W E I R D G I R L

W E I R D G I R L
|•Kumis•|



❤❤


Hari ini hari ke dua Pasya menjalani kegiatan MOS di SMK YSB. Pasya sudah siap dengan seragam yang sudah melekat di tubuhnya. Pasya tadi malam menyiapkan alarm dengan suara Uminya yang sempat ia rekam dan menyumpel telinganya dengan headseat supaya terdengar lebih keras dan terbukti Pasya langsung bangun dari tidurnya.


"Ka pa.....sya . Lah ko kakak udah bangun?"tanya Haidar heran karena Pasya sudah bangun tanpa di bangunin oleh Umi dan dirinya.


"Ngapa lo de tu muka kaya adonan belum jadi."ejek Pasya tidak menjawab pertanyaan adiknya.


Langsung saja Haidar mengubah ekspresi mukanya jadi so ganteng tapi malah kelihatan lucu .


"Etdah ka muka Haidar tuh di adon nya pake merek berkualitas jadi kan muka Haidar kaya orang Korea lihat dong pake mata batin kaya royciyongcai."celoteh Haidar dan menggusar rambut nya kebelakang.


Pasya hanya memutar bola matanya malas. "Emang lo tau dari mana adonan lo berkualitas kaya tau aja cara buatnya."tanggap Pasya membuat Haidar berpikir keras kenapa dia bisa di adon jadi seperti ini dan gimana cara buatnya.


"Iya juga ya."gumam Haidar dan langsung memandang Pasya seolah ingin meminta jawaban


"Apa lo lihat-lihat gue."ucap Pasya heran dengan adiknya yang menatap nya dengan ekspresi bingung kentara.


"Emang gimana ka cara bikin Haidar?"tanya nya ambigu dan membuat Pasya bingung harus menjawab seperti apa.


"Ta..tanya aja sama Umi Abi kan yang buat mereka bukan kaka."ucapnya tidak mau menjawab pertanyaan Haidar dan sedari tadi Pasya sibuk mencari kumis palsu nya yang ia simpan di meja belajar.


"Oh gitu ya."tanggap Haidar dan mengangguk-anggukan kepalanya sambil melihat tingkah kakaknya yang seperti mencari sesuatu.


"Nyari apa ka?"tanya Haidar mulai kepo dengan kakaknya yang sudah mengobrak ngabrik barangnya.


"Lo lihat kumis palsu gue ga?"tanya Pasya sudah gelisah karena pasti sekarang dia di hukum lagi kalau tak memakai persyaratan MOS nya.


Yang di tanya Seakan sedang berpikir,Seakan menemukan jawabannya Haidar menjawab dengan santai tidak tau kalau dia menjawab kakaknya akan marah besar.


"Oh itu tadi malam Haidar ke kamar ka Pasya mau minta hospot tapi ka Pasya udah tidur. Terus Haidar lihat ada kumis kaya punya Abi Haidar bawa ke kamar terus Haidar pake karena kumis nya kegedean Haidar gunting jadi kecil terus Hadar kerok sampai rontok kaya Abi."ceritanya dan tanpa Haidar sadari Pasya sudah memandang adiknya dengan tatapan Seakan ingin memangsanya.


"Kenapa mukanya ka?kaya mau Pup aja."Bingung Haidar karena muka kakaknya sekarang sudah merah padam.


"Keluar."titah Pasya datar.


Haidar Bingung dengan kakaknya yang seperti marah,Haidar berpikir mungkin kakaknya itu mau Pup dan menyuruhnya pergi karena malu.


"Kalau mau Pup tinggal ke kamar mandi aja ka. Hidar ga akan ngintip ko."ucapnya masih tidak mengerti dengan kesalahan nya.


"Gue bilang keluar Haidar!"tegasnya dan membuat Haidar menatap kakaknya takut dan Haidar langsung lari karena takut dengan tatapan Pasya.


Pasya hanya bisa menghela napas dengan gusar dan memikirkan bagaimana nasibnya nanti. Padahal Pasya sudah ada niat tidak mau bikin masalah di hari ke dua MOS nya.


"Begini nih kalau mau jadi anak teladan selalu banyak masalahnya, mungkin bakat gue udah jadi anak nakal. Tapi gapapa yang penting gue pinter."gumam Pasya sambil memandang dirinya sendiri di cermin.


"Pasya! kata Haidar kamu udah bangun?kalau udah siap cepet ke bawah kita makan!"teriak Umi dari dapur.


"Iya mi! Pasya udah siap. Tunggu bentar!" teriak Pasya balik dan segera mengambil tas ransel warna hitam miliknya.


Pasya segera menuju meja makan. Disana sudah ada Abi,adik-adiknya serta Umi yang sedang menata makanan di atas meja.


"Umi sengaja bikinin makanan kesukaan kamu biar semangat sekolahnya. Ayo cepet makan biar ga kesiangan lagi."titah Umi.


"Siap kanjeng ratu."tanggap Pasya dan tersenyum manis.


Pasya memasukkan makanan kesukaannya dengan rakus tanpa memperdulikan tatapan cengo dari adiknya,karena Pasya makannya tidak seperti gadis pada umumnya tidak ada manisnya sama sekali.


"Ya ampun ka itu makan kaya orang ga makan satu tahun."ucap Haidar.


"Diam lo!"bentak Pasya masih kesal dengan masalah kumis yang Haidar ambil.


"Aku salah apa ka?"tanya Haidar Bingung karena sedari tadi Pasya marah-marah kepadanya.


"Pake nanya lo upil oncom! Gue marah karena lo ambil kumis gue!"jawabnya sedikit kesal.


"Cuman kumis juga marah amat."cemberutnya


"Cuman lo bilang!kalau gue nanti di hukum gara-gara ga pake persyaratan MOS gimana?!"tukas Pasya dan memandang adiknya bengis.


"Bukannya kata ka Pasya kalau di hukum itu seru?harusnya ka Pasya bilang makasih sama Haidar karena hari ini Haidar bikin hari ka Pasya jadi seru."polos Haidar dan membuat Pasya menyesal karena telah mengajari adiknya yang tidak-tidak dan berakhir kepada dirinya sendiri yang merasakan akibat dari didikannya.


"Diem lo!cape gue ngomong sama otak yang masih sebiji salak."seru Pasya kesal.


Haidar langsung diam menurut perkataan Pasya seperti anjing kepada majikannya. Tapi Haidar kepikiran dengan perkataan kakaknya waktu di kamar dan berinisiatif langsung menanyakan pada Umi dan Abinya.


"Abi, Umi,kata ka Pasya Haidar di adon sama Umi Abi emang gimana cara buatnya?Haidar juga pengen bikin biar Haidar bisa punya teman buat jahilin teman Haidar di sekolah."tanya Haidar membuat Umi dan Abi nya jadi kikuk dan pasya sudah bersiap-siap pamit sebelum kena semprot siraman rohani.


"Euh mi bi Pasya udah selesai ni makannya, Pasya berangkat dulu ya. Assalamualaikum." pamit Pasya sambil mencium tangan ortunya.


"Umi! Abi!" teriak Haidar karena Umi dan Abinya malah asik berpandangan dan berbicara tanpa suara.


"Euh apa de? Udah selesai kan makannya kalau udah cepet ambil tas nya Umi anterin kamu."serunya berusaha mengalihkan topik pembicaraan.


Pasya segera melangkah keluar namun di Pertengahan jalan menuju pintu keluar ia kelupaan meminta uang jajan kepada Uminya dan berbalik badan melangkah kembali menuju meja makan sambil nyengir ga jelas.


"Mi uang jajan."ucap Pasya sambil mengulurkan tangannya.


Umi dan Abi Pasya sudah bisa bernafas lega karena kedatangan Pasya membuat Haidar tidak jadi bertanya hal yang sama. Namun sedetik kemudian Umi dan Abi menatap Pasya dengan tatapan membunuh.


"Nih! Awas ya kamu Pasya pulang sekolah Umi kasih kamu hukuman!"ancam Umi Pasya namun yang di ancam bersikap seolah biasa saja.


"Siap! Pasya tunggu."serunya dan berlalu pergi karena Pasya tidak mau kena hukum untuk hari ini.


Pasya keluar dari rumah dan berjalan menuju halte bus yang lumayan jauh dari rumahnya. Sesampainya disana Pasya duduk dan melihat jam di pergelangan tangannya yang ternyata sudah menunjukkan pukul 6:25. Pasya menunggu sekitar 5 menit dan bus yang ia tumpangipun datang dan pasya langsung masuk duduk tanpa mengindahkan tatapan kagum dari penumpang lain.