U R

U R
kenangan



" Jjang.. xiaoli kita mempunyai teman?" Tanya Yu'er tak percaya


" Ya.. kita adalah teman dekat,, benar bukan?" Ujar Lin Yi pada xiaoli.


" Xiaoli.. apa yang terjadi selama aku pergi? kenapa tiba-tiba kau mempunyai teman dan... itu adalah.. Lin Yi?"


" Sejak kau pergi aku sudah mengganti temanku." Ucap xiaoli yang masih marah pada Yu'er


" Apa? xiaoli.. bagaimana bisa kau begitu mudah menggantikan posisiku di hatimu.." Ketus Yu'er


" Tunggu-- xiaoli, kau tadi bilang teman? kau sudah menerimaku menjadi teman?" tutur Yu'er


( note : selama satu semester xiaoli belum menerima Yu'er sebagai teman resmi. Kecuali di hadapan publik )


" Ya... tapi sekarang sudah tergantikan.." Balas Xiaoli


" Tunggu!! ini tidak adil, aku mendapat tittle teman resmimu baru sekarang setelah satu semester, dan kau sudah akan menggantikanku dengan dia? hey.." protes Yu'er


" { Bahkan orang yang lama dekat dengannya baru dianggap teman resminya sekarang? apa dia memiliki trauma hubungan? }" Batin Lin Yi


" Sudahlah... ini sudah siang,, sebentar lagi kakak-ku akan segera pulang, dia pulang lebih awal hari ini." ucap Xiaoli


" Jadi?" tanya Yu'er


" Jadi? ( menunjuk ke arah pintu keluar dengan senyuman lembut.)"


" Tidak.. aku akan tetap disini dan menahan Lin Yi sampai Kak mark pulang. { aku akan membalasmu.. hmpph, siapa suruh memukulku dengan begitu keras }"


" Oh ya? aku sudah memperingatkanmu, jadi jangan salahkan aku ( tersenyum ramah )"


" { Aku memiliki firasat buruk jika bertemu dengan kakaknya. Apalagi dia bisa berbicara santai seperti itu, itu menunjukkan kabar yang sangat buruk bagi lawan di matanya }" Batin Lin Yi


" Xiaoli, aku ingat ada beberapa urusan yang harus diselesaikan. Maaf aku pamit, lain kali aku pasti akan berkunjung lagi ke rumahmu.." ucap Lin Yi


" { Heh.. dia sepertinya pintar menilai suasana } Baiklah.. kalau begitu aku tidak antar.." balas xiaoli


" Kalian benar-benar sangat akrab.." ujar Yu'er


" Kau masih ingin disini? kalau begitu temani aku.." tegas xiaoli


" { Aku sendirian saat suasana hatinya buruk sangat tidak bagus, lebih baik aku juga pergi..} Kalau begitu aku juga pulang, aku ingin beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan panjang.. hoaamm.. ( pergi dari rumah xiaoli )."


" Ya.. aku tidak mengantarmu.." ucap xiaoli


Mereka berdua pun akhirnya pulang dari rumah xiaoli.


Xiaoli PoV*


Aku sudah terbiasa sendirian.. Tapi kenapa sekarang terasa sangat kesepian.


Sudahlah.. Jangan berfikir aneh-aneh, kau sudah sangat salah mengambil langkah ini xiaoli!!"


Sekarang rasa lapar baru menyerangku,, aku sampai lupa untuk menyapa makananku karena kedatangan mereka.. ( aku tiba-tiba berhenti saat melihat medalinya masih tertinggal di rumah ini ) Aku akan memberikannya nanti, sekarang sepertinya terpaksa harus menyimpannya dulu. Yang terpenting sekarang adalah bersilaturahmi pada makanan lezat ( tersenyum )


Saat aku menghangatkan makanannya kembali, aromanya sangat menggugah selera.. Masakan kakak memang tidak pernah diragukan baik dari aroma, rupa, dan rasa.. dia bisa membuatnya secara sempurna,, aku bukannya tidak ingin belajar, tapi kenapa kemampuan memasak ku sangat buruk, bahkan setelah berpuluh-puluh kali mencobanya.. tetap saja rasanya sangat menghancurkan indra perasa orang. Sepertinya aku hanya berbakat menjadi pencobanya dibandingkan pembuatnya..


Oh, aku ingat.. Aku telah membeli short pastry, sepertinya aku menaruh pastry-nya di lemari es? coba aku lihat.. ( menemukan harta karunnya ) WOW!! Penampilannya saja sudah sangat luar biasa, aku lebih tidak sabar lagii untuk mencobanya.. ( merasa senang dengan hartanya itu ) Semua hidangan ini sudah cukup membuatku bahagia,," Saat aku sedang berada di zona nyaman bersama harta kesayanganku ( makanan ) sebuah telpon menghancurkan suasana indah kita.


" Ya halo?" jawab xiaoli


" Xiaoli.. Aku melihat Lin Yi membagikan photo di akun weibo miliknya, sepertinya orang yang ada dibelakangnya adalah kau... Apa kau ada di rumahnya? atau.. dia ada di rumahmu?" ujar Bai siming dalam telpon.


" Bisakah kau bicara pelan-pelan ( menutup telinganya ) suaramu bahkan bisa terdengar dari jauh walau tanpa speaker!!" balas xiaoli


" Jadi, apa dia bersamamu? ( kembali ke pertanyaan awal )


" Tadi memang iya, tapi sekarang tidak." jawab xiaoli


" { Dia pasti sengaja membagikan photo di weibonya!! } Apa dia benar-benar pergi ke rumahmu? bagaimana bisa.." tanya siming tak henti-henti.


" Kenapa pertanyaanmu seperti orang yang sedang menginterogasiku."


" Itu.. aku hanya penasaran kenapa dia bisa bersama denganmu.. Kalian tidak seakrab itu untuk bertemu secara pribadi." ujar siming.


" Pertama, dia memiliki suatu urusan bertemu denganku. Kedua, kita tidak bertemu secara pribadi ataupun berduaan karena masih ada tamu lain di rumahku. Mengerti? jadi berhentilah bergosip.." tegas xiaoli.


" { Dasar penipu ulung.. Kau mengirim photo padaku dari sudut yang terlihat hanya kalian berdua!! }


Baiklah..baiklah.. aku tidak akan bergosip lagi haha. Oh ya.. jangan lupa menyimpan nomorku.. ( mematikan telpon nya )" Ungkap siming


" Cih, beraninya dia mendahuluiku mematikan telpon. Dasar merepotkan!! ( menyimpan nomor siming )."


Xiaoli PoV*


Memang benar, setelah dia di promosikan dia menjadi lebih sibuk. Biasanya di hari sabtu dia akan pulang lebih awal, tapi kali ini sepertinya sore adalah yang paling awal.


" MEMBOSANKAAANN... Aku biasanya sangat mencintai hari libur,, tapi sekarang sepertinya sekolah lebih baik. Waktu akan bergilir dengan cepat..."


" Satu dua tiga empat yayayayaya, berputar dan melompat,, huu ( tak bisa diam seperti orang yang kesurupan ).


( Terbaring di atas sofa dengan posisi tak beraturan ) Pesawat dataaang... tidak tidak!! Jangan mendekat, aaa.. sudah kubilang jangan mendekat, tapi kau tidak mendengarkannya ( berbicara sendiri seperti...)


Kemarilah pangeran,, aku adalah putri yang ditakdirkan untukmu ( tersenyum ). Aarrrgghh!!! Apa yang kulakukan!! ( orang yang baru menyadari tingkahnya sendiri ) apa aku sudah gila? kenapa aku bisa berbuat sangat gila hari ini.. Tidak!! ( kembali ke mode crazy ) kau sangat sadar.. ini adalah bentuk hiburan sejati yang tidak pernah ditemukan dimanapun,, jadi pangeran.. biarkan putrimu ini.. ( sadar kembali ) Xiaoli!! kau pasti sudah gila bisa menjadi sangat menjijikan seperti tadi.. Readers, lupakanlah.. Aku khilaf sesaat.


Hah.. semua ini terjadi karena author membiarkanku sendirian. Bahkan tidak ada yang dapat kulakukan,, apa aku setidak berguna itu hingga tak ada kegiatan?


( Xiaoli tiba-tiba menjadi sangat dingin kembali ketika melihat sebuah buku di atas rak, senyumannya yang mekar tiba-tiba menjadi layu )


" Kenapa aku bisa menyimpannya hingga sekarang, tidak bisakah aku melepaskan sepenuhnya seperti dia? ( mengambil buku tersebut dan membukanya ) Apa apaan ini.. semuanya hanya kenangan palsu!!" Tanpa disadari air matanya pun mengalir untuk pertama kalinya lagi.


" Kalian dengan mudah meninggalkanku, bahkan melupakanku. Itu semua hanya untuk ambisi kalian masing-masing.. Tidak bisakah aku juga hidup tenang seperti kalian? tidak bisakah aku juga melupakan segalanya seperti kalian? Kenapa aku harus menahan semuanya dengan senyuman.. Kenapa!! Andai saja aku tidak memiliki kakak di sisiku,, aku benar-benar tidak tau lagi bagaimana caranya untuk tetap bertahan demi orang yang kusayangi.


( menyeka air matanya ) Ha,, maaf.. aku seharusnya tidak pernah mengingat kembali masa lalu. Itu hanya akan membuatku menjadi orang baik yang bersedia mengingat kalian yang menghancurkanku.


Karena egois... adalah sifatku!!"


#Bersambung...