
Xiang Wan mengunjungi Guan Xian di bar.
Mereka berbincang banyak hal.
Lalu Xiao Qian memberikan segelas soda pada Xiang Wan.
Sambil Xiao Qian berkata pada kakaknya," kak, Bukankah tadi Xu Ling ada disini? Dia sudah pergi?"
Xiang Wan terkejut mendengarnya.
Ia menatap Guan Xian.
Guan Xian sedikit salah tingkah dan bingung.
Guan Xian hanya tersenyum membalas tatapan Xiang Wan padanya.
Tiba tiba handphone Xiang Wan bunyi.
Dan itu adalah Mo Bei.
Ia pun mengangkatnya.
...
...
Mo Bei mengajaknya untuk bertemu dan ingin memberitahu suatu hal.
Akhirnya Xiang Wan mau.
Setelah ia menutup teleponnya.
Guan Xian menatap Xiang Wan.
Xiang Wan," kenapa?"
Guan Xian," kau... sudah berbaikan dengan Mo Bei?"
Xiang Wan hanya diam.
Lalu ia berkata," kau tidak usah mengalihkan. Kau berhutang penjelasan padaku tentang kau dan Xu Ling."
Guan Xian," kau juga berhutang penjelasan padaku tentang kau dan Mo Bei."
Xiang Wan," besok kita bicara lagi. Aku harus pergi dulu."
Lalu Xiang Wan berdiri dan berjalan.
Guan Xian tertawa kecil dan ia berkata," Aku selalu mendukungmu Xiang Wan."
Xiang wan menggelengkan kepalanya sambil terus berjalan keluar.
Ia bertemu dengan Mo Bei di sebuah cafe.
Mo Bei," aku senang kau mau bertemu denganku."
Xiang wan menatap Mo Bei.
Lalu ia berkata," jika kau hanya ingin bertemu dan menggodaku. Lebih baik aku pergi "
Mo Bei," baiklah baiklah. Jangan begitu.
Kau tidak berpikir, tiba tiba kau marah. Dan kau berdiri hendak pergi. Orang orang disini akan mengira kita seperti orang yang sedang berpacaran dan kita sedang bertengkar."
Xiang Wan menatap Mo Bei, ia sedikit tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
...
...
Mo Bei tersenyum melihat Xiang wan akhirnya mau tersenyum padanya.
Xiang Wan," baiklah. Apa yang ingin kau bicarakan?"
Mo Bei ," mengenai hak cipta film aku rindu. Aku sudah berhasil membuat direktur Xu mau menyerahkan pada Qili. Sutradara Gao juga membantuku dalam hal ini. "
Xiang Wan begitu senang mendengarnya.
Mo Bei," besok aku akan menemui direktur Yu untuk menandatangi kerjasama dengan sutradara Gao terkait hak cipta film aku rindu."
Xiang Wan menarik nafas lega mendengarnya.
Ia mengangguk dan berkata," terima kasih. Kau sudah menebus hutangmu."
...
...
Mo Bei tersenyum mendengarnya.
Lalu ia berkata," tapi kau harus pastikan agar Lin Xiang tetap bisa menjalankan syuting antara film aku rindu dan biografi tn Yuxiang."
Xiang Wan mengangguk dan berkata," tidak perlu kau ingatkan aku tahu apa yang harus kulakukan."
Mo Bei tersenyum mengangguk.
Sore itu, Xiang Wan ada dikantornya.
Ia mendapat info bahwa besok lokasi syuting aku rindu akan berpindah di lokasi sport center.
Dan Lu Chun akan syuting menjadi cameo.
Xiang Wan menghela nafas setelah mendapat pesan itu.
Ia berdiri dan terdiam sebentar.
...
...
Lalu ia menuju ke ruangan Wei Wei dan Yi En.
Kebetulan memang Wei Wei dan Yi En sudah ada di kantor sore itu.
Yi En membuatkan suatu desain baju untuk Lin Xiang.
Dan Wei Wei seperti biasa sibuk dengan beberapa urusan di kantor barunya.
Xiang Wan langsung masuk ke ruangan mereka.
Lalu ia berkata," aku tidak mengganggu kalian bukan?"
Wei Wei terkejut melihat Xiang Wan berdiri di ruangannya.
Wei Wei," kak Xiang Wan, kau mengagetkanku saja."
Yi En tersenyum geli melihat tingkah Wei Wei.
Xiang Wan lalu duduk di sofa.
Dan berkata," Wei Wei, tinggal menghitung hari kau meninggalkan Qili. Sepertinya kau sudah begitu fokus dengan kantor mu yang baru."
Wei Wei," kak Xiang wan, jangan bicara begitu. Aku masih akan tetap bertanggungjawab menyelesaikan tugasku disini. "
Xiang wan tersenyum.
Lalu ia berkata," aku mendapat info, bahwa besok lokasi syuting aku rindu akan berpindah di lokasi sport center. "
Xiang Wan menoleh dan menatap Yi En, ia berkata lagi," dan... Lu Chun akan syuting sebagai cameo, kurang lebih dalam 2 hari ke depan. "
Yi En menatap Xiang Wan.
Wei Wei ," jadi benar, Lu Chun akan jadi cameo di film aku rindu."
Xiang Wan mengangguk.
Yi En berkata," baiklah."
...
...
Lalu ia menunduk dan mulai mengerjakan desainnya lagi.
Wei Wei melihat wajah sahabatnya.
Ia bisa mengerti perasaan sahabatnya.
Ia menghela nafas.
...
...
Xiang Wan melihat Yi En.
Lalu ia berkata," aku membaca naskahnya, adegannya tidak terlalu banyak dan hanya sebentar. Aku yakin dia hanya memerlukan waktu sehari saja."
Yi En berusaha tidak memperlihatkan perasaan sedihnya.
Ia menatap Xiang Wan dan tersenyum mengangguk.
Malam itu saat Wei Wei dan Yi En sudah ada diapartemen.
Yi En hanya menonton acara TV.
Tiba tiba Wei Wei mendekatinya dan berkata," Yi En, ayo kita makan diluar.
"
Yi En," kita pesan delivery, aku sedang malas Wei Wei."
Wei Wei menarik tangan Yi En," ayolah. Cepat ganti pakaian."
Akhirnya Yi En dengan sedikit malas, ia berganti pakaian dan mereka pun pergi.
Wei Wei mengajak Yi En makan di cafe tempat mereka dulu bekerja.
Bos pemilik cafe itu senang sekali melihat mereka berdua datang.
Sambil menunggu makanan datang.
Wei Wei menceritakan pada Yi En tentang kantor barunya.
...
...
Wei Wei berusaha membuat sahabatnya itu sedikit melupakan tentang Lu Chun.
Yi En sedikit melupakan tentang apa yang ia pikirkan untuk syuting besok.
...
...
Wei Wei," Yi En, apakah kau sudah tahu bahwa Qi Lei itu sepupu kak Xiang Wan?"
Yi En menoleh," benarkah?"
Wei Wei mengangguk.
Yi En menggelengkan kepala.
Lalu ia berkata," jadi karena itulah, kak Xiang Wan mau melepaskanmu."
Wei Wei tersenyum.
Beberapa saat makanan pun datang.
Bos pemilik cafe itu sendiri yang mengantar.
Lalu ia menambahkan 1 porsi pasta kesukaan mereka berdua.
Mereka begitu senang melihatnya.
Dan mengucapkan terima kasih.
Mereka menikmati makanan mereka.
Lalu Yi En berkata sambil pelan mengunyah," Wei Wei, rasanya aku ingin mengunjungi panti asuhan dan Suster Marie."
Wei Wei menatap sahabatnya dan mengangguk," jika akhir pekan nanti tidak terlalu sibuk dengan syuting Lin Xiang. Pergilah. Biar aku yang menanganinya."
Yi En," kita lihat nanti. "
Wei Wei," tidak apa apa. Serahkan padaku. "
Yi En terdiam.
Ia mengangguk.
Keesokan harinya.
Xiang Wan baru saja keluar dari coffee shop.
Ia hendak ke mobilnya.
Tiba tiba ia menghentikan langkahnya dan melihat ban depan mobilnya, terlihat kempes.
Ia menghela nafas.
Ia melihat jam ditangannya.
Tanpa di duga, Mo Bei tiba tiba berhenti dengan mobilnya di depan Xiang Wan.
Lalu Mo Bei turun dari mobilnya.
Dan mendekati Xiang Wan.
Ia melihat ban mobil Xiang Wan.
Mo Bei," aku bisa membantumu. "
Xiang Wan menatap Mo Bei.
Mo Bei," kau menyimpan ban mobil lain di mobilmu?"
Xiang Wan mengangguk " aku menyimpannya."
Mo Bei tersenyum," baiklah"
Lalu ia melepas jasnya.
Dan mengambil dongkrak kecil dimobilnya.
Xiang Wan memberitahu ban mobilnya.
Mo Bei lalu mulai memasang dongkraknya.
Xiang Wan sesekali melihat handphonenya.
...
...
Lalu Mo Bei berkata," kau sedang terburu buru?"
Xiang Wan menoleh ke Mo Bei dan mengangguk," aku harus kelokasi syuting pagi ini."
Mo Bei berpikir sebentar dan berkata," jika kau menunggu aku memasang ini, mungkin akan sedikit lama. Bagaimana jika aku antar dulu. Mengenai mobilmu, aku akan menelepon bengkel langgananku."
Xiang Wan menatap Mo Bei.
Ia tidak ada pilihan lagi.
Akhirnya ia menyetujuinya.
Di perjalanan, Mo Bei menelephone montir di bengkel langganannya.
Setelah menelephone.
Xiang Wan berkata," terima kasih."
Mo Bei tersenyum mengangguk.
Sampainya di lokasi syuting.
Xiang Wan menatap Mo Bei.
Ia masih sedikit canggung dengan Mo Bei.
Ia hanya berkata lagi," terima kasih kau sudah mengantarku."
Mo Bei tersenyum," aku senang bisa mengantarmu. "
Xiang Wan melihat senyum Mo Bei.
Ia terdiam.
Lalu ia turun dari Mobil Mo Bei.
Mo Bei menurunkan kaca mobilnya dan berkata," mereka akan mengantar mobilmu ke kantor."
Xiang Wan mengangguk," baiklah."
Mo Bei menatap Xiang wan.
Ia tersenyum lagi dan mengangguk.
Lalu ia menjalankan mobilnya.
Xiang Wan melihat mobil Mo Bei dan menarik nafas.
Setelah beberapa saat ia berjalan masuk.
Sementara itu,
Saat Yi En dan Wei Wei sampai dilokasi syuting.
Yi En melihat lokasi syuting disekitarnya, lokasi syuting ada di area kolam renang.
Lalu Wei Wei menoleh pada Yi En.
Dan ia berkata," Yi En, kau tidak apa apa?"
Yi En menarik nafas.
Ia menjawab," tenanglah. Aku Tidak apa apa."
Wei Wei menatap Yi en.
Ia masih sedikit khawatir.
Lu Chun pun datang bersama managernya.
Ia berbincang sebentar dengan sutradara Chen.
Lalu setelah itu hendak bersiap siap.
Yi En akhirnya bertemu dengan Lu Chun lagi.
...
...
Lu Chun tersenyum dan menyapa Yi En," aku senang kita bertemu lagi. "
...
...
Yi En hanya diam menatap Lu Chun.
Wei Wei yang ada disamping Yi En berkata," aku kira, kau tidak akan tertarik jika hanya menjadi cameo saja. "
Lu Chun tersenyum," ini bagian dari pekerjaanku. "
Yi En tidak menghiraukan Lu Chun.
Lalu ia berjalan meninggalkan Lu Chun.
Wei Wei tersenyum geli melihatnya
Lalu ia berkata," bye bye."
Dan berjalan mengikuti Yi En.
Lu Chun menarik nafas melihat Yi En.
Xiang Wan yang baru saja datang k, sempat melihat mereka.
Ia melipat tangannya. Ia berpikir, " Shen Yi En, dia mirip seperti aku yang dulu."
...
...
Lalu Xiang wan mendekati Lu Chun.
Lu Chun," Kak Xiang Wan, kau juga datang."
Xiang Wan tersenyum dan berkata," aku mendengar kau akan jadi cameo dalam film ini. Karenanya aku datang. "
Lu Chun tersenyum mengangguk.
Xiang Wan," kau begitu sibuk dengan menjadi produser dan artis. Aku kira, peran untuk menjadi cameo tidak akan kau ambil."
Lu Chun tersenyum dan berkata," meski aku sibuk. Aku tidak akan lupa apapun peran yang ditawarkan padaku, jika aku mampu, aku akan melakoninya."
Xiang wan tersenyum," kau tidak melupakannya."
Lu Chun," tentu saja, aku tidak akan melupakan didikanmu kak Xiang Wan."
Xiang Wan mengangguk," baiklah. Kau harus segera bersiap siap."
Lu Chun," baiklah."
Lu Chun pun segera berganti kostum untuk syuting.
Saat syuting berjalan, Lu Chun sering memperhatikan Yi En.
Saat ada jeda sebentar.
Yi En melihat kostum Lin Xiang ada sedikit yang sobek.
Xiang Wan melihatnya juga.
Lin Xiang sedang berdiri bersama Zhou Nan di dekat kolam.
Zhou Nan sedang memberikan ia minuman.
Yi En menoleh pada Wei Wei hendak meminta tolong Wei Wei.
Tapi tiba tiba Wei Wei mendapat telepone dari David.
Wei Wei berjalan agak menjauh sambil mengangkat telepone.
...
...
Yi En ragu untuk berjalan mendekati Yi En.
Tapi akhirnya ia memberanikan diri mendekati Lin Xiang.
Sambil sedikit was was.
Lu Chun terus memperhatikan wajah Yi En.
Yi En ," Lin Xiang, tunggu sebentar. Aku harus memperbaiki ini."
Lin Xiang tersenyum mengangguk.
Dengan lugas Yi En menarik kain Lin Xiang, dan membentuk kerutan ke samping pinggang Lin Xiang.
Lalu ia mengambil sebuah bros cantik di tas nya dan mengenakannya di pinggang Lin xiang.
Yi En tersenyum," baiklah. Sekarang sudah terlihat lebih baik. "
Lin Xiang tersenyum," aku tidak menyadarinya jika itu sobek tadi. Terima kasih kak Yi En."
Yi En tersenyum mengangguk.
Xiang Wan tersenyum melihatnya.
Tiba tiba, ada salah satu kru, karena ia berjalan terburu, ia tidak sengaja menyenggol Yi En dan Lin Xiang.
Lin Xiang hampir terjatuh ke kolam renang.
Tapi Yi En segera memegang tangan Lin Xiang dan mendorongnya ke Zhou Nan.
Dan Yi En pun terjatuh ke kolam renang.
Wei Wei yang masih menelepon.
Ia sempat melihat kejadian itu.
Ia begitu terkejut.
Ia segera menutup teleponenya.
Dan berlari menuju kolam renang sambil berteriak," Yi En!"
Xiang Wan juga terkejut melihat kejadian itu.
Ia ikut mendekati kolam renang.
Yi En tidak bisa berenang dan mencoba untuk naik.
Ia begitu ketakutan dan saat tenggelam ia teringat kejadian 15 tahun yang lalu.
Tapi tanpa diduga.
Lu Chun dengan cepat ia segera terjun ke kolam renang.
Ia segera menolong Yi En.
Dan membawa Yi En ke tepi.
Seluruh kru membantu Lu Chun dan menaikkan Yi En ke tepi.
Wei Wei mendekati Yi En dan memegangi Yi En.
Wei Wei," Yi En ! Yi En... "
Yi En terbatuk batuk.
Karena sedikit menelan air.
Xiang Wan juga mendekati Yi En.
Zhou Nan memberikan kain , lalu Xiang Wan menerimanya.
Dan menyelimutkan ke tubuh Yi En.
Yi En menatap sahabatnya.
Nafasnya masih belum teratur.
Tiba tiba ia tidak sadarkan diri.
Wei Wei," Yi En! "
Xiang Wan," lebih baik kita membawanya ke rumah sakit."
Tanpa berpikir panjang, Lu Chun tiba tiba mendekati Yi En.
Ia segera menggendong Yi En.
Dan segera berjalan keluar.
Manager Lu Chun terkejut melihatnya.
Begitu juga semua yang ada disana.
Dan beberapa penggemar melihatnya.
Wei Wei berlari mengikuti Lu Chun.
Xiang Wan pun mengikuti mereka.
Sambil Xiang Wan berkata pada Wei wei," Wei Wei kau temani Yi En ke rumah sakit. Aku selesaikan dulu disini. Nanti aku akan menyusul."
Wei Wei mengangguk," baiklah."
Tanpa mempedulikan syutingnya, Lu Chun mengantar Yi En bersama Wei Wei ke rumah sakit.
Sementara itu manager Lu Chun yang masih ada di lokasi syuting menyampaikan permintaan maaf pada sutradara Chen.
Akhirnya syuting pun diundur sambil menunggu Lu Chun kembali.
Xiang Wan meminta Zhou Nan untuk menemani Lin Xiang.
Lalu Xiang Wan hendak ke rumah sakit menyusul Yi en.
Asisten sutradara menyampaikan permintaan maaf pada Xiang Wan, atas kesalahan krunya.
Xiang Wan bisa mengerti atas kejadian hari ini murni karena kecelakaan.
Lalu Xiang Wan segera menuju rumah sakit.
Yi En sudah dipindahkan di ruang inap.
Dokter menyarankan untuk Yi En menginap dulu semalam.
Wei Wei menunggui di samping Yi En.
Sedang Lu Chun berdiri di luar ruangan.
...
...
Ia tahu, jika Yi En bangun pasti tidak ingin melihatnya.
...
...
Beberapa saat Xiang Wan datang.
Ia melihat Lu Chun.
Xiang Wan menarik nafas melihatnya.
Xiang Wan," kenapa kau berdiri diluar?"
Lu Chun terdiam.
Xiang Wan ," lebih baik kau segera kembali ke lokasi syuting. Sutradara Chen menghentikan syuting hanya untuk menunggumu."
Lu Chun menarik nafas.
Dia berkata," setidaknya aku ingin menunggu sebentar sampai ia sadar."
Xiang Wan," Berita mengenaimu, meninggalkan lokasi syuting begitu saja sambil kau membawa Yi En akan tersebar. Manager mu menunggumu kembali. Kembalilah."
Lu Chun menatap Xiang Wan.
Ia menundukkan kepalanya.
Lalu ia pun akhirnya berkata," baiklah."
Lu Chun hendak berjalan.
Tiba tiba Xiang Wan berkata,"bukan maksudku untuk mencampuri masalah kalian."
Lu Chun berhenti dan ia menoleh.
Xiang Wan melanjutkan kata katanya lagi," jika kau memang bermaksud hendak mendekatinya lagi. Jangan kau permainkan dia lagi."
Lu Chun cukup terkejut mendengarnya.
Ia tidak menyangka ternyata Xiang Wan mengetahui tentang masalahnya dengan Yi En. Dan Xiang Wan cukup perhatian juga pada Yi En.
Lu Chun," aku tidak menyangka, ternyata kak Xiang Wan begitu memperhatikan Yi En."
Xiang Wan menatap Lu Chun.
Lalu Lu Chun mengangguk," aku mengerti. Baiklah."
Lu Chun pun berjalan pergi.
Xiang Wan terdiam melihat Lu Chun pergi.
Lalu ia berjalan masuk ke kamar Yi En.
Wei Wei," kak Xiang Wan."
Xiang Wan," bagaimana keadaan Yi En?"
Wei Wei," dokter bilang, dia tidak apa apa. Dia hanya mengalami shock. Dokter menganjurkan agar dia istirahat dulu semalam dirumah sakit."
Xiang Wan mengangguk.
Wei Wei," Yi En... dia memiliki trauma terhadap hal yang berbau kolam, sungai dan laut."
Xiang Wan melihat Wei Wei.
Wei Wei melanjutkan lagi," dia tidak pernah menceritakannya padaku kenapa dia memiliki trauma itu. Tapi, pernah sekali dulu saat kami masih sekolah, dia pernah terjatuh ke kolam renang juga. Dan dari itu aku baru mengetahuinya."
Xiang Wan," kenapa kau tidak memberitahuku tadi saat dilokasi syuting. Jika aku tahu, aku akan mengatur agar dia tidak harus dilokasi syuting."
...
...
Wei Wei," maafkan aku."
Xiang Wan menarik nafas panjang.
Ia menatap Yi En.
Ia tidak menduga Yi En memiliki trauma terhadap air.
Xiang Wan masih menunggu bersama Wei Wei di samping Yi En cukup lama.
Sambil ia sesekali bekerja lewat handphonenya.
Pamannya, Yu Jiang sempat meneleponnya juga dan menanyakan tentang kejadian itu.
Dan berita mengenai Lu Chun menggendong seorang perempuan di lokasi syuting mulai tersebar.
Beberapa foto pun sudah diunggah di Weibo.
Xiang Wan mendapat kiriman info itu dari David.
Xiang Wan mengecek semuanya.
Bahkan ada beberapa penggemar Lu Chun mengetahui bahwa perempuan yang diselamatkan dan digendong oleh Lu Chun adalah salah satu manager Lin Xiang.
Sementara penggemar Lin Xiang memuji Lu Chun dan perempuan yang berusaha menolong Lin xiang.
Beberapa saat kemudian.
Saat Xiang Wan hendak bermaksud untuk pulang.
Yi En pun sadar.
Ia membuka matanya dan melihat sekitarnya.
Wei Wei," Yi En, syukurlah kau sudah sadar. "
Yi En melihat Wei Wei sahabatnya dan juga kak Xiang Wan.
Yi En," aku ada dimana?"
Wei wei," kau dirumah sakit."
Yi En menarik nafas.
Ia mulai teringat apa yang terjadi padanya tadi.
Ia juga sempat ingat bahwa Lu Chun yang menolongnya dari kolam renang.
Lalu ia berkata," kak Xiang Wan. Maafkan aku, sudah membuat keributan di lokasi syuting. "
Xiang Wan ," tenanglah. Sutradara Chen memahami apa yang terjadi tadi. Dan asistennya juga menyampaikan permintaan maaf atas apa yang dilakukan krunya. Lagipula semuanya melihat bahwa itu adalah kecelakaan."
Yi En sedikit lega mendengarnya.
Ia menjawab," syukurlah jika begitu. Yang terpenting, semuanya baik baik saja. Begitu juga Lin Xiang."
Wei Wei," kau ini. Kau sudah tahu bahwa kau takut dengan kolam renang. Kenapa kau malah mendekati Lin Xiang , bahkan menolongnya."
Yi En menatap sahabatnya.
Ia hanya tersenyum mendengarnya.
Xiang Wan lalu berkata," kau istirahatlah semalam disini. Dan hingga besok, aku memberikanmu cuti sehari. "
Yi En ," istirahat semalam disini?"
Wei Wei mengangguk," dokter memintamu untuk istirahat semalam disini. "
Yi En menatap Wei Wei dan Xiang Wan.
Yi En," aku tidak mau istirahat disini. Aku akan istirahat dirumah. "
Xiang Wan," ternyata kau keras kepala juga."
Wei Wei tersenyum mendengarnya.
Akhirnya, Yi En pulang sore itu setelah ia menghabiskan infusnya.
Sore itu Xiang Wan ada dikantornya hingga malam.
Ia meminta pihak United Entertaint untuk memberi penjelasan kepada media mengenai apa yang terjadi dilokasi syuting dan juga apa yang dilakukan Lu Chun.
Xiang Wan hanya akan mengurus tentang Lin Xiang.
Ia pulang cukup malam.
Lalu ia berhenti di sup wanton nenek.
Dan ia duduk sambil memesan sup wonton.
Sambil ia sibuk mengecek handphonenya.
Beberapa saat sup wontonnya datang.
Tiba tiba Mo Bei berdiri disampingnya.
Dan duduk disampingnya.
Lalu Mo Bei memberikan sendok pada Xiang Wan.
Xiang Wan terkejut melihat sendok di depannya.
Ia menoleh dan menatap Mo Bei sudah duduk disampingnya.
Mo Bei tersenyum lembut padanya.
Mo Bei," kau baru pulang dari kantor?"
...
...
Xiang Wan mengangguk, sambil ia mulai memakan sup wontonnya.
Lalu Mo Bei memesan sup wonton.
Setelah itu Mo Bei menatap Xiang wan lagi.
Dan ia berkata," aku melihat berita hari ini. Sepertinya terjadi sesuatu di lokasi syuting. "
Xiang Wan mengangguk dan menjawab," benar. Ada kecelakan dilokasi syuting tadi."
Mo Bei," foto Lu Chun menggendong seorang wanita. Jika aku lihat, wanita itu bukankah dia yang pernah bersama denganmu disini. Dia... bawahanmu?"
Xiang Wan menatap Mo Bei.
Xiang Wan menjawab," ingatanmu benar benar hebat."
Mo Bei tersenyum mendengarnya.
Sup wonton pesanannya pun datang.
Sambil hendak memakan sup nya.
Ia berkata," Lu Chun. Dulu dia pernah menghubungiku bahkan mencariku hingga ke Hongkong. "
Xiang Wan yang sedang mengunyah wontonnya. Ia menoleh menatap Mo Bei.
Xiang Wan," Lu Chun ? Untuk apa dia sampai mencarimu ke Hongkong?"
Mo Bei,"Dia belum sempat memberitahuku, saat itu aku tidak bisa membantunya. Hanya saja, aku sempat mendengar dia memiliki permasalahan dalam keluarganya. Dan hal itu hampir tersebar di publik. "
Xiang Wan mengingatnya.
Ia terdiam sebentar.
Lalu ia berkata," dulu aku pernah mendengar. Tapi tidak sampai tersebar. Sepertinya Hao Mai berhasil menutupinya."
Mo Bei mengangguk.
Xiang Wan," jadi hal itu benar. Ayah Lu Chun ada di penjara. Aku kira dia hanya mengarang cerita padaku saat itu, "
Mo Bei ," Lu Chun menceritakan padamu?"
Xiang Wan," aku pernah menjadi managernya."
Mo Bei menatap Xiang Wan.
Mo Bei," lalu bagaimana dengan bawahanmu sekarang?"
Xiang Wan," kami sempat membawanya ke rumah sakit. Dan sekarang dia sudah pulang. "
Xiang Wan menghela nafas mengingat apa yang terjadi pada Yi en.
Lalu ia tersadar sesuatu.
Ia berkata," kenapa aku harus memberitahumu?"
Mo Bei tertawa kecil mendengarnya.
Malam itu,cukup lama mereka berdua ada di sana.
Xiang Wan sudah sedikit tidak merasa canggung lagi di depan Mo Bei dan dia sudah tidak begitu membenci Mo Bei.
Tengah malam Yi En terbangun.
Ia hanya diam di tempat tidurnya.
Sambil memikirkan kejadian tadi dilokasi syuting.
Ia teringat saat tenggelam di kolam renang.
Hal itu membuatnya teringat akan kejadian 15 tahun lalu.
Ia tenggelam di sungai yang begitu deras alirannya.
Ia menarik nafas panjang.
Lalu ia ingat, Lu Chun menolongnya. Ia sempat melihat wajah Lu Chun.