W E I R D G I R L

W E I R D G I R L
|•Akibat cemburu•|



Sedangkan tanpa mereka sadari sedari tadi ada tiga lelaki yang memperhatikan mereka dengan dua orang yang menatap tidak percaya karena sosok perempuan yang mereka kenal seperti bukan sosok yang mereka temui kemarin dan satu lagi menatapnya dengan pandangan yang sulit di artikan.


"Anjai itu benerankan cewe STM yang dingin nya ga ketulungan kaya ni curut!"ujar Rangga tak percaya terus memandang Pasya dkk tanpa mengalihkan ke arah lain.


"Kata lo si Tapasya itu ga suka main sama cowo,ko dia sekarang ngumpul sama anak cowo apalagi lo lihat sendiri tuh cewe kaya ga bener masa di cium di peluk sama cowo aja santai banget. Beda banget waktu Vino dkk cuman nyentuh dagunya aja langsung naik pitam."bingungnya di hadiahi cengengesan Rangga karena salah kasih inpromasi.


"Ck gue kan cuman denger simpang siur aja pea!"toyor Rangga pada Rifan membuat sang empu mendengus kesal.


"Dari pada kita salah lagi cuman asal nebak mendingan kita samperin aja,gimana?"saran Rifan di hadiahi anggukan oleh Rangga namun tidak dengan satu lagi yang terus memandang dengan datar.


"Vin ayo lo ikut juga!"ajak Rangga yang hanya di hadiahi tatapan saja membuat Rangga dan Rifan kesal.


"Udah ayo lah kita tinggalin aja ni curut!kesel gue lama-lama."cetusnya dan segera berdiri di susul Rangga melangkah dengan sedikit ragu karena merasa takut ntah karena apa.


Kevin yang sebenarnya ingin tau juga ia menepiskan gengsinya dan langsung menyusul Rangga dan Rifan dengan santai di belakang mereka.


Sampainya disana Rifan dan Rangga jadi kikuk sendiri karena semua yang berada di meja tempat duduk Pasya dkk mengarah menatap kepada mereka,apalagi anak PISTON memandang sengit ketiga laki-laki itu.


***


Pasya yang sedari tadi terus bercanda ria dengan abang-abangnya mendadak berhenti karena suasana yang mendadak menjadi tegang ntah apa karena sedari tadi Pasya masih berada di pangkuan Jerry dengan posisi membelakangi orang yang membuat suasananya menjadi tegang.


"Ha..ai,maaf ganggu."gugup Rangga sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.


Pasya yang mendengar suara dari orang lain pun segera menoleh kebelakang dengan senyum yang tak pernah pudar.


"Manis."batin seseorang yang sedari tadi diam di belakang kedua orang yang sedari tadi gugup.


Tanpa di sadari Pasya menyapa balik ketiga cowo itu.


"Eh hallo,ada perlu apa ya ka?"tanya Pasya membuat ketiga nya cengo karena Pasya menyahut dengan senyuman yang membuat mereka meleleh dan jangan lupakan tidak ada nada ketus ataupun dingin seperti kemarin.


"Ya tuhan nikmat mana lagi yang kau dustakan."gumam Rangga cengo yang membuat Pasya malah terkekeh pelan.


Sedangkan Rifan malah kelihatan alay dia memegang kedua pipinya dan mulut yang ternganga dengan menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang.


Sedangkan Kevin sebenarnya sedikit tak percaya namun ia tetap pada pendiriannya yaitu apalagi kalau bukan datar dan dingin.


"Ini beneran lo kan? Tapasya Araeda Tafania?cewe STM itu kan?yang kemarin jutek banget?ko sekarang lo manis banget sih!bisa meleleh gue gini mah."tanya Rangga histeris setelah keterjutannya telah usai.


"Siapa sayang?"tanya Jerry sambil merengkuh pinggang Pasya posesif membuat seorang yang sedari tadi diam sudah merasakan panas bukan main.


"Sayang?jadi dia udah punya pacar?"tanya Kevin pada dirinya sendiri.


"Tuh tanya aja sama Sisca aja Bang, Pasya ngantuk mau tidur."jawab Pasya karena jujur sebenarnya dia sangat ngantuk apalagi semalam dia bergadang.


"Ya udah kalau mau tidur sama Bang Ale aja yah,pegel ni abang dari tadi kamu duduk di pangkuan abang."Pasya hanya terkekeh pelan dan segera turun tak lupa mengecup pipi Jerry sekilas lalu langsung naik kepangkuan Ale setelah Ale memberi aba-aba merentangkan tangannya.


Sisca yang sedari tadi diam hanya terkekeh pelan dengan muka kakak kelasnya itu karena pasti mereka tidak percaya sama seperti dirinya yang baru melihat sosok asli Pasya.


"Ka mau berdiri terus?duduk aja masih ada kursi kosong ko tuh."titah Sisca yang di angguki anak PISTON.


"Emang boleh?"tanya Rangga ragu.


"Ck boleh lah santai aja bro."Ucap Riko terkekeh pelan mencairkan suasana.


Seakan sadar tatapan yang sedari tadi mengarah kepada dirinya Sisca langsung menceritakan apa yang ia tau.


"Okeh,sebelumnya mereka bertiga itu kakak kelas kita,dan maksud ucapan tak percaya dari ka Rangga itu karena kemarin pas waktu MOS Pasya sikapnya dingin dan kasar banget beda sama yang mereka temui sekarang makannya mereka mendadak cengo sama seperti gue yang tadi juga tidak percaya dengan apa yang gue lihat."cerita Sisca membuat semuanya mengangguk namun beda dengan muka anak PISTON yang kelihatan sendu.


Rangga yang sudah tidak sabar ingin menanyakan hal yang sedari tadi mulutnya gatal pengen ia ucapkan,memberanikan diri menanyakan hal itu kepada anak PISTON.


"Eunghhh ...btw itu beneran Tapasya ya?"tanya Rangga membuat semuanya bingung karena jelas-jelas itu adalah Pasya.


"Iyah itu emang Pasya, Princess kita. Kenapa emangnya?"bingung Riko di angguki oleh semua anak PISTON.


"Ko dia berubah sih?apa dia punya kepribadian ganda ya?kemarin jutek sekarang yang gue lihat dia manis manja lagi."bingung Rifan membuat anak PISTON menghela napas dan memandang sendu orang yang mereka sayang.


"Le,Princess udah tidur?"tanya Riko memastikan dan di jawab anggukan oleh Ale yang sedang mengelus rambut Pasya dengan sayang.


"Itu memang sikap asli Pasya,dia berubah dingin karena ada sebab dan kalian ga ada hak buat tau."ujar Jerry tidak suka kalau orang lain tau tentang kehidupan Pasya.


"Eunghh maaf."gugup Rangga dan Rifan namun tidak dengan Kevin.


"Kenapa kalian berani peluk dan cium dia?"pertanyaan yang tidak di sangka keluar dari mulut Kevin.


"Emang kenapa?"tanya balik Ale tidak suka dengan pertanyaan Kevin.


"Jatuhnya kaya wanita murahan."pedas Kevin membuat anak PISTON naik pitam sedangkan kedua sahabat Kevin sudah panas dingin dibuatnya.


Brak!!


Riko berdiri dari tempat duduknya"Maksud lo apa hah!lo ga tau ya kehidupan kita dan lo ga berhak buat ngehina Princess kita!lo ga tau dia itu adik kita semua!"seru Riko tidak terima Pasya di pandang hina seperti itu.


Kevin dibuat tidak bisa berkutik dengan pernyataan yang ia dengar.


"Adik mereka?"batin Kevin merasa aneh.


"Maaf."ujar Kevin merasa bersalah karena pertanyaan bodohnya itu yang mendadak ia lontarkan tanpa sadar karena dia seakan merasakan hal aneh ketika melihat Pasya di perlakukan seperti itu oleh laki-laki lain.


"Udah Bang,"tenang Kanaya yang berada di dekatnya."ga cuman dia yang berpikir seperti itu orang lain juga pasti sama dan kita mendingan jangan dengerin bacotan sampah mereka ga guna."sindir Kanaya pedas.