
Aku tidak pernah merasakan perasaan ini, setidaknya perasaan yang membuatku begitu gemetar. Caranya bergerak, caranya menyerang dengan pertimbangan, membuatku sadar jarak kami sangatlah jauh. Apakah semua yang ada di sini semengerikan ini. Matanya, seolah tidak ada keraguan sedikitpun di sana, dan ketika ia mendapatkanku, menghempaskan tubuhku di sudut tempat ini, mengangkat tubuhku, kemudian mencengkram leherku setelah ia merebut pisauku dengan mudah. Luar biasa, meski aku gemetar, meski aku begitu ketakutan namun gejolak ini, gejolak ini semakin membuatku gila.
"Mata itu!! Aku suka dengan matamu!" Dia tersenyum,
"Sangat disayangkan bila permainan baru saja dimulai dan kau tersudut seperti ini. Karena kau bertemu denganku dulu, kau beruntung. Aku akan melepaskanmu kali ini, namun nanti ketika kita bertemu lagi, ku harap mata itu tidak lagi ragu untuk membunuh. Ingat namaku baik-baik nak, namaku adalah White_Face!! Pergilah, aku melepaskanmu untuk saat ini"
***
60 menit sebelumnya.. Battle Royal akan dimulai di tempat ini. Sebuah taman hiburan kota, apa yang orang-orang itu pikirkan, kami akan bermain di sini, apakah konotasi dari kalimat bermain adalah bermain yang sebenarnya. Apapun itu, di sini mereka akan berkumpul. Orang-orang sinting itu.
Hari ini, aku sudah menunggunya begitu lama, dan saat ini, beberapa menit lagi, ketika gerbang itu dibuka maka permainan akan dimulai bukan. Kemana gadis sialan itu, kenapa dia belum datang?! Jangan bilang dia terlambat, aku bisa gila tiap memikirkannya, kenapa dia begitu sulit untuk dibaca.
Ketika mataku tertuju pada banyaknya orang-orang yang mulai berdatangan, ku amati satu persatu, banyak dari mereka yang membawa sanak-saudara, anak-anak muda yang mencari hiburan, serta orang-orang biasa, tidak akan ada yang menyangka sebelumnya, bila di antara mereka, ada beberapa pembunuh yang memiliki masalah dalam otaknya, termasuk aku.
Jadi inikah diriku. Berbaur seperti mereka, menjadi bagian dari mereka, namun kami memiliki perbedaan yang besar. Rasa haus itu, apakah akan terus menggerogoti isi kepalaku. Tepat ketika aku memikirkan semua itu, seseorang menepuk bahuku dan ketika aku berbalik untuk melihatnya, aku terdiam beberapa detik, mengamatinya dengan perlahan, kemudian terdiam dalam jedah yang panjang sembari mengingat siapa gadis cantik yang berdiri di depanku ini.
"Apa yang kau lihat??"
Suara itu.
"Black_Hair kau kah itu?"
"Lalu siapa lagi idiot?!"
Aku tersentak sampai akhirnya ku coba mengendalikan keadaan, si muka pucat itu, bagaimana dia bisa menjadi secantik ini.
"Kau menggunakan make-up?"
"Diam" Katanya seraya mulai mengamati.
"Kau membuat rambutmu rapi?"
"Ku bilang diam!!"
"Kau mengenakan baju feminim??" Kataku lagi.
"APA KAU HARUS MEMBAHAS ITU SEMUA DI SINI. BIARKAN AKU BERFIKIR, AKU BUTUH IMPROVISASI DENGAN KEADAAN INI"
"Begini Bobby, ku rasa kau tau bahwa mereka mungkin sudah menjadi bagian dari orang-orang ini, dan kita tidak bisa dengan mudah menebak mereka. Jadi begini rencananya"
"Rencana?!" Kataku mengulanginya.
"Ya, kita butuh rencana untuk bisa keluar hidup hidup dari tempat ini" Katanya seraya melihat kesana-kemari, tampaknya black_hair benar-benar tampil berbeda hari ini.
"Kita berdua akan masuk ke taman hiburan ini sebagai sepasang kekasih muda yang di mabuk asmara!!"
Aku menatapnya dengan tatapan jijik dan seketika dia menyadarinya dengan berujar.
"Aku tahu!! Itu menjijikkan tapi dengar ini bukan permainan video game di mana kau mati dan kau bisa mengulangi semuanya ke level awal karena dari informasi yang ku peroleh, salah satu dari peserta yang bermain adalah anggota 10 Ekspresi Wajah"
"10 Ekspresi wajah?"
"Dalam tatanan kursi 7 Absolute salah satu di antara mareka adalah seorang manusia yang misterius, ia dikenal dengan sebutan si wajah tersenyum, belum ada satupun yang berhasil melihatnya secara langsung, namun aku pernah mendengar rumor bahwa siapa pun yang melihat wajah itu, ia tidak akan bisa selamat dari senyuman mengerikan itu bahkan ke alam mimpi sekalipun, dan dia memiliki 10 anggota yang berada di bawah ideologinya, mereka menyebut kelompoknya dengan nama 10 ekspresi wajah. Dan kabarnya salah satu dari mereka akan tampil dalam game kali ini"
"Jadi, apakah dia kuat??"
"Kuat" Ucap Jenifer sembari menatap mataku.
"Kau pernah melihat bagaimana Death mengintimidasi, 10 wajah adalah satu dari 9 kelompok tergila yang saat ini tertulis dalam daftar Dark Web. Mengintimidasimu lagi seperti saat itu bagi mereka seperti menjentikkan jari, dan lebih berbahaya lagi, mereka bisa menghancurkan emosimu hingga berkeping-keping sebelum memberikan perintah pada dirimu untuk menggantung dirimu sendiri. Jadi, mau lanjut Bobby atau Red Hat??"
***
Dan Saat itulah aku melihatnya di depan mataku.
"Kau bukan White_Face" Dia terdiam dari langkahnya,
"Kau adalah Brian si senyuman palsu"
Ketika dia berbalik menatapku, aku bisa melihat senyuman itu di wajahnya.
"Nak, bila aku jadi kau, aku akan belajar untuk diam" Senyumannya, begitu menakutkan.