
Pagi hari yang cerah dan sejuk , seorang gadis masih bergelung dengan selimutnya. Dia sama sekali tidak terusik dengan suara apapun bahkan adik nya yang sedang membangunkannya dengan cara di tendangpun dia sama sekali tidak terusik,sampai harus kanjeng ratu yang harus membangunkannya dengan cara mengancam tidak akan di kasih kuota dan ya,!cara itu ampuh untuk membangunkan sang putri tidur itu. Pasya langsung lari ke kamar mandi sampai dia menubruk tembok.
"Umiiiii!!!Kerbau nya udah kaya mati!"teriak sang adik sambil menendang kakaknya yang tak kunjung bangun juga.
"Ya ampun ada apa sih kaya anak utan aja sih teriak-teriak..tu anak siapa sih perasaan waktu ngidamnya gue ga suka ama pisang.!"gerutu sang Umi sambil berjalan ke kamar sang putri kebo sambil membawa spatula karena sedang memasak.
"Umi lihat deh itu udah mati apa belom..?sayangkan kalau ga keburu di sembilih dagingnya mubazir."adu sakartis sang adik kepada uminya yang sudah berkacak pinggang.
"Ya ampun,tuh mulut bacotannya ga di saring dulu!"ucap sang umi sambil menarik sang anak dari kasur sang putri kebo.
"Lagian mi,itu anak siapa sih mi ko tidurnya kaya orang mati aja udah Ade tendang,pipinya di cubitin,sampe idungnya Ade mainin juga ga bangun-bangun."
"Anak Abi mu itu,sama-sama kebo. Awas Ade jangan tiru kelakuan Kaka yah! Cukup kaya orang utan aja teriak-teriak."omel sang umi pada sang Ade dan dirinya tidak sadar atas ucapannya yang menyindir diri sendiri mengatai orang utan.
Dan ya,sang umi pun mengeluarkan jurus ampuh untuk membangunkan seorang Tapasya Araeda Tafania.
"Pasya!!umi hitung sampai 1!!kalau kamu ga bangun juga umi ga akan kasih kamu kuota selama 2 bulan.!"teriak menggelegar sang umi dan ya, Pasya pun lari ke kamar mandi karena ia tak mau kejadian waktu SMP terulang lagi ga di kasih kuota selama 3 bulan oleh sang umi walau Pasya nangis pun sang umi tetap pada pendiriannya,karena kuota bagi seorang Pasya itu sangat berarti dia harus selalu upadate terus apalagi Pasya anak gamers dan dia juga tidak mau ketinggalan kisah kisah romantis yang bikin dia baper sambil nangis kejer-kejer:-)boong gaes haha author cuman ngarangnya kelewatan hehe:-|
Sampai teriakan sang Dewi utan menggelegar di penjuru dunia :-)
Dukk!!
"Akhhhhh..!!!!!!!!! ***!! siapa sih yang nunda tembok disini!?" Maki Pasya sambil meraba kening nya yang udah jenong nambah benjol dan tanpa pasya sadari dia telah melontarkan kata kasar.
"Apa!!? Coba ulang sekali lagi nyebut apa kamu hahhh!?"garang sang umi kepada putri sulungnya itu.
"Ehhh Umi...ngga ko mi tadi Umi salah denger kali aku tadi cuma bicara Umi cantik banget ko."elak Pasya sambil nyengir kuda.
"Ohhhh Umi cantik ya!!kamu samain bahasa Umi cantik dengan kata "***" hahhh!!" Pekik sang Umi yang sudah merah padam menahan amarah Karena pagi-pagi moodnya sudah buruk akibat ulah sang anak.
"Ya ampun tuh mata mi udah kaya mau loncat aja ..santui dong Umiku yang aduhai,tadi itu aku cuman khilap suer deh mi."elak Pasya sambil mengacungkan jari berbentuk v.
"Khilap khilap pala kamu hahhh!! udah sana cepat mandi! Kamu lupa apa, kan hari ini hari pertama kamu sekolah!"titah sang Umi sambil mengusir anaknya untuk mandi karena kalau di lanjutin debatnya ga ada akhirnya.
"Salah siapa coba Umi ngajak aku dakwah dulu kan aku jadi kesiangan..pokonya kalau nanti aku kesiangan aku mau salahin Umi!"tuduh Pasya padahal dirinya disini yang salah karena tidur seperti kebo.
Pasya pun langsung ngacir sambil ketawa karena puas membuat sang Umi teriak-teriak dan kesalbdan keseharian inilah yang selalu di lakuin Pasya selalu berdakwah dulu dengan sang kanjeng ratu tersayangnya dan sedari tadi adiknya hanya menatap dengan malas karena ini sudah kejadian lumrah di keluarga Armand.
Kalau kalian nanya dimana Abi nya Pasya , jawabannya Abinya lagi tidur dan sama sekali tidak terusik dengan perdebatan antara sang putri dan istri karena kejadian ini menurutnya lumayan buat di jadikan radio pagi untuknya.
Setelah berkutat dengan alat mandi selama 10 menit,Pasya langsung memakai peralatan MOS nya.
Pasya memakai pakainnya jauh dari kata rapih. Bayangkan saja baju yang dikeluarkan tapi pas body,rambut di kucir asal dan memakai topi berwarna putih,dan Pasya sama sekali tidak menuruti peraturan MOS yang telah di sampaikan oleh para OSIS di sosmed.
Langsung saja Pasya memakai peralatan yang sudah di siapkan sewaktu malam karena Sekarang jam menunjukkan pukul 6:25. Sedangkan waktu dalam perjalanan membutuhkan waktu selama 10 menit karena Pasya harus berjalan dulu ke jalan raya untuk naik angkot.
Pasya hanya memakai bedak bayi dia tidak memakai segala macam makeup seperti wanita pada umumnya dan Pasya seumur hidupnya sampai sekarang ia tidak suka memakai parfum karena katanya parfum itu membuat dirinya mual.
Dirasa merasa sudah siap Pasya langsung ke ruang makan disitu sudah ada sang Umi dan kedua adiknya.( Btw tadi yang bangunin Pasya itu adiknya yang laki-laki namanya Haidar masih TK dan adiknya yang permpuan itu namanya putri dia sudah SD anaknya rajin beda banget sama kakaknya! Btw kenapa yang bangunin itu ga adiknya yang perempuan..alesannya karena dulu putri pernah mencoba membangunkan kakaknya dengan cara menyiram mukanya dan alhasil terjadilah perang saudara ,Pasya sangat marah bahkan Uminya pun tidak berani mengomelinya dan yang harus turun tangan harus Abinya karna Pasya cuman takut sama Abinya itu dan setelah kejadian itu putri tidak berani lagi membangunkan kakaknya Pasya.)**haha jadi cerita masa lalu dulu Author**... dan pasti kalian bertanya di mana Abi nya Pasya!yap Abi nya Pasya masih di kamar mandi,sama-sama baru bangun dan membangunkannya pun sama dengan cara di ancam tidak di kasih jatah**. Cie yang baca ambigu hahahhahh**garingggg!!!!dasar author sengk*ek ..
Setelah semuanya berkumpul di meja makan semua memakan dengan keadaan seperti pasar karena Haidar yang usil kepada kakaknya Putri .
"Ihhh Umi orang utan ga diem ni ganggu Puput aja jadi pengen jotos aja sih.." adu putri sambil memanyunkan bibirnya karena kesal.
"Gitu aja ngadu sih dasar anak ayam sensitif amat!gerutu Haidar yang masih bisa di dengar oleh semua..*eitss kalian pasti pada mikir ko anak TK bicaranya kaya sudah dewasa..jawabanya karena keluarga Armand kalau masalah bicara jagoannya..*
"Ngapa Lo jadi samain gue sama anak ayam sih! Aku ga suka ya kamu bandingin aku sama hewan..!" Sangkal putri gak terima dirinya di panggil anak ayam sambil merubah gaya bicaranya yang malah keliatan lebay.
"Emang lo kaya anak ayam dikit-dikit nangis,ngadu,manja,dan lo itu orangnya ga mau di salahin persis kaya anak ayam!!"tukas Pasya karena dirinya masih kesal waktu kejadian dulu dan akibatnya dia suka ngehujat adiknya dengan mulut pedasnya.
"Ih ka!ko elo jadi sewot sih gue ga bicara sama Lo yah.!dasar kebo loh udah kaya singa aja sukanya ngamuk-ngamuk gak jelas."
✓✓✓
•Lanjut di part selanjutnya gaes•