W E I R D G I R L

W E I R D G I R L
|•Sifat Asli Pasya•|



Suara gaduh yang di sebabkan oleh anak muda di cape yang sudah menjadi tempat favorit mereka siapa lagi kalau bukan anak PISTON. Mereka tak mengindahkan tatapan aneh ataupun risih dari para pengunjung seperti cape ini adalah punya mereka sendiri.


Ya sekarang SYANACA dan PISTON sedang berada di cape yang selalu menjadi tongkrongan mereka dikala sedang suntuk di basecamp.


Pasya yang meminta anak PISTON untuk ke cape karena dia merengek minta jajan apalagi kalau bukan minta yang pedas-pedas.


"Bang tambah lagi dong,dikit ini mah ga pedes ihh!"rengek Pasya karena anak PISTON tidak mengizinkannya untuk makan yang pedas.


"Princess itu udah banyak syang,udah ya,kita ngelarang kamu itu karena syang banget sama kamu,abang ga mau yah kejadian waktu itu terulang lagi."tegas Riko kepada Pasya yang sudah seperti anak kecil karena muka Pasya seperti ingin nangis.


Jerry yang ada di samping Pasya merasa kasihan namun apa daya itu demi kebaikan Princess mereka.


Jerry membawa Pasya kedalam dekapannya lalu mengelus puncak kepala Pasya dengan sayang."Udah jangan nangis dong, Princess sayang kan sama abang-abang Princess?"Pasya hanya mengangguk samar."Ya udah kalau Princess nya abang sayang sama kita jangan sedih gitu dong,lihat tuh muka abang-abang kamu udah kaya ulekan panci tuh."membuat Pasya terkekeh pelan dan menatap anak PISTON dengan senyuman yang membuat mereka merasakan ketenangan kala melihat senyuman itu.


"Ya udah Pasya ga mau makan yang pedes deh."ujarnya membuat anak PISTON bingung."Pasya maunya sekarang pengen es cream aja."manjanya membuat anak PISTON terkekeh pelan dan segera memesan apa yang Princess mereka inginkan.


Riko memanggil pelayan cape lalu segera memesan es cream kesukaan Pasya apalagi kalau bukan rasa coklat.


Sedangkan sedari tadi Sisca sudah tidak bisa berkata apapun bahkan mulutnya hanya bisa ternganga dengan muka tololnya karena Sisca tidak menyangka Pasya jadi berubah menjadi sosok yang sangat manja tidak seperti di sekolah yang cuek dan dingin.


Sedangkan Kanaya sendiri hanya bisa tersenyum getir karena dia juga sebenarnya sangat merindukan sosok Pasya yang seperti sekarang karena sebenarnya inilah sifat asli Pasya. Sudah lama Kanaya tidak melihat sosok Pasya yang seperti ini dia sangat menyesal karena dulu pernah membuat Pasya harus terjebak dalam permainan bodoh mereka yang membuat kepribadian Pasya berubah menjadi dingin dan kasar.


Tanpa di sadari Kanaya menitikkan air matanya, Pasya yang kebetulan menoleh kearah Kanaya merasa khawatir karena sahabat yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri mendadak menangis.


"Naya kenapa nangis?siapa yang jahatin Naya!bilang sama Pasya biar Pasya bikin dia mati sekarang juga."khawatirnya dan segera melangkah menuju tempat yang di duduki Kanaya lalu ia menghapus air mata Kanaya dengan sayang.


Kanaya yang sudah tidak kuat menahan tangisnya segera memeluk Pasya dengan erat membuat Pasya bingung sekaligus khawatir sedangkan anak PISTON sudah tau apa sebab Kanaya mendadak nangis seperti itu apalagi kalau bukan karena merasa bersalah.


"Hiks...Sya maafin gue ya,gue udah hancurin kebahagiaan lo!andai dulu gue sama yang lain ga buat permainan bodoh itu,lo akan tetap menjadi Princess kita yang manja,polos, lembut,tidak kasar kaya sekarang. Gue nyesel Sya udah bikin lo ngerasain sakit hati yang membuat lo berubah jadi dingin dan kasar. Lo harus jadi Pasya yang seperti ini lagi ya!jangan berubah,gue rindu Pasya yang sekarang yang ada di hadapan gue."sesak Kanaya dengan isakannya yang membuat Pasya serasa teriris dan jangan lupakan anak PISTON pun hanya memandang kedua perempuan yang mereka sayang dengan tatapan sendu.


Pasya melepaskan pelukannya dengan lembut lalu memegang kedua pipi kanaya dan menghapus jejak air mata kasih sayang seorang Kanaya untuk Pasya.


Dan Pasya pun sudah tidak bisa membendung air matanya karena jujur saja dia jadi teringat kejadian dimana ia hancur dan menjadikannya menjadi pribadi dingin dan kasar.


Tak kuasa lagi untuk menahan isakannya Pasya langsung memeluk Kanaya dengan erat dan menumpahkan rasa sakit yang dulu pernah ia rasakan teringat kembali.


"Hiks..hiks... Pasya gapapa ko, Naya jangan merasa bersalah, itu bukan kesalahan kalian,mungkin itu udah takdir Pasya. Pasya sayang Naya sama sahabat Pasya yang lain, Pasya ga mau kehilangan kalian,karena kalian adalah kebahagiaan Pasya."isaknya yang terdengar sangat pilu di telinga anak PISTON dan mereka pun menghampiri kedua perempuan yang mereka sayang lalu membawa Pasya dan Kanaya kedalam perlukan mereka.


Tanpa aba-aba Sisca langsung menghampiri mereka dan menerobos masuk kedalam perlukan mereka.


Para pengunjung cape yang melihat kejadian itu merasa terharu bahkan sebagian kaum hawa menatap iri pada ketiga perempuan yang di peluk oleh anak PISTON yang semuanya bisa di katakan sempurna karena kegantengan mereka tidak bisa dikatakan ganteng biasa yang ada anak PISTON itu isinya itu ganteng luar biasa.


Pasya yang tidak mau orang yang ia sayang merasakan kesedihan yang ia alami segera mencairkan suasana dan mengalihkan nya ke es cream yang entah sejak kapan sudah ada di meja makan.


"Udah dong,sekarang Pasya ga mau kalian sedih, Pasya udah ga kuat pengen es cream nih. Udah sini Naya jangan nangis lagi Pasya ga suka, abang-abang Pasya juga jangan melow dong kan kalian mau Pasya bahagia, Sisca juga kenapa ikutan sedih?emang Sisca tau Pasya sedih karena apa?"tanya Pasya membuat Sisca menggaruk tengkuknya setelah isakannya berhenti berganti dengan ketololan yang hakiki.


"Euh emang lo sedih karena apa Sya?"tanya Sisca balik membuat anak PISTON dan SYANAYA terkekeh dan suasana pun menjadi hangat kembali seperti semula.


"Kalian nemu ni anak dimana?ko tololnya serasa pen gue celupin ke benua Afrika!"gemas Riko dan menjitak kepala Sisca karena Riko yang berada di sebelah sang empu membuat Sisca memberengut kesal.


"Udah ish Pasya mau es cream nih kita makan es cream dulu baru nanti di lanjut nistain Sisca nya."kesal Pasya dan membuat semuanya terkekeh lalu tanpa aba-aba Jerry menggendong Pasya dengan posisi Pasya berada di depan Jerry.


Pasya mengalungkan tangannya di leher Jerry dan kaki yang ia silangkan di pinggang Jerry.


Sesampainya di tempat duduk yang ia duduki Pasya tidak mau turun dari pangkuan Jerry,ia meminta duduk di pangkuan Jerry dan minta untuk di suapin oleh anak PISTON.


"Bang Pasya ga mau turun pen di pangku aja ya,"manjanya dan dihadiahi kecupan di pipi Pasya.


"Apa sih yang ngga buat Princess abang ini."kekeh nya dan segera duduk dengan posisi Pasya menyander di dada bidang Jerry.


"Bang Ale, Pasya pengen disuapin sama Bang Ale."pinta Pasya membuat Ale yang sedari tadi diam memperhatikan Pasya dengan sendu segera menghampiri orang yang ia sangat sayang.


"Ya udah sini abang suapin,"menghampiri tempat duduk Pasya dan duduk di depan pasya lalu memasukkan sendok demi sendok ke mulut Pasya dengan telaten dan memandang Pasya dengan senyum yang jarang ia perlihatkan.


"Abang Ale ko nambah ganteng sih kalau senyum gitu,nambah syang deh."ocehnya dan mencolek es cream yang di pegang Ale lalu ia oleskan ke hidungnya membuat sang empu memberengut kesal namun tak urung juga membalas perubatan Pasya.


"Ish abang udah dong muka Pasya ga cantik lagi,udah belepotan nih."rajuknya dan mencebikkan bibirnya menatap Riko seolah meminta pertolongan.


Ale yang melihat itu malah gemas sendiri dan tanpa di duga ia menjilat es cream yang ada di pipi Pasya membuat pengunjung yang ada di cape tidak bisa berkata apa-apa lagi dengan interaksi mereka sedangkan anak PISTON sudah terbiasa dengan hal seperti itu.


"Udah abang bersihin tuh,udah jangan cemberut lagi kalau ngga abang culik nih."gemas nya dan mengacak rambut Pasya dengan gemas membuat Sisca yang sedari tadi memperhatikan interaksi antara abang dan adik itu meleleh di buatnya.


"Huaaa...gue udah ga tahan!baper abis ****!serasa nonton drakor gue ko kalian malah kelihatan romantis sih jadi pengen gue!"pekiknya membuat anak PISTON terkekeh sedangkan Pasya masih sibuk dengan kebahagiaan nya sendiri yang sudah lama tidak ia rasakan.