W E I R D G I R L

W E I R D G I R L
|•Temu kangen•|



❤❤


Malam ini gadis cantik bernama Pasya itu sedang berada di kamar,yang ia lakukan hanya rebahan sambil uring-uringan ga jelas karena sedang push rank malah ada yang nelpon membuat Pasya kesal karena dia pasti sudah kalah,apalagi tadi Pasya lagi lempar granat tapi malah dapat headsot:v


"Ckk ganggu aja ni si curut."gerutu Pasya dan menekan tombol hijau lalu menempelkan hp nya dengan kasar ke telinganya.


"Ada apa sih lu!udah tau gue tuh kalau main game selalu kalah kadang ga menang malah lo gangguin ogeb!"maki Pasya kesal membuat yang di sebrang sana tertawa terbahak-bahak karena pasti sekarang Pasya sedang kesal pake *******.


"Bhahahahaha...sosoan lu kaya becus aja!anak Umi tuh harusnya baca buku yang rajin bukan malah booyah."ledek Kanaya membuat sang empu mendengus sebal.


"Sialan lo! Cepetan ada apaan lo pake telepon gue segala?gue tau lo kangen sama gue tapi sorry aja ya gue juga sama!"ujarnya dengan percaya diri membuat Kanaya sekarang yang mendengus sebal.


"Mulut lo!gue mau ngajak lo main,gue tau lo sekarang suka rebahan mulu kasihan gue lihatnya udah jomblo paling lama hidup gitu-gitu aja. Mumpung gue lagi baik nih ye,gue mau ngajak lo jalan ajak sekalian tuh si anak dugong. Kita party udah lama ga edan bareng."curhat Kanaya panjang lebar.


Pasya hanya memasang wajah kesal dan mulut yang sudah menye-menye.


"Udah curhatnya Ceu?intinya aja bisakan ga usah bacot dulu jadi pen berak gue dengernya."


"Si ogeb!gue udah pidato panjang-panjang respon lo kaya mau gue kubur lo mati-mati."


"Awas aja kalau gue mati lo nangis kejer-kejer."


"Ngomong apa lo dada triplek!"pekik Kanaya


"Mun di caritakeun mah reungit oge careurik!"jawab Pasya ngaur.


"Lama-lama ko lo nambah ***** sih!"


"Gapapa ***** juga yang penting gue gila!"


"Iyah tau orang gila mah waras nya keedanan!"


"Tidur woy!jomblo ga baik gadang nanti tambah ambyar!"


"Tidak ada kata ambyar untuk orang gila seperti kita!"


"Kita?Lo aja kali!gue mah ga waras aja!"


"Mati aja SIALAN!


Tuttttt Tuuttt Tutttt


Panggilan sudah di akhiri oleh Kanaya.Pasya sudah tertawa terbahak-bahak karena bacotan nya dengan Kanaya. Jujur saja Pasya sebenarnya sangat rindu dengan sahabat kampret nya itu.


Apalagi melakukan hal ekstrim seperti yang dulu,sumpah Pasya sangat rindu dengan kisah dimana dia bersama sahabatnya berkumpul tertawa bersama,nge bully temen sendiri,tidur bareng,makan yang pedes kaya kesetanan,dan jangan lupakan ghibah bareng ia sangat rindu akan hal-hal sepele itu.


Jam menunjukkan pukul 12 malam Pasya segera tidur karena sekarang matanya tidak bisa di ajak kompromi untuk melanjutkan game nya.


Pasya melangkah mengambil charger dan mengisi baterai hpnya,lalu ia mematikan lampu dan segera masuk kedalam selimut kesayangan nya itu. Tidak lama dengkuran halus terdengar dari gadis yang sudah bergadang karena push rank.


Sedangkan di lain tempat Kevin dkk belum ada yang tidur mereka sekarang sedang menginap di rumah Kevin,karena itu sudah kebiasaan mereka kalau malam Minggu selalu menginap di rumah salah satu dari mereka.


"Eh Vin?menurut lo Pasya gimana orangnya?"tanya Rangga membuat sang empu mengangkat sebelah alisnya.


"B aja."jawab Kevin datar.


"Ck lo mah ngegedein gengsi aja!gue tau lo pasti suka kan sama Pasya?"tebak Rifan membuat sang empu mendengus kesal.


"Ngakunya cowo!ko suka sama cewe ga nembak-nembak..cuman bisa diam mengagumi. Itu mental apa kerupuk?yang kena air langsung melempem. Kalau alasan lo belum ngungkapin perasaan lo karena gengsi,lebih baik lo pake rok aja!biar ga malu-maluin semua cowok di dunia ini."dakwah Rangga membuat Rifan terbahak-bahak sedangkan si pelaku sudah mengumpat tak jelas.


"Diem!"


"Ya elah Vin ga usah gengsi gitu,nanti si Tapasya keburu di ambil orang!


"Gue ga peduli!"


"Mulut lu ngomong gitu!tapi hati bro ...hati lo ga akan dusta!"


"Jangan bilang lo belum bisa move___"


"Udah fan ga usah di ungkit-ungkit lagi."potong Rangga karena pasti Kevin akan kembali teringat dengan perempuan yang meninggalkan Kevin.


"Shittt!"geram Kevin kesal dan segera keluar ntah kemana menyisakan Rifan dan Rangga menghela nafas dan memandang iba pada Kevin karena dia belum bisa moveon dengan wanita sialan itu.


•••


Malam telah berganti dengan pagi hari yang cerah namun gadis itu masih betah dalam selimutnya.


Tok tok tok


"Assalamu'alaikum Umi!bukain pintunya dong mi kembaran anak Umi datang ni!"teriak Kanaya tidak tau malu.


Umi yang sedang berada di dapur menggerutu tak jelas karena Kanaya yang menggedor gedor pintu seperti orang yang mau labrak rumah maling aja.


"Waalaikumsalam bentaran!ga usah teriak-teriak gue ga budeg!"pekik Umi dengan memakai gaya bahasa lo-gue.


Cklek!


"Hai bro!gue kangen banget!"cicit Sisca dan langsung memeluk Umi dengan erat dan di balas Umi tak kalah erat juga.


"Kemana aja lo!baru nongol lagi dah lupa lu sama yang disini!"dumelnya sambil terkekeh geli dan Kanaya pun melepaskan pelukannya.


"Biasa mi incu racing mah sibuk ga kaya anak Umi yang satu lagi doyannya rebahan mulu."jawabnya sambil berjalan menuju dapur mengikuti Umi Pasya.


"Gimana lagi, udah gitu anaknya mau gue buang juga sayang udah gede."tanggapnya sambil melanjutkan acara masaknya yang tertunda karena ulah Kanaya.


"Jahat amat!eh ngemeng-ngemeng dimana tuh anak ko rumah masih sepi?"tanya Kanaya karena sedari tadi dia tidak melihat Pasya.


"Ck ga tau aja kalau hari Minggu tu anak tidurnya sampe siang."jawab Umi yang di hadiahi anggukan oleh Kanaya.


"Ya udah kalau gitu Naya mau bangunin Pasya dulu."ujar Kanaya dan berdiri melangkah menuju kamar sang empu.


"Kalau ga bangun-bangun sekalian aja bikin dia ko'id!"teriak Umi dan di hadiahi gelak tawa oleh Kanaya.


Sesampainya di kamar yang menurut Kanaya tidak bisa di katakan kamar seorang gadis karena kamar Pasya seperti kapal pecah.


Bungkus snack bertebaran dimana-mana,dan jangan lupakan daleman kebanggaan Pasya sudah berserakan di lantai.


"Ni anak ga ada perubahannya,masih sama persis kaya gue aja."gumam Kanaya terkekeh pelan dan segera melangkah naik ke atas ranjang langsung menerjang tubuh Pasya tapi tidak membuat sang empu bangun.


"***** ni anak udah gue timpuk pake badan sispek gue aja masih ga bangun,ada gempa juga kayanya ni anak tetep santuy."gerutu Kanaya dan segera mengambil ancang-ancang untuk meneriaki Pasya dengan suara emasnya.


"WOY TAPASYA ARAEDA TAFANIA!KAMPRET BANGUN LO!UDAH BOOYAH BELUM DIEM-DIEM BAE!"teriak Kanaya tepat di telinganya membuat sang empu terlonjak kaget karena teriakan Kanaya yang seperti mau merusak gendang telinganya.


Pletak!


"SIAPA SIA TEH!PUNYA NYAWA BERAPA LU BERANI BANGET LO SAMA GUE HAH!BELUM TAU SIAPA GUE!"Pekik Pasya yang belum sadar sepenuhnya dan belum mengetahui kalau sang pelaku adalah Kanaya.


"Bangun *** ini gue Selena gemes masa lo ga kenal sama gue yang aduhai ini."ujar Kanaya sambil mencubit hidung Pasya dengan ganas membuat sang empu sepenuhnya sadar.


"Ckk ngapain sih lo pake segala kesini ganggu aja tau ga sono pergi lu bikin kesel aja pagi-pagi bikin mood gue pengen bunuh orang aja."dumel Pasya tidak menyambut baik Kanaya.


"Kembaran datang tuh di sambut baik-baik ke! Gelar karpet merah ke,peluk gitu,nah ini malah di sambut muka kaya ulekan di jitak pula lagi."gerutu Kanaya sambil menoyor-noyor kepala Pasya membuat sang empu mendengus kesal.


"Tangan lo diemin curut!yaudah cepetan sini peluk gue!"ujarnya sambil merantangkan tangan dan di sambut baik Kanaya dan mereka pun berpelukan ala teletubis.


"Kurang baik apa coba lo masih ileran juga gue mah masih anggap lo sahabat gue."maki Kanaya membuat mereka berdua terkekeh pelan.


"Apaan ileran ngga banget ye!"toyor Pasya ketika pelukan mereka sudah terlepas.


"Serah lo biar cepet!udah gih mandi lo ga inget apa kan sekarang kita mau ke basecamp."titahnya


"Bawel banget si lo!iya gue mandi ni,lo kabarin tuh curut gue belum kasih tau dia lupa gue."ujar Pasya dan segera melangkah gontai menuju kamar mandi.