
Yi En terbangun pagi itu. Alarmnya berbunyi keras.
Lalu ia segera mematikan alarmnya.
Ia duduk dan ia merasa kepalanya begitu berat dan pusing.
Lalu ia berjalan keluar kamar hendak mengambil air.
Wei Wei sedang membuatkan bubur dan sup obat untuk sahabatnya.
Wei Wei," kau sudah bangun?"
Yi En mengangguk.
Ia hendak mengambil air putih.
Lalu Wei Wei memberikan segelas ramuan obat untuk menghilangkan mabuk.
Wei Wei ," minumlah ini dulu."
Yi En melihatnya.
Lalu ia mengambilnya dan duduk dikursi.
Lalu ia meminumnya.
Setelah meminumnya ia melihat sahabatnya sedang sibuk memasak.
Yi En," apa yang sedang kau buat?"
Wei Wei," bubur dan sup obat."
Yi En," kau baik sekali."
Wei Wei ," aku ini sahabatmu. Jika aku bukan sahabatmu aku tidak akan baik."
Yi En tertawa kecil mendengarnya.
Lalu Wei Wei memberikan ke mangkuk.
Dia meletakkan 2 mangkuk di meja makan, 1 mangkuk berisi bubur dan 1 mangkuk lagi berisi sup obat.
Yi En melihatnya, lalu menatap sahabatnya.
Wei Wei," makanlah dulu. Baru setelah itu kau mandi."
Yi En ," kau... manis sekali. Kau tidak memasukkan racun di dalam bubur dan sup obat ini kan?"
...
...
Wei Wei tertawa.
Lalu ia memukul pelan kepala sahabatnya.
Dan berkata," kau ini. Benar benar selalu mencurigaiku."
Yi En tersenyum.
Lalu ia memakan sesuap buburnya.
Wei Wei menatapnya.
Yi En," terima kasih. Sudah lama sekali aku tidak makan bubur buatanmu."
Wei Wei tersenyum.
Dia menepuk pundak sahabatnya.
Lalu ia berkata,"makanlah. Aku mandi dulu."
Yi En mengangguk.
Lalu ia melahap habis bubur buatan sahabatnya.
Dan setelah itu meminum sup obat.
Ia tersenyum.
Sampai mereka di kantor.
Yi En masih sedikit pusing. Tapi ia bisa mengatasinya.
Wei Wei harus menyiapkan beberapa di ruang kostum.
Sedang Yi En membuat gaun untuk Lin Xiang gunakan di malam penghargaan.
Sudah hampir selesai.
Xiang Wan baru memarkirkan mobilnya.
...
...
Lalu ia melihat minuman untuk meredakan akibat mabuk.
Ia teringat cerita dari Guan Xian semalam tentang Yi En.
Ia merasa sedih mendengarnya.
Lalu ia menarik nafas.
Dan ia mengambil botol minuman itu dan memasukkan ke dalam tasnya.
Ia berjalan masuk ke kantornya.
Sebelum ia ke ruang kerjanya.
Ia melihat ruangan Yi En dan Wei Wei.
Lalu ia mengetuk pintu.
Yi En yang sedang sibuk membuat gaun, ia hanya menjawab," silakan masuk."
Xiang wan membuka pintu dan menutupnya kembali.
Ia melihat Yi en sedang sibuk membuat gaun.
Sudah hampir jadi dan terlihat anggun dengan warna hitamnya.
Xiang wan," gaun untuk Lin xiang?"
Yi En terkejut mendengarnya.
Ia berhenti dan menoleh," kak Xiang wan."
Xiang Wan," terlihat anggun. Lin Xiang pasti menyukainya."
Lalu Xiang Wan meletakkan sebuah botol kaleng minuman di meja.
Xiang wan," minumlah."
Yi En melihatnya.
Ia tahu itu minuman untuk meredakan akibat mabuk.
Yi En tersenyum dan berkata," terima kasih kak Xiang wan."
Xiang wan mengangguk dan tersenyum.
Yi En tiba tiba sedikit salah tingkah.
Ia berkata ," kak Xiang Wan... apakah kemarin malam aku...seperti mengatakan..."
Yi En menghentikan kata katanya.
Ia tersenyum sambil 2 jari telunjuknya ia gerakan
Xiang wan menatap Yi En.
Ia melipat tangannya dan berkata," kau tidak ingat apa apa saat kau mabuk semalam?"
Yi En mengangguk.
Beberapa saat, Wei Wei masuk.
Ia melihat kak Xiang wan.
Ia sempat mendengar pembicaraan terakir kak Xiang Wan.
Sambil ia meletakkan kain.
Ia berkata," tenang saja Yi En. Kak Xiang Wan akan mengingat selalu apa yang kau katakan semalam."
Xiang Wan tersenyum mendengar ejekan Wei Wei.
...
...
Ia lalu berkata," Yi En. Kita tidak akan berkerja sama dengan United Entertainment, milik Lu Chun. Jadi... kau tidak perlu mengundurkan diri."
Yi En terkejut mendengarnya.
Sedang Wei wei tertawa.
Yi En berkata," aku... bicara seperti itu?"
Xiang wan menatap Yi En sambil mengangguk.
Lalu ia berbalik dan berjalan keluar.
Yi En menutup mukanya dengan kedua tangannya.
Lalu ia teringat apa yang dia lakukan semalam saat mabuk.
Ia berkata," aku sungguh memalukan"
Xiang Wan masih mendengar suara Yi En. Ia tersenyum mendengarnya.
...
...
Wei Wei," bukankah semalam aku sudah cerewet padamu untuk jangan minum bir. Kau saja tidak mau dengarkan aku."
Yi En menoleh dan berkata," kenapa kau tidak menutup mulutku saja?!"
...
...
Wei Wei menggelengkan kepalanya.
Lalu ia melihat botol minuman.
Ia mengambilnya dan berkata," bukankah ini minuman untuk meredakan sehabis mabuk?"
Yi En mengangguk.
Wei Wei menatap Yi En dan bertanya lagi," kak Xiang Wan yang memberikannya padamu?"
Yi En mengangguk lagi.
Wei Wei lalu menatap minuman itu lagi.
Ia cukup terkejut dan bingung.
Jarang sekali kak Xiang wan perhatian dengan anak buahnya.
Yi En,"kau kenapa?"
Wei Wei menatap Yi En lagi.
Dan berkata," tidak seperti biasanya kak Xiang Wan seperti itu."
Lu Chun yang sedang ada dikantornya.
Ia meminta asistennya untuk mencari tahu semua tentang Shen Yi En.
Karena terakhir yang dia tahu Yi En ada di Jerman.
Setelah asistennya mengumpulkan semua informasi mengenai Shen Yi En.
Ia lalu memberitahu Lu Chun bahwa
Shen Yi En baru saja kembali dari Jerman.
Dan baru baru ini bekerja di Qili Entertainment menjadi asisten Yao Xiang Wan. Dan Shen Yi En tinggal bersama Cen Wei sahabatnya.
...
...
Lu Chun menarik nafas.
Dia teringat tatapan mata Yi En saat bertemu lagi di Qili Entertainment.
Lalu ia ingat tatapan itu sama persis dengan tatapan mata Yi En terakhir 8 tahun yang lalu saat Lu Chun melepaskannya.
Akhirnya malam penghargaan tiba.
Yi En dan Cen Wei begitu sibuk membantu Lin Xiang dan Xu Ling. Dan ada beberapa artis muda lainnya.
Ada Judy dan David yang juga membantunya.
Xiang Wan juga sesekali membantu.
Ada artis lama juga yang dulunya sangat terkenal , Yuan Lien Hua.
Xiang Wan menyambutnya, dulu Xiang wan pernah juga menjadi managernya.
Yuan Lien Hua selalu ingat kehebatan dan kebaikan Xiang wan yang selalu mensuportnya dulu.
Yuan Lien Hua yang bertemu dengan Lin Xiang memujinya , Lin Xiang malam itu tampil dengan anggun bersama gaunnya.
...
...
Mereka pun foto bersama.
Lalu Lin Xiang memanggil Yi En dan Cen Wei untuk ikut berfoto dengan mereka.
Xiang Wan tersenyum melihatnya.
Setelah berfoto, Xiang wan mengenalkan Yi En pada Yuan Lien Hua.
Bahkan Xiang Wan memberitahu bahwa Yi En adalah desainer juga.
Yuan Lien Hua mengagumi bakat Yi En dan ia mengatakan nantinya jika dia sedang membutuhkan gaun, dia meminta Yi en yang mendesainnya.
Dengan senang hati Yi En mengiyakan.
Lalu para artis pun berjalan keluar untuk bersiap siap berjalan di red carpet.
Xiang Wan mengajak Yi En dan Wei Wei untuk ikut juga menuju ke acara.
Saat mereka berjalan , mereka sempat bertemu dengan Hao Mai.
Hao Mai tersenyum dan berkata," Yao Xiang Wan."
Xiang Wan menghentikan langkahnya.
Begitu juga Yi En dan Wei Wei.
Xiang Wan," Hao Mai, kita bertemu sebelum mendengar pengumuman siapa pemenangnya."
Hao Mai tersenyum sinis, ia berkata," itu bagus bukan. Kita bisa mempersiapkan lebih dulu hati kita. "
Xiang Wan," Xu Ling, dia akan menang malam ini. Dan aku harap kau tidak mengincarnya lagi. "
Hao Mai terdiam.
Lalu ia tersenyum," karena kau sudah mengetahuinya. Aku hanya ingin menawarkan Xu Ling kenyamanan dan keamanan untuknya."
Xiang wan tersenyum.
Lalu ia menatap Hao Mai dengan sedikit tajam.
Dan berkata," Aku memahami Xu Ling. Dia tidak akan dengan mudah terhasut oleh iming imingmu yang tidak akan pernah kau berikan itu."
Hao Mai mulai sedikit emosi.
Ia menarik nafas
Wei Wei tersenyum mendengarnya.
Lalu Hao Mai menoleh pada Yi En.
Ia teringat pernah melihat Yi En.
Hao Mai melipat tangannya.
Yi En mulai menatap Hao Mai.
Akhirnya ia harus bertemu Hao Mai lagi.
Hao Mai," kita bertemu lagi setelah sekian lama."
Yi En," aku tidak menyangka, harus melihat mukamu lagi. Aku harap nantinya kita tidak banyak berurusan. "
Wei Wei tersenyum mendengar jawaban Yi En.
Hao Mai tersenyum.
Lalu ia berjalan meninggalkan mereka.
Xiang Wan menoleh dan menatap Yi En.
Xiang Wan," Yi En, kau dan Hao Mai..."
Yi En," kami pernah bertemu dulu. Kak Xiang Wan, lebih baik kita segera ke aula, acara akan segera dimulai."
Wei Wei tahu sahabatnya sudah tidak ingin lagi membicarakan tentang hal yang sudah lama berlalu.
Acara malam penghargaan dimulai.
Akhirnya Xu Ling dan Lin Xiang memenangkannya.
Xiang Wan menarik nafas lega.
Malam itu pesta diadakan setelah pengumuman malam penghargaan.
Zhu He istri Yu Jiang juga hadir saat itu.
Ia berbincang bincang dengan beberapa artis lama.
Ditemani oleh Xiang Wan.
Lalu Xiang Wan memanggil Yi En.
Dan ia mengenalkan Yi En pada bibinya dan beberapa artis lama lainnya.
Zhu He menatap Yi En. Ia bisa melihat Yi En adalah gadis yang cerdik dan pintar.
...
...
Yi En berbincang bincang dengannya dan beberapa artis lama lainnya.
Zhu He berkata pelan di dekat Xiang Wan, saat Yi En sedang berbincang bincang dengan beberapa artis lainnya," Xiang Wan, kelihatannya kau beruntung memiliki asisten seperti dia."
Xiang Wan tersenyum mendengar bibinya berkata begitu.
Zhu He menatap Yi En lagi, ia seakan teringat dengan seseorang yang sangat ia sayangi dulu.
Sementara itu,
Yu Jiang mengundang sahabatnya yang sudah lama tinggal di Hongkong dan kebetulan beberapa hari ini sedang ada tugas di Shanghai.
Yi En yang bersama Wei Wei sedang berbincang dengan Sutradara Jin Jin Wan dan Zhu Chetian Manager produser Star Tv.
Sahabat Yu Jiang seorang pengacara yang terkenal di Hongkong.
Ia mengenalkan seorang pengacara muda, yang sudah banyak menangani kasus kasus di dunia Entertainment.
Yu Jiang pernah mendengar namanya.
Lalu ia memanggil Xiang Wan.
Xiang Wan meninggalkan sebentar bibinya.
Lalu ia berjalan menuju ke pamannya.
Yi En sempat melihatnya.
Lalu ia menoleh ke arah lain, ternyata Lu Chun juga datang.
Ia sedang berbincang dengan sutradara Chen.
Sempat Lu Chun menoleh dan mereka saling berpandangan.
Tapi Yi En segera membuang muka.
Sementara Xiang Wan yang sudah di dekat pamannya.
Lalu pamannya mengenalkan pengacara muda itu.
Xiang Wan begitu terkejut melihatnya.
Seorang laki laki dengan berjas hitam rapi.
Dia adalah Mo Bei.
Mo Bei pun juga terkejut menatap Xiang Wan.
...
...
Mo Bei," Xiang Wan..."
Xiang Wan menatap tajam laki laki di depannya.
Seolah tatapannya itu, adalah kebencian yang sudah lama ia pendam cukup lama.
Tanpa mengucapkan kata kata, Xiang Wan segera berbalik.
Dan berjalan pergi.
Mo Bei melihat Xiang Wan berjalan pergi.
Ia menarik nafas. Xiang Wan masih sangat membencinya.
Hal itu dilihat juga oleh Zhu He.
Zhu He sempat mengenali Mo Bei, ia masih ingat kejadian 15 tahun lalu.
Yi En melihat Xiang Wan berjalan terburu buru.
...
...
Ia pun segera mengikutinya.
Lu Chun hampir saja menghampiri Yi En.
Tapi ia menghentikan langkahnya, Yi En berjalan melewatinya tanpa melihat Lu Chun sama sekali.
Xiang Wan sampai di bar Guan Xian Sahabatnya.
Lalu ia duduk.
Guan Xian," bukankah seharusnya kau ada pesta untuk merayakan kemenangan Qili Entertainment?"
Xiang Wan mengangguk.
Ia berkata," berikan aku segelas wine."
Guan Xian menatap sahabatnya.
Lalu ia menuangkan wine dan ia berikan pada Xiang wan.
Xiang Wan segera meminumnya.
Guan Xian," wine ini, mewakili hatimu yang sedang senang atau kau sedang marah? Tidak biasanya kau minum jika sedang senang. "
Xiang Wan menarik nafas.
Ia diam sebentar.
Lalu ia membuka mulutnya dan berkata," Mo Bei... aku bertemu dengannya."
Guan Xian terkejut mendengarnya.
Guan Xian," bukankah dia sudah meninggalkan Shanghai? "
Xiang Wan mengangguk.
Guan Xian menatap sahabatnya, ia tahu tidak mudah bagi Xiang wan setelah sekian lama ia berusaha melupakan Mo Bei, tapi ia harus bertemu lagi.
Lalu ia menuangkan wine lagi di gelas Xiang Wan.
Tiba tiba, Yi En datang dan ia duduk di samping Xiang wan.
Guan Xian," Yi En, kau kemari juga?"
Yi En tersenyum sambil mengangguk," kakak Xian, berikan aku minuman soda."
Guan Xian mengangguk.
Xiang wan menoleh dan ia menatap Yi En.
Ia berkata," kenapa kau bisa kemari?"
Yi En tersenyum," bukankah ini bar kak Guan Xian. Aku biasa kemari."
Guan Xian tersenyum geli mendengar jawaban Yi En.
Xiang Wan," maksudku, bukankah kau seharusnya masih ada di pesta. Kenapa kau bisa kemari juga?"
Guan Xian meletakkan segelas soda di depan Yi En.
Guan Xian," kalian berbincanglah. "
Yi En mengangguk dan berkata," terima kasih kakak Xian."
Guan Xian tersenyum lalu ia berjalan menuju panggung.
Dan ia mulai memainkan gitarnya.
Xiang wan masih menatap Yi En menunggu jawaban dari Yi En.
Yi En yang sedang minum menyadarinya.
Ia menatap Xiang wan dan tersenyum.
Ia akhirnya berkata," Kak Xiang Wan, jangan menatapku seperti itu."
Ia menghela nafas.
Lalu ia berkata lagi," aku melihatmu terburu terburu pergi setelah bertemu dengan seorang laki laki. "
Xiang Wan," jadi... kau mengikutiku?"
Yi En," bukan begitu..."
Xiang Wan menatap Yi En sambil melipat tangannya.
Yi En ," baiklah baiklah. Itu bisa diartikan aku mengikutimu. Tapi, sebenarnya aku juga tidak bisa berlama lama di pesta itu. "
Xiang Wan melihat Yi En terdiam.
Dan ia meminum sodanya lagi.
Wajahnya mulai sedikit berubah, sama seperti saat ia tidak mau membicarakan dan bertemu dengan Lu chun.
Xiang Wan," karena ada Lu Chun bukan?"
Yi En menoleh dan menatap Xiang wan.
Xiang Wan tersenyum.
Lalu ia mengangkat gelas winenya.
Dan mengajak Yi En untuk toas.
Yi En tersenyum, ia pun mengangkat gelasnya untuk toas.
Lalu mereka minum bersama.
Xiang Wan melirik," kenapa kau hanya memesan soda?"
Yi En tersenyum," aku hanya berjaga jaga."
Xiang Wan tertawa kecil.
Sambil mereka menikmati alunan gitar dan lagu Guan Xian.
Xiang Wan," laki laki itu... sama seperti kau tidak ingin lagi bertemu dengan Lu Chun. Aku tidak ingin bertemu dengan laki laki itu lagi."
Yi En menatap Xiang Wan.
Xiang Wan terdiam.
Lalu ia meminum wine nya lagi.
Yi En tidak menyangka, Xiang Wan akan menceritakan sebagian sisi kelam hidupnya.
Malam itu, Xiang Wan sedikit mabuk.
Akhirnya Yi En menemani Xiang Wan pulang dengan memesankan taxi.
Dan karena tidak tega membiarkan Xiang wan pulang sendirian.
Ia ikut mengantarnya.
Di dalam taxi, selama perjalanan.
Xiang Wan bersandar di pundak Yi En.
Ia tanpa sadar tertidur.
Yi En membiarkannya.
Sesekali ia sambil menjawab pesan Wei Wei yang terus menanyainya ada dimana.
Akhirnya taxi mereka berhenti.
Dan sopir taxi memberitahu bahwa mereka sudah sampai.
Yi En menatap Xiang Wan.
Ia sebenarnya tidak tega membangunkan Xiang wan yang terlihat tertidur begitu pulas.
Tapi mau tidak mau, akhirnya ia membangunkan Xiang Wan dengan pelan.
Xiang Wan pun terbangun.
Meski ia masih sedikit mabuk.
Ia berkata," maaf aku tertidur."
Yi En tersenyum," tidak apa apa kak."
Xiang Wan," terima kasih sudah menemani dan mengantarku"
Yi En mengangguk.
Lalu Xiang Wan pun membuka pintu taxi. Dan ia turun.
Meski hujan turun cukup deras.
Yi En tiba tiba berkata pada sopir taxi untuk menunggunya sebentar.
Lalu Yi En segera turun sambil melepas jas nya.
Dan ia berikan ke Xiang Wan," pakailah kak. "
Xiang Wan terkejut," tidak usah, aku bisa lari."
Yi En segera memakaikan di kepa
la Xiang Wan," tidak apa apa. Kau sedikit mabuk dan jika kehujanan, bisa sakit. Aku pulang dulu."
Yi En segera lari dan masuk ke taxi lagi.
Xiang Wan sekejap terkejut saat Yi En memberikan jas untuknya.
...
...
Lalu taxi pun berjalan dan pergi.
Xiang Wan segera berjalan masuk ke rumahnya.
Pengurus rumah membukakan pintu untuknya.
Saat ia berjalan masuk.
Zhu He, bibinya ternyata sedang mengambil air minum.
Mereka sempat bertemu.
Zhu He," Xiang Wan, kau baru pulang."
Xiang Wan," bibi belum tidur?"
Zhu He mengangguk lalu berkata lagi," kau tidak apa apa? Kau sampai kehujanan."
Xiang wan tersenyum dan berkata," aku tidak apa apa. Hanya sedikit kehujanan. Bibi segeralah tidur. Aku akan mandi dan segera tidur juga ."
Lalu Xiang wan berjalan.
Zhu He ," dia... adalah laki laki yang dulu sangat dekat denganmu bukan?"
Xiang wan menghentikan langkahnya saat mendengar perkataan bibinya.
Ia terdiam.
Dan ia menjawab," dia adalah laki laki yang seharusnya aku tidak mengenalinya sejak dulu."
Lalu ia berjalan lagi menuju kamarnya.
Zhu He menarik nafas melihat keponakannya.
Ia begitu sedih, kejadian sudah lama berlalu, tapi keponakannya masih begitu menderita menyimpan kesedihan dan kebencian itu.
Xiang Wan masuk ke dalam kamarnya.
Ia menutup pintu.
Ia berdiri dan terdiam.
Ia melepaskan jasnya dari tangannya begitu juga tasnya dan jatuh ke lantai.
Ia menarik nafas panjang.
...
...
Mo Bei yang berada di apartemennya.
Ia berdiri di dekat jendela. Sambil menatap hujan deras malam itu.
Wajah Xiang Wan masih sangat jelas saat ia bertemu di pesta malam penghargaan.
Ia menghela nafas panjang.
[ Kejadian 15 tahun yang lalu...
Hari itu adalah hari dimana di pengadilan ayah Yao Xiang Wan akhirnya diputuskan hukuman 15 tahun di penjara.
Xiang Wan begitu terpukul, ia menangis mendengar putusan dari jaksa untuk hukuman ayahnya.
Ia menoleh ke seorang laki laki seumuran dengannya yang berdiri sebagai saksi, dia adalah Mo Bei.
Ia menatap dengan tajam, tatapan benci.
Mo Bei melihatnya.
Ia hanya bisa diam dan menerimanya.
Zhu He memegang pundak keponakannya dan berusaha menenangkan keponakannya.
Meski ia juga meneteskan airmatanya karena kakak iparnya.
Saat ayah Xiang Wan digiring oleh polisi hendak meninggalkan sidang, ayah Xiang Wan menatap sedih wajah putrinya.
Lalu ia menatap Zhu He sambil menganggukkan kepalanya, seakan ia hendak berkata " tolong jaga putriku"
Zhu He pun menganggukkan kepalanya.
Xiang Wan hanya diam menatap ayahnya berjalan pergi meninggalkan ruang sidang sambil terus meneteskan airmatanya.
Mo Bei melihatnya, ia memahami kesedihan Xiang Wan. Ia sangat menyesal tapi ia tetap harus mengatakan yang sebenarnya.
Tapi saat belum mencapai 10 tahun, ayah Xiang Wan tiba tiba pingsan saat berada di sel penjara.
Saat dilarikan dirumah sakit, nyawanya tidak bisa diselamatkan.
Dan baru diketahui, ia sudah menderita penyakit jantung beberapa tahun saat di penjara. Tapi ia tidak mau memberitahu keluarganya.
Ia tidak ingin menambah kesedihan keluarganya. ]
Setelah teringat kejadian 15 tahun yang lalu, Xiang Wan menarik nafas.
Lalu ia berjalan menuju kamar mandi.
Terdengar suara gemericik air dan bersaut sautan dengan suara isak tangisannya.
...
...
... Guan Xian...