
Sejenak suasana di ruangan seperti kurang oksigen semuanya menahan napas dan para senior seperti tidak ada keberanian untuk menegur Pasya. Indri pun langsung keluar dari ruangan karena merasa sudah di permalukan di depan orang banyak.
"Ekhmm!bisa di lanjutin ka."ucap pasya dengan watados nya dia seperti tidak melakukan kesalahan.
"O..ooke semuanya karena sebentar lagi bel istirahat kalian boleh keluar sekarang dan kita akan memulai permainan lagi setelah istirahat selasai."ucap ka Mega selaku juru bicara dengan sedikit gugup.
Tak lama bel istirahat berbunyi semua yang ada di ruangan berbondong-bondong ke kantin untuk memanjakan perutnya yang sudah minta di isi,dan sedari tadi Pasya hanya duduk dan menormalkan emosinya karena sebenarnya dia juga tidak nyaman dengan sikapnya yang sekarang, dia lebih suka bersikap polos-polos ******* dan selalu tersenyum namun karena banyak yang membuatnya kesal Pasya jadi terpancing emosi dan cara membuat moodnya membaik harus dengan cara makan yang pedes dan Pasya sedang menunggu Sisca karena sedari tadi Pasya tidak melihat batang hidungnya apalagi hidung Sisca yang pesek hahaha:^)
Setelah menunggu seseorang yang dari tadi Pasya tunggu Sisca pun datang dengan ekspresi yang heboh seperti ingin mengintrogasi.
"Pasyaaaa!!!ko lo baru hari pertama masuk sekolah aja udah bikin masalah sih!"pekik Sisca tidak habis pikir dengan sahabat barbar nya ini.
"Gapapa lumayan pengalaman."ucap Pasya santai dengan mata yang tertutup dan duduk bersandar di kursi.
"Pengalaman dari mananya bangsul!lo ga takut apa nanti lo di laporin ke guru karena lo ga sopan sama kakak kelas!"cicit Sisca tidak habis pikir dengan pemikiran Pasya karen ia terlihat santai.
"Gue yang bikin masalah ko lo yang ribet sih?"tanya Pasya mulai jengah dengan ocehan Sisca.
"Pasya gue itu cuman mau bilang gue tau lo berani tapi lo ga juga cari masalah dulu kali lo tau kita sekarang baru masuk sekolah disini kita ga tau pandangan orang-orang nanti bagaimana ke lo. Lo emangnya mau apa di cap sebagai adik kelas ga sopan?"ujar Sisca ngingetin Pasya dan ya memang Sisca orangnya sangat disiplin dan sopan berbanding terbalik dengan pasya.
"Sis lo udah tau gue. Gue dari dulu udah kaya gini,dan gue ga peduli apa kata orang 'rek kitu rek kieu omongan batur,selagi teu ngarugikeun urang pek welah."ucap Pasya dengan logat sundanya dan nada tengilnya.
"Terserah lo ya sya yang penting gue udah ngingetin lo."omel Sisca sudah cape dengan tingkah Pasya.
"Ya udah sih udah lewat juga. Mendingan sekarang kita ke kantin gue mau makanan yang pedes biar mood gue balik lagi."seru Pasya yang sudah berdiri dan siap siap mau keluar kelas sebelum bel masuk berbunyi.
"Kuy deh."tanggap Sisca dan merangkul Pasya berjalan ke kantin.
Setelah tiba di pintu kantin Pasya dan Sisca mencari stand makanan yang berbau pedas dan ya mereka menemukan stand baso yang terlihat menggiurkan dan disana antrian sudah mulai sedikit.
"Sya gue yang pesenin makanan nya lo cari tempat duduk aja yah."ujar Sisca dan melangkah pergi meninggalkan Pasya yang sedang mencari tempat duduk.
Setelah Pasya mencari tempat duduk yang nyaman Pasya menunggu Sisca sambil bermain game kesukaannya,apalagi kalau bukan Ff! game yang sedang buming sekarang.
Sedari tadi pasya tidak menyedari dirinya yang menjadi pusat perhatian karena pasya sekarang sedang senyum-senyum sendiri tapi semua orang yang melihat senyum itu bukan melihat pasya seperti orang gila melainkan senyumannya yang membuat dirinya terlihat manis sekaligus menggemaskan.
Bayangkan saja gaya yang bad malah kelihatan imut di mata orang,wajah bulat pipi yang tembem dengan rona merah alami,mata bulat,bibir ranum berwarna merah muda,mempunyai kumis tipis,lesung di pipi kanan nya dan kulit yang putih bersih tanpa polesan makeup sama sekali dan jangan lupakan bulu mata yang lentik dan hidung yang mancung.
"Woy Pasya!!"teriak Sisca aga keras karena sedari tadi ia memanggil namanya tapi tidak di saut oleh Pasya.
"Eh ***!"umpat Pasya karena dirinya kaget dengan suara Sisca yang meneriaki namanya.
"Lo yang apa-apaan gue panggil lo dari tadi yang di panggil cuman senyum-senyum sendiri bikin gue merinding aja tau ga."cerocos Sisca dengan sedikit kesal.
"Lo kira gue medusa apa bikin lo merinding!"tukas Pasya tidak terima.
"Iya lo kaya medusa suka bikin orang mati berdiri."gumam Sisca sambil menyantap basonya karena malas berdebat dengan Pasya.
"Gue denger!"ucap Pasya dengan nada sedikit ketus.
Mengalirlah waktu jam istrihat Pasya dengan banyaknya adu bacot yang unpaedah dengan Sisca.
Bel masuk pun berbunyi semua murid baru segera memasuki ruangan MOS. Pasya dan Sisca berjalan memasuki ruangan yang berada di tingkat dua.
Sesampainya di depan pintu kelas Pasya menjadi pusat perhatian karena Pasya sekarang sifatnya berbeda dengan tadi sekarang ekspresi nya menunjukkan seperti seorang siswa ramah dan terlihat lucu tidak seperti tadi wajah yang datar dan tidak ada ramahnya sama sekali.
Pasya berjalan begitu saja dan tak mengindahkan tatapan bingung orang-orang kepadanya. Tak lama para senior yang menjabat jadi OSIS itu mulai memasuki kelas dan suasana menjadi kondusif seperti biasa.
"Selamat siang semuanya!"serunya tegas dan ya orang yang menyapanya ternyata sang ketua OSIS Kevin.
"Siang Ka!"serunya kompak kecuali Pasya yang memasang wajah malasnya.
"Okeh, sebelum nya gue ucapin terima kasih kepada kalian semua karena kalian telah mengikuti awal kegiatan MOS ini dengan baik walaupun ada masalah sedikit tapi itu sudah biasa karena sebuah acara pasti tidak akan berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang kita rencanakan dan gue harap kalian semua mulai bisa beradaftasi dengan suasana lingkungan sekolah ini_____..."ucapnya tegas dengan suara yang rendah dan tatapan datarnya.
Setelah sang ketua OSIS menyampaikan beberapa kalimat dan nasihat kepada adkel materi pun kembali di lanjutkan dan Pasya sedari tadi hanya diam menyimak tidak mau membuat masalah lagi karena moodnya sekarang masih buruk.
Tak lama suara surga dunia pun terdengar di segala penjuru sekolah semua bersorak gembira dan kegiatan MOS pertama hari ini telah selesai tapi sebelum itu para senior memberikan tugas dan beberapa syarat untuk besok adkel bawa.
"Buat besok untuk anak laki-laki kalian semua wajib pake gincu! dan untuk yang perempuan kalian pake kumis palsu!tidak ada bantahan dan kalau ada yang tidak memakai persyaratan kalian tidak bisa mengikuti kegiatan MOS ini."tegas Kevin namun datar.
Terdengar teriakan tidak setuju dari kaum adam maupun hawa tak terkecuali Pasya dia cuman menyimak dan sama sekali tidak masalah karena menurut dia itu sedikit menantang.
"Sekarang kalian boleh pulang,gue Kevin,pamit undur diri. Terima kasih."ucap Kevin yang di sertai sorak sorai para peserta.
√√√