WHO Revenge!!

WHO Revenge!!
Dark Web part 2



Aku masih melihat mereka, berharap mendapatkan jawaban yang ku inginkan.


"Apa yang sebenarnya terjadi di sini?!"


Jenifer yang pertama maju.


"Bobby" Ucapnya. Suaranya terdengar lebih lembut dari biasanya,


"Kau masih merasakan ketakutan itu, apa kau masih ragu dengan cara dan bagaimana permainan ini bekerja?"


"Apa maksudmu Jen?" Kataku bingung.


"Kau tahu apa yang dilakukan Death terhadapmu?"


Ku ingat kembali apa yang pria asing itu lakukan kepadaku. Ya, dia membuatku tidak dapat bergerak, sesuatu seperti pemikiran atau sugesti yang mampu melumpuhkan saraf-sarafku, sesuatu yang tidak dapat ku jelaskan, sesuatu seperti, tunggu dulu apakah ini yang dia maksud dengan ketakutan. Kapan terakhir kali aku merasa ketakutan seperti ini. Bila aku ingat kembali terakhir kali aku ketakutan adalah ketika 3 anak kecil mimpi buruk itu Justin, Troy dan Bastian membullyku, saat itu sentakan yang tidak dapat ku jelaskan itu muncul. Lalu kenapa sentakan seperti itu tidak dapat muncul lagi saat aku menghadapi pria ini.


"Death, dia sangat tahu bagaimana caranya menekan emosimu, dan kau begitu mudah di jebak? Seperti tikus kecil yang tersudut, hanya tinggal masalah waktu sebelum tikus itu melakukan tindakan bodoh lain, kemudian tindakan itu akan membuat tikus itu membunuh dirinya sendiri. Jadi apakah kau seperti tikus Bobby?"


"Apa!!" Kataku yang tidak terima dengan apa yang Jenifer katakan.


"Hey!! Hey!! Calm down Jenny" Pria itu mulai melangkah maju,


"Kita bertiga ada di sini, bukan untuk saling mengkonfrontasi oke?!"


Penampilan pria itu kini lebih baik dari sebelumnya. Sebelumnya ia hampir atau mungkin berhasil menirukan penampilan dari pria yang terbaring tewas di depanku, sejujurnya aku masih penasaran dengan siapa aku berhadapan dan apa yang sedang mereka semua bicarakan, seolah-olah aku ada di dalam rencana mereka, sedangkan ledakan informasi ini mulai ku cerna perlahan-lahan. Apa yang mereka inginkan dariku?!


"Bobby atau boleh aku panggil Poppy" Katanya sembari tersenyum riang, wajahnya benar-benar menunjukkan kepolosan seseorang, penampilannya sangat berbeda dari wajah yang ia tunjukkan sebelumnya, di mana ia dipenuhi oleh tatapan penuh intimidasi.


"Apa?!" Aku begitu terpicu saat dia mengatakan itu.


"Haloooo, aku cuma bercanda, jangan terlalu serius Poppy, maksudku Bobby" katanya mengoreksi.


Dia masih tersenyum polos dan aku benci dengan senyumannya itu. Suaranya juga terdengar berbeda, begitu lembut dan maskulin, sangat berbeda dari suara cempreng yang ku dengar sebelumnya, seolah tidak hanya visualisasi saja yang ia dapat tiru namun suaranya pun mampu ia peragakan dengan begitu sempurna, selain itu senyumannya atau mimik wajahnya begitu sempurna, membuatku yang tersulut marah dengan sekali lihat kilasan matanya langsung luluh, seolah aku bingung, untuk apa aku marah. Apapun itu, aku hanya dapat menilai dirinya. Dia sangat berbahaya.


"Jadi Jenny, kita langsung saja ke intinya, jangan buat pemuda malang ini semakin gila karena kebingungan?!" Ucapnya lagi.


"JANGAN PANGGIL AKU JENNY SIALAN!!"


Aku terkejut melihat sentakan Jenifer, ini hal yang langka menurutku, Jenifer yang begitu tenang meledak seperti itu.


"Hey!! Hey!! Tenang dong" Katanya sembari memasang wajah yang lucu, namun bagiku wajah itu lebih menyebalkan dari sekedar senyuman polosnya.


"Ada apa dengan kalian berdua ini? Sangat mudah marah, kenapa kalian tidak menjadi pasangan saja? Cih, dasar anak muda jaman sekarang"


Kali ini pria itu menatapku, ia baru saja mendapatkan tempat duduk di atas sebuah beton. Tatapannya masih sama, ia melihatku dengan lekukan senyuman yang menyebalkan.


"Well Bobby, aku minta maaf sebelumnya. Aku sudah membuatmu merasakan sesuatu yang seharusnya tidak aku lakukan, awalnya aku tidak ingin melakukannya, tapi.. kau meresponku dengan sangat menarik" Ia masih tersenyum melihatku,


"Anjing-anjing itu, ya. Kau benar, mereka tidak lebih hanya sebagai objek untukku melihat bagaimana kau bisa melewati fase dari tantangan yang ku tawarkan. Jadi, ku harap kau bisa melupakan semuanya dan mulai memikirkan tawaran yang akan aku berikan kepadamu. Percayalah kau akan tertarik dengan tawaranku Bobby, namun sebelumnya aku akan mengajukan satu pertanyaan penting untukmu?! Apakah kau punya keinginan untuk sampai di puncak kejayaan dalam permainan ini??"


"Puncak kejayaan ini?!" Aku mengulanginya.


"Saat ini tentu kau sudah tahu siapa 7 Absolute?! Mereka adalah 7 orang yang saat ini duduk di atas rantai orang-orang sepertimu, dan aku menyebut mereka sebagai puncak dari permainan ini. Apakah kau tertarik menggantikan salah satu dari mereka?"


Kami bertiga hanya saling melihat satu sama lain, ada jeda di antara kami seolah-olah memberiku waktu untuk mencerna setiap kalimatnya atau memikirkan kemana arah pembicaraannya.


"Tapi sayangnya, kau yang saat ini tidak lebih dari batu kecil yang sedang menantang sebuah gunung" Ia masih tersenyum memandangiku.


"Sebuah gunung?"


"Kenapa?" Tanyaku.


"Karena mereka masih terlalu tinggi untuk bisa kau capai, atau" Ia berhenti sejenak, tatapannya beralih pada Jenifer,


"Lebih tepatnya untuk kalian berdua capai" Ucapannya tiba-tiba menyadarkanku.


Jangan-jangan, tiba-tiba aku memikirkan sebuah pola di dalam kepalaku, semua itu menjadi satu dan membentuk sebuah jaringan yang mengumpulkan informasi lalu terpecah menjadi detail-detail kecil, namun detail itu perlahan membentuk pola kembali dan sesuatu di dalam kepalaku mulai menata pola itu menghubungkannya satu persatu hingga aku sampai di titik di mana aku tau apa yang terjadi meski masih terlalu awam untuk menyimpulkan semuanya. Tiba-tiba aku tersadar ketika mendengar Jenifer mengatakan,


"Bobby, maukah kau bersamaku menjatuhkan salah satu dari 7 absolute?"


"Waaw" Clap clap clap, terdengar pria asing itu mulai bertepuk tangan sembari melihat kami satu persatu,


"Ku rasa dari bagaimana kau melihat kami, aku menyimpulkan pemuda kita sudah mengerti arah pembicaraan ini?! Baiklah, sekarang kita langsung ke intinya" Pria itu mulai beranjak dari tempatnya, lalu berhenti dan memandang pria yang terbaring tewas di sampingnya.


"Namanya adalah Dr. Alfi Adams. Bekerja sebagai guru dan dosen di sebuah universitas. la menggunakan nama Michael sebagai id akun yang sudah terverifikasi. namun tidak ada yang tau siapa sebenarnya dia dalam Dark Web, dia adalah saIah satu dari 13 anggota Drug Imagination"


"Drug lmagination"


"Itu adalah nama dari pemuja salah satu 7 Absolute, Dr.Gin" Ucap Jenifer.


"Dr.Gin?!"


"Umumnya, setiap Absolute memiliki para pemuja yang membentuk sebuah kelompok, dan mereka bisa dikatakan sebagai jaringan atau kaki tangan dari para Absolute, meski yang ku tahu, beberapa dari Absolute tidak memiliki kemutlakan pada organisasi yang berdiri sendiri ini. Namun sejujurnya mereka ada, menjadi satu dan mereka bergerak dengan cara yang berbeda. Intinya yang ingin ku katakan adalah mereka sangat nyata, dan untuk menjatuhkan seorang Absolute dibutuhkan keberanian untuk menghancurkan kaki-tangan mereka terlebih dahulu"


"Jadi, maksudmu adalah kau tidak bisa berhadapan dengan seorang anggota dari 7 Absolute tanpa berhadapan dengan para keroconya?? Begitu kah?? Lalu untuk apa ada peraturan bahwa kau hanya perlu membunuh beberapa orang untuk bisa berhadapan dengan Absolute?" Kataku yang tidak terima.


Hening.


Ketika aku memandang satu sama lain untuk menunggu jawaban dari pertanyaanku. Death tertawa begitu keras di depanku.


"Bobby. Aku tidak tahu kau sepolos ini. Jadi kau percaya dengan bualan konyol itu?! Dalam peraturan dasar dalam Web ini hanya tertulis, bunuh mereka dan mereka akan mendapatkanmu, kau tidak tahu maksud dari peraturan ini. Yang pertama harus kau lakukan adalah, dapatkan perhatian mereka, secara tidak langsung untuk bisa menantang Absolute kau perlu nilai jual, dan lihat apa yang kau punya? Kau hanya bisa membunuh 2 orang dan 1 orang bonus lalu kau ingin menantang seorang Absolute, apa kau sedang bercanda?? Percayalah, kau tidak mau melihat 7 monster ini?!"


Perawakan jenaka itu kini berubah menjadi mimik wajah serius.


"Aku pernah bertemu salah satu dari mereka, sebelum aku menjadi administrator seperti saat ini, dulu aku orang yang sepertimu. Naif, terlalu percaya diri, merasa aku pantas ada dijajaran orang-orang teratas, mengendalikan semuanya di tanganku, namun saat aku berhadapan dengan satu dari mereka, aku menangis, aku bersujud dan memohon agar dia melepaskanku.." Pria itu mendekatiku, menatapku dengan tatapan yang paling tajam yang pernah ku lihat,


"Kalau kau masih memiliki ketakutan seperti yang kau tunjukkan tadi, kau hanya bagaikan tikus yang terjerat dalam jebakan dan menunggu untuk mati. Percayalah, kau belum pantas ada di panggung ini!"


Kengerian menyelimuti tubuhku. Apa yang baru saja dia katakan,semuanya langsung menancap di dalam otakku. Seberapa gila para Absolute, dan siapa saja yang terlibat di dalam jaringan milik mereka.


"Drug Imagination adalah satu dari beberapa kelompok yang melindungi mereka, yang harus kita lakukan adalah menghancurkan mereka" Ucap pria itu Iagi, namun sebelum ia berceloteh jauh, aku memotong pembicaraannya.


"Tunggu!! Aku tidak mengerti, untuk apa seorang administrator terlibat dalam rencana ini" Kataku.


Aku melihat kilasan senyuman di bibirnya, dan tampaknya pertanyaanku membuatnya tertawa geli, namun tetap saja, aku tidak menemukan konteks yang tepat kenapa ia bisa terlibat dalam permainan ini. Rencana apa yang ia persiapkan untuk kami, bahkan aku tidak tahu di mana posisinya saat ini, sebagai kawan atau lawan.


"Jadi aku akan menceritakan tentang permainan catur Bobby, kau akan suka" Ucapnya,


"Kau pasti tahu dalam permainan catur kau membutuhkan papan yang bagus, kau butuh raja, kau butuh ratu, kau butuh kuda dan kau butuh prajurit. Anggap di dalam Web ini, Dark Web yang saat ini kami keloIa adalah papan caturnya, maka di mana posisi kita berdiri?!" Ia mengamatiku,


"Sudut pandang adalah jawabanya, kau bisa menjadi raja, ratu, kuda, menteri bahkan prajurit, lalu di mana posisi lawanmu? Kita memiliki kesamaan yang sama, kita adalah kelompok yang sama, pegang kata-kataku dan percayalah kepadaku, kau membutuhkanku begitupun juga dengan aku membutuhkan kalian, ingat kalian buta dengan lawan kalian, sementara aku punya informasi yang bisa ku bagi untuk kalian dalam permainan ini, kita sama-sama diuntungkan bukan, lalu yang jadi pertanyaannya adalah alasan apa yang membuatku berfikir bahwa kalian akan berguna untukku?! Dan, apa yang aku dapatkan dari berbagi informasi ini, karena di lihat darimanapun, aku tidak memiliki keuntungan tersebut, eits!! Tapi itu adalah cara berfikirmu Bobbyku, sebenarnya alasanku sangat simple, apa yang akan kita mainkan adalah permainan catur papan atas, bukan permainan yang mudah tapi juga bukan permainan yang sulit. Untuk menjatuhkan Absolute di butuhkan strategi yang matang, karena yang terlibat dalam permainan ini tidak hanya aku sebagai administrator, tapi ada 2 administrator lain yang memiliki tujuan yang sama. Menjatuhkan Owner dari Dark Web ini!"


"Owner dari Dark Web?" Ucapku.


Aku tidak pernah merasakan gejolak ini lagi sejak tadi, namun ketika kalimat itu muncul, perlahan gejolak itu kembali.


"Singkatnya ada 3 Administrator yang memiliki tujuan yang sama untuk berada di puncak sama seperti kalian dan mereformasi sistem yang sudah cacat ini. Kami bertiga membutuhkan bidang dan strategi serta pion yang berguna, kami akan berhadapan. Aku adalah Death, akan bertarung melawan Choice, dan Life. Kami adalah 3 ideologi yang saling bertabrakan satu sama Iain, dan sebentar lagi, tepat ketika pesta Royal Rumble ini berakhir, maka permainan akan dimulai. Permainan yang sebenarnya Dark Web Battle akan segera digelar, dan kami sedang menata pion masing-masing. Kau mengerti Red_Hat?!"