WOMEN'S

WOMEN'S
Eps 15



Pagi itu Xiang Wan berada di kantor.


Yu Jiang meminta dia untuk segera menemuinya di ruangan.


Berita di media sosial masih hangat soal video unggahan Xiang Wan dan Xu Ling.


Ditambah dengan siaran langsung di beberapa media sosial saat Xiang Wan menemui seluruh penggemar Xu Ling dan Lin Xiang di lokasi syuting kemarin.


Beberapa pemegang saham dan seluruh wartawan membanjiri telepon di Qili Entertainment untuk meminta penjelasan.


Yu Jiang menarik nafas menatap Xiang Wan.


Lalu Yu Jiang mengatakan," kau lebih baik istirahat dulu untuk beberapa minggu ke depan. Disisi lain untuk menenangkan keributan ini dan juga bagus untukmu menenangkan diri."


Xiang Wan terdiam sebentar.


Lalu ia menatap pamannya dan berkata," paman ingin menyingkirkanku untuk sementara waktu?"


Yu Jiang," tentu saja tidak. Bukankah kau ingin mengambil cuti? Ambillah dan istirahatlah."


Xiang Wan menarik nafas. Ia menatap ke jendela disampingnya.


...


...


Lalu ia berdiri, tanpa mengeluarkan kata kata apapun. Ia berjalan keluar.


Yu Jiang sekali lagi hanya menarik nafas panjang.


Xiang Wan berjalan keluar dan menaiki mobilnya lalu ia pergi.


Yi En yang hendak bersiap siap, David meneleponnya.


Dan memberitahu apa yang terjadi di kantor tentang kak Xiang Wan.


Setelah menutup telepon.


Ia menarik nafas.


Lalu ia berjalan keluar apartemen.


Ternyata Lu Chun sudah ada di depan apartemennya dengan mobilnya.


Lu Chun," apakah kau punya waktu untuk sarapan denganku?"


Yi En menatap Lu Chun.


Akhirnya ia menjawab," baiklah."


Saat sarapan di sebuah tempat makan.


Lu Chun mendapat telepon, ia membicarakan tentang casting untuk film terbarunya.


Setelah menutup teleponnya.


Yi En menatap Lu Chun, lalu berkata," kau masih mendapat tawaran untuk bermain film."


Lu Chun tersenyum,"tentu saja. United Entertainment yang akan memproduksi film ini. "


Yi En tersenyum lalu makan lagi.


Lu Chun pun berkata lagi," aku sudah membaca naskahnya. Aku begitu menyukai jalan ceritanya."


Yi En," kau menjadi pemain utama?"


Lu Chun mengangguk.


Lalu Lu Chun menceritakan sedikit dari jalan ceritanya.


Yi En mendengarkan sambil makan.


Lu Chun," kami masih mencari pemeran sebagai ibuku."


Yi En terdiam sambil berpikir.


Lalu ia berkata," aku rasa, ada seseorang yang cocok untuk peran itu. "


Lu Chun menatap Yi En.


Yi En menjawab," Ruan Lien Hua."


Lu Chun tersenyum dan mengangguk.


Ia berkata," awalnya aku juga memikirkan itu. Hanya aku belum memberitahu kak Xiang Wan."


Yi En," kau bisa temui kak Xiang Wan setelah ini. Aku yakin dia akan senang mendengar ini dan aķan menyetujuinya."


Lu Chun," baiklah."


Yi En terlihat senang.


Lu Chun melihatnya.


Lalu Lu Chun berkata," kau cukup dekat dengan kak Xiang Wan."


Yi En mengangguk.


Lu Chun," bukankah dia terlihat cuek dan galak. Apalagi dia selalu memperhatikan artisnya."


...


...


...Yi En menatap Lu Chun, lalu ia menjawab," itu memang benar. Tapi, sebenarnya dia sangat perhatian juga dengan bawahannya. Dia... tidak pernah memikirkan dirinya. Yang dia pikirkan hanya untuk orang lain."...


Lu Chun mendengarkan kata kata Yi En.


Ia terdiam dan ia teringat tentang Yi En dan Xiang Wan.


Xiang Wan sedang ada di rumah Guan Xian.


Ia hanya tiduran di sofa.


Guan Xian berjalan dari dapur sambil membawakan sepiring roti lapis dan susu.


Guan Xian," makanlah dulu."


Xiang Wan masih diam.


Guan Xian menggelengkan kepalanya.


Lalu ia mencubit pipi Xiang Wan.


Xiang Wan terkejut dan bangun.


Xiang Wan menatap sahabatnya," Guan Xiannn, kau mencubitku"


Guan Xian tersenyum.


Lalu Guan Xian mengambil roti lapis dan ia berikan pada sahabatnya, " kau harus makan, jika kau stress biasanya kau akan makan. Atau...minum wine."


Xiang Wan mengambil roti lapis dari tangan Guan Xian, lalu melahapnya.


Guan Xian," bukankah kau selama ini memang ingin cuti. Ini kesempatan buatmu. "


Xiang Wan ," aku memang ingin cuti. Tapi bukan saat seperti ini."


Guan Xian mengangguk," aku mengerti. Sudahlah, kau harus menenangkan pikiranmu dulu. Kalau kau mau kita berlibur bagaimana?"


Xiang Wan menarik nafas mendengarnya.


Lalu ia mengambil susu dan meminumnya.


Guan Xian mengangguk," bagus sekali, makanlah dan minumlah yang banyak. Kau mau coklat?"


Xiang Wan mengangguk.


Guan Xian tersenyum melihatnya.


Beberapa saat handphone Xiang Wan bunyi.


Ia melihatnya dan ternyata Lu Chun.


Akhirnya Xiang Wan mengangkatnya.


Lu Chun mengajaknya untuk bertemu.


Setelah menutup telephonenya.


Xiang Wan berdiri mengambil tasnya.


Guan Xian," kau mau pergi?"


Xiang Wan mengangguk," Lu Chun mengajakku bertemu. "


Guan Xian," pergilah."


Xiang Wan," aku akan menginap disini nanti. Tunggu aku pulang nanti malam."


Guan Xian," baiklah. Bawakan aku oleh oleh."


Xiang Wan hanya tersenyum dan berjalan pergi.


Di sebuah coffee shop Lu Chun sudah duduk menunggu Xiang Wan.


Beberapa saat Xiang Wan datang dan duduk berhadapan dengan Lu Chun.


Lu Chun," pesanlah kopi kak."


Xiang Wan mengangguk lalu memesan kopi pada pelayan.


Xiang Wan," tidak biasanya kau mengajakku bertemu. "


Lu Chun tersenyum ," benar sekali. Sudah cukup lama kita tidak bersantai menikmati kopi. "


Beberapa saat kopi pesanan Xiang Wan datang.


Xiang Wan melihat sekitarnya.


Lalu Lu chun berkata," tenanglah kak Xiang wan. Ini coffee shop milikku. Dan mereka semua adalah orang orangku."


Xiang Wan menatap Lu Chun, ia tersenyum dan berkata," kau benar benar hebat sekarang. Selain membuka industri film sendiri kau juga memiliki coffee shop sendiri. Katakan apalagi bisnismu?"


Lu Chun tersenyum dan berkata," aku hanya membantu temanku agar memiliki pekerjaan."


Xiang Wan mengangguk," kau baik sekali."


Lu chun tertawa mendengarnya.


Sebentar handphone Xiang Wan bunyi. Ternyata Mo Bei.


Lalu Xiang Wan mengangkatnya sebentar.


Mo Bei," kau bekerja?"


Xiang Wan," aku diberikan cuti karena kejadian kemarin."


Mo Bei," baguslah. "


Xiang Wan," kau senang mendengarnya?"


Mo Bei," kau ada di mana sekarang? "


Xiang Wan," seorang artis lamaku mencariku. Mungkin dia mau memberikanku pekerjaan."


Lu Chun tersenyum mendengarnya.


Mo Bei," kau bisa memiliki kerja sambilan selama cuti. Baiklah aku tidak mengganggumu lagi. Sampai nanti."


Xiang Wan," baiklah."


Lu Chun," kak Xiang Wan bagaimana mungkin aku memberimu pekerjaan. Kau adalah seorang manager yang hebat."


Xiang Wan tersenyum dan menjawab," kau baik sekali pada temanmu. Kenapa tidak denganku?"


Lu Chun tersenyum.


Akhirnya ia berkata," sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan denganmu kak. "


Xiang Wan menatap Lu Chun.


Lalu Lu Chun berkata lagi,"Sutradara Shen akan membuat film. Dan United yang akan memproduksinya. Kami masih membutuhkan seseorang untuk mengisi peran film itu. Dan... aku merasa Ruan Lien Hua sangat cocok untuk peran itu. "


Xiang Wan menatap Lu Chun.


Ia mulai bersemangat mendengar kata kata Lu Chun.


Lu Chun," aku akan memberikan naskahnya. Ruan Lien Hua akan berperan sebagai seorang ibu dari pemain utama di film itu. Aku yakin saat kau membacanya, kau pasti akan tertarik."


Xiang Wan menjawab," garapan film sutradara Shen selama ini selalu mendapatkan perhatian publik karena jalan ceritanya yang unik dan menarik. Tidak kalah dengan sutradara Chen. Ini kesempatan yang sangat bagus untuk kak Lien Hua. Lagipula beberapa hari ini aku memang sedang berpikir mencarikan job film untuknya."


Lu Chun mengangguk," kebetulan sekali bukan. Kau bisa tetap bekerja meskipun kau mendapat cuti."


Xiang Wan tertawa kecil mendengarnya.


Ia meminum kopinya sebentar.


Lalu ia berkata," terima kasih kau sudah memberikanku pekerjaan."


Lu Chun tersenyum dan berkata," sebenarnya...ini adalah masukan dari Shen Yi En."


Xiang Wan menatap Lu Chun," Shen Yi En?..."


Lu Chun mengangguk


Xiang Wan," sepertinya hubungan kalian sudah semakin membaik. "


Lu Chun tersenyum," entahlah. Tiba tiba saja dia berubah. Tapi aku senang."


Xiang Wan mengangguk dan tersenyum. Lalu ia berkata," pertahankanlah itu dan jangan sia siakan lagi."


Lu Chun menatap Xiang Wan.


Lalu ia mengangguk.


Yi En yang sedang berdiri di depan truck.


Tiba tiba Zhou Nan datang dan berkata," kak Yi En, sebenarnya... ada yang ingin aku bicarakan denganmu."


Yi En,"katakan saja."


Zhou Nan," bisa kita bicara ditempat lain?"


Yi En mengangguk," baiklah."


Lalu mereka berjalan di tempat yang agak sepi.


Akhirnya Zhou Nan berkata," sebenarnya, beberapa hari yang lalu, tanpa sengaja aku melihat Judy menemui 2 orang penggemar. Aku rasa mereka adalah penggemar Xu Ling. Dan Judy sedikit aneh."


Yi En terkejut mendengarnya.


Lalu ia berkata," kau mendengarkannya?"


Zhou Nan menggelengkan kepalanya," aku tidak sempat mendengarkannya. Karena aku harus segera membantu Lin Xiang."


Yi En terdiam sebentar.


Zhou Nan berkata lagi," dan kemarin setelah selesai syuting. Aku juga sempat melihat Judy menyuruh 2 orang penggemar itu masuk ke mobilnya."


Yi En menarik nafas sebentar.


Lalu ia membuka hanphonenya dàn memperlihatkan video siaran langsung saat kak Xiang Wan menemui para penggemar kemarin.


Ia memperlihatkan pada Zhou Nan dan berkata," coba perhatikan apakah ada diantara para penggemar ini yang ditemui oleh Judy?"


Zhou Nan lalu melihatnya.


Dan kebetulan 2 orang itu berdiri paling depan.


Zhou Nan segera pause video itu dan memperlihatkan pada Yi En.


Dan ia memberitahu wajah 2 orang itu.


Yi En segera capture video itu dan menyimpannya.


Yi En menatap Zhou Nan lalu berkata," baiklah aku akan coba selidiki hal ini. Dan jika kau melihat Judy melakukan hal seperti itu lagi, segera beritahu aku. Sebisa mungkin jika kau bisa merekamya itu lebih bagus. "


Zhou Nan," baiklah."


Yi En," terima kasih Zhou Nan kau sudah memberitahuku."


Zhou Nan tersenyum dan mengangguk.


Lalu Yi En berjalan keluar.


Ia memesan taksi dan pergi ke suatu tempat.


Ia berdiri di depan kantor.


Ternyata ia menemui Mo Bei.


Mo Bei cukup terkejut melihat Yi En datang menemui di kantornya.


Lalu Yi En menceritakan semuanya.


Dan memperlihatkan wajah 2 org penggemar itu.


Mo Bei ternyata mengenali salah 1 dari penggemar itu.


Yi En," kau mengenalinya?"


Mo Bei menggangguk," dia adalah keponakanku. Aku memang tahu selama ini dia penggemar Xu Ling."


Yi En menarik nafas.


Lalu ia berkata," baguslah. Itu akan lebih mudah. "


Mo Bei menatap Yi En.


Lalu Yi En berkata," awalnya aku ingin meminta bantuan Tuan Pengacara untuk menangani ini sebagai kasus pencemaran nama baik. Tapi, aku rasa kita bisa menyelesaikannya. "


Mo Bei," kita?"


Yi En mengangguk dan berkata," Tuan Pengacara, kau...mau membantu kak Xiang Wan bukan?"


Mo Bei," tentu saja."


Yi En tersenyum," baiklah. Kita mulai."


Mereka pun membicarakan bagaimana cara mendapatkan bukti siapa pelakunya.


Yi En kembali ke lokasi syuting sambil membawakan minuman kesukaan Lin Xiang.


Sambil menunggui Lin Xiang, ia mencoba mendesain beberapa gambar lagi.


Setelah beberapa saat ia bisa mendesain.


Tangannya kembali bergetar dan kaku.


Ia menarik nafas dan meletakkan pen nya.


Ia menatap tangannya dan menggerakkanya.


Ia berkata dalam hati," apakah aku perlu ke dokter..."


Lalu ia berdiri dan berjalan ke luar truck. Sambil berdiri menikmati suasana sore itu.


Ia masih menunggui Lin Xiang.


Beberapa saat Xu Ling datang bersama David.


Xu Ling ," kak Yi En, kau sedang apa?"


Yi En," Xu Ling, kau sudah selesai?"


Xu Ling mengangguk dan menjawab," untuk hari ini aku sudah selesai. Sedang Lin Xiang masih harus menyelesaikan beberapa adegan. "


Yi En mengangguk dan berkata," Xu Ling, aku membawakanmu minuman. Kau pasti menyukainya."


Yi En masuk ke dalam truck lalu ia keluar lagi dan memberikan pada Xu Ling.


Xu Ling tersenyum," terima kasih kak Yi En."


Yi En mengangguk,"pulanglah dan istirahatlah."


Xu Ling ," baiklah."


Xu Ling hendak berjalan tapi ia menoleh pada Yi En dan berkata," kak Yi En, kau jangan terlalu lelah."


Yi En menatap Xu Ling lalu ia tersenyum dan mengangguk.


Yi En masih berdiri di depan truck.


Beberapa saat Xiang Wan datang ," sepertinya Xu Ling juga ingin kau menjadi managernya."


Yi En menoleh," kak Xiang Wan..."


Xiang Wan memberikan segelas kopi pada Yi En.


Yi En tersenyum dan menerimanya," terima kasih. Kenapa kau kemari kak?"


Xiang Wan," aku tidak bisa diam saja di rumah. "


Yi En tersenyum mendengarnya.


Yi En," aku sudah mengecek jadwal Lin Xiang. Untuk 3 hari ke depan tidak ada pengambilan adegan untuknya disini. Jadi besok pagi aku akan mengantar Lin Xiang untuk syuting 'aku rindu'."


Xiang Wan mengangguk," aku dengar kau berhasil meminta tolong pada sutradara Chen untuk membantu Lin Xiang agar jadwal syuting film aku rindu bisa dibagi dengan jadwal syuting biografi tn YuXiang."


Yi En," aku terus mengikutinya setiap dia selesai syuting. Sepertinya dia lelah terus melihatku."


Xiang Wan tersenyum mendengarnya.


Ia berkata," kau berhasil mendapatkan hatinya. "


Yi En hanya tersenyum.


Xiang Wan," kau lelah?"


Yi En menatap Xiang Wan.


Dan berkata," seharusnya aku yang bertanya kepadamu kak. Setelah kejadian kemarin, aku selalu ingin menghubungimu. Hanya saja aku yakin kau pasti ingin menenangkan diri."


Xiang Wan tersenyum.


Ia menatap ke depan dan berkata," kau benar, aku memang lelah. Tapi... hari ini karena ada orang orang disekitarku yang memberiku support dan membantuku. Aku jadi bersemangat lagi."


Xiang Wan menoleh dan menatap Yi En," Yi En. Aku lapar. Ikutlah denganku."


Yi En," apa? Tapi syuting Lin Xiang belum selesai dan aku..."


Xiang Wan," Ada Zhou Nan yang menemaninya. Jika ada apa apa Zhou Nan akan menghubungimu."


Lalu mereka pun pergi ke sebuah cafe.


Yi En memesan masakan kesukaannya.


Pasta.


Yi En makan dengan lahapnya.


Xiang Wan tersenyum melihatnya.


Yi En ," kak Xiang Wan..."


Xiang Wan menatap Yi En.


Yi En," boleh aku memesan makanan lagi?"


Xiang Wan menatap Yi En dan terkejut mendengarnya.


Yi En," sejak siang aku belum makan. Lin Xiang tidak mau menemaniku makan. Dia sibuk syuting."


Xiang Wan tersenyum geli mendengarnya.


Belum mendengar jawaban Xiang Wan, Yi En segera memesan makanan lagi.


Xiang Wan," ternyata makanmu cukup banyak, Shen Yi En."


Yi En tersenyum.


Sambil menikmati makanannya.


Xiang Wan berkata," hari ini, sebenarnya aku hanya ingin bermalas malasan di rumah Guan Xian."


Yi En mendengarkan kata kata Xiang Wan.


...


...


Xiang Wan melanjutkan lagi," tapi karena aku mendapatkan pekerjaan dari seseorang yang berbaik hati. Dan... karena masukan dari seseorang. Akhirnya aku bersemangat lagi."


Yi En masih menatap Xiang Wan.


Xiang Wan," terima kasih Yi En. Karena masukanmu, Lu Chun memberikan pekerjaan untukku. Lebih tepatnya untuk kak Lien Hua."


Yi En sedikit malu.


Ia akhirnya menjawab," itu hanya kebetulan. Karena Lu Chun menceritakan bahwa dia akan memainkan sebuah film dan masih membutuhkan seorang pemain. Saat aku sedikit mendengarkan cerita dari film itu, aku memikirkan bahwa pemeran itu akan cocok untuk kak Lien Hua. Lagipula...bukankah dia meminta tolong pada kak Xiang Wan untuk mencarikan job syuting."


Xiang Wan mengangguk.


Lalu ia menjawab," memang sebuah kebetulan. Untung saja kau sudah berbaikan dengan Lu Chun. "


Yi En meletakkan sendok dan garpunya , lalu ia melipat tangannya dan berkata," jadi ini sebuah keuntungan bagimu?"


Xiang Wan tersenyum mendengarnya.


Lalu Xiang Wan melanjutkan makannya lagi.


Setelah selesai makan.


Yi En berkata," kak Xiang Wan, aku akan mencaritahu siapa pelaku yang mengunggah video itu. "


Xiang Wan menatap Yi En.


Yi En," dan... aku rasa kau lebih baik berhati hati dengan Judy."


Xiang Wan," Judy?..."


Yi En mengangguk.


Xiang Wan menarik nafas.


Ia hanya diam. Tapi ia memang tahu tentang Judy. Selama ini Judy ingin sekali menggantikannya.


Lalu Xiang Wan mengajak Yi En menemui Ruan Lien Hua untuk memberitahu mengenai tawaran syuting film dari Lu Chun.


Dan ini adalah garapan sutradara Shen.


Ruan Lien Hua begitu senang mendengarnya.


Xiang Wan juga memberitahu bahwa inipun juga karena bantuan Yi En.


Yi En hanya tersenyum mendengar ucapan terima kasih dari Ruan Lien Hua.


Di perjalanan, Xiang Wan berkata ," Yi En, terima kasih. Kemarin kau pasti juga sangat kelelahan. Kau juga ada disana dan terkena lemparan cream itu. "


Yi En tersenyum dan menjawab," bukan hanya aku yang ada disana, ada David dan Tuan Pengacara itu. "


Xiang Wan menoleh pada Yi En.


Lalu ia melihat ke depan lagi.


Yi En," aku memang lelah. Tapi aku yakin kau lebih lelah dariku."


Xiang Wan tersenyum.


Lalu Yi En berkata sambil menunjuk halte agak jauh di depan," kak Xiang Wan. Kau bisa turunkan aku di halte itu saja."


Xiang Wan memelankan mobilnya sambil berkata," aku akan mengantarmu pulang."


Yi En," tidak apa apa. Aku hendak menemui seseorang di dekat sini."


Xiang Wan menghentikan mobilnya.


Sebelum Yi En turun, ia menoleh pada Xiang Wan dan berkata," terima kasih sudah mentraktirku hari ini kak. Lainkali, biarkan aku yang mentraktirmu."


Xiang Wan mengangguk," baiklah."


Lalu Yi En turun dari mobilnya.


Dan membiarkan Xiang Wan berjalan lebih dulu.


Xiang Wan berjalan pelan sambil melihat dari kaca spionnya.


Yi En mulai berjalan.


Lalu Xiang Wan menghentikan mobilnya dan melihat Yi En berjalan dan belok ke arah lain.


Xiang Wan memundurkan pelan mobilnya.


Dan ia melihat Yi En masuk ke sebuah tempat, yaitu rumah sakit.


Xiang Wan," untuk apa dia ke rumah sakit?..."


Yi En akhirnya memutuskan untuk ke dokter dan mengecek apa yang terjadi dengan tangannya.


Dokter itupun memberikan saran agar Yi En melakukan beberapa medical chek up, setelah mendengar bahwa Yi En pernah mengalami benturan kecil saat menolong Lin Xiang. Atau, benturan saat 15 tahun lalu ia pernah mengalami kecelakaan dan membuatnya tidak ingat apapun.


Setelah hasilnya keluar.


Dokter itu menunjukkan hasil CT Scan dari komputernya.


Ia menjelaskan, saat kepala Yi En mengalami benturan, itu mempengaruhi saraf motorik tangan.


Dan itu menyebabkan tremor ditanganny.


Yi En begitu terkejut mendengarnya.


Ia diam sebentar.


Lalu ia berkata, " apakah itu bisa disembuhkan?"


Dokter itu pun menjawab," aku tidak bisa menjamin. Kau bisa melakukan fisioteraphy. Itu bisa sedikit meringankan tremor ditanganmu."


Yi En menarik nafas.


Ia berjalan keluar dari ruangan dokter itu ke loby.


Tanpa di duga, Guan Xian juga ada di rumah sakit.


Ia melihat Yi En berjalan dan terlihat sedih.


Ia hendak mengejar Yi En tapi Yi En sudah memesan taksi dan masuk ke taksi lalu pergi.


Xiang Wan bertemu dengan Mo Bei.


Mereka duduk di wonton nenek sambil menikmati wonton.


Xiang Wan sedikit kesal pada Mo Bei dan berkata," kenapa kau hanya mengajakku bertemu di wonton nenek?"


...


...


Mo Bei tersenyum," aku yakin kau pasti rindu dengan dengan wonton nenek ini, karena sudah beberapa hari kau tidak kemari dan kau sibuk dengan pekerjaanmu."


Xiang Wan tersenyum.


Mo Bei," jadi hari ini kau tidak jadi cuti?"


Xiang Wan mengangguk," aku mendapatkan pekerjaan untuk kak Lien Hua."


Mo Bei," dia yang kau maksud artis lamamu?"


Xiang Wan," Lu Chun. Dia mengajakku bertemu dan menawarkan sebuah peran syuting film untuk kak Lien Hua."


Mo Bei," Lu Chun?..."


Xiang Wan mengangguk.


Mo Bei," ternyata dia masih mengingatmu."


Xiang Wan tersenyum.


Xiang Wan," itupun karena Yi En yang memberi masukan pada Lu Chun."


Mo Bei menatap Xiang Wan dan berkata," Lu Chun dan Yi En...mereka..."


...


...


Xiang Wan," mereka cukup dekat sekarang."


Mo Bei mengangguk," jadi... kau mendapatkan keuntungan karena kedekatan mereka."


Xiang Wan tersenyum dan menjawab," benar sekali."


Mo Bei tersenyum mendengarnya.


Mo Bei," aku tenang sekarang, karena kau lebih cepat kembali bersemangat. "


Xiang Wan menatap Mo Bei.


Lalu Mo Bei berkata lagi," Xiang Wan, kau tidak pernah sendiri menghadapi semua itu. Ada orang orang yang selalu mensupportmu dan menolongmu. "


Xiang Wan mendengarnya dan mengangguk," kau benar. "


Mo Bei tersenyum. Lalu ia melanjutkan makan sup wontonnya.


Xiang Wan menatap Mo Bei dan berkata," dan... ada orang yang mau menemaniku untuk makan sup wonton nenek dimalam hari."


Mo Bei menghentikan makannya.


Lalu ia menatap Xiang Wan.


Xiang Wan sedikit malu dengan apa yang ia katakan.


Ia segera menunduk dan memakan sup wontonnya.


Mo Bei tersenyum senang mendengarnya.


Saat Xiang Wan sampai di rumah Guan Xian.


Sebelum masuk ia menelepon bibinya dan memberitahu bahwa malam itu ia akan menginap dirumah Guan Xian.


Zhu He menarik nafas dan berkata," kau minum lagi?"


Xiang Wan hanya diam dan tidak menjawab.


Zhu He," baiklah. Malam ini menginaplah di rumah Guan Xian. Tapi besok kau harus pulang."


Xiang Wan," selamat malam bi."


Xiang Wan menutup teleponnya.


Zhu He melihat handphonenya.


Ia cukup terkejut.


Lalu ia menatap Yu Jiang yang duduk disampingnya.


Yu Jiang segera meminum tehnya dan berpura pura tidak mendengar percakapan istrinya dengan Xiang Wan.


Zhu He," kau...dan Xiang Wan bertengkar. Pasti karena kau memarahinya tentang kejadian kemarin. "


Zhu He ," Xiang Xiang tetap keponakanmu. Meskipun kau mau memarahinya. Tapi setidaknya kau tidak perlu terlalu keras dan menekannya. Apa kau tahu, sudah hampir 10 tahun ini dia lelah dan tertekan dengan pekerjaannya."


Yu Jiang menarik nafas.


Lalu ia menjawab," apa kau tahu, aku juga menerima tekanan. Bukan hanya Xiang Wan."


Zhu He," kalau begitu, kalian tidak perlu bekerja lagi jika saling menekan seperti itu."


Yu Jiang," kau..."


Zhu He hanya diam.


Yu Jiang pun menarik nafas lagi.


Lalu ia berkata," baiklah baiklah. Kita tidak perlu bertengkar lagi. Besok aku akan bicara baik baik dengan Xiang Wan."


Zhu He mengambil tehnya dan meminumnya.


Yu Jiang lalu berkata lagi," lagipula, Xiang Wan... dia memiliki karakter yang jika dia ditekan, dia baru akan mengembangkan sayapnya. Sudah 10 tahun dia melewati semuanya. Aku yakin, meski kali ini cukup menekannya. Ia pasti bisa mengatasinya."


Zhu He yang masih meminum tehnya.


Ia mendengar kata kata Yu Jiang.


Dan ia membenarkan kata kata suaminya itu.


Guan Xian sedang duduk di sofa sambil membawa segelas wine.


Xiang Wan lalu duduk dan berkata," kau minum sendirian? "


Guan Xian," aku menunggumu pulang. Aku sudah menyiapkan gelas untukmu, aku yakin kau ingin minum malam ini."


Xiang Wan mengangguk.


Lalu menuang wine di gelas yang sudah disiapkan Guan Xian.


Setelah ia merekapun tos dan minum bersama.


Guan Xian," aku melihat Yi En di rumah sakit."


Xiang Wan menoleh, ia memang tahu Yi En masuk ke rumah sakit tadi.


Guan Xian," wajahnya terlihat sangat sedih. "


Xiang Wan," dia terlihat sedih?"


Guan Xian mengangguk.


Xiang wan berpikir dalam hati," apakah ia memeriksakan tangannya?"


Tiba tiba Xiang Wan sadar sesuatu.


Ia menoleh ke sahabatnya dan berkata," kau ke rumah sakit untuk apa?"


Guan Xian menatap Xiang Wan.


Lalu ia memberikan test pack dan selembar kertas.


Xiang Wan melihat test pack itu dan mengambil kertas itu.


Setelah membacanya, ia menatap tajam sahabatnya.


...


...


Guan Xian tidak berani menatap sahabatnya.


Xiang Wan," siapa yang harus bertanggungjawab?"


Guan Xian masih diam.


Xiang Wan," Guan Xian...?"


Guan Xian akhirnya menjawab," Xu Ling."


Xiang Wan menarik nafas panjang. Ia begitu terkejut mendengarnya.


Xiang Wan berdiri dan hanya diam.


Ia benar terkejut dan tidak tahu harus bagaimana menghadapi hal ini.


Ia minum sangat banyak malam itu dan tertidur.


Guan Xian menatap sahabatnya.


Ia menghela nafas.


Ia mengambil selimut dan menyelimutinya.


Sambil berkata pelan," maafkan aku Xiang Wan."


Yi En, dia tidak bisa tidur malam itu.


Dia hanya duduk diam di tempat tidurnya.


Ia menatap tangannya.


Ia meneteskan airmatanya.


Lalu ke dua tangannya menutup mukanya.


Tanpa diduga, Wei Wei yang juga belum tidur ia menuju ke kamar Yi En.


Ia melihat Yi En.


Wei Wei," Yi En, kau kenapa?"


Yi En membuka tangannya dan melihat sahabatnya.


Wei Wei segera duduk di dekat Yi En.


Yi En tiba tiba memeluk Wei Wei.


Wei Wei terkejut dan berkata," Yi En, kau kenapa?"


Yi En hanya diam.


Air matanya terus mengalir.


...


...


Wei Wei akhirnya membiarkan Yi En tenang dulu.


...


...


Setelah beberapa saat.


Sambil mereka berbaring, Wei Wei bertanya," Yi En. Kau baik baik saja? Apa yang terjadi?"


Yi En masih terdiam.


Lalu ia menoleh," tidak apa apa. Aku hanya teringat kejadian dulu."


Yi En tidak ingin memberitahu Wei Wei tentang penyakit tangannya.


Ia tidak ingin membuat khawatir sahabatnya .


Wei Wei menarik nafas.


Lalu ia berkata," kau mau minum obat tidur ?"


Yi En mengangguk," baiklah."


Wei Wei lalu mengambilkan obat tidur.


Dan ia berikan pada Yi En.


Lalu ia sendiri pun meminum obat tidur.


Yi En," kau juga tidak bisa tidur ? Kau kenapa Wei Wei?"


Wei Wei tersenyum," aku sedikit lelah dengan pekerjaanku akhir akhir ini. Sepertinya aku butuh liburan bersama denganmu."


Yi Enpun akhirnya tersenyum.


Wei Wei," baiklah sekarang kita tidur. "


Yi En mengangguk.


Lalu mereka pun akhirnya bisa tertidur.


Keesokannya.


Xiang Wan terbangun.


Guan Xian meletakkan susu madu dan sarapan di dekatnya.


Lalu ia duduk di sofa.


Xiang Wan melihat Guan Xian, lalu ia menarik nafas.


Ia berkata pelan," aku berharap aku hanya bermimpi. Melihatmu pagi ini. Aku jadi ingin tertidur lagi."


Guan Xian," Maafkan aku Xiang Wan. Aku benar benar..."


Xiang Wan," sudahlah. Semuanya sudah terjadi. Sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana menyelesaikan semua ini."


Xiang Wan menatap Guan Xian.


Wajahnya terlihat serius.


Ia berkata," aku ingin bertanya padamu, kau ingin pertahankan anak itu?"


Guan Xian menatap Xiang Wan.


Ia melihat perutnya, tangan kanannya mengelus perutnya.


Lalu ia berkata," aku ingin pertahankan. "


Xiang Wan mengangguk," baiklah. Sekarang, kau ingin beritahu Xu Ling atau menyembunyikannya?"


Guan Xian menatap Xiang Wan.


Ia ragu untuk menjawabnya karena itulah yang membuatnya bingung harus bagaimana.


Guan Xian," Xiang Wan...aku, aku tidak tahu harus bagaimana. "


Xiang Wan menatap sahabatnya.


Ia menarik nafas.


Lalu ia berkata," Guan Xian, apapun keputusanmu. Sebagai sahabatmu aku akan mendukungmu. Jika kau ingin membesarkan sendiri anakmu, aku akan membantumu. Tapi jika kau ingin memberitahu Xu Ling. Lakukanlah. Xu Ling harus mempertanggungjawabkannya apapun resikonya."


Guan Xian terdiam sebentar.


Lalu ia berkata," aku ingin memberitahu Xu Ling. Tapi, itu akan mempengaruhi reputasinya sebagai seorang artis. Dan aku..."


Xiang Wan," kau tidak mau menghancurkannya. "


Guan Xian menatap Xiang Wan, lalu ia mengangguk.


Guan Xian duduk lebih dekat lagi dengan Guan Xian.


Lalu ia memegang tangan Guan Xian dan berkata," Guan Xian. Lihat aku. Dan katakan yang sebenarnya. Apa ang sebenarnya kau inginkan? Katakan padaku."


Guan Xian menatap mata Xiang Wan.


Dengan pelan tapi pasti , akhirnya ia menjawab," aku ingin memberitahu Xu Ling. Apapun jawabannya. Aku akan menerimanya. Jika dia tidak mau anak ini. Aku akan pertahankan sendiri."


Xiang Wan," baiklah. Kau panggil Xu Ling dan katakan padanya. Setelah itu, aku akan pikirkan caranya untuk menyelesaikan hal ini."


Guan Xian mengangguk.


Tiba tiba ia memeluk Xiang Wan.


Lalu ia berkata," Xiang Wan...sungguh maafkan aku."


Xiang Wan terdiam dan menarik nafas sebentar.


Lalu ia menepuk pelan punggung sahabatnya.


Ia menjawab," tidak apa apa. Aku ini sahabatmu."


...


...


Guan Xian terharu mendengarnya.


Ia pun meneteskan airmatanya.


Pagi pagi sekali Yi En sudah pergi. Ia meminjam mobil Wei Wei.


Sedang Wei Wei bersama dengan Qi Lei.


Yi En menjemput Lin Xiang dan Zhou Nan.


Sampai mereka di lokasi syuting.


Yi En membantu Lin Xiang bersiap siap dengan kostumnya.


Setelah Lin Xiang memulai Syutingnya,


Yi En mengatakan pada Zhou Nan untuk menjaga dan menemani Lin Xiang dl.


Yi En harus pergi bertemu seseorang.


Mo Bei sudah bersama keponakannya.


Mereka menunggu di sebuah cafe.


Beberapa saat Yi En sampai.


Keponakannya cukup terkejut melihat Yi En.


Ia tahu bahwa Yi En adalah manager Lin Xiang.


Mo Bei ," dia adalah keponakanku, Xiao Qu."


Xiao Qu menatap sedikit sinis pada Yi En.


Xiao Qu," jadi kau yang ingin bertemu denganku."


Yi En tersenyum.


Ia tetap santai dan tenang menghadapi gadis seperti Xiao Qu.


Yi En," Xiao Qu, senang bertemu denganmu. Aku Shen Yi En."


Xiao Qu mengangguk," aku tahu, kau manager Lin xiang bukan?"


Yi En tersenyum mengangguk.


Yi En," dan kau adalah penggemar Xu Ling bukan?"


Xiao Qu menatap Yi En.


Ia melihat baju yang di pakai Yi En.


Dan menatap wajahnya.


Ia merasa pernah melihatnya disuatu tempat.


Yi En," aku ingin memberi tawaran untukmu. "


Xiao Qu tersenyum," tawaran?"


Yi En mengangguk.


Yi En berkata," meski aku manager Lin Xiang. Aku akan membantumu untuk bertemu secara ekslusif dengan Xu Ling. Tapi... hanya kau yang akan kuberikan previledge ini."


Xiao Qu terkejut mendengarnya.


Ia mulai sedikit tertarik.


Xiao Qu," bagaimana aku bisa percaya padamu? Kau bisa saja seperti manager manager yang lain, hanya berbohong "


Yi En tersenyum.


Ia menjawab," kau bisa percaya padaku. Tapi kau juga harus membantuku."


Xiao Qu menatap Yi En.


Lalu menatap Mo Bei.


Mo Bei hanya diam dan tersenyum.


Xiao Qu berpikir sebentar.


Ia pikir kapan lagi ada kesempatan untuk bisa bertemu dengan Xu Ling secara ekslusif.


Xiao Qu akhirnya berkata," baiklah. Aku akan percaya padamu. Lalu, kau ingin aku membantumu apa?"


Yi En tersenyum.


Lalu ia berkata," kau...pernah bertemu dengan Judy, manager Xu ling."


Xiao Qu menatap Yi En.


Wajahnya terlihat cukup terkejut saat mendengar kata kata Yi En.


Yi En berkata lagi," aku melihat Judy mengajakmu untuk bertemu dengannya kurang lebih 2 kali. Terakhir, Judy membawamu bertemu di dalam mobil. Benar bukan?"


Xiao Qu terdiam.


Ia menatap Mo Bei.


Lalu menunduk.


Ia bingung menjawab bagaimana.


Ia menatap Yi En lagi dan menjawab," aku...aku...tidak ada."


Yi En," kau yakin dengan jawabanmu? Jika kau tidak berkata jujur, aku tidak bisa memberikan previledge itu padamu. "


Yi En membuka handphone.


Dan ia menjawab," tapi... aku melihat fotomu dan 1 temanmu bertemu dengan Judy..."


Saat Yi En hendak memperlihatkan handphonenya.


Tiba tiba Xiao Qu berkata," baiklah baiklah, aku bertemu dengannya."


Yi En menarik nafas sebentar.


Lalu ia tersenyum, ia mengangguk.


Yi En," Jadi...apa yang dilakukan Judy saat bertemu denganmu?"


Xiao Qu menatap Yi En.


Ia berkata," kau sengaja menjebakku ? "


Mo Bei menatap keponakannya dan berkata," Xiao Qu, kau tahu, jika kau tidak mau mengatakan yang sebenarnya. Kakak tidak akan bisa membantumu untuk kasus pencemaran nama baik."


Xiao Qu menoleh," kakak , kau mau membela Yao Xiang Wan?!"


Yi En," Xiao Qu, kami ingin membantu Xu Ling menyelesaikan masalah ini. Kau penggemar Xu Ling bukan? Kenapa kau tidak mau membantunya? Coba kau pikir, banyak manager artis lainnya tidak akan berani mengambil resiko untuk meminta maaf demi melindungi artisnya dan mempermalukan dirinya sendiri. Karena Yao Xiang Wan, Xu Ling masih bisa bertahan di depan kalian."


Xiao Qu terdiam mendengarnya.


Xiao Qu tiba tiba teringat sesuatu.


Ia berkata," aku ingat sekarang, aku pernah melihatmu di Jerman. Pada saat penghargaan artis international. Kau desainer sekaligus manager artis di Jerman bukan?!"


Yi En menatap Xiao Qu.


Xiao Qu berubah menjadi sedikit baik.


Ia berkata," aku mengagumi desain desain yang kau buat untuk beberapa artis di Jerman. SHEN fashion di Fox Entertainment."


Yi En menarik nafas lalu ia tersenyum dan menjawab," terima kasih. Aku tidak menyangka kau menyadarinya."


Xiao Qu," tentu saja! Aku ikut ke sana bersama ayahku waktu itu. "


Mo Bei tersenyum menatap Yi En.


Begitu juga Yi En.


Ia bisa memanfaatkan kesempatan ini.


Xiao Qu," baiklah aku akan membantumu. Tapi ingat janjimu."


Yi En tersenyum senang dan berkata," baiklah. Aku akan ingat janjiku."


...


...


Xiao Qu mengangguk senang.


Akhirnya Xiao Qu memberitahu semuanya pada Yi En apa yang dilakukan Judy.


Dan Xiao Qu akan mengunggah permintaan maafnya mengenai unggahan video itu.


Yi En mengangguk dan berkata," terima kasih Xiao Qu, kau sudah mau berkata jujur dan membantuku. Sesuai janjiku. Aku akan segera menghubungimu kapan waktunya untuk kau bertemu dengan Xu Ling. Tapi ingat, hanya kau saja. Dan kita akan anggap itu adalah pertemuan tanpa sengaja. "


Xiao Qu mengangguk senang," baiklah. "


Yi En," kau bisa memberikan no handphonemu padaku."


Merekapun bertukar no handphone.


Lalu Xiao Qu berkata," kak Yi En, maukah kau membuatkan desain baju untukku?"


Yi En menatap Xiao Qu.


Ia bingung harus menjawab apa.


Karena untuk saat ini ia belum bisa mendesain.


Xiao Qu," aku mohon. Kau salah 1 desainer yang ku kagumi."


Mo Bei tersenyum.


Ia menatap Yi En.


Yi En menghela nafas. Lalu ia mengangguk," baiklah."


Xiao Qu begitu senang," terima kasih kak Yi En."


Yi En tersenyum," kau bisa kirimkan seperti apa desain gaun atau baju yang kau inginkan. Tapi, aku hanya bisa buatkan 1 untukmu."


Xiao Qu," baiklah. Tidak apa apa."


Setelah Xiao Qu pergi.


Mo Bei," kau akan beritahu Xiang wan?"


Yi En mengangguk," aku akan beritahu kak Xiang Wan. Biarkan kak Xiang Wan yang tentukan bagaimana menghadapi Judy."


Mo Bei mengangguk.


Yi En," terima kasih Tuan Pengacara. Kau sudah membantu kak Xiang Wan."


Mo Bei tersenyum mendengarnya.


Lalu Yi En berdiri dan berkata," aku harus kembali."


Mo Bei " baiklah. "


Lalu Yi En pun pergi.


Xiang Wan mendapat wechat dari Yi En, bahwa Yi En mengajaknya untuk bertemu.


Lalu Xiang Wan membiarkan Guan Xian menemui Xu Ling dan berbicara berdua.


Xiang Wan sudah berada di sebuah coffee shop sambil menunggui Yi En.


Kali itu ia hanya memesan cokelat hangat.


Perutnya terasa tidak enak karena semalam ia minum wine banyak.


Dan memikirkan tentang Guan Xian juga Xu Ling.


Beberapa saat Yi En datang.


Sambil memesan kopi.


Xiang Wan," kenapa kau mengajakku bertemu disini? Kau tidak menemani Lin Xiang?"


Yi En tersenyum dan berkata," aku sudah mengantar Lin Xiang pagi pagi sekali tadi dan menyiapkan semua keperluannya bersama Zhou Nan. "


Xiang Wan mengangguk," lalu...?"


Yi En menatap Xiang Wan.


Lalu ia berkata," aku mendapatkan bukti siapa pelaku yang mengunggah video itu."


Xiang wan menatap Yi En.


Wajahnya mulai serius.


...


...


Yi En memperlihatkan berita weibo.


Dan baru saja ada sebuah akun yang mengunggah video percakapan Xiang Wan dan Xu Ling telah mengucapkan permintaan maaf.


Dia sengaja melakukan itu untuk menjatuhkan Xiang wan.


Xiang Wan melihatnya.


Lalu ia menatap Yi En, ia berkata," bagaimana dia bisa mengucapkan permintaan maaf? Kau menemukan pelakunya?"


Yi En mengangguk.


Yi En menjawab," Judy, dia yang telah merekam video itu dan memberikan kepada 2 orang penggemar Xu Ling."


Xiang Wan," Judy..."


Yi En pun menceritakan semuanya.


Xiang Wan menarik nafas mendengarnya.


Yi En," apa yang akan kau lakukan kak?"


Xiang Wan," aku akan bicara dengannya. "


Yi En mengangguk.


Xiang Wan," terima kasih Yi En. Kenapa...kau menolongku?"


Yi En memandang Xiang Wan.


Ia tersenyum dan menjawab," karena...kita 1 team bukan?"


Xiang Wan cukup terkejut dengan jawaban Yi En.


Lalu Yi En berkata lagi," sebenarnya bukan aku saja yang melakukan ini, ada Tuan Pengacara itu dan juga Zhou Nan. Mereka adalah team penyelidik untuk menyelesaikan masalah ini."


Xiang wan tersenyum mendengarnya.


Xiang Wan mengangguk dan berkata," aku akan mengingat baik baik nama nama kalian. Dan suatu saat aku akan membalas budi kebaikan kalian."


Yi En tersenyum dan menjawab," kau hanya perlu mentraktirku makan sup wonton nenek."


Xiang Wan tertawa dan menjawab," sederhana sekali permintaanmu."


Yi En pun tertawa juga mendengarnya.


Lalu Xiang Wan meminum cokelat hangatnya.


Yi En melihat kak Xiang Wan, ia merasa wajah Kak Xiang Wan sedikit pucat


Yi En," kak Xiang Wan, kau terlihat sedikit pucat. Kau baik baik saja?"


Xiang Wan menatap Yi En.


Ia memang sedikit tidak enak badan. Sepertinya penyakit lambungnya kambuh.


Xiang Wan," aku baik baik saja."


Xiang Wan tersenyum.


Lalu ia minum cokelat hangatnya lagi.


Tapi Yi En masih merasa sedikit aneh pada kak Xiang Wan.


Hanya ia tahu, kak Xiang Wan tidak ingin memperlihatkannya.


Xiang Wan lalu menuju ke kantor.


Ia menemui pamannya.


Pamannya sudah mengetahui tentang berita permintaan maaf dari pelaku pengunggah video itu.


Xiang Wan hanya memberitahu pamannya bahwa pelaku itu adalah salah 1 penggemar Xu Ling.


Yi En dan Zhou Nan yang membantu menemukannya.


Yu Jiang," kau beruntung memiliki asisten seperti mereka. Sudah ke dua kalinya dia berjasa untukmu. Perhatikanlah dia. Dan juga Zhou Nan. "


Xiang wan mengangguk dan berkata," aku akan memberikan bonus untuk Zhou Nan. Dan... untuk Yi En. Aku akan memberikan posisi untuknya."


Yu Jiang mengangguk," baiklah. Kau yang atur."


Xiang Wan," terima kasih Paman."


Lalu Xiang Wan akhirnya memberitahu tentang Xu Ling dan Guan Xian.


Yu Jiang begitu terkejut mendengarnya.


Yu Jiang," lalu apa yang akan kau lakukan?"


Xiang Wan," serahkan padaku paman. Aku akan menyelesaikannya."


Yu Jiang menarik nafas panjang.


Yu Jiang menjawab," baiklah. Aku percayakan padamu. "


Xiang Wan mengangguk.


Yu Jiang berkata," setelah kasus Xu Ling selesai. Aku ingin kau mengurus lagi beberapa artis kita."


Yu Jiang memberikan sebuah map.


Xiang Wan membukanya.


Sambil Yu Jiang berkata," ada 2 artis senior kita yang cukup lama tidak muncul. Ruan Lien Hua dan Song Qian. Aku serahkan padamu. Kau...bisa mengaturnya bersama asistenmu."


Xiang Wan mengangguk," baiklah. Lagipula aku sudah menemui kak Lien Hua belum lama ini. Dan aku sudah mendapatkan job untuknya."


Yu Jiang ," baguslah. "


Xiang Wan," kalau begitu aku harus kembali bekerja lagi."


Xiang wan berdiri dan hendak keluar.


Yu Jiang," Xiang Wan..."


Xiang Wan menghentikan langkahnya dan menoleh.


Yu Jiang," pulanglah hari ini. Bibimu mengkhawatirkanmu."


Xiang Wan menatap pamannya.


Lalu ia menjawab," baiklah."


Setelah itu ia berjalan keluar.


Ia menuju ke parkiran mobil.


Tanpa di duga kebetulan sekali Judy turun dari mobilnya dan hendak berjalan masuk ke kantor.


Judy," kak Xiang Wan. Bukankah kau seharusnya cuti?"


Xiang Wan tersenyum melihat Judy.


Lalu ia berkata," Judy... sepertinya aku lihat belakangan ini kau rajin sekali."


Judy menatap Xiang Wan.


Ia bingung dengan maksud kata kata Xiang Wan.


Xiang Wan," posisi apa yang kau inginkan? Apakah...posisiku?"


Judy," kak Xiang Wan..."


Xiang Wan menatap Judy.


Wajahnya menjadi sedikit tegas.


...


...


Xiang Wan," aku teringat dengan profilmu saat pertama kali kau mengisi biodata untuk masuk ke Qili. Visimu adalah " kau akan berusaha untuk berhasil dengan menggunakan cara apapun."


Judy menatap Xiang Wan.


Ia mendengarnya dan berubah menjadi sinis.


Lalu ia menjawab," bukankah itu selalu terjadi di dunia kerja. Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan. Dan selama ini aku selalu berusaha bekerja yang terbaik untuk Qili."


Xiang Wan tersenyum dan mengangguk," tapi...seharusnya jika kau ingin berkompetisi. Kau bisa lakukan dengan sportif. Dengan begitu aku akan lebih menghormatimu."


Judy sedikit terkejut dengan kata kata Xiang Wan.


Judy," kak Xiang Wan, sebenarnya apa yang kau ingin katakan?"


Xiang Wan," sebenarnya sejak awal aku memperhatikan kinerjamu. Aku tahu kau selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk perusahaan dan... untukmu sendiri. Itu baik untukmu Judy. Tapi... apakah kau juga berpikir, seorang artis yang kau dampingi juga manusia biasa yang harus kau lindungi. Itulah tugasmu sebagai manager artis."


Judy terdiam mendengarnya.


Xiang Wan," mengenai apa yang kau lakukan padaku tentang video rekaman itu..."


Judy terkejut mendengarnya.


Lalu Judy berkata," aku akan mengundurkan diri secepatnya jika itu yang kau inginkan."


Xiang Wan menjawab," aku akan simpan itu dan aku anggap tidak pernah terjadi apa apa. Tetaplah bekerja dengan baik. Dan... aku menunggumu untuk berkompetisi dengan sportif."


Judy menatap Xiang Wan.


Ia lega tapi juga masih kesal dengan Xiang Wan.


Lalu Xiang Wan pergi meninggalkan Judy.