W E I R D G I R L

W E I R D G I R L
|•Insiden di kantin•|



❤❤


Pasya sudah sampai di sekolah sekitar 15 menit yang lalu,yang berarti jam menunjukkan pukul 6:45. Masih ada waktu untuknya pergi ke kantin untuk sekedar membeli minuman.


Sesampainya di kantin Pasya langsung memesan air kepada teteh penjual kantin yang ternyata namanya teh Dewi.


"Teh beli minuman yang bersoda satu."seru Pasya dengan senyum manisnya.


"Oh iya neng siap tunggu ya."ujarnya dan segera mengambil pesenan Pasya dari dalam kulkas.


"Ini neng."ucapnya


"Oh iya berapa teh?"tanya pas6ya sambil mengambil uang di saku bajunya.


"10 ribu aja neng."jawabnya


"Oh iya ni teh,makasih."ujar Pasya tersenyum manis.


"Sama-sama neng."


Setelah memesan minuman yang Pasya inginkan,ia mencari tempat duduk yang nyaman dan matanya tertuju pada meja yang ada di pojok dan Pasya segera melangkah dan duduk dengan nyaman membuka tutup botol minuman nya dan meneguk nya sedikit-sedikit. Karena bosan Pasya merogoh sakunya dan mengambil handpone nya untuk main game. Ketika pasya sedang fokus melawan musuh tiba-tiba ada 3 anak cowo yang ternyata sama-sama peserta MOS.


"Hai manis."sapa cowo yang seperti nya ketua dari geng itu karena lumayan tampan tapi kelihatan bad dan Pasya melihat name tag cowo itu yang ternyata namanya Vino.


"Hmm."Pasya hanya berdehem dan hanya menoleh sekilas.


"Sendirian aja neng?"tanya cowo yang berada di sebelah Vino yang ternyata namanya Alex.


Pasya melirik tajam Alex karena dia tidak suka di panggil 'neng' oleh laki-laki karena kata Pasya kesannya kaya cewe murahan yang di goda oleh lelaki hidung belang.


"Jangan panggil gue 'neng' jijik gue dengernya."tegas Pasya yang sudah menyimpan hp nya ke sakunya membuat Pasya kesal karena gamenya harus APK.


" Woww...Slow dong jangan nge gas sayang."ucapnya So kaget dan mencolek dagu Pasya membuat pasya memandang tidak suka Vino karena Vino yang telah mencolek dagu Pasya dengan kurang ajar.


Pasya langsung berdiri dan mencekal pergelangan tangan Vino dan memelintirnya membuat vino kesakitan bukan main.


"Akhhhh ******* lepasin tangan gue!"pekik nya karena tangannya seperti mati rasa.


"Lo yang ******* anjing!beraninya lo sentuh kulit gue hah!"tukasnya tajam dan memandang Vino bengis.


"Kaya ga pernah di sentuh aja lo!gue tau lo suka main kan sama om om!" tuduhnya membuat Pasya geram dan langsung menghajar vino membabi buta tanpa ampun.


Pasya langsung menendang perut Vino dengan kuat membuat sang empu terpental dan menabrak meja. Tidak sampai disitu Pasya langsung memegang kerah Vino dan menonjok tulang kering nya,Vino pun tidak tinggal diam dia langsung membanting tubuh mungil Pasya dan mendekatinya lalu di arahkan tangannya untuk memukul wajah Pasya namun tak berhasil karena Pasya langsung menghindar dan membalas dengan yang lebih sadis tapi naas pipi mulus Pasya harus terkena pukulan dari Vino membuat sang empu ngilu sendiri namun tak urung dia tidak mengindahkan rasa sakitnya yang terpenting dalam otak Pasya sekarang hanyalah ingin menghabisi orang yang sudah berani menyentuhnya.


Alex dan temannya yang satu lagi yang ternyata namanya Rio maju kedepan untuk membantu bosnya namun karena seruan dari Pasya membuat langkahnya terhenti.


" Satu langkah kalian maju gue patahin tangan bos kalian."ancam Pasya dan tak mengindahkan tatapan orang-orang yang sedari tadi menonton aksi jotos Pasya.


Kevin yang tak sengaja melihat kerumunan di kantin dan banyak suara gaduh langsung menghampiri kerumunan tersebut dan Kevin melihat tak percaya gadis yang selalu memenuhi pikirannya sedang menghajar peserta cowo seperti orang kerasukan. Karena tidak mau terjadi hal yang tidak di inginkan Kevin langsung memisahkan perkelahian itu dan langsung menarik pa6sya yang masih memberontak dan Vino segera di bantu berdiri oleh teman-temannya karena kondisi vino yang sudah terluka parah.


Karena pasya masih belum tenang dan berteriak tak karuan Kevin langsung membawa Pasya kedalam perlukannya dan mengelus puncak kepalanya dan terbukti Pasya langsung tenang dan nafasnya sudah terdengar teratur dan tanpa Pasya sadari ia membalas pelukan Kevin dengan erat.


Sejenak suasana kantin menjadi sunyi karena aksi Kevin dan Pasya yang sedang berpelukan dan terdengar bisik-bisik para siswa siswi yang memandang pasya tidak suka.


Ih tu anak yang kemarin kan!


*Caper banget sih.


So cantik jijik gue lihatnya.


Tuh anak baru jadi Adkel juga udah cari masalah.


Ckk gayanya so ga mau di sentuh tapi tetep aja yang namanya murahan tetap murahan*!


Dan masih banyak lagi bisik-bisik yang seperti bukan bisikan karena masih terdengar oleh Kevin dan Pasya. Karena Kevin sudah sangat risih di tatap oleh banyak orang,tanpa di duga Kevin langsung menggendong Pasya ala bridal style. Tak peduli dengan teriakan-teriakan lebay kaum hawa.


Karena Pasya masih punya rasa malu Pasya menyembunyikan wajahnya di dada bidang Kevin dan terciumlah aroma parfum tapi tidak membuat Pasya mual seperti mencium parfum orang lain namun yang membuat Pasya aneh adalah detak jantung Kevin yang berdetak kencang.


Setelah menempuh perjalanan dari kantin menuju UKS Kevin dan Pasya telah sampai di ruangan yang berbau obat itu. Kevin mendudukan Pasya dengan hati-hati. Sejenak tatapan mereka saling beradu dengan jarak yang sangat intens dan tanpa Pasya sadari dia menahan nafasnya dengan pipi yang sudah merah seperti kepiting rebus.


"Jangan lupa napas."ucapnya datar yang membuat Pasya langsung bernafas dan memegang kedua pipinya yang sudah panas.


"Apa sih lo bikin gue malu aja! Image gue jadi turunkan gara-gara lo peluk dan gendong gue!"celotehnya dan memandang kearah lain karena masih malu.


"Pake ngambek segala , lo nya juga ngga ngelak pas gue peluk malah lo peluk gue erat banget."tukas Kevin masih dengan tampang datarnya.


"Euh hmm ta..tadi kan gue respek aja! ya..ya Maaf."gugupnya dan memandang Kevin ragu.


"Maaf buat apa?"tanya Kevin bingung.


"Yaah maaf aja kalau gue tadi peluk lo."jawab pasya aneh padahal yang seharusnya minta maaf kevin bukan sebaliknya.


Kevin memandang pasya dengan tatapan yang tak bisa di artikan.


"Gue yang seharusnya minta maaf karena udah kurang ajar main peluk lo."ucap kevin merasa sedikit bersalah.


"Gapapa gue yang seharusnya makasih sama lo karena kalau ga ada yang tenangin gue tadi mungkin gue udah bikin anak orang mati."seru Pasya terkekeh pelan dan tidak ketus seperti biasanya.


"Iya sama-sama. Udah sekarang gue bantu obatin muka lo yang udah bonyok."ujarnya dan mencari kotak P3K.


Kevin membuka kotak P3K dan mengambil kapas lalu ia kasih alkohol dan kevin arahkan ke sudut bibir pasya yang berdarah dengan telaten dan sangat lembut


"Arghh."rintih Pasya dan memegang tangan Kevin sesaat pandangan mereka bertemu lagi namun Pasya langsung memutuskan kontak mata terlebih dahulu karena dia merasakan sensasi aneh di daerah dadanya.


"Tahan dikit lagi." Pasya hanya mengangguk saja dan menutup matanya menepiskan rasa sakit dan gugupnya.


Tanpa Pasya tau Kevin memandang intens wajahnya dari mulai mata yang terpejam dengan bulu mata yang lentik,hidung mancung,pipi yang lebam,dan bibir yang ranum namun terkesan seksi.


"Cantik."batin Kevin dan tersenyum simpul. Seakan sadar dengan apa yang telah Kevin bayangkan ia langsung menggeleng-gelengkan kepalanya menepis pikiran kotornya.


"Kenapa?"tanya Pasya bingung karena gerak gerik Kevin yang aneh.


"Gak."ucapnya kembali datar dan membereskan kembali peralatan P3K dan menaruhnya ketempat semula dan melangkah lagi ke keranjang yang di duduki Pasya.


"Makasih."ucap Pasya dan mencoba turun dari brankar namun di cegah oleh Kevin.


"Kalau masih ga kuat lo bisa istirahat dulu disini."titahnya datar sambil memegang pundak Pasya.


Pasya melirik tangan Kevin yang berada di pundaknya dan langsung menepis lembut karena Pasya sebenarnya tidak suka kalau ada laki-laki yang menyentuh tubuhnya namun ntah kenapa dia tidak marah ataupun kesal ketika Kevin menyentuhnya tapi tetap pasya tidak mau di cap wanita murahan.


"Maaf." Ujar Kevin dan Pasya hanya menganggukan kepalanya.


"Ya udah gue tinggal dulu."pamitnya dan berlalu begitu saja menyisakan Pasya dengan beribu keanehan yang Pasya rasakan saat ini.


"Argghh kenapa gue jadi gini! Ini kaya bukan gue sumpah, ko gue jadi lebay gini sih!" Prustasi Pasya dan langsung menutup mukanya dengan bantal sambil teriak-teriak ga jelas.