W E I R D G I R L

W E I R D G I R L
|•SHANAYACA•|



❤❤


Kanaya pun mengambil hp nya lalu mendeal no Sisca dan tak lama panggilan pun tersambung.


"Ngapa lu!masih inget sama gue!"dumel Sisca.


"Ck ngedumel nya nanti aja, cepet lo siap-siap kita ke basecamp tapi lo mampir dulu ke rumah nya si curut."titah Kanaya.


"Curut yang mana ogeb!"


"Ckk lu!siapa lagi kalau bukan curut Pasya!"


"Haha sue lu nama orang bagus-bagus malah di sebut curut!"


"Nama kesayangan."


"Terus nama kesayangan gue apa?"


"Soneo!"


"WTF!"


Tuttt tutt


Panggilan segera di akhiri oleh Kanaya karena Pasya teriak-teriak membuat Kanaya mendengus kesal.


"Markonah !Ambilin handuk gue sama daleman nya juga di lemari!"teriak Pasya sambil menyembulkan sedikit kepalanya.


"Ogeb!lemari yang mana sih!"gerutu Kanaya kesal karena sedari tadi ia tidak menemukan daleman Pasya.


"Yang lo buka tadi oncom!"


"Ga ada curut!cuman ada CD aja!bikini lo dimana oncom!"


"Sampai nama lo berubah jadi Sukinem pun lo nyari bikini ga bakal nemu woy!gue ga punya bikini!"


"Lah terus lo pake apa kalau ga pake bikini?masa di gantung!"


"Dada gue datar Naya!ambil tengtop sama miniset aja!"


"Dasar bocah."gerutu Kanaya tidak habis pikir.


Setelah mendapatkan apa yang Kanaya cari ia segera melangkah memberikan apa yang Pasya suruh.


Brak!


Pasya segera mengambilnya dan menutup kembali pintu dengan keras membuat Kanaya terlonjak kaget.


"Pasya sialan!"teriak Kanaya namun tak di indahkan oleh sang pelaku.


Setelah 5 menit Pasya di kamar mandi ia segera keluar dengan handuk yang ia gelung kan di rambutnya.


Pasya keluar hanya memakai tengtop dan celana pendek saja.


"Ngapa lo lihat gue terpesona hah!"nyolot Pasya karena sedari tadi Kanaya melihatnya dengan intens.


Kanaya memutar bola matanya malas


"Songong lo dada datar aja pake di pamerin segala!"


"Orang songong mah bebas!"tukas Pasya dan segera mengambil baju yang akan ia pakai sekarang.


Setelah semuanya sudah siap Pasya dan Kanaya segera keluar dari kamar dan segera meminta izin kepada nyai ratu.


Pasya hanya memakai baju pendek putih memakai jeans hitam dan jaket kulit berwarna hitam lalu tak lupa memakai sepatu hitamnya.


"Umi,Pasya sama Naya mau keluar dulu pulangnya mungkin aga sorean."izin Pasya sambil menyodorkan tangannya dengan gigi yang ia tunjukkan dan alis yang diangkat angkat.


"Ngapain tuh tangan mau minta dikulitin?kalau mau keluar ya keluar aja sono jangan minta uang sama Umi tuh minta sama spesies lo!"ujarnya tanpa menatap sang empu.


Belum sempat Pasya menjawab suara teriakan dari arah pintu membuat atensi tertuju pada suara yang sangat membahana.


"Assalamualaikum!woy bukain pintunya dong!Inces imut datang ni!"teriaknya dan jangan lupakan pintu yang di gedor-gedor dengan sangat keras.


"Tuh spesies satu lagi datang!cepet kalau mau keluar!ga kuat kuping gue nih kalau tiap hari di rumah ada kalian!"titahnya dan segera memberikan Pasya lima lembar uang merah.


"Makin cantik deh Umi kalau ga medit mah! Ya udah Pasya sama Naya mau jalan dulu,bay Umi."pamitnya sambil terkekeh geli.


"Aku ga di kasih ni?"rajuk Kanaya sambil memanyunkan bibirnya.


"Cepetan Sukinah!"teriak Pasya kesal karena Kanaya malah ngobrol lagi.


"Euh dasar tuh anak kingkong!"gerutuKanaya yang terdengar jelas oleh Umi Pasya.


"Kamu ngatain Umi kingkong hah!"garang Umi kepada Kanaya membuat sang empu gelagapan sendiri.


"Duhh..ngomong apa sih mi!ya udah Naya mau jalan dulu deh..bay Umi!"pamit Kanaya dan segera ngacir setelah mencium sekilas pipi Umi.


---


Setelah sampai di pintu Pasya dan Kanaya melihat muka Sisca yang sudah seperti kemoceng gundul.


Sisca mendengus dan menatap kedua sahabatnya itu dengan kesal.


"Lo berdua pada ngapain sih lama banget tau ga!gue berdiri dari tadi sampe jamuran tau ga!"


"Ngga!"kompak Pasya dan Kanaya dengan watados nya.


Baru saja Sisca mau ngomel lagi tapi langsung di potong oleh Pasya.


"Udah diem dulu! Cepetan jalan kalau pada banyak bacot kapan mau jalannya soneo!"kesal Pasya dan berlalu terlebih dahulu menuju motor Kanaya dan Sisca.


"Serasa di nistain gue."dramatis Sisca dan segera menyusul Pasya di susul oleh Kanaya.


Kanaya hanya terkekeh pelan dan segera merangkul pundak Sisca yang hanya sebatas pundaknya.


"Haha sabar aja bro!KALEM AYA AING!"seru Kanaya dengan muka tengilnya.


"Ngomong sama gue?"


"SIALAN!"


"Cepetan jongos!"kesal Pasya yang sedari tadi menunggu.


Kanaya dan Sisca yang melihat Pasya sudah mode kesal segera menghampirinya sebelum kena amukan ibu macan.


"Cepetan mana konci motor kalian gue yang bawa motornya!"pinta Pasya sambil menyodorkan tangannya.


"Ga salah Sya?nanti ************ lo bisa sakit kalau Lo bawa motor kita berdua."***** Sisca yang sudah membayangkan bagaimana kalau Pasya membawa motornya dan Kanaya.


"Dasar Rumiah!"prustasi Pasya dan segera mengambil kunci motor Kanaya yang Pasya lihat ada di saku dadanya.


"OMG!dada gue ga suci lagi woy!"pekik Kanaya karena Pasya dengan sengaja meremas payudaranya dengan kasar.


"Lebay lo PEA!orang isinya cuman busa doang!"cicit Pasya yang membuat Kanaya cengengesan dan Sisca yang sudah terbahak-bahak.


"Bwhahaha!!!mantan udah puluhan tapi ** lu cuman gede modal busa!**** bikin terharu gue aja!"pekik Sisca yang masih memegang perutnya karena tidak kuat menahan tawa.


"Mendingan gue ya!dari pada si Pasya yang lebih banyak mantannya dari kita tapi dada datar apalagi dia belum pake bikini!"seru Kanaya tak terima karena cuman dia yang di nistakan.


"Mau pake bikini atau ga pake kalau dada gue nya datar mau di gimanain oncom!cepetan jalan lo sama si curut aja gue lagi pengen kebut-kebutan. Bayyyy!"kesal Pasya dan segera menyalakan motornya lalu meninggalkan Kanaya dan Sisca dengan kecepatan melebihi kapasitas nya.


"Ogeb!motor gue di bawa ama tu anak!cepet soneo susul!"histeris Kanaya dan langsung menghidupkan motor Sisca.


Sisca yang malah mendadak kaya orang ***** malah diam membuat Kanaya kesal bukan main.


"Jancok!kalau ini motor gue udah gue tinggal ni kampret!"gerutu Kanaya."naik ***** malah diem Bae!"


"Kenapa lo?"tanya Sisca dengan tololnya dan jangan lupakan mukanya yang seperti orang kesasar.


"Naik atau gue tinggal!"geramnya sudah habis kesabaran.


Sisca yang melihat muka tak bersahabat dari Kanaya segera naik dan langsung memeluk Kanaya posesif.


"Ga usah peluk juga bocah ogeb!geli ***** lepasin!"protes Kanaya karena Sisca memeluknya dengan erat.


"Jalan aja kita udah ketinggalan!cepetan pake jurus incu rosi!biar cepet nyusul tuh anak!"ucapnya tanpa melepaskan pelukannya sedikitpun malah nyander di punggung Kanaya dengan manja.


Kanaya yang sudah kesal dan tidak mau motor kebanggaan nya itu kenapa-napa dia segera menyalakan motornya lalu melesat menyisakan hempasan angin yang menerbangkan daun-daun di halaman rumah Pasya.