
" BANGUUNN!!! Sampai kapan kamu berbaring di tempar tidur, jika masih tidak bangun... Kamu tidak perlu pergi ke sekolah!! " Teriak Mark yang sedang berusaha membangunkan Xiaoli.
" ( Bangun dalam sekali gerakan ) Oh tidak.. Kak, kenapa baru membangunkanku.. Kak tolong siapkan keperluanku yang lainnya.. aku akan bersiap-siap dulu (berlari ke kamar mandi) Aku lupa mengumpulkan nyawa setelah bangun tidur, bahkan aku tidak membawa handuk ke kamar mandi (kembali membawa handuk)" Setelah beberapa saat setelah kekacauan terjadi, Xiaoli akhirnya siap untuk berangkat
" Kak, apa kamu tidak terlambat? kenapa masih disini?"
" Tidak apa-apa, aku hanya masuk siang hari ini. Cepatlah!! nanti kamu akan ditinggalkan jika masih tidak pergi!!"
" Baik kak,, terima kasih kak...(berlari keluar) SAMPAI JUMPAA (berteriak dari luar rumah)"
" Ck,, adik yang merepotkan. Sepertinya bulan ini gaji ku akan dipotong (tersenyum)"
Di sekolah...
" Maaf pak, saya terlambat.. haah hah ( terengah-engah karena berlari dengan barang bawaannya)"
" Baiklah, semua murid sudah berkumpul. Saya akan memperhitungkan murid yang terlambat setelah sampai disana. Semuanya cepat masukan barang-barang kalian ke bahasi bus kalian, lihat dimana nama kalian berada, dan duduk sesuai dengan nomor urut yang tertera." Jelas pak Mingwei
" Kenapa tidak membagi kelompok sesuai kelas masing-masing, dengan begitu tidak perlu repot bukan? ck.." Ketus Xiaoli
" Yaa nona guan, kita berada di kelompok yang sama.. (tersenyum lebar)" Ujar Bai Siming
" Aku tidak peduli, hmm (Senyum paksa)" Jawab Xiaoli
" Kenapa dia begitu dingin padaku.. Padahal dia bersikap sangat ceria sebelum berkenalan denganku,, (masuk ke dalam bus)"
" Siapa orang yang duduk di sebelahku, aku lupa padahal baru saja melihat list namanya.."
" Kau Guan Xiaoli?" Tanya seorang siswi yang terlihat mendominasi.
" Ya, apa kamu teman kursi ku?"
" (mengabaikan) Hey, apa kau mau bertukar tempat duduk denganku?" Tanya nya pada siming.
" Kau bertanya padaku?"
" Jika bukan?" Balasnya singkat
" Hah, Jika kau tidak mau duduk denganku boleh saja. Tapi apa seorang murid memiliki hak mengubah keputusan dari pembina. Jika begitu, maka aku juga akan meminta untuk tidak berada di satu bus denganmu " Balas Xiaoli dengan nada dan sikap yang angkuh tanpa melihat wanita di depannya.
" Lidahmu ternyata lumayan tajam, perkenalkan.. namaku Han Yuxi dari kelas 1A, sebuah keberuntungan bagimu bisa berkenalan denganku."
" Tidak..tidak,, (nada yang mengejek) aku tidak ingin berkenalan denganmu, bahkan aku tidak pernah tahu namamu walaupun kau dari kelas A, sebaliknya diriku.. Aku lebih dikenali semua orang daripada dirimu, seharusnya siapa yang merasa beruntung bertemu dengan orang yang sangat populer, bukankah begitu? (ejek Xiaoli)"
" Kamu-- " (Menahan marah)
" Sudahlah... Siming berikan tempat dudukmu, kau beruntung dapat duduk denganku."
" Baiklah,, aku menerima keberuntungan ini.." Jawab Siming yang membuat Han Yuxi semakin dipermalukan.
" Tidak perlu (potong seorang siswa), Pak Mingwei salah memasukan daftar nama, Han Yuxi seharusnya tidak berada di bus 2 (bus yang sedang ditumpangi), dia seharusnya berada di bus 1."
" Ketua kelas,, terima kasih, mana mungkin aku disatukan dengan mereka, hmph..(melipatkan kedua tangannya di dada) Kalau begitu ayo kita kembali ( ajaknya pada Lin Yi )."
" Kau memang tidak seharusnya disini karena kelompok kita tertukar, jadi aku memberitahu itu padamu karena aku ingin pergi ke kursiku (duduk dengan tenang di sebelah xiaoli)"
" Ketua.. Kenapa kamu--"
" Ini perjalanan sekolah, pembina yang mengatur semuanya, sebesar apapun latar belakangmu kau tidak bisa seenaknya mengatur semua sesuai dengan kemauanmu. Jadi, karena kamu bukan dari kelompok ini, silahkan kembali ke tempat kau seharusnya berada." Ujar Lin Yi yang membuat Han Yuxi tak bisa berkata-kata lagi.
" Lalu bagaimana dengan bertukar kursi,,heyy?" Ucap Siming yang diabaikan keduanya
" Hmm (tersenyum kecil)"
" Apa yang ditertawakan oleh bintang sekolah? (ejek Lin Yi yang mendengar pembicaraan xiaoli dengan Yuxi sedari tadi)"
" Aku hanya tidak menyangka orang yang berkata jangan menggunakan latar belakang justru menggunakannya tanpa diketahui ( berbicara pelan )"
" Kenapa kau tau?" Tanya Lin Yi
" Karena kelompok sudah dibagi dari sebelum acara dan bahkan dicetak dengan printer bukan manual. Apa masih bisa terjadi kesalahan? Jika pun terjadi juga tidak akan langsung mengubahnya disaat mendesak"
" Ketelitianmu lumayan tajam, tapi kau salah tentang satu hal.."
" Oh?"
" Aku tidak menggunakan latar belakang, aku hanya siswa yang mendapat hak untuk memilih kelompok sendiri, jadi aku memilih kelompok ini. Karena sudah penuh, aku tidak bisa bergabung,, kebetulan ada seseorang yang secara sukarela memberikannya, jadi apa ini masih bisa disebut bermain dengan latar belakang?"
" ( tersenyum kecil ).. Dilihat dari pandanganku itu tidak ada bedanya sama sekali."
" Benarkah??
Halo, Kita bertemu lagi nona lari (mengingat pertemuan pertama mereka di episode sebelumnya), namaku Lin Yi kelas A (mengulurkan tangan)."
" (menatap uluran tangannya) kenapa akhir-akhir ini banyak sekali tangan yang mengulur padaku (membalas jabatannya) Guan Xiaoli kelas D."
" (tersenyum) Mungkin karena kau sangat terkenal." Canda Lin Yi
" Hey.. Dia temanku, orang-orang pintar seperti kalian hanya mencari sensasi dengan berteman, tapi kalian jangan pernah.. kalian jangan pernah mencoba untuk menyakiti teman sekelasku, walaupun dari kelas D,, kemampuan bertarungku tidak akan lebih lemah darimu.." Ujar Bai siming.
" Sepertinya kau salah paham,, aku murni ingin berteman dengannya. Walaupun aku dari kelas A tapi aku tidak sama dengan mereka,, apa kau juga ingin berteman denganku? (mengulurkan tangannya pada siming)"
" Cih, kau pikir aku akan percaya dengan omong kosongmu begitu saja? (kembali duduk di tempatnya)"
" Baiklah anak-anak.. Kita akan berangkat sekarang, perjalanan akan memakan waktu kira-kira sekitar 4 sampai 5 jam. Duduk dengan benar, jangan ada yang berkelahi ataupun berisik selama perjalanan, kalian mengerti?"
" Mengerti pak.." Jawab serempak anak-anak
Xiaoli memasangkan earphone nya di telinga,, perjalanan yang memakan cukup waktu ini menjadikannya sangat nyaman dengan alunan musik yang ia dengarkan.
Xiaoli menatap ka arah jendela melihat jalanan yang ramai di tengah cuaca yang cerah ini membuat suasana menjadi sangat hangat, banyak hal menarik yang dilihatnya seperti patung tugu, taman bermain, spanduk iklan, semua itu cukup membuatnya bahagia.. Hanya sedikit yang membuatnya tak senang, yaitu.. spanduk jalan hanya berisi tentang politik dan perebutan posisi,, seharusnya iklan tersebut menampilkan beberapa aktor kesukaannya yang mengiklankan makanan, atau beberapa camilan. (pfft.. maaf tapi itulah hobinya).
Setelah dua setengah jam perjalanan, rasa jenuh dan bosan sudah hampir terasa. ( Tidak,, bukan hampir tapi sudah sanggattt membosankan :Xiaoli) (Bisakah tidak memotong pembicaraan author? :Author)
" Membosankan.." Gumam Xiaoli
" Kenapa kamu memilih ikut jika menurutmu perjalanan ini membosankan?" Tanya Lin Yi penasaran
" { tidak mungkin aku bilang semua ini karena desakan guru killer pak mingwei } Karena aku ingin mencobanya."
" Jadi kamu menyesal?" Tanya nya lagi
" Mungkin.."
#Bersambung..