
Setelah menempuh perjalanan untuk menuju ke sekolah SMK YSB,Pasya akhirnya sampai dengan selamat tanpa lecet sedikitpun.
Namun,setibanya di depan gerbang ternyata gerbang sekolah sudah di tutup dan di depan gerbang banyak senior-seniornya yang menatapnya dengan tatapan yang tajam.
"Lo mau sekolah apa mau main? jam segini baru datang!"tanya kakak kelas yang bernama Silvi itu dengan nada yang ketus.
"Mau sekolah ka!"jawabnya tanpa dosa dan tersenyum manis tanpa takut sedikitpun.
"Lo ga tau ini udah jam berapa!?"geramnya tidak habis pikir karena pasya sangat santai dan seperti tidak takut sedikitpun.
"Jam 7:45."ucapnya sesantai mungkin setelah melihat jam di pergelangan tangannya.
"Gue udah tau!"geramnya yang sudah tersulut emosi.
"Kalau udah tau ngapain nanya ka?buang waktu aja tau ga!"sahut Pasya datar dan sedikit kesal karena hari ini dia kesiangan karena banyak adu bacot.
"Lo kenapa kesiangan?"tanya salah satu cowo yang bernama Kevin dengan pandangan yang sangat datar dan dingin.
"Habis dakwah dulu sama Umi,Abi!"jelas Pasya jujur.
"Gue ga nanya!"sela cowo itu yang membuat mood Pasya nambah buruk.
"Gue tadi nge jawab bukan nanya!"pungkas Pasya dengan sedikit ketus dan kesal.
" Lo Baru jadi adik kelas juga udah cari masalah yah!!"bentak Silvi.
"Gue ga cari masalah cuman orang yang cari masalahnya aja yang cari masalah sama gue!"tandasnya berbelit-belit dan mukanya yang sudah tidak bersahabat.
"Ngomong apa lo hah!!"bentak Silvi lagi.
"Ga punya kuping atau orang yang dengar STUPID ya!"ejek Pasya dan tertawa meledek.
"Lo sekarang gue hukum lari 10 putaran!cepet!!"titah Kevin karena tidak mau mencari masalah dan berurusan dengan guru-guru.
"Dari tadi ke...buang-buang waktu gue aja!"gerutu Pasya sambil melangkah masuk ke dalam sekolah tidak mengindahkan tatapan bengis dari kakak kelasnya.
Disinilah Pasya sekarang di lapangan yang lumayan luas karena Pasya di suruh lari di lapangan tempat upacara dan sedari tadi Kevin cowo yang beri dia hukuman mengawasinya dengan mata yang tak lepas dari Pasya.
Setelah Pasya lari sebanyak 10 kali putaran, Pasya langsung duduk lesehan dan menormalkan nafasnya yang tidak teratur. Pasya memejamkan matanya dan ketika dia merasakan dingin di pipinya dia mendongakan kepalanya dan Pasya melihat Kevin menyodorkan minuman kepadanya dengan muka yang datar.
"Makasih"seru Pasya berdiri dan langsung pergi begitu saja tidak menerima minuman Kevin sama sekali.
Kevin hanya menatap punggung Pasya dengan tatapan yang sulit di artikan karena dia baru pertama kali di cuekkan oleh seorang cewe.
Setelah berjalan selama beberapa menit Pasya sudah sampai di depan pintu kelas dan dia dengan santainya mengetuk pintu itu tapi rasa takut.
Tok tok tok!!
Pintu pun terbuka dan sekarang pasya menjadi pusat perhatian karena dia baru datang ke sekolah dan jangan lupakan Pasya sama sekali tidak mamatuhi dan memakai persyaratan MOS.
"Boleh saya masuk?"ucapnya sesantai mungkin dan tidak menghiraukan tatapan orang kepadanya.
"Silahkan"ucap kakak kelas cewe itu tersenyum manis dan memberi jalan untuk pasya.
"Oh o ooke...,silahkan perkanalkan nama kamu."titah mega dengan suara yang tergagap.
"Hmm..kenalin nama gue Tapasya Araeda Tafania."ucapnya singkat karena sekarang mood Pasya sedang buruk dan dia belum bisa mengembalikan senyum manis nya lagi.
"Oke, sekarang silahkan Tapasya bisa duduk di kursi yang masih kosong."kata mega tersenyum hangat.
Pasya pun berjalan ke kursi yang paling belakang karena cuman kursi paling belakang yang masih kosong dan itu tidak luput dari pandangan orang-orang yang berada di ruangan yang menjadi sunyi karena suasana yang tegang.
Setelah Pasya duduk suasana kelas pun kembali semula lagi. Kakak kelas menerangkan materi seputar kepramukaan dan membuat game supaya para calon siswa baru tidak mudah jenuh,dan sekarang game sedang di langsungkan para senior sedang mencari siswa berani yang mau kedepan dengan hadiah yang entah apa isinya.
"Ok,siapa disini yang berani mau maju kedepan untuk bermain game dengan kami."ucap kakak kelas yang bernama Indri dengan pengeras suara yang langsung membuat suasana menjadi sunyi dan banyak yang berpura-pura sibuk mencatat supaya tidak di tunjuk untuk kedepan.
"Orang juga tau kalau maju ke depan kali!"pungkas pasya tanpa sadar dan membuat satu ruangan menatapnya dengan berbagai macam ekspresi.
"Kamu!murid yang tadi terlambat sekarang kedepan!"tegas Indri tidak terima.
Pasya langsung berjalan kedepan dengan santai dan berdiri di depan cewe itu dengan mengangkat 1 alis nya sebagai bentuk respon menantang dan seakan bertanya 'apa'.
"Coba lo jelasin tentang sejarah pramuka sedetail mungkin tanpa ada yang terlewat!"titahnya dengan sedikit geram karena dia serasa di remehkan oleh bocah ingusan.
Semua yang berada di kelas menahan napas bagaimana Pasya bisa menjelaskan materinya kalau Pasya aja baru saja mendengarkan materi itu sebelumnya dari para seniornya. Tapi itu tidak menjadi hambatan atau masalah bagi seorang Tapasya Araeda Tafania karena materi kepramukaan buat dia itu masalah kecil karena Pasya pernah berpengalaman ikut lomba pramuka.
"PRAMUKA adalah organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia.
Pramuka merupakan singkatan dari praja muda karana, yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya. Dalam dunia internasional, Pramuka disebut dengan istilah ‘Kepanduan’ (Boy Scout).
Sejarah pramuka di Indonesia tidak terlepas dari Gagasan Baden PowelI yang merupakan Bapak Pandu sedunia. Lord Robert Baden-Powell Of Gilwell menuliskan pengalaman dalam pembinaan remaja di negara lnggris, yang kemudian tumbuh berkembang menjadi gerakan kepanduan (kepramukaan).
Ide cemerlang Baden-Powell yang ditulis dalam buku Scouting for Boys menyebar ke berbagai negara, termasuk ke Belanda dengan nama "Padvinder". Oleh orang Belanda, gagasan itu dibawa ke Hindia Belanda (Indonesia) yang merupakan daerah jajahannya. Kemudian didirikanlah organisasi bernama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging atau Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda).
Melihat gerakan kepanduan itu, tokoh-tokoh gerakan nasional berniat mendirikan Padvinders (Pandu) untuk anak bangsa dan kemudian muncullah Padvinders Indonesia seperti JPO (javaanse Padvinders Orgcmizatie), JJP (jong java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamftsche Padvinderzj), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), dan Padvinders Muhammadiyah yang kemudian menjadi nama Hizbul Wathan atau HW.
Sejarah telah mencatat bahwa gerakan pramuka (kepanduaan) turut berperan aktif dalam Kongres Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang mencetuskan sumpah pemuda sehingga kepanduan Indonesia semakin berkembang. KH Agus Salim mencetuskan ide untuk mengganti Padvenders dengan nama Pandu atau kepanduan setelah adanya larangan Pemerintah Hindia Belanda menggunakan istilah Padvindery."jawab Pasya tersenyum manis dan menatap Indri tanpa ada rasa takut sama sekali.
Yups! Pasya membuat semua orang yang ada di ruangannya membuka mulut beberapa saat dan jangan lupakan kakak kelas yang bernama Indri itu sedikit tergagap dan memandang pasya tidak suka.
"Bagaimana kakak kelas tercintah. Masih belum puas atau mau nantang saya lagi hmm?"tanya Pasya males karena sedari tadi tidak ada yang bersuara dan Pasya sudah pegal karena sudah di hukum dan sekarang disuruh berdiri padahal tadi penatnya belum reda.
"Jadi junior aja belagu!" sinis Indri tertawa meledek.
Pasya hanya tersenyum miring dan langsung melangkah mendekati Indri membuat sang empu ketakutan."Sifat gue tergantung siapa orangnya,dan lo orang yang ga pantas gue hormatin meskipun lo senior disini!dan maaf gue masih waras dan lo ga pantas debat sama gue. Gue masih kasihan sama lo kalau lo debat sama gue lo akan mati kutu,kan ga lucu haha."bisik Pasya tepat di telinga Indri dan menepuk pipi Indri yang sudah merah padam dan berlalu begitu saja karena malas berdebat lagi.
Tapi setengah perjalanan menuju tempat duduknya Pasya berhenti dan berbalik sambil berkata hal yang membuat Indri malu setengah mati.
"Btw kalau mau kasih pertanyaan yang lebih nantang dikit ka. Biar ga kelihatan STUPID nya."seru Pasya sambil tersenyum meremehkan.