
❤❤
Suasana yang sunyi di dalam mobil yang di tumpangi oleh kedua orang yang sedari tadi diam tidak memulai percakapan sama sekali suasana sangat canggung bahkan Kevin pun yang biasanya cuek merasakan gugup sedangkan sedari tadi Pasya hanya menatap kedepan tanpa menoleh sedikitpun.
"Ckk lemah!"cibir Kevin dengan pedasnya.
Pasya yang memang sedari tadi cuman pura-pura sibuk menatap kedepan hanya untuk mengalihkan kegugupannya sontak merasa kesal dan langsung menatap tajam sang pelaku.
"Ngomong apa lo!"garang Pasya menatap tajam Kevin
"Lo cewe paling lemah,lebay,manja,dan lo spesies yang baru gue temui karena lo berbeda dengan tadi,yang ada di hadapan gue sekarang malah kaya emak lampir!"tutur Kevin tanpa menatap lawan bicara.
Namun Kevin tau pasti muka gadis yang ada di sebelahnya ini pasti sudah berubah menjadi medusa.
"Ish ko lo nyebelin sih!dasar muka tembok lo!terserah gue dong mau gue manja atau gue kasar hidup-hidup gue kenapa lo yang risih!"kesal Pasya memukul pundak Kevin dengan brutal.
"Tangan lo bisa diem gak!bahaya gue lagi nyetir lo mau kita mati konyol hah!"sentak Kevin mencekal lengan Pasya setelah mobilnya ia tepikan karena tidak mau terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
Tanpa di duga ketika Pasya menarik tangannya Kevin juga malah menarik tangannya juga dan alhasil Pasya malah menubruk dada Kevin dengan posisi yang membuat mereka gugup bukan main.
Posisi mereka sekarang Pasya yang menyentuh dada bidang Kevin yang membuat Pasya tanpa sadar nyaman dibuatnya karena aroma parfum yang membuat ia seakan kecanduan sedangkan Kevin tangan nya yang satu memegang pundak Pasya dan yang satu lagi yang malah membuat Kevin mukanya menjadi merah padam karena posisi tangannya sekarang pas menyentuh dada sebelah kiri Pasya.
Lama mereka ada di posisi seperti itu tanpa ada satupun dari mereka yang mengalah untuk beranjak dari posisi itu seakan mereka berdua terhipnotis dengan posisi ini.
Sampai acara kedua sejoli itu harus terhenti karena gedoran kaca mobil dan orang yang teriak-teriak membuat kedua sejoli itu langsung gugup dan malu sendiri.
Duk..duk..duk..
"Mas kalau mau bikin anak bisa lanjut di rumah!jangan di jalanan kaya gini ngehalangin jalan kita nih! cepet kita lagi ada urusan penting nih!"teriak orang yang sedari tadi menggedor-gedor kaca mobil Kevin.
Blush
Mereka berdua mendadak bulshing dengan penuturan orang itu.
"Bikin anak?"batin mereka berdua.
Sejenak mereka saling tatap menatap lalu perhatian keduanya tertuju pada dada kiri Pasya yang di tahan oleh Kevin.
"Akhhhh dada Pasya Umi!"jerit Pasya dalam hati dan segera menggemaskan tangan Kevin dengan kasar lalu ia beranjak dan mencari duduk dengan nyaman dengan pandangan tidak mau menatap Kevin entah karena malu atau marah tapi yang ada sekarang kondisi Pasya yang sudah keringat dingin dan jangan lupakan pipi yang sudah merah seperti tomat masak.
"Shitt!sialan kenapa gue bisa salah tahan sih!"maki Kevin dalam hati dan melihat Pasya sekilas lalu segera menghidupkan mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang sambil menormalkan detak jantung yang sedari tadi sudah seperti ingin melompat dari tubuhnya.
"Tapi ko gue ga ngerasain sensasi empuk ya?"batin Kevin dan sekilas ia melihat dada Pasya yang terbalut kaos dan jaket dan ia bisa melihat jelas kalau dada gadis itu masih datar.
"Huhh syukur deh masih datar ternyata."batin Kevin merasa lega tapi ada hal yang ganjal atas penuturan nya.
"Sialan!kenapa gue malah lega kalau dadanya datar."koreksi Kevin dan memandang Pasya ragu yang ternyata tanpa Kevin sadari gadis itu sudah sesenggukan.
"Ma.. maaf gue ga sengaja."sesal Kevin kala melihat Pasya seperti itu.
"Hiks..ko lo main asal pegang aja sih!udah 15 tahun gue jaga dada gue dengan mudahnya lo malah sentuh."kesal Pasya yang sudah sesenggukan dan jangan lupakan ingusnya yang sesekali keluar dan di sedot lagi kedalam.
"Ya..ya gue respek aja tadi. Maaf dong jangan nangis sampai segitunya gue jadi bingung nih."prustasi Kevin dengan muka yang tidak datar beeganti dengan kepanikan yang ntah karena apa tidak biasanya.
Bukannya berhenti, Pasya malah teriak dan nangis dengan keras seperti orang gila.
"Ko lo malah nambah kenceng sih nangisnya!"pekik Kevin malah panik takut kalau gadis itu kenapa-napa.
"Huaaaa!!!gue takut dada gue gede sebelah!"pekik Pasya membuat Kevin cengo dan sedikit ambigu.
"Terus gue harus gimana?apa gue harus sentuh sebelah lagi biar sama?"tanya Kevin dengan tololnya membuat tangisan Pasya terhenti dan malah memandang Kevin dengan bibir yang di cebikkan dan dengan muka polos nya.
"Emang bisa gitu ya?"sahut Pasya dengan polos.
"Gimana mau dicoba ga?"iseng Kevin ketika melihat wajah Pasya yang seperti sedang berpikir ntah apa.
Pasya memandang sengit cowo yang sudah berani begoinnya."Enak di lo itu mah!"kesal Pasya dan memalingkan mukanya ke samping sambil bersedekap dada.
"Enak dari mananya orang cuman dada datar gitu aja."gumam Kevin yang sialnya terdengar jelas oleh Pasya.
Pasya yang mendengar itu sontak memandang Kevin sengit."Walaupun dada gue datar gini-gini juga mantan gue banyak!"sombong Pasya
"Cih...Punya mantan banyak aja bangga yang ada lo malah kelihatan murahan!"cetusnya dengan pedas membuat Pasya bungkam dan lebih baik memilih diam.
Kevin yang sadar akan ucapannya merasa bersalah dan segera menoleh ke gadis yang sekarang memalingkan wajahnya melihat ke jalan dan Kevin bisa melihat jelas wajah yang sekarang malah menjadi datar.
"Maaf."lirih Kevin yang masih terdengar oleh Pasya.
"Hmm."jawab Pasya hanya dengan deheman.
"Gue suka kelepasan maaf."sesal Kevin
"Gapapa emang bener ko."sahut Pasya yang membuat Kevin merasa sangat bersalah.
Dan suasana pun menjadi kembali hening dan canggung keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.
Dan akhirnya setelah 20 menit menghabiskan waktu dalam perjalanan menuju rumah Pasya akhirnya mobil itu telah sampai tepat di pagar depan rumahnya.
Pasya yang sudah tidak kuat ingin rebahan dan sudah tidak sabar ingin push rank segera membuka pintu mobil namun tiba-tiba pergelangan nya di tahan oleh Kevin yang otomatis Pasya harus membalikkan badannya dengan kesal.
"Lo masih marah?"tanya Kevin sedikit hati-hati ketika berucap karena takut menyinggung perasaan Pasya lagi.
Yang di tanya malah menunjukkan ekspresi bingung dan mengangkat satu alisnya.
"Gue marah?emang kenapa gue harus marah?"tanya Pasya balik.
"Ya tadi gue bilang lo murahan gue takut lo kesinggung."ujar Kevin masih setia mencekal lengan Pasya.
"Ckk gue kira apaan,lo ga usah ngerasa bersalah,orang emang bener ko gue itu emang murahan dan gue ga mempersalahkan itu karena gue sama sekali ga ngerasa gue cewe murahan."jelas Pasya terkekeh pelan membuat Kevin menyesal bukan main karena telah mengatai dua kali gadis manis yang ada dihadapannya ini dengan kata murahan.
"Ya udah ga ada lagi kan?makasih yah udah mau nganterin gue."Ucap Pasya dan melihat tangannya yang masih di genggam oleh Kevin.
Kevin yang sadar segera melepaskan cekalannya dan segera duduk di kursi kemudi dengan nyaman.
Setelah cekalannya terlepas Pasya segera melangkah keluar dan segera menutup pintu mobil Kevin namun tak urung lagi karena Kevin memanggil namanya.
"Sya!"panggil Kevin dan segera menatap manik mata Pasya ketika gadis itu berbalik menghadapnya.
Sejenak tatapan mereka terkunci dan yang ada hanya kesenyuin yang menghiasi suasana keduanya.
"Jangan nangis lagi."tutur Kevin dengan suara seraknya.
Deg
Pasya merasakan jantung nya berdetak lebih kencang dan merasakan gelenjar aneh di hatinya.
Pasya hanya mengangguk dan memberikan senyuman yang dapat membuat orang yang melihatnya akan terhipnotis dan pasti kecanduan.
"Cantik."batin Kevin dan membalas senyuman Pasya tak kalah manisnya juga yang membuat kadar ketampanannya lebih meningkat.
"Sialan!kenapa gue bisa baper gini!"jerit Pasya dalam hati tapi sebenar nya ia merasa bahagia karena bisa melihat ciptaan tuhan yang sangat sempurna dihadapannya ini.
"Euh..gu..gue masuk dulu. Makasih!"pamit Pasya gugup dan segera berlari kecil membuat Kevin yang melihatnya gemas sendiri.