
Seorang lelaki paruh baya tampak keluar dari sebuah gedung, ia berjalan dengan tangan membawa koper, langkahnya tampak lemas menuju area parkir. Di sepanjang lorong, ia berhenti untuk melihat kesana-kemari, sebelum akhirnya ia sampai di area parkir.
Di sana ia melihat mobil silver miliknya, terparkir seperti sebelumnya, dan ketika ia menghampirinya, ia berhenti sejenak, matanya menatap lekat ke arah kaca mobil, dan di sana ia melihat seseorang berdiri tepat di belakangnya.
"Ted Bundy" Ucap suara itu.
Lelaki itu berbalik untuk menatap sosok misterius itu, dan kemudian ia menyeringai.
"Sebuah kejutan bisa bertemu lagi denganmu secepat ini, Red_Hat?!"
"Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan"
Pria itu tersenyum dan melemparkan sebuah kunci.
"Mansion Avenue 12 street" Lelaki itu pergi dengan mobilnya.
***
"Jadi Poppy, kau melihat semua itu namun kau tidak mampu mengendalikannya?" Ucap Sweet_Chocoate.
Kami berdua duduk di sebuah bus malam, bergerak menuju ke sebuah tempat, tempat di mana aku kini menggenggam sebuah kunci.
"Aku pikir Eliot itu hanya mitos belaka" Sweet_Chocolate tampak berpikir,
"Jadi artinya kadang dirimu yang lain mengambil posisi tubuhmu, namun sebenarnya kau masih sadar dan kau bisa melihat semua itu?"
Aku hanya diam, apapun yang dikatakan oleh Sweet_Chocolate tidak aku perdulikan, semua terjadi karena kejadian satu minggu yang lalu.
*** ( POV: Bobby)
Satu bulan setelah Event Battle Royal, aku tahu diriku mulai merasa janggal, sebelum aku bertemu dengan Sweet_Chocolate, aku melihat tubuhku diambil alih lagi oleh dia. Dia yang memberi nama dirinya sendiri dengan nama Boddy, dan yang lebih aneh lagi, meski aku dalam keadaan sadar seratus persen, aku tidak dapat mengambil alih lagi tubuhku, seolah-olah itu sudah bukan menjadi kuasaku lagi. Jadi akhirnya aku hanya bisa menerima apa yang sedang dan direncanakan oleh jiwa lainnya yang ikut hidup dalam tubuhku.
Boddy bertemu dengan seorang lelaki, ia memanggil lelaki itu dengan nama Ted Bundy. Dari luar lelaki itu tampak biasa saja, tidak terlihat aneh, lelaki pekerja keras yang menghabiskan sepanjang waktunya di kantor, tidak ada yang mencurigakan dari penampilannya. Sebelumnya Boddy menulis sebuah pesan di sebuah cermin, aku bisa melihat Body ingin memberikan pesan kepadaku.
Tidak semua orang tau rahasia ini, karena seingatku, ibuku pernah bilang bahwa aku sangat suka berdiri di depan cermin dan itu membuatnya takut. Ku lihat cermin itu lagi, dari luar benda itu hanya terlihat seperti cermin tanpa apapun, namun bila aku memberikan sedikit hembusan nafas dan membuat uap di antara pesan yang tersembunyi di depan cermin, maka aku melihat sebuah pesan yang di tinggalkan Boddy untukku.
"Ted Bundy adalah Thousand_Face"
Aku tidak bisa berhenti merasakan gejolak di dadaku yang tiba-tiba muncul. Boddy membuat kontrak dengan seorang Absolute, lalu untuk apa pesan ini ia berikan kepadaku. Aku memikirkan ini berhari-hari. Kunci itu seolah-olah menuntunku harus bertemu dengan Thousand_Face, namun aku bukan Boddy, dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.
"Woah, apakah artinya Eliot itu memiliki 2 nyawa?" Tanya Sweet Chocolate yang membuyarkan lamunanku, namun ucapannya apakah benar? Apakah artinya bila aku mati Boddy bisa mengambil tubuhku seutuhnya. Tidak, kataku pada diriku sendiri, bila Boddy bisa mengambil tubuhku jika aku mati, maka saat ia mengambil alih tubuhku bukankah seharusnya ia bisa membuatku mati saja sehingga ia bisa menguasai tubuhku seutuhnya? Entahlah, aku terlalu cepat mengambil kesimpulan. Yang terpenting saat ini adalah apa tujuan Boddy bertemu dengan Thousand Face. Ku tatap kaca di dalam bus, hari ini aku akan tahu semuanya.
***( POV 3)
"Black_Jack" Ucap Imelda,
"3 kartu sudah tiba"
Black Jack melangkah meninggalkan papan permainan pokernya, ia tampak antusias menunggu kesempatan ini, dan kali ini ia yakin permainan yang ia susun akan segera dimulai. Di ruangan itu ia bisa melihat 3 orang yang duduk di hadapannya, mengitari meja hijau penuh dengan kartu tersusun yang membentuk sebuah pola bangunan kokoh yang berdiri.
"Kristian benar-benar mati?" Ucap seorang gadis, dengan rambut pendek hitamnya, ia mengenakan gaun serba hitam, ia tampak menatap Black_Jack dengan tatapan polosnya. Gadis berambut pendek hitam itu adalah Keisha sang kartu Spade.
"Ya" Ucap Black_Jack sembari meraih tumpukan kartu remi di meja itu, ia mulai membagikan kartunya seolah mereka semua sedang bermain kartu.
"Aku senang bisa bertemu kalian lagi, sudah hampir 2 tahun kita bergerak sendiri-sendiri. Tapi hari ini, aku memanggil kaIian karena aku sudah memutuskan sebuah rencana baru" Black Jack menatap semua orang.
"Apakah rencana ini begitu penting hingga memanggil kami?" Seorang lelaki dengan kacamata dan mengenakan setelan kemeja putih itu berujar. Lelaki itu adalah Clif, sang kartu Diamond.
"Ya, hal ini sangat penting karena setelah peristiwa ini, roda yang kita mimpikan akan segera berputar" Sahut Black Jack kembali.
"Wah wah wah Yaaay!! Lihat-lihat semuanya, aku dapat 2 As, aku butuh 19 angka untuk mendapatkan Clover" Seorang gadis tiba-tiba berteriak heboh, membuat seisi ruangan akhirnya melihatnya.
"Ups!! Maaf Bos Jack-jack, aku sudah berlaku tidak sopan" Ia memberikan gesture dua jari seolah mengatakan "sorry", gadis itu adalah Cerry sang kartu CIub.
"Rencana kita adalah" Black Jack menunjukkan kartu di tanganya, di mana ia mendapatkan 2 joker sekaligus,
"Kita akan menyerang kediaman Thousand_Face"
3 kartu menyeringai bersama-sama.
**
"Oh Poppy, apakah ini kediaman pemilik kunci itu?" "Poppy, Poppy, katakan apa yang akan kita lakukan bila bertemu dengan Thousand_Face, apa kita akan bertarung dengannya?!" Ucap Sweet Chocolate.
Aku hanya diam mendengar celotehan gadis ini, sejujurnya aku merindukan Jenifer, setidaknya ia tidak lebih berisik, walaupun begitu, gadis sama sekali tidak terlihat gugup, padahal yang akan aku temui adalah salah satu orang yang mampu melumpuhkan sarafku hanya dengan melihat matanya saja. Aku membuka pagar besi dan melangkah masuk di depan halamannya yang luas, aku hanya terpikir bahwa, lelaki ini benar-benar tidak dapat ditebak oleh logika. Sebuah Mansion yang megah ini tak ku sangka dimiliki oleh salah satu pembunuh tergila itu. Pintu terbuka dengan sendirinya, nampaknya ia tahu bahwa aku akan tiba.
Aku dan Sweet Chocolate berjalan menyusuri sebuah lorong. Semua aksesoris dan furniture di rumah ini tampak sangat mewah, apakah penghasilannya dari kantor itu dapat membeli semua ini? Sungguh tidak masuk akal sama sekali.
Setelah jauh berjalan, langkahku terhenti di sebuah pintu besar, dan ketika pintu terbuka lagi dengan sendirinya, aku melihat sebuah kursi besar di samping perapian, di sana ia duduk menatapku dengan tatapan mengerikan itu lagi.
"Masuklah Red_Hat" Ucapnya.
Aku dan Sweet Chocolate melangkah masuk, ku persiapkan segala pisau di saku jaketku, entah kenapa seluruh tubuhku masih gemetar saat menatapnya. Namun Sweet Chocolate, ia masih terlihat tenang meski aku tidak mendengar satu komentar pun darinya, apakah karena intimidasi lelaki ini sehingga bisa membuat gadis cerewet ini menaruh siaga besar terhadapnya.
Lelaki itu beranjak dari tempatnya duduk, berjalan menuju meja panjang yang ku taksir terbuat dari kayu jati yang dihaluskan, ia meraih beberapa botol dan gelas.
"Kau lebih suka anggur atau wine?"
"Langsung saja, kau pasti tahu diriku yang lain lah yang membawaku berdiri di sini?" la tersenyum, gelak tawanya yang halus terdengar.
"Anak muda memang selalu terburu-buru" Ucapnya sembari menuangkan Wine di gelas,
"Kalau begitu baiklah, ikutlah denganku tuan Bobby"
Tepat seperti dugaanku, ia bisa tahu aku atau Boddy, ia bisa membedakan kami. Bagaimana mungkin ia bisa melakukanya? Kami menelusuri anak tangga di balik sebuah lemari buku tua, tidak ku sangka ada ruangan di sana, sebuah ruangan rahasia. Ketika melangkah masuk, aku dapat melihat ia menekan sebuah tombol, dan sebuah tembok dengan ratusan lukisan yang terpajang di sana terbuka, di dalamnya ada sebuah lift berukuran sangat besar, ia meminta kami untuk masuk, lalu ia menekan tombol dan lift bergerak turun. Setelah itu, aku bisa melihat lorong yang sangat panjang, semakin jauh aku merasa bahwa kami berjalan semakin turun, dan sampailah kami di sebuah pintu, Ted Bundy membukanya perlahan, lalu saat aku sudah masuk di ruangannya. Aku melihat sebuah monitor raksasa. Aku dan Sweet chocolate hanya terdiam melihatnya.
"Perkenalkan tuan Bobby, ini adalah ruangan pribadiku dan dengan otoritasku sebagai Absolute, aku akan memperkenalkanmu dengan mereka"
Monitor menyala dan Thousand Face, duduk di sebuah kursi, semua lampu tiba-tiba padam dan kehadiranku dengan Sweet Chocolate pun tidak terlihat, aku menatap layar monitor, di sana aku melihatnya. Layar besar itu menunjukkan sebuah video langsung dengan 6 orang yang hanya siluet hitam, wajah mereka, bentuk tubuh mereka, aku tidak dapat melihatnya secara langsung namun aku bisa mendengarkan percakapan mereka, percakapan antara para Absolute.
"Kenapa lama sekali Thousand_Face" Ucap seorang siluet hitam paling kiri.
"Maafkan aku, Little_Hammer" Sahut Thousand_Face.
"Apa semua sudah online?" Sahut siluet hitam lagi, kali ini posisi seseorang yang berada di tengah layar atas.
"Black_Jack apakah sudah online?!" Sahut siluet hitam di tengah bawah.
"Apa kau tidak bisa melihatku Mr. Smile yang *****?"
"Black_Jack" Ucapku yang terkejut. Apakah dia yang menjadi figure pemimpin dari lelaki yang dibicarakan oleh Thousand_Face di event itu.
"Kalian masih terlihat sama. Seperti anak kecil yang berdebat tentang sesuatu yang tidak penting." Sahut siluet paling kanan.
"Berhentilah berceramah, Mr. Trap, aku sedang bosan mendengar khotbahmu" Kini siluet di bawahnya yang berujar.
"Baiklah, mari kita mulai pembahasan kita."
Thousand_Face memotong pembicaraan.
"Little Hammer, Black_Jack, Mr. Trap, Mr. Smile, Claw dan terakhir, Dr. Gin. Aku memberikan salam untuk kalian"
Inilah 7 Absolute itu. Jantungku seolah-olah ingin meledak melihat mereka, 7 orang terkuat di dunia gelap ini, Dark_Webb.