
Ditempat lain.
"Jack-jack!!" Ucap seorang wanita berambut pirang, ia mengenakan pakaian pelayan, dengan rambut dikuncir, ia berdiri di belakang seseorang yang sedang asyik menyusun kartu tarot.
"Imelda." Kata pemuda itu,
"Kau tahu, dalam permainan Blackjack, kartu As hati itu penting untuk mendapatkan hit sebelum insurance bukan?" Pemuda itu meletakkan as hati lalu menutupnya,
"Begitu pula dalam permainan ini. Bila kita menyusun rencana layaknya sebuah permainan blackjack, as sangat penting untuk menang, untuk menjatuhkan absolute lain, merupakan hal yang rumit, dan sekarang-" Pemuda itu melepaskan as hati ke udara, membiarkan kartu ltu terbang sebelum mendarat jauh dari tempatnya duduk,
"Aku baru saja kehilangan kartuku, siapa yang bertanggung jawab dengan semua ini??" Tatapan pemuda itu tertuju pada layar laptopnya. Di Sana, ia melihat sebuah akun dengan nama "Red_Hat", ia menyeringai.
***
"Poppy, kau yakin mau melakukan ini?" Ucap Sweet Chocolate, ia menatap keseluruhan tempat ini.
Tempat yang usang, gelap, dan jauh dari hiruk-pikuk kota, sebuah gudang penimbunan ikan yang sudah lama di tinggalkan, di sana aku duduk di sebuah kursi tua, mataku masih memperhatikan gadis manis di depan, untuk beberapa saat aku harus sadar, Black_Hair sudah tidak ada di sampingku, hanya gadis ini, gadis yang entah dari mana datangnya namun mencuri cukup perhatianku. Jadi, tidak ada salahnya bila aku melakukan ujian apakah gadis ini layak untuk mendapat perhatiannya.
Terdengar pintu gudang dibuka, dan selusin orang muncul dengan mengenakan topeng di wajahnya.
"Woah Poppy, kau menantang sebuah kelompok pembunuh. Katakan, katakan, Poppy!! Apa nama kelompok ini?" Sweet Chocolate tampak kegirangan, ia melompat sembari memperhatikan 6 orang yang berdiri hanya memandang mereka berdua.
Banyak di antara mereka yang menggenggam senjata tajam dan beberapa membawa linggis, aku hanya mengatakan,
"Sweet_Chocolate, bila kau mau mengikutiku, aku ingin mengetahui seberapa pantas dirimu ada di sini?!" Aku tersenyum, sementara Sweet_Chocolate menyambutnya dengan tatapan nakalnya.
"Oh.. Poppy, kau akan melihat bahwa aku adalah gadis yang baik, jadi beritahu aku apa nama kelompok boyband ini, sebelum aku mulai menghabisi mereka?!"
"Kalau begitu" Ucapku,
"Beri aku kejutan, paksa mereka memberitahu nama kelompok mereka"
"Kau benar-benar nakal Poppy"
Sebilah kapak melayang dan menancap tepat di kepala salah satu orang yang begitu terkejut melihat aksi super cepat yang ditunjukkan gadis tersebut, sebelum akhirnya pria itu tewas dan tumbang di hadapan kawannya yang lain, sementara yang lainnya mulai berlari menyerang. Namun Sweet Chocolate justru menyambutnya, ia berlari sebelum melompat dan menendang wajah salah seorang dari mereka lagi, hingga kepalanya tersentak menghantam lantai. Dengan cepat Sweet Chocolate, melucuti linggis di tangannya, dan menancapkannya tepat di batok kepalanya, 4 orang langsung datang menyerbu, dan dengan cekatan Sweet chocolate melompat untuk berguling di lantai dan menghindari serangan mereka, ia begitu cepat sampai membuat 4 orang itu kewalahan, dengan gerakan yang tak terduga ia melemparkan 2 pisau yang muncul dari lengan yang ia tutupi dengan sweater panjangnya.
"Auhh" Ucap Sweet Chocolate yang tertawa geli melihat 2 orang tumbang lagi dengan pisau yang bersarang di leher mereka.
"Aku paling suka melihat tenggorokan tertembus pisau" Godanya sembari melihat 2 orang yang tersisa.
Satu dari mereka berlari maju, namun Sweet chocolate kembali menghindarinya sampai akhirnya ia dapat menendang kaki lelaki itu hingga terjerembab. Melihat hal itu, Sweet chocolate bersiap merebut linggis di tangannya. Akan tetapi, satu dari mereka berhasil mencengkram rambut sweet chocolate, dan bersiap menggoroknya, anehnya sweet chocolate justru tersenyum dalam kondisi seperti itu.
"Bodoh!!" Ucap Sweet chocolate,
"Seharusnya kau kunci kedua tanganku, bukan rambutku"
Dengan cepat sweet chocolate menghantam wajah lelaki itu dengan sikunya, sebelum memukul tenggorokannya dengan tinju yang keras, sampai lelaki itu tumbang. la segera meraih pisau di tangannya dan mengakhiri hidup lelaki itu dengan menggorok lehernya, kini tersisa satu orang lagi.
"Halo" Katanya dengan ekspresi paling ramah,
"Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan, katakan siapa nama boyband payahmu dan aku akan mangurusmu dengan cepat tanpa rasa sakit sedikit pun, aku janji" Namun lelaki itu hanya menatap Sweet chocolate,
"Oh kau tidak mau mengatakannya ya?"
Sweet chocolate mengambil kapak miliknya dari batok kepala lawannya yang tumbang lebih dulu, tatapannya masih terlihat polos.
"Hai, apa aku harus cerita bila aku sangat ahli membuat orang berbicara, kau mau lihat metode yang ku gunakan?"
Sweet chocolate berdiri di depan lelaki itu. Lelaki itu hanya menatapnya di hadapannya, gadis bermuka polos itu tampak sangat mengerikan. Dengan cepat Sweet Chocolate mengayunkan kapaknya, memotong satu kaki lelaki itu, namun anehnya lelaki itu tidak bersuara sedikit pun.
Sweet chocolate memandang aneh lelaki itu sebelum kembali mengayunkan kapaknya lagi dan memotong kaki yang satunya dari lelaki itu, gadis itu terus dan terus mengayunkan kapaknya hingga memotong dua tangan lelaki itu, namun tetap saja lelaki itu tidak berbicara dan memberi jawaban Sweet chocolate.
"Poppy" Kata sweet chocolate memandang ke arahku,
"Apa dia bisu?"
"Mungkin" Kataku geIi,
"Kenapa tidak coba mencaritahunya?"
Karena penasaran Sweet chocolate membuka mulut lelaki itu dan benar apa yang ia pikirkan.
"Dia tidak memiliki lidah. Tunggu dulu, jangan bilang.."
Aku tersenyum sembari bertepuk tangan mendekati Sweet chocolate,
"Dari mana kau dapat mereka?" Tanya Sweet Chocolate.
"Aku mendapatkannya dari seseorang" Kataku,
"Seseorang yang akan kita temui sebentar lagi, Thousand_Face"
"Kau menggunakan manusia uji coba untuk mengujiku, kau benar-benar menyebalkan Poppy, pantas saja gerakan mereka begitu amatir"
"Kau lulus Rebeca" Ucapku, mendekatinya dan menatap wajahnya.
"Kau sudah tahu namaku?" Tanya Sweet chocolate, ia menatap wajahku semakin dekat hingga dapat merasakan aroma nafasnya, sebelum Sweet chocolate menciumku.
"Ayo kita pergi"
**
Di tempat lain.
"Jack-Jack" Ucap Imelda, gadis yang selama ini melayani Black_Jack sebagai salah satu dari 7 Absolute.
"Ada tamu untukmu"
"Siapa Imelda?" Pemuda itu merobohkan susunan kartu tarot di depannya.
"Salah satu administrator, Death!!"
Black_Jack melangkah menyusuri lorong sebelum menatap Death, wajah Black_Jack tampak tidak senang melihatnya.
"Apa kabar Jack?" Ucap Death.
"Langsung saja ke intinya Death? Apa yang kau mau dariku?!"
"Lepaskan Red_Hat. Saat ini dia di bawah perlindunganku" Ucap Death dengan senyuman di bibirnya.
"Kenapa aku harus melepaskannya?"
Death meletakkan sebuah berkas usang, sebelum mengatakan,
"Kematian Kristian bukanlah perbuatan Red_Hat dan Black_Hair, jauh sebelum itu pemuda itu sudah tewas"
Black_Jack tampak tidak perduli dengan ucapan Death, ia lebih tertarik memainkan kartu tarotnya, menyusunnya seolah-olah hal itu lebih penting dari apa yang diucapkan seorang administrator di depannya.
"Kau pernah mendapat kartu ini Death?" Black Jack melemparkan kartu dengan kesatria berkuda,
"Ya, ini adalah penggambaran dirimu, tidak perduli apa rencanamu, yang kini terlibat dengan perang yang kau susun untuk menghadapi Choice dan Life, sungguh aku tidak perduli. Namun, untuk seorang Rookie yang baru saja mencoreng wajahku dengan membunuh salah satu bawahanku, maka aku sangat perduli, jadi beri aku alasan untuk tidak membunuhnya?"
"Red_Hat adalah harapanmu untuk menumbangkan semua generasi puncak yang saat ini tidak bisa kau serang?"
"Apa maksudmu?" Kini Black Jack tampak tertarik.
"7 Absolute, termasuk dirimu saat ini terjebak dalam rantai program di mana kalian tidak dapat terlibat secara langsung, namun aku bisa merubah kebijakan itu semua. Saat ini bukankah kita berada di jalur yang sama?!" Death memandang Black_Jack, pemuda itu adalah salah satu dari pemuda yang menarik perhatiannya, dengan penampilan seperti anak-anak, ia sama sekali tidak menunjukkan bakat yang ia miliki. Kejeniusan dari seorang bertype Brilian. Dengan mengenakan piama putih, Black Jack tampak sedang berpikir, rambutnya yang silver menambah kesan bahwa pemuda itu bukanlah pemuda biasa saja.
"Jadi kau ingin aku mengampuninya. Baiklah, tapi ingat, bila bocah ini terlibat kembali dalam rencanaku, aku tidak akan segan-segan menyingkirkannya, ingat itu Death?!"
Death meIangkah pergi meninggalkan tempat itu. Imelda menatap Black_Jack,
"Kau yakin akan melepaskan bocah ini?"
"Melepaskannya? Aku punya ide yang lebih menarik" Kata Black Jack, di balik kartu-kartu tarotnya terselip sebuah foto.
"Thousand Face_dan ??" Imelda menatap Black_Jack.
"Red_Hat" Kata Black Jack sembari menyeringai,
"Imelda kumpulkan 3 kartu As kita, Spade, Diamond dan Club, aku harus berbicara dengan mereka"
"Baik tuan Jack"
Gadis itu meninggalkan tempat itu. Kini Black_Jack tertuju pada berkas usang itu di sana ia melihat kabar itu "Black_Hair vs Dr. Gin".
"Semuanya semakin menarik" Ucap Black_Jack.