
"Dunia adalah tempat yang menyedihkan bukan?" Ia tersenyum namun matanya menerawang jauh di awang-awang.
Aku tidak pernah melihat Jenifer menunjukkan wajah ini.
"Kadang aku berfikir, tempat kita ini adalah tempat terbaik yang pernah ku rasakan sebelumnya, namun semakin jauh dan semakin jauh kita masuk ke dalam dunia ini semakin aku merasakan semuanya begitu gelap. Namun anehnya aku begitu nyaman tinggal di dalamnya.
Jenifer Adelin, gadis misterius yang pertama kali ku kenal begitu dingin, begitu percaya diri dan begitu mematikan, namun semakin ke sini aku merasakan ia memiliki sentuhan yang tidak pernah dapat ku lihat sebeIumnya, kehidupan macam apa yang membentuk karakternya hingga sampai ke titik ini. Cara dia berpikir, cara dia bergerak, cara dia memilih seolah-olah ia sudah melewati banyak sekali kesulitan hingga menempanya menjadi gadis yang tidak dapat dibaca dengan mudah. Apapun itu, sejujurnya ada rasa kekaguman di dalamnya, namun tetap saja.. ia masih begitu asing di depan mataku.
Jenifer membawaku ke tempatnya, la menatap layar monitor besar di depan kami. Kemudian di sana tertulis dengan jelas di monitor "Battle Royal". Aku masih melihat tulisan itu, pikiranku membawaku mengingat semua ini, Aku baru saja menyelesaikan persyaratan untuk masuk dalam pesta ini, di mana Jenifer adalah partnerku dalam permainan ini. Bila ku ingat kembali, pria yang menyebut dirinya sebagai Death dan perang antar 3 admin membuatku memikirkan konsekuensi bahwa semakin jauh, dunia hitam ini semakin menyeruak naik, dan aku mulai dapat merasakan sensasi yang berbeda bahwa aku tidak ada bedanya dengan mereka, sesuatu dalam diriku seolah sedang mencoba mendobrak batasan bahkan otakku mulai tidak waras dalam mencerna semua ledakan informasi gila ini. Apapun itu, aku tidak mau berhenti, tidak sampai aku di titik dapat melihat semua para Absolute itu mati di tanganku.
Drug Imagination, dan semua sekte sial itu, aku harus melihat semuanya. Orang-orang sinting yang ada di baliknya dan motif mereka dalam menikmati hidup serta bagaimana mereka dapat mencerna busuknya dunia ini sejak awal penciptaan, sungguh jantungku gemetar, begitu bersemangat, begitu senang. Aku ingin berteriak gila, namun sabar Bobby, aku harus bersabar untuk menikmati semua ini.
Lalu Jenifer? Apa yang akan aku lakukan pada gadis ini bila aku sudah mencapai titik di mana aku bisa berjalan sendiri menikmati fase kebebasanku, mungkin aku harus siap untuk membunuh gadis ini, ya Jenifer. Aku ingin kau mati dan menjadi salah satu koleksi kematian di tanganku, Black_Hair'ku.
"Aku hanya akan menjelaskannya sekali saja Bobby" Ucap gadis itu yang langsung membuyarkan segala pikiranku yang sudah melayang-layang jauh. Ku lihat wajahnya dengan rambut hitam bergelombang panjangnya, kulit putih pucat, bibir yang tidak pernah tersenyum dan mata tanpa ekspresi.
"Dalam beberapa tahun sekali, Web selalu menyajikan banyak Pesta yang kurang lebih seperti sebuah event dalam game, hanya saja, untuk mendapatkannya diperlukan beberapa cara yang cukup sulit, termasuk bagaimana aku mendapatkan ticket ini. Ticket untuk kita berdua agar bisa masuk dalam permainan ini. Seperti yang ku jelaskan sebelumnya, level permainan ini adalah bukan untuk level keroco yang mudah kau tebak dalam bermain, setidaknya kita membutuhkan strategi untuk keluar hidup hidup dalam level ini, karena sebelum aku menekan tombol enter ini dan kau melihat daftar para pemain, maka ku sarankan kau tidak menganggap remeh mereka, atau kau berakhir konyol di tangan mereka." Jenifer melemparkan sesuatu, sebuah benda seperti pager.
"Apa ini??" Kataku sembari mengangkat pager itu di tanganku.
"Itu adalah pager milikmu, jangan biarkan mereka merebutnya, atau kau keluar dari permainan ini" Ucapnya,
"Pager itu boleh dicuri namun tidak banyak orang melakukan cara ini, mereka lebih suka memutilasi atau menggorok korbanya sebelum merebut pager ini dan mengatakan pada dunia bahwa kau sudah mati di tangan mereka. Bisa dibilang, pager ini seperti nyawa. Bunuh mereka dan rebut pager mereka atau kau yang mati dan mereka mendapatkan pagermu, kau paham apa yang ku katakan Red_Hat??"
Ku amati pager itu, dan aku dapat melihat namaku ada di sana, menarik. Jadi dengan cara ini mereka menentukan siapa saja yang keluar dari permainan.
"Dalam pesta tahun ini, aku baru saja mendapatkan informasi, ada 4 team yang sudah mendapatkan jatah ticket mereka itu artinya kita memiliki 6 lawan yang mungkin jauh lebih berbahaya dari dugaanku sebelumnya, bila melihat data terakhir yang berhasil aku kumpulkan."
Team 1: Potato's Head and White_Face23
Team 2 : Pink_Lipstick89 and Jeferson_Dog99
Team3 : Black_Hair and Red_Hat
Team 4: Friend_Guy and Beauty_girl
Aku melihat satu persatu daftar list nama peserta, mataku hanya tertuju pada satu akun. Pink_Lipstick, sepertinya nama itu tidak asing di mataku. Ternyata benar, ia adalah salah satu akun yang menantangku di mana akhirnya aku lebih memilih Manon, jadi untuk apa ia berpartisipasi dalam game ini.
"Semua informasi dari semua akun yang berpartisipasi saat ini sudah diblokir, termasuk akunmu dan akunku, itu artinya sampai pesta ini selesai kau tidak bisa menantang siapapun atau ditantang siapapun, jadi nikmati waktumu bobby. Karena permainan yang menarik sudah menunggu"
"Tunggu!!" Kataku sebelum Jenifer melangkah pergi,
"Di sini tertulis, diizinkan membunuh partner bila keadaan menguntungkan, apakah itu artinya aku boleh membunuhmu"
Sesuai dugaanku, Jenifer bukan gadis sembarangan, karena ketika aku mengatakan itu, aku melihat kilasan senyum di bibirnya.
"Kenapa kau tidak mencobanya Bobby" Ia berbalik menatapku dengan wajah tersenyum riang.
"Aku cuma bercanda" Kataku, dan gadis itu menghilang di balik pintu.
Kini aku masih meihat layar monitor. Aku sama sekali tidak memiliki informasi apapun tentang siapa lawan-lawanku kali ini, namun tetap saja, ku rasa permainan ini semakin gila. Apapun itu, aku harus siap dengan segala apa yang akan terjadi hingga waktu itu tiba.