
Yao Xiang Wan Manager Artis di Qili Entertainment sekaligus menjabat wakil direktur, dia di kenal begitu memperhatikan artis artis nya satu persatu dan banyak menghasilkan artis artis multi talent.
Ia membantu pamannya Yu Jiang ( CEO Qili Entertaiment).
Pagi itu, Xiang Wan seperti biasa ia selalu lari pagi di taman.
Sambil mendengar lagu dengan headset nya.
Beberapa saat teleponnya berbunyi, anak buahnya memberitahu tentang info terupdate mengenai Xu Ling artis pendatang baru Qili di bawah managementnya.
Fei Xiang Entertaintment merupakan pesaing berat baginya, hendak berusaha merekrut Xu Ling dengan iming iming yang cukup menggiurkan.
Xiang Wan ," kau sebagai managernya, tetap ikuti Xu Ling."
Manager Xu Ling, Yi Deng," jika dia menyuruhku pergi bagaimana?"
Xiang Wan berhenti. Lalu ia menghela nafas dan berkata," gunakan handphonemu untuk merekam."
Yi Deng terdiam, ia berpikir itu benar sekali.
Yi deng," baiklah."
Lalu Xiang Wan menutup teleponnya.
Dan ia segera kembali ke rumah.
Ia menuju kamarnya dan segera mandi.
Lalu segera berganti pakaian kantornya.
...
...
Saat ia keluar kamar, ia menuju ke dapur.
Dan mengambil segelas susu disamping seorang wanita yang sedikit lebih tua darinya, sambil ia menggodanya," terima kasih kakak."
Wanita itu, Zhu He menjawab," kau ini, sudah bibi bilang berkali kali. Jangan menggoda bibi dengan sebutan kakak."
Xiang Wan tertawa kecil. Lalu ia duduk di kursi meja makan.
Di depannya sudah ada Qi Lei sepupunya.
Dia seorang desainer Fashion lulusan terbaik di universitas China yang terkenal.
Dan sedang membangun sebuah perusahaan fashion baru.
Dia mengikuti jejak ibunya, yang merupakan desainer fashion legendaris.
Yi Lei," kakak Xiang, jika dipikir aku setuju dengan sebutan itu. Bukankah ibu jadi terlihat lebih muda?"
Zhu He," kau dan kakakmu pintar sekali bersekongkol."
Beberapa saat Yu Jiang datang dan ia ikut duduk.
Ia ikut tertawa mendengarnya.
Xiang Wan," orang orang yang baru pertama kali bertemu dengan kita, mereka selalu mengira , aku dan bibi adalah kakak Adik, benar bukan paman?"
Yu Jiang mengangguk setuju.
Zhu He lalu duduk memberikan teh hangat pada suaminya.
Zhu He " sudahlah. Terserah kalian."
Mereka tertawa.
Sementara itu, Shen Yi En, setelah menyelesaikan sekolah desainer nya di Jerman.
Ia masih saja tinggal di Jerman dan bekerja di sebuah perusahaan industri perfilman menangani desainer artis yang cukup terkenal.
Tapi ia berencana ingin kembali ke Shanghai.
Pagi itu, sebelum ia menuju ke kantornya, ia membeli kopi di sebuah coffee shop tempat biasa ia beli dan tempat dimana dulu dia bekerja parttime.
Sambil berbincang sebentar dengan pemilik coffee shop itu.
Lalu setelah itu ia berjalan keluar dan ia memilih jalan untuk menikmati jalanan kota itu.
Ia sudah cukup mengenali beberapa orang orang pemilik toko disekitarnya
Dan ia biasa mendapat seikat bunga krisan segar dan sepotong roti keju hangat dari teman teman pemilik toko di sekitar jalanan itu.
Sampainya dikantor.
Beberapa rekan kerjanya memberi salam.
Dan salah satunya temannya juga menyapanya, " kau beruntung sekali, setiap hari selalu mendapat bunga cantik."
Yi En tersenyum," aku juga beruntung ada kau yang selalu menemaniku bekerja tiap hari, Annie"
...
...
Teman kerjanya tertawa mendengarnya.
Handphone Yi En pun berbunyi.
Ia mengangkatnya,"Wei Wei, setiap hari selalu meneleponku. Biaya telepon China dan Jerman itu sungguh mahal nona Besar."
Cen Wei sahabat baik Yi En sejak SMA.
Ia selalu menelepon sahabat baiknya ini.
Mereka memiliki hubungan baik seperti saudara.
Cen Wei tersenyum," aku tidak peduli. Aku bisa bayar biayanya."
Yi En ," sekarang aku percaya pada mu , Bu Asisten Manager."
Cen Wei tertawa kecil.
Yi En sambil memeriksa pekerjaannya dengan laptopnya.
Lalu ia berkata" baiklah, kau ingin apa?"
Cen Wei," Shen Yi En, kenapa kau langsung menembakku?"
Yi En tersenyum,"kau tidak biasa meneleponku dipagi hari. Dan biasanya jika pagi hari kau sudah meneleponku, ada sesuatu yang kau inginkan."
...
...
Cen Wei tersenyum.
Di depan jendela ruangan tempat kerjanya, sambil berdiri.
Ia berkata," kau... tidak ingin kembali?"
Yi En," Wei Wei..."
Cen Wei," aku mendapat tawaran untuk membuka usaha sendiri bersama dengan Qi Lei. Dan, aku akan keluar dari tempat kerjaku selama ini. Hanya saja... aku tidak bisa tenang jika belum menemukan penggantiku yang menurutku itu cocok untuk disini. Lagipula, kau sudah sering aku ceritakan, Direktur ku sudah sangat baik padaku. Aku..."
Yi En," kau tidak enak meninggalkan dia begitu saja. Kalau begitu jangan pergi.'
Cen Wei," Yi En..."
Yi En tersenyum," baiklah baiklah. Kau ingin bagaimana?"
Cen Wei mulai sedikit manja dengan sahabatnya dan ia berkata," Yi En, aku hanya memikirkanmu. Kau yang selalu ada dihatiku. Aku minta tolong padamu, gantikan aku disini. Aku yakin kau pasti akan menyukai pekerjaan ini. "
Yi En," Wei wei, kau tahu bukan, aku hanya ingin fokus tentang desain fashion. Bukan desainer untuk artis lagi, lagipula kau bukan hanya mengurusi desain kostum untuk artis, tapi juga menjadi manager artis membantu direkturmu."
Cen wei," Yi En kau sudah berpengalaman. Kau juga bisa berkreasi dengan mendesain fashion. Qili Entertaint juga akan bekerja sama denganku. Aku pastikan itu. Lagipula... kau sudah lama sekali tidak kembali. Aku ini sahabatmu, saudaramu. Kau tidak rindu padaku.'
Yi En tersenyum.
Ia terdiam sebentar.
Ia menarik nafas. Sambil memandang ke sebuah foto di meja kerjanya.
Fotonya bersama Cen Wei.
Yi En lalu berkata," aku... memang berpikir ingin kembali. "
Cen Wei berubah menjadi senang.
Lalu ia berkata," benarkah?! "
Yi En ," lalu dimana aku tinggal jika kembali? Aku tidak punya rumah."
Cen Wei," kau ini. Tentu saja tinggal dirumahku. Kau lupa? Aku sudah punya rumah sekarang, tidak menyewa lagi. Lagipula kita ini sudah seperti saudara. Tapi ingat, nantinya kau yang akan selalu mentraktirku dan memasak untukku."
Yi En tertawa.
Lalu ia berkata," baiklah. Nanti malam kita lanjutkan lagi. Aku harus menyelesaikan pekerjaanku. "
Cen Wei mengangguk dan berkata," baiklah. Terima kasih Yi en. Aku benar benar sayang padamu."
Yi En tersenyum.
Lalu ia menutup teleponnya.
Yi En menatap jendela, lalu ia menatap foto mereka lagi.
Xiang Wan yang baru saja sampai dikantor.
Para staff dan teamnya menyapanya seperti biasa.
Xiang Wan memang terkenal perfeksionis dan detail, bahkan dia juga cerdik.
Tapi ia juga sangat baik pada para staff dan teamnya.
Sampainya di ruang kerjanya.
Ia duduk dan hendak membuka laptopnya.
Handphone nya berbunyi.
Ia mengangkatnya. Dan ternyata itu adalah telepon dari manager Xu Ling, Yi deng.
Ia sengaja merekam pembicaraan Xu Ling dengan HaoMai ( Manager Fei Xiang Entertainment).
Ia mendengar pembicaraanya.
Lalu beberapa saat kemudian, ia menutupnya.
Ia terdiam sebentar, lalu ia menelepon salah satu asistennya," Judy, aku minta tolong, perbarui kontrak Xu Ling. Dan perpanjang kontrak dengannya. Untuk biaya kontraknya kau tidak perlu mengisinya. Aku akan mereview sendiri nanti. Aku tunggu sampai nanti siang."
Lalu ia menutupnya.
Beberapa saat Cen Wei datang.
Lalu meletakkan cup coffee di meja Xiang Wan.
Xiang Wan tersenyum," coffee?... apakah ada kabar baik untukku pagi ini. Jarang jarang kau memberiku coffee."
Cen Wei tersenyum lalu ia duduk.
Cen Wei," kakak besar. coffee ini, aku benar benar tulus ingin memberimu. "
Xiang Wan ," baiklah aku terima. "
Cen Wei mengangguk dan tersenyum.
Xiang Wan meminum coffee itu , lalu ia mengangguk.
Ia berkata," lumayan. Aku menyukainya. "
Cen Wei tersenyum senang.
Lalu ia berkata," sepertinya kau sedang memperjuangkan XuLing."
Xiang Wan menatap Cen Wei.
Ia mengangguk dan berkata," kau juga tahu, Xu Ling dan Lin Xiang mereka sama sama artis pendatang baru. Mereka masih muda. Dan aku yakin mereka akan menjadi artis yang sukses nantinya. Aku tidak akan melepaskan mereka begitu saja ke tangan Hao Mei. "
Cen Wei ," memang hanya kakak Xiang yang selama ini bisa memperjuangkan artis artis Qili Entertainment sehingga kita bisa menghasilkan banyak artis artis terkenal di china."
Xiang Wan," lihat betapa pintarnya kau menjilat."
Cen Wei tertawa.
Xiang Wan", baiklah ada apa kau menemuiku?"
Cen Wei menatap Xiang Wan.
Lalu ia berkata" mengenai... keputusanku untuk keluar dari perusahaan ini. Aku sudah menemukan penggantiku yang benar benar aku yakin dia sangat cocok dan kau juga pasti akan menyukainya."
Xiang Wan menarik nafas.
Lalu ia bersandar di kursinya sambil berkata," kau benar benar sudah putuskan ?"
Cen Wei tersenyum," maafkan aku kakak besar."
Xiang Wan menatap Cen Wei.
Lalu ia mengangguk ," siapa dia?'
Cen Wei tertawa," aku yakin kakak Xiang pasti akan menyukainya. Dia sangat hebat, dia lulusan sekolah desainer di Jerman. Bahkan sekarang dia bekerja di salah satu perusahaan industri perfilman sebagai desainer artis di Jerman yang cukup terkenal.'
Xiang Wan menatap Cen Wei dan berkata," bagiku, tidak begitu penting dia lulusan dari Jerman. Yang penting bagiku adalah..."
Cen Wei menyaut," dia seorang yang bekerja keras. Dia sahabat baikku sejak kami SMA. Kami berjuang bersama dan bekerja keras selain untuk hidup, juga untuk mewujudkan cita cita kami. Karena itu, dia berhasil sekolah di Jerman. Itu tidak mudah baginya juga. "
Xiang Wan akhirnya sedikit tertarik setelah mendengarnya.
Lalu Xiang Wan berkata," baiklah. Karena sejak awal aku sudah melihatmu begitu bekerja keras. Aku akan percaya padamu. Tapi, aku sendiri tetap akan memastikannya sendiri. Jika sampai aku tidak suka. aku akan memilih David atau Judy."
Cen Wei," jika itu David aku masih setuju, jika itu Judy. Aku kira selama ini kau sedikit tidak menyukainya. "
Xiang Wan," aku tidak ada pilihan lain. jika bukan karena Qi Lei, aku tidak akan mengijikan mu keluar.'
Cen Wei tersenyum," kakak Besar jangan begitu. Lagipula, nantinya kami akan selalu bekerjasama dengan Qili Entertaintment untuk mendesain terkait fashion artis."
Xiang Wan menarik nafas.
Lalu ia mengangguk.
Dan berkata," kapan temanmu itu akan datang dan aku bisa menemuinya?"
Cen Wei tersenyum dan menggoda," Wow, kakak besar, kau benar benar sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya."
Xiang Wan melirik Cen Wei.
Cen Wei pun tersadar dengan lirikan maut dari Xiang Wan.
Lalu ia berkata lagi," baiklah baiklah. Dalam waktu dekat ini. Dia akan kembali. Dan aku akan membawanya untuk bertemu denganmu."
Xiang Wan menatap Cen Wei.
ia berkata," baiklah. "
Lalu ia mengambil coffeenya dan meminumnya.
Cen Wei tersenyum senang.
Lalu ia berdiri dan berkata," kalau begitu aku tidak akan mengganggumu lagi. Aku harus mengecek beberapa artis di ruang pemotretan. "
Cen Wei hendak berjalan keluar.
Tiba tiba Xiang Wan berkata," Wei wei, tunggu. "
Cen Wei menghentikan langkahnya.
Lalu ia menoleh dan menatap Xiang Wan.
Xiang Wan mengangkat coffee nya dan berkata," besok bawakan aku coffee seperti ini lagi. Setiap hari sampai kau keluar dari tempat ini. Itu hukumanmu."
Cen Wei menatap Xiang Wan. Ia tertawa mengejek.
Lalu akhirnya ia berkata," baiklah Nona Besar. Aku akan melayanimu. "
Xiang Wan tersenyum.
Lalu Cen Wei keluar.
Siang itu Xiang Wan menemui pamannya diruang kerja pamannya.
Xiang Wan datang untuk membicarakan mengenai Xu Ling.
Ia memberitahu bahwa Fei Xiang Entertaint berusaha menarik Xu Ling.
Lalu Yu Jiang berkata," Xu Ling, adalah anak didikmu yang kau bawa sendiri sama seperti Lin Xiang. Seharusnya kau bisa meyakinkan dia untuk tetap nyaman disini."
Xiang Wan," karena itulah aku ingin membicarakan mengenai kontrak Xu Ling dengan paman. '
Xiang Wan memberikan kepada pamannya kontrak kerja yang sudah dibuat oleh staffnya Judy dan ia sendiri sudah merevisi juga.
Pamannya melihatnya.
Lalu ia diam sebentar.
Ia menoleh pada Xiang Wan," Xiang Xiang, paman tahu kau benar benar memperhatikan satu persatu artis artis yang ada disini sejak dulu. Hanya saja sekarang kau benar benar membela habis habisan untuk Xu Ling. Kau ingin memberikan bagi hasil 30:70 dan kau perpanjang hingga 5 tahun?!"
Xiang Wan menatap pamannya.
Lalu ia berkata," paman, yang kupikirkan bukan uang. Tapi kualitas. Paman juga selalu begitu bukan? Lagipula, aku bisa pastikan nanti saat malam penghargaan untuk artis pendatang baru. Xu Ling dan Lin Xiang akan menang. Dengan begitu, Qili Entertainment akan semakin naik daun."
Yu Jiang menatap keponakannya.
Ia menghela nafas.
Lalu ia menuang teko teh kedalam cangkirnya.
Ia meneguknya dengan perlahan.
Xiang Wan masih menatap pamannya dan menunggu jawaban dari pamannya.
Yu Jiang akhirnya berkata," baiklah. Lakukan seperti yang kau inginkan. Tapi, kau harus pastikan ini berhasil. Kau tahu, Direktur keuangan disini selalu mengawasimu. Paman juga tidak bisa selalu membelamu."
Xiang Wan tersenyum, lalu ia berkata" bagaimanapun juga aku adalah Direktur yang bertanggung jawab untuk kesejahteraan artis artis di Qili Entertainment. Tentunya divisi keuangan harus memahaminya. Aku juga tidak membuang sia sia uang perusahaan."
Yu Jiang tertawa mendengarnya.
Yu Jiang," hanya kau yang berani berkata seperti ini."
Malam itu, Xiang Wan meninggalkan kantornya.
Ia pergi menemui Xu Ling yang saat itu sedang ada di lokasi syuting.
Xiang Wan menemuinya.
Lalu mereka duduk di dalam truck mobil.
Xu Ling," kakak Xiang, ada apa kau sampai menemuiku di lokasi syuting?"
Xiang Wan tersenyum dan berkata," kau bukankah tahu aku ini sangat memperhatikan artis artis dibawah didikanku. Untuk mengunjungimu sesekali di lokasi syuting tentunya aku akan melakukannya."
Xu Ling tersenyum," terima kasih kakak Xiang. "
Xiang Wan mengangguk dan tersenyum.
Lalu Xu Ling berkata," karena kebetulan sekali kakak Xiang kemari, aku ingin menanyakan sesuatu."
Xiang Wan," baiklah, katakan saja."
Xu Ling," kakak Xiang, selama ini kau selalu memperjuangkan banyak artis didikanmu agar mereka bisa keluar menjadi multi talent dan sukses. Menurutmu... apakah aku bisa memenangkan malam penghargaan yang akan diadakan beberapa minggu lagi sebagai artis pendatang baru?"
Xiang Wan menatap Xu Ling.
Ia tersenyum dan berkata," Ling Er. Kau tahu kenapa aku sendiri yang membawamu hingga ke Qili Entertainment dan aku menanggungmu? Karena sejak awal aku melihatmu begitu bekerja keras dan tidak pantang menyerah. Itulah yang kusukai darimu. Untuk menjadi pemenang sebagai artis pendatang baru, kau sendirilah yang akan menentukannya nanti."
Xu Ling mendengarnya.
Ia terlihat mulai merasa bersalah, karena ia hampir tergiur dengan iming iming dari Fei Xiang Entertaintment.
Xu Ling," tapi kakak Xiang, jika aku tidak berhasil. Itu artinya juga aku akan mundur dari kontrakku dengan Qili Entertainment. "
Xiang Wan tersenyum, ia mengeluarkan sebuah map hitam dan ia meletakkan di meja.
Lalu ia berkata," karena itulah aku akan membicarakan tentang hal itu denganmu. "
Lalu ia membuka map hitam itu dan mendekatkan ke arah Xu Ling.
Xu Ling melihatnya, sebuah kertas putih tertulis diatasnya Perjanjian kontrak kerja.
Xu Ling menatap Xiang Wan.
Dan ia berkata" perjanjian kontrak kerja?"
Xiang Wan mengangguk," aku sudah merevisinya. Dan CEO Qili Entertainment pun sudah memeriksanya. Kau bisa membacanya dulu."
Xu Ling masih menatap Xiang Wan.
Xiang Wan berkata," bacalah dulu."
Akhirnya Xu Ling membacanya.
Setelah membacanya, ia terkejut dan berkata," kakak Xiang, disini tertulis perjanjian kontrak kerja diperpanjang hingga 5 tahun? Bukankah setahuku dulu perjanjiannya hanya 3tahun?"
Xiang Wan tersenyum dan berkata," dalam 2 tahun ini, kau sebagai artis pendatang baru, kau mendapat beberapa kali orderan untuk menjadi pemain di beberapa film. Itu artinya kau sudah berhasil menciptakan penggemar dan beberapa sutradara film mengenalmu. Dan karena hal inilah itu akan membuatmu menjadi daftar teratas untuk menjadi pemenang sebagai artis pendatang baru nanti di malam penghargaan. Karena itulah, sesuai dengan peraturan Di Qili, akan merevisi dan memperpanjang perjanjian kontrak kerja."
Xu Ling menatap Xiang Wan.
Ia terdiam sebentar.
Lalu ia melihat perjanjian kontrak kerja itu lagi dan berkata,"lalu apa ini tidak salah? Bagi hasil 30:70? Kalian benar benar berani menanggungku sedemikian?"
Xiang Wan menatap Xu Ling dengan tatapan serius tapi santai.
Ia berkata" Xu Ling, kami tidak pernah memperhitungkan soal uang. Yang kami perhitungkan adalah kualitas. Jika memang harus berinvestasi banyak untuk artis yang multi talent. Qili Entertain akan lakukan. Dan aku pun akan perjuangkan. Karena itulah, kita semua masing masing bagian di Qili Entertainment selalu mengedepankan kerja keras dan kualitas."
Xu Ling paham dengan penjelasan Xiang Wan. Memang ia bisa mengetahui , banyak artis artis yang sukses dan berhasil dari Qili Entertainment.
Akhirnya Xu Ling pun merasa yakin.
Ia menandatangani kontrak perjanjian kerja itu.
Xiang Wan tersenyum lega melihatnya.
Setelah itu.
Mereka keluar dari truck mobil.
Xu Ling," kakak Xiang, terima kasih kau sudah membuatku yakin. Aku akan selalu ingat kata katamu untuk selalu bekerja keras jika ingin mendapatkan sesuatu."
Xiang Wan tersenyum.
Lalu Xu Ling berkata," kakak Xiang, malam ini kau terlihat berbeda."
Xiang Wan terkejut mendengarnya.
Ia sedikit salah tingkah karena takut ada yang salah dengan penampilannya.
Xu Ling tersenyum dan berkata," kau terlihat anggun malam ini dengan kemeja warna merah yang kau kenakan."
...
...
Xiang Wan tertawa kecil.
Lalu ia berkata," kau sudah mulai bisa menggodaku sekarang."
Xu Ling tersenyum.
Lalu ia berkata," sering seringlah datang menemaniku syuting. Agar aku tidak terlalu bosan."
Xiang Wan tersenyum," baiklah. Aku akan minta Yi Deng untuk membuat kegaduhan agar kau tidak bosan."
Xu Ling tertawa.
Lalu ia berkata," aku harus kembali. Sebentar lagi jadwalku untuk syuting."
Xiang Wan mengangguk," pergilah. "
Xu Ling tersenyum lalu ia berjalan pergi.
Xiang Wan melihatnya pergi.
Ia masih berdiri disana melihat Xu Ling mulai syuting.
Lalu tiba tiba ada kelopak bunga Plum jatuh tepat diatasnya.
Dan ia memegangnya dengan tangannya.
Lalu ia melihat ke atas kepalanya.
Dan ternyata ada pohon Plum.
Ia terpaku dan teringat sesuatu di masa lalunya.
'2 orang anak perempuan berlarian dengan gembira dibawah pohon Plum dan bunga bunga nya sedang berguguran.'
Lalu ia melihat tangannya, kelopak bunga Plum itu.
Dan ia teringat lagi,
'Di sebuah taman.
Ia sedang duduk dibawah pohon plum bersama seorang laki laki dan menikmati sore itu sambil bunga bunga plum berguguran.'
...
...
Ia menghela nafas.
Lalu ia membuang kelopak bunga plum yang ada ditangannya.
Lalu ia berjalan pergi.
Sementara itu. [Di Jerman]
Sore itu Yi En sedang bersiap siap pulang.
Sambil ia menelepon sahabatnya, Cen Wei.
Cen Wei yang masih dikantornya.
Ia pun mengangkat telepon dari sahabatnya itu.
Yi En," kau masih dikantor? Jika aku lihat di China ini sudah tengah malam. "
Cen Wei tertawa kecil dan berkata," kau benar benar seperti alarm."
Yi En tertawa.
Ia berkata," disini masih sore, tapi aku sudah bisa pulang. "
Cen Wei," wahh kau mau mengejekku?"
Yi En ," Wei Wei... "
Sambil berjalan keluar kantornya.
Lalu ia berkata lagi," aku sudah putuskan aku akan kembali."
Cen Wei begitu senang mendengarnya.
Ia berkata," kau benar benar membuatku senang. Kapan kau akan kembali? Besok? "
Yi En tersenyum," kau ini, aku masih harus membereskan beberapa pekerjaanku disini. Ada beberapa kontrak desain gaun yang masih akan berjalan hingga tahun depan. Tapi aku bisa sambil mengerjakan tanpa perlu disini. Temanku akan mengaturnya untukku. "
Cen Wei," wah kau benar benar membuatku kagum Yi En."
Yi En," justru kaulah yang membuatku kagum, sahabatku sudah akan memiliki perusahaan sendiri."
Cen Wei tersenyum.
Yi En berkata lagi," mungkin 1 minggu lagi aku akan bisa kembali ke Shanghai. "
Cen Wei," benarkah ? Kau bisa secepat itu?"
Yi En mengangguk, sambil ia melihat sesekali ke jalanan.
Lalu ia berkata lagi," sebenarnya... aku memang sudah mengajukan pengunduran diri beberapa bulan yang lalu. Hanya saja mereka masih menahanku. Dan kebetulan sekali kau memintaku untuk kembali. Itu bisa jadi alasan untukku bahwa keluargaku ingin aku kembali."
Cen Wei tertawa," kau menggunakan namaku?!"
Yi En menjawab," tentu saja. Siapa lagi keluargaku kalau bukan kau."
Cen Wei," aku benar benar menyayangimu Yi En."
Yi En tersenyum.
Lalu Yi En berhenti disebuah toko roti.
Dan ia membeli beberapa roti.
Setelah membayarnya, lalu ia berjalan pergi.
Mereka berbincang cukup lama.
Sampai Yi En tiba di apartemennya.
Pengunduran Diri Yi En disetujui.
Ia mulai membereskan pekerjaannya.
Bahkan ia sudah membuat beberapa desain untuk beberapa bulan ke depan.
Beberapa rekan kerjanya merasa kehilangan dia. Selain karena bakatnya juga karena ia dikenal sangat bersahabat.
Asisten CEO Fashion FOX , Peter menemuinya.
Lalu Yi En memberikan beberapa desain terbaru pada Peter.
...
...
Peter," aku akan sering mengganggumu sampai tahun depan. "
Yi En tersenyum dan berkata," tentu saja, kau boleh menggangguku. Aku siap untuk membantu. "
Peter tersenyum.
Ia melihat desain yang sudah dibuat Yi En.
Lalu ia berkata," sayang sekali kau harus pergi. Kami akan meluncurkan desain desainmu ini dan namamu tetap akan ada dan juga beberapa artis di Fox Entertainment akan mengenakan desain mu. "
Yi En tersenyum senang," terima kasih."
Peter," dan, jika kau ingin kembali lagi nanti kemari, kami tetap terbuka untukmu."
Yi En," aku benar benar merasa tersanjung. Terima kasih Peter. "
Peter mengangguk.
Lalu ia menjabat tangan Yi En," kami sangat senang bisa bekerjasama denganmu selama beberapa tahun ini."
Yi En tersenyum senang. Mereka berjabatan tangan.
Setelah beberapa hari selesai membereskan pekerjaanya.
[Di Shanghai]
Cen Wei sedang sibuk mengurus beberapa desain untuk pemotretan sebuah film yang akan dibintangi Xu Ling.
Para Staff Cen Wei terlihat begitu sibuk.
Lalu ada salah satu desain baju yang tertinggal belum disiapkan.
Salah 1 staff nya menyadarinya, ia segera menemui Cen Wei dan memberitahu Cen Wei.
Raut wajah Cen Wei mulai berubah.
Ia memarahi staff staffya," apa?! Bagaimana kalian mengeceknya?!"
Para staffnya langsung menundukkan kepalanya.
Xu Ling hanya tersenyum melihatnya.
Yao Xiang Wan baru saja datang dan melihat kejadian itu.
Ia masih terdiam di belakang.
Lalu Cen Wei menarik nafas dalam dalam.
Akhirnya ia berkata dengan nada sedikit turun, " siapkan desain baju itu, dalam waktu 10 menit. Segera."
Staffnya menatapnya. Ia langsung berkata," baiklah. "
Dan ia segera pergi mengambil desain baju Xu Ling.
Xiang Wan tersenyum melihatnya.
Lalu ia mendekati Cen Wei.
Dan berkata," ternyata, Nona Cen Wei bisa sedikit lebih sabar. Biasanya kau akan memarahi habis habisan para staffmu"
Cen Wei tersenyum kecil.
Lalu ia berkata," aku akan segera meninggalkan mereka. "
Xiang Wan tertawa, " kau memiliki perasaan juga ternyata."
Cen Wei tersenyum.
Lalu Cen Wei berkata," Kak Xiang Wan, temanku akan datang besok. Aku akan langsung membawanya menemuimu besok."
Xiang Wan mengangguk," baiklah. Besok aku harus menemui sutradara Jin di star tv. Setelah itu kita bisa bertemu. "
Cen Wei ," okey kak Xiang Wan."
Malam itu selesai membereskan barang barangnya.
Ia berdiri mengambil segelas teh hangat yang sudah ia buat.
Lalu ia berdiri di depan jendelanya.
Ia berdiri cukup lama sambil menikmati teh hangatnya.
Lalu ia duduk di sofanya.
Sesekali ia menghela nafas. Ia akan kembali ke Shanghai, sudah hampir 8 tahun ia pergi meninggalkan Shanghai.
Ia menyimpan banyak kenangan.
Beberapa saat handphonenya bunyi.
Ia pun mengangkatnya," Wei wei, disana sudah tengah malam. Kau masih belum tidur?"
Wei Wei tersenyum," aku tidak bisa tidur, tidak sabar menunggumu besok.'
Yi En tersenyum dan berkata," kau akan menjemputku dibandara?"
Wei Wei," tentu saja. Aku akan menjemputmu. Jika bukan aku, siapa lagi yang akan menjemputmu?"
Yi En," taxi yang akan menjemputku."
Wei Wei tertawa mendengarnya.
Yi En," baiklah, kau harus tidur. Besok kita sudah bertemu."
Wei Wei," temani aku sampai aku tertidur."
Yi En," kau ini benar benar menyusahkan."
Mereka pun berbincang lama, hingga akhirnya Wei wei tertidur.
Yi En tersenyum lalu ia menutup teleponnya.
Ia pun menikmati lagi sambil memandang ke arah jendela.
Xiang Wan yang baru saja kembali.
Ia terlihat lelah sekali.
Ia mengambil secangkir air hangat di dapur.
Lalu ia berjalan ke kamarnya.
Setelah meletakkan tasnya.
Ia berdiri dekat jendela.
Ia tersenyum dan menarik nafas.
Itu cara dia untuk tetap kuat menghadapi tekanan pekerjaannya setiap harinya, dengan tersenyum dan menikmati.