
Hari hari berlalu, hubungan Yi En sudah cukup dekat dengan Lu Chun.
Yi En akhirnya beberapa kali makan malam bersama dengan Lu Chun.
Bahkan mereka sudah sering pulang bersama.
Sedangkan Mo Bei sering menemani Xiang Wan untuk makan malam di wonton nenek.
1 kali Mo Bei menemui Hao Mai.
Ia membicarakan apa hubungan Hao Mai dengan Wang Wei.
Hao Mai tersenyum menatap Mo Bei.
Ia berkata," kau menyelidiku Tuan Mo Bei."
Wajah Mo Bei pun mulai serius.
Ia berkata," aku mendapatkan data dari petugas penjara bahwa kau pernah beberapa kali mengunjunginya. Kau... dan Lu Chun."
Hao Mai menatap Mo Bei.
Lalu ia terdiam sebentar.
Beberapa saat kemudian akhirnya ia menjawab," Tuan Mo Bei. seharusnya jika kau ingin lebih jelas, kau temui Lu Chun.
Aku hanyalah seorang manager artis yang dulunya menangani Lu Chun. Aku hanya pernah sedikit membantu Tuan Wang Wei. "
Mo Bei menatap Hao Mai.
Ia menarik nafas.
Ia yakin sebenarnya Hao Mai mengetahui sesuatu.
Ia pernah ingat Xiang Wan pernah bilang bahwa ayah Lu Chun ada dipenjara.
Kemungkinan Wang Wei adalah ayah Lu Chun.
Di kantornya.
Ia memikirkan apakah perlu memberitahu Xiang Wan.
Tapi akhirnya ia putuskan untuk mencaritahu lebih jelas dulu dan setelah itu ia akan memberitahu Hao Mai.
Karena Lin Xiang masih diberikan cuti.
Yi En bisa lebih fokus menemani Ruan Lien Hua.
Siang itu Xiang Wan mengunjungi lokasi syuting Ruan Lien Hua.
Yi En sedang menunggui Lien Hua agak jauh dari lokasi syuting.
Sambil ia mengamati kak Lien Hua bersama asistennya.
Ia melihat pemandangan persawahan di dekat lokasi syuting.
Ia menarik nafas panjang.
Ia merindukan pemandangan di dekat panti asuhan ia pernah tinggali dulu.
Tanpa ia sadari Xiang Wan berdiri disampingnya.
Xiang Wan," sepertinya kau menikmati sekali pemandangan di lokasi syuting ini."
Yi En menoleh," kak Wan. Kau kemari."
Xiang Wan tersenyum.
Dan berkata," aku ingin melihat syuting kak Lien Hua. "
Lalu Xiang Wan melihat pemandangan disekitarnya dan berkata lagi," aku harus sering kemari. Kenapa kau tidak memberitahuku kalau pemandangan disini sangat indah."
Yi En tersenyum mendengarnya.
Lalu ia berkata," kak Wan, aku sudah mengecek jadwal syuting kak Lien Hua.
Besok tidak ada pengambilan adegan syuting untuknya. Jadi besok dia bisa beristirahat. Dan tentang Lin Xiang. 2 hari lagi ia akan datang ke teater, dia akan mengisi untuk seni teater."
Xiang Wan mengangguk," lalu? ... "
Xiang Wan menatap Yi En seakan ia menunggu Yi En ingin meminta sesuatu.
Yi En menatap Xiang Wan.
Ia sedikit ragu untuk mengatakan.
Akhirnya Yi En berkata," bolehkah aku cuti besok? Aku ... ingin pulang."
Xiang Wan melihat Yi En.
Lalu ia berkata," baiklah. Aku berikan kau cuti sehari. Aku akan membantumu 1 hari. Tapi ingat hanya 1 hari."
Yi En menatap Xiang Wan dengan wajah gembira.
Ia mengangguk," baik. Sangat cukup untukku 1 hari. Terima kasih kak Wan."
Xiang Wan menatap pemandangan di depannya lagi.
Lalu ia berkata," sepertinya aku juga perlu berlibur."
Yi En ," kenapa tidak? Aku akan bergantian mengurus pekerjaan kak Wan disini."
Xiang Wan tersenyum dan menoleh ke Yi En.
Xiang Wan," akan kupikirkan nanti. "
Siang itu setelah selesai menemani Ruan Lien Hua.
Yi En bersama Xiang Wan kembali ke kantor.
Sebelum mereka kembali ke kantor.
Xiang Wan mengajak Yi En ke sebuah restoran bergaya klasik china.
Saat Xiang Wan memakirkan mobilnya.
Yi En menoleh ke Xiang Wan dan berkata," kak Wan, bukankah kita harusnya ke kantor? Kenapa kita..."
Xiang Wan menjawab," aku dan kau belum makan siang. Lagipula ini masih jam makan siang bukan? "
Yi En berpikir lalu berkata," benar sekali. "
Xiang Wan lalu turun dari mobilnya diikuti Yi En.
Saat berjalan masuk ke restoran, Yi En mendekati Xiang Wan dan berkata," kali ini apakah kita akan makan bersama dengan Tuan Pengacara itu ?"
Xiang Wan tersenyum mendengarnya.
Ia tidak menjawab dan terus berjalan masuk.
Yi En pun mengikutinya.
Seorang pelayan mendekatinya.
Dan Xiang Wan hanya mengucapkan," aku Yao Xiang Wan."
Lalu pelayan itu mengangguk dan menjawab," baiklah Nona, aku akan mengantarmu."
Saat mereka masuk di sebuah ruangan VIP.
Ternyata bibi Xiang Wan sudah duduk menungguinya.
Zhu He menoleh dan tersenyum," Xiang Xiang."
Xiang Wan berjalan mendekat dan berkata," bibi belum lama menunggu bukan?"
Zhu He mengangguk," tenang saja. "
Lalu Zhu He menoleh ke Yi En. Dan ia tersenyum senang melihat Yi en.
Sambil berkata," Yi En. Aku senang bisa bertemu denganmu lagi."
Yi En hanya tersenyum dan mengangguk.
Zhu He," duduklah. Bibi sudah memesan beberapa masakan. Sebentar lagi pasti sudah siap."
Lalu Xiang Wan pun duduk.
Yi En pun mengikutinya.
Yi En menoleh ke Xiang Wan, Xiang Wan tahu maksud Yi En.
Lalu ia berkata," bibi ku mengajak untuk makan siang. Entah apa yang membuatnya tiba tiba ingin mentraktirku. Tapi ia ingin juga aku mengajakmu. Jadi kebetulan kita siang ini bersama untuk kembali ke kantor. "
Zhu He tersenyum dan berkata," benar. Aku belum sempat mengucapkan terima kasih padamu Yi En. Kau sudah menolong Xiang Wan waktu ia sakit dan membawanya ke rumah sakit."
Yi En menatap Zhu He.
Ia tersenyum dan berkata," bibi, jangan begitu. Aku senang bisa membantu kak Wan. "
Zhu He tersenyum menjawab," tidak apa apa. Aku juga senang bisa makan denganmu. "
Beberapa saat makanan pun tiba dan dihidangkan.
Sambil menikmati makanan.
Zhu He berkata," kau tahu Yi En. Tidak mudah mengajak makan siang Xiang Wan. Karena ada kau saja, dia bersedia makan siang dengan bibi."
Yi En tersenyum mendengarnya.
Xiang Wan," sebentar lagi bibi akan menceritakan apalagi tentangku pada Yi En."
Zhu He melirik keponakannya.
Yi En lalu berkata," kalau begitu, akan terus menemani kak Wan agar dia mau makan siang denganmu bi."
Zhu He tertawa kecil dan menjawab," aku setuju denganmu. Dan ingatkan agar dia tidak lupa untuk pulang pastinya. "
Xiang Wan menggelengkan kepala.
Yi En tersenyum geli mendengarnya.
Sambil menikmati makanannya.
Yi En menyingkirkan paprika ke pinggir piringnya.
Zhu He mengamatinya.
Hal itu membuatnya teringat pada mendiang adiknya.
[ saat makan bersama keluarga.
Adiknya menyingkirkan paprika seperti biasa.
Lalu Zhu He ," kenapa kau tidak suka paprika? Kau lagi lagi menyingkirkannya."
Adiknya tersenyum dan berkata," kalau kakak mau, ambillah."
Zhu He," kau ini."]
Xiang Wan menatap bibinya.
Lalu ia melihat ke arah bibinya menatap.
Ia melihat Yi En menyingkirkan paprika dipinggir.
Xiang Wan pun ikut terpaku melihat Yi En.
Yi Enpun akhirnya menyadarinya.
Ia menatap Zhu He dan Xiang Wan.
Ia menjawab," maafkan aku. Aku sudah terbiasa seperti ini. Aku tidak suka paprika. Maafkan aku."
Zhu He ," tidak apa apa. "
Xiang Wan menjawab," kau tidak suka paprika? "
Yi En," aku juga tidak tahu. "
Xiang Wan masih menatap Yi En.
Yi En ," kak Wan...kau mau?"
Zhu He pun menatap mereka berdua.
Xiang Wan terdiam menatap Yi En.
Yi En tersenyum," maaf aku hanya menggodamu. "
Xiang Wan tersenyum.
Dan berkata," ternyata kebiasaanmu benar benar menyebalkan."
Zhu He menarik nafas melihat tingkah mereka berdua.
Ia menyimpannya dalam hati.
Ia merasa 2 keponakannya ada di depannya.
Selesai makan siang.
Merekapun kembali ke kantor.
Yi En mulai sibuk membaca beberapa surel penawaran iklan syuting untuk Lin Xiang dan berbagai program tv lainnya.
Sambil ia melatih menggerakkan tangannya dengan alat yang di rekomendasikan oleh dokternya.
Lu Chun mengirim pesan padanya dan mengajakanya untuk makan malam.
Yi En pun menjawabnya bahwa ia yang akan bergantian untuk metraktir.
Beberapa saat Xiang Wan masuk ke ruangan Yi En tanpa mengetuk pintu.
Iapun melihat Yi En sedang melatih tangannya dengan alat.
Yi En terkejut melihat Xiang Wan tiba tiba masuk ke ruang kerjanya.
Ia segera menyembunyikan tangan kanannya.
Yi En ," kak Xiang Wan..."
Xiang Wan menatap Yi En.
Lalu ia berjalan dan duduk di depan meja kerja Yi En.
Yi En ," ada apa kak Wan mencariku?"
Xiang Wan," kau... tidak perlu menyembunyikannya. Sebenarnya aku sudah mengetahuinya."
Yi En terkejut mendengarnya.
Ia menatap kak Xiang Wan.
Yi En," kak Wan."
Xiang Wan menarik nafas.
Lalu ia berkata," tanpa sengaja aku sering melihat tanganmu bergetar saat kau sedang fokus mendesain. Dan aku pikir itu terjadi karena kau pernah terbentur saat menyelamatkan Lin Xiang."
YiEn terdiam.
Ia sadar kenapa kak Xiang Wan memintanya untuk lebih fokus sebagai manager artis. Dan ia menyerahkan desain kostum pada Wei Wei.
Yi En," itulah kenapa kak Wan ingin aku fokus sebagai manager artis sekarang."
Xiang Wan menatap Yi En.
Ia sedikit mengangguk.
Dan berkata," maafkan aku. Tapi...selain menjadi desainer. Kau juga juga mampu menjadi manager artis. Aku sudah melihatnya."
Yi En menarik nafas.
Beberapa saat ia tersenyum lalu berkata," terima kasih kak Wan. Aku...sungguh berterima kasih. Kau begitu memperhatikanku. "
Xiang Wan menatap Yi En dan tersenyum, ia menjawab," bukankah kita 1 team?"
Yi En pun tersenyum mendengarnya.
Lalu Xiang Wan berkata," aku kemari ingin menanyakan tentang beberapa penawaran program acara tv dan iklan untuk Lin Xiang. Kau bisa bantu aku untuk mengajukan beberapa yang menurutmu itu baik dan kirimkan padaku. Besok aku akan membicarakannya dengan Lin Xiang."
Yi En mengangguk ," aku sudah mengecek beberapa. Nanti setelah aku filter akan segera aku kirim. Tapi... dia sedang bersemangat dengan pertunjukan seni Teater yang diikutinya. Aku melihatnya dan ia lebih serius kali ini."
Xiang Wan," baguslah. Itu akan menambah pengalaman dalam berakting untuknya."
Malam itu selesai Yi En menyelesaikan pekerjaannya dan sudah mengirim ke Xiang Wan.
Ia pun segera meninggalkan kantor.
Lu Chun sudah menungguinya di parkiran basement Qili.
Lalu mereka pun makan malam bersama.
Ternyata, ada seorang paparazi yang sudah mengikuti Lu Chun mereka.
Dan berhasil mengikuti bahkan mendapatkan foto mereka.
Saat makan, Yi En memberitahu Lu Chun bahwa besok ia mendapatkan cuti dari Xiang wan.
Ia akan pulang ke panti asuhan.
Lu Chun menatap Yi En.
Ia mulai merasa bersalah dan teringat lagi tentang kebenaran yang terjadi pada Yi En dan Xiang Wan.
Ia terdiam sebentar.
Yi En ," kenapa kau...diam?"
Lu Chun ," tidak apa apa. Aku...tidak bisa menemanimu pulang. Karena besok aku ada jadwal syuting hingga malam. Maafkan aku."
Yi En tersenyum dan menjawab," tidak apa apa. Aku sudah tahu. Lagipula besok Wei Wei akan menemaniku."
Lu Chunpun tersenyum, " ada Wei Wei yang menemanimu. Aku lebih tenang."
Sementara itu,
Xiang Wan yang masih ada dikantor.
Setelah ia mendapat telepon dari Mo Bei , bahwa Mo Bei sudah menunggunya di wonton nenek.
Xiang Wan pun segera meninggalkan kantor.
Sampai di Wonton nenek.
Mo Bei segera memesan 2 mangkuk sup wonton untuk mereka.
Xiang Wan pun duduk dan berkata," sekarang wonton nenek ini menjadi tempat makan favoritmu?"
Mo Bei tersenyum.
Lalu ia menjawab," aku lebih suka suasana disini. Banyak kenangan disini bersama denganmu."
Xiang Wan tersenyum.
Beberapa saat sup wonton mereka pun datang.
Sambil menikmati sup wonton.
Mo Bei menatap Xiang Wan.
Xiang Wan," kenapa ? Kau ingin memberitahu sesuatu padaku?"
Mo Bei terkejut.
Ia akhirnya berkata," Wang Wei...besok akan dibebaskan."
Xiang Wan menatap Mo Bei.
Ia hanya diam.
Lalu Mo Bei berkata," apa kau mau berlibur denganku besok?"
Xiang Wan tiba tiba tersenyum.
Ia menunduk dan memakan sup wontonnya.
Mo Bei melihatnya dan tersenyum juga.
Lalu Xiang Wan mengangkat kepalanya dan berkata," Yi En besok dia cuti. Dia...ingin pulang. Jadi aku harus menggantikan pekerjaannya dulu."
Mo Bei," Yi En, dia ingin pulang? "
Xiang Wan mengangguk.
Mo Bei tersenyum dan berkata," kau baik sekali padanya."
Xiang Wan tersenyum.
Ia berkata," aku akan jadwalkan cutiku nanti."
Mo Bei," baiklah. Aku akan jadwalkan ulang untuk bisa berlibur denganmu."
Xiang Wan menatap Mo Bei.
Ia membalas lagi dengan senyuman.
Lalu ia memakan sup wontonnya lagi.
Keesokan harinya.
Yi En bersama Wei Wei berangkat pagi pagi sekali ke panti asuhan.
Pemandangan menuju panti asuhan dikelilingi persawahan dan pepohonan.
Begitu segar.
Yi En begitu menikmatinya.
Sampai mereka di panti asuhan.
Mereka disambut gembira oleh beberapa suster dan suster kepala.
Banyak anak anak panti pun senang dan mengajak mereka bermain.
Seperti biasa mereka bermain bola.
Yi En dan Wei Wei harus saling melawan.
Mereka begitu gembira.
Sesekali Wei Wei mengambil foto bersama Yi En dan mengunggahnya di sosial media.
Yi En terlihat begitu senang dan menikmati.
Siang itu Xiang Wan sedang ada dirumah Ruan Lien Hua.
Sambil ia melihat akun Weibonya, sedang Ruan Lien Hua sedang mengambil minuman.
Xiang Wan tersenyum melihat foto Wei Wei bersama Yi En.
Ia menarik nafas.
Beberapa saat Ruan Lien Hua datang.
Ia melihat Xiang Wan, sambil ia duduk meletakkan segelas minuman untuk Xiang Wan.
Dan ia berkata," kau kenapa ? Menatap handphone mu sambil tersenyum dan menarik nafas. Sepertinya ada sesuatu yang membuatmu lega dan senang."
Xiang Wan menatap Ruan Lien Hua.
Ia tersenyum lalu ia berkata," Shen Yi En membuatku iri. "
Ruan Lien Hua," Shen Yi En? Dia kenapa?"
Xiang Wan memperlihatkan foto di akun weibo.
Xiang Wan ," aku memberikannya cuti hari ini. Dia bilang dia ingin pulang. Sepertinya dia begitu menikmati."
Ruan Lien Hua tersenyum.
Lalu ia berkata," kau sepertinya begitu perhatian dengannya. "
Xiang Wan menoleh menatap Lien Hua.
Lien Hua berkata lagi,"aku mengenalmu Xiang Wan. Kau lebih memperhatikan artis artismu daripada asisten asistenmu."
Xiang Wan terdiam mendengarnya.
Ia berkata," benarkah?"
Lien Hua mengangguk.
Xiang Wan hanya tersenyum.
Lalu ia berkata," selama ini. Aku selalu bekerja sendiri. Meski aku memiliki asisten asisten dan staff. Tapi baru kali ini aku memiliki rekan kerja yang mengajarkanku bagaimana bekerja dalam team. "
Lien Hua tersenyum mendengarnya.
Ia berkata," kau beruntung memiliki asisten sepertinya. "
Xiang Wan mengangguk.
Lalu Lien Hua berkata lagi," Jika dilihat dari foto fotonya, sepertinya banyak sekali anak anak bersama dengannya. Seperti...sebuah panti asuhan."
Xiang Wanpun melihat foto foto yang diunggah Wei Wei lagi.
Memang benar banyak anak anak bersama mereka berdua.
Dan ada 1 foto mereka foto bersama beberapa suster.
Lu Chun siang itu pergi dengan mobilnya.
Lalu berhenti didepan gerbang penjara.
Beberapa saat pengacaranya keluar bersama dengan ayahnya.
Untuk mengurangi kecurigaan dari paparazi.
Lu Chun menunggu ayahnya di dalam mobil.
Pengacaranya membawa ayahnya masuk ke dalam mobil Lu Chun.
Setelah itu pengacaranya keluar dari mobil dan pergi.
Lu Chun pun membawa ayahnya ke sebuah rumah.
Ia sudah siapkan rumah untuk ayahnya tinggal.
Tapi Lu Chun tidak tinggal bersama dengan ayahnya.
Mereka makan bersama siang itu.
Lalu Lu Chun berkata," ayah, maafkan aku untuk sementara aku tidak bisa disini. Karena urusan pekerjaan aku harus diapartemen dekat kantorku. Nanti jika sudah aku selesaikan urusan pekerjaanku. Kita akan tinggal bersama."
Lu Chun menatap ayahnya.
Ia terdiam.
Lalu ia mengangguk.
Ia mengambilkan lauk ke mangkuk ayahnya.
Wang Wei tersenyum senang.
Lalu mereka pun makan.
Sementara itu Yi En sedang duduk sambil melihat Wei Wei masih bermain dengan anak anak yang lain.
Suster kepala pun mendekatinya.
Dan duduk disampingnya.
Suster kepala," sudah lama sekali kalian berdua tidak bermain kemari. "
Yi En mengangguk," benar sekali. Sekarang Shi Guang, He Jia Jia dan lainnya sudah semakin besar. Rasanya baru kemarin meninggalkan tempat ini mereka masih terlihat kecil."
Suster kepala tersenyum mendengarnya.
Lalu ia berkata," Yi En. Beberapa minggu lalu. Ada seorang laki laki datang kemari. Ia bilang dari kantor informasi orang hilang. Dan ia menanyakan tentangmu."
Yi En terkejut mendengarnya.
Dan berkata," seorang laki laki dari kantor informasi orang hilang? Suster Wang, kau tahu siapa namanya? "
Suster kepala itu menjawab," dia hanya mengatakan namanya Wang Wei. Dia tidak meninggalkan pesan atau kartu nama. Dan dia hanya mengatakan akan segera kembali lagi jika sudah mendapatkan informasi yang lebih jelas. "
Yi En sedikit bingung.
Tapi yang jelas ia tahu, kemungkinan keluarganya sedang berusaha mencarinya melalui kantor informasi orang hilang.
Sementara itu, Lin Xiang sudah mulai datang berlatih di seni teater.
Ia mendapat peran seseorang perempuan muda yang akhirnya bisa berdiri melihat matahari yang bersinar dihidupnya.
Ia merasa perannya itu mirip dengannya.
Ia ingin memerankannya dengan akting terbaiknya.
Hanya saja ia mulai mengalami stress.
Bahkan ditambah dengan issue yang tersebar mengenai hubungan Luo Feng
Yang semakin dekat dengan Fan Mei.
Foto foto kedekatan mereka mulai tersebar di media sosial.
Hal itu mempengaruhi Lin Xiang.
Ia menyibukkan dirinya dengan berlatih membaca naskah dan akting.
Keesokannya.
Yi En yang sudah bersiap hendak ke kantor.
Ia mengecek handphonenya.
Banyak sekali pesan wechat dan panggilan telepon tak terjawab.
Akhirnya Xiang Wan meneleponnya.
Ia mengangkatnya sambil hendak berjalan keluar apartemennya.
Xiang Wan," Yi En. Kau sudah melihat unggahan di weibo pagi ini?"
Yi En bingung mendengarnya.
Ia menjawab," aku belum mengecek weibo hari ini. Memangnya apa kenapa kak Wan?"
Xiang Wan yang sedang ada di dalam mobilnya.
Ia menjawab," hari ini kau jangan ke kantor dulu sementara. Ada yang mengunggah tentang hubunganmu dengan Lu Chun."
Yi En terkejut mendengarnya.
Yi En," apa?..."
Xiang Wan," aku akan pikirkan untuk selesaikan hal ini. Kau diamlah dirumah."
Lalu Xiang Wan menutup telephonenya.
Yi En terdiam di depan pintu apartemennya.
Beberapa saat Lu Chun meneleponnya.
Lu Chun," Yi En...kau dimana?"
Yi En," Weibo sedang rame dengan hubungan kita. Kau... bagaimana denganmu?"
Lu Chun," tenanglah. Kalau memang sudah tersebar. Aku akan selesaikan. Kau jangan khawatir."
Yi En terdiam.
Lu Chun berkata lagi," kali ini, percayalah padaku."
Yi En mendengarnya.
Ia terkejut Lu Chun mengatakannya.
Lalu Lu Chun menutup teleponnya.
Yi En menarik nafas.
Ia hendak masuk kembali ke apartemennya.
Tiba tiba Wei Wei pun kembali ke apartemen.
Wei Wei," Yi En!..."
Mereka masuk ke dalam.
Sambil duduk di sofa.
Wei Wei membuat coffee untuk Yi En dan untuknya sendiri.
Yi En melihat akun Weibonya.
Dan berita utama adalah tentang Lu Chun dan dia.
Yi En menarik nafas melihat foto foto yang diunggah.
Lalu Yi En menoleh ke Wei Wei.
Yi En," kenapa kau kembali lagi Wei Wei?"
Wei Wei," tentu saja aku memikirkanmu. Aku khawatir akan banyak wartawan ataupun penggemar Lu Chun kemari. "
Yi En menatap Wei Wei.
Ia hanya diam dan tidak komentar apapun.
Wei Wei," tapi sepertinya mereka tidak tahu kau tinggal disini. Karena saat aku kembali kemari, diluar sepi."
Yi En ," aku baru mau keluar dan pergi ke kantor. Saat di depan pintu, kak Xiang Wan meneleponku dan menyuruhku untuk tidak ke kantor dulu sementara. "
Yi En menutup matanya dan berkata," akhirnya hal ini terjadi lagi."
Wei Wei menatap sahabatnya.
Ia mengerti perasaan Yi En.
8 tahun yang lalu hal seperti ini terjadi.
Dan karena hal inilah hubungan Yi En dan Lu Chun harus berakhir.
Wei Wei memegang pundak Yi En.
Wei Wei," tenanglah. Aku akan menemanimu."
Yi En tersenyum menatap sahabatnya.
Ia mengangguk.
Xiang Wan yang sudah ada dikantor.
Sambil berjalan hendak ke ruangannya ia berkata pada David," David cek seluruh media sosial. Dan minta Judy untuk mencari tahu siapa pemilik akun itu. Minta asisten Lu Chun untuk kemari membicarakan hal ini."
David," baiklah bos. Bos, direktur Yu menunggumu diruangannya."
Xiang Wan mengangguk.
Lalu ia berjalan ke ruangan pamannya.
Dan ia duduk di depan meja kerja pamannya.
Seperti biasa Yu Jiang mulai cukup kesal.
Ia menarik nafas menatap Xiang Wan.
Lalu berkata," bagaimana kau akan menangani hal ini? Meskipun hal ini bukan terjadi pada artis artis kita. Tapi ini mempengaruhi perusahaan kita. Banyak sekali wartawan media di luar menunggu penjelasan hal ini."
Xiang Wan," aku akan minta pihak Lu Chun untuk menjelaskan dan menyelesaikannya. Lagipula seharusnya Lu Chun lah yang lebih pusing karena hal ini. Bukan kita. "
Yu Jiang menatap keponakannya.
Ia berkata," Shen Yi En. Meski dia sangat hebat dan bisa memecahkan beberapa kasus dalam membantumu. Dia baru 2 bulan bekerja ditempat ini, dan kau tentunya tahu seluruh dewan direksi mempertanyakan hal ini. "
Xiang Wan mulai berubah raut wajahnya.
Ia melihat pamannya.
Yu Jiang ," kau ingin Lu Chun menjelaskan pada media tentang hubungannya dengan Shen Yi En. Seperti yang kau lakukan pada Xu Ling?"
Xiang Wan terdiam sebentar.
Lalu ia menjawab," aku hanya akan memintanya untuk menyelesaikan hal ini. Akan lebih baik dia mengakuinya di depan media."
Yu Jiang," jadi...benar mereka memang memiliki hubungan. "
Xiang Wan menatap pamannya.
Ia hanyak menarik nafas panjang.
Yu Jiang mengerti maksudnya.
Lalu ia mengangguk," baiklah. Lakukan dan selesaikanlah."
Xiang Wan mengangguk dan berdiri.
Lalu ia berjalan keluar.
David mendekatinya dan berkata," bos, asisten Lu Chun memberi kabar bahwa Lu Chun akan segera menghubungimu. Jadi asistennya tidak akan kemari.. "
Xiang Wan mengangguk," baiklah."
Xiang Wan duduk diruangannya.
Beberapa saat tiba tiba handphonenya bunyi.
Ia mengangkatnya dan itu adalah Lu Chun.
Lu Chun," kak Xiang Wan. Maafkan aku sudah membuat keributan."
Xiang Wan," terima kasih kau masih bisa mengucapkan maaf. "
Lu Chun tersenyum mendengarnya.
Lalu ia berkata," kau tenanglah. Aku yakin kau ingin aku selesaikan hal ini. aku akan mengadakan jumpa pers siang ini juga. Dan aku akan umumkan mengenai hubunganku dengan Yi En. "
Xiang Wan mendengarnya.
Lalu ia menjawab," kau akan umumkan hubunganmu dengan Yi En?"
Lu Chun," kali ini, aku tidak mau kehilangannya lagi. Aku akan mengakuinya. "
Xiang Wan menarik nafas mendengarnya.
Lalu ia bersadar ke kursi kerjanya.
Ia tersenyum dan menjawab," baiklah. Aku serahkan padamu. "
Lu Chun," tunggulah saja. Hari ini juga masalah ini akan selesai. "
Xiang Wan ," baiklah."
Lalu Lu Chun menutup teleponnya.
Xiang Wan terdiam.
Ada senyuman dibibirnya.
Siang itu Lu Chun mengadakan jumpa pers.
Dan ia mengakui hubungannya dengan Shen Yi En.
Ia meminta dukungan seluruh media dan penggemarnya.
Dan juga tidak meributkan hal ini lagi.
Yi En dan Wei wei melihat jumpa pers Lu Chun secara live di media sosial.
Yi En terkejut mendengarnya.
Wei wei," dia mengakuinya Yi En."
Yi En ," dia sudah gila. "
Wei Wei mengangguk," kau benar dia sudah gila. Dia gila karenamu Yi En."
Xiang Wan diruang kerjanya tersenyum mendengar pengakuan Lu Chun.
Ia menarik nafas panjang.
Ia berdiri dan berjalan keluar dan pergi dengan mobilnya.
Guan Xian di bar melihatnya juga.
Ia tersenyum dan berkata ," akhirnya dia mau mengakuinya. Kenapa harus menunggu 8 tahun?"
Xiao Qian adik Guan Xian terlihat sedih mendengarnya.
Lalu ia berdiri dan pergi.
Guan Xian melihat keanehan adiknya.
Ia berkata pelan," sepertinya ada seseorang yang sedang patah hati karena pengakuan ini."
Guan Xian menggelengkan kepalanya.
Beberapa saat Xiang Wan datang di bar Guan Xian dan duduk.
Ia berkata pada Guan Xian," berikan aku minuman bersoda."
Guan Xian membuat minuman yang dipesan sahabatnya sambil berkata," kau sudah lega sepertinya."
Xiang Wan menatap sahabatnya.
Guan Xian meletakkan minuman di depan Xiang Wan dan berkata," aku yakin pagi tadi kau sudah pusing memikirkan bagaimana menyelesaikan masalah berita yang tersebar di media sosial tentang hubungan Yi En dan Lu Chun. Dan sekarang...karena Lu Chun sudah buat pengakuan. Kau sudah bisa menikmati lagi minuman soda ini."
Xiang Wan tersenyum.
Ia meminum minuman soda yang sudah dibuat Guan Xian.
Setelah itu ia berkata," aku lega karena akhirnya dia mau mengakuinya. Tanpa aku mengatakan apapun padanya."
Guan Xian menatap sahabatnya.
Xiang Wan," kenapa kau menatapku?"
Guan Xian," kau lega karena masalahmu di kantor terselesaikan, atau kau lega untuk Yi En?"
Xiang Wan terdiam sebentar.
Guan Xian tersenyum.
Ia berkata," kau tidak perlu menjawab. Aku sudah mengerti. "
Xiang Wan," tentu saja aku lega untuk Qili , lagipula Yi En juga adalah rekan kerjaku."
Guan Xian menatap Xiang Wan. Ia cukup terkejut mendengarnya dan berkata," rekan kerja?...tidak biasanya kau mengatakan bawahanmu rekan kerja. Waahh Yao Xiang Wan sudah banyak berubah."
Xiang Wan," Guan Xian. Sudahlah jangan menggodaku terus."
Guan Xian tertawa," baiklah baiklah. Aku buatkan lagi minuman soda untukmu. "
Beberapa saat Mo Bei menelepon Xiang Wan.
Mo Bei," Xiang Wan. "
Xiang Wan," kau mau mengucapkan selamat untukku?"
Mo Bei tersenyum mendengarnya.
Dan berkata," kau tidak mengajakku makan malam?"
Xiang Wan tersenyum," baiklah. "
Mo Bei," aku akan menjemputmu di kantor."
Xiang Wan mengangguk," kita bertemu malam nanti. "
Lalu Mo Bei menutup teleponnya.
Guan Xian menatap sahabatnya.
Guan Xian," sepertinya...kau juga sedang bahagia. cinta lama bersemi kembali."
Xiang Wan melirik Guan Xian.
Xiang Wan," kau hanya terus menggodaku. Lebih baik aku pergi."
Guan Xian tertawa," aku ikut senang untukmu Xiang Wan. "
Xiang Wan menatap Guan Xian.
Ia berkata," Yi En kemarin dia meminta cuti padaku, dia bilang ingin pulang. Dan aku lihat dari foto foto yang di unggah oleh Wei Wei. Banyak sekali anak anak dan ada beberapa suster. Guan Xian, bukankah kau sudah mengenal Yi En lebih lama. Apakah kau...tahu dia tinggal di panti asuhan?"
Guan Xian menatap Xiang Wan.
Ia meminum winenya sedikit.
Lalu ia mulai menjawab," Yi En dan Wei Wei. Mereka tinggal dan tumbuh dipanti asuhan."
Xiang Wan melihat Guan Xian.
Ia terkejut mendengarnya.
Xiang Wan terdiam sebentar.
Lalu ia berkata ," aku...tidak menyangka."
Guan Xian mengangkat gelasnya, saat hendak meminumnya ia berkata," mereka gadis yang hebat bukan."
Lalu Guan Xian meminum winenya.
Malam itu,
Lu Chun menelepon Yi En.
Yi En," Lu Chun, akhirnya kau menghubungiku. Apa kau sudah gila dengan pengakuanmu?!"
Lu Chun," Yi En. Aku menunggumu di depan. Keluarlah."
Yi En," kau..."
Yi En menutup teleponnya.
Wei wei menatap sahabatnya," Lu Chun?"
Yi En mengangguk," dia menungguku di depan."
Wei wei tersenyum dan berkata," dia benar benar sudah gila karenamu Yi En. Lebih baik kau segera temui dia."
Yi En menatap sahabatnya.
Lalu ia berjalan keluar dan turun dari apartemennya.
Lu Chun sudah berdiri di luar.
Yi En menatap Lu Chun.
Ia berkata," kau...tidak memikirkan kariermu? Kenapa kau mengakui di depan publik?"
Lu Chun menatap Yi En.
Matanya begitu terlihat sungguh sungguh menatap Yi En.
Akhirnya setelah sekian lama ia menunggu hari ini. Ia sudah lega.
Ia menjawab Yi En," aku tidak akan melepaskanmu lagi kali ini. Sudah aku katakan padamu. Percayalah padaku. Yi En."
Yi En menatap Lu Chun.
Ia mulai terharu dengan apa yang dikatakan Lu Chun.
Lu Chun," dulu, aku sudah salah. Dan hari ini aku sudah menunggu untuk mengakui. Aku sudah lega. Aku tidak peduli dengan apapun lagi. Yang aku yakini adalah aku tidak ingin kehilangan lagi wanita yang berdiri dihadapanku. "
Lu Chun berjalan maju mendekati Yi En.
Perlahan ia memeluk Yi En.
Yi En terdiam dan membiarkan Lu Chun memeluknya.
Ia meneteskan airmata.
Akhirnya perlahan, ia tangannya mulai membalas pelukan Lu Chun.
Setelah hampir 8 tahun.
Ia bisa melepaskan kebenciannya.
Dan ia sadar, ia masih mencintai Lu Chun.
Mo Bei dan Xiang Wan sedang makan malam bersama.
Setelah mereka makan malam.
Mereka duduk di sebuah taman.
Sambil menikmati pemandangan malam itu.
Mo Bei," aku tidak menyangka Lu Chun akan melakukannya tadi. Aku pernah mendengar dulu dia pernah terlibat skandal hubungan dengan seorang wanita. Tapi ia tidak mengakuinya. "
Xiang Wan menarik nafas mendengarnya.
Ia menatap ke depan sambil berkata," Lu Chun yang dulu dan sekarang sepertinya sudah sedikit berubah. "
Xiang Wan menoleh ke Mo Bei dan berkata lagi," kau tahu, wanita yang dulu pernah digosipkan memiliki hubungan dengannya, adalah wanita yang sama dengan sekarang."
Mo Bei terkejut mendengarnya.
Ia berkata," dia Shen Yi En?"
Xiang Wan mengangguk.
Ia menatap ke depan lagi dan berkata," aku...ikut lega dengan pengakuannya. Karena akhirnya ia berani mengakui Yi En dan tidak melepaskan Yi En lagi. "
Mo Bei tersenyum dan berkata," kau memang sangat memperhatikan Shen Yi En."
Xiang Wan menoleh dan menjawab," benarkah?"
Mo Bei mengangguk.
Xiang Wan berkata," entahlah. Dengan Shen Yi En aku merasa memang sedikit berbeda. Dia...membuatku mengerti apa itu team dan rekan kerja. Dan aku akui memang sedikit memperhatikannya."
Mo Bei," baguslah. Dia membawa perubahan yang baik untukmu. Kau tidak perlu sibuk bekerja sendiri lagi. Dengan begitu kau punya banyak waktu luang. Dan...kau ada waktu untuk makan siang dan makan malam denganku."
Xiang Wan menatap Mo Bei, ia tersenyum dan berkata," Tuan Mo Bei. Sepertinya kau memanfaatkan Shen Yi En."
Mo Bei tersenyum dan mengangguk.
Ia menatap Xiang Wan dengan tatapan lebih dalam.
Xiang Wan pun juga menatap Mo Bei dan tidak menghindar.
Perlahan Mo Bei mulai mendekati Xiang Wan.
Dan akhirnya, Mo Bei mencium bibir manis Xiang Wan.
Xiang Wan terdiam. Ia menutup matanya.
Perlahan Xiang Wan mulai menerima Mo Bei.
Setelah ia berhenti.
Ia menatap Xiang Wan.
Ia tersenyum lembut pada Xiang Wan.
Tangan kanannya membelai rambut Xiang Wan dengan lembut.
Ia berkata pelan," jika memang harus memanfaatkan Shen Yi En. Aku tidak apa apa. Karena...akupun juga tidak akan melepaskanmu lagi, Xiang Wan."
Xiang Wan mendengarnya.
Ia menatap Mo Bei.
Hatinya mulai luluh.
Mo Bei mengecup dahi Xiang Wan dengan lembut.
Lalu ia tersenyum lagi pada Xiang Wan.
Xiang Wan masih terdiam.
Mo Bei lalu memeluknya.
Mereka pun duduk disana cukup lama.
Sambil menikmati kebersamaan mereka.
...
...