
"Siapa kau Boddy?"
Ekspresi Black_Hair, aku bisa melihatnya dengan jelas, ada keraguan dan ketakutan di sana, seolah-olah ia sangat terancam dengan keberadaanku. Meski aku masih tidak mengerti apa yang terjadi pada tubuhku, seakan-akan ada sosok yang lain yang bisa mengendalikannya selain diriku, dan dia sekarang memegang kendali atas tubuhku.
"Jenifer, itu kah namamu?"
"Ya, Boddy" Ucap Black_Hair.
Ini adalah pertama kalinya aku melihat reaksi wajahnya seperti ini, Black_Hair atau Jenifer yang aku kenal tidak pernah memasang kuda-kuda seolah-olah ia akan menyerangku, namun kali ini, untuk apa ia mengangkat kedua pisau di tangannya.
"HA HA HA HA!!" Suara itu tiba-tiba mengejutkanku, ketika aku melihat dari mana suara itu datang, aku bisa melihat bocah tampan itu berdiri sembari menatap ke arahku.
"SUDAH KU DUGA SEBELUMNYA" Ucapnya, nada suaranya terdengar berbeda dari suaranya sebelumnya,
"TERNYATA FIRASATKU BENAR, ADA YANG LAIN DI DALAM TUBUH ITU."
la mencabut pisau yang tertancap tepat disekitar dadanya, ku pikir pisau itu berhasil menembus jantungnya, namun tampaknya tidak cukup untuk membuat lelaki ini tewas. Namun apa maksud ucapannya yang mengatakan bahwa ada yang lain dalam tubuh ini.
"Red_hat, ternyata kau adalah seorang ELIOT!!" Katanya.
"Eliot" Kataku, aku tidak mengerti apa maksud ucapannya. aku belum pernah mendengar kalimat itu sebelumnya. Dan Jenifer, kenapa wajahnya tampak tegang, dan tubuhnya gemetar sembari berjalan mundur menjauhiku.
"Well, seharusnya aku memenggalmu lebih dahulu. Ku pikir, kau hanya anak lelaki payah yang memanfaatkan gadis idiot itu untuk bisa menyerangku, namun tampaknya manipulator sepertimu sudah memikirkan matang-matang bagaimana pergerakanku. Tunjukkan wajah itu, wajah yang kau sembunyikan di balik wajah menjijikkan yang sekarang kau pakai..!!" Seseorang dalam tubuhku berbicara.
"Rupanya kau menyadarinya, Red_Hat. Siapapun yang sekarang ada di balik tubuh itu, sepertinya kau hanya inangnya, kau bukan inti dari pemilik tubuh itu" Ucapnya sembari menatapku.
Terdengar konfrontasi yang tidak biasa di antara mereka, dan yang mengendalikan tubuhku ini tampaknya tahu apa yang harus ia lakukan, sebenarnya apa yang terjadi, kenapa aku masih tidak mengerti apa yang terjadi. Apa maksudnya dengan mengatakan inti dan inang??! Lelaki itu menyayat wajahnya dengan pisau, merobeknya perlahan seolah-olah kulitnya terbuat dari silikon murni, dan betapa terkejutnya aku, ini sama seperti apa yang Death lakukan, sebuah trik memanipulasi wajah?! Tidak, namun sepertinya tekniknya kali ini berbeda, wajah itu tampak seperti wajah asli bukan topeng silikon yang ditempel.
"Jujur saja, aku sedikit membenci wajah tampan ini, membuatku tidak dapat memaksimalkan intimidasiku, namun ketika melihatmu datang, aku langsung tahu, ada sesuatu yang mencoba merangkak keluar saat aku melihat matamu..!!" Ucapnya sembari merobek kulit di lehernya,
"Dan lagi, aku berpikir sampai kapan anak itu akan bertahan dan seandainya kau terlambat beberapa detik saja, aku yakin anak itu dalam bahaya, benarkah itu Red_hat?"
Kini lelaki itu sudah menyelesaikan pekerjaanya, dan aku tidak bisa mengatakan apapun saat melihat dirinya, ia jauh dari kesan wajah yang sebelumnya, ada aroma mengerikan yang seolah-olah bisa aku rasakan, senyumannya yang terlihat seperti seringai, seakan-akan menggambarkan perangai yang sangat buruk. Siapa lelaki ini?
"Siapa kau sebenarnya pak tua?"
Lelaki itu tertawa setelah mendengar itu, matanya menyiratkan kegilaan yang benar-benar tidak dapat aku percayai sebelumnya, ini adalah ketakutan mutlak yang baru saja ku rasakan. Namun anehnya, aku tidak gemetar sedikitpun, bahkan tidak membuatku mundur, sebaliknya, degup jantungku seolah-olah tenang, apa karena yang sekarang mengendalikan tubuhku adalah orang lain. Apakah ada orang lain yang bisa mengendalikan tubuhku. Apakah Eliot yang dia maksud adalah typical yang kumiliki, Jenifer, kau pasti tahu apa itu Eliot.
"Aku adalah yang mereka sebut sebagai si pencuri wajah, namun sungguh nama itu sangat menggelikan. Aku lebih senang memanggil diriku sebagai, seribu wajah" Ucapnya, ia tampak semakin gila, ekspresi tidak biasa yang ia tunjukkan seolah-olah menampakkan sisi paling buruk dari pribadi sebagai manusia,
"Dan wajahmu tampak menunjukkan ketenangan, mungkin aku bisa memilikinya"
Tepat setelah lelaki itu mengatakannya, kilatan pisau cepat menuju ke arahku, aku tersentak namun tubuhku mampu menghindarinya dengan sangat mudah, dan tangan lelaki itu, bagaimana bisa jarak sejauh itu dan kini ia di hadapanku, bersiap mencengkram tubuhku. Namun untungnya di tengah keterkejutanku, tubuhku mampu merefleks setiap gerakannya, menghentikan tangannya dengan tangan kiriku, dan merobek ketiak lelaki itu dengan pisau di tangan kananku.
"Hei, PAK TUA!! Kau pikir bisa menyentuhku dengan tangan kotormu"
Tanganku dengan cepat merefleks ulang pisau itu, mengarahkannya pada wajah lelaki itu yang terkunci dengan tangan kanannya terhenti oleh tangan kiriku, aku tahu apa yang tubuhku akan perbuat, sepertinya ia akan merobek leher lelaki itu. Namun lelaki itu, lelaki yang menyebut dirinya sebagai seribu wajah, menghantamkan tangan kirinya untuk menghentikan tangan kananku, lalu memukulkan kepalannya tepat di perutku,aku tersentak mundur, sehingga lelaki itu bisa lepas dari cengkramanku, namun dengan cepat tubuhku seolah tahu apa yang ia harus perbuat. Tubuhku melompat dan menendang kepalanya, sampai lelaki itu tersungkur ke bawah, namun kedua tangannya menghentikan pergerakan itu agar kepalanya tetap berada di udara, tanpa harus menghantam lantai. Akan tetapi tubuhku berada dalam posisi yang menguntungkan seolah-olah gerakan tubuh ini begitu cepat dalam bertindak, tendangan kedua ini tepat mengarah pada wajahnya, sampai lelaki itu terpental jauh. Aku bisa melihat lelaki itu terkapar dengan darah di ketiak tangannya, tampaknya luka itu cukup dalam.
"Apa aku yang melakukannya, tidak mungkin!! Bagaimana aku bisa bergerak secepat dan sejeli itu dalam memperhitungkannya" Ucapku dalam hati.
Lelaki itu bangkit dengan tetap tersenyum menampakkan seringai di wajahnya, Aku bisa melihat tubuhku siap untuk menyerang lagi, namun betapa terkejutnya aku, saat tiba-tiba seseorang menghantam lututku dari belakang, sehingga tubuhku terduduk dengan kedua tangan, dan tiba-tiba aku sudah dalam posisi terkunci.
"JENIFER!!"
Aku melihat Jenifer mengunci tubuhku dari belakang, dengan pisau tepat di arteri leherku.
"APA YANG DIA LAKUKAN"
"HA HA HA HA. Gadis kecil, apa yang kau lakukan, bukankah kalian berdua adalah rekan dalam event ini?!" Ucap lelaki tua itu.
Wajah Jenifer tampak dingin, ekspresinya kali ini seolah-olah menunjukkan sisi lain Jenifer yang tidak ku kenali. Seakan-akan itu bukan dia yang sebenarnya, lalu apa yang dia lakukan sebenarnya.
"Aku-" Ucap Jennifer,
"Eliot itu lagi, apa sebenarnya Eliot??"
"Lepaskan dia *******!!" Ucap Jenifer lirih, ia menatap wajahku dengan ekspresi marah.
"KU BILANG LEPASKAN BOBBY *******, DAN JANGAN KELUAR LAGl!!!"
Aku tersentak mendengar suara Jenifer, ada amarah dan ketakutan di sana, jangan-jangan.. Eliot adalah?! Aku mulai mengerti maksud Eliot itu, namun apakah aku benar-benar seorang Eliot?!
"Dari satu banding seratus juta manusia yang lahir di dunia ini dan tidak banyak yang dapat lahir dengan kemampuan seperti itu" Ucap lelaki itu, ia menatapku dan Jenifer sembari menahan darah dari dada dan ketiaknya,
"Eliot, banyak yang mengatakan bahwa 2 jiwa dalam satu tubuh adalah hal yang mustahil, beberapa menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan berarti dari Eliot dan Twins. Namun... mereka salah!! Eliot dan Twins sangat berbeda?!" Kali ini lelaki itu duduk bersila di depan kami,
"Twins adalah mereka dengan satu jiwa namun menciptakan berbagai kepribadian yang tumbuh dan hidup dalam alam bawah sadar mereka, mereka melihat, belajar, dan kemudian menciptakan sifat baru, kepribadian baru. Namun tetap saja, mereka adalah pribadi jiwa yang sama dengan sifat yang berbeda. Namun, Eliot berbeda. la hidup dengan 2 kepribadian yang hidup saling berdampingan satu sama lain" Lelaki itu menyeringai,
"Aku lebih suka memanggil mereka dengan inti dan inang, pada umumnya inang hanya bisa hidup di dalam bayangan kegelapan dan banyak inang yang akhirnya mati karena tidak dapat meraih atau berhasil sampai di titik inti dari 2 jiwa yang hidup dalam satu tubuh. Karena itu tidak banyak Eliot yang bisa ditemui di dunia ini. Namun kau, untuk kedua kalinya, akhirnya aku bertemu dengan Eliot lain?!"
"Eliot lain, apakah ada lagi Eliot di dunia ini?" Ucapku yang begitu terkejut mendengar penjelasan lelaki ini.
"Well, Eliot yang pernah ku temui adalah orang paling berbahaya dan aku tidak ingin lagi terlibat dengannya. Namun kau, kau masih bisa tumbuh, kau bisa menjadi ancaman yang benar-benar akan mengguncang Dark-Web, Dunia hitam, dunia bawah yang gelap ini, kau bisa menjadi mimpi buruk paling gila, namun anehnya, kenapa aku tampak bersemangat!! Aku sudah tidak sabar untuk bisa Melihatnya..."
"Jadi nona, bila kau membunuh anak ini, akan aku pastikan kau akan menderita dan berharap mati di tanganku"
Sentakan itu tiba-tiba membuat Jenifer menjatuhkan pisaunya, apapun yang terjadi, Jenifer bergerak mundur.
"Red_Hat, aku tahu kau belum mencapai titik di mana kau bisa mengendalikannya, inti dan inangmu masih belum padu, jadi hari ini aku anggap kejadian ini tidak terjadi" Lelaki itu beranjak dari tempatnya, sampai kalimat itu muncul dari dalam diriku.
"Sekarang aku ingat siapa dirimu?!" Ucap seseorang dalam diriku,
"Kau adalah Thousand_Face, satu dari pemilik 7 kursi Absolute, jadi apakah aku harus merasa sangat terhormat, baru saja melawanmu dan mendapatkan belaskasihanmu?"
Dia, aku benar-benar terkejut ketika mendengarnya, Jenifer tampak sama terkejutnya denganku. Salah satu dari Absolute baru saja ikut dalam event ini, dan lebih gila lagi, dia muncul di hadapan kami.
"Jangan berpikir seperti itu" Ucapnya, ia masih tersenyum meski saat ini ia berdiri membelakangiku,
"Aku tidak mau memetik bunga yang belum mekar, tidak sampai waktu itu tiba dan Iagi.. pemilik wajah ini sebelumnya adalah salah satu dari petinggi "White Hornet". Benar, dari ekspresimu nona yang di sana tampaknya tahu maksud kalimatku"
"Tidak mungkin!!" Ucap Jenifer,
"White Hornet adalah salah satu dari 9 kelompok paling mengerikan di Dark-Webb, dan siapapun yang memiliki riwayat dengan kelompok ini, ia tidak segan mengincarnya, bahkan puncak dari kelompok White Hornet adalah Absolute yang mereka panggil dengan nama, Black_Jack!!"
Sebelum lelaki itu pergi ia meninggalkan sebuah kartu di sana,
"As hati?!" Setelah semua itu, tiba-tiba sesuatu yang aneh terjadi pada tubuhku, rasanya semua otot di dalam badan ini terasa lumpuh total dan kepalaku seperti ditekan oleh sesuatu yang sangat keras dan rasanya.. rasanya seperti kepalaku akan meledak. Pandanganku mulai kabur, hanya Jenifer, aku hanya bisa melihat Jenifer yang memegang tubuhku, tampaknya ia mengatakan sesuatu, namun anehnya, telingaku seperti mendadak menjadi tuli, hingga.. perlahan-lahan semuanya menjadi sangat gelap, gelap dan gelap gulita.
***
Aku masih terpaku menatap langit-langit kamar, di sana hanya ada aku yang terbaring di atas ranjang, dan seseorang.
"Berapa lama aku ada di sini??"
"Satu minggu" Ucap lelaki itu.
"Di mana Jenifer??"
"Black_Hair?!" Katanya,
"Oh, ia mengirimimu pesan, jadi ia ingin aku menyampaikan ini kepadamu. Mungkin kau tidak akan pernah bertemu dengan gadis itu lagi.."
Aku tersentak saat mendengarnya, namun bila aku ingat kejadian itu lagi, tampaknya Jenifer memang menyembunyikan sesuatu dariku. Death, mungkin adalah manusia yang paling tidak dapat aku percayai di dunia ini, namun dari caranya melihatku, aku dapat menilai, ia mengatakan semuanya dengan jujur. Jadi, kemana kau akan pergi Jenifer?