
Pagi itu Yi En memasak telur mata sapi dan sosis.
Lalu ia membuat cukup banyak jus buah.
Ia memasukkan ke dalam 3 tumblir.
Sesekali, ia bersin.
Ia merasa sedikit flu.
Tapi ia tidak mempedulikannya.
Wei Wei lalu duduk dikursi meja makan.
Yi En sudah menyiapkan masakannya.
Lalu ia duduk berhadapan dengan Wei Wei.
Wei Wei," semalam kau pulang malam sekali. "
Yi En mengangguk," dan kau sudah tertidur pulas."
Wei Wei tertawa.
Ia menjawab," maafkan aku tidak bisa menunggumu. Aku sudah sangat mengantuk kemarin malam. Paling tidak aku sudah lega kau mengabariku kemarin setelah kau pergi begitu saja meninggalkan pesta."
Yi En tersenyum.
Tiba tiba ia bersin lagi.
Wei Wei terkejut mendengarnya.
Ia berkata," Yi En!... "
Yi En mengambil tisue lalu membersihkan hidungnya sambil berkata," maaf."
Wei Wei," kau flu? Semalam kau kehujanan?"
Yi En menatap Wei Wei.
Lalu ia menjawab," hanya sedikit."
Wei Wei," hanya sedikit?! Tapi sampai kau flu?!"
Yi En," baiklah , setelah ini aku akan minum obat. Jangan cerewet, cepat makan dan kita harus segera berangkat."
Wei Wei menggelengkan kepalanya dan berkata," aku ini mengkhawatirkanmu. "
Yi En menatap sahabatnya.
Wei Wei," kenapa kau malah menatapku?"
Yi En," aku sungguh terharu. "
Wei Wei merasa geli mendengarnya.
Ia segera menghabiskan makanannya.
Dan ia segera lari ke kamarnya.
Yi En tertawa kecil melihat tingkah sahabatnya.
...
...
Pagi itu , Xiang Wan mengajak meeting David, Judy, Wei Wei dan Yi En untuk membicarakan syuting film " aku rindu " dan biografi tn Yu Xiang.
Xiang Wan membagi 2 team.
Ia menyerahkan Xu Ling pada David dan Judy.
Sedangkan Lin Xiang ia serahkan pada Wei Wei dan Yi En.
Xiang Wan akan lebih mengurusi Lin xiang karena ia nantinya akan syuting di 2 tempat di waktu yang hampir bersamaan.
Syuting biografi tn Yu Xiang akan dilaksanakan perdana selisih 10 hari dari syuting " aku rindu"
Jadi mereka akan fokus dulu untuk syuting " aku rindu".
Setelah selesai meeting.
Judy dan David lebih dulu keluar dari ruangan.
Lalu Xiang Wan berkata pada Yi En," Yi En, sesuai permintaanmu waktu itu. Kau yang akan bertanggungjawab untuk Lin Xiang. Jadi, aku percayakan padamu."
Yi En tersenyum dan mengangguk," Aku akan melakukannya dengan baik dan hati hati."
Xiang Wan menatap Yi En. Lalu ia mengangguk.
Wei Wei," sepertinya aku tertinggal sebuah episode sebelumnya."
Xiang Wan," tenang, Wei Wei. Yi En akan memberikan copy episode sebelumnya padamu."
...
...
Yi En tersenyum mendengarnya.
Lalu mereka berjalan keluar bersama.
Sambil berjalan , Yi En berkata," kak Xiang Wan, aku meletakan sebotol jus buah di mejamu. Itu bisa sedikit meredakan sisa dari minuman semalam."
Xiang Wan menoleh, ia memang belum sempat ke ruangannya.
Ia cukup terkejut atas perhatian Yi En.
Wei Wei," itu sebagai ganti coffee hari ini."
Xiang Wan tersenyum, lalu ia berkata," terima kasih. Aku akan meminumnya."
Yi En mengangguk dan tersenyum.
Wei Wei ," kak Xiang Wan, jika semalam kau mabuk, kau tidak mengatakan apa apa di depan Yi En bukan?"
...
...
Yi En menyenggol Wei Wei dengan cepat.
Xiang Wan tersenyum dan menjawab," jika aku mabuk, aku tidak akan bertingkah seperti Yi En."
Yi En terlihat malu mendengarnya.
Lalu Xiang Wan berjalan masuk ke ruangannya.
Sedang Yi En menoleh pada Wei Wei sambil berkata," kau ini..."
Xiang Wan duduk sambil melihat botol tumblr di meja kerjanya.
Ia mengambilnya.
Lalu ia tersenyum.
Yi En dan Wei Wei sedang menyiapkan kostum kostum yang akan dipakai Lin Xiang di syuting " aku rindu"
Mereka cukup sibuk hari itu.
Sesekali Yi En masih bersin.
Meski ia merasa tambah tidak enak badan.
Ia tidak peduli dan tetap bekerja.
Sesekali ia istirahat.
Wei Wei melihatnya, ia ingin cerewet, tapi ia menahannya.
Yu Jiang memanggil Xiang Wan diruangannya.
Ia membicarakan mengenai hak cipta untuk syuting biografi tn Yu Xiang.
Ia berencana untuk membelinya, dengan begitu mereka bisa memproduksi sendiri.
Mereka harus berhadapan dengan statiun TVB yang akan memproduksinya.
Xiang wan dengan semangat menyetujuinya.
Hanya saja mereka butuh pengacara untuk memenangkannya.
Yu Jiang meminta Xiang wan untuk meminta bantuan Mo Bei.
Xiang Wan terkejut mendengarnya.
Ia berkata" paman, aku akan menanganinya. Tapi kita tidak harus meminta bantuannya. Aku bisa mencarikan pengacara lain di Shanghai yang tidak kalah hebatnya."
Yu Jiang," kau tahu, Mo Bei, dia pengacara muda yang sudah memenangkan banyak kasus di dunia Entertainment. Di Hongkong, bahkan sampai ke taiwan. Dan namanya cukup dikenal akhir akhir ini di dunia hiburan Shanghai. Dia sudah sangat hafal dan terbiasa dengan kasus kasus seperti ini. "
Wajah Xiang Wan berubah. Ia benar benar tidak suka mendengar pamannya membicarakan kehebatan Mo Bei.
Xiang Wan," aku tetap akan mencari pengacara lain."
Yu Jiang menatap keponakannya.
Ia menarik nafas.
Lalu ia berkata dengan pelan," Xiang Xiang. Paman mengerti ada sesuatu yang terjadi diantara kalian berdua. Dengan kau tiba tiba meninggalkan pesta malam itu, saat paman hendak mengenalkanmu padanya. Paman sudah bisa lihat dengan jelas. Tapi Xiang Xiang, kau adalah seorang direktur dari manager artis yang dikenal sangat profesional. Seharusnya kau bisa memisahkan urusan pribadimu dengan perusahaan."
Xiang wan terdiam. Tapi wajahnya masih terlihat tajam dan sinis.
Lalu ia berkata," aku tahu paman. Tapi kenapa harus Mo Bei?!"
Yu Jiang," harus dia. "
Yu Jiang menghela nafas lagi.
Ia berusaha menahan emosinya untuk berbicara pelan.
Ia berkata," Xiang Wan, kau pasti bisa."
Xiang wan menarik nafas.
Ia hanya diam.
Lalu ia berdiri dan berjalan keluar.
Seperti biasa, ia tidak akan mau menjawab pamannya jika sudah tidak bisa lagi menyelesaikannya.
Yu Jiang menggelengkan kepalanya.
Lalu ia teringat perbincangannya dengan istrinya Zhu He semalam.
Zhu He menceritakan kejadian 15 tahun yang lalu tentang hubungan Xiang Wan dan Mo Bei.
Meski Yu Jiang bisa memahami keponakannya.
Tapi ini adalah caranya juga agar Xiang Wan bisa melepaskan kebenciannya selama bertahun tahun.
...
...
Wei Wei sedang berjalan hendak ke ruang kerjanya sambil membawa segelas coklat hangat untuk Yi En.
Xiang Wan melihatnya dan bertanya," kau membawa minuman apa Wei Wei? "
Belum sempat Wei Wei menjawab, Xiang Wan seperti biasa, ia mengambil minuman itu dari tangan Wei Wei sambil berkata," untukku? Terima kasih.'
Wei Wei segera berkata dengan cepat sebelum Xiang wan hendak meminumnya," Kak Xiang wan, itu coklat untuk Yi En, karena dia sedikit Flu."
Xiang Wan yang hampir meminumnya.
Ia segera mengurungkan niatnya.
Ia menatap Wei wei dan berkata," Yi En, dia flu?"
Wei Wei mengangguk dan segera meminta kembali segelas coklat hangat itu dari tangan Xiang Wan.
Xiang wan, " kenapa kau tidak buatkan untukku juga?"
Wei Wei tersenyum dan menjawab," baiklah. Nanti akan kubuatkan juga untukmu kak."
Wei Wei segera berjalan menuju ruangannya.
Ia lalu meletakkan segelas coklat hangat itu di meja dan berkata pada sahabatnya," minumlah coklat hangat ini. Ini bagus untuk flu."
Yi En istirahat sebentar, ia menyandarkan badannya di sofa sambil menengadahkan kepalanya ke atas dan memejamkan matanya.
Ia menjawab," baiklah."
Tapi ia tidak segera meminumnya.
Ia masih membiarkan matanya terpejam.
Wei Wei," jika kau tidak kuat, lebih baik kau pulanglah. Aku akan memintakan ijin pada kak Xiang wan."
Tanpa di duga Xiang Wan memang mengikuti Wei wei dan ia membuka pintu lalu masuk ke ruang kerja Wei Wei.
Xiang Wan langsung berkata," lebih baik pulang dan istirahatlah."
Wei wei terkejut melihat Xiang wan.
Begitu juga Yi En. Ia segera membuka matanya dan berdiri.
Wei Wei," kak Xiang wan?!..."
Yi En," aku tidak apa apa. Maafkan aku."
Xiang Wan melihat wajah Yi en memang sedikit pucat dan pipinya cukup memerah. Ia bisa mengerti kenapa Yi En flu, itu karena mengantar dia pulang semalam dan kehujanan.
Ia berjalan sedikit mendekati Yi en dan berkata," wajahmu pucat dan pipimu sedikit memerah. Kau flu dan demam. Jika kau tidak pulang dan istirahat, kau akan tambah jatuh sakit dan besok kau tidak akan kuat untuk membantu Lin xiang di hari pertama dia syuting."
Yi En terdiam.
Wei wei," kak Xiang wan..."
Xiang wan berkata dengan pelan," jadi, pulanglah dan istirahatlah. Disini biar Wei Wei yang melanjutkannya."
Yi En menatap Xiang Wan.
Lalu akhirnya ia mengangguk dan berkata," baiklah, aku akan pulang dan istirahat."
Wei Wei tidak bisa mengantar pulang Yi En.
Ia hanya bisa menemani Yi En berjalan keluar kantor dan hendak memesankan taxi.
Xiang Wan yang hendak pergi menemui seseorang.
Ia mendekati Wei Wei dan Yi En.
Lalu ia berkata," biar aku yang mengantarmu pulang Yi En."
Wei Wei dan Yi En menoleh, mereka terkejut Xiang wan menawarkan hal itu.
Yi En," kak Xiang wan, tidak apa apa. Aku bisa naik taxi."
Xiang Wan," tidak apa apa, aku akan mengantarmu, kebetulan aku hendak menemui seseorang dan searah dengan jalan apartementmu."
Wei Wei dan Yi En saling berpandangan.
Wei Wei segera menjawab," baiklah kak Xiang wan, tolong kau antar Yi En. Maaf merepotkanmu."
Yi En menyenggol sahabatnya.
Wei Wei hanya tersenyum menatap Yi En.
Lalu Xiang wan mengangguk. Lalu ia berkata," masuklah."
Xiang Wan pun membuka kunci mobilnya dan ia berjalan masuk.
Yi En akhirnya mau tidak mau menuruti Xiang wan.
Wei Wei," hati hati. Sampai dirumah, segera istirahatlah."
Yi En mengangguk.
Lalu ia berjalan dan masuk ke dalam mobil Xiang Wan.
Xiang Wan berhenti sebentar di depan sebuah toko obat.
Lalu ia turun dan masuk ke toko obat itu.
Beberapa saat ia keluar lagi.
Saat masuk ke dalam mobil sebelum ia menjalankan mobilnya.
Ia menoleh dan memberikan sebuah bungkusan ke Yi En.
Yi En yang spontan menerimanya ia berkata," ini..."
Xiang Wan," obat flu, minumlah saat kau hendak istirahat nanti. "
Yi En menatap Xiang Wan.
Lalu Xiang Wan menjalankan mobilnya.
Yi En masih terkejut dan menatap atasannya itu.
Lalu akhirnya ia berkata sambil menundukkan kepalanya," terima kasih."
Xiang Wan tersenyum.
Lalu ia berkata," aku yang harusnya berterima kasih padamu. Kemarin malam, kau kehujanan hanya karena mengantarku dan memberikan jasmu padaku. Karena itulah kau jadi flu. Aku tidak suka berhutangbudi."
Yi En mendengarnya.
Ia tersenyum sambil menoleh ke jalanan.
Sampai di apartemen Wei Wei.
Xiang Wan menghentikan mobilnya.
Lalu Yi En berkata," terima kasih sudah mengantarku kak Xiang Wan. "
Xiang Wan mengangguk tersenyum.
Ia berkata," jas mu aku kembalikan setelah selesai aku mencucinya."
Yi En tersenyum," baiklah tidak apa apa."
Lalu Yi En turun dari mobil Xiang Wan.
Sebelum menutup pintu mobilnya ia berkata," hati hati kak."
Xiang Wan mengangguk.
Setelah itu Yi En menutup pintu mobil.
Yi En masih menunggu Xiang Wan sebelum pergi.
Sesekali Yi En bersin.
Xiang Wan sempat melihatnya.
Ia menggelengkan kepalanya.
Lalu Xiang Wan pergi.
Saat Yi En hendak masuk ke apartemennya.
Ia melihat ada mobil berhenti dan hendak memarkirkan di seberang apartemennya.
Ia hendak berjalan masuk, tapi tiba tiba ia menghentikan langkahnya, ia terkejut.
Lu Chun turun dari mobil itu, dan ia melihat Yi En.
Lu Chun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum pada Yi En.
Tanpa berpikir lama , Yi En tiba tiba berjalan mendekati Lu Chun.
Dan ia berkata," untuk apa kau kemari?! "
Lu Chun menatap Yi En cukup lama ia diam.
Yi En," kenapa kau hanya diam dan menatapku?!"
Lu Chun menarik nafas.
Lalu ia menoleh ke apartemen di sebelahnya.
...
...
Yi En terkejut mendengarnya.
Ia menatap Lu Chun dan berkata," begitu banyak apartemen kenapa kau memilih apartemen disini? Kau sengaja bukan?!"
...
...
Lu Chun ," mungkin ini yang disebut kebetulan atau... takdir."
Yi En menarik nafas.
Akhirnya Yi En berjalan pergi meninggalkan Lu Chun.
Lu Chun melihat Yi En meninggalkannya.
Yi En masuk ke apartemennya.
Lalu ia berjalan ke kamarnya dan ia duduk di tempat tidurnya.
Ia menghela nafas panjang.
Ia merasa pening karena flu nya ditambah ia kesal bertemu dengan Lu Chun.
Sementara itu, Xiang Wan sampai di depan sebuah kantor. Ia memarkirkan mobilnya.
Dan ia turun berjalan hendak masuk ke kantor itu.
Ia berdiri sebentar, dan menarik nafas.
Lalu ia masuk.
Saat hendak masuk, Mo Bei hendak berjalan keluar kantornya.
Mereka pun bertemu.
Xiang Wan akhirnya mau tidak mau menemui Mo Bei sesuai permintaan pamannya.
Mo Bei terkejut melihat Yao Xiang Wan berdiri di depannya, menemuinya di kantornya.
...
...
Xiang Wan masih sedikit sinis, ia berkata," aku ingin membicarakan sesuatu denganmu."
Mo Bei mengurunkan niatnya untuk pergi bertemu klien.
Lalu ia mengangguk dan berkata," baiklah, kita bicara di dalam."
Lalu Mo Bei mempersilakan Xiang Wan berjalan masuk.
Dan Mo Bei menunjukkan ruangannya, lalu ia membukakan pintu.
Dan mempersilakan Xiang Wan duduk.
Sedang ia meletakkan tas kerjanya lagi.
Dan ia duduk dikursinya.
Mo Bei menatap Xiang Wan, lalu ia berkata," apa yang ingin kau bicarakan?"
Xiang Wan yang melihat ruang kerja Mo Bei.
Lalu ia menatap Mo Bei dan berkata,"
Ternyata kau sudah menjadi pengacara yang terkenal di bidang Entertainment. Tidak diduga setelah apa yang sudah kau lakukan 15 tahun yang lalu, kau bisa melupakan begitu saja. "
Mo Bei mengerutkan keningnya.
Ia terlihat menyesal.
Ia menjawab," Xiang Wan. Aku mohon, maafkan aku. Mengertilah. Aku harus melakukan itu. Aku mengerti karena aku melakukan itu, pengorbanan ku begitu besar dan harus kehilanganmu."
...
...
Xiang Wan menatap Mo Bei, ia masih sangat marah dan begitu kecewa pada Mo Bei.
Ia berkata," seharusnya kau jangan pernah kembali lagi ke Shanghai."
...
...
Mo Bei menatap Xiang wan, ia begitu sedih mendengarnya.
Mo Bei," Xiang Wan..."
Xiang Wan menarik nafas dan berusaha tenang.
Akhirnya ia berkata," aku dengar kau bisa memenangkan dalam menangani kasus yang berkaitan dengan hak cipta. Sutradara Gao, ia membuat film biografi tn Yu Xiang, dan rencananya TVB statiun akan memproduksinya.
Qili Entertainment ingin membeli hak ciptanya, dalam artian kami ingin memproduksinya sendiri."
Wajah Mo Bei mulai serius mendengarnya.
Lalu Mo Bei berkata," Qili hendak melawan TVB statiun ? "
Xiang Wan mengangguk.
Mo Bei," tapi aku dengar direktur Xu dan sutradara Gao sudah lama akrab. Dan mungkin karena inilah, sutradara Gao meminta bantuan direktur Xu untuk memproduksi filmnya."
Xiang Wan," kenapa? Kau tidak mampu? Bukankah kau pengacara yang hebat dan terkenal?"
Mo Bei melihat Xiang Wan.
Xiang Wan,"15 tahun yang lalu, kau tidak membantu keluargaku. Kau, mempunyai hutang begitu banyak padaku dan keluargaku. Anggap ini sebagai salah satu untuk kau menebusnya."
Mo Bei menarik nafas.
Ia berpikir, jika dengan ini ia bisa kembali menebus kesalahannya dan bisa kembali dekat dengan Xiang Wan.
Lagipula ia kembali ke Shanghai, karena Xiang wan.
Akhirnya ia mengangguk dan berkata," baiklah. Aku akan membantumu."
Xiang Wan menatap Mo Bei.
Mo Bei ," sebenarnya, Direktur Xu ada salah satu klien disini. Hanya saja kali ini, aku akan mencoba memihak padamu dan Qili. "
Xiang Wan mengangguk," baiklah. "
Mo Bei berkata," pertama yang harus kau lakukan adalah, mencoba mendekati sutradara Gao. Karena kali ini, pemain pemain utamanya adalah dari Qili semua. Kau punya alasan untuk mengambil alih hak cipta dan memproduksinya sendiri. "
Xiang wan," tidak masalah akan aku lakukan."
Mo Bei,"aku akan membantumu untuk mendekati Sutradara Gao. Aku cukup dekat dengannya. "
Xiang Wan menatap Mo Bei seakan ia sedikit curiga dan tidak percaya.
Mo Bei," percayakan padaku."
Xiang Wan," baiklah."
Mo Bei," tunggu kabar dariku."
Xiang Wan mengangguk.
Mereka saling bertatapan dan diam.
Lalu Xiang wan sedikit canggung.
Ia masih merasa marah, tapi ia tidak bisa membohongi perasaannya pada Mo Bei.
Ia tersadar dan ia berdiri.
Lalu ia berkata," baiklah. Aku tunggu kabar darimu. "
Xiang Wan hendak berjalan keluar ruangan.
Mo Bei berdiri dan berkata," Xiang Wan. Terima kasih kau mau menemuiku lagi."
Xiang Wan masih membelakangi Mo Bei, ia menjawab," aku menemuimu karena pekerjaanku."
Lalu Xiang Wan berjalan keluar dan pergi.
Saat ia di dalam mobilnya. Ia menarik nafas panjang.
Yi En yang hendak istirahat.
Ia mengambil bungkusan obat yang diberikan Xiang wan padanya.
Ia meminum obatnya. Lalu ia meletakkan bungkusan obat itu sambil memandangi bungkusan obat itu.
Beberapa saat kemudian ia pun membaringkan badannya dan ia mulai memejamkan matanya.
Xiang Wan menemui sahabatnya, Guan Xian.
Sambil ia duduk di bar dan Guan Xian memberikan dia segelas Wine.
Xiang Wan ," aku menemui Mo Bei..."
Guan Xian terkejut mendengarnya.
Guan Xian," kau menemui Mo Bei?! Aku tidak salah dengar?"
Xiang Wan menarik nafas.
Lalu ia meminum winenya.
Guan Xian," untuk apa kau menemuinya? Kau... sudah berbaikan dengannya?"
Xiang Wan segera menatap sahabatnya dan berkata," tidak semudah itu untuk berbaikan dengannya."
Guan Xian tersenyum geli melihat sikap Xiang Wan.
Ia menjawab," tidak semudah itu? Artinya... suatu saat kau akan berbaikan."
Xiang Wan masih menatap terus sahabatnya.
Guan Xian tertawa kecil," baiklah, aku tidak akan menggodamu lagi. Kenapa kau menemuinya?"
Xiang Wan," ada urusan pekerjaan. Aku harus meminta tolong padanya."
Guan Xian," harus dengannya? "
Xiang Wan mengangguk.
Guan Xian," lalu?..."
Xiang Wan," perlu 15 tahun aku melupakannya. Kenapa disaat aku sudah mulai terbiasa, ia muncul lagi."
Guan Xian menarik nafas.
Lalu ia minum birnya.
Setelah itu ia berkata," mungkin ini disebut takdir."
Xiang Wan menoleh," Guan Xian..."
Guan Xian tersenyum dan berkata," Xiang Wan, hidup ini kita tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya."
Xiang wan," tapi kita bisa mengendalikannya."
Guan Xian tersenyum, dan menepuk pundak sahabatnya.
Ia berkata," kau ini..."
Sambil ia berdiri, dan merapikan beberapa botol wine.
Dan ia berkata," kau akan sadar suatu hari nanti. Sekeras apapun kau mengendalikannya. Kau tidak akan bisa melawan takdir."
Xiang Wan terdiam.
...
...
Lalu ia meminum winenya lagi.
Malam itu ia tidak pulang.
Ia tidur di rumah Guan Xian.
Zhu He mendapat telepon dari Xiang Wan bahwa keponakannya itu akan menginap di rumah Guan Xian.
Zhu He menghela nafas panjang.
Lalu Yu Jiang menatap istrinya itu.
Ia meletakkan cangkir tehnya.
Dan berkata," Xiang Wan, dia kenapa?"
Zhu He," dia memberitahu, malam ini akan menginap dirumah Guan Xian. Karena dia habis minum cukup banyak. "
Yu Jiang terdiam mendengarnya.
Ia bisa tahu kenapa Xiang wan begitu.
Zhu He menatap suaminya yang tiba tiba diam.
Ia curiga, dan berkata," kenapa kau tiba tiba diam. Apa terjadi sesuatu tadi di kantor?"
Yu Jiang akhirnya berkata," aku meminta Xiang wan untuk meminta bantuan Mo Bei menangani kasus tentang hak Cipta untuk film biografi tuan Yu Xiang."
Zhu He ," Kau meminta Xiang Wan untuk menemui Mo Bei?!"
Ia menatap suaminya dan berkata," kau sengaja melakukannya bukan?..."
...
...
Yu Jiang menarik nafas.
Lalu ia berkata," bagaimanapun juga, ia harus belajar untuk menghadapinya. Xiang Wan...aku bisa melihat, dia masih belum bisa melupakan Mo Bei. Ini cara untuk dia menyadari perasaannya."
Zhu He menatap suaminya.
Ia sebenarnya juga berpikiran seperti suaminya.
Ia pun ikut menarik nafas panjang.
Beberapa saat Qi Lei pulang.
Ia melihat ayah dan ibunya sedang ada di ruang keluarga.
Qi Lei," ayah ibu, kalian sedang membicarakan apa? Sepertinya serius sekali."
Zhu He," kau sudah pulang."
Qi Lei mengangguk.
Yu Jiang," bagaimana dengan kantor mu yang baru?"
...
...
Qi Lei lalu duduk.
Dan ia menjawab," sudah hampir selesai persiapannya. Dan bulan depan seharusnya sudah siap untuk mulai beroperasi."
Yu Jiang mengangguk," baguslah. Aku dengar dari Xiang Wan, nantinya kau akan bekerja sama dengan kami terkait untuk desain kostum artis."
Qi Lei ," benar ayah. Wei Wei yang akan menanganinya dan berhubungan dengan Shen Yi En sahabatnya."
Zhu He," Shen Yi En, dia yang menggantikan Wei Wei bukan? Ibu sempat bertemu dan Xiang Wan mengenalkan pada Ibu saat pesta malam penghargaan."
Qi Lei ," iya bu. Dia sudah cukup lama tinggal Di Jerman, selain menyelesaikan kuliahnya, ia juga sempat bekerja di salah 1 perusahaan Entertainment di Jerman."
Zhu He mengangguk, dan berkata," awal melihatnya. Ibu menyukainya. Dia terlihat cerdik dan pintar. Mirip dengan seseorang."
Yu Jiang menatap istrinya.
Zhu He menarik nafas. Dan ia menoleh menatap sebuah foto yang tertata di rak kayu dekat sofa.
Di foto itu Zhu He tersenyum ,ia dan seorang perempuan, rambutnya lurus dan panjang berpose dengan tangan mereka membentuk hati.
...
...
Yu Jiang mengerti yang dimaksudkan istrinya itu.
[Kejadian 8 tahun yang lalu...
Yi En berdiri di depan apartemen Lu Chun.
Hao Mai yang membukakan pintu.
Yi En," aku ingin bertemu dengan Lu Chun."
Hao Mai," kau masih juga ingin bertemu dengannya?"
Lu Chun tiba tiba muncul di belakang Hao Mai.
Lalu ia berkata," biarkan kami bicara sebentar."
Hao Mai menatap Lu Chun.
Akhirnya ia mengangguk.
Dan berjalan keluar.
Beberapa menit mereka terdiam sambil saling menatap.
Lalu akhirnya Yi En berkata," aku hanya ingin mendengar darimu sendiri. Benarkah... kau ingin menyudahi hubungan kita? "
Yi En menatap Lu Chun.
Lu Chun masih terdiam.
Lalu beberapa saat ia menunduk.
Dan akhirnya ia menjawab," benar. "
Yi En," bahkan kau tidak mau menatapku?"
Lu Chun tidak bisa berkata apa apa.
Dia benar benar tidak ingin mengakhiri hubungan mereka.
Tapi dia terpaksa harus melakukannya.
Yi En," kenapa?..."
Lu Chun menatap Yi En.
Dan ia hanya menjawab," maafkan aku."
Yi En menggelengkan kepalanya.
Ia kecewa dengan Lu Chun.
Air matanya mulai keluar.
Lalu akhirnya Yi En melepaskan cincin yang ada di jari manisnya, ia buang di depan Lu Chun.
Dan ia segera membalikkan badannya dan berjalan keluar.
Lu Chun segera mengejarnya dan berhasil memegang tangan Yi En.
Yi En langsung menoleh dan berkata," aku tidak ingin melihatmu lagi!"
...Yi En melepaskan tangannya dari tangan Lu Chun....
Lalu ia pergi.]
... Yu Jiang...