
( Bel istirahat berbunyi )
" Xiaoli! Xiaoli! Bangun sebentar." Ujar Lin Yi
" Emm.. ( menghela nafas ) Ada apa?"
" Ini makanlah ( memberikan beberapa camilan )"
" Aku tidak lapar."
" Cepatlah! Jika tidak aku akan menyuapimu dengan paksa!"
" Berikan padaku." Jawab xiaoli
" ( Tersenyum ) Itu baru jawaban yang bagus."
" Tapi aku tidak akan makan sendiri, kau juga harus ikut makan. Anggap saja kamu sedang makan dan berbagi makanan denganku, aku tidak ingin berhutang budi padamu."
" Baiklah terserah padamu, asalkan kau makan dengan baik."
" { Dia membangunkanku hanya untuk ini? }" Batinnya
" Xiaoli, apa kau masih disini? aku membawakan makanan untukmu." Teriak Yu'er dari luar pintu
" Uhuk.. uhuk.. { Dia akan salah paham melihatku dengan Lin Yi disini }"
" Kenapa, apa butuh air?"
" { Bisa-bisanya dia bertingkah begitu tenang! }"
" Xiaoli, aku masuk-- ( tertegun ) kalian... Apa yang sedang kalian berdua lakukan disini? ( Melihat makanan yang mereka pegang ) Aku membawakan makanan untukmu tapi ternyata kau sudah makan puas disini."
" Ssh.. Yu'er kau salah paham, aku tidak sengaja bersama dengannya disini, dia.. Tangannya terluka jadi dia beristirahat di uks, dan kebetulan guru mengirim makanan. Lalu kau datang!" Jelas Xiaoli
" Aku tidak bertanya, hanya saja aku sudah meluangkan waktu untuk menjengukmu, kalau begitu aku bawa kembali."
" Eh tunggu! Karena kau datang untuk menjengukku maka lakukanlah hingga selesai!"
" Baiklah.. Tapi, apa aku tidak mengganggu kalian?"
" Menurutmu?" Ucap Lin Yi
" ( Menatap Lin Yi ) Tutup mulutmu!"
" Sikap kalian sangat mencurigakan, sudahlah.. Gara-gara perdebatan ini sebentar lagi bel masuk, kalau begitu aku akan menyimpan makanannya disini dan pergi ke kelas." Ucap Yu'er
" Baiklah, terima kasih." Jawab xiaoli
" Kau sebegitu takut kah mereka salah paham?" Tanya Lin Yi
" ( melihat keluar jendela ) Menurutmu? Aku harus bersikap seperti apa untuk menjawab mereka?" Tanya balik xiaoli Serius
" Kau bertanya padaku?"
" Emm..( mengangguk )"
" { Dia terlihat lebih serius dari biasanya }" Batin Lin yi
" Tidak, barusan aku sedang memikirkan jawabannya dan sekarang aku sudah menemukannya."
" Jadi bagaimana."
" Bersikap saja seperti dirimu biasanya, jangan terlalu kaku, jika kau tidak menganggapnya serius maka jangan anggap jika kau mau."
" { Aku selalu bingung dengan pertanyaan bagaimana sikapku yang seharusnya, seperti apa aku yang biasanya, aku tidak pernah menemukan jawabannya }" Ucap xiaoli dalam hati
" Cepat makanlah, jangan terlalu memikirkan hal itu, jika kau takut mereka salah paham aku akan menjelaskannya pada Gao Yu'er nanti."
" Bukan, aku tidak memikirkan itu. Hanya saja ada sedikit ganjalan yang menggangguku
{ Aku juga tidak bisa terus memendam ini sendirian, aku butuh seseorang yang bisa memberikan jalan keluar untukku, satu-satunya orang yang aku percayai adalah kakak, tapi aku tidak ingin membuatnya terbebani lagi karena masalahku. Menceritakan ini pada teman-temanku juga mereka tidak akan bisa membuat solusi yang baik, juga aku takut mereka akan terlibat, jika mereka terlibat mereka tidak akan bisa meloloskan diri sendiri. Tapi Orang ini memiliki pemikiran yang tajam, awalnya aku tidak ingin memberitahukan ini pada siapapun, tapi hatiku sudah tidak mampu menahannya sendiri, anggap saja aku sedang menceritakan sebuah kisah pada anak kecil } Apa kau mau mendengarkan sebuah cerita?"
" Aku akan mendengarkannya! { Memang seperti dugaanku, sebenarnya masalah apa yang bisa membuat dia gelisah seperti ini } "
" Jika seorang gadis kecil memiliki sepasang kucing yang sangat dia sayangi lalu dia berharap bahwa kucing itu benar-benar miliknya."
" Bukankah sepasang kucing itu memang miliknya? kenapa dia masih berharap kucing itu menjadi miliknya?" Tanya Lin Yi
" Karena meskipun kucing itu miliknya, kucing itu selalu bermain dengan sepasang adik kakak yang lain, yang satu selalu bermain dengan seseorang yang sangat menyukai fashion, orang itu selalu menghiasi boneka itu dengan dasi, dan pasangannya selalu dimainkan adiknya , gadis itu merasa mungkin dia sedang berbaik hati membiarkan kucing miliknya itu bermain dengan orang tersebut."
" Apa yang terjadi setelahnya."
" Lama semakin lama, kucing itu tidak pernah kembali lagi, sepasang kucing itu pergi meninggalkan gadis kecil itu sendiri. Lalu gadis kecil itu berfikir, apakah dia membuat kesalahan yang membuat kucing miliknya tak nyaman hidup dengannya sehingga lebih memilih untuk pergi bersama mereka. Gadis kecil itu hidup dalam kesepian semenjak itu, namun saat semuanya benar-benar gelap, gadis kecil itu bertemu kembali dengan seorang pangeran yang berwibawa nan gagah yang sudah lama berada di medan perang terburu-buru kembali dari medan perangnya karena mendengar gadis itu membutuhkan penerang, lalu ia memberikan lentera di tengah kegelapan yang tak memiliki celah itu. Gadis itu berfikir kembali, bahwa tidak semuanya meninggalkan dia, pangeran itu membawa gadis kecil itu ke kastil yang indah, di kastil itu semua hal yang dia tidak pernah kekurangan apapun termasuk kehangatannya. Sejak saat itu gadis tersebut sangat membenci sepasang kucing yang meninggalkannya itu."
" Lalu apakah gadis itu hidup dengan bahagia setelahnya?"
" Seharusnya seperti itu! Tapi tidak disangka, setelah sekian lama kucing itu kembali mencari gadis pemiliknya. Demi mencari pemiliknya kucing itu mencakar pangeran pelindungnya. Menurutmu apa gadis ini harus menemui kucing lamanya atau melindungi pangerannya."
" Menurutku.. Aku tidak membuat keputusan untuk gadis itu, semua keputusannya harus ditanyakan pada hatinya sendiri." Jawab Lin Yi
" Benarkah? Tapi gadis itu tidak tahu bagaimana isi hatinya."
" { Apa ini sekedar kisah atau kisah dalam kisah. Tapi jika ini menceritakan tentang dirinya sendiri, siapa pangeran yang dia maksud, siapa kucing yang dia maksud. Rangkaian katanya menyimpan banyak emosi yang besar, namun orang lain tidak bisa melihat emosi seperti apa yang begitu dalam itu. } Lalu bagaimana menurut pendapatmu sendiri." Ujar Lin Yi
" Menurutku ya... Aku juga berfikir sama, dia harus menemukan isi hatinya sendiri, namun jika dia tidak bisa menemukan isi hatinya sendiri, dia setidaknya harus mengetahui bagaimana rencana masa depannya. Jika kucing tersebut tidak ada dalam rencananya maka dia tidak perlu menemuinya lagi, namun sebaliknya, jika dia berfikir untuk memasukkannya kedalam rencana hidupnya, dia harus menemuinya. Bukankah begitu?"
" Perkataanmu masuk akal sekali 'Jika seseorang tidak bisa menemukan isi hatinya, maka temukanlah masa depannya' ya?" Gumam Lin Yi
" ( menghela nafas ) Hah, aku sudah bercerita panjang lebar, berikan aku air minum."
" ( Tersenyum ) Baiklah, tunggu sebentar. ( memberikan ) Apa kau tidak merasa kasihan padaku? Tanganku terluka kamu masih memintaku membawakan air."
" Kenapa protesmu di akhir, jika tidak mau tolak dari awal!"
" Haha.. tidak! tidak! Aku hanya bercanda."
" Cih! ( meminum air ) Tanganmu juga bukannya tidak bisa digerakkan lagi, aku hanya membantumu agar berolahraga."
" Ya! ya! aku tahu kau berniat baik, apa puas?"
#Bersambung...