W E I R D G I R L

W E I R D G I R L
|•Suka?•|



"Bang Bunda boleh masuk?"tanya Bunda Kevin di balik pintu ber cat putih itu.


"Masuk Bun ga di kunci."ucap Kevin sambil membenarkan posisinya yang semula tiduran jadi duduk dan bersandar di kepala ranjang.


"Anak Bunda kenapa sejak pulang sekolah ko jadi beda sih?"tanya Bunda mulai kepo karena sedari tadi putra nya itu banyak senyum tidak seperti biasanya.


Kevin hanya menunjukkan muka bingung dan mengangkat satu alis nya.


"Beda apa nya Bun?"tanya Kevin balik tidak menjawab pertanyaan Bundanya.


"Kamu sekarang banyak senyum loh masa kamu ga sadar si!?"goda Bunda kepada putra nya itu.


"Kevin manusia bun wajar dong kalau Kevin senyum emang Bunda mau punya anak yang ga pernah senyum."jawab Kevin jengah dengan Bunda nya yang so tau tapi Kevin juga sempat bingung kenapa dia jadi sering tersenyum.


"Bunda ini ibu kamu syang. Bunda tau kamu sedih atau bahagia, dan Bunda tebak kamu sekarang sedang bahagia. Jadi Bunda kepo dong siapa sih yang bikin anak Bunda yang kaya es ini bisa senyum senyum sendiri. Cerita dong Bunda pengen tau."celoteh Bunda yang gemas sendiri kepada anaknya itu.


"Hmm.. Bun tadi ada adkel yang kesiangan."cerita Kevin di gantung membuat bundanya kepo bukan main.


"Terus?"tanya bunda ta sabar mendengar cerita anaknya.


"Kevin hukum dong terus Kevin berinisiatif buat beri dia minuman karena pasti dia haus,tapi Bunda tau ga masa dia ga terima minuman Kevin sedangkan banyak orang yang ngantri Kevin kasih minuman tapi dia seperti tidak tertarik sama Kevin."adunya dengan sedikit nada manja.*jadi Kevin itu kalau sama Bunda nya dia akan bersikap manja dan tidak akan datar seperti dia lakukan kepada banyak orang.*


"Perempuan?"tanya Bunda Kevin dengan pertanyaan bodohnya.


"Ya iyalah Bun masa laki-laki."ucap Kevin dengan sedikit kesal karena Bunda nya tidak peka.


"Hehe..emang perempuan nya kaya gimana syng sampai-sampai anak gantengnya Bunda ini di cuekin?"tanya sang Bunda mulai kepo.


"Dia aga aneh Bun ,dia polos tapi dia dewasa,gaya bad tapi malah kelihatan menggemaskan,ceria tapi kadang jutek,orangnya pemberani tapi sama orang tuanya dia takut, senyumannya Bun manis banget dan orangnya ga jaim,wajah nya ngga kaya perempuan yang lain yang selalu di poles dengan berbagai macam,wajahnya alami dan cantik. Orang nya kaya anak nakal tapi dia pinter Bun,dan Kevin baru tau segitu aja dan anehnya Kevin selalu kebayang sama muka dia tapi jadi buat Kevin bahagia. Kevin Bingung Bun, Kevin selalu ngerasa nyaman dekat dia sedangkan dia jutek banget sama Kevin tapi Kevin suka. Apa Kevin suka beneran ya sama dia bun?"tanya Kevin setelah membayangkan sosok Pasya dan tidak menyedari sedari tadi Bundanya sudah tersenyum jahil.


"Aduh anak Bunda udah ngerasain jatuh cinta lagi ya sekarang kirain Bunda kamu ga suka lagi sama perempuan."goda Bundanya membuat Kevin salting karena dia tidak sadar telah mengungkapkan segala pikirannya.


"Ckk mulai deh."rajuk Kevin dan langsung menyembunyikan wajahnya ke dalam perut Bundanya.


"Kalau kamu suka perjuangin dong syng masa cuman diam mengagumi sih nanti keburu di ambil orang loh."ucap Bundanya sambil mengelus rambut Kevin dengan sayang.


Tiba-tiba kevin langsung teringat ucapan Umi Pasya yang seperti kelihatan takut anaknya mempunyai pacar.


"Tapi mah Umi nya kaya ga ngizinin dia pacaran deh."lesu Kevin karena dia baru sadar ucapan Umi Pasya tadi sore.


"Kamu tau dari mana?kan kamu baru ketemu dia tadi,ko udah kenal Umi nya segala?"tanya Bunda sedikit bingung.


"Tadi Kevin anterin dia pulang Bun pas sampe Kevin lihat Umi nya dan dia nyuruh Kevin buat bicara sama Uminya karena dia takut Uminya salah paham,dan Uminya seperti takut kalau dia tadi pulang sama pacarnya kayanya dia di larang pacaran Bun."cerita Kevin sambil memandang bundanya dari bawah.


"Bagus dong berarti dia perempuan baik-baik syng ngga pernah pacaran dan kalau menurut Bunda kamu ga perlu pacaran sama dia cukup dekatin aja dulu ntar juga pasti dia nyaman."saran Bunda kepada Kevin.


"Dia jutek karena kamu dingin syng."gemas Bunda kepada anaknya tidak sadar diri dengan sikapnya.


"Tapi Kevin suka Bun kalau dia jutek gemes gitu liatnya."curhat Kevin mulai membayangkan sosok Pasya lagi.


"Serah deh orang lagi kena penyakit bucin mah *** kucing pun serasa coklat."dramatis Bunda Kevin sambil berdiri mau nyiapin makanan untuk makan malam.


"Idihhhh bunda tau dari mana itu kata bucin?so gaul amat sih jadi geli dengernya."kekeh Kevin geli sendiri dengan Bundanya yang dramatis itu.


"Biasa kan Bunda suka nonton drakor hehe..ya udah sekarang siap-siap gih turun ke bawah kita makan malam."ucapnya sambil melenggang pergi menyisakan Kevin di kamarnya sendiri.


"Siap Bun ." Tanggap Kevin sambil berdiri ber siap-siap untuk makan malam.


Sementara itu gadis yang selalu memenuhi pikiran Kevin masih betah dengan dunia mimpinya.


"Mi pasya kemana?tumben banget ngga gangguin adik-adiknya."tanya Abi Bingung karena rumah serasa sepi.


"Pasya lagi tidur kayanya Pasya kecapean tadi pulangnya sorean. Abi bangunin gih kalau Umi yang bangunin susah harus debat dulu"jawab Umi sambil menata makanan di meja makan dengan rapih.


"Ya udah Abi bangunin dulu."sambil beranjak dari kursinya dan berjalan ke kamar Pasya.


Setibanya di sana."Pasya ayo makan udah malam cepet bangun jangan tidur jam segini pamali."teriak Abi di balik pintu kamar Pasya namun tidak ada yang menyahut membuat Abi harus masuk ke dalam kamar sang gadis.


Cklek.*anggap suara pintu*


Abi hanya geleng-geleng kepala dengan kelakuan sang anak. Tidur seperti bukan anak gadis seperti pada umumnya. Pasya tertidur dengan gaya tengkurap dan jangan lupakan selimut yang sudah ada di bawah.


Abi pun melangkah duduk di sisi ranjang dan mengelus puncak kepala Pasya dengan sayang,membuat sang empu terjaga dalam tidurnya.


"Eunghhh..."lenguh Pasya dan mengubah gaya tidurnya jadi terlentang dan mengerjapkan matanya.


"Cepet bangun terus cuci wajah dulu biar seger Abi tunggu kamu di ruang makan ya."titah Abi kepada anak gadisnya.


"Eumm Abi iya bi nanti pasya nyusul Abi turun dulu aja Pasya mau siap siap."kata Pasya dengan suara ciri khas orang bangun tidur .


"Ya udah Abi turun dulu ya cepet Umi dan adik-adik kamu lagi nunggu."ucap Abi Pasya dan berdiri melangkah pergi menyisakan pasya di kamarnya.


"Hoaamm...Jam berapa sih."gumam Pasya dan melihat jam ternyata sudah jam 8 malam.


Segera pasya melangkah menuju kamar mandi untuk sekedar mencuci muka dan gosok gigi. Setelah selesai Pasya segera melangkah ke bawah menyusul keluarganya ke meja makan.