
Xiang Wan masih berada di mobil, parkiran kantornya.
Handphonenya berbunyi.
Dan itu adalah Xu Ling.
Xiang Wan pun mengangkatnya.
Xu ling," kak Xiang Wan..."
Xiang Wan menarik nafas mendengar suara Xu Ling.
Xiang Wan," dari suaramu. Itu artinya Kau sudah bicara dengan Guan Xian."
Xu Ling yang sedang ada di mobilnya.
Ia terdiam sebentar.
Ia tidak tahu harus berbicara apa dengan kak Xiang Wan.
...
...
Xiang Wan akhirnya menyaut," aku mengerti, kau sedang bingung dan sekarang kau tidak bisa berpikir harus bagaimana. Aku berikan waktu untukmu berpikir. Hanya saja aku harap, hal ini tidak mempengaruhi syuting filmmu yang sedang berlangsung."
Xu Ling," aku mengerti kak Xiang Wan."
Xiang Wan," Zai Zai...kau pasti bisa menghadapi ini. Aku selalu ada disampingmu. Aku berharap, kau bisa berpikir lebih dewasa kali ini. "
Xu Ling menarik nafas.
Ia mengangguk dan menjawab," terima kasih kak Xiang Wan."
Lalu ia menutup teleponnya.
Xiang Wan menarik nafas panjang setelah berbicara dengan Judy.
Dan ia masih harus menyelesaikan masalah Xu Ling dan Guan Xian.
...
...
Tiba tiba perut Xiang Wan mulai terasa sakit.
Ia mengambil air minum dan minum.
Tapi masih terasa sakit.
Ia memegang perutnya.
Yi En yang tanpa diduga sampai di kantor dan memakirkan mobilnya.
Ia hendak mengambil beberapa peralatan.
Ia turun dari mobilnya.
Dan hendak berjalan.
Ia melihat mobil kak Xiang Wan yang terparkir berjarak 1 mobil dari ia memakirkan mobilnya.
Ia masih berjalan melewatinya.
Tapi tiba tiba matanya tersadar sesuatu , ia seperti melihat kak Xiang Wan berada di dalam mobil.
Ia sedikit meringkuk dan terlihat aneh sikapnya.
Yi En menghentikan langkahnya.
Lalu ia berjalan mendekati mobil kak Xiang Wan.
Ia melihat dari jendela.
Dan benar kak Xiang Wan sedang meringkuk seperti kesakitan.
Yi En segera mengetuk jendela mobil kak Xiang Wan.
Dan memanggil manggil," kak Xiang Wan?!..."
Xiang Wan perlahan mengangkat kepalanya yang semula ia sandarkan ke setir mobilnya.
Ia menoleh dan melihat Yi En.
Xiang Wan pun membuka pintu mobilnya.
Yi En," kak Xiang Wan?! Kau kenapa?"
Wajah Xiang Wan terlihat sedikit berkeringat dan pucat.
Ia sedikit susah untuk menjawab Yi En karena menahan rasa sakit perutnya.
Yi En melihat tangan kak Xiang Wan
memegang perutnya.
Yi En," tidak bisa. Kau harus dibawa ke rumah sakit kak."
Yi En berusaha membantu kak Xiang Wan berpindah tempat duduk.
Ia memapah kak Xiang Wan.
Setelah sekuat tenaga memindahkan kak Xiang Wan.
Ia pun duduk di kursi sopir.
Lalu segera menjalankan mobil kak Xiang Wan.
Ia mengebut untuk segera sampai ke rumah sakit.
Sambil sesekali ia menoleh melihat kak Xiang Wan yang masih merintih menahan rasa sakit perutnya.
Yi En," bertahanlah kak. Sebentar lagi kita sampai."
Yi En terlihat begitu cemas dan ketakutan.
Xiang Wan sempat meliriknya.
Sampainya mereka di rumah sakit.
Yi En segera memapah kak Xiang Wan.
Saat berjalan sekuat tenaga.
Karena tidak hati hati, pergelangan kakinya tiba tiba terkilir.
Hampir saja ia terjatuh, tapi ia berusaha sekuat tenaga untuk menahannya.
Xiang Wan menyadarinya.
Ia melihat kaki Yi En seperti terkilir.
Akibatnya Yi En berjalan sedikit pincang karena menahan sakit.
Di ruang UGD, Yi En segera meminta tolong perawat untuk memberi pertolongan pada kak Xiang Wan.
Dengan cepat Xiang Wan pun ditangani.
Ia dibaringkan di tempat tidur.
Dan dokter jaga segera memeriksanya.
Yi En terus berada disamping Xiang Wan.
Setelah dokter memeriksa, Yi en segera bertanya," Dokter, apa yang terjadi dengannya?"
Dokter itu pun menjawab," nona ini mengalami kram lambung. Ini bisa dikarenakan pola makan yang tidak teratur, alkohol dan stress. Kami akan memberikan suntikan obat untuk meredakan rasa sakitnya dan juga menurunkan asam lambungnya."
Yi En mengangguk.
Lalu dokter itu berkata lagi," anda keluarganya? Anda bisa sambil mengurus untuk pendaftaran dan administrasinya."
Yi En terkejut mendengarnya.
Ia bingung, lalu akhirnya ia menjawab," baiklah."
Yi En segera berjalan ke bagian pendaftaran dengan kaki sedikit pincang.
Xiang Wan yang masih sadar sambil merintih menahan rasa sakit, ia mendengar juga perkataan dokter dan melihat Yi En berjalan menuju ke pendaftaran.
Setelah Yi En selesai mengurus semuanya.
Ia kembali dan berdiri disamping Xiang Wan.
Xiang Wan masih sedikit meringkuh tapi ia sudah sedikit lebih tenang.
Dokter sudah memberi infus di tangannya.
Lalu setelah dokter itu mengecek infusnya, ia berkata pada Yi En," anda tidak perlu khawatir. Kakak anda akan segera membaik. Untuk pemulihan kakak anda lebih baik dirawat 1 malam di rumah sakit. Perawat akan membantu untuk mengurus kamar inapnya."
Yi En menatap dokter itu.
Lalu ia menatap kak Xiang Wan.
Xiang Wan masih terdiam.
Lalu Xiang Wan menjawab," dokter aku tidak apa apa..."
Yi En pun tiba tiba menyaut," baiklah dok. "
Dokter itu mengangguk.
Lalu menjawab," baiklah nona. Aku akan memberitahu perawat untuk segera mengurus kamarnya."
Dokter itu pun berjalan pergi.
Xiang Wan menatap Yi En.
Ia menjawab pelan," aku akan segera membaik. Kenapa kau menyetujui dokter itu untuk aku rawat inap disini?"
Yi En," hanya 1 malam kak. Kau bisa beristirahat disini. "
Xiang Wan menatap Yi En.
Lalu ia memegang perutnya lagi.
Yi En tersenyum melihatnya.
Ia berkata," aku akan menghubungi Qi Lei."
Xiang Wan," Yi En tidak perlu..."
Yi En sudah menelepon Wei Wei dan memberitahu Wei Wei tentang kak Xiang Wan. Ia meminta Wei wei untuk segera memberitahu Qi Lei.
Wei wei terkejut mendengarnya.
Ia segera menghubungi Qi Lei.
Setelah menutup teleponnya.
Yi En menatap kak Xiang Wan dan berkata," kak Xiang Wan, keluargamu perlu tahu. Jangan merasa kau mampu untuk menghadapi sendirian."
Xiang Wan," lihat kau sudah pintar menasihatiku."
Yi En tersenyum mendengarnya.
Tiba tiba ada seorang perawat datang sambil memberikan kursi untuk Yi En.
Perawat itu berkata," aku lihat kaki nona seperti sedang terkilir. Nona perlu duduk untuk menunggui kakak nona."
Yi En terkejut mendengarnya.
Xiang Wan pun juga mendengarnya.
Lalu Yi en akhirnya menjawab," terima kasih."
Dan ia pun duduk dikursi itu.
Perawat itu pun mengangguk dan tersenyum. Lalu ia berjalan pergi.
Xiang Wan hanya diam.
Yi En sedikit salah tingkah dan malu karena dokter dan perawat itu terus mengira bahwa dia adalah adik kak Xiang Wan.
Beberapa saat Yi En berkata," kak Xiang Wan. Kau tidak usah mengkhawatirkan dulu untuk urusan pekerjaan. Terutama Xu Ling dan Lin xiang. Kau hanya perlu untuk istirahat agar kau cepat pulih."
Xiang Wan menatap Yi En.
Lalu ia menarik nafas.
Ia menjawab," baiklah. Untuk malam ini, aku tidak akan memikirkan apapun. "
Yi En tersenyum mendengarkan.
Yi En masih duduk di samping Xiang Wan sambil menunggu Qi Lei.
Ia mengecek beberapa surel di handphonenya dari perusahaan Shen Fashion dan Fox Entertainment.
Xiang Wan melirik Yi En.
Lalu ia berkata," Shen Yi En..."
Yi En lalu menoleh ke Xiang Wan.
Xiang Wan melanjutkan lagi," hari ini terima kasih."
Yi En melihat Xiang Wan.
Ia akhirnya tersenyum lembut pada Xiang Wan.
Ia mengangguk dan berkata," aku senang bisa menolongmu kak. "
Xiang Wan menatap wajah polos dan senyuman Yi En.
Membuatnya teringat pada seseorang.
Beberapa saat Xiang Wan bisa tertidur.
Akhirnya Qi Lei pun datang bersama Wei Wei, disusul oleh Zhu He dan Yu Jiang.
Zhu He segera mendekati ranjang Xiang Wan.
Yi En pun segera berdiri dan berjalan sedikit menjauh.
Zhu He melihat Xiang Wan tertidur pulas.
Wajahnya sudah sedikit segar tapi masih pucat.
Zhu He menarik nafas melihat keponakannya.
Lalu Zhu He menoleh ke Yi En.
Zhu He," Yi En..."
Yi En tersenyum.
Lalu ia berkata sedikit pelan," bibi, kau tidak perlu khawatir. Kak Xiang Wan sudah lebih baik sekarang. Dokter mengatakan, kak Xiang Wan harus istirahat semalam disini. Aku sudah membantu untuk mengurus semuanya. "
Zhu He tersenyum.
Ia memegang tangan Yi En dan mengucapkan terima kasih.
Yi En pun akhirnya berpamitan.
Dan ia pulang bersama dengan Wei Wei.
Di perjalanan, ia mengirim pesan pada Mo Bei tentang keadaan Xiang Wan.
Diam diam ia mencoba membantu hubungan Xiang Wan dan Mo Bei.
Sampainya mereka di apartemen.
Selesai Yi En mandi.
Ia mendekati sahabatnya yang sedang bersantai mengenakan masker muka.
Sambil ia memberikan minuman Yougart untuk sahabatnya.
Ia pun duduk disampingnya.
Yi En," minumlah Yougart ini. Kau pasti menyukainya."
Wei Wei melihat Yougart di meja dekat ia tiduran di sova.
Ia pun mengambilnya dan berkata," kau beli banyak?"
Yi En mengangguk," kau bisa ambil di kulkas."
Wei Wei," baguslah."
Yi En," Wei Wei. Aku mau minta bantuanmu."
Wei Wei melirik sahabatnya.
Dan berkata," jadi Yougart ini kau gunakan untuk menghasutku?"
Yi En tersenyum pada sahabatnya.
Wei Wei," baiklah. Katakan. Aku tidak tega melihat wajahmu."
Yi En segera berkata sambil memegang tangan Wei Wei," kau bisa bantu aku membuatkan desain baju? "
Wei wei menatap sahabatnya.
Ia berkata," kenapa tidak kau yang mendesain sendiri? Bukankah kau gila sekali dalam mendesain?"
Yi En terdiam sebentar.
Ia belum ingin memberitahu sahabatnya mengenai penyakit tremor tangannya.
Ia menjawab," akhir akhir ini aku sibuk sekali mengurus Lin Xiang. Dan juga membantu kak Xiang Wan. Jadi aku mohon bantu aku untuk 1 desain baju saja."
Wei Wei tidak curiga sama sekali dengan maksud sahabatnya itu.
Akhirnya ia pun mau membantu sahabatnya.
Yi En pun merasa lega ada Wei Wei yang bisa membantunya.
Malam itu Yi En menceritakan pada Wei Wei tentang apa yang sudah dilakukan Judy pada kak Xiang Wan.
Wei Wei pun terkejut mendengarnya.
Yi En meminta Wei Wei untuk tidak menceritakan hal ini dulu pada siapapun termasuk Qi Lei.
Karena menurut Yi En, sepertinya kak Xiang Wan ingin menyelesaikan sendiri dengan Judy.
Wei Wei mengerti maksudnya.
Ia cukup mengerti kebaikan kak Xiang Wan.
Sambil Yi En mengompres pergelangan kakinya dengan es batu.
Wei Wei," kenapa kau tidak hati hati? "
Yi En hanya diam dan terus mengompres.
Lalu Wei Wei berdiri, ia berjalan ke dalam kamarnya.
Setelah itu ia keluar membawa obat.
Ia duduk disamping sahabatnya.
Dan mengangkat kaki kanan Yi En.
Ia mengolesi pergelangan Yi En yang terkilir dengan salep obatnya.
Yi En tersenyum," aku benar benar terharu."
Wei Wei," jangan seperti itu. Aku geli mendengarnya."
Yi En tertawa. Ia pun memeluk lengan sahabatnya dan berkata," aku benar benar terharu."
Wei Wei pun tertawa geli.
Keesokan paginya, Mo Bei tiba tiba datang menjenguk Xiang Wan.
Xiang Wan yang masih tertidur tidak menyadari kedatangan Mo Bei.
Saat perawat datang untuk mengganti air minum Xiang Wan.
Saat itulah Xiang Wan terbangun dan melihat Mo Bei.
Xiang Wan," bagaimana kau bisa tahu aku dirumah sakit?"
Mo Bei tersenyum.
Xiang Wan menatapnya.
Lalu Xiang Wan berkata," sepertinya kau berteman baik dengan asistenku. Aku lupa, kalian tim penyelidik untuk kasus video unggahan itu bukan."
Mo Bei melihat Xiang Wan.
Ia mengangguk dan tersenyum.
Ia berkata," kau sudah lebih baik?"
Xiang Wan mengangguk," istirahat disini membuatku lebih baik. "
Mo Bei menarik nafas melihat Xiang Wan.
Lalu ia berkata,"Yi En, dia memberitahuku."
Xiang Wan," dia sudah banyak membantuku. Termasuk membantumu."
Mo Bei tertawa mendengarnya.
Ia berkata," dia cukup cerdik. Bahkan adik sepupuku pun dibuatnya menurutinya. "
Xiang Wan tersenyum dan berkata," apa yang dilakukan Yi En sampai adik sepupumu mau menurutinya? Aku dengar adik sepupumu adalah penggemar fanatik Xu Ling. "
Mo Bei mengangguk dan menjawab," kau harus tahu, ternyata adik sepupuku juga penggemar Yi En. Dia tahu bahwa Yi En adalah desainer fashion beberapa artis di Jerman. Karena itu dia meminta Yi En membuatkan desain baju untuknya."
Xiang Wan ," lalu Yi En menurutinya?"
Mo Bei," dia menurutinya. Itu perjanjian mereka."
Xiang Wan menarik nafas.
Mo Bei," kau kenapa?"
Xiang Wan ," tidak apa apa."
Beberapa saat Zhu He datang.
Zhu He begitu senang melihat kedatangan Mo Bei.
Sambil sedikit menggoda ia berkata," seharusnya bibi tidak perlu datang kemari. Sudah ada Xiao Bei yang menemanimu."
Zhu He menyadari lirikan Xiang Wan.
Lalu ia berkata," Xiang Xiang, bibi membawakan sup obat untukmu. Bibi siapkan dulu ya."
Xiang Wan," kakak besar. Lebih baik kau bantu aku agar aku diijinkan pulang segera."
Mo Bei mendengarnya.
Ia ingin tersenyum.
Zhu He menyenggol tangan Xiang Wan dan berkata," Xiang Xiang. Aku ini bibimu."
Mo Bei," kau ingin segera pulang? Bukankah ada Shen Yi En yang membantumu mengurus pekerjaanmu."
Zhu He mengangguk ," benar sekali. Istirahatlah dulu disini. Jangan urus pekerjaanmu terus. Bibi sudah bilang pada pamanmu.
Xiang Wan menarik nafas.
Lalu ia menjawab," aku tidak akan mengurusi pekerjaanku. Aku hanya ingin pulang. Jadi bantu aku untuk segera pulang."
Zhu He menarik nafas.
Ia memukul pelan kepala keponakannya dan berkata," kau ini keras kepala sekali. Baiklah bibi akan urus."
Zhu He hendak keluar, lalu ia menoleh pada Mo Bei dan berkata," aku akan urus dulu. Xiao Bei bantu aku menemani orang keras kepala ini."
Mo Bei tersenyum dan mengangguk," baiklah."
Zhu He pun keluar dan mengurus semuanya.
Mo Bei yang sedang bersama Xiang Wan.
Ia berkata," bibi mu tidak berubah sama sekali. Masih sama seperti dulu."
Xiang Wan," kau juga belum berubah."
Mo Bei," Xiang Wan..."
Xiang Wan tersenyum.
Lalu ia berkata," baiklah baiklah. Kali ini kau sudah banyak membantuku. Terima kasih Tuan Mo Bei."
Mo Bei menarik nafas mendengarnya.
Lalu ia berkata," kau bisa mentratirku makan malam untuk bulan ini. Itu sebagai ucapan terima kasihmu."
Xiang Wan menatap Mo Bei.
Ia melipat tangannya dan berkata," Tuan Mo Bei, kau meminta imbalan. "
Mo Bei tersenyum," bulan ini hanya tinggal 12 hari. Aku sudah memberimu diskon."
...
...
Xiang Wan menatap Mo Bei.
Ia tersenyum melihatnya.
Sementara itu di lokasi syuting Lin Xiang.
Hari itu ternyata adalah pengambilan adegan terakhir untuk film aku rindu.
Lin Xiang harus mengenakan gaun pengantin untuk adegan itu.
Tapi dia terus mengurung diri di truck.
Zhou Nan terus berusaha membujuknya sejak pagi agar segera mengenakan gaun pengantin itu dan menyelesaikan syuting terakhir.
Beberapa saat Yi En datang.
Zhou Nan sudah menungguinya di depan truck.
Zhou Nan," kak Yi En, kau sudah datang."
Yi En mengangguk," bagaimana Lin xiang?"
Zhou Nan," sampai sekarang dia masih belum mau mengenakannya. Sutradara Chen sudah cukup lama menunggu."
Yi En menarik nafas.
Ia berjalan masuk ke truck.
Dan ia duduk di depan Lin xiang.
Zhou Nan menunggu di luar.
Lin Xiang hanya diam saja.
Yi En," hanya tinggal hari ini, kau sudah menyelesaikan syuting aku rindu. Kenapa Lin Xiang?"
Lin Xiang masih diam.
Lalu ia menoleh dan menatap gaun pengantin yang tergantung.
Yi En ikut menoleh.
Ia menarik nafas lalu berkata," aku tahu adegan terakir yang membuatmu berat untuk melakukannya. Kau berusaha sampai sejauh ini. Apa kau akan menyerah?"
Lin Xiang menatap Yi En.
Ia berkata," aku tidak bisa..."
Yi En ," kau tahu, untuk menghadapi orang yang kau cintai sekaligus orang yang melukaimu. Kau harus berbesar hati untuk merelakannya. Dengan begitu kau bisa bahagia. Begitu juga dengannya."
Lin Xiang menarik nafas.
Ia meneteskan air matanya.
Lin Xiang," aku ingin sendiri."
Yi En menatap Lin xiang.
Yi En," semua menunggumu untuk melanjutkan syuting. Sekarang, kak Xiang Wan pun tidak bisa kemari untuk membujukmu. Hanya ada aku dan Zhou Nan disini. Aku bisa mengundur waktu syuting, tapi selebihnya aku tidak bisa membantumu."
Lalu Yi En berdiri.
Dan ia berjalan keluar truck.
Zhou Nan," bagaimana?"
Yi En ," aku akan coba bicara dengan sutradara Chen. Dengan keadaannya seperti ini, ia tidak akan bisa syuting."
Zhou Nan terdiam.
Lalu ia berkata," kenapa kita tidak menghubungi kak Xiang Wan?"
Yi En," tidak. Kak Xiang Wan sedang dirawat di rumah sakit. Untuk hari ini kita jangan menganggunya dulu. "
Zhou Nan menarik nafas.
Lalu Yi En berjalan menuju lokasi syuting.
Ia mendekati Sutradara Chen.
Sutradara Chen," bagaimana Lin Xiang?..."
Yi En ," Sutradara Chen, aku benar benar meminta maaf padamu. Lin Xiang hari ini sepertinya tidak bisa syuting. Dia sedang tidak enak badan. Bisakah... untuk syuting hari ini kita undur dulu?"
Sutradara Chen menarik nafas.
Ia sudah kesal.
Lalu ia berkata," kami sudah menunggunya sejak pagi. Dan sekarang kau bilang dia sedang tidak enak badan! Kau ingin demi dia kami mundur untuk syuting. Kau tahu, kami semua juga sangat lelah. Hari ini adalah hari terakir syuting. Tidak bisakah dia menahannya? Aku sudah cukup sabar beberapa kali ini untuknya! Jika hari ini dia tidak bisa syuting. Aku akan memakai Fan Mei untuk menggantikan adegan terakir!"
Yi En sedikit membungkukkan badannya dan berkata," sungguh aku minta maaf. Aku mengerti kita semua sudah lelah. Ini adalah adegan terakirnya. Ia ingin memberikan hasil yang baik dan memuaskan. Jika ia sedang tidak enak badan, pasti akan mempengaruhi hasilnya. Jadi aku mohon, untuk terakir kalinya, aku mohon untuk menunggunya. Biarkan ia istirahat hari ini untuk memulihkan kondisinya, dan aku pastikan besok ia sudah pulih. Aku mohon sutradara Chen."
Asisten sutradara Chen pun mendekat dan berkata," benar sekali, jika aku boleh bicara. Justru karena ini adalah adegan untuk terakir. Kita harus berikan yang terbaik. Jika kau berikan pada pemeran pengganti itu akan membuat perbedaan. Untuk yang terakir berikanlah kesempatan. Lagipula, hari ini kita bisa istirahat dulu."
Sutradara Chen memikirkan kata kata asistennya.
Akhirnya ia pun berkata," baiklah. Ini untuk terakir kalinya. Aku akan berikan kesempatan untuknya. Aku juga memandangmu dan Xiang Wan. "
Yi En tersenyum lega.
Ia mengucapkan terima kasih pada Sutradara Chen.
Sutradara Chen," beruntung dia memiliki manager sepertimu."
Lalu Sutradara Chen pun membubarkan krunya.
Begitu juga Luo Feng.
Hao Mai tersenyum melihatnya.
Lalu ia mendekati Yi En.
Ia berkata," beruntung sekali Sutradara Chen memandangmu."
Yi En menatap Hao Mai, ia pun membalas dengan senyuman.
Dan berkata," Hao Mai, terima kasih kau sudah memujiku. "
Lalu Yi En pun membalikkan badan dan berjalan pergi.
Hao Mai menatapnya sinis.
Yi En berjalan masuk diikuti Zhou Nan.
Lalu ia duduk di depan Lin xiang.
Ia berkata," sekarang pulanglah dan istirahatlah. Kau punya waktu untuk berpikir hingga besok pagi. Jangan kau sia sia kan kesempatan yang sudah diberikan oleh Sutradara Chen. "
Lin Xiang menatap Yi En.
Lalu Yi En berdiri.
Sebelum pergi ia berkata," Lin Xiang, bersikaplah tegar, jangan hanya karena seseorang seperti Luo Feng. Kau menghancurkan hidupmu. Jika kau seperti itu, sia sia selama ini kau hidup."
Lin Xiang," kak Yi En?! Apa maksudmu?! Ini adalah hidupku! Kau hanyalah seorang manager. "
Yi En menoleh menatap Lin xiang.
...
...
Lin Xiang berkata lagi," aku tidak akan melanjutkan syuting lagi! Aku berhenti dari QiLi! Aku tidak mau menjadi artis lagi!"
Ia mengatakannya sambil berdiri menatap Yi En.
Lalu Yi En segera menjawab," baiklah! Itu yang kau inginkan?! Aku akan minta untuk menghitung semua kontrakmu di Qili dan beberapa film yang belum kau selesaikan. Dan kau harus bayar konsekuensinya."
Yi En menoleh ke Zhou Nan dan berkata,"Zhou Nan, segera hubungi bagian HR Qili, untuk adakan pemutusan kontrak dengan Lin Xiang. Dan hitung berapa pinalty untuknya. Kita adakan pemberitahuan pada pers. "
Zhou Nan menatap Yi En, ia masih berdiri dan bingung harus bagaimana.
Yi En," hubungi kak Xiang Wan tentang hal ini juga. Lakukan sekarang!"
Zhou Nan," kak Yi En..."
Lin Xiang terkejut mendengarnya.
Ia segera memegang tangan Yi En.
Dan berkata," kak Yi En... maafkan aku. "
Lin Xiang meneteskan airmata.
Ia berkata lagi," maafkan aku. Jangan lakukan itu. Maafkan aku. Aku...tidak bisa menahan emosiku tadi. "
Yi En menarik nafas panjang.
Ia juga sudah cukup meluapkan emosinya.
Lalu ia memberi kode pada Zhou Nan untuk Zhou Nan menutup pintu.
Yi En menoleh dan menatap Lin Xiang.
Ia memegang tangan Lin Xiang dan berkata," Lin Xiang. Aku bisa mengerti kau begitu labil sekarang. Semua yang terjadi saat ini, sangat membuatmu lelah. Aku... pernah merasakannya. Kau tidak sendiri Lin Xiang. Aku mengatakan seperti itu tadi. Aku hanya ingin membuatmu sadar, ini adalah hidupmu. Kau harus kuat dan tegar. Jangan berpikir tanpa dia, seakan hidupmu runtuh. Biarkan itu menjadi proses bagian dalam hidupmu. Dan simpanlah hal yang manis saja."
Lin Xiang terdiam.
Ia masih meneteskan air matanya.
Yi En pun memeluknya.
Akhirnya ia mengantar Lin Xiang pulang ke apartemen.
Yi En meminta Zhou Nan untuk menjaganya malam itu.
Setelah selesai.
Ia berjalan keluar apartemen.
Ia menarik nafas panjang.
Lalu ia mengecek handphonenya, ada beberapa panggilan tak terjawab dari kak Xiang Wan.
Ia pun menelepon kembali kak Xiang Wan.
Xiang Wan," Yi En, kenapa kau tidak menjawab teleponku sejak tadi?"
Yi En," maafkan aku kak Wan. "
Xiang Wan," Zhou Nan sempat memberitahuku tadi tentang Lin Xiang. Bagaimana sekarang? Jika perlu aku akan ke sana."
Yi En," tidak perlu kak. Kau tenang saja. Aku sudah mengatasinya. Hari ini, kau istirahatlah. Besok baru kau menemui Lin Xiang."
Xiang Wan terdiam sebentar.
Ia mendengar suara Yi En yang terdengar cukup lelah.
Xiang Wan," baiklah. Untuk hari ini. Kau juga harus istirahat. Kau... pasti sudah lelah mengatasi Lin Xiang."
Yi En terdiam.
Ia sedikit tersenyum dan berkata," terima kasih kak Wan. "
Xiang Wan menutup teleponnya.
Ia menarik nafas.
Sebenarnya ia mendengar pembicaraan Yi En dan Lin xiang tadi.
Zhou Nan sengaja menelepon Xiang Wan.
Ia berjaga jaga jika terjadi sesuatu.
Zhu He meletakkan susu madu hangat di meja dekat tempat tidur Xiang Wan.
Ia berkata," kau menelepon Yi En?"
Xiang Wan mengangguk.
Ia berkata," sekarang, Shen Yi En sudah merasakan lelahnya menjadi seorang managet artis. Tapi...seharusnya dia sudah terbiasa menghadapinya."
Zhu He ," kau beruntung sekarang memiliki asisten seperti dia. Kau bisa berbagi dengannya."
Xiang Wan tersenyum," bibi benar. Dia banyak membantuku."
Zhu He menarik nafas dan berkata," baguslah. Bibi jadi sedikit tenang."
Yi En memesan taksi dan ia pulang.
Ia ingin segera pulang dan istirahat.
Saat sampai di depan apartemennya.
Lu Chun ternyata sudah menungguinya di dalam mobil.
Lu Chun segera turun dari mobilnya dan berjalan cepat mendekati Yi En.
Yi En," kau...menungguku?"
Lu Chun menatap Yi En.
Lalu ia mengangguk.
...
...
Lu Chun memberikan sebuah bingkisan pada Yi En.
Lu Chun," ini Sushi kesukaanmu. "
Yi En melihat Lu Chun.
Ia menerima bingkisan itu dan berkata," kau menungguku untuk memberikan sushi ini?"
Lu Chun menatap Yi En.
Ia tersenyum dan menjawab," ini karena aku tidak punya no handphonemu. Kau masih tetap tidak ingin memberiku no mu?"
Yi En menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
Ia menarik nafas.
Lalu ia berkata,"berikan Handphonemu?"
Lu Chun terkejut mendengarnya.
Ia menatap Yi En.
Lalu beberapa saat ia mengambil handphonenya di saku celananya.
Dan memberikan pada Yi En.
Yi En menerimanya, ia mengetik no nya. Lalu ia mencoba untuk menelepon.
Setelah itu ia kembalikan pada Lu Chun.
Yi En," aku membayar sushi ini dengan memberikan no handphoneku."
Lu Chun menatap Yi En.
Ia pun tersenyum senang.
Lalu Yi En berjalan masuk.
Lu Chun," aku akan menghubungimu besok!"
Yi En menggelengkan kepalanya lagi sambil terus berjalan masuk.
Saat Yi En masuk ke apartemen.
Wei Wei sudah pulang dan sedang bersantai sambil menonton tv.
Yi En meletakkan bingkisan yang ia dapat dari Lu Chun di meja.
Wei Wei segera mendekat dan membukanya sambil berkata," kau membawa apa?"
Yi En," Sushi. "
Wei Wei," Sushi? Bukankah ini sushi kesukaanmu."
Yi En mengangguk.
Lalu ia berkata," aku mandi sebentar. Wei Wei siapkan wine untuk menemani Sushi ini."
Wei Wei tersenyum senang," baiklah."
Yi En berjalan ke dalam dan ia segera mandi.
Setelah selesai mandi.
Wei Wei sudah duduk di sova sambil dan ia sudah menyiapkan 2 gelas kosong dan sebotol wine.
Yi En lalu duduk di sampingnya.
Wei Wei mulai menuangkan wine ke 2 gelas kosong.
Sambil ia berkata," kau sedang ingin makan sushi?"
Yi En hanya menatap sahabatnya.
Wei Wei ," bukan kau yang membelinya?"
Yi En mengangguk lalu ia menjawab," Lu Chun yang memberikan sushi itu."
Wei Wei terkejut mendengarnya.
Ia menatap sahabatnya dengan wajah seakan tidak percaya.
Wei Wei," Lu Chun?!...dan kau menerimanya?"
Yi En mengambil gelas yang sudah berisi wine.
Ia tidak menjawab pertanyaan Wei Wei.
Ia hanya meminum winenya.
Wei Wei menggelengkan kepalanya.
Ia berkata," kau sepertinya sudah membuka hatimu lagi untuknya. "
Wei Wei menarik nafas dan ia berkata lagi," baguslah jika kau sudah memaafkannya. "
Yi En," kau...mendukungku? "
Wei Wei yang sedang minum winenya.
Lalu ia melirik dan setelah itu ia tersenyum.
Ia menatap sahabatnya dan berkata," Yi En. Kau adalah sahabatku. Tentu aku mendukungmu. Asalkan kau bahagia dan tidak membuatmu terluka lagi."
Yi En melihat Wei Wei.
Wei Wei," jika sampai ia membuatmu terluka lagi. Tentu aku tidak akan mendukungmu untuk berhubungan dengannya."
Yi En tersenyum.
Ia menarik nafas panjang.
Lalu ia berkata," hari ini cukup melelahkan buatku. Tapi karena ada kau yang menemaniku minum malam ini. Aku jadi bersemangat lagi. "
Wei Wei tersenyum.
Ia mengajak toas Yi En.
Dan mereka minum bersama sambil menikmati Sushinya.