
Setelah pengakuan Lu Chun ke publik tentang hubungannya dengan Shen Yi En.
Beberapa hari berlalu mereka semakin dekat.
Setiap hari Yi En bertemu Lu Chun, bahkan di lokasi syuting saat Yi En menemani Ruan Lien Hua pun mereka bertemu.
Penggemar Lu Chun mulai menerima hubungan mereka.
Tapi tanpa diduga.
Muncul berita tentang masa lalu Lu Chun.
Lu Chun demi popularitasnya, ia meninggalkan Shen Yi En.
Bahkan Lu Chun mengambil uang Shen Yi En untuk membayar agensi.
Hal ini menjadi trending di Weibo dan beberapa media sosial lainnya.
Pagi itu Qili gempar dengan berita itu.
Xiang Wan lagi lagi dipanggil oleh pamannya.
Yu Jiang meminta untuk Xiang Wan memberikan cuti sementara bagi Yi En.
Xiang Wan menatap pamannya.
Ia menarik nafas dan berkata," paman, apa dengan cara menyingkirkannya sementara waktu bisa menyelesaikan masalah ini? Kenapa paman selalu memberikan jalan keluar seperti ini?"
Yu Jiang terdiam sebentar.
Ia menatap Xiang Wan dengan tatapan serius.
Lalu ia menjawab," kau mau memilih untuk membiarkan Shen Yi En pergi meninggalkan Qili atau memberikannya cuti sementara waktu?"
Xiang Wan menatap pamannya.
Ia menekuk alis matanya.
Xiang Wan tahu, ia tidak punya pilihan kali ini.
Sudah beberapa kali kasus Shen Yi En dan Lu Chun muncul.
Ia akhirnya berkata," baiklah. Aku akan berikan dia cuti."
Yu Jiang mengangguk," berikan dia cuti selama 1 bulan."
Xiang Wan terkejut mendengarnya.
Xiang Wan," 1bulan?! Paman tidak harus sampai 1 bulan bukan?"
Yu Jiang hanya menatap Xiang Wan.
Dengan tatapan itu.
Akhirnya Xiang Wan menyerah.
Ia tidak mau membiarkan Shen Yi En yang sangat berbakat pergi begitu saja hanya karena masalah ini.
Xiang Wan berdiri.
Dan berkata," baiklah. Aku akan membiarkan Shen Yi En cuti selama 1 bulan. Tapi, paman harus tetap mempertahankan dia. "
Lalu Xiang Wan berjalan keluar.
Yu Jiang menatap Keponakannya hingga meninggalkan ruangannya.
Ia menarik nafas panjang.
Sementara itu,
Xiang Wan yang sudah keluar dari ruangan pamannya.
Ia melihat Shen Yi En berdiri bersandar di tembok beberapa jarak dari ruangan pamannya.
Shen Yi En melihat Xiang Wan sudah keluar.
Xiang Wan menghampiri Yi En.
Xiang Wan," kau... sudah berdiri cukup lama disini?"
Yi En menatap Xiang Wan.
Lalu ia mengangguk.
Ia berkata," maafkan aku kak Wan. Tapi... kau tenanglah. Aku tidak apa apa. Justru jika memang aku harus cuti sementara waktu. Aku akan menikmatinya."
Xiang Wan menatap Yi En.
Ia menarik nafas mendengarnya.
Ia merasa bersalah karena tidak bisa membantu dan membela Yi En.
Tapi, ini lebih baik daripada harus membiarkan Yi En pergi meninggalkan Qili.
Sudah 2 hari Yi En bermalas malasan di apartemen.
Dia membaca beberapa buku, memasak, melatih tangannya, lari pagi.
Dan dia tetap kencan dengan Lu Chun.
Lin Xiang diserahkan pada Ju Di.
Sedang Ruan Lien Hua, Xiang Wan yang menanganinya langsung.
Hari ke 3, Yi En sudah merasa bosan.
Akhirnya ia pergi ke bar Guan Xian.
Ia membantu di bar Guan Xian.
Sambil beberapa kali dia memainkan gitar.
Setelah memainkan gitar.
Ia duduk.
Guan Xian datang dan meletakkan segelas minuman soda untuknya.
Guan Xian," kau sepertinya begitu menikmati cuti mu."
Yi En tersenyum," hari pertama dan ke dua. Aku begitu menikmatinya. Tapi hari ini aku sudah mulai merasa bosan."
Guan Xian," karena itu kau mencari kesibukan kemari. "
Yi En sedang meneguk minumannya.
Setelah itu ia mengangguk.
Guan Xian," biasanya kau punya kesibukan lain. Mendesain bukankah kesibukanmu?"
Yi En menatap Guan Xian.
Ia terdiam sebentar lalu meneguk minumannya lagi.
Lalu ia menjawab," aku masih mendesain. Hanya tidak begitu sesering dulu."
Guan xian menatap Yi En.
Ia cukup terkejut mendengarnya.
Karena yang ia tahu, mendesain sudah menjadi hidup Yi en.
Guan Xian," wahh sepertinya kau sudah mulai mencintai pekerjaanmu sebagai manager artis. Aku rasa kau sudah mulai tertular oleh Xiang Wan."
Yi En tersenyum mendengarnya.
Guan Xian menatap Yi En cukup lama.
Yi en menyadarinya.
Ia menoleh," kak Guan xian. Kenapa kau menatapku?"
Guan Xian tersenyum.
Ia berkata," aku senang melihatmu yang sekarang. "
Yi En tersenyum.
Dan berkata," benarkah?"
Guan Xian mengangguk.
Yi En mengangkat gelasnya dan mengajak Guan Xian toas.
Guan Xian tersenyum.
Lalu mereka pun toas.
Hari masih siang.
Yi En pun pergi menemui Lin xiang.
Diruang istirahat.
Lin Xiang sedang sibuk membaca naskah untuk berlatih pertunjukkan teater yang akan diadakan 5 hari lagi.
Ju Di menyuruhnya untuk istirahat.
Tapi Lin Xiang tidak mau.
Tiba tiba Yi En datang.
Yi En," Lin xiang!!... "
Lin Xiang menoleh.
Ia begitu senang melihat Yi en.
Yi En duduk disamping Lin xiang sambil memberikan sesuatu pada Lin Xiang dan berkata," aku bawakan kue lapis mint kesukaanmu."
Lin Xiang senang sekali.
Ia segera membukanya sambil berkata," terima kasih kak Yi En. "
Ju Di," Lin Xiang, kau baru saja selesai makan. Jangan terlalu banyak makan."
Lin Xiang," aku suka kue lapis mint."
Yi En pun berkata," kue lapis mint kadar kalorinya rendah. Tenang saja."
Lin xiang tersenyum mengangguk.
Ju Di sedikit tidak suka.
Lalu ia berkata," baiklah. Kalau begitu aku keluar. Sudah ada Shen Yi En yang menemanimu."
Lin Xiang segera mengangguk.
Yi En menjawab," aku hanya sebentar. Lagipula kebetulan aku sedang lewat dan teringat padamu Lin xiang."
Ju Di," aku tunggu di luar."
Lalu Ju Di berjalan keluar.
Lin Xiang memang tidak begitu suka pada Ju Di.
Yi En," Lin xiang. Jangan bersikap seperti itu padanya. Lagipula Ju Di sedang membantuku untuk menjagamu."
Lin Xiang," aku lebih suka kak Yi En yang menjagaku. Atau kak Xiang Wan."
Yi En menggelengkan kepalanya.
Lalu ia berkata," dimana Zhou Nan?"
Lin Xiang," dia sedang membeli kopi."
Yi En," Lin Xiang, bagaimana dengan pertunjukkan teaternya. Kau senang disini?"
Lin Xiang mengangguk dengan semangat.
Dan menjawab" aku suka dengan peranku. Aku pikir ini sangat mirip denganku. Dan..."
Tiba tiba Lin xiang menghentikan kata katanya.
Ia terdiam cukup lama. Entah pikirannya sedang melayang dan terlihat seperti orang yang sedang melamun.
Yi En melihatnya terkejut.
Diawal Lin xiang begitu semangat.
Tapi tiba tiba ia menghentikan kata katanya dan ia terdiam cukup lama.
Yi En," Lin xiang..."
Lin Xiang masih terdiam.
Lalu Yi En memegang lengan Lin Xiang sambil berkata," Lin xiang."
Lin Xiang akhirnya tersadar dari lamunannya.
Ia menoleh ke Yi En.
Seperti orang yang linglung ia menjawab," kenapa kak?"
Yi En menatap mata Lin Xiang.
Ia terkejut melihat keadaan Lin Xiang.
Baru beberapa hari ia tidak ada disamping Lin xiang.
Lin Xiang seperti sedang ada sesuatu.
Yi En," kau baik baik saja? Apa...kau lelah ?"
Lin Xiang menggelengkan kepalanya dan berkata," aku baik baik saja. Memangnya kenapa kak?"
Yi En masih sedikit bingung dengan sikap Lin Xiang.
Akhirnya ia berkata," tidak apa apa."
Yi En memegang pundak Lin xiang dan berkata," Lin xiang, jika kau lelah. Katakan padaku atau kak Xiang Wan. Kau bisa istirahat dulu beberapa hari. "
Lin Xiang tersenyum dan mengangguk.
Ia berkata," tenanglah kak Yi En. Aku sedang bersemangat untuk berlatih seni teater disini. Kau harus datang di pertunjukkanku nanti. "
Yi En tersenyum, ia menjawab," tentu saja aku pasti akan datang dan melihat pertunjukkanmu. Aku yakin kau pasti akan lebih hebat dari sebelumnya."
Lin Xiang tersenyum senang mendengarnya.
Lalu ia melanjutkan makan kue lapis mint nya lagi.
Yi En menatap Lin Xiang.
Ia tahu ada sesuatu yang berbeda dari Lin Xiang.
Beberapa saat Zhou Nan datang membawakan kopi.
Lalu setelah itu Yi En pun berpamitan dengan Lin xiang.
Ia berjalan keluar diantar Zhou Nan.
Yi En," Zhou Nan, apa beberapa hari ini terjadi sesuatu pada Lin Xiang?"
Zhou Nan ," tidak ada. Dia baik baik saja. Dia rajin berlatih untuk pertunjukkannya nanti. "
Yi En," apa dìa ada mengeluhkan sakit atau yang lain?"
Zhou Nan menggelengkan kepala," tidak ada."
Yi En menghentikan langkahnya.
Ia berkata," baiklah tidak apa apa. Zhou Nan, aku minta tolong padamu. Kau seringlah menemaninya. Jika kau melihat ada keanehan darinya. Hubungi aku atau kak Xiang Wan."
Zhou Nan mengangguk," baiklah kak Yi En."
Yi En tersenyum.
Ia memegang pundak Zhou Nan dengan tangan kanannya dan berkata," kau juga jangan terlalu lelah. "
Zhou Nan tersenyum," terima kasih kak Yi En."
Yi En mengangguk dan tersenyum lalu pergi.
Ia berjalan keluar sambil menelepon Xiang Wan.
Xiang Wan yang sedang ada diperjalanan ia mengangkat telepon Yi En.
Yi En," kak Wan. Aku baru saja dari tempat Lin xiang berlatih seni teater."
Xiang Wan," Shen Yi En, bukankah kau sedang diberikan cuti? "
Yi En tersenyum.
Ia menjawab," aku tidak bisa diam dirumah saja. "
Xiang Wan tersenyum mendengarnya.
Yi En berkata lagi," kak Wan...aku bertemu dengan Lin Xiang. Hanya saja, aku merasa dia sedikit aneh. Aku rasa...dia sedang stress."
Xiang Wan mendengarnya.
Dan berkata," kau melihatnya?"
Yi En berjalan hendak ke halte.
Ia menjawab," iya. Aku sudah meminta Zhou Nan untuk terus menemaninya sementara waktu ini. Kak Wan, tolong kau temui dia."
Xiang Wan," sebenarnya sudah ada Judi yang menjaganya. Tapi, baiklah. Aku akan menemuinya."
Yi En," kak Wan...aku merasa kali ini..."
Yi En menarik nafas.
Xiang Wan," Yi En?"
Yi En," tidak. Tidak apa apa."
Xiang Wan," tenanglah. Aku akan menemuinya nanti. "
Yi En mengangguk," baiklah kak Wan. Terima kasih. "
Lalu Yi En menutup teleponnya.
Xiang Wan terdiam.
Akhirnya ia memutar arah dan menuju ke tempat Lin Xiang.
Ia melihat Lin Xiang sedang berlatih di panggung teater.
Zhou Nan dan Ju Di menyadari bahwa Xiang Wan datang.
Mereka mengangguk.
Xiang Wan menjawab dengan tersenyum.
Lin Xiang sesekali menoleh dan ia melihat Xiang Wan.
Ia senang melihat kedatangannya.
Lin Xiang memerankan dengan luapan emosi yang tinggi.
Ia begitu menjiwai perannya.
Seakan ia juga adalah tokoh yang ia perankan.
Xiang Wan melihatnya.
Ia menatap Lin Xiang, saat itulah ia menyadarinya.
Memang ada yang sedikit aneh dari Lin Xiang.
Ia terus melihat sampai selesai.
Setelah itu ia menemui Lin Xiang.
Seperti biasa Lin Xiang bermanja manja pada Xiang Wan.
Ia senang Xiang Wan melihatnya tadi saat berlatih di panggung teater.
Lin Xiang," kak Wan. Aku senang sekali kau kemari."
Xiang Wan tersenyum," kau sepertinya begitu merindukanku."
Lin Xiang mengangguk.
Mereka duduk sambil berbincang.
Xiang Wan," kau suka berlatih seni teater disini?"
Lin Xiang," aku suka sekali. Bahkan aku suka dengan peranku kali ini."
Xiang Wan," aku melihat aktingmu banyak kemajuan. Kau begitu menjiwai peranmu."
Lin Xiang ," benarkah?!"
Lin Xiang begitu senang mendengarnya.
Xiang Wan menatap Lin Xiang, ia berkata," kau tidak lelah?"
Lin Xiang menggelengkan kepalanya," tidak. Aku sangat bersemangat kali ini."
Xiang Wan," benar? Kau tidak sedang memikirkan sesuatu bukan? "
Lin Xiang menatap Xiang Wan.
Ia menjawab" kak Wan . Kau tenanglah. Aku yang sekarang sudah tidak akan memikirkan tentang masa lalu lagi. "
Xiang Wan mengangguk.
Ia berpikir sebentar," dengan melihatnya sekarang. Seharusnya tidak akan ada apa apa."
Xiang Wan," jangan terlalu keras untuk berlatih dan jangan terlalu lelah. Baiklah, sekarang lebih baik kau pulang dan istirahat. "
Lin Xiang tersenyum mengangguk," baiklah."
Mereka berdiri dan berjalan keluar.
Zhou Nan dan Ju Di sudah menunggu mereka.
Xiang Wan," aku akan sering datang kemari melihatmu."
Lin Xiang tersenyum senang.
Lalu Lin Xiang pergi bersama Zhou Nan dan Judi.
Xiang Wan masuk ke dalam mobilnya.
Ia berpikir," seharusnya tidak apa apa. Mungkin ini hanya perasaanku dan Yi En saja."
Malam itu, Wei Wei pulang ke apartemennya.
Saat ia masuk dan berjalan ke meja makan.
Ia terkejut melihat cukup banyak masakan.
Yi En keluar dari kamarnya dan berkata," kau sudah pulang. Mandilah dulu. Setelah itu kita makan bersama."
Wei Wei tersenyum senang. Ia mendekati Yi En dan mencubit pelan pipi Yi En sambil berkata," kau memang sahabatku yang paling cantik."
Lalu Wei Wei segera berjalan ke kamarnya dan mandi.
Yi En tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
Beberapa saat mereka makan malam bersama.
Wei Wei terus terusan memuji masakan Yi En.
Ia berkata," ada baiknya kau cuti. Ini sungguh membuatku senang. Untung sekali kau cuti selama 1 bulan. "
Yi En tersenyum," kau jadi terpelihara bukan?"
Wei Wei mengangguk," kau benar sekali."
Yi En tertawa.
Wei Wei mengunyah sambil berkata," kau masih menemui Lu Chun?"
Yi En mengangguk.
Wei Wei tersenyum.
Ia berkata," sekarang sahabatku sudah berubah. Bahkan kau tidak mempedulikan berita itu. Baguslah. Aku lega melihatmu yang sekarang. Asal itu membuatmu bahagia. "
Yi En tersenyum menatap Wei Wei dan berkata," terima kasih Wei Wei."
Wei Wei tersenyum dan berkata," untuk apa kau mengucapkan terima kasih. Aku ini sahabatmu."
Yi En mengangguk.
Lalu mereka makan lagi.
Beberapa saat Wei Wei berkata lagi," Lu Chun besok akan ke kantorku. Dia meminta untuk membuatkan beberapa desain baju untuknya."
Yi En tersenyum mendengarnya.
Wei Wei menatap Yi En.
Dan berkata," kau yang menyarankannya?"
Yi En mengangguk.
Wei Wei terkejut mendengarnya.
Ia berkata,"kenapa tidak kau saja? "
Yi En mengambil lauk ke mangkuknya sambil menjawab," aku sedang tidak ingin mendesain dulu. Aku ingin fokus menjadi manager artis."
Wei Wei menatap Yi En dan lagi lagi dibuat terkejut oleh jawaban Yi En.
Wei Wei," aku tidak salah mendengar? Kau...bukankah sangat mencintai desain fashion. Wahh, kau sudah berubah haluan Yi En. "
Yi En tersenyum mendengarnya.
Ia tidak menjawab.
Dan ia memakan nasinya.
Wei wei menggelengkan kepalanya.
Ia berkata," apa yang sudah dilakukan oleh kak Xiang wan padamu. "
Yi En menyeletuk," sepertinya aku sudah dihipnotis oleh kak Xiang Wan."
Wei Wei tertawa mendengarnya.
Xiang Wan yang sedang makan malam bersama Mo Bei disebuah restoran.
Tiba tiba ia tersedak.
Mo Bei segera memberinya segelas air putih.
Xiang Wan segera meminumnya.
Setelah sudah lega, ia berkata," sepertinya ada yang sedang membicarakanku."
Mo Bei tersenyum mendengarnya.
Ia berkata," ada banyak staffmu sepertinya suka membicarakanmu. Atau mungkin bibi dan pamanmu."
Xiang Wan tersenyum.
Ia mengangguk ," mungkin kau benar."
Mo Bei tertawa kecil.
Setelah mereka makan.
Mereka jalan jalan sambil menikmati malam itu.
Xiang Wan berkata," Lin Xiang...aku menemuinya tadi. Aku melihatnya berlatih untuk pertunjukan teater."
Mo Bei," sekarang dia menyukai seni teater?"
Xiang Wan mengangguk," ia sangat bersemangat. Aku melihatnya berlatih. Aktingnya sudah banyak kemajuan. Hanya saja..."
Mereka berhenti berjalan.
Mo Bei menoleh menatap Xiang Wan.
Ia menunggu Xiang Wan melanjutkan kata katanya.
Xiang Wan berkata lagi," aku dan Yi en, merasa sedikit aneh dengan sikapnya. Ia seperti sedang banyak pikiran. "
Mo Bei ,"mungkin kau dan Yi En terlalu mengkhawatirkannya. "
Xiang Wan menatap Mo Bei.
Ia menjawab," sepertinya begitu."
Mo Bei," tapi jika itu masih belum membuatmu tidak tenang. Kau bisa sesekali menemaninya. "
Xiang Wan ," kau benar. "
Ia menarik nafas.
Dan berkata," jika seandainya Yi En tidak diberikan cuti sementara waktu. Aku bisa lebih tenang."
Xiang Wan mulai berjalan lagi.
Mo Bei tibatiba berkata," sepertinya, Shen Yi En sudah membuatmu tergantung padanya. "
Xiang Wan menghentikan langkahnya. Ia mendengarkan kata kata Mo Bei.
Lalu ia menoleh.
Mo Bei tersenyum.
Ia berjalan mendekati Xiang Wan.
Dan berkata," aku tidak salah bicara sepertinya. Baguslah. Kau sudah bukan Yao Xiang Wan yang suka sibuk mengerjakan seluruh pekerjaanmu sendirian lagi. Ada teman sekerja yang kau bisa berbagi dengannya."
Xiang Wan menatap Mo Bei.
Ia berpikir kata kata Mo Bei memang benar.
Ia tersenyum pada Mo Bei.
Mo Bei pun tersenyum.
Lalu mereka berjalan lagi.
Mo Bei perlahan menggandeng tangan Xiang Wan.
Xiang Wan tersenyum menatap Mo Bei.
Mereka berjalan sambil bergandengan tangan.
Keesokan harinya.
Yi En keluar dari apartemennya saat hari hampir siang.
Seperti biasa ia suka berjalan kaki dan menunggu di halte bus.
Sesekali ia naik MRT.
Ia hendak menemui Lin Xiang lagi.
Ternyata Xiang Wan juga hendak menemui Lin Xiang.
Saat Yi En turun dari bus.
Ia memberikan uang pada petugas di perhentian halte bus.
Bus sudah berjalan pergi.
Ia menatap petugas halte itu.
Seorang laki laki setengah baya.
Laki laki itu tersenyum ramah.
Tapi saat Yi En menatapnya.
Tiba tiba ia teringat sesuatu. Diingatannya ada wajah laki laki setengah baya itu, samar samar tapi pasti.
Ingatan tentang masa lalunya yang selama ini terus menghantuinya.
Dimana ia mengalami trauma karena air.
Yi En pun terkejut.
Ia segera mundur kebelakang dan tidak sengaja menabrak orang yang mengantri dibelakangnya.
Yi En menjadi panik.
Petugas itu segera mendekati Yi En, ia terlihat khawatir. Dan berkata," kau tidak apa apa, Nona?"
Yi En menjadi bertambah ketakutan dan bertambah panik.
Ia segera menghindar dan lari.
Petugas itu berteriak," Nona?!"
Yi En tidak mempedulikannya dan tetap lari.
Ternyata petugas itu adalah Wang Wei.
Ayah Lu Chun. Karena ia tidak ingin merepotkan Lu Chun. Dan ia ingin menyibukkan diri. Akhirnya ia bekerja sebagai petugas halte.
Lu Chun belum mengetahuinya.
Sementara itu Xiang Wan yang sedang naik dengan mobilnya, tanpa sengaja sekilas ia melihat Yi En di pinggir jalan yang sedang berlari dan tingkahnya sedikit aneh.
Xiang Wan segera menyalakan lampu sein mobilnya dan mengikuti Yi En.
Ia merasa Yi En sedikit aneh.
Ia segera menghentikan mobilnya dan turun.
Ia berlari mendekati Yi En.
Saat sudah dekat, tangannya memegang pundak Yi En.
Yi En yang sedang ketakutan dan panik.
Ia begitu terkejut, ia mengelak dan terjatuh.
Xiang Wan terkejut melihatnya.
Ia segera duduk dan memegang lengan Yi En.
Xiang Wan," Yi En?!..."
Yi En menutup mukanya dengan kedua tangannya ," tidak! lepaskan aku! Aku mohon , pergilah!"
Xiang Wan," Shen Yi En! Ini aku, kak Wan!..."
Yi En masih menutup mukanya," tidak!..."
Xiang Wan," Yi En?!..."
Yi En mulai diam, ia perlahan membuka tangannya dan melihat Xiang Wan di hadapannya.
Wajah Yi En terlihat begitu ketakukan.
Tidak seperti Yi En.
Xiang Wan," Yi En..."
Lalu Yi En segera memeluk Xiang Wan.
Xiang Wan terkejut.
Beberapa saat Xiang Wan menepuk pelan punggung Yi En dan berkata," tenanglah, Yi En."
Yi En mulai tenang.
Lalu Xiang Wan memapah Yi En ke mobilnya.
Mereka berhenti di depan mini market.
Xiang Wan membelikan minuman untuk Yi en.
Di dalam mobil.
Setelah Yi En minum.
Ia sudah lebih tenang.
Akhirnya Xiang Wan memberanikan diri untuk bertanya.
Xiang Wan," apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau bisa sampai begitu ketakutan?"
Yi En terdiam sebentar.
Ia menoleh ke Xiang Wan.
Lalu ia menunduk.
Xiang Wan menarik nafas melihat Yi En.
Lalu ia berkata," jika kau tidak mau menceritakan padaku tidak apa apa. Aku hanya..."
Yi En tiba tiba menyaut dan berkata," aku...bertemu dengan seseorang yang membuatku teringat akan kejadian di masa laluku."
Xiang Wan menatap Yi En.
Ia terkejut mendengar kata kata Yi En.
Xiang Wan," orang itu...melakukan apa padamu?"
Yi En menggelengkan kepalanya.
Ia menjawab," aku tidak ingat semuanya. "
Xiang Wan," kau mau aku antar pulang?"
Yi En menjawab dengan mengangguk.
Lalu Xiang Wan mengantar Yi en.
Di perjalanan, Yi En tertidur.
Sampai di depan apartemen.
Xiang Wan melihat Yi En.
Yi En masih tertidur, tapi wajahnya penuh dengan keringat.
Ia memegang dahi Yi En, ternyata Yi En demam.
Xiang Wan memegang lengan Yi En, dan berkata," Yi En..."
Yi En membuka pelan matanya.
Ia sedikit tidak enak badan.
Yi En," kak Wan. Kita sudah sampai?"
Xiang Wan mengangguk dan menjawab," kau sepertinya demam. Kau tidak apa apa? "
Yi En menyeka keringatnya di dahinya.
Yi En menjawab," aku tidak apa apa. Terima kasih kak Wan sudah mengantarku."
Yi En membuka pintu mobil dan hendak turun dari mobil.
Tapi ia merasa pusing.
Ia pun segera berpegangan pada pintu mobil.
Xiang Wan," Yi en?!..."
Ia segera turun dari mobil dan berlari mendekati Yi En.
Dua tangannya memegangi lengan Yi En.
Xiang Wan," lebih baik kita ke rumah sakit."
Yi En," tidak kak Wan. Aku tidak apa apa. Aku istirahat di rumah saja. "
Xiang Wan menatap Yi En.
Ia terlihat khawatir pada Yi En, " tapi Yi En..."
Yi En memegang tangan Xiang Wan.
Ia berusaha memperlihatkan ia baik baik saja.
Ia menjawab dengan tenang," kak Wan. Aku tidak apa apa. Aku hanya minta tolong. Bisa Bantu aku ke atas?"
Xiang Wan akhirnya mengangguk," baiklah."
Xiang Wan pun memapah Yi En hingga ke apartemen.
Dan membantu Yi En berbaring di tempat tidur.
Lalu menyelimuti Yi En.
Yi En," terima kasih kak Wan..."
Xiang wan mengangguk," istirahatlah. "
Yi En tersenyum kecil.
Ia pun menutup matanya.
Xiang Wan melihat wajah Yi en yang pucat.
Lalu Xiang Wan memasukkan tangan Yi En ke dalam selimut.
Dan setelah itu ia hendak hendak pergi.
Tapi tanpa diduga tangan Yi En memegang tangannya.
Xiang Wan terkejut.
Ia menoleh menatap Yi En.
Yi En masih tertidur.
Xiang Wan menarik nafas.
Akhirnya ia pun duduk disamping Yi En.
Ia menyeka keringat Yi En.
Tapi ternyata demam Yi En tinggi.
Ia berjalan ke dapur, mengambil air dalam baskom dan handuk kecil.
Lalu ia kembali ke kamar Yi En.
Ia mengompres dahi Yi En.
Beberapa kali ia menggantinya.
Lagi lagi trauma Yi En membuatnya sampai demam.
Yi En terus mengigau.
Cukup lama Xiang Wan menunggui Yi En.
Akhirnya ia menelepon Wei Wei dan memberitahu Wei Wei tentang keadaan Yi En.
Wei Wei pun bergegas pulang.
Sampainya Wei Wei di apartemen.
Wei Wei melihat Yi En.
Wei Wei," Yi En..."
Xiang Wan," sepertinya demamnya sudah menurun. "
Wei Wei mengangguk," syukurlah. Sebenarnya apa yang terjadi padanya?"
Mereka pun berjalan keluar kamar dan duduk di sofa.
Xiang Wan menceritakan apa yang terjadi pada Yi En.
Wei Wei," dia bertemu dengan siapa?..."
Ia menarik nafas.
Lalu berkata lagi," lagi lagi traumanya membuatnya sampai demam. Aku yakin orang itu berkaitan dengan apa yang terjadi padanya dulu."
Xiang Wan mendengarkannya.
Ia berkata," dia mengalami kejadian dimasa lalu. Sebenarnya seperti apa kejadiannya?"
Wei wei," Yi en... tidak menceritakan semuanya padaku. Dia bilang, dia tidak ingat. Yang dia ingat dia tenggelam di sungai. Dan dia melihat seorang laki laki. Hanya itu yang dia ingat. Semakin dia ingin mengingat, semakin membuatnya ketakutan."
Xiang Wan menatap Wei Wei.
Ia terdiam.
Dan berkata dalam hati," tenggelam di sungai?..."
Xiang Wan," Yi En mengalami hal itu, saat dia berumur berapa?"
Wei Wei menggelengkan kepalanya," aku tidak begitu ingat. Aku bertemu dengannya..."
Tiba tiba handphone Xiang Wan bunyi.
Ternyata Yu Jiang.
Setelah mengangkatnya.
Ia berkata pada Wei wei," baiklah Wei Wei. Sepertinya aku harus pergi. "
Xiang Wan berdiri.
Sebelum berjalan, ia berkata lagi pada Wei Wei," kau bisa buatkan bubur untuknya. "
Wei Wei mengangguk," baiklah kak Wan. Kau tenang saja. Aku akan menjaganya dengan baik."
Xiang Wan tersenyum.
Lalu ia keluar.
Wei Wei," terima kasih Kak Wan."
Xiang Wan mengangguk , lalu ia berjalan memasuki lift.
Di mobilnya, ia memikirkan kata kata Wei Wei tentang apa yang terjadi pada Yi en dimasa lalunya.
Ia pikir kejadian Yi En tenggelam di sungai mirip dengan adiknya.
Xiang Wan," mungkinkah...Yi En adalah Xiao Qing?..."
Xiang Wan menggelengkan kepalanya," tidak... Guan Xian bilang Yi En tumbuh besar di panti asuhan. Itu artinya dia sudah sejak kecil tinggal di panti asuhan. Sedangkan Xiao Qing hilang saat ia berumur 13 tahun. Tidak mungkin..."
Xiang Wan menarik nafas panjang.
Yi En akhirnya terbangun.
Ia berjalan keluar kamarnya.
Saat hendak mengambil minum, ia melihat Wei Wei sedang ada di dapur.
Yi En," Wei Wei?..."
Wei Wei menoleh ia tersenyum, sambil meletakkan semangkuk bubur hangat di meja makan ia menjawab," kau sudah bangun. Aku buatkan bubur hangat untukmu. Makanlah selagi hangat."
Yi En duduk di kursi meja makan.
Ia menatap bubur di meja. Lalu ia menatap Wei Wei sahabatnya.
Yi En," kenapa kau sudah pulang?"
Wei Wei mengambil air minum untuk Yi En.
Lalu untuknya.
Ia duduk di depan Yi en dan berkata," kak Wan meneleponku. Dia memberitahuku bahwa kau demam. Jadi aku segera pulang. "
Yi En ," jadi begitu. Kak Wan...dia sempat menungguiku ?"
Wei Wei mengangguk," sepertinya cukup lama. Ia sempat mengompresmu beberapa kali. Saat aku sampai, demammu sudah turun."
Yi En menarik nafas panjang.
Lalu ia berkata," maaf aku sudah merepotkan kalian."
Wei Wei tersenyum dan menjawab," kau sepertinya selalu lupa kalau aku ini sahabat baikmu."
Yi En pun tersenyum mendengarnya.
Wei Wei," makanlah buburnya."
Yi En mengangguk.
Lalu ia mulai memakan bubur buatan Wei Wei.
Wei wei tersenyum senang," tentu saja. Meski hanya itu keahlianku dalam memasak."
Yi En tersenyum.
Sambil Yi En terus melahap buburnya.
Wei wei mulai bertanya," Yi En...sebenarnya kau bertemu dengan siapa?"
Yi En terdiam.
Ia menoleh pada Wei Wei dan berkata," aku tidak tahu. Tapi...orang itu selalu ada diingatanku setiap aku teringat kejadian dimasa lalu."
Wei Wei berpikir sebentar.
Lalu ia berkata," kau bertemu dengannya dimana?"
Yi En," dia seorang petugas di halte bus. Dia...laki laki setengah baya."
Wei Wei," mungkinkah petugas di halte bus itu ada kaitannya dengan apa yang terjadi padamu waktu itu?"
Yi En menggelengkan kepalanya," aku tidak tahu. Aku tidak ingat dengan jelas semuanya. Setiap muncul kejadian itu, hanya sepotong dan samar samar."
Wei wei menatap Yi en.
Lalu Wei Wei berkata," kau...mau konsultasi di psikiater? Mungkin itu bisa membuatmu teringat ."
Yi En menatap Wei Wei," bukankah kau tahu juga, aku sudah sering ke psikiater. Tapi mereka masih sulit membuka alam bawah sadarku yang terkunci rapat."
Wei Wei mengangguk," kau benar. "
Lalu Wei Wei menepuk tangan sahabatnya dan berkata," sudahlah. Jangan terlalu dipikirkan. Itu hanya akan membuatmu tambah stress. Perlahan saja. Aku yakin suatu hari nanti kau akan ingat perlahan."
Yi En tersenyum mengangguk.
Wei Wei," makanlah. "
Yi En pun melanjutkan makannya lagi.
Wei Wei," nanti sore aku yang akan bergantian memasak untuk makan malam kita. Bagaimana?"
Yi En menatap Wei Wei.
Lalu ia menjawab," bagaimana jika kita memesan makanan saja? "
Wei Wei melirik Yi En.
Lalu ia berkata," baiklah. "
Yi En tersenyum.
Dan mengangguk.
Xiang Wan siang itu menemui Lin Xiang.
Ia melihat Lin xiang cukup semangat.
Tapi ia melihat sedikit aneh pada Lin Xiang.
Lagi lagi Lin Xiang tiba tiba terdiam.
Ia seperti tertekan dan memikirkan sesuatu.
Xiang Wan cukup mengkhawatirkan Lin xiang.
Seperti yang diminta Yi En pada Zhou Nan.
Ia juga meminta Zhou Nan untuk terus menemaninya.
Setelah itu Xiang Wan melihat syuting iklan Xu Ling. Ada David disana.
Setelah syuting selesai.
Xu Ling mendekati Xiang Wan.
Xu Ling," kak Wan kau datang. "
Xiang Wan mengangguk," aku ingin melihatmu, beberapa hari ini kau sangat sibuk dengan beberapa syuting iklan dan acara kontes music. Jangan lupa untuk makan teratur dan minum vitamin."
Xu Ling tersenyum," terima kasih kak Wan. Aku senang kau kemari."
Xiang Wan tersenyum.
Ia menepuk lengan Xu Ling.
Dan berkata," jangan lupa sempatkan untuk menjenguk Guan Xian."
Xu ling mengangguk," tentu saja aku tidak akan lupa."
Xiang Wan tersenyum.
Sore itu Xiang Wan pulang cepat.
Itu membuat Bibinya terkejut melihat Xiang wan sudah berada dirumah.
Karena Mo Bei sedang sibuk menyelidiki kasus.
Jadi Xiang Wan pulang lebih cepat.
Ia membantu bibinya di dapur menyiapkan makan malam.
Zhu He," tumben sekali kau hari ini pulang sore. "
Xiang wan tersenyum.
Dan menjawab," bibi tidak rindu padaku?"
Zhu He," kau ini. "
Zhu He menggelengkan kepalanya.
Zhu He," sepertinya keponakanku sedang dekat dengan seseorang. Kau...tidak mau mengajaknya untuk makan malam bersama dirumah?"
Xiang Wan tersenyum.
Ia melirik bibinya.
Zhu He lebih dekat lagi.
Ia berkata," Xiang Xiang. Kau mau menunggu apa lagi?"
Xiang Wan," bibi. Nanti saja."
Zhu He lalu melanjutkan memasak lagi.
Sambil ia berkata," kau ini lamban sekali."
Xiang Wan menoleh," kakak besar. Kau suka sekali menggoda dan mengataiku."
Zhu He tersenyum senang.
Beberapa saat Xiang Wan berkata lagi," bibi...Yi En dia pernah mengalami kejadian dimasa lalunya. Dia pernah tenggelam di sungai."
Zhu He menoleh.
Ia terkejut mendengarnya.
Xiang Wan," Yi En dia tinggal dan tumbuh di panti asuhan."
Zhu He ," benarkah?! "
Xiang Wan mengangguk.
Zhu He menarik nafas.
Ia berkata," sungguh gadis yang hebat. Ia bisa melalui semua itu."
Xiang Wan terdiam sebentar.
Lalu ia berkata lagi," kejadian yang dia alami. Membuatku ingat pada Xiao Qing."
Zhu He menghentikan masaknya.
Ia menoleh ke Xiang Wan.
Xiang Wan menatap bibinya.
Xiang Wan," aku sampai berpikir Yi En adalah Xiao Qing."
Zhu He terdiam sebentar.
Ia mematikan kompornya.
Lalu ia menoleh pada ponakannya.
Dan berkata," Xiang Xiang. Jangan begitu. Kau masih belum bisa merelakan kepergian adikmu. Xiao Qing tidak akan tenang disana melihatmu seperti ini."
Xiang Wan menarik nafas.
Ia berkata pelan," aku masih yakin bahwa Xiao Qing masih hidup. Aku akan merelakannya jika tubuhnya sudah ditemukan. "
Zhu He menatap keponakannya.
Ia begitu sedih mendengar Xiang Wan.
Xiang Wan,"maafkan aku bi. Lebih baik aku mandi dulu."
Lalu Xiang Wan berjalan ke kamarnya.
Zhu He menghela nafas.
Ia mengusap dahinya.
Lalu ia melanjutkan memasak lagi.
Xiang Wan masih berdiri di balik pintu kamarnya.
Ia terdiam cukup lama disana.
Lalu beberapa saat setelah itu iapun mandi.
Beberapa hari berlalu.
Lin Xiang makin giat berlatih.
Ia yakin bisa menampilkan akting yang hebat.
Karena ia merasa bahwa perannya sangat mirip dengannya.
Suatu hari ia melihat di weibo tersebar foto Luo Feng sedang bertemu dengan Fan Mei di sebuah cafe lagi.
Lin Xiang terkejut melihatnya.
Ia sangat marah dan tidak terima.
Ia masih belum bisa melupakan Luo Feng ternyata.
Karena itu, ia meluapkan emosinya saat berlatih geladi bersih untuk pertunjukkan besok.
Ada beberapa penggemar Lin Xiang datang melihat Lin Xiang berlatih.
Lalu saat Lin Xiang sedang beristirahat.
Penggemarnya ingin memberikan beberapa hadiah dan bunga untuk Lin Xiang.
Zhou Nan berkata pada Ju Di bahwa penggemar Lin xiang ingin bertemu sebentar untuk memberikan hadiah, bunga dan semangat.
Akhirnya Ju Di pun memberikan ijin hanya 10 menit.
Tanpa memberitahu Lin Xiang.
2 perwakilan penggemarnya masuk ke ruang istirahatnya bersama Zhou Nan.
Awalnya Lin Xiang diam, ia menerima hadiah dan bunga itu.
Tapi saat salah 1 penggemarnya berkata," kau harus semangat Lin Xiang. Meskipun apa yang sudah dilakukan Luo Feng padamu. Tapi kami yakin kau pasti bisa melewatinya. Kami selalu mendukungmu."
Lin Xiang terkejut mendengarnya.
Emosinya pun tidak terkontrol.
Ia membuang semua hadiah dan bunga pemberian para penggemarnya.
Lalu ia berteriak," kalian tahu apa?! Keluar!"
Zhou Nan terkejut mendengarnya.
Judi yang mendengar suara teriakan Lin xiang, ia segera berlari masuk.
Ju di," Lin Xiang?!"
Lin Xiang tiba tiba menutup 2 telinganya dengan 2 tangannya.
Ia berteriak lagi," keluar!"
Judi menoleh pada Zhou Nan," bawa mereka keluar dulu."
Zhou Nan mengangguk.
Lalu Zhou Nan membawa 2 penggemar itu keluar.
Diluar Zhou Nan mengucapkan permohonan maaf pada mereka dan berharap mereka memakluminya karena Lin Xiang akhir akhir ini sedang lelah untuk menyiapkan pertunjukkannya.
2 penggemarnya terlihat sedikit kesal.
Tanpa bicara apapun mereka pergi.
Zhou Nan menarik nafas.
Lalu ia hendak menelepon Xiang Wan.
Tapi tiba tiba Yi En datang.
Yi En sempat melihat dari kejauhan saat Zhou Nan membungkuk pada 2 orang perempuan.
Yi En,"Zhou Nan. Siapa mereka?"
Zhou Nan melihat Yi En.
Ia menghela nafas lega dan berkata," kak Yi En, kau datang. Kau tahu, Lin Xiang emosinya sedang tidak stabil. 2 orang perempuan tadi adalah penggemarnya. Mereka baru saja bertemu dengan Lin xiang dan mereka ingin memberikan semangat dan hadiah padanya. Tapi Lin Xiang tiba tiba memarahi mereka dan menyuruh mereka keluar."
Yi En terkejut mendengarnya.
Yi En,"apa? Memangnya apa yang membuat emosi Lin Xiang tidak stabil?"
Zhou Nan," itu karena foto Luo Feng dan Fan Mei yang tersebar di Weibo. "
Yi En lalu berjalan ke ruang istirahat Lin Xiang diikuti Zhou Nan.
Ia masuk ke dalam dan melihat Lin Xiang hanya duduk diam.
Sedang Judi berdiri sambil ia sedang berkata," kau sebaiknya bersiap siap untuk mengucapkan maaf pada mereka."
Lalu Lin Xiang dan Ju di melihat Yi En masuk.
Judi menarik nafas dan berkata," kebetulan sekali kau datang Shen Yi En. Kau bisa membujuknya. "
Lalu Ju Di berjalan keluar.
Yi En mendekati Lin Xiang.
Ia duduk di samping Lin Xiang.
Sedang Zhou Nan mengerti ia lebih baik keluar juga.
Yi En merangkul Lin Xiang.
Dan menepuk pelan punggung Lin Xiang.
Yi En hanya diam dan menemani Lin Xiang saja.
Lin Xiang perlahan meneteskan air matanya.
Tiba tiba ia berkata sedikit pelan," aku lelah sekali..."
Lin Xiang menyandarkan kepalanya di pundak Yi En.
Yi En lalu berkata," aku mengerti. Kau bisa istirahat Lin Xiang. Kita ini juga adalah manusia biasa. "
Lin Xiang hanya diam.
Cukup lama Yi En menemani Lin Xiang.
Lalu ia memastikan Lin Xiang pulang dan istirahat.
Saat ia keluar.
Ju di masih ada disana.
Ju Di," kau sedang cuti, tapi kau masih saja bekerja. "
Yi En tersenyum melihat Ju Di.
Lalu ia berkata," aku hanya ingin menjenguk Lin Xiang. "
Ju Di," baguslah. Ada kau yang menemaninya. Jadi aku tidak perlu terlalu susah membujuknya."
Yi En menatap Ju Di yang hendak berjalan pergi.
Lalu Yi En berkata," Ju Di...aku tahu kau sudah membantuku untuk menjaga Lin xiang. Terima kasih Ju Di."
Ju Di menghentikan langkahnya.
Yi En berkata lagi," bantulah aku, untuk selalu menemaninya dan lebih memperhatikannya. Aku rasa dia sedang banyak pikiran."
Ju Di menoleh dan menatap Yi en.
Ia berkata," kau tidak perlu mengajariku. Aku memang melakukannya. Tapi, sepertinya dia tidak apa apa. Ada Zhou Nan yang menemaninya juga. "
Lalu Judi berjalan pergi.
Yi en menarik nafas melihat Judi.
Saat ia di bus.
Ia menelepon Xiang Wan.
Xiang Wan sedang ada dimobil, ia baru saja selesai menemani Ruan Lian Hua seharian.
Yi En," kak Wan..."
Xiang Wan," Yi En. Kau...sedang di bus?"
Yi En mengangguk.
Dan menjawab," aku baru saja pulang dari mengantar Lin Xiang sampai diapartemennya."
Xiang Wan," kau menemaninya sejak siang?"
Yi En," iya. Awalnya aku hanya ingin melihatnya sebentar. Tapi ada kejadian tadi. Lin Xiang memarahi 2 penggemarnya. Dia sedang emosi karena foto Luo Feng dan Fan Mei yang tersebar di Weibo."
Xiang Wan menarik nafas mendengarnya.
Ia memang sudah melihat foto itu di Weibo.
Tapi ia belum sempat menemui Lin Xiang.
Xiang Wan," aku sudah melihat foto mereka. Sepertinya Lin Xiang memang masih belum bisa melupakan Luo Feng. Aku belum sempat menemui Lin Xiang hari ini, karena aku harus menemani kak Lien Hua dan ada meeting dikantor. Maafkan aku Yi En."
Yi En," tidak apa apa kak Wan. Kau tenang saja. Aku sudah menenangkannya. Hanya saja...aku sepertinya besok tidak bisa datang ke pertunjukkannya. Aku harus pulang..."
Yi En akhirnya memberanikan diri berkata," kepala suster di panti asuhan tempat aku tinggal dulu, dia sedang sakit parah. Aku harus menjenguknya."
Xiang Wan mendengarnya.
Ia berkata," baiklah. Tidak apa apa Yi En. Lagipula kau memang sedang diberikan cuti. Kau tidak harus bekerja. "
Yi En," tapi kak Wan. Aku rasa kau harus menemaninya. Aku hanya merasa dia belum stabil. "
Xiang Wan menjawab," tenang saja. Aku akan usahakan untuk datang dan menemaninya besok. "
Yi En," baiklah kak Wan. "
Xiang Wan," Yi En, kenapa kau tetap bekerja saat kau diberikan cuti. Aku tidak memberikanmu gaji lebih."
Yi En tersenyum mendengarnya.
Ia menjawab," aku...tidak bisa diam saja di rumah. Kak Wan, kau harus bertanggungjawab karenamu aku jadi kecanduan bekerja. Dan lagipula kau mengatakan bahwa aku harus fokus untuk membantumu menjadi manager artis. Jika kak Wan tidak bisa memberikanku gaji lebih, paling tidak kak Wan bisa mentraktirku makan."
Xiang Wan tersenyum.
Ia berkata," baguslah. Itu membuatmu untuk lebih yakin, bahwa kau memang mampu menjadi manager artis. Aku akan mentraktirmu makan setelah kau pulang."
Yi En," baiklah kak Wan. Aku harus turun dari bus. "
Xiang Wan," hati hati Yi en."
Yi en mengangguk," terima kasih kak Wan.
Lalu ia menutup teleponnya.
Dan ia turun dari bus.
Seperti biasa Lu chun sudah menungguinya.
Mereka pun pulang bersama.
Lu Chun mengantar Yi En sampai naik ke apartemen Yi En.
Lu Chun," besok hati hatilah. Kabari aku jika kau sudah sampai di panti asuhan."
Yi En mengangguk.
Lu Chun mencium kening Yi En.
Tiba tiba pintu terbuka.
Wei Wei hendak mengantar Qi Lei keluar.
Mereka berdua terpaku melihat Lu Chun dan Yi En.
Lu Chun pun berhenti dan Yi en menoleh ke belakang.
Qi Lei," maafkan kami. Aku bisa menutup pintu lagi jika kalian mau lanjutkan."
Wei Wei tersenyum mendengar kata kata Qi Lei.
Lu Chun pun sedikit salah tingkah karena malu.
Ia berkata," tidak perlu. Aku sudah selesai dan mau pulang."
Wei wei," baguslah. Kalian bisa keluar apartemen bersama."
Lalu Wei Wei mendorong Qi Lei keluar dan menarik Yi En ke dalam.
Wei Wei berkata lagi," bye bye."
Wei Wei segera menutup pintu.
Qi Lei dan Lu Chun masih berdiri.
Lalu mereka saling bertatapan beberapa saat.
Setelah itu mereka keluar bersama.
Wei Wei tertawa kecil melihat sahabatnya.
Yi En," kau senang?"
Wei wei mengangguk.
Yi En melirik Wei Wei. Lalu ia segera berjalan masuk ke kamarnya.
Wei Wei tertawa dan mengikuti Yi En.
Dikamar ia masih menggoda Yi En.
Xiang Wan bertemu dengan Mo Bei di wanton nenek.
Seperti biasa mereka menikmati wonton.
Xiang Wan," beberapa hari lalu. Aku sempat berpikir bahwa Yi En adalah Xiao Qing."
Mo Bei menatap Xiang Wan.
Xiang Wan," Yi En mengalami kejadian dimasa lalunya. Ia pernah tenggelam di sungai. Karena itu ia trauma dengan sungai, kolam dan laut."
Mo Bei," dan karena itu kau mengira Yi En adalah Xiao Qing. Mereka sama sama tenggelam di sungai."
Xiang Wan mengangguk.
Xiang Wan," dan Yi En tinggal dan tumbuh besar di panti asuhan."
Mo Bei terkejut mendengarnya.
Lalu ia berkata," kau tidak bertanya padanya, sejak kapan dia ada dipanti asuhan?"
Xiang Wan," aku...belum berani untuk menanyakan hal itu padanya.
Kau tahu, karena dia bertemu dengan seorang laki laki yang mengingatkannya pada kejadian dimasa lalunya. Ia begitu ketakutan. Sampai sampai membuatnya demam."
Mo Bei," dia bertemu dengan seorang laki laki?"
Xiang Wan mengangguk.
Mo Bei terdiam sebentar.
Sementara itu Xiang Wan berkata," tapi, Yi En tinggal dan tumbuh besar dipanti asuhan. Itu artinya, ia sejak kecil sudah disana. Sedangkan Xiao Qing, dia menghilang saat berusia 13 tahun."
Mo Bei mendengarnya.
Ia mengangguk.
Tapi ia masih memikirkan tentang laki laki itu.
Mereka berjalan jalan seperti biasa setelah mereka makan.
Xiang Wan," Mo Bei? Besok kau bisa membantuku?"
Mo Bei menoleh," baiklah. Katakan saja."
Xiang Wan," datanglah ke pertunjukkan seni teater Lin Xiang. Setelah itu aku akan menyusul. Aku harus pergi menemani Ruan Lien Hua dulu. Dan menemui kak Jing Wan di star tv untuk membicarakan film pendek yang akan dibintangi Xu Ling."
Mo Bei," sepertinya, kau jadikan aku rekan kerjamu."
Xiang Wan tersenyum mendengarnya.
Dan menjawab," itu hanya akan berlangsung sampai Yi En masuk lagi.
Lagipula besok Yi En bilang mau pulang ke panti asuhan. Kepala suster dipanti asuhan ia tinggal, sedang sakit parah."
Mo Bei mengangguk.
Xiang Wan," setidaknya kau bisa membantuku untuk memastikan bahwa Lin Xiang baik baik saja."
Mo Bei,"kau memang benar benar selalu mengkhawatirkan artismu."
Xiang Wan pun menceritakan tentang apa yang dilakukan Lin Xiang hari ini.
Keesokannya.
Pertunjukkan seni teater dimulai.
Yi En di perjalanan menuju panti asuhan.
Ia meminjam mobil Wei wei.
Karena Wei tidak bisa mengantarnya.
Yi En meminta Zhou Nan untuk mengirim video pertunjukkan Lin Xiang saat berlangsung.
Mo Bei sudah duduk di kursi penonton.
Mo Bei mengirim video penonton yang cukup banyak hendak melihat pertunjukkan seni teater.
Xiang Wan yang menunggui Ruan Lien Hua. Ia melihat video kiriman Mo Bei.
Ia tersenyum dan masih tenang.
Pertunjukan pun dimulai.
Lin Xiang mulai menunjukkan aktingnya.
Tapi tiba tiba, penggemarnya berteriak dan berkata," kami membencimu Lin Xiang! Turun dari panggung! Cepat turun!"
Lin Xiang terkejut mendengarnya.
Begitu juga Zhou Nan dan Judi.
Mo Bei segera berdiri.
Ia menghubungi Xiang wan.
Dan membiarkan Xiang Wan mendengarnya.
Xiang wan begitu terkejut.
Ia segara mendekati asisten Lien Hua. Dan mengatakan ia harus pergi karena ada urusan mendadak yang harus ia selesaikan.
Ruan Lien Hua mengetahuinya.
Ia menghentikan syutingnya sebentar.
Lalu mengangguk pada Xiang wan.
Xiang Wan pun membalas dengan mengangguk. Dan ia berjalan pergi.
Saat di mobil, ia mendapat telepon dari kak Jing Wan direktur star tv.
Kak Jing Wan memberitahu bahwa ia sengaja sudah menunggu Xiang Wan. Ia begitu antusias untuk membicarakan kontrak mengenai film pendek Xu Ling.
Akan ada sutradara Gao lagi yang juga ikut hadir.
Xiang Wan cukup bingung kali itu.
Lalu akhirnya ia memutuskan untuk menemui Kak Jing Wan dulu.
Sebelum sampai di star tv, Xiang wan menghubungi Judi.
Judi dan Zhou Nan sudah membawa Lin xiang di ruang istirahat.
Lalu Xiang Wan meminta Judi untuk membawa Lin xiang pulang ke apartemen dan menemaninya selalu.
Mo Bei akan membantu mereka untuk pergi dari gedung seni teater itu.
Judi pun melakukannyan.
Mo Bei juga membantu mereka hingga mereka bisa keluar dari gedung seni teater karena banyak penggemar Lin xiang yang masih menunggui disana.
Sementara itu, Yi En juga mengetahui kejadian itu.
Ia sempat melihat sebentar dari video yang dikirim Zhou Nan.
Perasaan Yi En tidak tenang.
Hingga akhirnya setelah memastikan bahwa Suster kepala melewati masa kritisnya.
Malam itu juga Yi En memutuskan untuk pulang.
Xiang Wan setelah selesai meeting dengan kak Jin Wan dan sutradara Gao.
Ia menelepon Judi.
Judi yang masih bersama dengan Lin Xiang.
Memberikan teleponnya pada Lin Xiang.
Lin Xiang ,"kak Wan. Tenanglah. Aku tidak apa apa. Kau tidak perlu kemari."
Xiang Wan," Lin Xiang. Kau yakin tidak apa apa?"
Lin Xiang," iya kak Wan. Aku hanya perlu segera tidur."
Xiang Wan menghentikan mobilnya dan meminggirkan mobilnya ditepi.
Xiang Wan," Lin Xiang."
Lin Xiang," kak Wan. Benar aku tidak apa apa."
Xiang Wan menarik nafas.
Meski sebenarnya perasaanya tidak enak.
Tapi akhirnya ia berkata," baiklah kalau begitu. Kau segeralah tidur. Besok pagi pagi, aku akan kesana menemanimu."
Lin Xiang tersenyum," baiklah. Terima kasih kak Wan."
Lin Xiang menutup teleponnya dan memberikan pada Judi.
Judi," baiklah kalau begitu kau tidurlah. Jangan minum birmu lagi. Aku sudah menyimpannya."
Lin Xiang mengangguk.
Ia berjalan menuju tempat tidurnya.
Meski pandangannya kosong.
Judi tidak merasakannya sama sekali.
Lalu ia dan Zhou Nan meninggalkannya.
Xiang Wan yang masih menghentikan mobilnya.
Sebenarnya ia tidak tenang.
Akhirnya ia memutuskan untuk memutar mobilnya dan pulang.
Yi En yang masih diperjalanan pulang malam itu.
Ia menelepon Xiang Wan.
Karena ia tidak bisa menelepon Lin Xiang.
Lin Xiang sengaja mematikan handphonenya.
Xiang Wan yang baru masuk dikamarnya.
Ia mengangkat telepon Yi En.
Yi En," kak Wan, aku sedang perjalanan pulang. Telepon Lin Xiang tidak aktif. Karena itu aku meneleponmu. Bagaimana dengannya?"
Xiang Wan," kau pulang malam malam seperti ini?"
Yi En," aku mengkhawatirkan Lin Xiang."
Xiang Wan menarik nafas.
Dan menjawab," aku sudah sempat bicara dengannya. Seharusnya tidak akan apa apa. Biarkan dia istirahat dulu malam ini. Besok pagi pagi kita temui dia."
Yi en terdiam sebentar.
Lalu ia berkata," baiklah. '
Xiang Wan," ini sudah malam. Kau hati hatilah. "
Yi En menjawab," terima kasih Kak Wan. Aku akan hati hati. "
Yi En pun menutup teleponnya.
Yi En merasakan sesuatu.
Saat Yi En sudah sampai di apartemennya, sudah tengah malam. Ia hendak masuk.
Ia mengirim pesan suara ke Zhou Nan.
Ia menanyakan apakah Zhou Nan menemani Lin Xiang malam itu di apartemennya.
Zhou Nan yang belum tertidur menjawab dengan pesan suara," Lin Xiang meminta kami pergi meninggalkannya. Ia ingin sendiri. Besok pagi pagi sekali aku akan ke apartemennya."
Yi En terdiam mendengarnya.
Ia pun masuk ke kamarnya.
Dan duduk di tempat tidurnya.
Dia teringat 8 tahun lalu.
Ia hanya ingin sendiri.
Dan merasa tidak ingin hidup lagi.
Yi En menarik nafas.
Mengingat apa yang ia lakukan dulu.
Lalu ia menelepon Zhou Nan.
Zhou Nan," kak Yi En."
Yi En," Zhou Nan. Maafkan aku mengganggumu. Aku merasa tidak tenang Lin Xiang sendirian. Aku minta tolong padamu. Bisa kau ke apartemennya? Aku akan menyusul juga."
Zhou Nan," baiklah kak Yi En. Aku akan ke sana sekarang. Sebenarnya aku juga tidak tenang saat meninggalkannya tadi. Mata Lin Xiang terlihat berbeda."
Setelah Zhou Nan menutup telephonenya, ia segera pergi ke apartemen Lin Xiang.
Beberapa saat Yi En pun hendak sampai.
Ia sempat menelephone Xiang Wan berkali kali. Sampai akhirnya, Xiang Wan mengangkatnya.
Yi En," kak Wan. Maafkan aku meneleponmu malam malam. Aku dan Zhou Nan menuju ke apartemen Lin Xiang. "
Xiang Wan yang awalnya masih setengah sadar karena sudah tertidur.
Ia terkejut mendengar Yi en.
Xiang Wan," apa? Untuk apa kau dan Zhou Nan ke apartemen Lin Xiang?"
Yi En," maaf kak Wan. Aku benar benar tidak tenang. Zhou Nan bilang, ia ingin sendirian malam ini. Hanya saja Zhou Nan melihat matanya sedikit berdeda. "
Xiang Wan," tapi Yi En..."
Yi En," aku pernah mengalami hal seperti Lin Xiang!"
Xiang Wan terdiam.
Yi En," aku...aku waktu itu ingin sendirian. Dan sikap aneh yang dilakukan Lin Xiang beberapa hari ini. Mirip denganku. Aku hanya ingin memastikan dia tidak akan melakukan hal seperti yang aku lakukan dulu!"
Xiang Wan menarik nafas mendengarnya.
Ia sebenarnya juga tidak tenang. Ia berusaha untuk tidur pulas malam itu dengan minum pil tidur.
Akhirnya Xiang Wan berkata," baiklah. Tunggu aku. Aku akan menyusul."
Xiang Wan menutup telepon Yi En.
Lalu ia segera berganti pakaian. Dan segera pergi dengan mobilnya.
Zhou Nan dan Yi en sudah ada disana. Mereka sudah berkali kali mencoba membuka kode pin untuk pintu masuk
Apartemen Lin Xiang.
Tapi ternyata Lin Xiang sudah sengaja mengubahnya.
Yi En ," Zhou Nan, cepat cari security di bawah!"
Zhou Nan," baiklah."
Zhou nan segera berlari ke bawah dan mencari security yang menjaga apartemen.
Beberapa saat Xiang Wan datang.
Xiang wan," Yi en. Kau masih diluar?"
Yi En," sepertinya Lin xiang mengubah kode pin pintu masuknya. Aku dan Zhou Nan sudah beberapa kali mencobanya. Tapi tidak bisa."
Xiang Wan mencoba membuka pin yang biasa Lin xiang gunakan.
Dan memang benar Lin xiang sudah mengubahnya.
Hati Xiang Wan bertambah berdebar.
Ia tidak menduga Lin Xiang akan mengubahnya.
Zhou Nan pun datang bersama security.
Lalu security itu mencoba mencungkil mesin kode pin di pintu.
Dan beberapa menit kemudian, ia berhasil membuka pintu apartemen Lin xiang.
Yi En dan Xiang wan segera berlari masuk diikuti Zhou Nan dan security.
Dan benar, mereka menemukan Lin Xiang tertidur di kasur .
Disampingnya berjatuhan beberapa obat tidur.
Xiang Wan," Lin Xiang?!"
Yi En segera mencoba memberikan pertolongan pertama dengan melakukan resusitasi di dada Lin Xiang.
Dengan sekuat tenaga dan tepat ia melakukannya.
Dulu ia pernah belajar di klinik saat ada di Jerman.
Xiang Wan memberikan ruang untuk Yi En.
Keadaan begitu menegangkan.
Keringat Yi en mulai bercucuran.
Ia sudah berusaha mencobanya.
Tapi Lin xiang tidak ada tanda tanda apapun.
Ia masih tetap tertidur dan tidak sadar.
Xiang Wan mencoba mengecek dengan 1 jarinya di hidung Lin Xiang.
Xiang Wan meneteskan air matanya.
Ia memegang pundak Yi En.
Xiang Wan," Yi En, sudahlah. "
Yi En," aku tidak akan berhenti sebelum dia bernafas lagi."
Xiang Wan segera memegang 2 lengan Yi En dengan 2 tangannya. Dan ia menatap Yi En," Yi En!..."
Yi En pun menghentikannya.
Xiang Wan menggelengkan kepalanya.
Airmatanya menetes.
Yi En berdiri dan tiba tiba ia terduduk lemas.
Tangannya gemetaran.
Ia menangis.
Ternyata Ju Di sudah datang beberapa saat sebelumnya.
Zhou Nan sempat menghubunginya juga.
Ia melihat semuanya.
Yi En," sudah ku katakan pada kalian berkali kali untuk jangan meninggalkannya sendirian!... kenapa...kenapa kalian tidak mendengarkanku! Kenapa?!!"
Xiang Wan terduduk disamping ranjang Lin Xiang.
Ia meneteskan airmatanya dan menatap Lin Xiang.
Lin Xiang seperti orang yang sedang tertidur pulas.
Makin melihatnya ia sangat merasa bersalah.
Sedang Ju Di, ia juga merasa terpukul.
Keesokan paginya.
Xiang Wan kembali pulang.
Di dalam mobilnya, ia teringat tentang hal hal mengenai Lin Xiang.
Sifat manjanya, saat ia marah dan cemberut. Saat ia begitu gembira dan bersemangat.
Ia pun menangis di dalam mobilnya.
Beberapa saat ia masuk ke rumahnya.
Zhu He dan pamannya juga Qi Lei sudah melihat berita di Weibo.
Hal itu cepat sekali tersebar.
Mereka melihat Xiang Wan begitu terpukul.
Zhu He," Xiang Xiang..."
Xiang Wan," aku lelah sekali. Aku ingin tidur."
Lalu Xiang Wan berjalan ke kamarnya.
Ia pun merebahkan dirinya.
Dan lagi lagi ia hanya diam.
Yu Jiang menarik nafas melihat keponakannya.
Ia tahu, Xiang Wan begitu memperhatikan dan menyayangi artis artisnya.
Apalagi Lin Xiang.
Zhu He," dia sangat terpukul."
Yu Jiang," kita biarkan dulu dia tenang."
Sementara itu, Yi En pun sama.
Ia terus tidur di kamarnya dan tidak pernah keluar.
Ia tidak mau makan dan minum sama sekali.
Sesekali ia hanya diam dan membuka matanya.
...
...
Wei Wei begitu kebingungan melihat Yi En seperti itu.
...
...
Lu Chun sedang sibuk menyelesaikan syutingnya.
Tapi ia mencemaskan Yi En. Karena Yi En sama sekali tidak bisa dihubungi.
Malam itu.
Mo Bei akhirnya mendatangi Xiang Wan.
Karena semalam Xiang wan tidak menerima telepon Mo Bei sama sekali.
Zhu He menyambut Mo Bei.
Dan mengantar Mo Bei ke kamar Xiang Wan.
Zhu He membiarkan Mo Bei bicara dengan Xiang Wan.
Mo Bei memegang pundak Xiang wan yang berbaring di tempat tidur.
Sambil berkata pelan," Xiang Wan..."
Xiang Wan akhirnya meneteskan airmatanya.
Dan berkata," seharusnya, aku mendengarkan Yi En. Aku pun sudah merasa tidak tenang. Kenapa...kenapa aku tidak lebih memperhatikannya?..."
Mo Bei menepuk pundak Xiang Wan.
Xiang Wan," gadis itu...terlihat tidur pulas dan tenang sekali. "
Xiang Wan begitu sedih dan menangis.
Mo Bei menarik nafas mendengarnya.
Ia tidak berkata apapun, ia membiarkan Xiang Wan meluapkan semua kesedihannya.
Ia hanya bisa memeluk Xiang Wan dari belakang.
2 hari pun berlalu.
Berita tentang Lin Xiang sudah meluas.
Luo Feng pun begitu sedih mendengarnya.
Ternyata ia menyesal tentang apa yang sudah ia lakukan pada Lin xiang.
Para penggemar Lin xiang pun juga menyesal.
Mereka memberikan perpisahan untuk Lin Xiang.