
Aku tidak mengerti apa yang baru saja terjadi, yang aku tahu semua sudah menjadi seperti ini, seolah-olah aku sudah melewati semuanya. Setelah aku mendapatkan pager mereka, aku segera menonaktifkan akun mereka, seperti yang Black_Hair katakan,
"Berikan mereka pesan, dan semuanya akan bergerak!!"
Aku bertemu dengan Jenifer di bawah wahana komedi putar. Ia menatapku nanar, sepertinya ia menyadari penampilanku yang sangat mencolok.
"Kau yang sudah membunuh White_Face?"
"Ya" Kataku, ku ingat kembali saat-saat itu, White_Face atau Potato_Head mereka sama-sama membingungkan, siapa dengan siapa yang memiliki data diri mereka yang sebenarnya, intinya adalah aku hanya bisa mengalahkan satu dari mereka, jadi bila aku mengatakan aku mengalahkan mereka berdua maka terdengar sangat konyol, karena yang terjadi, aku seperti pecundang di mata pria bertopeng kotak itu. Meski akhirnya ia tewas tanpa ku tahu apa penyebabnya.
"Well, tampaknya semua sudah mulai bergerak ke arah puncak" Ucap Black_Hair, tatapannya tertuju pada sebuah tempat, sebuah mercusuar yang biasa disebut Benteng Laut.
Sejujurnya aku baru menyadari bahwa area bermain ini dibangun di sisi Lautan, jadi sangat mudah menemukan sebuah mercusuar tua di mana tempat itu menjadi salah satu properti yang dimiliki oleh pihak pengelola. Aku masih bingung dengan penjelasan Black_Hair, karena ia tampak sangat tenang sembari bersandar di pagar besi itu.
"Apa yang baru saja dia lakukan?" Ucapku dalam hati.
"Bobby. Kau pernah berpikir apa yang terjadi setelah kita mati?" Ucapnya.
"Apa yang kau katakan?" Kataku semakin bingung dengan perubahan sikap Black_Hair.
"Aku sudah bosan dengan dunia ini, sepertinya bila aku hidup lebih lama lagi, aku akan menderita, jadi aku sudah memutuskan"
"Memutuskan??" Kataku.
"Aku akan memenangkan Event ini, kemudian tiket itu akan aku gunakan untuk bertemu salah satu dari 7 kursi Absolute, mungkin ini terlalu cepat dan gegabah, namun tekadku sudah bulat. Ada jawaban yang ku cari, dan hanya dia yang bisa menjawabnya"
"Dia?" Kalimat itu menggantung di atas kepalaku, apa maksud dari "Dia". Jenifer, siapa kau sebenarnya? Rahasia apa yang sebenarnya dia sembunyikan? Apakah dia mengenal salah satu dari Absolute, sangat mengenalnya hingga menjadi sebuah obsesi, sehingga dia ingin bertemu atau melawannya. Apapun itu, aku masih tidak mengerti, kalimat "mati" yang dia bicarakan.
"Yang jelas, sebentar lagi pesta ini akan sangat ramai Bobby, bersiaplah" Katanya sembari menatap jauh.
Tepat setelah Black_Hair mengatakan itu, aku tersentak saat mendengar sebuah ledakan yang sangat keras, sebuah bom yang diledakkan tepat di pusat taman.
"Apa yang terjadi di sini?" Kataku kebingungan.
"Sudah ku duga, dia akan melakukan ini" Ucap Black_Hair,
"Aku rasa ini adalah perbuatannya, Pink_Lipstick, dari semua kontestan yang ada di sini hanya dia yang sangat mencolok untuk bisa melakukan ini, hanya agar suasananya menjadi lebih panas. Baiklah Bobby, ayo ke tempat pestanya, mereka sudah menunggu kita"
Setelah ledakan pertama, aku mendengar ledakan kembali terjadi, anehnya ledakan itu terjadi di beberapa tempat yang menurutku bukan tempat yang ramai bila tujuannya adalah menghabisi banyak orang. Kecuali, aku baru saja memikirkan alasan ledakan itu, tidak salah lagi, bom-bom itu hanyalah sebuah pesan untuk kami, setidaknya pesan ini adalah pesan yang efektif dibandingkan kami bermain petak umpet dan saling mencurigai satu sama lain, cara ini lebih ampuh menyeleksi siapa yang bertahan di tengah kekacauan seperti ini.
"WaoW" Ucapku, aku tidak pernah memikirkan ada cara seefisien ini.
Aku dan Back_Hair menaiki anak tangga sebelum sampai di puncak, dan seperti yang aku duga, semuanya sudah berkumpul, hanya 2 orang yang baru saja aku lihat yang tidak ada di sini tentu saja mereka tidak akan ada di sini karena mereka sudah mati di hadapanku. Aku hanya bisa melihat semuanya saling memandang satu sama lain, dengan beberapa menampilkan ekspresi yang tidak dapat ku baca, terutama mereka yang masih menggunakan kostum maskot di badan mereka, hanya 2 orang yang memandang kami, dengan senyuman aneh di bibir satu sama lain.
"Selamat datang, Black_Hair, Red_Hat" Ucap seseorang, ia tampak seperti seorang marinir, ia menatap kami dengan beberapa anjing Great Dance di sampingnya, di sebelahnya, tepat di jendela, seorang wanita mengenakan setelan dengan kaos hitam tanpa lengan, di badannya tertempel jaket armor, dengan jeans ketat, ia memberi salam kepada kami, tepat di pinggangnya aku bisa melihat "Black Cobra" melingkar di sana.
Di ujung yang lain aku melihat mereka, seseorang dengan kostum menggelikan itu, mereka menatap kami dengan topeng kepala besar itu, seekor kelinci dan beruang. Si kelinci tampak asyik memainkan kapak yang ia pamerkan di bahunya, sementara si beruang hanya menatap kosong tempat kami berdiri, sebelum si beruang mengatakan,
"Jadi kalian yang sudah membunuh Potato_Head dan White_Face, sungguh luar biasa"
la melepaskan topeng yang konyol itu, meletakkannya, kemudian melihat kami sembari bertepuk tangan. Di balik topeng itu, aku melihat pria muda, usianya tampak tidak terlalu jauh dariku, kemungkinan dia lebih tua 1 tahun dariku, wajahnya masih terlihat sangat kencang dan senyumannya seolah mengatakan,
"Aku tidak sabar memulai semuanya"
Si kelinci juga membuka topengnya, hanya saja tatapannya tampak seperti tatapan biasa saja, dia seorang gadis berambut panjang, dan dari caraku menilainya, sepertinya mereka berpasangan, semua itu terlihat sangat mencolok.
"Woooh kau Red_Hat itu, aku sudah mendengarmu, kau membunuh si ****** Manon itu bukan? Bagus, bagus-bagus, aku suka" Katanya sembari menggandeng tangan lelaki itu.
"Sepertinya partnerku cukup terkenal di kalangan kalian" Aku bisa melihat Black_Hair melepaskan jaketnya, dan di sana aku bisa melihat barisan pisau berbagai ukuran di tubuhnya.
"Hanya saja, aku cukup terganggu dengan ucapanmu, Bobby membunuh 2 orang??" Black_Hair menatapku penasaran, sementara aku sama sekali tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.
"Whow, kau tidak tahu??" Ucap wanita yang ku ketahui bernama Pink_Lipstik,
"Dia partnermu, ku rasa aku belum pernah melihat cara bertarung yang gila seperti itu, ku rasa partnermu adalah Siver(Agresifitas) bukan?"
Black_Hair melihatku kembali, sebelum mengalihkan pandangannya pada wanita itu.
"Dan apa kah kau seorang Trickers (Manipulator), melihat bagaimana kau mengirim pesan hanya agar kita semua berada di sini?"
Wanita itu turun dari tempatnya, duduk lalu menatap Jenifer dengan tatapan yang tenang, mereka saling melemparkan konfrontasi, dan aku merasakan sensasi memanas di penjuru tempat ini.
"Come on boy, girl, everyone. Calm down!!" Ucap si pria marinir, aku bisa melihat otot di lengannya, ku rasa akan sangat merepotkan bila berhadapan langsung dengannya, ditambah anjing-anjing buas di sekitarnya, 3 anjing great dance, lawan yang harus ku hindari bila aku menggunakan otakku saat ini.
"Sejujurnya aku cukup terkejut, dari semua kandidat di event ini, justru orang yang paling ku curigai sebagai lawan tangguhku justru tersingkir di awal babak, apapun itu. Ku rasa bukankah ini tujuan dari event ini. Baiklah, sekarang mari mulai permainannya." Ucapnya.
Beberapa saat kemudian, aku terkesiap saat melihat 3 anjing itu berpencar dan mulai menyerang kami, satu ekor menuju ke arahku dan Jenifer, satu yang lain berlari menerjang bocah tampan dan gadis aneh itu, sementara yang satu masih berdiri di samping pria itu, yang hanya menyaksikan kami.
"Jangan hanya melihat Bobby, aku tidak bisa melindungimu setiap saat bodoh!!" Ucap Black_Hair, ku lihat anjing great dance lain yang menyerang pasangan itu juga berhasil di habisi, dengan kepala terpenggal di tangan gadis aneh itu, yang justru menyeringai menatap kami bergantian satu sama lain.
"Anjing yang kuat, kau pasti melatihnya dengan sangat baik"
Dengan kecepatan yang tidak dapat ku saksikan, aku melihat bocah lelaki itu berlari setelah selesai mengatakan itu, ia berlari dan melemparkan pisau tepat ke arah pria marinir itu, namun sebelum pisau itu mencapai posisinya, Pink_Lipstik menghentikannya, serangannya begitu cepat hingga aku tidak tau harus bereaksi seperti apa ketika menyaksikannya.
Si gadis aneh juga ikut bergerak, ia mengayunkan kapak di tangannya dan berniat menebas Pink_ Lipstik, namun anjing great dane yang tersisa menerjang tubuhnya.
"Bobby, berhentilah melamun dan ayo bergerak bodoh"
Aku melihat Jenifer meraih 2 pisau dari pinggangnya dan tepat saat itu juga, pria marinir itu menahannya. Aku yang melihatnya, segera berlari untuk membantunya, namun si bocah tampan tiba-tiba sudah melompat untuk menendang wajahku, aku berhasil menahannya dengan siku tanganku, akan tetapi aku tetap merasakan tubuhku tersungkur di atas lantai, aku bangkit saat tahu si bocah tampan mendapat serangan dari pria marinir.
"Apa-apaan ini. Semua orang bertarung satu sama lain." Ucapku.
Aku segera bangkit dari tempatku. Jenifer, Pink_Lipstik dan gadis aneh itu bertarung satu sama Iain, sementara satu anjing great dane yang tersisa sudah tewas di samping mereka, sedangkan bocah tampan dan marinir sialan itu tampak saling menghantamkan pisau mereka. Melihat hal itu, aku segera menerjang mereka, meski aku tahu tenagaku tidak sekuat mereka namun aku lebih unggul dalam bergerak dan menjaga reflek tubuhku dari serangan mereka, kami saling menghunuskan pisau kami, suara dentingan pisau ketika berbenturan terdengar intens di telingaku, dan gerakan mereka entah kenapa dapat ku baca, bahkan aku berhasil menendang wajah bocah tampan itu sebelum pria marinir itu mencengkram lenganku, membantingku dan memulku dengan sangat keras. Pukulanya begitu terasa di wajahku. Rasa nyeri itu, entah kenapa justru membuatku ingin tertawa begitu keras, rasa sakit yang sangat nikmat.
Darahku meluber keluar, dan pria itu terus menghujamkan pukulannya, setiap pukuIan yang mendarat terasa sangat menyakitkan dan aku bisa merasakannya begitu nyata, gemertak rahangku, perihnya hidungku, sengatan di mataku. Semua rasa sakit itu, tidak dapat ku jelaskan, aku gemetar. Tidak, sekujur tubuhku seperti gemetar, dan tiba-tiba, suara itu kembali.
"Bagaimana Bobby. Bagaimana rasanya ketika kau merasakan itu?"
"Suara asing itu lagi. Suara siapa sebenarnya?"
"Apa kau menikmatinya? Apa kau mau merasakan nikmat yang sebenarnya? Ayolah Bobby, ini bukan kau yang sebenarnya. Lepaskan saja, biarkan tubuhmu melayang, sensasi ini, biarkan sensasi ini terlepas. Lepaskan Bobby!!"
Jantungku saat mendengar suara itu, seolah-olah jantungku berdetak 2 kali lipat lebih cepat, perasaan ini. Perasaan aneh ini, entah apa yang terjadi, namun waktu serasa berhenti saat aku menghentikan tangan pria marinir itu dengan tangan kiriku.
la tampak terkejut dan mencoba melepaskan genggaman tanganku. Anehnya, pria besar itu justru tidak dapat melepaskan cengkramanku.
"Apa ini?"
"Bagus Bobby"
"BAGUS!! LEPASKAN LAGI BOBBY, LEPASKAN!!!!"
Aku bangkit berdiri perlahan, pria marinir itu masih tampak kebingungan, seolah tidak mengerti dengan apa yang terjadi, ia tampak menahan sakit saat aku masih menahan tangannya. Dan entah bagaimana ini terjadi, aku mendengar gemertak saat menekan tangan pria marinir itu, lalu aku mematahkannya begitu saja.
"AAArgghhh!!!!" Pria marinir itu meraung sangat keras lalu jatuh tersungkur di hadapanku, saat aku kebingungan dengan apa yang terjadi pada tubuhku, tiba-tiba aku tersentak saat melihat gadis aneh yang membawa kapak itu sudah melompat dan menuju ke arahku.
"Berbahaya!! Berbahaya!! Orang ini berbahaya!!" Teriak gadis aneh itu, wajahnya yang tidak dapat ku baca tampak gugup, dan tepat ketika dia hampir, mengayunkan kapaknya di kepalaku, Black_Hair datang dan menendang tubuhnya, hingga gadis aneh itu tarpelanting keras.
"Bobby" Ucap Jenifer memandangku, wajahnya tampak aneh. Seperti wajah yang di penuhi pertanyaan.
"Apa kau baik-baik saja?!"
"Apa?!" Kataku bingung.
Ku lihat lagi, Pink_Lipstik, bocah tampan itu, dan gadis aneh, semuanya. Semua yang ada di sini memandang ke arahku. Apa yang mereka lihat, apa yang sebenarnya terjadi. Sampai, aku mendengar suara tawa itu. Si bocah tampan tertawa dengan sangat keras.
"Seperti dugaanku, kau memiliki sesuatu yang lain di dalam tubuhmu, Red_Hat."
"Sesuatu yang lain" Ucapku dalam hati,
"Apa maksudnya? Tunggu, kenapa aku baru menyadarinya, suaraku. Aku tidak dapat mengatakan apapun, ada apa ini. Apa yang terjadi pada tubuhku?!"
"Bobby" Suara itu muncul kembali,
"Sekarang saksikanlah dengan tenang, bagaimana cara bermain yang benar."
Aku bisa melihat apa yang terjadi dengan mataku, namun tubuhku, seolah-olah digerakkan oleh seseorang. Ketika pria marinir itu terbangun dari tempatnya, meski dengan kondisi tangannya yang sepertinya patah, ia masih sempat mengatakan.
"BERENGSEK KAU BOCAH SIALAN!!"
Ia menyerangku, anehnya aku dapat melihat gerakannya layaknya slow motion, di mana dengan mudah aku menghindar sebelum menancapkan pisauku tepat di tengkuknya, lalu merobeknya sehingga pria itu berdiri dengan darah mengucur deras dari lehernya. Belum selesai sampai disitu, Pink_Lipstik mencoba menyerangku dan sekali lagi, dengan mudah aku menghindarinya, merebut pisau di tangannya, lalu membuat wanita itu terduduk dengan tangan ku kunci di punggungnya, dan terakhir, aku dengan keadaan yang tidak ku ketahui ini, mengambil granat di pinggang wanita itu, mencabut pengamannya dan memasukkannya ke bajunya sebelum mematahkan kedua tangannya, dan menendangnya menjauh dari tempatku.
Wanita itu tewas dengan tubuh meledak, dan aku bisa melihat gadis aneh dan bocah tampan sudah berada di depanku, bersiap menghunuskan pisau dan kapaknya bersama-sama tepat di depanku, akan tetapi, aku dapat menghindarinya lagi, merebut kapak dari gadis itu, kemudian memenggal kepala gadis itu saat ia mencoba merebut kapak itu lagi, dan terakhir saat si bocah tampan itu mencoba mundur untuk menjaga jarak, aku melepaskan pisauku hingga menembus tepat di jantungnya.
Perasaan ini, perasaan macam apa yang saat ini ku rasakan. Kini hanya aku dan Black_Hair yang masih berdiri di sana, dan saat aku melihatnya, ia menatapku dengan tatapan ketakutan.
"SIAPA KAU SEBENARNYA?? KAU TIDAK TERLIHAT SEPERTI BOBBY??"
Lalu, aku mendengar suaranya. Suara dari tubuhku yang mengatakan
"Namaku adalah BODDY nona.!"
Siapa sebenarnya kau Body?