WOMEN'S

WOMEN'S
Eps 20



2 hari berlalu.


Xiang Wan sudah lebih baik.


Ia sudah mulai beraktifitas.


Ia olahraga pagi.


Lalu ia sarapan bersama bibi, paman dan Qi Lei.


Tiba tiba handphonenya bunyi.


Ternyata Wei Wei meneleponnya.


Lalu ia mengangkatnya.


Wei Wei," kak Wan. "


Xiang wan," Wei Wei, kenapa?"


Wei Wei," aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Yi En sudah 2 hari ini hanya terus dikamarnya dan tidur. Ia tidak mau makan dan minum sama sekali. Lu Chun pun tidak bisa membujuknya. Kak Wan, aku..."


Xiang Wan," baiklah aku akan ke sana. "


Setelah menutup teleponnya.


Xiang Wan segera meminum susunya.


Zhu He ," Xiang Xiang, kenapa kau terburu buru?"


Qi Lei," Wei Wei yang menelepon? Apa karena Yi En masih belum mau keluar dari kamarnya?"


Xiang Wan mengangguk.


Lalu ia menjawab," kau tahu Qi Lei?"


Qi Lei," beberapa hari ini Wei Wei tidak ke kantor. Ia terus menemani Yi En. "


Xiang Wan," aku akan ke sana. Bibi, paman, aku pergi dulu."


Yu Jiang mengangguk.


Zhu He," hati hatilah."


Sampai Xiang Wan di apartemen Wei Wei.


Wei Wei mengantarnya ke kamar Yi En.


Dan benar Yi En hanya tidur.


Padahal baru 2 hari, Yi en terlihat begitu kurus.


Xiang Wan duduk disamping Yi en.


Ia menarik nafas melihat Yi en.


Wei Wei pun berjalan keluar meninggalkan mereka berdua.


Xiang Wan memegang tangan Yi en.


Dan berkata," Yi En..."


Yi En perlahan membuka matanya.


Ia melihat kak Xiang Wan duduk dekat disampingnya.


Wajah Xiang Wan terlihat begitu khawatir.


Akhirnya, Yi en pun meneteskan air matanya.


1 tangannya menutup matanya.


Xiang Wan memegang tangan kanannya dan menggenggam tangannya.


Yi En," maafkan aku, kak Wan..."


Xiang Wan mengangguk.


Xiang Wanpun tidak bisa menahan air matanya.


Ia berkata," Lin Xiang...dia sudah tidak lelah lagi sekarang. Dia sudah tersenyum dengan senang disana. "


Yi En masih menangis.


Ia menjawab dengan pelan," aku akan sangat merindukannya..."


Xiang Wan mengangguk," kita semua akan merindukannya."


Lalu Xiang Wan mengusap pelan dahi Yi En.


Xiang Wan," kau sudah melakukan yang terbaik Yi En. Dia pasti sangat berterimakasih padamu. "


Setelah beberapa saat tenang.


Yi En akhirnya berusaha untuk duduk.


Xiang Wan yang masih menemaninya.


Ia membantu Yi En duduk.


Yi En begitu lemas dan tidak kuat karena sudah 2 hari ia tidak makan dan minum.


Yi En," kak Wan...terima kasih."


Xiang Wan tersenyum.


Lalu ia memeluk Yi En.


Ia mengelus pelan punggung Yi En.


...


...


Xiang Wan merasa begitu dekat dengan Yi En.


Begitu juga Yi En merasa nyaman.


Setelah melepas pelukannya.


Yi En berkata," aku mau makan."


Xiang Wan tersenyum senang mendengarnya.


Lalu ia berkata," kau sudah merasa lapar sekarang."


Yi En menatap Xiang Wan dan ia sedikit malu.


Siang itu mereka makan bersama di apartemen Wei Wei.


Xiang Wan membuatkan sup wonton.


Mereka menikmatinya.


Setelah itu,


Xiang Wan pergi ke kantor.


Semua menyambutnya dengan baik.


Lalu ia menemui Yu Jiang.


Yu Jiang," aku senang melihatmu sudah kembali lagi Xiang Xiang."


Xiang Wan tersenyum mengangguk.


Yu Jiang," paman ingin memberitahumu bahwa Qili akan mengadakan kerjasama dengan United."


Xiang wan menatap Yu Jiang pamannya.


Ia berkata," kita akan bekerjasama dengan United? "


Yu Jiang," setelah Ruan Lien Hua beradu akting dengan Lu Chun. Rating film mereka pun naik. Ternyata banyak orang tidak mempedulikan tentang berita Lu Chun yang tersebar di Weibo."


Xiang Wan," lalu bagaimana dengan Yi en? "


Yu Jiang terdiam.


Ia mengangguk dan menjawab," suruh dia masuk kembali."


Xiang Wan menarik nafas.


Dan berkata," paman benar benar menjengkelkan."


...


...


Yu Jiang," maafkan paman. Lagipula hal itu juga adalah permintaan dari para pemegang saham."


Xiang wan," baiklah. Aku akan segera meminta Yi En masuk. Aku membutuhkannya."


Yu Jiang," tentang Ju di...kami memutuskan untuk membiarkan dia pergi."


Xiang wan," kali ini, kita berikan kesempatan untuknya. Apa yang terjadi pada Lin Xiang, bukan karenanya juga. Ada aku dan Yi En bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Lin Xiang. "


Yu Jiang menatap keponakannya.


Lalu ia mengangguk, " baiklah. Kita berikan dia 1 kesempatan lagi."


Setelah Xiang Wan berjalan keluar.


David melihat mereka.


Ia segera mendekati Xiang wan.


Dan berkata," Bos.".


Xiang Wan," David, kau kenapa?"


David," bos, sudah sejak beberapa hari ini Judi tidak ke kantor. Ia mengunci dirinya di apartemen Lin xiang."


Xiang Wan menarik nafas mendengarnya.


Xiang Wan," aku akan ke sana."


David mengangguk.


Lalu ia segera ke apartemen Lin Xiang.


Ia melihat Judi hanya duduk di sofa.


Akhirnya Judi pun mengucapkan maaf atas sikapnya selama ini.


Xiang Wan pun memeluknya.


Dan Xiang Wan berkata," aku akan memaafkannmu jika kau mau bekerja kembali dan membantuku seperti dulu lagi."


Judi menatap Xiang Wan," Qili masih mau mempekerjakan aku?"


Xiang Wan," tentu saja. "


Judi terharu. Ia mengucapkan terimakasih pada Xiang Wan.


Xiang Wan tersenyum mengangguk.


Hari berlalu.


Judi sudah mulai kembali bekerja.


Dan dia sudah banyak berubah.


Sedang David mulai mendekati Judi.


Perjanjian kerjasama dengan United diadakan.


Xiang Wan dan Yi En ada disana.


Hari itu Yi En cukup sibuk.


Setelah menemani Lien Hua, ia kembali ke kantor untuk meeting.


Xiang Wan mengumpulkan David, Judi dan Yi En.


Akan ada artis pendatang baru yang direkrut oleh Qili.


Dia adalah Guan Qian adik Guan Xian.


Dia berhasil mengikuti kontes music dibawah bimbingan Xu Ling.


Setelah menang di 5 besar.


Ia memutuskan untuk keluar dari kontes itu dan masuk ke Qili Entertainment.


Judi," aku tidak menduga Guan Qian sudah masuk ke dalam 5 besar. Dan dia sangat berbakat. Dia punya kesempatan untuk menang. Tapi dia mengundurkan diri dan masuk ke Qili."


Yi En," aku rasa dia sudah memikirkannya baik baik. Bahkan aku yakin dia sudah diberikan penawaran yang sangat baik oleh kak Wan."


Xiang Wan tersenyum mendengar mereka.


Ia mengangguk dan menjawab," aku memberikannya pilihan, apakah dia mau menjadi meteor atau bintang."


Judi dan Yi En tersenyum mendengarnya.


David mengangguk.


Judi," jadi dia memilih menjadi bintang."


Xiang Wan tersenyum dan berkata," karena itu kita sudah mencapai kesepakatan. jika dia memilih untuk menjadi bintang. Dia harus menyimpan energinya, jika tidak dia akan kehilangan popularitasnya. Dan aku mempunyai rencana untuknya."


Sambil ia memperlihatkan ipadnya.


Ia menunjukkan sesuatu pada Judi, Yi En dan David.


Lalu ia melanjutkan kata katanya lagi," aku akan mengenalkan banyak acara musik untuknya. Dan dia bisa belajar dari para seniornya. Aku akan membentuknya dibawah Xu Ling."


Semuanya mengangguk mendengarkan penjelasan Xiang Wan.


Lalu ia berkata lagi," sekarang aku akan membagi tugas. Masih sama seperti dulu. Judi dan David kalian masih tetap menemani Xu Ling. Dan Yi En kau menemani kak Lien Hua. Aku akan mengurus Guan Qian. Dan nantinya mungkin kita akan merekrut beberapa artis muda lainnya. Nantinya mereka akan banyak belajar dengan senior mereka. Aku yakin kak Lien Hua dan Xu Ling mau mengajari mereka. Dan Zhou Nan akan menjadi asisten Guan Qian."


David," baiklah bos. "


Yi En dan Judi tersenyum mengangguk.


Lalu Xiang Wan melihat kotak roti di depan Judi.


Ia mengambilnya dan berkata," roti siapa ini? Aku akàn memakannya."


Xiang Wan hendak membuka.


Tapi Judi dan David menatapnya.


Xiang Wan melihat tingkah mereka begitu juga Yi En.


Yi En ," kak Wan, lebih baik kita makan diluar. Jangan mengambil makan siang mereka."


Xiang Wan melirik mereka berdua.


Lalu ia mengembalikan kotak roti di depan Judi.


Ia paham maksudnya.


Lalu ia berkata," baiklah. Meeting selesai. Yi En kita makan diluar."


Judi dan David hanya tersenyum malu.


Saat di sebuah restoran.


Seperti biasa Yi en memesan banyak makanan.


Xiang Wan hanya tersenyum melihatnya.


Lalu ia berkata," sejak kapan David dan Judi dekat?"


Yi En tersenyum.


Xiang Wan," hanya aku yang tidak menyadarinya?..."


Yi En mengangguk.


Xiang Wan ," aku kurang peka sepertinya."


Yi En mengangguk lagi.


Xiang Wan," Shen Yi en. Kau bisa tidak hanya terus mengangguk seperti itu?"


Yi En tersenyum.


Lalu ia melanjutkan makan.


Xiang Wan menggelengkan kepalanya.


Setelah mereka selesai makan.


Yi En sempat bertanya pada Xiang wan," kak Wan. Mengenai Xiao Qian. Kenapa kau tidak menyuruhku untuk menjadi manager artisnya. Bukankah kau lebih dekat dengan kak Lien Hua?"


Xiang wan menatap Yi en.


Lalu ia berkata," aku mencegah segala kemungkinan yang akan terjadi antara kau dan Xiao Qian."


Yi En terkejut mendengarnya.


Ia menatap Xiang Wan dan berkata," maksud kak Wan?..."


Xiang Wan menarik nafas.


Lalu ia sedikit mendekat dan berkata," Yi En. Sepertinya kau juga sedikit tidak peka. Kau sudah cukup lama dekat dengan Guan Xian dan juga sering bertemu dengan adiknya. Selama itu membuatnya menjadi nyaman didekatmu. Apa kau tidak menyadarinya saat dia memandangmu?"


Yi En tidak menduga.


Jika kak Xiang Wan tidak menjelaskan hal itu. Ia tidak pernah menyadarinya.


Karena selama ini ia hanya menganggap Xiao Qian seperti adiknya.


Yi En ," aku tidak mengira. Selama ini aku menganggapnya seperti adikku."


Xiang Wan tersenyum sambil sedikit menggelengkan kepalanya.


Sementara itu,


Hao Mai mengetahui bahwa United mengadakan kerjasama dengan Qili.


Ia tidak suka Lu Chun menjadi berkembang pesat.


Ia masih menyimpan dendam karena Lu Chun pernah tiba tiba memutuskan kontrak mereka. Padahal saat itu Hao Mai sudah membantunya berada di puncak popularitasnya.


Akhirnya Hao Mai pun merencanakan sesuatu.


Hari itu,


Wei Wei dan Yi En diundang Lu Chun ke apartemennya untuk mengadakan makan malam karena Lu Chun berulang tahun.


Wei Wei pun mengajak Qi Lei.


Yi En dan Wei Wei sudah sejak pagi menyiapkan masakan dan membuat cake.


Lu Chun menyiapkan yang lainnya.


Sedang Qi Lei akan datang dengan membawa Wine terenak.


Siang itu,


Xu Ling memulai syuting film pendeknya.


Lawan main Xu Ling adalah artis dari Feixiang Entertainment dibawah Hao Mai.


Setelah Xiang Wan makan siang bersama Mo Bei.


Ia diantar Mo Bei ke lokasi syuting Xu Ling.


Xiang Wan," aku hanya 1 jam disini. Kalau kau tidak terburu buru. Kau mau menungguku?"


Mo Bei," baiklah. Aku akan menunggumu.'


Xiang Wan tersenyum.


Lalu ia turun dari mobil.


Dan berjalan ke lokasi syuting.


Ia sempat melihat Xu Ling mulai syuting.


Beberapa saat kemudian, Hao Mai mendekatinya.


Lalu Hao Mai berkata sedikit pelan," aku menunggumu sejak tadi. Bisa kita bicara sebentar?"


Xiang Wan menoleh ke Hao Mai.


Lalu ia berkata," baiklah. Hanya sebentar bukan? Aku ingin melihat Xu Ling lebih lama."


Hao Mai mengangguk," tenang saja."


Lalu Xiang Wan berjalan lebih dulu.


Diikuti Hao Mai.


Mereka berada di dalam gerbong kereta kosong yang biasa menjadi spot syuting.


Lalu Xiang Wan berkata," baiklah, apa yang ingin kau bicarakan?"


Hao Mai menatap Xiang wan.


Lalu ia mulai bicara," ini mengenai Lu Chun. Aku tahu kau sudah cukup lama mengenal Lu Chun saat ia menjadi artismu. Tapi...ada rahasia yang belum kau ketahui."


Xiang Wan tersenyum.


Lalu ia menjawab," untuk apa kau ingin memberitahuku. Apa karena sekarang Qili sedang bekerja sama dengan United? Kau...ingin menjelekkannya."


...


...


Hao Mai tersenyum mendengarnya.


Ia menjawab," kau harus tahu. Karena rahasianya berkaitan denganmu."


Xiang Wan menatap Lu Chun.


Ia berkata," apa yang sebenarnya ingin kau katakan?! "


Hao Mai tersenyum tipis.


Akhirnya ia mulai menceritakan.


Ia berkata," aku pernah mendengar tentang kecelakaan yang terjadi pada adikmu. Dan laki laki yang menabrak adikmu, sudah dipenjarakan. Tapi apa kau tahu siapa laki laki itu?"


Wajah Xiang Wan menjadi tegas dan serius.


Hao Mai menarik nafas.


Lalu ia berkata lagi," tuan pengacara Mo padahal sudah menyelidiku. Dia belum memberitahumu sepertinya."


Xiang Wan," Hao Mai, apa maksudmu?"


Hao Mai," dia adalah ayah Lu Chun. Laki laki yang menabrak adikmu adalah ayah Lu Chun. "


Xiang Wan terkejut mendengarnya.


Ia menatap Hao Mai dengan tajam.


Xiang Wan," kau jangan mengarang."


Hao Mai tersenyum.


Lalu ia berkata," saat itu aku sempat sedikit membantu Lu Chun. Aku membantunya agar hal ini tidak tersebar ke publik. Dan aku pernah sesekali menjenguk ayahnya di tahanan penjara. Seharusnya kau pernah mendengar juga bukan bahwa ayah Lu Chun ada di penjara."


Xiang wan pun teringat.


Ia memang pernah dengar hal itu.


Xiang wan terdiam sebentar.


Hao Mai mendekati Xiang Wan, ia mengucapkan di samping telinga Xiang Wan.


Lalu ia berkata lagi," dan...aku juga mengetahui, bahwa adikmu masih hidup."


Xiang Wan sedikit membelalakkan matanya.


Ia begitu terkejut mendengarnya.


Ia tidak tahu harus senang atau bagaimana mendengar semua ini.


Dan ia tidak tahu apakah harus mempercayai semua kata kata Hao Mai.


Hao Mai menatap Xiang wan," jika kau tidak percaya pada kata kataku. Kau bisa menanyakan pada Mo Bei. Dan memastikannya ke Lu Chun dimana adikmu sekarang. Karena aku yakin, seharusnya Lu chun sudah mengetahuinya dari ayahnya."


Lalu Hao Mai berjalan pergi sambil tersenyum licik.


Ternyata Mo Bei sejak tadi mencari Xiang wan di lokasi syuting.


Ia melihat Hao Mai berjalan keluar dari gerbong kereta api.


Hao Mai hanya tersenyum pada Mo Bei dan pergi.


Beberapa saat Xiang wan keluar dari gerbong kereta api.


Ia melihat Mo Bei.


Lalu ia berjalan dengan cepat mendekati Mo Bei.


Wajahnya terlihat marah.


Mo Bei," Xiang Wan..."


Xiang Wan," kenapa kau tidak memberitahuku bahwa kau menyelidiki tentang Wang Wei? "


Mo Bei ," Xiang wan, aku hendak..."


Xiang wan menyaut," kau sudah tahu bahwa Wang Wei adalah ayah Lu Chun."


Mo Bei menatap Xiang Wan.


Dugaanya benar selama ini.


Mo Bei," aku memang sedang menyelidikinya. Ada Hao Mai dan Lu Chun. Aku bermaksud hendak memberitahumu setelah semuanya jelas. Bahkan saat kau mengatakan bahwa Wang wei adalah ayah Lu Chun, selama ini aku masih menduganya. "


Xiang wan menatap Mo Bei.


Ia menatap cukup lama.


Lalu Xiang wan berjalan pergi.


Mo Bei pun mengikutinya.


Sampai di parkiran mobil.


Mo Bei memegang tangan Xiang wan.


Ia berkata," Xiang wan, kau mau kemana?"


Xiang wan," aku mau menemui Lu Chun."


Mo Bei," biar aku mengantarmu."


Xian Wan berhenti.


...


...


Lalu Mo Bei membuka pintu mobilnya untuk Xiang Wan.


Dan Xiang Wan masuk.


Dari lokasi syuting sangat jauh untuk ke apartemen Lu Chun.


Di perjalanan Xiang Wan hanya diam begitu juga Mo Bei.


Hari sudah hampir malam saat mereka sampai di apartemen Lu Chun.


Xiang wan segera keluar.


Ia berlari masuk ke apartemen.


Diikuti Mo Bei.


Xiang Wan memencet bel apartemen Lu Chun.


Di dalam Wei wei mengajak untuk toas.


Mereka sedang gembira.


Tiba tiba bel berbunyi.


Saat Xiang Wan dan Mo Bei berdiri menunggu.


Beberapa menit kemudian pintu terbuka.


Ia melihat Shen Yi En membuka pintu.


Mereka berdua saling bertatapan beberapa detik.


Lalu Yi en berkata," kak Wan...?"


Xiang Wan," di mana Lu Chun?"


Yi En menoleh ke dalam sambil jari tangan kanannya menunjuk dan berkata," Lu Chun, dia..."


Xiang Wan segera berjalan masuk.


Yi En terkejut melihatnya.


Wajah kak Xiang Wan terlihat begitu tegas dan sedikit marah.


Yi en lalu mengikutinya masuk.


Begitu juga Mo Bei.


Xiang Wan berhenti di depan ruang makan.


Wei Wei dan Qi Lei terkejut melihat kak Xiang wan.


Wei Wei pun berdiri diikuti Qi Lei.


Lalu Wei Wei berkata," kak Wan, kau kemari?"


Lu Chun pun menoleh.


Lalu ia perlahan berdiri.


Lu Chun tersenyum dan berkata," kak Wan. Kebetulan kau kemari. Kami sedang..."


...


...


Xiang Wan," katakan padaku. Benarkah ayahmu adalah Wang wei?"


Lu Chun terkejut mendengarnya.


Wajahnya yang sebelumnya tersenyum berubah menjadi tegang.


Ia menatap Xiang wan.


Ada Yi En disana menatapnya.


Lu Chun," kak Wan..."


Xiang Wan," katakan padaku! Benarkah ayahmu adalah Wang wei?! Orang yang sudah menabrak adikku!"


Semuanya menatap Xiang Wan.


Mereka begitu terkejut mendengar kata Kata Xiang wan.


Lu Chun menunduk sebentar.


Lalu akhirnya ia berkata," benar Wang Wei adalah ayahku."


Xiang Wan menatap Lu Chun.


Ia benar benar tidak percaya selama ini Lu Chun sudah menyembunyikan hal ini.


Dan Yi En ikut terkejut mendengar pengakuan Lu Chun.


Xiang Wan pun berkata lagi," lalu...dimana adikku?"


Lu Chun menatap Xiang Wan.


Mo Bei pun terkejut mendengarnya.


Xiang Wan sedikit mengeluarkan airmatanya.


Xiang Wan berkata lagi," kau pasti juga tahu, bahwa adikku masih hidup. Jadi katakan dimana dia sekarang?!"


Lu Chun dilema saat itu.


Ia masih belum berani untuk mengatakan semuanya.


Bahkan saat ini Yi En berdiri menatapnya juga.


Lu Chun menatap Yi En.


Lalu beberapa saat ia menatap Xiang Wan.


Ia terdiam beberapa saat.


Tangannya mengepal.


Lu Chun menatap Yi En.


Yi En pun menatap Lu Chun juga.


Lalu tiba tiba Lu Chun berkata," Yi En..."


Xiang Wan menatap Lu Chun.


Lalu menatap ke Yi En.


Yi En bingung dengan maksud Lu Chun memanggilnya.


Lu Chun berkata lagi," Yi En adalah adikmu, kak Wan."


Lu Chun menoleh menatap Xiang Wan.


Xiang Wan terkejut mendengarnya.


Dan Yi En pun juga.


Ia menatap Lu Chun. Ia seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


Xiang Wan menoleh ke Yi En.


Semuanya menatap Yi En.


Saat itu suasana begitu menegangkan.


Yi En menggelengkan kepalanya.


Ia berjalan mendekat ke Lu Chun.


Ia hanya menatap Lu Chun.


Sampai begitu bingungnya dia, dia tidak bisa mengucapkan sepatah kata apapun.


Ia ingin mengeluarkan air matanya.


Tapi itupun tidak keluar.


...


...


Lu Chun pun menatap Yi En.


Lu Chun," maafkan aku Yi En. "


Yi En masih saja menatap Lu Chun.


Lu Chun perlahan memegang lengan Yi En," Yi En, aku akan jelaskan semuanya."


Perlahan Yi En pun melepaskan tangan Lu Chun dari lengannya.


Lalu ia berkata sedikit gemetar," benarkah...benarkah apa yang sudah kau katakan?"


Lu Chun menatap Yi En," Yi En..."


Yi En ,"benarkah?..."


Lu Chun menunduk sebentar.


Lalu akhirnya ia mengangkat kepalanya dan berkata," itu benar. Aku sudah memastikannya di panti asuhan tempat kau tinggal."


Mata Yi En mulai memerah.


Xiang Wan melihat Yi En.


...


...


Yi En berjalan selangkah mundur ke belakang.


Ia menoleh ke Kak Xiang Wan.


Lalu ia menoleh lagi ke Lu Chun.


Ia menundukkan kepalanya.


Tiba tiba ia membalikkan badannya dan ia berjalan pergi keluar apartemen.


Lu Chun," Yi En!..."


Ia hendak mengejar Yi en.


Tapi Xiang Wan segera berkata," kau tidak berhak untuk mengejarnya setelah apa yang kau lakukan!"


Lu Chun menghentikan langkahnya.


Xiang Wan begitu kecewa pada Lu Chun, ia berkata lagi," kau benar benar mengecawakan, Lu Chun!"


Xiang Wan segera berlari keluar mengejar Yi en.


Diikuti Mo Bei.


Wei Wei pun berlari keluar juga bersama Qi Lei.


Lu Chun benar benar marah dan sedih saat itu.


Ia membuang semua makanan di meja makan dengan kasar.


Xiang Wan berusaha mengejar Yi En.


Tiba tiba Yi En terjatuh.


Yi En pun menangis sejadi jadinya saat itu.


Xiang Wan pun mendekati Yi En.


Lalu ia menjongkok di depan Yi En.


Xiang Wan menatap Yi En.


Ia ikut meneteskan airmata.


Ia benar benar tidak menduga, adik yang selama ini masih ia percaya hidup, selalu ada disampingnya.


Ia bahkan tidak bisa mengenalinya.


Xiang Wan membelai rambut Yi En.


Yi En perlahan menatap kak Xiang Wan.


Akhirnya XIang Wan segera memeluk Yi En.


Ia sangat merindukan adiknya.


Yi En pun membalas pelukan kakaknya.


Ia merangkul kakaknya dengan erat.


Mereka menangis bersama.


Xiang Wan sesekali mengucapkan," maafkan kakak, maafkan kakak."


Yi En masih terus menangis.


Mo Bei, Wei Wei dan Qi Lei berdiri melihat mereka.


Wei Wei pun ikut menangis melihat mereka.


Ia sangat terharu melihat sahabatnya.


Setelah beberapa saat mulai tenang.


Xiang Wan mengusap airmata di wajah Yi En.


Begitu juga Yi En melakukan hal yang sama pada kakaknya.


Lalu mereka pun berdiri.


Yi En," kakak..."


Xiang Wan tersenyum. Ia benar benar rindu mendengar panggilan itu.


Ia mengangguk.


Xiang Wan," Xiao Qing. Namamu adalah Yao Xiao Qing."


Yi En mendengar nama itu. Meski sedikit tidak asing. Tapi ia masih belum ingat apapun.


Yi En," namaku...Xiao Qing?..."


Xiang Wan mengangguk.


Lalu Xiang Wan berkata," lebih baik kita pulang. Kakak akan membawamu menemui paman dan bibi. Kita akan memberitahu mereka."


Yi En tersenyum mengangguk.


Qi Lei," kak Wan, aku akan menyusul pulang."


Xiang Wan mengangguk.


Mo Bei," biar aku mengantar kalian."


Xiang Wan menatap Mo Bei.


Sebenarnya ia tidak harus marah pada Mo Bei.


Xiang Wan menarik nafas.


Lalu ia berkata," baiklah."


Mo Beipun sedikit lega mendengarnya.


Wei Wei," Yi En..."


Wei Wei pun memeluk sahabatnya.


Setelah mereka melepas pelukan.


Wei Wei menarik nafas dan berkata," aku ikut senang untukmu."


Yi En tersenyum pada sahabatnya, ia berkata," terima kasih Wei Wei."


Di perjalanan, Mo Bei masih diam.


Xiang Wan pun juga diam.


Yi En hanya menatap ke jendela mobil.


Sampai mereka di rumah Xiang Wan.


Mereka pun turun dari mobil.


Xiang Wan menggandeng Yi En.


Lalu Mo Bei tersenyum pada mereka dan berkata," aku senang akhirnya kalian bisa bertemu kembali. "


Yi en pun tersenyum.


Xiang Wan masih menatap Mo Bei.


Mo Bei," Xiang Wan, maafkan aku."


Xiang Wan mengangguk.


Mereka saling menatap beberapa saat.


Lalu Mo Bei akhirnya hendak berjalan masuk ke mobilnya.


Xiang Wan tiba tiba berkata," Mo Bei..."


Mo Bei menghentikan langkahnya.


Ia menoleh ke Xiang Wan.


Xiang Wan berkata lagi," terima kasih."


Mo Bei menatap Xiang Wan.


Ia lalu tersenyum.


Akhirnya Xiang wan pun juga membalas dengan senyuman.


Setelah itu,


Xiang Wan dan Yi En berjalan masuk.


Mo Bei pun pergi.


Di dalam rumah.


Zhu He dan Yu Jiang sedang duduk diruang tamu sambil menikmati teh hangat dan menonton tv.


Xiang Wan masuk dan berdiri di depan mereka.


Zhu He," Xiang Xiang kau sudah pulang. Kau sudah makan malam?"


Xiang Wan menoleh dan beberapa saat Yi En berjalan mendekatinya.


Zhu He dan Yu Jiang terkejut melihat Shen Yi En.


Zhu He tersenyum senang melihat Yi en.


Ia berkata," Yi En. Kau bermain kemari. Duduklah. Bibi akan ambilkan makanan dan roti untukmu. Sebentar ya."


Yu Jiang pun tersenyum mengangguk.


Dan berkata," duduklah."


Zhu He hendak berdiri.


Tapi Xiang Wan berkata," paman, bibi, ada yang ingin aku beritahu pada kalian. "


Zhu He dan Yu Jiang menatap keponakannya.


Lalu mereka berdua saling berpandangan.


Xiang Wan dan Yi En pun duduk.


Yi En sesekali menatap paman dan bibinya.


Lalu ia menatap kak Xiang Wan.


Xiang Wan tersenyum dan mengangguk pada Yi En.


Akhirnya Xiang Wan mulai berkata," bibi, paman...hari ini, akhirnya aku bisa menemukan Xiao Qing. Xiao Qing masih hidup. "


Zhu He dan Yu Jiang terkejut mendengar perkataan keponakannya.


Zhu He," Xiao Qing...dia masih hidup? Kau yakin?!"


Xiang Wan mengangguk.


Xiang Wan," Wang Wei...dia sebenarnya adalah ayah Lu Chun. Selama ini, ternyata ia mengetahui bahwa Xiao Qing masih hidup. Dan ada dipanti asuhan. "


Zhu He," apa?"


Yu Jiang ," Wang Wei adalah ayah Lu Chun?"


Yi En mendengarnya.


Ia menunduk.


Sebenarnya ia masih merasa terpukul.


Ia tidak menduga, Lu Chun sengaja menyembunyikan semuanya selama ini.


Xiang Wan," dan...Xiao Qing sebenarnya adalah Yi En."


Sambil Xiang Wan menoleh ke Yi En.


Yi En mengangkat kepalanya.


Ia menoleh ke kakaknya.


Lalu ia menatap ke paman dan bibinya.


Zhu He dan Yu Jiang pun menatap Xiang Wan dan Yi en.


Zhu He menutup mulutnya dengan tangan kanannya.


Ia begitu terkejut mendengarnya.


Zhu He," Xiao Qing adalah Yi En..."


Zhu He menatap Yi en.


...


...


...Xiang Wan," dia Xiao Qing bi. Aku benar bukan, Xiao Qing masih hidup bi."...


Zhu He mengangguk.


Ia yakin Yi En adalah Xiao Qing.


Selama ini, ia memang merasa Yi En sangat mirip dengan Zhu Yue adiknya.


Apa yang dia rasakan tidak salah.


Zhu He pun berdiri.


Ia mendekati Yi En.


Yi En perlahan berdiri.


Zhu He menatap Yi En.


Ia memegang wajah Yi En dengan lembut.


Air mata Zhu He pun keluar.


Lalu ia berkata," aku adalah bibimu...Xiao Qing."


Yi En menatap bibinya.


Ia meneteskan airmatanya.


Zhu He pun memeluk Yi En.


Yi En tiba tiba mengucapkan," bibi..."


Zhu He yang masih memeluk Yi En.


Ia mengangguk.


Xiang Wan ikut meneteskan airmata melihatnya.


Dan Yu Jiang ikut terharu.


Beberapa saat Qi Lei datang.


Ia sempat melihat ibunya memeluk Yi En.


Malam itu, Xiang Wan tidur bersama Yi En dikamarnya.


Zhu He belum menyiapkan kamar untuk Yi En.


Lagipula Xiang Wan dan Yi En memang ingin tidur bersama malam itu untuk melepas rindu.


Yi En," kakak...maafkan aku. Aku masih belum bisa mengingat semuanya."


Xiang Wan menatap adiknya.


Lalu berkata," tidak apa apa. Kita akan memulai semuanya dari awal lagi. Dan kakak akan menceritakanmu tentang ibu, ayah dan semuanya saat kita bersama dulu."


Yi En tersenyum mengangguk.


Xiang Wan berkata lagi," dan jika kau masih belum terbiasa dengan panggilan Xiao Qing. Kakak akan tetap memanggilmu Yi en."


Yi En tersenyum menatap Kakaknya.


Ia menatap cukup lama.


Xiang Wan," kenapa kau malah menatap kakak?"


Yi En menarik nafas panjang," aku benar benar seperti mimpi. Yao Xiang Wan adalah kakakku. Aku benar benar bersyukur."


Xiang Wan tersenyum mendengarnya.


Ia membelai poni Yi En.


Xiang Wan," aku juga tidak menduga. Kau selama ini selalu ada disampingku. Tapi aku tidak menyadarinya sama sekali. Maafkan aku Yi En."


Yi En menatap kakaknya.


Lalu ia mendekati kakaknya dan memeluknya.


Yi En," kakak..."


Xiang Wan pun menepuk pundak adiknya.


Yi En," kakak..."


Xiang Wan," hmm?"


Yi En," kakak..."


Xiang Wan tersenyum.


Lalu ia berkata," wah sepertinya kau akan terus memanggilku kakak hingga pagi."


Yi En tersenyum.


Malam itu mereka berbincang lama.


Xiang Wan menceritakan tentang ayah dan ibu mereka.


Lalu Yi En menatap kakaknya dan berkata," kakak...kenapa saat itu kau bisa tahu aku mengalami kecelakaan dan...laki laki itu menabrakku?"


Xiang Wan melihat wajah adiknya.


Ia menjawab," kau saat itu bersama dengan ibu di villa. Lalu kakak sedang ada di pengadilan untuk menghadiri sidang ayah. Dan...ibu ingin kau menyusul kakak. Kau pergi sendiri dari villa. Di perjalanan, kakak yakin kau berusaha mencari bus. Tapi mungkin bus belum juga lewat. Akhirnya kau berjalan hingga sepertinya kau melewati sebuah jèmbatan. "


Yi En," jembatan?..."


Xiang Wan mengangguk.


Lalu ia melanjutkan lagi," ada mobil lewat disana, dan sepertinya kau hendak meminta tolong untuk menumpang. Entahlah. Tapi pengemudi mobil itu sedang melihat handphonenya. Dan akhirnya ia menabrakmu cukup keras. Kau terpental dan hampir jatuh ke sungai. Kau masih berpengangan di pinggir jembatan itu. Laki laki itu turun dan melihatmu. Tapi...ia tidak menolongmu. Hingga akhirnya kau terjatuh ke sungai."


Yi En mendengarnya.


Ia pun teringat, wajah laki laki seperti melihatnya dari atas. Lalu ia pun perlahan jatuh ke air dan tenggelam.


Mata Yi En mengeluarkan sedikit air mata.


Xiang Wan," ia tidak mengira bahwa ada orang yang melihat apa yang sudah ia lakukan. Orang itu akhirnya melaporkan ke kantor polisi setelah 1 hari kami mencarimu dan tidak tahu kau ada dimana."


Yi En terdiam sebentar.


Ia lalu duduk dan bersandar.


Xiang Wan lalu mengikutinya.


Yi En," dan...ternyata aku masih hidup. Aku ada dipanti asuhan...bagaimana bisa aku ada dipanti asuhan. Dan ayah Lu Chun tahu aku ada dipanti asuhan."


Xiang Wan," itu...aku belum mengetahuinya lebih jelas. Saat di sidang, Wang Wei tidak menceritakan bahwa kau masih hidup. Kami semua mengira kau sudah meninggal. Bahkan meskipun kami tidak berhasil menemukan tubuhmu."


Yi En menatap kakaknya.


Xiang Wan berkata lagi," tapi, kakak tidak pernah percaya itu. Selama belum ditemukan tubuhmu. Kakak percaya kau masih hidup."


Yi En menunduk sebentar.


Xiang Wan," karena hal itu kau menjadi trauma hingga sekarang."


Yi En menatap kakaknya


Lalu Xiang Wan mendekati Yi En dan merangkul Yi En.


Ia berkata," mulai sekarang, kau tidak perlu takut lagi. Kakak akan menjagamu, menemanimu. Kita pelan pelan menyembuhkan traumamu."


Yi En mengangguk.


Xiang Wan menarik nafas.


Beberapa saat,


akhirnya Yi En tertidur.


Xiang Wan menatap adiknya lama.


Ia menarik nafas.


Ia berpikir, memang benar yang dikatakan Yi En. Rasanya seperti mimpi.


Mereka pun tidur lelap malam ini.