
Begitulah seterusnya memaki satu sama lain ga ada tanda-tanda yang mau mengalah,dan harus sang Abi lah yang melerai karena kalau Umi yang melerai bukanya selesai malah tambah parah.
"Udah pasya!kamu ngalah aja udah gede juga,dan kamu harus jaga ya bicaranya adik-adik kamu malah jadi kasar gitu.. contohin yang baik-baik!"ceramah sang Abi sambil menatap garang anak-anaknya.
"..."ketiga anaknya hanya bisa diam sambil menunduk karena kalau sudah Abi nya yang bicara tidak ada yang berani menatap apalagi membalas ucapannya.
Suasana makan pun menjadi hening dan canggung. Pasya dan putri yang sudah selesai makan pun hendak berpamitan kepada Abi dan umi nya. Tapi sebulum berangkat Pasya di beri nasihat oleh Abinya dan Pasya hanya mendengar kan saja sambil menunduk.
"Pasya,Abi ga mau ya kamu sekolah cuman mau numpang tenar doang! Abi mau kamu belajar dengan benar dan jangan mengecewakan Abi sama umi. Abi ga mau dengar kamu pacaran-pacaran. Kalau sampe kamu beneran pacaran Abi ga segan-segan akan keluarin kamu dari sekolah! Abi serius ga main-main sama ucapan Abi. Kamu sekolah nanti bakal banyak yang ngawasin, Abi punya kenalan di sekolah kamu dan kalau kamu buat onar abi ga segan-segan untuk hukum kamu."tegas Abi sambil menatap serius ke anak gadisnya itu yang sudah mulai tumbuh dewasa tapi kelakuan masih seperti bocah.
"Iya Abi..Pasya ga akan pacaran,Pasya akan banggain Abi sama umi."ujar Pasya sungguh-sungguh dan sedikit merasa bersalah karena Umi dan Abi nya tidak tau kalau Pasya pernah pacaran lebih dari 16 kali gara-gara tantangan sahabat biadab nya. Pasya tidak bisa membayangkan kalau saja Abinya tau Pasya pernah pacaran. Keluarganya sangat percaya sekali kepada Pasya tapi Pasya malah menyia-nyiakan kepercayaannya.
"Abi sama umi percaya sama kamu,ingat kamu sekolah itu memerlukan biayaya yang besar jadi jangan sia-siakan perjuangan Abi sama Umi untuk nyekolahin kamu tuh harus berjuang. Kamu lihat banyak teman kamu yang ga sekolah karena ga punya biayaya dan banyak anak yang sudah kerja hanya untuk merubah perekonomian keluarganya.
Abi disini ga butuh uang kamu Abi masih bisa hidupin kamu dengan hasil kerja uang Abi masih cukup. Abi cuman pengen lihat kamu sukses dan kamu bisa Banggain Abi,itu cita-cita Abi kamu jangan pernah kecewain kepercayaan Abi yah."ucap lembut sang Abi dan itu membuat hati seorang Pasya tersentuh dan dia menitikan air matanya karena Abi dan umi nya sangat percaya juga sayang kepadanya.
"Makasih Abi Umi..Pasya janji Pasya akan membuat Abi sama Umi bangga! Pasya akan buktiin pada semua orang bahwa Pasya bisa jadi orang yang berguna bagi orang lain dan Pasya bakal tunjukkan kepada orang-orang yang selalu ngehina keluarga kita bahwa Pasya bisa sukses."ucap yakin Pasya sambil menatap orang tuanya dan menitikkan air matanya.
"Iyah udah sana berangkat,belajar yang rajin,Abi ga kasih kamu kendaraan karena Abi ga mau kamu takut keluyuran,nanti Abi sama umi janji kalau kamu dapat juara 1 kamu Abi kasih motor yah."ucap sang Abi sambil memberi motivasi untuk anaknya supaya semangat.
"Ya udah,Pasya berangkat dulu. Doa'in Pasya yah moga ga di beri hukuman karena sekarang pasti aku kesiangan."kekeh Pasya sambil tertawa kecil di akhir kalimatnya mencairkan suasana.
"Ya ampun!ko kamu malah ketawa sih mau telat juga santai banget udah sana kamu sekolah.!Abi sih kenapa panjang banget dakwahnya jadi kan Kaka ketinggalan."celoteh Umi yang sedari tadi diam menyimak.
"Ya ampun Umi ko jadi nyalahin Abi sih!itu salah anak kamu kenapa baru bangun coba kan kalau dari tadi bangun Abi pasti ceramah nya ga kesiangan gini."seru Abi membela dirinya sendiri karena ga mau di salahkan.
"Ko Abi nyalahin aku sih!kan itu salah umi yang bangunin aku nya telat! lagian kan Abi juga bangun paling akhir pake nyalahin aku segala sih.!"nyolot Pasya karena ga terima juga di salahin.
"Argghhhh..diam!!udah kalian kenapa pada nyalahin umi segala sih!!ga ngaca apa kelakuan kalian sama-sama kebluk!dan Abi lagi harusnya turunin bakat yang bagus keanaknya bukan malah bakat tidur kaya orang mati.!cepet Pasya kamu berangkat ini udah siang!malah santai banget ga takut apa kamu nanti di hukum!!"omel sang kanjeng ratu karena sudah habis kesabarannya,dan ya Pasya dan Abinya hanya bisa kicep dan diam.
"..."kriik.krik.krik...suasana sunyi dan Pasya cuman menahan tawanya supaya tidak pecah karena Abi nya sekarang seperti seekor kucing.
"Dari tadi tuh Pasya mau berangkat Umi! cuman Umi ga peka amat sih kan aku lagi nunggu uang jajan.."gerutu Pasya sambil memanyunkan bibirnya gemas.
"Udah tau Umi kamu ga pekaan malah kode-kodean segala"bisik sang Abi yang malah kedengeran sama Umi,dan Pasya langsung bicara memotong pembicaraan uminya sebelum suasana tambah panas dan dirinya tidak mau kesiangan walaupun sudah pasti kesiangan tapi alesannya tetap santai karena dia tidak mau ikut upacara pembukaan di lapangan panas-panasan.
"Udah telat anak keboooo...!!!!teriak Abi dan umi bersamaan,dan pecahlah suara gelak tawa Pasya karena Abi dan Uminya sama-sama menghina dirinya sendiri.
"Hahaha...berarti kalau aku anak kebo kalian juga kebo dong hahhahah.."ucap Pasya sambil memegang perut dan tersangkal sangkal bicaranya karena tak kuat menahan tawanya .
"Abi sih.."
"Umi sih.."
Ucapnya bersamaan sambil menahan malu dan muka yang merah padam .
"Nih cepat sana berangkat!"ucap umi memberikan uang jajan sambil memalingkan mukanya karena masih kesal .
"Ya udah makasih Umi ku yang cantik sangat.."ucap Pasya sambil menyalami kedua tangan orangtuanya dan lari secepat kilat sebelum Uminya sadar karena dia telah mengucapkan kata-kata yang menyamakannya dengan kata"***".
Seakan sadar apa yang telah di katakan oleh putrinya yang ga ada ahlak itu langsung saja teriakan maut dari sang umi pun menggelegar di segala penjuru dunia.*lehbayyy author*
"PASYAAAA...!!!!! Dasar ga ada ahlak kamu yah!!"pekiknya yang sudah berdiri dan memegang centong nasi.
"Ada apa sih mi teriak-teriak?"bingung sang Abi karena tidak mengerti apa yang membuat istri tercintanya itu teriak sampai seperti orang utan asli.*haha suami laknat yah ngatain istri orang utan...*
"DIAM LO!!"ucap sang umi yang sudah emosi tiada Tara.
"..." Sang suami hanya bisa kicep dan diam sambil mulut terbuka karena istrinya yang asalnya orang utan menjadi singa.
Begitulah keluarga Armand di dalamnya selalu ada hiburan,makian,keceriaan,harmonis alias suka ngehujat diri masing-masing,dan di dalamnya terdapat orang-orang yang suka teriak dan marah-marah seperti orang utan dan singa.
Tapi di balik keluarga yang sedikit aga waras itu Abi dan Umi Pasya selalu bersikap tegas dan selalu memberi nasihat untuk anak-anaknya bila mereka salah. Armand selalu mengajarkan kemandirian, tanggung jawab,dan keberanian kepada anak-anaknya. Semua anak-anaknya tidak ada yang tidak berani semuanya mempunyai sifat berani dan ketegasan juga aura kepemimpinan yang turun dari sang Abi .
\