W E I R D G I R L

W E I R D G I R L
|•STM!•|



Suasana ruangan mendadak hening karena datangnya semua anggota OSIS dan jangan lupakan sang ketos dan waketosnya,siapa lagi jika bukan Kevin dan Mega juru bicara yang waktu itu membukakan pintu untuk Pasya.


Kevin maju ke atas mimbar dan berdiri di hadapan pengeras suara dengan wajah datarnya."Ekhem..Okeh selamat pagi semuanya."sapanya


"Pagi!"kompak semua orang yang ada di ruangan,apalagi para cewe yang histeris alay dan anehnya Pasya pun menjawab sapaan itu walaupun tidak semangat seperti yang lain.


"Langsung ke intinya saja,karena hari ini adalah hari terakhir masa orientasi sekolah sekarang waktunya kalian menentukan kalian mau masuk jurusan mana. Di mohon ketika saya menyebut kan nama jurusan yang akan kalian pilih tolong angkat tangannya."Ucapnya dengan tegas.


Semua peserta hanya mengangguk mengerti dan Kevin pun segera membuka acara pemilihan jurusan nya.


"Diam!"tegas Kevin karena suasana ruangan mendadak tak kondusif.


Dan semuanya pun langsung diam tidak ada yang berani bersuara lagi karena melihat tatapan tajam dan yang sudah datar malah datar.


"Kita mulai dari jurusan Akuntansi. Siapa disini yang memilih jurusan OTKP?"tanya Kevin dan yang mengangkat tangan semua hanya wanita saja.


"Okeh silahkan yang memilih jurusan OTKP segera daftar ke Ka Mega."titah Kevin dan segera di patuhi oleh mereka.


Dan jangan lupakan sedari tadi Kevin terus mencuri pandang pada sosok gadis yang sedari tadi menguap tanpa malu.


"Ternyata dia milih jurusan TKJ"batin Kevin dan mencoba fokus lagi karena ini bukan waktunya mikirin hal yang lain.


"Selanjutnya untuk jurusan TKJ silahkan angkat tangannya."titah Kevin dan yang memilih jurusan TKJ tidak jauh pasti campuran antara laki-laki dan perempuan.


Namun yang membuat semua perhatian yang ada di ruangan itu bukan yang mengacungkan tangannya tapi dua perempuan di antara para lelaki yang tidak bergeming sedari tadi membuat semua orang memperhatikan Pasya dan Sisca secara terang-terangan.


Eh itu kan yang tadi di koridor.


Iya tuh!kenapa mereka diam aja ya?


Mungkin mereka masih bingung mau pilih jurusan yang mana.


Eh tapi mungkin ga kalau mereka masuk jurusan STM?


Pala lo! Mana mungkin dua cewe cantik kaya mereka masuk jurusan STM!


Cari perhatian banget sih!


"Silahkan untuk yang memilih jurusan TKJ untuk segera daftar ke Ka Rifan!"titah Kevin setelah melamun beberapa saat.


Kevin pun memandang Pasya dan Sisca."Kalian berdua mau pilih jurusan yang mana?kenapa dari tadi hanya diam?"tanya Kevin membuat semua perhatian tertuju lagi kepada Pasya juga Sisca.


"Ka Kevin belum sebutin nama jurusan yang akan kita pilih."jawabnya tapi yang menjawab bukannya Pasya melainkan Sisca.


"Maksud kalian?"tanya Kevin masih belum bisa mencerna ucapan Sisca.


"Bisa lanjutin aja ga acara pemilihan jurusan nya."tukas Pasya dengan pandangan yang langsung menatap Kevin yang sialnya membuat jantung Pasya mendadak dugdug serrr.


"**** kenapa ni jantung bikin badan gue jadi geter gini?"batin Pasya bertanya pada dirinya sendiri.


"Hmm."demem Kevin dan langsung melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda.


"Karena ini jurusan yang terakhir dan bagi kalian yang masih belum memutuskan mau pilih jurusan yang mana kalian akan saya beri waktu untuk berpikir 10 menit dari sekarang,dan untuk yang memilih jurusan STM silhkan angkat tangan kalian."ujarnya membuat semua perhatian mendadak tertuju karena penasaran dengan dua perempuan yang masih belum bergeming dari tempat duduknya.


Sejenak semua orang menatap tidak percaya karena dua perempuan cantik yang sejak tadi menjadi perhatian ternyata memilih jurusan STM!


***** nyesel gue tadi ga milih masuk jurusan STM!


Ga nyesel gue milih ni jurusan.


Semoga gue satu kelas sama tuh bidadari


Tau kalau di STM ada bidadari mah gue tadi milih jurusan itu!


Makin caper aja tuh bocah!


Alah palingan beberapa bulan juga mereka pasti ga akan betah!


Pasti mereka pengen tenar!


Dan masih banyak lagi gunjingan bahkan banyak sebagian perempuan secara terang-terangan langsung menatap kedua sejoli itu dengan tatapan penuh kebencian.


"Sstttt!woy Vin!"Seru Rifan namun Kevin sepertinya masih berada di dunia nya sendiri.


"Ya elah tu anak malah jadi diem. Woy bangke sadarin si kutub tuh!"titah Rifan kepada Rangga dan langsung dipatuhi oleh sang babu:-)


Tapi sampainya disana Rangga bukannya menyadarkan Kevin dia malah menggantikan posisi Kevin di atas mimbar membuat si pelaku langsung tersadar dari keterjutannya.


"Okeh untuk kalian yang memilih jurusan STM bisa langsung daftar ke saya sendiri,dan diharapkan untuk semuanya tetap kondusif supaya acara bisa berjalan dengan lancar."ujarnya lalu segera turun dari atas mimbar di susul oleh Kevin di belakangnya.


"Ck Sya ko gue ngerasa orang-orang kaya mau makan kita aja jadi ngeri gue di tatapnya gitu banget."gerutu Sisca merasa risih dan Pasya hanya memutar bola matanya dengan malas.


"Jangan banyak cingcong deh lo. Cepet kita langsung daftar aja gue juga jadi eneug sendiri liatnya."tanggap Pasya dan segera berdiri melangkah menuju tempat pendaftaran di susul oleh Sisca yang menarik-narik ujung baju Pasya membuat Pasya malu setengah hidup.


Ketika Pasya dan Sisca hampir sampai di tempat pendaftaran semua orang mendadak memberi Pasya dan Sisca jalan. Sesaat pandangan antara Pasya dan Kevin bertemu, mereka lagi-lagi merasakan hal yang sama. Namun segera Pasya memutuskan kontak mata mereka dan segera melangkah menghampiri Rangga.


"Ekhem."dehem Pasya membuat mereka yang sedari tadi diam langsung tersadar kembali.


"E...eh ha..ai, silahkan duduk."gugup Rangga karena dia sangat terpesona dengan kecantikan Pasya.


"Hmm."jawabnya singkat dan langsung duduk di susul oleh Sisca.


"Maaf ka bisa di mulai pendaftarannya?jangan bengong bae dong aku kan jadi gemes liatnya jadi pen nampol."ucap Sisca menyadarkan kembali Rangga karena dia mendadak bengong lagi.


"Eh ada satu bidadari lagi ternyata."celutuknya membuat Sisca mendadak bulshing.


"Lemah banget!di puji dikit aja langsung bulshing."gumam Pasya yang masih di dengar oleh Sisca.


"Bisa cepet ga?gue udah ga betah disini."ujar Pasya membuat Rangga langsung kicep dan takut dengan tatapan Pasya.


"Eh iya ni maaf. Silahkan isi dulu datanya disini."ujarnya dan memberikan Pasya dan Sisca dua lembar kertas untuk di isi.


"Eh btw kalian ga salah pilih jurusan STM?"tanya Rangga memberanikan diri untuk bertanya.


"Bukan urusan Lo."jawab Pasya dengan pandangan yang tak beralih dari kertas membuat Rangga menelan ludahnya sendiri karena ia baru lihat cewe sedingin Pasya.


"Ck Sya ko lo ketus banget sih. Ka Rangga kan cuman nanya."bela Sisca membuat Pasya kesal karena pasti sahabatnya ini suka kepada Rangga.


"Maaf ya ka, Pasya emang gitu orangnya ga suka sama lelaki dia."membuat semua orang berpikir kalau Pasya tidak menyukai lelaki berarti dia gay.


"Maksudnya?"tanya Kevin membuat semua orang heran karena sang ketos yang terkenal dingin itu ternyata sedari tadi menyimak percakapan mereka.


"Gue udah selesai."berdiri dan segera keluar meninggalkan Sisca sendirian karena jujur saja Pasya saat ini ingin mencelupkan Pasya ke dalam gentong.


"Bangke!Napa lo tinggalin gue lagi curut!"teriak Sisca dan segera mengambil ancang-ancang untuk segera menyusul Pasya namun pergelangan tangannya tiba-tiba di cekal oleh seseorang.


"Lo boleh disini dulu ga?kita semua pengen tau kenapa kalian berdua milih jurusan STM?"tanya Rangga dan di angguki oleh yang lain.


Sisca melirik pergelangan tangan yang di pegang oleh Rangga seakan sadar atas kesalahannya ia langsung melepaskan genggamannya.


"Huhh iya deh gue mau kasih tau kalian alesannya kenapa Pasya dan gue ngambil jurusan ini. Jadi Pasya itu ga suka kalau barengan sama cewe katanya rempong___"


"Kan lo juga cewe terus lo juga rempong kan?"tanyanya memotong ucapan Sisca membuat sang empu menatap dengan tatapan kesal.


"E...eh sorry silahkan lanjutin."ujarnya dengan kikuk karena semua tatapan tajam mengarah ke arah Rangga.


"Jadi Pasya tuh ga suka kalau bareng sama cewe apalagi rempong pengecualian gue dan sahabat gue yang lain. Terus dia juga katanya pen nerusin bakat bokap nya."lanjutnya dan semua orang hanya mengangguk mengerti.


"Sahabatnya yang lain?"batin Kevin bertanya pada dirinya sendiri.


Dan Kevin pun langsung keluar melangkah meninggalkan ruangan itu tanpa di sadari oleh yang lain.


"Udah kan?"tanya Sisca karena jujur sebenarnya dia sedikit takut karena di sekelilingnya ternyata cowo semua.


"Boleh minta WA nya ga?"tanya Rangga membuat semua kaum lelaki yang ada di ruangan itu menyuraki Rangga.


"Ngapa lo pada! Iri bilang bos!"tajam Rangga namun tidak berpengaruh bagi mereka.


"Sorry aja ya bos ga pantes iri sama karyawan!"tukas salah satu anak cowo yang bernama Dika membuat semuanya menertawakan Rangga.


Rangga hanya mendengus sebal dan ia beralih menatap Sisca lagi yang mukanya sudah di tekuk kaya anak cicak.


"Hehe boleh kan gue minta no WA Lo?"tanyanya sekali lagi.


"Buat apa?"tanya Sisca balik tidak menjawab pertanyaan Rangga.


"Buat gue masukin no nya sama kilometer Ema gue."jawab Rangga sesabar mungkin.


"Emang valid ya?kan angka nya cuman ada 12 masih kurang 8 lagi."tanggap Sisca membuat Rangga kesal bukan main.


"WOY MENTA SABAR 2000 EUN TONG DI SANGUAN!"teriak Rangga prustasi sendiri.


Pletak!


"ngomong apa si lu bangke!"jitak Rifan kesal sendiri karena Rangga teriak-teriak dengan bahasa yang tidak di mengerti sebagian dari mereka.


"Sabodo teuing anyingggg ah!"jawab Rangga tidak nyambung dan berlalu begitu saja karena pengen berak.


"Dia gila?"tanya Sisca menatap punggung Rangga yang sudah hilang di telan pintu.


Rifan menepuk jidatnya." **** gue lupa tu anak belum gue cekokin pake rinso!"ucapnya membuat semua orang yang ada di ruangan itu terlihat bodoh karena mereka seperti terhipnotis oleh kalimat-kalimat garing yang di keluarkan oleh Rifan dan Rangga.


"Sekalian aja kasih sianida!biar human kaya ka Rangga hangus aja dari muka bumi ini."tukas Sisca dan segera pergi keluar dari ruangan yang menurut Sisca isinya hanya orang kurang gizi semua.