
Lalu Wei Wei membaringkan diri di samping Yi En sambil berkata," dan aku akan menemanimu. Agar kau bisa cepat tidur."
Yi En tertawa," pasti kau yang tidak ingin tidur sendiri bukan?"
Wei Wei tersenyum mengangguk.
Akhirnya malam itu Yi en bisa tertidur pulas. Berkat bantuan obat tidur.
Keesokan harinya.
Yi En dan Xiang Wan tidak ke lokasi syuting.
Mereka ke kantor.
Yi En memeriksa beberapa kostum untuk syuting aku rindu.
Sedang Xiang Wan mendapat panggilan untuk menemui direktur keuangan.
Setelah pamannya, sekarang dia yang harus sendiri menjelaskan semuanya pada Direktur keuangan.
Saat dia berada diruangan direktur keuangan.
Seperti biasa ia hanya duduk di sofa. Dengan muka tenang ia menjelaskan semuanya.
Handphonenya bunyi berkali kali.
Akhirnya ia pun mengangkatnya.
Ia terkejut, saat mendengar kabar dari Zhou Nan bahwa Lin Xiang mengalami kecelakaan saat syuting.
...
...
Lalu Xiang Wan berdiri.
Ia menutup teleponnya.
Dan ia minta maaf pada direktur keuangannya Andy .
Ia berjalan keluar.
Yi En sedang ada di ruangannya.
Dia mendapat pesan suara Wechat dari Zhou Nan mengenai kecelakaan Lin Xiang.
Ia segera membalas pesan suara Wechat Zhou Nan bahwa akan segera ke sana.
...
...
Yi En segera mengambil tas nya.
Dan ia berjalan keluar.
Saat keluar ia bertemu dengan Xiang Wan juga.
Yi En," kak Wan, Lin Xiang mengalami kecelakaan di lokasi syuting. Dan..."
Xiang Wan mengangguk," Zhou Nan sudah menghubungiku."
Mereka berjalan bersama keluar,
Lalu Xiang wan," aku sudah meminta David dan Zhou Nan untuk mengantarnya ke rumah sakit. Kita menyusulnya."
Yi En mengangguk," baiklah."
Dalam perjalanan, Mo Bei menelepon Xiang wan.
Berita mengenai Lin xiang kecelakaan dalam Syuting sudah tersebar di media sosial.
Yi En mendapat pesan dari Zhou Nan, dokter sudah menanganinya. Dan ia tidak perlu dirawat di rumah sakit.
David dan Zhou Nan sudah kembali di apartemen Lin Xiang.
Lagipula para penggemar ternyata sudah mengerumuni di rumah sakit.
Xiang Wan segera putar arah dan ia menuju ke apartemen Lin Xiang.
Sampai mereka di apartemen Lin xiang.
Zhou Nan ada di depan apartemen Lin Xiang.
Zhou Nan," kak Xiang Wan, kak Yi En."
Xiang Wan," bagaimana keadaan Lin Xiang?"
Zhou Nan," dia hanya mengalami cedera di kaki kanannya. Dokter bilang, untuk pemulihan bisa sampai 10 hari."
Xiang wan menghela nafas mendengarnya.
Zhou Nan," sebenarnya... Lin Xiang sudah terlihat lelah."
Xiang Wan mengangguk.
Lalu ia masuk ke dalam.
Diikuti oleh Yi en.
Mereka melihat Lin Xiang duduk di sofa.
...
...
Yi En menarik nafas melihat Lin Xiang.
Akhirnya ini terjadi, hanya saja ia tidak menduga akan ada kecelakaan seperti ini.
Xiang Wan lalu di sofa dekat Lin Xiang.
Lin Xiang," dokter bilang, aku harus istirahat 10 hari untuk pemulihan. "
Xiang Wan mencoba menenangkan Lin Xiang," tenanglah. Aku akan mengurusnya."
...
...
Lin Xiang," aku... tidak menyangka, ternyata syuting 2 film sekaligus sungguh melelahkan buatku."
Lin Xiang menoleh ke Xiang Wan dan berkata," maafkan aku kak Xiang Wan, aku tidak mendengarkanmu waktu itu."
Xiang wan menarik nafas.
Tiba tiba handphone Xiang Wan bunyi.
Lalu ia berdiri dan berjalan keluar sambil mengangkat teleponnya.
Yi En lalu duduk di dekat Lin Xiang.
Yi En," Lin Xiang, maafkan aku. Aku seharusnya ada disampingmu. Aku akan menemanimu sampai kau pulih."
Lin Xiang mengangguk dan tersenyum.
Xiang Wan mendapat telepon dari asisten Sutradara Chen.
Asisten Sutradara Chen begitu marah, ia memberi waktu 5 hari untuk Lin Xiang bisa melanjutkan syuting lagi.
Setelah menutup telepon.
Yu Jiang pun meneleponnya.
Yu Jiang cukup marah kali itu. Karena Yu Jiang juga di desak oleh sutradara Gao dan sutradara Jin.
Xiang Wan menarik nafas mendengarnya.
Yi En berjalan keluar.
Yi En," kak Xiang Wan. Jika kau harus ke kantor. Pergilah. Aku akan menemani Lin Xiang. Aku yang akan mengurusnya."
Xiang Wan menatap Yi En.
...
...
Dengan wajah cukup tegas ia berkata," ini yang kau maksud kau yang akan mengurus semuanya?! Inilah yang kupikirkan sebelum memutuskan untuk menerima 2 film sekaligus! Sekarang, bagaimana caranya kita bertanggungjawab pada sutradara Chen dan sutradara Gao?!"
Yi En menarik nafas, ia menjawab," maafkan aku kak Wan."
Xiang Wan,"seharusnya aku tidak terlalu percaya untuk menyerahkan case ini padamu. Berharaplah semoga ini tidak menyangkut posisimu."
Xiang Wan lalu berjalan pergi.
Yi En menghela nafas panjang lagi.
...
...
Yi En masuk ke dalam dan duduk di samping Lin Xiang lagi.
Lin Xiang menatap wajah Yi En.
Ia berkata,"maafkan aku kak Yi En."
Lin Xiang mendengar Xiang Wan memarahi Yi En.
Yi En tersenyum dan berkata," tidak apa apa. Yang terpenting sekarang kau harus memulihkan kakimu. Aku akan membantumu."
Lin Xiang mengangguk.
Hari itu Xiang Wan begitu sibuk.
Ia mendapat panggilan terus.
Dan ia harus mendengar ocehan semuanya.
Cukup melelahkan baginya.
Begitu juga saat ia menemui pamannya.
Yu Jiang begitu marah saat itu. Ia mempersalahkan Xiang Wan karena menyerahkan hal ini kepada orang yang baru 1 bulan bergabung.
Xiang Wan lalu menjawab," paman, bukankah kalian juga yang meminta untuk Lin Xiang menerima syuting film biografi tn Yuxiang?!
Aku sudah memikirkan sejak awal jika Lin Xiang harus menerima 2 syuting film sekaligus. Tapi kalian yang menginginkannya bukan?! Dan sekarang Lin Xiang cedera. Bagaimana mungkin dia harus tetap syuting saat dia cedera?! Kenapa kalian tidak bisa mengerti keadaanya?!"
Xiang Wan menarik nafas panjang setelah ia bicara panjang lebar pada pamannya.
Yu Jiang tidak bisa menjawab.
Ia tahu mereka semua sedang kesal.
Malam itu Xiang Wan berhenti di sup wanton nenek.
Mo Bei menghubunginya dan menanyakan dia ada dimana.
Setelah Xiang Wan memberitahunya.
Ia segera menyusul ke sup wanton nenek.
Mo Bei hanya duduk sambil menemaninya.
Xiang Wan menatap Mo Bei dan akhirnya ia berkata," kenapa mereka tidak memikirkan keadaan Lin Xiang? Mereka hanya memikirkan kepentingan perusahaan."
Mo Bei," tapi setidaknya masih ada kau yang memikirkan keadaan Lin Xiang. Lagipula karena kecelakaan ini, menjadi kesempatan untuk Lin Xiang istirahat dulu."
Xiang Wan terdiam.
Ia menunduk.
Lalu ia berkata," aku sudah memarahi Yi En..."
Xiang Wan menarik nafas.
Ia mengangkat kepalanya.
Dan berkata lagi," seharusnya aku tidak sepenuhnya menyerahkan padanya job untuk syuting film biografi tn Yu Xiang."
Mo Bei menatap Xiang Wan.
Lalu ia berkata," ini adalah ujian untuknya. Dia harus menghadapinya dan menyelesaikannya, Jika kau ingin mempercayakan lagi padanya. Dengan begitu kau bisa mengetahui kemampuannya. "
Xiang Wan menatap Mo Bei.
Ia terdiam.
Ia memikirkan kata kata Mo Bei.
...
...
Lalu ia melanjutkan makan sup wontonnya lagi.
Sementara itu, Yi En menemani Lin Xiang hingga malam.
Lalu ia bergantian dengan Zhou Nan.
Dan Yi En pun pulang.
Ia memilih naik bus.
Lalu dari pemberhentian halte bus, dia ingin berjalan sampai ke apartemen.
Saat hendak berjalan.
Tiba tiba ada mobil yang berhenti.
Saat menurunkan kaca mobilnya ternyata adalah Lu Chun.
...
...
Lu Chun menawarkan pada Yi En untuk mengantarnya sampai ke apartemen.
Yi En terdiam.
Lalu ia menjawab," tidak perlu. Aku bisa jalan."
Lu Chun," Yi En, bukankah kita 1 arah."
Yi En teringat kata kata kak Xiang Wan padanya.
Ia berpikir sedikit lama.
Lalu akhirnya ia berkata," baiklah."
Lu Chun terkejut mendengarnya.
Lalu ia segera turun dari mobilnya.
Dan membantu membukakan pintu mobil untuk YiEn.
Ia sangat senang saat itu.
Di perjalanan. Yi En hanya diam saja.
Begitu juga Lu Chun juga bingung harus berkata apa dulu.
Sampai di depan apartemen.
Yi En hanya berkata," terima kasih."
Lu Chun mengangguk dan tersenyum.
Lalu Yi En pun turun dari mobil dan ia segera masuk ke apartemen.
Lu Chun tersenyum senang kali itu.
Sebelum tidur.
Yi En duduk di sofa, ia terdiam sebentar.
Lalu ia mengambil wine.
Ia menuangkan wine itu ke dalam gelas.
Wei Wei yang keluar dari kamarnya.
Ia melihat sahabatnya.
Lalu ia duduk dan berkata," Yi En. Kenapa harus sampai minum wine? Apa karena kecelakaan Lin Xiang? Atau... kau bertemu Lu Chun lagi?"
Yi En yang sudah meneguk winenya.
Ia menarik nafas.
Dan menjawab," Lin Xiang cedera di kakinya dan dokter bilang pemulihannya selama 10 hari."
Wei Wei," syurkulah. Dengan begitu dia bisa istirahat bukan?"
Yi En mengangguk.
Wei Wei," lalu apa masalahnya? Kenapa kau minum? "
Yi En," aku hanya ingin minum saja. Kau mau menemaniku?"
Wei Wei ," baiklah. "
Lalu Wei Wei mengambil gelasnya.
Dan Yi En menuangkan wine untuk Wei Wei.
Setelah itu mereka pun toas.
Dan meminum wine mereka.
Wei Wei tiba tiba berkata," tapi aku masih curiga denganmu. Apa karena kau bertemu Lu Chun lagi?"
Yi En menggelengkan kepalanya.
Lalu ia menyandarkan kepalanya ke pundak sahabatnya.
Yi En masih diam.
Lalu Yi En berkata," Wei Wei... jika aku tidak punya pekerjaan. Kau mau menghidupiku ?"
Wei Wei tersenyum mendengarnya.
Ia menjawab," tenanglah. Kau masih punya aku Yi En."
Yi En tersenyum.
Malam itu mereka mabuk bersama.
Dan tertidur di sofa hingga pagi.