W E I R D G I R L

W E I R D G I R L
|•Di antar pulang•|



Semua peserta mulai pergi berhamburan keluar dari ruangan. Begitupun Pasya ia berjalan lesu dan seperti tidak semangat yang ada di pikiranya sekarang hanya rebahan dan rebahan.


Pasya berjalan keluar dari gerbang sekolah menuju tempat menunggu angkot dia duduk sambil matanya menjelajah ke kanan dan ke kiri tapi yang di tunggu-tunggu tidak datang juga. Hari mulai sore namun angkot Pasya belum juga datang dan Pasya memutuskan untuk berjalan kaki tapi saat dia berdiri ada motor yang berhenti di hadapannya. Pasya cuman menatap datar dia sama sekali tidak kenal dengan orang ini karena memakai helm. Pasya hanya mengangkat satu alis nya seolah bertanya 'apa'.


"Gue anterin."ucapnya tanpa membuka helm membuat Pasya bingung karena dia tidak kenal sama sekali dengan orang ini.


"Maaf gue ga kenal lo."ujar Pasya dengan muka datarnya.


"Kevin."ucapnya datar membuat Pasya jengah sendiri karena datar ketemu datar jadi lempeng.


Pasya memutar bola matanya malas"oh."jawab Pasya ta kalah datarnya.


"Naik."titahnya.


"Siapa lo?"tanya pasya karena seolah-olah Kevin dekat denganya.


"Naik."titahnya sekali lagi membuat Pasya jengah tapi ta urung juga Pasya naik ke motor Kevin yang besar itu.


"Udah cepet jalan."ketus Pasya karena kesal dan pengen cepet pulang.


"Hmm."dehem Kevin dan menyalakan motor nya lalu berjalan dengan keheningan yang melanda di antara keduanya.


"Emang lo tau rumah gue dimana?"tanya Pasya dengan sedikit teriak karena banyaknya kendara lain yang berlalu lalang dan bising.


"Ga."jawab kevin dengan watados nya.


"Kalau lo ga tau kenapa lo nganterin gue pulang sih oncom!oh atau lo mau culik gue ya!"omel Pasya sambil memukul punggung Kevin secara brutal namun tak di indahkan sama sekali olehnya.


"Rumah lo dimana?"tanya Kevin tanpa membalas ucapan Pasya membuat Pasya tambah kesal.


"Jalan melati blok A!" Ketus Pasya sambil memanyunkan bibirnya karena sekarang moodnya nambah buruk.


Kevin hanya tersenyum miring melihat wajah dan tingkah Pasya di kaca spionnya.


Setelah beberapa menit di perjalanan Kevin dan Pasya pun sampai di depan rumah minimalis yang sangat simple namun terkesan elegan dan di sana sudah ada Umi Pasya yang sudah berkacak pinggang sambil menatap tajam kearahnya.


"Turun."titah Kevin namun Pasya tetap tak bergeming. Dia sedang memikirkan nasibnya karena Pasya pulang sore dan di antar oleh cowo dan Pasya takut Umi dan Abi nya salah paham.


"Euhh hmm Kevin gu..gu..gue boleh minta tolong ga?"tanya pasya dengan sedikit gugup.


Kevin menatap bingung Pasya 'kenapa muka Pasya berubah menjadi panik' batin Kevin merasa aneh.


"Hmm."dehem Kevin sambil membuka helm nya karena Pasya seperti membutuhkan bantuannya.


"Lo boleh turun dulu ga,tolong gue bicara sama Umi gue. Gue takut di marahin karena gue pulangnya sorean dan di anterin sama cowo."ucapnya dengan nada yang seperti orang memohon dan wajah yang sudah panik .


Kevin tidak menjawab dia hanya turun dari motor dan berjalan masuk ke dalam perkarangan rumah Pasya dan Pasya hanya mengekor di belakang Kevin sambil menunduk karena takut dengan tatapan uminya.


"Assalamualaikum tan."sapa Kevin dengan ramah dengan sedikit senyuman.


"Waalaikumsalam. Kamu siapa nya Pasya?kenapa Pasya pulang nya sorean?"tanya Umi Pasya dengan tegas tapi terlihat ramah.


Terdengar helaan nafas dari umi Pasya"Hmm makasih ya nak Kevin. Umi takut kamu tadi pacar nya Pasya dan membawa Pasya keluyuran sampai sore. Maaf ya tadi Umi sempat suudzon sama kalian dan maaf kalau Pasya ngerepotin kamu ya."ujar Umi dengan lembut dan sedikit merasa bersalah.


Kevin hanya sedikit tersenyum dan memaklumi kekhawatiran Umi


Pasya."Tidak apa-apa tan,kalau gitu saya pamit dulu udah hampir maghrib."pamit Kevin sambil mencium tangan Umi.


"Assalamualaikum ."pamitnya dan hanya melirik sekilas Pasya dan segera menaiki motornya.


"Waalaikumsalam. Hati-hati na Kevin!"teriak Umi karena Kevin sudah memakai helm dan Kevin hanya menganggukan kepalanya.


Pasya hanya memandingi punggung Kevin dengan senyum yang tanpa ia sadari.


"Makasih."batin Pasya.


"Assalamualaikum umi Pasya."ucap Pasya sambil mencium pipi kanan kiri umi dan tersenyum tanpa dosa beda sekali bila dengan Kevin yang selalu ketus dan dingin.


"Waalaikumsalam. Udah sana kamu mandi nanti Umi siapin makanan untuk kamu, pasti kamu cape banget ya hari ini?"tanya umi perhatian kembali kesifat sosok ibu yang lembut tidak galak galak seperti tadi pagi.


"Hehe Umi tau aja,ya udah Pasya ke kamar dulu ya mi udah cape pengen rebahan hehe."kekeh Pasya dengan cengiran hasnya.


"Kamu tuh ga pernah berubah juga ya udah mau SMK juga sukanya rebahan mulu ga bosan apa?"omel umi mulai masuk ke zona singa nya.


"Rebahan is the surga and bahagia nya pasya Umiku cuyung."tukas Pasya dan berlalu masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Uminya yang geleng-geleng kepala dengan tingkah anaknya.


 


\\*


 


Setelah selesai mandi Pasya sudah terlihat seperti hidup dan kelihatan enak di lihat tidak seperti tadi muka yang masam dan peluh di mana-mana.


Seperti biasa Pasya sekarang hanya memakai tengtop dan celana pendek. Rambutnya ia ikat atas yang memperlihatkan leher mulus Pasya. Pasya hanya memakai minyak telon supaya tidak masuk angin dan Pasya sangat menyukai aroma bayi. Serasa semuanya sudah beres Pasya segera berbaring di kasur surga nya itu dan tidak lama ia pun sudah mengarungi dunia mimpinya.


Sementara itu di tempat lain tepatnya di kamar bernuansa hitam putih itu ada makhluk Tuhan yang sedang membayangkan kejadian di sekolah.


Dia membayangkan sosok perempuan imut tapi jutek,pemberani tapi ternyata takut kepada kedua orang tuanya,tidak jaim,penampilan apa adanya tapi kelihatan cantik dan yang paling penting senyuman nya waktu di kantin yang membuat dia seakan kecanduan untuk melihat lagi dan ya kalian benar Pasya lah yang sedang di bayangkan oleh Kevin!cowo yang sangat dingin dan jarang tersenyum.


"Dia berbeda."batin Kevin dan tersenyum manis tanpa dia sadari karena terlalu membayangkan sosok Pasya.


Tok Tok Tok Tok..


Lamunan Kevin harus terhenti karena suara ketukan pintu kamarnya dan yang mengetuk pintu sudah pasti Linda Bundanya Kevin.