WOMEN'S

WOMEN'S
Eps 3



Pagi itu, Yi En bangun pagi sekali.


Setelah ia menyiapkan sarapan, lalu ia mandi.


Beberapa saat Cen Wei terbangun dan berjalan ke meja makan.


Ia melihat omelete dan sandwich.


Yi En yang sudah selesai mandi, ia berkata pada sahabatnya," mandilah dulu. Setelah itu kita sarapan. Dan berangkat."


Cen Wei memegang lengan sahabatnya dan berkata," Yi En, aku sungguh terharu. Aku tidak bisa hidup tanpamu."


...


...


Yi En," lepaskan Wei Wei, aku sudah mandi. Dan kau masih bau. "


Cen Wei malah memeluk sahabatnya.


Yi En," kenapa tidak kau lakukan saja pada Qi Lei. Peluk dia."


Cen Wei tersenyum," pelukan untuk Qi Lei harus berbeda. "


Yi En melepaskan pelukan sahabatnya.


Dan berkata" kau benar benar bau. Aku tidak tahan."


Cen Wei tertawa. Lalu ia segera berjalan ke kamar mandi.


Yi En menggelengkan kepalanya.


Setelah mereka bersiap siap dan sarapan.


Lalu mereka pun berangkat ke kantor.


Saat di mobil Yi En berkata," Wei Wei, aku teringat kakak Guan, kapan kita mengunjunginya?"


Cen Wei tersenyum, ia mengangguk," baiklah. Nanti malam kita ke barnya."


Yi En mengangguk.


Cen Wei berhenti sebentar di depan coffee shop.


Lalu ia membeli 3 coffee.


Setelah masuk ke mobil ia memberikan 1 coffee pada sahabatnya.


Dan berkata," coffee latte, low sugar untuk mu. Agar kau bersemangat di hari pertamamu bekerja."


Yi En tersenyum.


Ia berkata," terima kasih."


Cen Wei mengangguk. Ia menjalankan mobilnya lagi dan menuju ke kantor.


Sampai mereka di kantor Qili Entertainment.


Yi En memandangi kantor yang setelah ini akan menjadi perusahaan tempat ia bekerja.


Lalu Cen Wei mengajaknya masuk.


Cen Wei membawanya menemui Xiang Wan langsung.


Xiang Wan sedang selesai menelepon saat mereka masuk.


Xiang Wan," kalian sudah datang. Duduklah."


Cen Wei dan Yi En tersenyum lalu mereka duduk.


Cen Wei meletakkan coffee di meja Xiang Wan.


Xiang Wan tersenyum melihatnya.


Cen Wei," coffee latte hari ini untukmu kak Xiang Wan."


Xiang Wan," terima kasih."


Yi En melihatnya. Lalu Xiang Wan berkata menatap Yi En," mulai hari ini, kau akan bekerja sebagai asisten ku dan sebagai desainer perancang kostum untuk artis. Artis artis dibawah naungan kita saat ini adalah Lin xiang dan Xu Ling. Ada beberapa lagi artis lama lainnya. Nanti nya kau akan banyak membantuku untuk bertanggung jawab pada Lin Xiang dan Xu Ling."


Yi En mendengarkan setiap perkataan Xiang Wan.


Lalu Xiang Wan melanjutkan lagi," Wei Wei akan mendampingimu selama 1 bulan ke depan. Dan selama itupun aku akan menilai pekerjaanmu. Ada yang ingin kau tanyakan?"


Cen Wei dan Yi En hanya diam dan terus menatap Xiang Wan.


Xiang Wan menatap wajah keduanya lalu berkata," kenapa kalian hanya diam saja dan menatapku?"


Yi En hendak menjawab.


Tiba tiba Xiang Wan bicara lagi," kalian diam berarti sudah mengerti. Baiklah. Aku akan mengenalkan Yi En pada staff lainnya."


Cen Wei tersenyum geli.


Xiang Wan berdiri dan mengajak mereka keluar ruangan.


Lalu di depan para staff, ia mengenalkan Yi En sebagai asistennya.


Judy melihatnya sedikit tidak menyukainya.


Lalu Xiang Wan membawa Yi En ke ruangan Direktur Yu, yang tidak lain adalah pamannya.


Xiang Wan mengenalkan Yi En.


Yu Jiang mengangguk, ia tersenyum dan mengucapkan pada Yi En selamat bergabung.


Yu Jiang melihat Shen Yi En sedikit berbeda dari Judy dan David, 2 asisten Xiang Wan.


Dari wajah dan matanya terlihat pekerja keras dan bersemangat seperti Xiang Wan.


Hari itu, Cen Wei membicarakan mengenai desain gaun dan kemeja untuk Lin xiang dan Xu ling di malam Penghargaan minggu Depan.


Yi En mengamatinya.


Lalu Cen Wei membiarkan Yi En yang mengembangkan sendiri untuk desainnya.


Beberapa saat, Xiang Wan datang ke ruangan Cen Wei.


Ia memberikan naskah film " Aku Rindu " yang akan dimainkan oleh Lin Xiang.


Xiang Wan," kalian bisa membacanya nanti. 3 hari lagi , Lin Xiang akan memulai pengambilan foto untuk film itu. Jadi kalian bisa menghubungi departemen perancangan dan menyiapkannya."


Cen Wei mengangguk," baiklah."


Xiang Wan," hari ini syuting terakhir Xu Ling. Setelah jam makan siang kalian ikut denganku."


Cen Wei dan Yi en menjawab bersamaan," baik."


Xiang Wan menatap mereka berdua.


Ia menarik nafas.


Lalu ia berjalan keluar.


Cen Wei dan Yi En saling berpandangan mereka tertawa kecil.


Yi en mulai membaca sedikit naskahnya.


Disitu dia mulai bisa membayangkan kostum untuk Lin Xiang.


David tiba tiba masuk ke ruangan Cen Wei.


Ia tersenyum dan meletakkan donat di meja.


Dia berkata," ini untuk kalian. Dan untuk nona Shen Yi En. Aku David asisten kak Xiang Wan juga. Selamat bergabung dengan Qili Entertainment."


Yi En tersenyum," terima kasih."


David mengangguk.


Cen Wei," terima kasih David. Kau selalu suka memberikan ku donat. Tapi, sepertinya bukan untukku saja. Kau juga suka memberikan donat pada Judy."


David terkejut dan sedikit salah tingkah.


Ia segera berkata," tentu saja. Kalian rekan kerjaku."


Cen Wei tertawa melihat wajah David.


David tersenyum," jangan menggodaku lagi Wei Wei. "


David menoleh pada Yi en dan berkata," Nona Shen, bos [ Xiang Wan ] memang begitu saat bekerja, ia akan memberikan banyak pekerjaan dan perintah. Tapi dia selalu memikirkan kita semua. Aku harap kau nantinya bisa memahaminya."


Yi En tersenyum.


Lalu ia berkata," terima kasih David. Kau sudah memberitahuku. Aku akan ingat itu. Dan, jangan panggil aku nona. Bukankah kita rekan kerja."


David tersenyum dan mengangguk.


Ia berkata" baiklah. Baiklah. Aku kembali bekerja lagi. "


Lalu David keluar.


Cen Wei tersenyum dan berkata," David. Dia sangat baik. Selama aku disini, dia banyak membantuku. Kau bisa mengandalkannya nanti."


Yi En mengangguk.


Siang itu, Xiang Wan mengajak Cen Wei dan Yi En ke lokasi syuting Xu Ling.


Saat hendak keluar kantor.


Mereka bertemu David, ditangannya ia membawa papper bag, gambar burger. Untuk ia makan siang.


Lalu David berkata" bos, kau mau kemana? Bukankah kau akan menemui Lin Xiang dan mengajaknya ke Sutradara Jin?"


Xiang wan mengangguk," aku akan ke lokasi Syuting Xu Ling. Hari ini dia terakir syuting. Setelah itu aku akan ke sutradari Jin. Kau jemput lah Lin Xiang dan Zhou Nan. Kita bertemu disana. "


David ," baiklah."


Lalu Xiang Wan melihat bingkisan burger ditangan David.


Dia berkata sambil mengambil bingkisan burger di tangan David," ini untukku? Terima kasih."


Lalu Xiang Wan berjalan pergi.


Cen Wei tertawa melihatnya sambil menepuk pundak David.


Yi En hanya tersenyum.


Mereka menggunakan mobil masing masing, karena seletah itu Xiang Wan hendak menemui Sutradara Jin.


Sampai mereka di lokasi syuting.


Xu Ling masih ada di truck nya dan sedang membaca naskahnya.


Xiang Wan lalu masuk diikuti Cen Wei dan Yi En.


Xiang Wan," Xu Ling."


Xu Ling menoleh dan berkata," kak Xiang Wan. Kau kemari."


Xiang Wan tersenyum dan mengangguk, " kau sedang bersiap siap?"


Xu Ling tersenyum," 20 menit lagi aku akan syuting lagi untuk adegan terakhir."


Xiang Wan," Xu Ling. Kenalkan , dia adalah Shen Yi En. Dia adalah asistenku seperti Judy dan David. Nantinya dia akan lebih banyak bertanggungjawab padamu dan LinXiang. Dan dia juga yang akan memikirkan untuk desain baju kostum kalian. "


...


...


Xu Ling tersenyum mengangguk.


Ia berdiri dan hendak berjabat tangan dengan Yi En.


Sambil berkata," kelak mohon bantuanmu. Kak Yi En."


Yi En tersenyum lembut, ia pun membalas jabat tangan Xu Ling dan berkata," kita akan bekerja sama nanti. Senang bertemu denganmu Xu Ling."


Xu Ling mengangguk.


Setelah mereka berjabat tangan.


Ia menoleh pada Cen Wei," jadi, kak Wei Wei benar benar akan mengundurkan diri."


Cen Wei tersenyum, ia mengangguk dan berkata," kau pasti akan sangat merindukanku."


Xu Ling tertawa mendengarnya.


Cen Wei," nanti kau sudah tidak akan mendengar suara omelanku lagi ke para staff. Yi En, dia tidak suka marah."


Xiang Wan tersenyum mendengarnya.


Begitu juga Yi En.


Beberapa saat kemudian mereka berjalan keluar mengikuti Xu Ling untuk melanjutkan syuting adegan terakhirnya.


Sutradara Chen dan beberapa kru sudah siap di lokasi syuting.


Xiang Wan memberi salam dan tersenyum pada Sutradara Chen.


Sutradara Chen ," kau datang untuk melihat syuting terakhir Xu Ling."


Xiang Wan mengangguk," aku harus mengucapkan selamat padanya."


Sutradara Chen tersenyum dan ia berkata," Xu Ling artis yang hebat. Kelak akan banyak sutradara yang akan meliriknya untuk memainkan filmnya. Kalian beruntung memilikinya."


Xiang Wan tersenyum senang dan berkata," terima kasih Sutradara Chen. Xu Ling bisa banyak belajar darimu juga. Beberapa kali kau memberikan peran untuknya. "


Sutradara Chen tertawa senang.


Lalu ia melihat seorang wanita dibelakang Xiang Wan.


Yi En tersenyum melihat Sutradara Chen.


Sutradara Chen mengangkat jari telunjuknya.


Lalu ia berkata," Nona Shen Yi En. Lama tidak berjumpa."


Yi En tersenyum senang dan mengangguk sambil menjawab" Sutradara Chen, kau masih ingat denganku."


Sutradara Chen," tentu saja. Terakhir kita bertemu di acara penghargaan perfilman International di Jerman. Kau kembali ke Shanghai?"


Xiang Wan dan Cen Wei saling bertatapan. Mereka tidak menyangka Sutradara Chen dan Yi En sudah saling kenal dan pernah bertemu.


Xiang Wan," ternyata Sutradara Chen sudah pernah bertemu dengan Shen Yi En. "


Sutradara Chen mengangguk," dan kalian juga saling kenal."


Xiang Wan tersenyum dan berkata," Shen Yi en adalah asistenku, ini adalah hari pertamanya bekerja di Qili Entertainment."


Sutradara Chen tersenyum dan berkata," ternyata Nona Shen Yi En masih tidak lupa dengan tanah kelahiran. Padahal Kau sudah hebat bekerja di Fox Entertainment Jerman. Nona Shen Yi En, beruntung kau bekerja dengan Yao Xiang Wan. Kau pasti akan lebih banyak belajar darinya."


Xiang Wan tersenyum, ia menjawab," Sutradara Chen, aku pun juga masih banyak belajar. "


Yi En tersenyum dan mengangguk," dan kita akan sering bertemu nantinya, aku akan banyak minta bantuanmu Sutradara Chen."


Sutradara Chen mengangguk," tentu saja. "


Xiang Wan cukup lega, dengan memiliki Shen Yi en sebagai asistennya.


Ternyata, Shen Yi en sudah memiliki pengalaman yang baik mengenai industri perfilman.


Syutingpun dimulai.


Mereka semua melihat Xu Ling melakukan adegannya.


Xu Ling sangat hebat dan sangat menjiwai karakternya.


Cen Wei mendekati sahabatnya dan berkata pelan," Nona Shen Yi En, ternyata kau hebat juga. Sampai sutradara Chen pun mengenalimu. "


...


...


Shen Yi En hanya tersenyum mendengarnya ejekan sahabatnya.


Yi En melihat akting Xu Ling.


Ia memang sudah beberapa kali melihat beberapa film yang diperankan Xu Ling.


Ia merasa yakin bahwa Xu Ling akan menjadi aktor yang sukses nanti.


Xiang Wan mendekati Yi En.


Dan ia berkata pelan," Xu Ling adalah artis pertamaku yang aku bawa sendiri setelah dia selesai lulus dari kuliahnya. Sekarang tanpa aku, dia sudah bisa mandiri menentukan hidupnya. "


Yi En mendengarkan perkataan Xiang Wan.


Ia mengerti maksud Xiang Wan.


Itu artinya, dia akan sedikit memberi ruang pada Xu Ling untuk bisa mengambil keputusan sendiri nantinya tanpa bantuan Xiang Wan lagi.


Akhirnya syutingpun selesai.


Mereka merayakannya.


Xiang Wan memberi selamat pada Xu Ling.


Xu Ling tersenyum lembut pada Xiang Wan.


Yi En melihat, Xu Ling sudah menganggap Xiang Wan seperti kakaknya begitu juga sebaliknya.


Yi En akhirnya mulai mengenali Xiang Wan. Selain dia sangat detail, bekerja dengan cepat, dan juga tegas. Dia juga perhatian dan ada sisi hangat dari sifatnya.


Setelah selesai.


Di parkiran mobil, sebelum ia masuk ke mobilnya.


Ia menoleh pada Yi En dan Cen Wei," kalian kembalilah ke kantor. Aku harus ke Star TV. "


Cen Wei," baiklah kak."


Xiang Wan menoleh ke Yi En.


Lalu ia tersenyum dan berkata," ini hari pertama kau bekerja. Semoga kau lebih bersemangat lagi. Pulanglah lebih cepat hari ini. Nantinya kau akan sering pulang malam."


Yi En tersenyum dan mengangguk," terima kasih kak Xiang Wan. "


Xiang Wan mengangguk. Lalu ia masuk ke mobilnya dan pergi.


Cen Wei menggandeng lengan sahabatnya," semoga kau lebih bersemangat lagi. Kali ini dia cukup hangat padamu."


Yi En," kau suka sekali menggodaku."


Cen Wei tertawa.


Lalu ia berkata" baiklah. Ayo kita kembali ke kantor dan selesaikan pekerjaan kita. Dan segera pulang."


Mereka pun masuk ke mobil dan segera pergi.


Xiang Wan di mobilnya.


Bibinya meneleponnya.


Lalu ia pun mengangkatnya.


Xiang Wan," ada apa bi?"


Zhu He berkata," Xiang Wan, hari ini jangan pulang malam lagi. Bibi memasak sup obat. Pulanglah agak lebih cepat."


Xiang Wan tersenyum.


Lalu ia berkata," bibi, akan kuusahakan. Kalau tidak kau bisa menyimpannya dulu di kulkas nanti akan ku hangatkan saat pulang."


Zhu He," dalam seminggu kau hanya boleh pulang malam 4 hari. Dan 3 harinya kau harus pulang lebih cepat. Itu janjimu. Jika kau mengingkarinya, bibi akan mendobrak kantor pamanmu."


Xiang Wan tertawa mendengarnya" bibi sangat menakutkan. Baiklah baiklah. Aku akan menuruti bibi. Aku akan pulang cepat hari ini."


Zhu He tersenyum mendengarnya sambil ia mengecek beberapa gaun di boutiqnya.


Xiang Wan menemui sutradara Jin dan Lin Xiang sudah ada disana bersama dengan Zhou Nan dan David.


Mereka berbincang bincang mengenai film yang akan diperankan Lin Xiang.


Beberapa saat Hao Mai datang bersama Luo Feng.


Akhirnya Lin Xiang bertemu lagi dengan Luo Feng. Hanya saja Lin Xiang berusaha menahan perasaannya.


Xiang Wan berkata pada Sutradari Jin," kak Jin Wan, 3 hari lagi adalah pengambilan foto untuk film ini. Sehari sebelumnya, kami akan mengirimkan beberapa kostum Lin Xiang. Kau bisa melihatnya dulu. "


Sutradara Jin mengangguk ia tersenyum dan berkata pada Xiang Wan," aku akan mempercayaimu Xiang Wan. Perancang desainer artis kalian selama ini sangat hebat dalam memilih kostum untuk setiap film yang akan ditayangkan."


...


...


Xiang Wan tersenyum.


Dan menjawab," meski begitu. Lebih baik kau melihatnya dulu. "


Jin Jin Wan mengangguk," baiklah baiklah. "


Hao Mai," setelah pengambilan foto Lin Xiang. Kami akan menyusul. "


Jin Jin Wan ," baiklah. Kalian berdua benar benar sangat antusias sekali kali ini."


Mereka saling tersenyum tapi ada maksud dibalik itu semua.


Xiang Wan," tentu saja kak Jin wan. Untuk beberapa kalinya kami bekerjasama. Karena itu kami harus antusias dan saling memberi support. Benar bukan Hao Mai?"


Hao Mai tersenyum kecil.


Ia mengangguk," yang dikatakan Yao Xiang Wan benar sekali."


Jin Jin Wan tertawa melihat mereka.


Setelah mereka selesai.


Mereka berjalan keluar bersamaan.


Sampai mereka di hall Star Tv, Hao Mai menoleh pada Xiang Wan dan berkata," kita akan bekerja sama lagi. Semoga kita bisa menyelesaikan syuting ini dengan berhasil."


Hao Mai mengangkat tangan kanannya dan hendak menjabat tangan Xiang Wan.


Xiang Wan menatap Hao Mai.


Lalu ia tersenyum, tapi matanya tetap tegas.


Ia pun membalas jabat tangan Hao Mai dan berkata," baiklah kali ini kita selesaikan bersama sampai selesai."


Hao Mai mengangguk.


Lalu Xiang Wan melepaskan tangannya.


Dan ia berjalan keluar lebih dulu, sambil berkata pada LinXiang," ayo Lin Xiang."


Lin Xiang pun berjalan mengikuti Xiang Wan. Ia sedikit melirik ke arah Luo Feng.


Ternyata mata Luo Feng terus mengarah ke LinXiang.


Xiang Wan mengantar Lin Xiang hingga ke mobil Lin Xiang.


Sebelum Lin Xiang naik ke mobilnya, Xiang Wan memegang tangan Lin Xiang dan berkata," Lin Xiang. Kau hebat hari ini. Pertahankanlah seperti itu terus saat menghadapi Luo Feng. Dia yang akan penasaran denganmu. "


Lin Xiang tersenyum dan mengangguk , " baiklah kak. Kau tenang saja. "


Xiang Wan mengangguk.


Ia menepuk lengan Lin Xiang sambil tersenyum," pulanglah dan istirahatlah. Kau punya beberapa hari lagi untuk bisa bersantai dan istirahat."


Lin Xiang mengangguk.


Lalu Lin Xiang pun masuk ke Mobilnya.


Zhou Nan yang juga hendak masuk ke mobil Lin xiang berkata pada Xiang Wan," kak Xiang Wan. Kami pulang dulu. "


Xiang Wan mengangguk, " hati hatilah."


David pun menjerit dari dalam mobil" kami pulang dulu bos!"


Xiang Wan tersenyum dan mengangguk.


Setelah mereka pergi.


Xiang Wan menarik nafas dan berkata," Lin Xiang... dia pasti bisa menghadapinya."


Lalu Xiang Wan berjalan ke mobilnya dan ia pun masuk lalu ia menikmati burger yang ia ambil dari David saat siang tadi.


Sementara itu,


Yi En sudah memilih kostum untuk Lin Xiang yang akan dia gunakan saat pengambilan foto filmnya.


Cen Wei mengeceknya.


Lalu ia mengangguk.


Ia menoleh ke Yi En dan berkata," kemampuan sahabatku tidak diragukan lagi. "


Yi En tersenyum dan menjawab," Wei Wei, kau jangan seperti itu. Masih banyak pekerjaan yang harus ku hadapi nanti. Lagipula kau belum memberikan pada kak Xiang Wan. Belum tentu dia setuju."


Cen Wei melirik," kau tidak percaya diri sekali."


Lalu Cen Wei mengirim nya ke handphone Xiang Wan.


Xiang Wan yang hendak menjalankan mobilnya.


Ia melihat pesan Cen Wei.


Beberapa foto kostum untuk pemotretan Lin xiang dalam filmnya nanti.


Digambar terakhir Cen Wei mengirim foto telunjuknya sedang menunjuk Yi En yang sedang sibuk memilih beberapa desain.


Dan ditulis pesan," Yi En sudah memilih beberapa kostumnya.


Kak Xiang Wan bisa mengeceknya lebih dulu. Jika kau tanya padaku, aku setuju. "


Xiang Wan tersenyum membacanya.


Lali ia mengeceknya foto foto itu.


Ia menarik nafas.


Dan ia mulai mengetik untuk membalas pesan Cen Wei.


Tiba tiba ada senyum di wajahnya.


Setelah itu ia menjalankan mobilnya.


Cen Wei pun membuka balasan pesan dari Xiang wan.


Ia tersenyum senang melihatnya.


Balasan pesan dari Xiang Wan hanya singkat dan jelas, " aku juga setuju".


Cen Wei ," Yi En, ayo kita pulang."


Yi En menatap sahabatnya," sebentar lagi. Aku masih harus mengecek desain ini."


Cen Wei," aku tunggu 10 menit."


Yi En," kau benar benar menyebalkan. "


Cen Wei tertawa.


Lalu ia berkata," kak Xiang Wan setuju dengan kostum yang sudah kau pilih untuk Lin Xiang."


Yi En tersenyum.


Lalu ia melanjutkan lagi pekerjaannya.


Malam itu, Cen Wei dan Yi En tidak langsung pulang.


Mereka ke bar Guan Xian.


Cen Wei, " kak Guan Xian."


Guan Xian yang sedang ada di depan bar minuman melihat Cen Wei, ia tersenyum," Wei Wei, kau datang."


Cen Wei," kakak Xian, coba kau lihat siapa yang kubawa kemari."


Yi En pun muncul di belakang Cen Wei.


Dia tersenyum dan berkata," kakak Xian!..."


Guan Xian tersenyum senang melihat Yi En," Yi En! Akhirnya kau masih ingat untuk mengunjungiku."


Guan Xian berjalan keluar dari meja barnya, lalu ia mendekati Yi En dan memeluk Yi En sambil menepuk pundaknya.


Yi En tersenyum senang.


Lalu mereka pun duduk bersama sambil berbincang.


Guan Xian," aku sudah menunggumu datang kemari, Yi En."


Yi En dan Cen Wei menatap Guan Xian bersamaan.


Guan Xian," kenapa kalian menatapku? "


Cen Wei," aku belum memberitahu kakak Xian kalau Yi en sudah kembali dari Jerman, bagaimana..."


Guan Xian tersenyum.


Ia berkata ," aku bisa merasakannya."


Yi En dan Cen Wei saling bertatapan dan mereka tertawa mendengarnya.


Sudah lama mereka tidak mendengar kata kata Guan Xian yang terdengar menggelikan.


Yi En, " aku baru sampai di Shanghai kemarin kak. Dan hari ini aku segera mengunjungimu."


Guan Xian mengangguk.


Lalu ia berkata," baiklah mari kita bersulang."


Cen Wei tersenyum senang.


Guan Xian hendak menuangkan wine ke gelas Yi En.


Yi En," aku tidak ingin minum wine kak. Aku minum soda saja."


Cen Wei mengangguk," kau benar. Kau minum soda saja. Aku tidak ingin repot membawamu pulang."


Guan Xian tersenyum," baiklah."


Lalu mereka pun mengangkat gelas mereka, dan Guan Xian berkata," kita bersulang untuk kembalinya Yi En,, akhirnya dia sudah ingat dengan kita dan ingat untuk pulang."


Yi En," kakak Xian?!..."


Guan Xian dan Cen Wei tertawa.


Mereka pun bersulang.


Beberapa saat Qi Lei pun datang.


Ia bergabung dengan mereka.


...


...


Qi Lei sempat berkenalan dengan Yi En saat dia dan Cen Wei mengunjungi Yi en di Jerman. Dan kebetulan Qi Lei hendak menghadiri pameran fashion show International di Jerman.


Qi Lei tahu, bagi Cen Wei, Yi En sudah seperti keluarganya.


Qi Lei ," akhirnya kau kembali. Kau tidak tahu betapa kesepiannya Wei wei selama ini."


Yi En tersenyum lalu ia mengejek," bukankah ada kau yang menemaninya, seharusnya itu sudah cukup buat Wei Wei. "


Cen Wei pun memegang lengan Qi Lei dan berkata," itu benar sekali. Qi Lei sudah lebih dari cukup buatku."


Qi Lei tersenyum menatap Cen Wei.


Guan Xian menggelengkan kepalanya dan berkata," aku sungguh tidak tahan melihat mereka."


Yi En tertawa.


Guan Qian adik Guan Xian mengantar wine baru ke meja mereka.


Guan Qian tersenyum pada Yi en dan berkata," kak Yi En, kau sudah kembali."


Yi En,"Guan Qian , kau sudah besar sekarang. "


Yi En menatapnya," jika dilihat, kau semakin tampan."


Cen Wei menggelengkan kepalanya.


Guan Xian," Yi En kau mau menggoda adikku."


Yi En tertawa mendengarnya.


Lalu Guan Qian berkata," kak Yi En kau mau memainkan gitarmu lagi?"


Yi En menatap Guan Qian.


Cen Wei," benar sekali Yi En. Mainkanlah."


Yi En tersenyum," baiklah."


Lalu Yi En berdiri dan berjalan ke depan.


Guan Qian memberikan gitar yang dulunya adalah milik Yi En. Ia sengaja meninggalkan gitarnya untuk Guan Qian.


Yi En tersenyum menerimanya.


Lalu ia pun mulai memainkan gitarnya Dan menyanyi.


Suaranya biasa tapi enak didengar.


Sudah lama sekali Yi En tidak memainkan gitarnya.


Semuanya menikmatinya.


Yi En pun teringat secuil kenangan dimasa lalunya.


[Di sebuah taman belakang sekolah.


Yi En duduk bersama dengan pria.


Yi En memainkan gitarnya bersama pria itu.


Mereka tersenyum bahagia.]


Guan Xian berdiri hendak mengambil wine lagi, ia menuangkan wine ke gelasnya sambil melihat Yi en, ia menarik nafas melihat Yi En.


Yi En tersenyum melihat Guan Xian.


Guan Xiang mengangkat gelas winenya sambil tersenyum juga.


...


...


Cen Wei hanya diam sambil bersandar di pundak Qin Lei.


Ia tahu, melihat sahabatnya sedang memainkan gitar. Membuat sahabatnya teringat kenangan dengan pria itu.


Setelah selesai memainkannya.


Lalu ia kembali duduk.


Cen Wei," permainan gitarmu masih indah seperti dulu, Yi En. Tapi... suaramu sepertinya tambah jelek."


Yi En memukul pelan sahabatnya dan berkata," kau pintar sekali mengejekku."


Cen Wei tertawa.


Guan Xian," baiklah, sekarang giliranmu Wei Wei dan Qin Lei, berduetlah."


Cen Wei tertawa.


Akhirnya ia dan Qi Lei pun berdiri dan mereka pun berduet.


Suara mereka cukup bagus dan enak di dengar juga.


Guan Xian menatap Yi En.


Dan ia berkata," Yi En, apa yang membuatmu akhirnya mau kembali?"


Yi En menoleh pada Guan Xian.


Lalu ia berkata sambil tersenyum," tentu saja rindu pada kalian."


Guan Xian tersenyum, tapi matanya seakan masih menunggu jawaban Yi En.


Ia berkata lagi," benarkah?"


Yi En menatap Guan Xian.


Sebentar Yi en menunduk.


Lalu ia mengangkat kepalanya lagi dan berkata," aku pikir sudah saatnya aku kembali. Sudah cukup lama aku pergi meninggalkan Shanghai. Aku... sudah melupakannya."


Guan Xian," kau bilang 8 tahun itu cukup lama?! Sangat lama Yi En."


Yi En tersenyum mendengarnya.


Guan Xian menggelengkan kepalanya.


Lalu ia berkata," syukurlah akhirnya kau bisa bangkit kembali. "


Yi En tersenyum dan mengangguk.


Guan Xian ikut tersenyum melihat Yi En.


Guan Qian dari jauh tersenyum melihat Yi En.


Xiang Wan sedang makan malam bersama bibi dan pamannya.


Xiang Wan ," Qi Lei, belum pulang bi?"


Zhu He ," dia bilang, dia dan Wei Wei menemui temannya yang baru kembali dari Jerman."


Xiang Wan dan Yu Jiang menatap Zhu He.


Yu Jiang," temannya dari Jerman?..."


Zhu He mengangguk.


Xiang Wan tersenyum, dia sepertinya tahu siapa teman Qi Lei itu.


Yu Jiang lalu menatap keponakannya.


Xiang Wan," jadi aku bergantian dengan Qi Lei menemani bibi makan malam."


Zhu He menoleh menatap keponakannya.


Lalu ia berkata," kau dan Qi Lei, sama saja. Tidak bisa membuatku senang. Menemani bibi makan apa menjadi beban kalian?"


Zhu He terlihat sedikit kesal.


...


...


Yu Jiang tersenyum mendengarnya.


Xiang Wan," bibi, kenapa wanton ini enak sekali. "


Lalu Xiang Wan mengambil lagi wanton di depannya.


Dia makan dengan lahapnya.


Zhu He," kau sengaja mengatakan itu."


Xiang Wan" tentu saja tidak. Masakan bibi sangat enak. Selalu enak."


Zhu He memukul pelan kepala keponakannya sambil berkata" pintar sekali kau menenangkan bibi."


Xiang Wan tersenyum.


Yu Jiang," Xiang Xiang, asisten barumu. Shen Yi en."


Xiang Wan mengangguk," benar. Kenapa paman?"


Yu Jiang," saat pertama melihat wajahnya. Dia terlihat cerdas dan percaya diri. Sepertinya dia akan berbeda dari David dan Judy. "


Xiang wan tersenyum ia mengangguk.


Zhu He," Shen Yi En, dia pengganti Wei Wei?"


Xiang Wan mengangguk," iya bi. Dia sahabat Wei Wei sejak mereka SMA, teman Qi Lei juga. Dia lulusan desainer di Jerman dan pernah bekerja di fox Entertainment Jerman. Dia orang yang mau bekerja keras aku bisa melihatnya dari Wei Wei. Karena mereka berjuang bersama untuk hidup sejak SMA. Sejauh ini, aku melihatnya dia cerdas dan lihai. Aku masih belum bisa menilainya. Kita akan lihat nantinya paman."


Yu Jiang mengangguk.


Zhu He," mau bekerja keras. Itu yang membuatmu mau menerimanya bukan."


Xiang Wan tersenyum.


Yu Jiang," Qili Entertainment bisa berdiri karena kerja keras juga. "


Zhu He menatap suaminya.


Begitu Juga Xiang Wan.


Qili Entertainment di dirikan oleh Yu Jiang dan Xiang Wan yang menjadi karyawan pertamanya.


Setelah lulus dari kuliahnya, Xiang Wan membantu pamannya. Selama 10 tahun Qili Entertainment berdiri.


Xiang Wan berhasil mendidik artis artis yang sukses dan terkenal.


...



...


... Chen Wei...